` Secara luas, jual beli dapat diartikan sebagai pertukaran harta atas dasar saling rela. Muslim harus mengetahui juala beli tang diperbolehkan dalam syariah, agar harta yang dimiliki halal dan baik. Apa bila kita sebagai seoarang
muslim belum mengetahuinya mana yang dibolehkan dalam syariah, atau belum mengetahui suatu ilmu tertentu kita wajib mencari tahu sebagai man Sabda Rasulullah:
“menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang muslim”. (HR.Ibnu Majah)
Rukun dan Ketentuan Akad Murabahah Berdasarkan PSAK 102 1. Pelaku
Pelaku cakap hukum dan balik (berakal dan dapat membedakan), sehingga jual beli dengan orang gila menjadi tidak sah sedangkan jual beli dengan anak kecil dianggap sah, apabila siizin walinya.
2. Objek jual beli harus memenuhi:
a) Barang yang diperjual belikan adalah barang halal,
b) Barang yang diperjual belikan harus dapat diambil manfaatnya atau memiliki nilai, dan bukan merupakan barang yang dilarang diperjual beliakn,
c) Barang tersebut dimiliki oleh penjual,
d) Barang tersebut dapat diserahkan tanpa tergantung dengan kejadian tertentu dimasa depan,
e) Barang tersebut harus dikatahui secara spesipik dan dapat diidentifikasi oleh pembeli sehingga tidak ada grahar (ketidaj pastian)
f) Barang tersebut dapat diketahui kauntitas dan kualitasnaya dengan jelas,
g) Harga barang tersebut jelas,
h) Barang yang akan diakatkan ada ditangan penjual.
3. Ijab Kabul
Pernyataan dan ekspresi saling rida/rela diantara pihak-pihak pelaku akad yang dilakukan secara verbal, tertulis, melakukan korespondensi atau menggunakan komunikasi cara-cara modern.
Jenis Akad Murabahah
Ada dua jenis murabahah:
1. Murabahah dengan pesanan (murabahah to the purchase order)
Dalam murabahah jenis ini, penjual melakukan pembelian barang setelah ada pesanan dari pembeli.
Gambar 3 Seka murabahah dengan pesanan
Keteranagan:
1. Melakukan akad murabahah
2. Penjual memesan dan membeli pada supplier produsen 3. Barang diserahkan dari produsen
4. Barang diserahkan pada pembeli 5. Pembayaran dilakukan oleh pembeli
(5)
2. Murabahah tanpa pesanan; murabahah jenis ini bersifat tidak mengikat Gambar 4 Skema murabahah tapa pesanan
Keterangan:
1. Melakukan akad murabahah, 2. Barang diserahkan kepada pembeli, 3. Pembayaran dilakukan oleh pembeli.
Pengakuan dan Pengukuran
Pada saat perolehan, aktiva yang diperoleh dengan tujuan untuk dijual kembali dalam murabahah diakui sebagai aktiva murabahah sebesar biaya perolehan.
Pengukuran aktiva murabahah setelah perolehan adalah sebagai berikut:
a. Aktiva tersedia untuk dijual dalam murabahah pesanan mengikat : 1) Dinilai sebesar biaya perolehan
2) Jika terjadi penurunan nilai aktiva karena usang, rusak, atau kondisi lainnya, penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban dan mengurangi nilai aktiva
b. Apabila dalam murabahah tanpa pesanan atau murabahah pesanan tidak mengikat terdapat indikasi kuat pembeli batal melakukan transaksi, maka aktiva murabahah :
(1)
(2) (3)
penjual penjual
1) Dinilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi, mana yang lebih rendah
2) Jika nilai bersih yang dapat direalisasi lebih rendah maka selisihnya diakui sebagai kerugian.
Potongan pembelian dari pemasok diakui sebagai pengurang biaya perolehan aktiva murabahah.
Pada saat akad, piutang murabahah diakui sebesar biaya perolehan aktiva murabahah ditambah keuntungan yang disepakati. Pada akhir periode laporan keuangan, piutang murabahah dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi, yaitu saldo piutang dikurangi penyisihan kerugian piutang.
Keuntungan murabahah diakui:
a. Pada periode terjadinya, apabila akad berakhir pada periode laporan keuangan yang sama.
b. Selama periode akad secara proporsional, apabila akad melampaui satu periode laporan keuangan.
Potongan pelunasan dini diakui dengan menggunakan salah satu metode berikut:
a Jika potongan pelunasan diberikan pada saat penyelesaian, bank mengurangi piutang murabahah dan keuntungan murabahah
b Jika potongan pelunasan diberikan setelah penyelesaian, bank terlebih dulu menerima pelunasan piutang murabahah dari nasabah, kemudian bank membayar potongan pelunasan kepada nasabah dengan mengurangi keuntungan murabahah.
Denda dikenakan apabila nasabah lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai akad. Pada saat diterima, denda diakui sebagai dana sosial.
Pengakuan dan pengukuaran urbun (uang muka) adalah sebagai berikut:
a. Urbun diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang diterima bank pada saat diterima.
b. Pada saat barang jadi dibeli oleh nasabah, maka urbun diakui sebagai pembayaran piutang.
c. Jika barang batal dibeli oleh nasabah, maka urbun dikembalikan kepada nasabah setelah diperhitungkan dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan bank.
Penyajian
Piutang murabahah disajikan pada akhir periode akuntansi
a. Piutang murabahah disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan, yaitu saldo piutang murabahah dikurangi penyisihan kerugian piutang.
b. Margin murabahah ditangguhkan disajikan sebagai pos lawan piutang murabahah.
Jurnal
a. Pada saat perolehan aktiva murabahah
Dr. Persediaan/aktiva murabahah xxx
Kr. Kas/rekening pemasok/kliring XXX b. Pada saat penjualan aktiva murabahah kepada nasabah :
Pembayaran secara angsuran Dr. Piutang Murabahah
Kr. Margin murabahah ditangguhkan XXX
Kr. Persediaan/Aktiva murabahah XXX
c. Penurunan nilai barang sebelum diserahkan kepada nasabah Dr. Kerugian penurunan nilai aktiva murabahah XXX
Kr. Persediaan aktiva murabahah XXX
Bila terjadi pembatalan akad oleh nasabah dan nilai bersih yang dapat direalisasi lebih kecil dari nilai perolehan
Dr. Beban selisih penilaian aktiva murabahah XXX
Kr. Penyisihan kerugian aktiva murabahah XXX d. Urbun
1) Penerimaan uang muka dari nasabah
Dr. Kas/Rekening XXX
Kr. Kewajiban lain-uang muka murabahah (urbun) XX
2) Pembatalan pesanan, pengembalian urbun kepada nasabah Dr. Kewajiban lain-uang muka murabahah (urbun) XXX
Kr. Pendapatan operasional XXX
Kr. Kas/rekening
3) Terjadi kerugian bank karena pembatalan pesanan
Dr. Kas XXX
Dr. Kerugian Pemesanan Murabahah XXX
Kr. Piutang Uang Muka (uang muka kepada pemasok) XXX
4) Penggantian kerugian bank
Dr. Hutang uang muka (titipan uang muka) XXX
Kr. Kerugian Pemesanan Murabahah XXX
Kr. Rekening pembeli/nasabah XXX
5) Kerugian bank lebih besar dari uang muka
Dr. Hutang uang muka (titipan uang muka) XXX
Dr. Piutang nasabah XXX
Kr. Kerugian pemesanan murabahah XXX
Kr. Beban survey murabahah XXX
6) Apabila murabahah jadi dilaksanakan
Dr. Kewajiban lain-uang muka murabahah (urbun) XXX
Kr. Piutang murabahah XXX
e. Pada saat penerimaan angsuran dari nasabah (pokok dan margin)
Dr. Kas/rekening XXX
Kr. Piutang murabahah XXX Dr. margin murabahah ditangguhkan XXX
Kr. Pendapatan margin murabahah XXX
f. Pengakuan pendapatan murabahah yang performing dengan kategori kolektibilitas lancar dan DPK (Dalam Perhatian Khusus)
1) Pada saat pengakuan pendapatan
Dr. Piutang murabahah jatuh tempo XXX
Kr. Piutang murabahah XXX
Dr. Margin murabahah ditangguhkan Kr. Pendapatan margin murabahah
2) Pada saat penerimaan angsuran tunggakan (pokok dan margin)
Dr. Kas/rekening XXX
Kr. Piutang murabahah jatuh tempo XXX
g. Perubahan status dari performing ke non performing
Dr. Piutang murabahah jatuh tempo XXX
Dr. Margin murabahah ditangguhkan XXX
Kr. Piutang murabahah XXX
Kr. Margin murabahah ditangguhkan jatuh tempo XXX Untuk pembatalan pendapatan yang telah diakui sebagai berikut :
Dr. Pendapatan margin murabahah XXX
Kr. Margin murabahah ditangguhkan jatuh tempo XXX
h. Pembayaran angsuran tertunggak-non performing
Dr. Kas XXX
Kr. Piutang murabahah jatuh tempo XXX
Dr. Margin murabahah ditangguhkan jatuh tempo XXX
Kr. Pendapatan margin murabahah XXX
i. Pemberian potongan pelunasan dini dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode berikut ini :
1) Jika pada saat penyelesaian, bank mengurangi piutang murabahah dan keuntungan murabahah
Dr. Kas/rekening XXX
Dr. Margin murabahah ditangguhkan XXX
Kr. Piutang murabahah XXX
Kr. Pendapatan margin murabahah XXX
2) Jika setelah penyelesaian, bank terlebih dulu menerima pelunasan piutang murabahah dari nasabah, kemudian bank membayar potongan pelunasan dini murabahah kepada nasabah dengan mengurangi keuntungan murabahah.
Dr. Kas/rekening XXX
Kr. Piutang murabahah XXX
Dr. Margin murabahah ditangguhkan XXX
Kr. Pendapatan margin murabahah XXX
Dr. Beban operasional-Potongan pelunasan dini murabahah XXX
Kr. Kas/rekening XXX
j. Penerimaan denda dari nasabah
Dr. Kas/rekening XXX
Kr. Rekening simpanan wadiah-dana kebajikan XXX
Pengungkapan
Hal-hal yang harus diungkapkan antara lain :
1) Rincian piutang murabahah berdasarkan jumlah, jangka waktu, jenis valuta dan kualitas piutang dan penyisihan penghapusan piutang murabahah.
2) Jumlah piutang murabahah yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa (pihak terkait)
3) Kebijakan dan metode akuntansi untuk penyisihan, penghapusan dan penanganan piutang murabahah yang bermasalah.
4) Besarnya piutang murabahah baik yang dibiayai sendiri oleh bank maupun secara bersama-sama dengan pihak lain sebesar bagian pembiayaan bank