Stadium IV. Stadium IV menjadi stadium paling parah dari kanker
4. Akademi /Perguruan Tinggi
Untuk analisis data statistik dikategorikan menjadi:
1. Rendah (SD /sederajat dan SLTP /sederajat)
2. Tinggi (SLTA /sederajat dan Akademi /Perguruan Tinggi)
Pekerjaan. Pekerjaan adalah pekerjaan penderita kanker serviks yang di rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2016-2018 yang tercatat dalam kartu status dan dikategorikan atas:
1. Pegawai Negeri Sipil /TNI /POLRI /Pensiunan 2. Wiraswasta
3. Pegawai Swasta 4. Ibu Rumah Tangga 5. Petani
6. Lain-lain
Daerah asal. Daerah asal adalah daerah tempat tinggal penderita kanker serviks yang di rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2016-2018 yang tercatat dalam kartu status dan dikategorikan atas:
1. Kota Medan 2. Luar Kota Medan
Status perkawinan. Status perkawinan adalah status hubungan dalam membentuk keluarga yang dimiliki penderita kanker serviks yang di rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 yang tercatat dalam kartu status dan dikategorikan atas:
1. Menikah 2. Tidak menikah
28
Paritas. Paritas adalah jumlah persalinan yang sudah dialami oleh penderita kanker serviks yang tercatat dalam kartu statusdan dikategorikan atas:
1. < 3 2. > 3
Keluhan utama. Keluhan utama adalah gejala klinis atau keluhan utama penderita kanker serviks memeriksakan dirinya ke RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2016-2018 yang tercatat dalam kartu status dan dikategorikan atas:
1. Pendarahan per vagina 2. Keputihan
3. Nyeri perut bawah
Stadium klinik. Stadium klinik adalah tahapan kanker pada penderita kanker serviks yang di rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2016-2018 yang tercatat dalam kartu status dan dikategorikan atas:
1. Stadium awal (0 sampai IIA) 2. Stadium lanjut(IIB sampai IVB)
Penatalaksanaan medis. Penatalaksanaan medis adalah tindakan yang dilakukan para medis kepada penderita penderita kanker serviks yang di rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 yang tercatat dalam kartu status dan dikategorikan atas:
1. Kemoterapi 2. Histerektomi 3. Biopsy Ssrviks
Lama rawatan rata-rata. Lama rawatan rata-rata adalah lama rata-rata penderita kanker serviks di rawat di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2016- 2018.
Sumber biaya. Sumber biaya adalah pihak yang akan menanggung seluruh biaya pengobatan penderita kanker serviks yang dirawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2016-2018 yang tercatat dalam kartu status dan dikategorikan atas:
1. Biaya sendiri
2. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Keadaan sewaktu pulang. Keadaan sewaktu pulang adalah kondisi penderita sewaktu keluar dari rumah sakit yang tercatat dalam kartu status dan dikategorikan atas:
1. Pulang berobat jalan (PBJ)
2. Pulang atas permintaan sendiri (PAPS) 3. Meninggal
Metode Pengumpulan Data
Jenis data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang diperoleh dari kartu status penderita kanker serviks yang dirawat inap di RSUD DR Pirngadi Kota Medan pada Tahun 2016-2018. Seluruh kartu status dikumpulkan kemudian dilakukan pencatatan sesuai dengan variabel yang akan diteliti.
Metode Pengukuran Tabel 1
Aspek Pengukuran Variabel Penelitian
Variabel Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur
Umur Kartu status
30
Tabel 1
Aspek Pengukuran Variabel Penelitian
Variabel Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur
Agama Kartu status Daerah asal Kartu status
penderita Keluhan utama Kartu status
penderita
Perdarahan per vagina Keputihan
Nyeri perut bawa
Nominal
Stadium klinik Kartu status penderita
Sumber biaya Kartu status penderita
Metode Analisis Data
Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan bantuan komputer.Data dianalisa secara deskriptif dengan menggunakanuji chi squaredan secara statistik dengan menggunakan uji T-test dan Uji Mann Whitney U kemudian data disajikan dalam bentuk narasi, tabel distribusi proporsi dan gambar (diagram bar dan diagram pie).
Hasil Penelitian
Profil Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan
Gambaran umum lokasi penelitian. Rumah Sakit Umum Daerah Dr.
Pirngadi Medan merupakan rumah sakit yang didirikan pemerintah kolonial Belanda dengan nama Gemente Zieken Huis pada tanggal 11 Agustus 1928.
Rumah sakit ini terletak di Jalan Prof H. M. Yamin, S.H. No. 47 Medan.
Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Maria Constantia Macky dan diresmikan pada Tahun 1930. Pemimpin pertamanya adalah dr. W Bays, selanjutnya pada tahun 1939 pimpinan rumah sakit ini diserahkan kepada dr. A.A.
Messing.
Setelah masuknya Jepang ke Indonesia pada Tahun 1942, Rumah Sakit ini diambil alih oleh bangsa Jepang kemudian berganti nama menjadi Syuritsu Byusonu Incedan pimpinannya diserahkan kepada seorang putra Indonesia bernama dr. Raden Pirngadi Gonggo Putra. Pada Tahun 1947 rumah sakit ini diambil alih oleh pemerintah Negara bagian Sumatera Timur Republik Indonesia Sementara (RIS) dengan nama “Rumah Sakit Kota Medan”. Kemudian Rumah Sakit Kota Medan diambil alih oleh pemerintah pusat /kementerian kesehatan di Jakarta dengan nama “Rumah Sakit Umum Pusat”. Kemudian pada Tahun 1971, rumah sakit ini diserahkan dari pusat ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum Pusat Provinsi Medan.
Pada Tahun 1979, Rumah Sakit Umum Pusat Provinsi Medan diganti kembali menjadi “Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan”. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 150 Tahun 1979 tanggal 25 Juni 1979, RSU Pusat Medan ditetapkan menjadi Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan, yang
berasal dari nama seorang putra bangsa Indonesia pertama menjadi pimpinan Rumah Sakit ini. Pada Tahun 1983 pimpinan rumah sakit ini diserah terimakan kepada dr. J.E. Sudibyo kemudian pada Tahun 1986 pimpinan Rumah Sakit Dr.
Pirngadi Medan dijabat oleh dr. Raharjo Slamet. Pada Tahun 1990 sampai 26 Maret 1998 pimpinan Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan dipimpin oleh Prof. dr.
Rizal Basjrah Lubis selanjutnya pada tanggal 27 Maret 1998 RSU Dr. Pirngadi Medan dipimpin oleh Dr. Alogo Siregar, Sp.A., sampai 5 Maret 2002.
Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah, Rumah Sakit Umum (RSU) Dr. Pirngadi pada tanggal 27 Desember 2001 diserahkan kepemilikannya dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada Pemerintah Kota Medan. Pada tanggal 4 Maret 2004 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung 8 (delapan) tingkat yang dilengkapi dengan peralatan canggih dan mulai dioperasionalkan pada tanggal 16 April 2005.
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan meningkatkan statusnya dari rumah sakit tempat pendidikan menjadi rumah sakit pendidikan karena banyaknya institusi kesehatan seperti kedokteran, keperawatan dan kebidanan yang mempercayakan pendidikan mahasiswanya di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan. Kemudian pada tanggal 13 Juli 2006, Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Kota Medan meminta rekomendasi persetujuan menjadi Rumah Sakit Pendidikan dari Ikatan Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (IRSPI). Pada tanggal 10 April 2007 Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan resmi menjadi Rumah Sakit Pendidikan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 433/Menkes/SK/IV/2007. Saat ini pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Pirngadi Medan adalah Dr. Suryadi Panjaitan, M.Kes, Sp.P.D.
34
Visi, misi, dan moto Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan.
Adapun misi dan visi Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan antara lain adalah sebagai berikut:
Visi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan. Visi Rumah Sakit
Umum Dr. Pirngadi Medan adalah menjadi rumah sakit pusat rujukan dan unggulan di Sumatera Bagian Utara Tahun 2020.
Misi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan. Misi Rumah
Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan yaitu:
1. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, profesional, dan terjangkau.
2. Meningkatkan pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu kedokteran serta tenaga kesehatan lain.
3. Mengembangkan manajemen Rumah Sakit yang profesional.
Motto Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan. Motto Rumah
Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan yaitu: Aegroti salus lex suprema (Keselamatan pasien adalah yang utama).
Analisis Deskriptif
Sosiodemografi. Distribusi proporsi karakteristik penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan sosiodemografi dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2
Distribusi Proporsi Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Sosiodemografi pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Karakteristik Sosiodeografi n %
Umur (tahun)
<35 9 6,8
(bersambung)
Tabel 2
Distribusi Proporsi Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Sosiodemografi pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Karakteristik Sosiodeografi n %
35- 44 28 21,1
SLTA/sederajat 73 54,9
Akademi/ Perguruan Tinggi 19 14,3
Pekerjaan
Berdasarkan tabel pada halaman 37 menunjukkan bahwa proporsi tertinggi penderita kanker serviks yang di rawat inap berdasarkan umur adalah kelompok umur 45-54 tahun yaitu sebanyak 53 orang (39,8%), dan proporsi terendah yaitu pada kelompok umur < 35 tahun yaitu sebesar 9 orang (6,8%). Proporsi tertinggi penderita kanker serviks yang dirawat inap berdasarkan agama adalah Islam yaitu sebanyak 81 orang (60,9%), dan proporsi terendah yaitu Kristen Katholik yaitu sebanyak 22 orang (16,5%). Proporsi tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan
36
pada penderita kanker serviks yang dirawat inap yaitu SLTA sebanyak 73 orang (54,9%) dan yang terendah yaitu SD sebanyak 13 orang (9,8%).
Proporsi tertinggi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap berdasarkan pekerjaanyaitu Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 59 orang (44,4%) dan proporsi terendah yaitu Lain- lain sebanyak 6 orang (4,5%). Proporsi tertinggi berdasarkan daerah asal penderita kanker serviks pada pasien rawat inap yaitu luar Kota Medan sebanyak78 orang (58,6%) dan yang terendah yaitu Kota Medan sebanyak 55 orang (41,4%). Proporsi tertinggi penderita kanker serviks yang dirawat inap berdasarkan status perkawinan yaitu menikah sebanyak 129 orang (97,0%) dan proporsi terendah yaitu tidak menikah sebanyak 4 orang (3,0%).
Jumlah paritas. Distribusi proporsi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan paritas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3
Distribusi Proporsi Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Paritas pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Paritas n %
< 3 35 26,3
> 3 98 73,7
Total 133 100,0
Berdasarkan tabel 3 diatas menunjukkan bahwa proporsi tertinggi penderita kanker serviks yang di rawat inap berdasarkan paritas yaitu > 3 sebanyak 98 orang (73,7%) dan yang terendah yaitu < 3 sebanyak 35 orang (26,3%).
Keluhan utama. Distribusi proporsi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4
Distribusi Proporsi Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Keluhan Utama pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Keluhan Utama n %
Pendarahan per vagina 64 48,1
Keputihan 19 14,3
Nyeri perut bawah 50 37,6
Total 133 100,0
Berdasarkan tabel 4 diatas, dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita kanker serviks yang dirawat inap berdasarkan keluhan utama yaitu pendarahan per vagina sebanyak 64 orang (48,1%) dan proporsi terendah yaitu keputihan sebanyak 19 orang (37,6%).
Stadium klinik. Distribusi proporsi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan stadium klinik dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 5
Distribusi Proporsi Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Stadium Klinik pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Stadium Klinik n %
Stadium awal 42 31,6
Stadium lanjut 91 68,4
Total 133 100,0
Berdasarkan tabel 5 diatas, dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap berdasarkan stadium klinik yaitu stadium
38
lanjut (II B sampai IV B) sebanyak 91 orang (68,4%) dan proporsi terendah yaitu stadium awal sebanyak 42 orang (31,6%).
Penatalaksanaan medis. Distribusi proporsi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan penatalaksanaan medis dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 6
Distribusi Proporsi Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Penatalaksanaan Medis pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Penatalaksanaan Medis n %
Kemoterapi 71 53,4
Histerektomi 17 12,8
Biopsy serviks 45 33,8
Total 133 100,0
Berdasarkan tabel 6 pada halaman 41 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita kanker serviks yang dirawat inap berdasarkan penatalaksanaan medis yaitu kemoterapi dengan jumlah 71 orang (53,4%) sedangkan proporsi terendah penderita kanker serviks yang dirawat inap yaitu histerektomi dengan jumlah 17 orang (12,8%).
Lama rawatan rata-rata. Lama rawatan rata-rata penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 7
Lama Rawatan Rata-Rata Penderita Kanker Serviks pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Mean Standar Deaviasi (SD) 95% CI Minimum Maksimum
6,45 1,667 6,17-6,74 3 10
Berdasarkan tabel 7 di atas, dapat dilihat bahwa lama rawatan rata-rata penderita kanker serviks adalah 6,45 hari (6 hari) dengan Standar Deviasi 1,667 hari (2 hari).Lama rawatan minimum adalah 3 hari dan lama rawatan maksimum adalah 10 hari.
Sumber biaya. Distribusi proporsi tertinggi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan sumber biaya dapat dilihat pada tabel dibawah ini yaitu:
Tabel 8
Distribusi Proporsi Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Sumber Biaya pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Sumber Biaya n %
Biaya sendiri 1 9,0
BPJS 121 91,0
Total 133 100,0
Berdasarkan tabel 8 diatas dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan sumber biaya yaitu dengan Biaya Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) dengan jumlah 121 orang (91,0%) dan proporsi terendah yaitu dengan biaya sendiri sebanyak 12 orang (9,0%).
Keadaan sewaktu pulang. Distribusi proporsi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan keadaan sewaktu pulang dapat dilihat pada tabel dibawah maka dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018:
40
Tabel 9
Distribusi Proporsi Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Keadaan Sewaktu Pulang n %
Pendidikan berdasarkan stadium klinik. Distribusi proporsi tingkat pendidikan penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan stadium klinik dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 10
Distribusi Proporsi Pendidikan Berdasarkan Stadium Klinik pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Stadium Klinik
Berdasarkan tabel 10 diatas, dapat dilihat bahwa terdapat 42 penderita kanker serviks pada stadium awal dengan tingkat pendidikan rendah sebanyak 16
orang (39,0%) dan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 26 orang (28,3).
Selanjutnya terdapat 91 penderita kanker serviks pada stadium lanjut dengan tingkat pendidikan rendah sebanyak 25 orang (61,0%), dan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 66 orang (71,7%).
Hasil uji statistik diperoleh p-value > 0,05 dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pendidikan penderita kanker serviks dengan stadium klinik.
Jumlah paritas berdasarkan stadium klinik. Distribusi proporsi paritas penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan stadium klinik dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 11
Distribusi Proporsi Paritas Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Stadium Klinik pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Stadium Klinik
Berdasarkan tabel 11 diatas dapat dilihat bahwa terdapat 42 penderita kanker serviks pada stadium awal dengan paritas < 3 sebanyak 7 orang (16,7%) dan dengan paritas > 3 sebanyak 35 orang (83,3%). Selanjutnya terdapat 91 penderita kanker serviks pada stadium lanjut dengan paritas < 3 sebanyak 28 orang (30,8%) dan dengan paritas > 3 sebanyak 63 orang (69,2%).
Hasil uji statistik diperoleh p-value > 0,05 dapat diartikan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara jumlah paritas penderita kanker serviks berdasarkan stadium klinik.
42
Umur berdasarkan stadium klinik. Distribusi proporsi umur penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016- 2018 berdasarkan stadium klinik dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 12
Distribusi Proporsi Umur Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Stadium Klinik pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Stadium Klinik
Umur (tahun)
Jumlah
P-value
< 45 > 45
n % n % n %
Stadium awal 14 33,3 28 66,7 42 100,0
Stadium lanjut 23 25,3 68 74,7 91 100,0 0,45 Berdasarkan tabel 12 diatas, dapat dilihat bahwa terdapat 42 penderita kanker serviks dengan stadium awal pada kelompok umur < 45 tahun sebanyak 14orang (33,3%) dan pada kelompok umur > 45 tahun sebanyak 28 orang (66,7%).
Selanjutnya terdapat 91 penderita kanker serviks dengan stadium lanjut pada kelompok umur < 45 tahun sebanyak 23 orang (25,3%) dan pada kelompok umur > 45 tahun sebanyak 68 orang (74,7%). Hasil uji statistik diperoleh p-value
> 0,05 dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara umur penderita kanker serviks dengan stadium klinik.
Keluhan utama berdasarkan stadium klinik. Distribusi proporsi keluhan utama penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr.
Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan stadium klinik dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 13
Distribusi Proporsi Keluhan Utama Berdasarkan Stadium Klinik pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Stadium Klinik
Keluhan Utama
Jumlah P-value Pendarahan
per Vagina Keputihan Nyeri Perut Bawah
n % n % n % n %
Stadium awal 15 35,7 5 11,9 22 52,4 42 100,0 0,056 Stadium lanjut 49 53,8 14 15,4 28 30,8 91 100,0
Berdasarkan tabel 13 diatas, dapat dilihat bahwa terdapat 42 penderita kanker serviks pada stadium awal dengan keluhan utama pendarahan per vagina sebanyak 15 orang (35,7%), keputihan sebanyak 5 orang (11,9%) dan dengan keluhan utama nyeri perut bawah sebanyak 22 orang (52,4%).
Selanjutnya terdapat 91 penderita kanker serviks pada stadium lanjut dengan keluhan utama pendarahan per vagina sebanyak 49 orang (53,8%), keputihan sebanyak 14 orang (15,4%) dan dengan keluhan utama nyeri perut bawah sebanyak 28 orang (30,8%).
Hasil uji statistik diperoleh p-value > 0,05 dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara keluhan utama penderita kanker serviks dengan stadium klinik.
Lama rawatan rata-rata berdasarkan stadium klinik. Distribusi proporsi lama rawatan rata-rata penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan stadium klinik dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
44
Tabel 14
Lama Rawatan Rata-Rata Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Stadium Klinik pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016- 2018
Stadium Klinik Lama Rawatan Rata-Rata
n Mean SD
Stadium awal 42 6,12 1,468
Stadium lanjut 91 6,6 1,738
Berdasarkan tabel 14 diatas dapat dilihat bahwa terdapat terdapat 42 penderita kanker serviks dengan stadium awal lama rawatan rata- ratanya adalah 6,12 hari (6 hari) dengan standar deviasi 1,468 dan terdapat 91 penderita kanker serviks pada stadium lanjut dengan lama rawatan rata-ratanya 6,60 hari (7 hari) dan standar deviasi 1,738.
Hasil uji normalitas, diketahui data tidak berdistribusi normal, sehingga menggunakan uji mann whitney u dan diperoleh p > 0,05 (p= 0,096). Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara lama rawatan rata-rata berdasarkan stadium klinik.
Lama rawatan rata-rata berdasarkan sumber biaya. Distribusi proporsi lama rawatan rata-rata penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan sumber biaya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 15
Lama Rawatan Rata-Rata Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Sumber Biaya pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016- 2018
Sumber Biaya Lama Rawatan Rata-Rata
n Mean SD
BPJS 121 6,62 1,567
Biaya Sendiri 12 4,75 1,766
Berdasarkan tabel 15 diatas dapat dilihat bahwa terdapat terdapat 121 penderita kanker serviks pada sumber biaya BPJS dengan lama rawatan rata- ratanya adalah 6,62 hari (7 hari) dan standar deviasi 1,567 dan terdapat 12 penderita kanker serviks pada sumber biaya sendiri dengan lama rawatan rata- ratanya 4,75 hari (4 hari) dan standar deviasi 1,766.
Hasil uji normalitas, diketahui data tidak berdistribusi normal, sehingga menggunakan uji mann whitney u dan diperoleh p < 0,05 (p= 0,001). Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara lama rawatan rata- rata berdasarkan stadium klinik.
Pembahasan
Analisis Deskriptif
Umur. Distribusi proporsi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan umur dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 3. Diagram bar distribusi proporsi penderita kanker serviks berdasarkan umur pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
Berdasarkan gambar 3 diatas menunjukkan bahwa proporsi tertinggi penderita kanker serviks yang di rawat inap berdasarkan umur terdapat pada kelompok umur 44-54 tahun yaitu sebanyak 54 orang (39,8%), dan proporsi terendah yaitu pada kelompok umur < 3 5tahun yaitu sebanyak 9 orang (6,8%).
Pasien penderita kanker serviks dengan umur termuda berjumlah 1 orang.
Karakteristik penderita yaitu berumur 27 tahun beragama Islam, pendidikan terakhirnya Akademi /Perguruan Tinggi, bekerja sebagai Pegawai Swasta, bertempat tinggal di Luar Kota Medan dan belum menikah. Keluhan utamanya
yaitu pendarahan per vagina, stadium klinik nya stadium IB dengan penatalaksanaan medis biopsy, untuk lama rawatan rata-rata selama 4 hari dengan sumber biaya BPJS dan keadaan sewaktu pulang dengan pulang berobat jalan (PBJ). Hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dengan penelitian Simangunsong (2019) di RSUD Dr. Pirngadi Medan pada Tahun 2016-2017 yang menyatakan bahwa penderita kanker serviks tertinggi berada pada kelompok umur 45-54 tahun yaitu sebesar 39,8%.
Hal tersebut dikarenakan infeksi virus HPV sampai terjadinya kanker memerlukan waktu yang cukup lama. Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 26 bulan sejak mulai terdeteksi hingga akhirnya menjadi displasia ringan yang menimbulkan lesi pra kanker dan berubah menjadi displasia berat. Kemudian dari displasia berat menjadi kanker invasif memerlukan waktu 10 tahun (Riksani, 2016).
Agama. Distribusi proporsi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan agama dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Gambar 4. Diagram pie distribusi proporsi penderita kanker serviks berdasarkan agama pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018
60.9%
22.6%
16.5%
Agama
Islam
Kristen Protestan Kristen Katholik
48
Berdasarkan gambar 4 diatas proporsi tertinggi penderita kanker serviks yang dirawat inap berdasarkan agama adalah Islam yaitu sebanyak 81 orang (60,9%), dan proporsi terendah yaitu Kristen Katholik sebanyak 22 orang (16,5%).
Hal ini terjadi dikarenakan kemungkinan pasien yang berobat ke RSUD Dr. Pirngadi Medan mayoritas beragama Islam. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Lubis (2018) di RSUD Dr. Pirngadi Medan pada Tahun 2017 yang menunjukkan proporsi tertinggi penderita kanker serviks adalah agama Islam sebesar 63,8 persen.
Pendidikan. Distribusi proporsi penderita kanker serviks pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2018 berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 5. Diagram bar distribusi proporsi penderita kanker serviks berdasarkan tingkat pendidikan pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun
Berdasarkan gambar 5 diatas proporsi tertinggi berdasarkan tingkat
Berdasarkan gambar 5 diatas proporsi tertinggi berdasarkan tingkat