114/PKS/SSD-DVN/XII/2020
1. Agreement between PT Kereta Api Indonesia (“KAI”) dan PT Integrasi Jaringan Ekosistem
(“IJE”) (continued)
Beberapa klausul yang disepakati adalah sebagai berikut :
a. Lokasi objek penempatan utilitas dan peralatan pendukung ada di 24 stasiun yang terletak di 9 daerah operasional KAI;
Some of the clauses that were agreed upon were as follows:
a. The location of objects for placing utilities and supporting equipment is in 24 stations located in 9 operational areas of KAI;
b. IJE berkewajiban membayar kompensasi kepada KAI termasuk pajak, denda, dan/atau ganti rugi. Kompensasi yang dibayarkan adalah sebesar Rp 24.804.725.339 (diluar PPN), dengan rincian pembayaran :
• Tahap I sebesar Rp 2.826.936.277
• Tahap II sebesar Rp 1.247.216.628
• Tahap III sebesar Rp 1.338.820.110
• Tahap IV sebesar Rp 7.025.282.364
• Tahap V sebesar Rp 2.721.680.354
• Tahap VI sebesar Rp 2.360.551246
• Tahap VII sebesar Rp 2.624.792.057
• Tahap VIII sebesar Rp 1.479.748.542
• Tahap IX sebesar Rp 3.179.697.760
c. Pembayaran tersebut dilakukan secara bertahap setiap masa pembangunan selesai dengan terbitnya invoice dalam waktu 30 hari kalender kemudian dibayarkan paling lambat 14 hari kerja setelah invoice terbit dan tertuang dalam berita acara
b. IJE is obliged to pay compensation to KAI including taxes, fines, and / or compensation.
Compensation paid is Rp 24,804,725,339 (excluding VAT), with payment details:
• Stage I amounting to Rp 2,826,936,277
• Stage II amounting to Rp 1,247,216,628
• Stage III amounting to Rp 1,338,820,110
• Stage IV amounting to Rp 7,025,282,364
• Stage V, amounting to Rp 2,721,680,354
• Phase VI amounting to Rp 2,360,551246
• Stage VII amounting to Rp 2,624,792,057
• Stage VIII amounting to Rp 1,479,748,542
• Stage IX amounting to Rp 3,179,697,760 c. The payment is made in stages every time the
construction is completed with the issuance of an invoice within 30 calendar days then it is paid no later than 14 working days after the invoice is issued and contained in the minutes
d. Hak bagi hasil dengan jumlah presentase 30 % dari pendapatan IJE atas komersialisasi utilitas setelah dikurangi harga pemanfaatan dan pajak-pajak yang timbul dibayarkan setiap 1 Tahun Masa Pemanfaatan berdasar laporan keuangan yang diaudit
d. Profit sharing rights with a percentage of 30%
of IJE's revenue from the commercialization of utilities after deducting the utilization price and taxes that arise are paid every 1 Year of Use based on audited financial statements
Sanksi yang disepakati apabila terdapat pelanggaran atas perjanjian ini adalah :
• Apabila IJE melakukan Pelanggara terhadap Larangan dalam perjanjian ini maka Objek Pemanfaatan beralih untuk dikuasai oleh KAI tanpa menghilangkan kewajiban pembayaran objek pemanfaatan dan hal lain yang timbul dari hal tersebut dengan memberikan surat peringatan 3 kali dengan jeda masing-masing paling lambat 7 hari kerja;
• Setelah surat peringatan ketiga maka IJE dikenakan sanksi untuk membayar sebesar 5 kali harga pemanfaatan pada tahun berjalan terhitung sejak diketahuinya pelanggaran tersebut;
• IJE mengembalikan objek pemanfaatan sekurang-kurangnya seperti keadaan semula , baik terawat dan bebas dari tuntutan apapun dari pihak lain;
• Denda terkait keterlambatan pembayaran dikenakan sebesar 2 % perhari dari harga Pemanfaatan perTahun dihitung mulai jatuh tempo pembayaran;
The sanctions agreed upon if there is a violation of this agreement are:
• If IJE violates the Prohibition in this agreement, the Utilization Object is transferred to the control of KAI without eliminating the obligation to pay for the object of use and other matters arising from this by giving warning letters 3 times with intervals of no later than 7 working days;
• After the third warning letter, IJE will be subject to a sanction to pay 5 times the utilization price in the current year as of the discovery of the violation;
• IJE returns the utilization object at least to its original state, well maintained and free from any claims from other parties;
• Fines related to late payment are imposed at 2% per day of the utilization price per year calculated from the due date of payment;
Entitas Anak (lanjutan) Subsidiaries (continued) 2. Perjanjian antara PT Kereta Api Indonesia (“KAI”)
dan PT Integrasi Media Terkini (“IMT”) 2. Agreement between PT Kereta Api Indonesia (“KAI”) dan PT Integrasi Media Terkini (“IMT”) Perjanjian Kerjasama No.KL.701/VIII/27/KA-2018
dan No.022/PKS/IMT-KAI/VIII/2019
Cooperation Agreement No.KL.701/VIII/27/KA-2018 and No.022/PKS/IMT-KAI/VIII/2019 Pada tanggal 01 Agustus 2019, KAI dan IMT
membuat kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian No.KL.701/VIII/27/KA-2018 dan No.022/PKS/IMT-KAI/VIII/2019. Jangka waktu perjanjian adalah dari tanggal 1 Agustus 2019 sampai 31 Juli 2024.
On August 1, 2019, KAI and IMT made an agreement as stated in the agreements No.KL.701/VIII/27/KA-2018 and No.022/PKS/IMT-KAI/VIII / 2019. The term of the agreement is from August 1, 2019 to 31 July 2024.
Beberapa klausul yang disepakati adalah sebagai berikut :
a. KAI memberikan hak kepada IMT untuk melakukan kegiatan usaha di objek kerja sama, yang berada dalam 34 kereta api. Objek kerjasama tersebut berupa pemanfaatan interior kereta berupa TV Kereta, Wifi Kereta, Entertainment on Board, Seat Cover dan Media Iklan Dalam Kereta serta sarana yang menunjang kegiatan, sepanjang kegiatan dimaksud tidak bertentangan dengan etika, kepatutan, moral dan norma serta peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak mengganggu kegiatan operasional perkeretaapian dan pelayanan penumpang.
Some of the clauses that were agreed upon were as follows:
a. KAI gives the right to IMT to carry out business activities in the cooperation object, which is on 34 trains. The object of the collaboration is the use of train interiors in the form of Train TV, Train Wifi, Entertainment on Board, Seat Cover and In-Train Advertising Media as well as facilities that support activities, as long as these activities do not conflict with ethics, propriety, morals and norms as well as laws and regulations applicable and does not interfere with railroad operational activities and passenger services.
b. KAI berhak atas Revenue Sharing yang ditetapkan sebesar 30% untuk KAI (dgn minimum pembayaran untuk cover seat senilai Rp 3.000.000.000) dan 70% untuk IMT.
c. Penyediaan materi Kegiatan Usaha serta biaya pemeliharaan yang ditimbulkan materi Kegiatan Usaha di tanggung oleh IMT selama Jangka Waktu Kerja Sama dalam Perjanjian ini.
d. KAI berhak mendapatkan Free Advertising dari IMT selama isi content Iklan masih berkaitan dengan KAI dengan durasi maksimum sepanjang 30 (tiga puluh) detik dari setiap putaran penayangan iklan di TV Kereta, Wifi atau sejenisnya.
e. KAI Wajib memberikan informasi apabila terdapat pihak ketiga yang ingin memasang iklan di Objek Kerja Sama, termasuk apabila terjadi kerusakan pada Reklame/Iklan atau akan dilakukan renovasi yang menggangu Objek Kerja Sama.
f. KAI wajib mengembalikan Revenue Sharing secara proporsional apabila Perjanjian diakhiri sebelum Jangka Waktu berakhir dikarenakan Objek Kerja Sama akan digunakan oleh Negara dan tidak dapat diberikan area pengganti.
g. IMT berhak mengajukan lokasi pengganti apabila Objek Kerja Sama sebelumnya akan
b. KAI has the right to Revenue Sharing which is set at 30% for KAI (with a minimum payment for seat covers worth Rp 3,000,000,000) and 70% for IMT.
c. The provision of material for Business Activities as well as maintenance costs incurred by the material for Business Activities shall be borne by IMT during the Cooperation Period in this Agreement.
d. KAI has the right to get Free Advertising from IMT as long as the contents of the Ad content are still related to KAI with a maximum duration of 30 (thirty) seconds from each round of advertising on Train TV, Wifi or the like.
e. KAI is obliged to provide information if there are third parties who wish to place advertisements on the Object of Cooperation, including if there is damage to the Advertising / Advertising or renovations will be carried out which disturbs the Object of Cooperation.
f. KAI is required to return Revenue Sharing proportionally if the Agreement is terminated before the Term ends because the Cooperation Object will be used by the State and no replacement area can be given.
g. IMT has the right to propose a replacement location if the previous Cooperation Object will
98
Entitas Anak (lanjutan) Subsidiaries (continued) 2. Perjanjian antara PT Kereta Api Indonesia (“KAI”)
dan PT Integrasi Media Terkini (“IMT”) (lanjutan) 2. Agreement between PT Kereta Api Indonesia (“KAI”) dan PT Integrasi Media Terkini (“IMT”) (continued)
Perjanjian Kerjasama No.KL.701/VIII/27/KA-2018 dan No.022/PKS/IMT-KAI/VIII/2019 (lanjutan)
Cooperation Agreement No.KL.701/VIII/27/KA-2018 and No.022/PKS/IMT-KAI/VIII/2019 (continued) h. IMT bertanggung jawab atas penggunaan,
pengelolaan, perizinan, serta lmemberikan laporan kegiatan usaha atas Objek Kerja Sama.
h. IMT is responsible for the use, management, licensing, as well as providing reports on business activities on the Object of Cooperation.
Sanksi yang disepakati apabila terdapat pelanggaran atas perjanjian ini adalah :
• Dalam hal adanya keterlambatan pembayaran atas Revenue Sharing maka IMT dikenakan denda untuk setiap hari keterlambatan sebesar 2
‰ (dua permil) dari nilai tagihan harga sewa yang jatuh tempo yang harus dibayarkan
• Dalam hal telah diberikan Surat Peringatan 3 (tiga) kali berturut - turut dalam tenggang waktu masing - masing 7 (tujuh) hari kerja dan belum dilakukan perbaikan, maka IMT wajib mengembalikan objek sewa seperti keadaan semula dan KAI berhak memutus perjanjian secara sepihak.
The sanctions agreed upon if there is a violation of this agreement are:
• In the event of a late payment for Revenue Sharing, IMT will be subject to a fine for each day of delay of 2 ‰ (two permil) of the value of the bill due rent that must be paid.
• In the event that a warning letter has been given 3 (three) consecutive times within a grace period of 7 (seven) working days and no repairs have been made, IMT is obliged to return the rental object to its original state and KAI has the right to unilaterally terminate the agreement.
Perjanjian Sewa Menyewa No. KL.701/X/39/KA-2018 dan No. 039/PPM/KAI/XI/2018
Lease Agreement No. KL.701/X/39/KA-2018 and No.039/PPM/KAI/XI/2018
Pada tanggal 24 Oktober 2018, KAI dan IMT membuat kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian No.KL.701/X/39/KA-201 dan No.039/PPM/KAI/XI/2018 Jangka waktu perjanjian adalah dari tanggal 1 November 2018 sampai 31 Oktober 2028.
On October 24, 2018, KAI and IMT made an agreement as stated in the agreements
No KL.701/X/39/KA-201 and
No.039/PPM/KAI/XI/2018. The term of the agreement is from November 1, 2018 until October 31, 2028.
Beberapa klausul yang disepakati adalah sebagai berikut :
a. Pada tanggal 1 Agustus 2019, perjanjian ini mengalami perubahan dengan Addendum Perjanjian No. KL.701/VIII/2/KA-2019. Perubahan dalam perjanjian mengatur tentang novasi sewa yang semula antara KAI dan PT Pulau Pulau Media berpindah ke KAI dan IMT.
b. Objek sewa dalam perjanjian ini adalah penempatan iklan di 31 stasiun wilayah Jabodetabek. Penempatan iklan ini bersifat eksklusif sehingga KAI tidak diperbolehkan menunjuk pihak lain.
c. KAI memperoleh Hak Retensi untuk menahan benda milik IMT apabila terdapat kelalaian dalam pembayaran Harga Sewa dan/atau penyerahan kembali Objek Sewa
d. KAI berhak memutus perjanjian secara sepihak apabila terjadi pelanggaran terhadap Perjanjian dan tidak ada perbaikan, atau disebabkan oleh perubahan penggunaan Objek Sewa baik oleh Negara maupun atas keinginan KAI sendiri.
Some of the clauses that were agreed upon were as follows:
a. On August 1, 2019, this agreement was amended by Addendum to Agreement No. KL.
701 / VIII / 2 / KA-2019. The amendment in the agreement regulates the lease novation that originally between KAI and PT Pulau Pulau Media moved to KAI and IMT.
b. The object of the lease in this agreement is the placement of advertisements in 31 stations in the Jabodetabek area. This ad placement is exclusive so that KAI is not allowed to appoint other parties.
c. KAI obtains the Retention Right to hold IMT's property if there is negligence in the payment of the Rental Price and / or the return of the Rental Object.
d. KAI has the right to break the agreement unilaterally if there is a violation of the Agreement and there is no improvement, or it is caused by a change in the use of the Rental Object either by the State or at KAI's own wish.
Entitas Anak (lanjutan) Subsidiaries (continued) 2. Perjanjian antara PT Kereta Api Indonesia (“KAI”)
dan PT Integrasi Media Terkini (“IMT”) (lanjutan) 2. Agreement between PT Kereta Api Indonesia (“KAI”) dan PT Integrasi Media Terkini (“IMT”) (continued)
Perjanjian Sewa Menyewa No. KL.701/X/39/KA-2018 dan No. 039/PPM/KAI/XI/2018 (lanjutan)
Lease Agreement No. KL.701/X/39/KA-2018 and No.039/PPM/KAI/XI/2018 (continued)
e. KAI wajib mengembalikan sisa pembayaran secara proporsional, apabila Objek Sewa, baik secara keseluruhan atau sebagian akan digunakan untuk kepentingan Negara dan/atau kepentingan KAI sendiri.
e. KAI is obliged to return the remaining payment proportionally, if the Object for Lease, either in whole or in part, will be used for the interests of the State and / or the interests of KAI itself.
f. IMT bertanggung jawab atas penggunaan, pengelolaan, serta perizinan Iklan yang dipasang di Objek Sewa.
f. IMT is responsible for the use, management, and licensing of Ads posted on the Rental Object.
Sanksi yang disepakati apabila terdapat pelanggaran atas perjanjian ini adalah :
• Denda sebesar 2 ‰ (dua permil) dari nilai tagihan atas setiap keterlambatan pembayaran harga sewa yang jatuh tempo.
• Denda pembayaran 3 (tiga) kali Harga Sewa apabila IMT ingin melanjutkan perjanjian setelah melakukan hal - hal yang dilarang dalam Perjanjian.
• Pemutusan sepihak oleh KAI.
The sanctions agreed upon if there is a violation of this agreement are:
• A fine of 2 ‰ (two permil) of the invoice value for any late payment of the rental price that is due.
• Payment of 3 (three) times the Rental Price if IMT wants to continue the agreement after doing things that are prohibited in the Agreement.
• Unilateral termination by KAI.
3. Perjanjian antara CV Pulau Sinar Media (“PSM”),