• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

2.5. Penduduk

2.5.2. Agama, Kelompok Etnis dan Persebarannya

33

32

Sumber ; Kantor Desa Sambirejo Timur, 2007. 33

Sumber ; Kantor Desa Sambirejo Timur, 2007.

.

Penduduk Desa Sambirejo Timur memiliki penduduk yang beragam baik golongan etnis dan agama. Lebih kurang delapan etnis hidup berdampingan di desa ini dan bahkan sebagian telah berbaur karena adanya ikatan perkawinan yang berlainan etnis.

Penduduk Desa Sambirejo Timur didominasi oleh etnis Jawa yaitu sekitar 10.429 jiwa (55 %). Sebenarnya etnis pertama yang mendiami desa ini pada awalnya adalah etnis Jawa, yang dulunya merupakan kuli kontrak perkebunan. Akan tetapi sejak tahun 1980-an pendatang dari etnis lain mulai masuk dan membeli tanah yang kemudian membangun tempat tinggal dan menetap di Desa Sambirejo Timur.

Etnis pendatang yang pertama kali masuk ke desa ini adalah etnis Mandailing yang berasal dari Kota Medan yaitu daerah Aksara, Pancing dan sekitarnya, dimana daerah ini dulu lebih sering dengan sebutan ‘bengkok’. Etnis Mandailing merupakan etnis yang berada di urutan ke dua yang mendiami Desa Sambirejo Timur yaitu sekitar 5.688 jiwa (30 %). Sedangkan untuk etnis Toba sekitar 1.232 jiwa (6,5 %), etnis Karo sekitar 379 jiwa (2 %), etnis Minang sekitar 853 jiwa (4,53 %) dan selebihnya adalah etnis Aceh, Tionghoa dan Tamil sekitar 2,01 % (382 jiwa). Sedangkan kedatangan etnis pendatang selain etnis Mandailing diperkirakan masuk ke Desa Sambirejo Timur sekitar sepuluh tahun belakangan ini. Hal ini diperjelas oleh kutipan wawancara peneliti dengan salah seorang informan yang sejak tahun 1948 menjadi penduduk Desa Sambirejo Timur……

”Dulu di sini orang Jawa semua, orang Mendeling (Mandailing) itu masuk sekitar tahun 1980-an lah, ya klo orang Batak sama yang laen-laen baru-baru aja, ya sekitar sepuluh tahunan ini”…(Bapak Sumiran, 85 tahun)…

Umumnya etnis pendatang berasal dari Kota Medan dan sekitarnya yang membeli tanah kemudian membangun tempat tinggal. Biasanya etnis pendatang ini saling memberitahu dari mulut ke mulut baik itu kerabat maupun teman jika sedang ada tanah ataupun rumah yang hendak dijual di desa ini.

Persebaran penduduk berdasarkan etnis-etnis yang ada Desa Sambirejo Timur, selain dilihat berdasarkan letak dusun juga dapat berdasarkan tata letak rumah. Jika dilihat berdasarkan etnis, misalnya etnis Tionghoa mayoritas berada di dusun Melati (I) dan dusun Cempaka (VIII) yang merupakan dusun yang berada di daerah perbatasan sebelah barat. Dimana disini terdapat sebuah jalan besar yaitu Jalan Stasiun ditandai dengan sepanjang jalan baik sisi kiri kanan jalan berjajar kios- kios yang berjualan kebutuhan pokok dan perabotan rumah tangga, apotik, swalayan

dan warung-warung makanan dan minuman. umumnya etnis Tionghoa ini merupakan pedagang yang membuka panglong kayu dan toko seluruh keperluan bangunan. Etnis Toba mayoritas berada di Dusun Melur (III). Sedangkan untuk etnis-etnis lainnya tersebar di setiap dusun yang ada di Desa Sambirejo Timur.

Persebaran penduduk jika dilihat berdasarkan posisi rumah, biasanya rumah yang berada di pinggir jalan-jalan utama yang berada di Desa Sambirejo Timur adalah etnis Jawa, dan rumah yang sudah masuk kedalam lorong-lorong berasal dari etnis lain yang ada di Desa Sambirejo Timur. Hal ini disebabkan karena orang lama akan membangun rumah di bagian paling depan dan lahan yang dijual kepada orang pendatang adalah lahan bagian belakang rumah yang berada di pinggir jalan.

2.6. Fasilitas Umum

Fasilitas umum yang tersedia di Desa Sambirejo Timur saat ini antara lain berupa jalan-jalan utama serta lorong-lorong dan jembatan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas ibadah, dan kantor desa. Berbagai fasilitas yang tersebut di atas masih ada lagi fasilitas lainnya yaitu berupa pasar mingguan sebagai tempat jual beli barang. Semua fasilitas yang tersedia ini adalah untuk kemajuan dan pembangunan Desa Sambirejo Timur.

2.6.1. Fasilitas Jalan dan Jembatan

Secara umum sarana yang paling pesat perkembangannya dua tahun terakhir ini adalah pembangunan di bidang fasilitas jalan. Sepanjang 16 km jalan- jalan yang berada di Desa Sambirejo Timur telah diaspal baik itu jalan utama dan jalan persimpangan yang menghubungkan jalan-jalan utama ini. Jalan-jalan utama desa ini memiliki lebar badan jalan kurang lebih 6 meter. Lorong-lorong yang

terdapat di lingkungan dusun lebarnya tidak tentu ada yang 4 meter ada pula yang hanya 2 meter saja. Sebagian jalan lorong telah disemen dan sebagian lainnya baru dikeraskan dengan batu. Jalan setapak biasanya ditemui ketika menuju daerah petanian penduduk. Jalan setapak ini masih berupa jalan tanah. Selain itu, sarana berupa jembatan juga telah ada yaitu sekitar 8 km, jembatan kayu 6 km.

pembangunan fasilitas jalan telah memberikan kemudahan bagi angkutan umum untuk keluar masuk desa dan membawa penduduk berlalu lalang keluar masuk desa, sehingga keadaan ini memperlancar mobilitas penduduk untuk ngelaju ke Kota Medan dan arus informasi juga dapat diperoleh penduduk Desa Sambirejo Timur. Dengan demikian informasi yang didapat merupakan sumber pengetahuan yang dapat mempengaruhi gaya hidup manusia khususnya penduduk Desa Sambirejo Timur.

2.6.2. Fasilitas Pendidikan

Sarana pendidikan yang ada di Desa Sambirejo Timur memiliki 5 unit taman kanak-kanak, 3 unit Sekolah Dasar Negeri, 3 unit Sekolah Dasar Swasta, 2 unit Sekolah Dasar Ibtidaiyah Swasta. Untuk tingkatan Sekolah Lanjutan Pertama terdiri dari 3 unit SLTP swasta, 2 unit Tsanawiyah swasta. Desa Sambirejo Timur juga telah memiliki 1 unit Sekolah Menengah Umum swasta.

Setiap fasilitas sekolah telah dilengkapi dengan gedung dan kursi yang cukup memadai dan kamar mandi untuk siswa dan pengajar beserta kantin sekolah. Sarana perpustakan untuk sekolah dasar belum ada. Tersedianya sarana pendidikan yang berada di desa telah memberikan pilihan kepada orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah swasta ataupun negeri, sekolah yang dekat ataupun yang jauh dijangkau dari rumah masing-masing penduduk.

Menurut pendidikannya sekitar 197 jiwa (1,03 %) dari jumlah penduduk Desa Sambirejo Timur masih ada yang tidak pernah bersekolah. Umumnya penduduk yang tidak pernah sekolah ini adalah orang-orang tua yang sudah lanjut usia dan penduduk yang tidak mencukupi ekonominya34. Selanjutnya sekitar 2.038 jiwa (10,75 %) penduduk belum sekolah atau sedang berada di bangku taman kanak-kanak karena masih umur balita (bayi lima tahun). Dan selebihnya sekitar 16.728 jiwa (88,22%) adalah penduduk yang tergolong sudah ataupun sedang bersekolah. Jumlah penduduk Desa Sambirejo Timur yang hanya tamat Sekolah Dasar sekitar 2.875 jiwa (15,16 %), tamat Sekolah Lanjutan Tingkatan Pertama sekitar 4.322 jiwa (22,79 %), tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sekitar 4.531 (23,90 %), penduduk desa juga telah ada yang sudah tamat Perguruan Tinggi (PT) yaitu sekitar 645 jiwa (3,40 %). Sedangkan penduduk Desa Sambirejo Timur yang masih bersekolah baik SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi ada sekitar 4.329 jiwa (22,83 %) dari keseluruhan jumalah penduduk35

Penduduk yang tergolong sudah bersekolah ini ada juga yang hanya tamat di bangku penidikan sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama. Sama halnya dengan penduduk yang tidak pernah bersekolah, umumnya penduduk ini adalah orang tua yang sudah berusia 40 tahun ke atas dan penduduik yang tidak mencukupi ekonominya. Sedangkan bagi para pemuda yang putus sekolah biasanya bekerja menjadi buruh bangunan (sebagai kernet bangunan) ataupun kerja mocok-mocok

.

36

.

34

Hal ini juga dialami oleh peneliti sendiri ketika mengadakan sensus penduduk pada bulan juni tahun 2008 yang lalu. Biasanya ketika peneliti ingin meminta tanda tangan dan menuliskan nama masih banyak yang kaku menggoreskan pena di kertas sensus. Bahkan tidak sedikit pula yang menyuruh peneliti untuk menuliskan nama dan menanda tanganinya sendiri karena mereka mengaku tidak bias menulis.

35

Sumber : Kantor Desa Sambirejo Timur, 2007. 36

2.6.3. Fasilitas Kesehatan

Keberadaan 2 (dua) unit klinik bersalin lengkap dengan apotiknya dan 12 kelompok posyandu (pos pelayanan terpadu) untuk balita dan 4 (empat) orang bidan desa. Dengan adanya sarana kesehatan ini sangat membantu warga dalam menjaga kesehatan. Selain menggunakan obat-obatan modern warga juga masih menggunakan obat-obatan tradisional bagi penyakit tertentu yang terkadang di rasakan lebih manjur daripada menggunakan obat modern.

Salah satu obat tradisional yang masih banyak digemari warga Desa Sambirejo Timur adalah jamu. Setiap pagi dan sore hari para penjual jamu akan mendatangi pelanggan masing-masing. Jamu biasanya digunakan untuk mengobati masuk angin, tambah darah, tambah tenaga, kurang nafsu makan. Biasanya warga yang rutin minum jamu setiap harinya adalah ibu-ibu yang baru melahirkan.

Penggunaan obat modern dan obat tradisional secara bersamaan juga sering dilakukan oleh warga misalnya penyakit campak/ cacar dan demam panas pada anak-anak. Seorang anak yang terkena penyakit campak terlebih dahulu diperiksakan ke klinik atau ke bidan setelah mendapatkan obat yang sudah diresep oleh bidan, biasanya orang tua akan mencarikan daun ciplukan yang banyak tumbuh di sekitar lahan yang masih kosong untuk direbus dan air rebusannya digunakan sebagai air mandi anak yang menderita penyakit campak.

Penduduk Desa Sambirejo Timur juga menggunakan jasa orang pintar

(dukun) untuk mengobati penyakit, namun saat ini orang yang berobat ke dukun sudah sangat sedikit hanya penyakit tertentu saja atau pernyakit yang dianggap penyakit guna-guna yang dibawa berobat ke dukun.

Sarana beribadah bagi penduduk Desa Sambirejo Timur yang beragama Islam dapat dikatakan sudah memadai. Di desa ini terdapat 9 (sembilan) unit mesjid dan 8 (delapan) unit musholla. Mesjid dan musholla ini selain untuk beribadah biasanya dimanfaatkan penduduk sebagai tempat belajar mengaji anak-anak dan orang dewasa yang belum bisa mengaji dan bahkan digunakan sebagai tempat sholat tarawih dan tadarus pada saat bulan Ramadhan, terkadang juga digunakan sebagai tempat musyawarah yang berhubungan dengan kegiatan agama Islam selain itu digunakan juga untuk tempat ceramah-ceramah keagamaan.

Sarana beribadah untuk penduduk yang beragama Kristen Protestan dan Hindu belum tersedia. Biasanya penduduk ke dua agama ini beribadah ke gereja dan kuil yang ada di kota Medan. Hal ini dikarenakan Kota Medan merupakan kota yang paling dekat dengan Desa Sambirejo Timur yang menyediakan sarana ibadah berupa gereja dan kuil.

Sarana untuk penerangan pada umumnya yang digunakan di rumah penduduk Desa Sambirejo Timur adalah listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara). Walaupun ada rumah yang terlihat sangat sederhana tetap saja menggunakan penerangan listrik walaupun tidak mempunyai meteran listrik dengan menyambunkan kabel listrik dari rumah tetangga yang mempunyai meteran listrik. Lampu tempel atau lampu petromaks dipergunakan ketika alairan listrik sedang padam.

2.6.5. Fasilitas Pasar Mingguan

Fasilitas lainnya yang tersedia di desa ini adalah berupa adanya 2 buah pasar mingguan yang beroperasi setiap hari Jum’at dan Sabtu. Pasar ini mulai beroperasi dari pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. Sesuai dengan

hari beroperasinya ke dua buah pasar ini dinamai oleh penduduk desa dengan ‘pasar Jum’atan dan pasar Sabtuan’. Pasar Jum’atan terletak di dusun Tanjung sedangkan pasar Sabtuan terletak di dusun Dahlia. Lapak-lapak yang bersegi empat berjajar dengan ukuran 3 x 3 meter saling berhadapan terkadang bagi pedagang yang tidak mempunyai lapak hanya menggelar tikar saja sebagai tempat berjualan. Selain menjual 9 (sembilan) bahan pokok seperti, beras, gula, minyak, sayur mayur, buah- buahan, susu dan lain sebagainya. Pasar mingguan ini ada juga yang menjual makanan dan minuman, selain itu, juga tersedia berupa pecah belah, pakaian, sepatu, sandal, kosmetik dan mainan anak-anak.

2.7. Akses Informasi dan Komunikasi

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga dirasakan oleh warga masyarakat Desa Sambirejo Timur. Hal ini terlihat hampir di setiap rumah penduduk telah mempunyai televisi (TV), banyaknya saluran yang dapat diakses selain memberikan hiburan juga telah menjadi sumber informasi yang dapat diperoleh oleh warga desa. Bahkan bagi warga ekonomi atas telah berlangganan dengan siaran televisi37. Sumber informasi lainnya yaitu berupa surat kabar seperti harian analisa, waspada, kompas, SIB. Sumber informasi lainnya yaitu radio, dimana semua gelombang radio yang dapat dijangkau di Kota Medan juga dapat dijangkau di Desa Sambirejo Timur38

Sumber informasi yang juga dirasakan masyarakat adalah berupa alat komunikasi handphone (HP). Beberapa operator yang dapat menjangkau sinyalnya di desa ini adalah telkomsel, indosat, flexi, three,axis. Sumber informasi berupa internet

.

37

Saluran (chanel) yang dapat di terima oleh warga yang telah berlangganan dapat menjangkau hingga saluran luar negeri.

38

Beberapa gelombang siaran radio yang dapat dijangkau di desa Sambirejo Timur antara lain ; most fm, visi fm, kiss fm, la efem, umsu fm dll.

juga telah dapat diakses di desa ini. Untuk mengakses fasilitas internet tidak semua warga masyarakat dapat menggunakannya. Hanya warga yang taraf ekonomi menengah ke atas yang dapat menikmatinya dan hanya orang yang berkepentingan saja, misalnya anak sekolah dan mahasiswa. Kondisi ini telah memberikan kemudahan bagi warga dalam memperoleh dan mengakses informasi.

Dokumen terkait