• Tidak ada hasil yang ditemukan

Membuat Rencana Tindak Lanjut In-2

Dalam dokumen PENYUSUNAN PEDOMAN PENGAWASAN (Halaman 107-0)

BAGIAN II KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan 3. Membuat Rencana Tindak Lanjut In-2

Saudara telah melalui berbagai kegiatan pembelajaran dalam modul ini mulai dari 1, On, In-2. Saudara telah memiliki kompetensi dalam merancang draf pedoman pengawasan.

Selanjutnya Saudara akan mengimpemntasikan di tempat Saudara bertugas sesuai dengan kebutuhan, dengan menyusun rencana tindak lanjut pasca In-2 setelah Saudara selesai belajar modul. Silahkan menggunakan LK RTL Pasca In-2 berikut ini.

No Deskripsi Kegiatan Target yang akan dicapai

Perkiraan

waktu Keterangan

1 Membuat pedoman

supervisi akademik*)

Memilki pedoman supervisi akademik*) 2

3 4

*) Contoh pengisian RTL In-2

BAGIAN III EVALUASI

Perhatikan soal berikut, kemudian pilih jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada option soal berikut ini.

1. Pengawas sekolah di KKPS/MKPS kota A rata-rata secara rutin melaksanakan kegiatan supervisi manajerial terintegrasi PPK antara lain melalui monitoring dan evaluasi realisasi pencapaian rata-rata 79 %. Hal ini dilakukan secara rutim dari tahun ke tahun. Pengurus KKPS/MKPS tersebut merasa perlu membuat pedoman pengawasan tntang supervisi manajerial teintegrasi PPK dengan menggunakan metode supervisi yang bervariasi sesuai kebutuhan kepala sekolah. Prinsip pedoman pengawasan yang sesuai dengan kondisi di KKPS/MKPS tersebut adalah...

A. merancang strategi untuk menarik perhatian

B. mempermudah pengawas sekolah memahami tujuan.

C. menjadi sumber inspirasi, misalnya memuat informasi terbaru, D. penyajiannya secara praktis dan mendorong tumbuhnya daya kreasi

2. Rata-rata realisasi SKP tahunan pengawas sekolah di KKPS/MKPS kota B, adalah 85 % melaksanakan supervisi akademik terintegrasi PPK selalu kunjungan kelas. Pengurus KKPS/MKPS ingin membuat pedoman supervisi akademik agar pengawas sekolah melaksanakan supervisi akademik yang bervariasi sesuai kebutuhan guru. Berikut ini contoh penerapan prinsip pedoman pengawasan yang sesuai kasus tersebut yaitu pedoman pengawasan harus ...

A. merancang strategis yang menarik.

B. memudahkan untuk mencapai tujuan.

C. mengadung sumber inspirasi.

D. penyajian dibuat secara praktis.

3. Perhatikan pernyataan ruang lingkup pedoman pengawasan terintegrasi PPK untuk jabatan pengawas sekolah muda

No Kegiatan

1 menyusun program pengawasan 2 melaksanakan pembinaan Guru;

3 memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar penilaian;

4 melaksanakan penilaian kinerja Guru

5 melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan;

No Kegiatan

6 menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya

7 melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru; dan 8 mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru

Berdasarkan pernyataan tersebut, aspek ruang lingkup pedoman pengawasan terkait langsung dengan kegiatan pengawasan integrasi PPK dalam intrakurikuler dan kokurikuler adalah ...

A. 1 dan 5 B. 2 dan 3 C. 7 dan 4 D. 6 dan 8

4. Ruang lingkup pedoman pengawasan untuk jabatan pengawas madya terintegrasi PPK antara lain (1) pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, (2) pemantauan SNP, (3), penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, (4) evaluasi pelaksanaan program pengawasan. Kegiatan pengawasan terintegrasi dengan nilai-nilai PPK fokus dalam iklim budaya sekolah adalah melalui ...

A. (1) B. (2) C. (3) D. (4)

5. Perhatikan diagram ruang lingkup pengawas sekolah yang terintegrasi dengan nilai utama PPK

Diagram ruang lingkup pedoman pengawasan tersebut belum lengkap, perlu diisi dengan Bagian Ruang

Lingkup Pedoman Pengawasan Bagi Pengawas Sekolah

Utama

1. Menyusun Program Pengawasan

2. 3. 4. 5. Evaluasi

Pelaksanaan Program Pengawasan di Sekolah binaan

A. pembinaan guru dan kepala sekolah B. pemantauan pelaksanaan SNP

C. penilaian kinerja guru dan kepala sekolah D. bimlat profesioanal guru dan kepala sekolah

6. Perhatikan diagram ruang lingkup pengawas sekolah yang terintegrasi dengan nilai utama PPK

Berdasarkan diagram tersebut, urutan ruang lingkup pedoman pengawasan yang benar adalah ...

A. (1), (2), (3), (4), (5) B. (2), (4), (3), (5), (1) C. (3), (4), (5), (1), (2) D. (4), (3), (5), (1), (2)

7. Perhatikan tabel sebagian pencapaian target SKP pengawas sekolah di KKPS tertentu adalah sebagai berikut :

Berdasarkan data tersebut, berikut ini prioritas kegiatan spesifik pengawasan yang harus dilaksanakan tahun berikutnya. Kegiatan manakah yang tidak sesuai dengan kasus tersebut ?

1 Penyusunan program pengawasan 100 %

2 Pembinaan guru dan kepala sekolah 78 %

3 Pemanataun Standar Nasional Pendidikan 75 % 4 Penilaian Kinerja Guru dan kepala sekolah 53 %

A. Membuat surat keterangan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah B. Membuat jadwal kegiatan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah

C. Membuat kesimpulan dan menentukan tindak lanjut hasil penilaian kinerja guru dan kepala sekolah

D. Membuat instrumen dan materi penilian kinerja guru dan kepala sekolah

8. Pengawas sekolah kabupaten C umumnya sering melaksanakan observasi kelas, penilaian kinerja guru, bimbingan dan pelatihan guru di KKG/MGMP/MGBK semua kegiatan ini terinegrasi PPK. Kegiatan pengawasan yang jarang dilaksanakan adalah pemantauan SNP terintegrasi PPK, sehingga dokumen untuk daftar usulan penetapan angka kredit belum lengkap. Berikut ini tiga kegiatan yang perlu dilakukan oleh pengawas sekolah untuk tahun berikutnya sebagai berikut, dan kegiatan yang tidak tepat adalah ...

A. membuat jadwal pemantauan SNP di sekolah binaan B. menentukan sekolah binaan untuk pemantauan SNP

C. membuat surat keterangan melaksanakan pemantauan SNP D. membuat kesimpulan dan tindak lanjut pemantauan SNP

9. Pengawas sekolah di kabupaten D umumnya mengumpulkan dokumen untuk bukti fisik untuk penetapan angka kredit umumnya lengkap, kecuali laporan pelaksanaan pembinaan guru teritegrasi PPK belum lengkap. Berikut ini ada tiga kegiatan pengawasan yang harus dilaksanakan pada tahun berikutnya untuk meningkatkan kinerja pengawas sekolah.

Pernytaan ini merupakan kegiatan pengawasan yang tidak sesuai dengan kebutuhan kasus tersebut adalah ...

A. menganalisis data dan rekomendasi pembinaan guru dan atau kepala sekolah

B. membuat surat keterangan pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah dan jadwal kegiatan

C. membuat daftar hadir pembinaan guru (memenuhi jumlah minimal guru dan/atau kepala sekolah) dan/atau kepala sekolah (memenuhi jumlah beban kerja minimal) D. membuat kesimpulan dan tindak lanjut pembinaan guru dan/atau kepala sekolah

10. Pengawas sekolah muda di kota E, umumnya memiliki dokumen program tahunan pengawasan, tetapi sebagian belum memiliki dokumen program semester pengawasan terintegrasi penguatan pendidikan karakter untuk di sekolah bianaan. Berikut ini kegiatan pengawasan untuk mengatasi masalah tersebut adalah...

B. membuat pendahuluan, (latar belakang, landasan hukum, tujuan dan sasaran, visi, misi dan strategi pengawasan, sasaran dan target pengawasan, ruang lingkup pengawasan terintegrasi PPK);

C. mengidentifikasi dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya, serta menentukan tindak lanjut hasil pengawasan terintegrasi PPK;

D. membuat program pengawasan, yang berisi: program pembinaan guru kelas; program pemantauan pelaksanaan empat SNP; dan program penilaian kinerja guru semuanya terintegrasi PPK

11. Perhatikan grafik kelengkapan dokumen laporan pelaksanaan kegiatan pengawasan terintegrasi PPK dari KKPS tertentu

Catatan : (1) Program pengawasan, (2) Pembinaan guru, (3) Pemantauan SNP, (4) Penilaian kinerja guru, (5) Evaluasi pelaksanaan program pengawasan

Berdasarkan grafik diatas, kegiatan prioritas untuk melengkapi dokumen laporan hasil kegiatan pengawasan terintegrasi PPK adalah ...

A. membuat jadwal pemantauan SNP dan disosialisasikan ke sekolah binaan

B. mengolah data hasil penilaian kinerja guru dan membuat kesimpuan serta tindak lanjut.

C. mengevaluasi kegiatan pengawasan menentukan tindak lanjut

D. mengidentifikasi hasil kegiatan pengawasan dan menentukan tindak lanjut

12. Tim KKPS/MKPS di kota H akan membuat pedoman pengawasan dengan judul “ Pedoman Supervisi Akademik, salah satu prinsip penyusunan pedoman pengawasan antara lain harus tujuan memenuhi kriteria Specific (mengandung satu perilaku), Measurable (terukur ), Achievable (dapat diwujudkan), Realistic (dapat diwujudkan secara nyata ), Time bound (berbatas waktu). Berikut ini contoh penerapan prinsip penyusunan pedoman pengawasan dalam bentuk tujuan pedoman pengawasan sesuai dengan judul diatas adalah ...

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

1 2 3 4 5

A. setiap tahun meningkatkan kinerja pengawas sekolah dalam bidang supervisi akademik di kota H

B. setiap tahun meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah binaan di kota H

C. setiap tahun meningkatkan sumber insprirasi pengawas sekolah yang kreatif di kota H D. setiap tahun memfasilitasi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pengawasan

di kota H

13. Berikut ini data realisasi hasil pengawasan di KKPS kabupaten N

(1) Realisasi hasil pembinaan guru dan kepala sekolah rata-rata 60 % karena belum terampil melaksakan supervisi akademik

(2) Realisasi hasil pemantauan SNP rata-rata 78 % karena kekurangan waktu bersamaan dengan kegiatan sekolah

(3) Realisasi hasil penilaian kinerja guru rata-rata 76 % karena sudah dilaksanakan oleh guru senior

(4) Realisasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGBK rata-rata 76 % karena sesuai dengan program pengawasan

Berdasarkan empat data tersebut, berikut ini contoh penerapan prinsip penyusunan pedoman pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah binaan. Maka pedoman pengawasan harus ...

A. mengadung informasi yang sitematis dan jelas untuk meningkatkan kinerja pengawas sekolah.

B. sebagai pendukung kegiatan pengawasan di setiap sekolah binaan untuk mencapai tujuan

C. sebagai sumber inspirasi, untuk mengembangkan ide-idenya dalam kegiatan pengawasan

D. mengembangkan penggunaan instrumen supervisi akademik untuk semua mapel

14. Berikut ini sebagian kegiatan pengawasan yang sering dilakukan oleh pengawas sekolah muda yaitu, program pembinaan guru terintegrasi PPK,dan pelaksanaan pembinaan guru terintegrasi PPK serta yang belum pernah dilakasanakan adalah membuat evaluasi pelaksanaan program pembinaan guru. Maka perlu dibuat pedoman pengawasan. Berikut ini tujuan pedoman pengawasan yang sesuai dengan kasus tersebut yang memenuhi kriteria : satu perilaku, terukur, dapat diwujudkan dan nyata, serta terbatas dalam waktu adalah ...

B. meningkatkan kinerja pengawas sekolah dalam bidang mengevaluasi pelaksanaan pembinaan guru setiap tahun

C. meningkatkan pengetahuan dalam dalam bidang mengevaluasi pelaksanaan pembinaan guru setiap tahun

D. meningkatkan pemahaman dalam dalam bidang mengevaluasi pelaksanaan pembinaan guru setiap tahun

15. Pengurus KKPS/MKPS di kota W umumnya jabatan pengawas madya, kegiatan pengawasannya antara lain sebagai berikut :

(1) Menyusun program pengawasan terintegrasi nilai-nilai PPK (2) Pemantuan pelaksanaan SNP terintegrasi nilai-nilai PPK

(3) Penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah terintegrasi nilai-nilai PPK (4) Evaluasi pelaksanaan program pengawasan

(5) Pembinaan guru dan/atau kepala sekolah terintegrasi nilai-nilai PPK

Berdasarkan pernyataan tersebut diatas, maka secara garis besar prosedur kegiatan pengawas sekolah madya adalah....

A. 1,2,3,4,5, B. 1,5,2,3,4 C. 3,2,1,4,5 D. 5,2,1,3,4,

16. Kegiatan pengawasan di kabupaten X antara lain sebagai berikut program pengawasan umumnya copi paste, kegiatan supervisi akademik umumnya kunjungan kelas, dan supervisi manajerial umumnya budaya sekolah. Berdasarkan kasus tersebut yang prioritas yang harus dibuat pedoman pengawasan adalah penyusunan program pengawasan.

Berikut ini tiga prosedur kegiatan pengawasan sesuai kasus tersebut, yang bukan prosedur kegiatan pengawasan adalah ...

A. identifikasi dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya.

B. membuat program tahunan pengawasan terintegrasi PPK.

C. melakukan pengecekan ulang untuk memastikan bahwa setiap rekomendasi D. membuat program semester pengawasan terintegrasi PPK

17. Berikut ini tabel sebagian kegiatan pengawasan di kabupaten P

No Kegiatan pengawasan Keterangan

1 Menyusun program pengawasan Selalu dilaksanakan

2 Pembinaan guru Dilaksanakan

No Kegiatan pengawasan Keterangan

3 Pembinaan kepala sekolah Dilaksanakanw

4 Penilaian kinerja kepala sekolah Jarang dilasanakan

Berdasarkan tabel tersebut, terdapat tiga prosedur kegiatan pengawasan terintegrasi PPK untuk meningkatkan kinerja pengawas sekolah sesuai dengan tabel tersebut. Berikut ini satu kegiatan yang tidak termasuk prosedur kegiatan tersebut adalah...

A. membuat program/perencanaan penilaian kinerja kepala sekolah B. Membuat jadwal kegiatan penilaian kinerja kepala sekolah

C. Membuat surat keterangan telah melakasanakan penilaian kinerja kepala sekolah D. Menganalisis kebuthan kinerja kepala sekolah di sekolah binaan

18. Perhatikan grafik rata-rata pencapaian target atau realisasi Sasaran Kerja Pegawai (SKP) satu tahun di kabupten X, sebagai berikut

Catatan : 1) Program Pengawasan, 2) Pembinaan Guru, 3) Pemantauan 4 SNP, 4) Penilaian Kinerja Guru, 5) Evaluasi Pelaksanaan Program Pengawasan di Sekolah Binaan. 6) Program Bimbingan dan Pelatihan (Bimlat) Profesional Guru di KKG/MGMP/MGBK, 7) Pelaksanaan Bimlat Profesional Guru di KKG/MGMP/MGBK, 8) Evaluasi Pelaksanaan Program Bimlat Profesional Guru di KKG/MGMP/MGBK,

Berdasarkan grafik tersebut rata-rata pencapain target (realiasi) SKP, masih ada yang rendah. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka diperlukan prosedur kegiatan pengawasan. Berikut ini tiga prosedur kegiatan pengawasan sesuai dengan kasus tersebut, yang bukan prosedur kegiatan pengawasan adalah ...

A. Mendokumentasikan data hasil pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan proesional guru di KKG/MGMP/MGBK.

B. menganalisis hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru tahun sebelumnya.

C. membuat kesimpulan dan tindak lanjut hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGBK.

0 20 40 60 80 100

1 2 3 4 5 6 7 8

19. Pengawas sekolah di kota U umumnya belum optimal melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah di KKKS/MKKS. Berikut ini prosedur kegiatan untuk mengatasi masalah tersebut diatas. Pilih saah satu jawaban yang benar berikut ini.

Option Prosedur kegiatan pengawasan terintegrasi PPK

Langkah ke 1 Langkah ke-2 Langkah ke-3 Langkah ke-4 A evaluasi hasil 20. Perhatikan grafik jumlah pengawas sekolah yang melaksanakan pengawasan di

kabupaten X adalah berikut ini

Catatan: (1) program pengawas sekolah, (2) pembinaan guru, (3) pembinaan kepala sekolah, (4) evaluasi pelaksanaan program pengawas sekolah, (5) penilaian kinerja guru, (6) penilaian kinerja kepala sekolah

0

Berdasarkan kasus perlu tiga bagian untuk rancangan draf pedoman pengawasan adalah sebagai berikut,. bagian yang tidak sesuai dengan pedoman pengawasan tersebut adalah....

A. Judul : Pembinaan Kepala Sekolah

B. Latar Belakang : Tugas pokok pengawas sekolah antara lain supervisi manajrial, realisasi hasil pembinaan kepala sekolah rata-rata 80%.

C. Tujuan : Meningkatkan kinerja pengawas sekolah D. Ruang lingkup : Supervisi manajerial

21. Kelompok kerja pengawas sekolah (KKPS) mendata kegiatan pengawasan yang sering dilaksanakan. Umumnya pembinaan kepala sekolah oleh pengawas sekolah adalah supervisi kesiswaan. Hal ini dilakukan secara rutin. KKPS akan membuat rancangan draf pedoman pembinaan kepala sekolah (supervsi manajerial) terintegrasi PPK agar pengawas sekolah melaksanakan pembinaan kepala sekolah sesuai kebutuhan . Aspek-aspek rancangan draf pedoman pengawasan yang sesuai dengan kasus tersebut adalah ...

A. latar belakang : Tugas pokok pengawas sekolah antara lain supervisi manajerial, Umumnya pembinaan kepala sekolah melalui supervisi kesiswaan dilaksanakn secara rutin.

B. tujuan : meningkatkan kinerja pengawas sekolah dalam supervisi manajerial sesuai dengan kebutuhan kepala sekolah

C. ruang lingkup : pendekatan supervisi dan metode supervisi manajerial terintegrasi PPK D. sasaran : pengawas sekolah dan guru-guru di sekolah binaan

22. Perhatikan pernyataan berikut ini

No Aspek Aspek

1 Judul : Evaluasi Pelaksanaan Program Pengawasan di Sekolah Binaan 2 Latar Belakang : Pelaksanaan pengawasan meliputi : perencanaan,

pelaksanaan, evaluasi pelaksanaan program. Umumnya pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh pengawas sekolah di kota X adalah perencanaan dan pelaksanaan pengawasan.

3 Sasaran : Pengawas sekolah kota X

4 Tujuan : Meningkatkan kemampuan pengawas sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan program pengawasan

5 Manfaat : Memfasilitasi pengawas sekolah agmfar melaksanakan evaluasi

Urutan rancangan draf pedoman pengawasan yang benar adalah ... golongan IV/a dan sebagian kecil golongan IV/b. Tim KKPS/MKPS mencari solusi dengan membuat pedoman pengawasan untuk tingkat kota R. Berikut ini bagian sistematika dari rancangan draf pedoman pengawasan yaitu ...

Option Latar Belakang Tujuan Ruang Lingkup

A Kegiatan pengawasan sesuai petunjuk teknis dan angka kredit. berdasarkan jabatan : muda, madya dan utama terintegrasi PPK

B Kegiatan pengawasan sesuai petunjuk teknis dan angka kredit.

Supervisi akademik dan supervisi manajerial terintegrasi PPK

C Kegiatan pengawasan sesuai tugas pokok pengawas sekolah..

Di kab R pengawas sekolah gol

Supervisi akademik dan supervisi manajerial serta Pemantauan SNP terintegrasi PPK

D Kegiatan pengawasan sesuai tugas pokok pengawas sekolah.

Di kab R pengawas sekolah rata-rata gol IVa dan belum naik

Supervisi akademik dan supervisi manajerial serta Kinerja guru dan kepala sekolah terintegrasi PPK

24. Perhatikan bagian dari rancangan draf pedoman pengawasan terinterasi PPK No

Aspek

Aspek

1 Judul : Pembinaan Kepala Sekolah Terintegrasi PPK

2 Latar Belakang : Tugas pokok pengawas sekolah antara lain supervisi manajerial. Pelaksanaan manajerial umumnya masih rendah (rata-rata 65%) maka perlu dibuat pedoman pembinaan kepala sekolah terintegrasi PPK 3 ...

Berdasarkan pernyataan diatas isi no 3 adalah...

A. Tujuan: meningkatkan kompetensi supervisi manajeriaLandasan : B. Landasan : Permendikbud no 143 tahun 2014

C. Landasan : Permendikbud no 35 tahun 2014

D. Tujuan pedoman pengawasan : meningkatkan kinerja pengawas sekolah

25. Perhatikan bagian rancangan draf pedoman pengawasan berikut ini No

Aspek

Aspek 1 Judul : Pembinaan Guru di Sekolah Binaan

2 Latar Belakang : Tugas pokok pengawas sekolah antara lain supervisi akademik sesuai kebutuhan guru. Pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh pengawas sekolah umumnya (rata-rata 65%) dengan cara kunjungan kelas, maka perlu membuat pedoman pembinaan guru dengan berbagai teknis supervisi akademik

3 Tujuan : Meningkatkan kemampuan pengawas sekolah dalam supervisi akademik

4 Manfaat : Memfasilitasi pengawas sekolah untuk meningkatkan kinerja 5 Ruang Lingkup : Analisis data hasil kegiatan pengawasan

Berdasarkan rancangan draf pedoman pengawasan diatas, aspek yang belum sesuai adalah....

A. (2) Latar belakang sudah sesuai karena terdapat kondisi ideal dan kondisi riil,

B. (3) tujuan sudah sesuai, yaitu untuk meningkatkan kinerja pengawas dalam bidang supervisi akademik

C. (4) manfaat sudah sesuai yaitu untuk memfasilitasi pengawas sekolah D. (5) ruang lingkup sudah sesuai dengan bidang supervisi akademiak

26. KKPS/MKPS di kota O, sudah memiliki rancangan draf pedoman “Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Kepala Sekolah di KKKS/MKKS” yaitu (1) Latar belakang : Kegiatan pengawasan antara lain menyusun program, pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah di KKKS/ MKKS. (2) Landasan : Permendiknas No 12 tahun 2007, (3) Tujuan : Meningkatkan kompetensi kepala sekolah, (4) Manfaat : Memberi acuan untuk pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah di KKKS/MKKS. Berdasarkan urian diatas, aspek yang sesuai dengan judul pedoman pengawasan adalah ....

A. (1) B. (2) C. (3) D. (4).

27. Berikut ini hasil validasi rancangan draf pedoman pengawasan . Judul “” Pembimbingan dan Profesioanal Guru di KKG/MGMP/MGP”

No Aspek

8 Prosedur Kegiatan v Sebagian prosedur

yang spesifik, dab sebagian belum spesifik

Berdasarkan hasil validai rancangan draf pedoman pengawasan diatas,terdapat dua aspek catatan kelebihan dan kekurangan yaitu...

A. 1 dan 8 B. 2 dan 3 C. 4 dan 5 D. 6 dan 7

28. Perhatikan sebagian rancangan draf pedoman pengawasan berikut ini

(1) Judul : Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Program Pengawasan Di Sekolah Binaan (2) Latar Belakang : Pelaksanaan pengawasan meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan

evaluasi pelaksanaan program pengawasan. Pengawas sekolah di KKPS/MKPS kota X rata-rata 85 % sudah melaksanakan kegiatan pengawasan sesuai program pengawasan, dan mengevaluasi pelaksanaan program pengawasan rata-rata 25%

(3) Ruang Lingkup : Pengeloaan data Pembinaan Guru, Pembinaan KS, Pemantauan SNP, Penilaian Kinerja Guru dan KS

(4) Bidang Pengawasan : Bidang pengawasan meliputi ; Pengawas TK/RA adalah...dst, Pengawas Sekolah Dasar/MI adalah...dst, Pengawas sekolah rumpun mata pelajaran....dst, Pengawas Konseler...dst, Pengawas PLB...dst

(5) Prosedur Kegiatan Pengawasan : Mendokumentasikan semua data kegiatan pengawasan ...dst

Berdasarkan bagian rancangan draf pedoman pengawasan tersebut diatas, dua aspek yang sesuai dengan kerangka model pedoman pengawasan. Aspek yang sesuai dengan kerangka model berikut adalah ...

A. Bab I : no (1) dan no (2) B. Bab II : no (3) dan no (4) C. Bab I : no (2) dan no (5) D. Bab II : no (4) dan no (5)

29. Berikut ini judul pedoman pengawasan “Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Program Pengawasan Terintegrasi PPK”. Perhatikan sebagian rancangan draf pedoman tersebut diatas

(1) Prosedur kegiatan evaluasi pelaksanaan program pengawasan di sekolah binaan terintegrasi PPK

(2) Bidang pengawasan : TK/SD/Mata Pelajaran/Rumpun Mata Pelajaran/Bimbingan Konseling/Pendidikan Luar Biasa

(3) Tujuan : Meningkatkan kinerja pengawas sekolah (4) Landasan : Permendikbud No 143 Tahun 2014

Aspek-aspek tersebut diatas termasuk kedalam model kerangka pedoman pengawasan yaitu ....

A. Bab I (1) B. Bab I (2) C. Bab II (3) D. Bab II (4)

30. Berikut ini bagian rancangan draf pedoman “ Pemantuan Pelaksanaan SNP”

(1) Tujuan : meningkatkan kinerja pengawas sekolah dalam bidang pemantauan SNP (2) Manfaat : Memfasilitasi pengawas sekolah dalam melaksanakan pemantauan SNP (3) Sasaran : Pengawas sekolah madya dan utama

(4) Ruang lingkup : Delapan SNP

Pernyataan diatas merupakan isi model kerangka pedoman pengawasan BAB I, perlu dilengkapi dengan ....

A. Pengertian dan konsep B. Latar belakang dan landasan C. Langkah-langkah dan prosedur

BAGIAN IV PENUTUP

Modul penyusunan pedoman pengawasan terintegrasi nilai utama penguatan pendidikan karakter (PPK) memfasilitasi pengawas sekolah untuk meningkatkan kompetensi dalam dimensi kompetensi penelitian dan pengembangan. Penyusunan pedoman pengawasan terintegrasi nilai utama penguatan pendidikan karakter (PPK) memfasilitasi pengawas sekolah untuk mengembangkan ide-ide atau gagasan yang inovatif dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan sehingga termasuk kedalam karya inovatif yang merupakan bagian dari pengembangan profesi pengawas sekolah.

Acuan penyusunan pedoman pengawasan terintegrasi nilai utama penguatan pendidikan karakter (PPK) mengacu pada kegiatan pengawasan sesuai regulasi yang dituangkan dalam prosedur kegiatan pengawasan secara spesifik dan sistematis, sehingga memudahkan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu penyusunan pedoman pengawasan terintegrasi nilai utama penguatan pendidikan karakter (PPK) juga harus memenuhi prinsip-prinsip penulisan pedoman pengawasan. Pedoman pengawasan terintegrasi nilai utama penguatan pendidikan karakter (PPK) memiliki informasi yang sistematis sehingga pengawas sekolah dapat melakasanakan tugas secara efektif. Hal ini dapat meningkatakan kinerja pengawas sekolah. Penyusunan pedoman pengawasan terintegrasi nilai utama penguatan pendidikan karakter (PPK) dibuat secara individu maupun secara berkelompok dengan bukti fisik yang bernilai angka kredit untuk meningkatkan ke jenjang karir berikutnya.

DAFTAR ISTILAH

Focus group discussion

: Diskusi yang lebih memfokuskan pada bidang tertentu. Peserta diskusi biasanya bersifat homogen atau mempunyai pengalaman atau pengetahuan yang sejenis atau sama

Kegiatan Pengawasan

: Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru

Mind mapping : Memetakan pengetahuan yang dimiliki sebelum proses pembelajaran ke dalam media (kertas, papan tulis, atau lainnya) dengan pola tertentu, misalnya: pola tulang ikan (fishbone analyses), peta konsep ( mind map), dll

Pemantauan : Kegiatan pengamatan yang ditindaklanjuti pencatatan terus menerus tentang perkembangan sekolah dalam memenuhi 8 standar sebagai bahan evaluasi, dan pelaporan

Pembinaan : Pembinaan merupakan kegiatan perbaikan, peningkatan, pengembangan, pencegahan secara terarah untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan melalui arahan, bimbingan dan memberi contoh

Pembimbingan : Smith, dalam McDaniel,

Pembimbingan merupakan proses layanan yang diberikan kepada individu atau kelompok untuk mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam membuat rencana, melaksanakan, dan mengevaluasi agar dapat melaksanakan tugas secara efektif.

Pelatihan : pelatihan merupakan suatu usaha yang terencana secara sisematis untuk memfasilitasi seseorang atau kelompok untuk meningkatkan penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikapnya melalui proses belajar tentang perannya dalam

Pendampingan : pendampingan adalah kerja sama interaktif yang menekankan pada posisi kesetaraan yang dilaksanakan secara

Pendampingan : pendampingan adalah kerja sama interaktif yang menekankan pada posisi kesetaraan yang dilaksanakan secara

Dalam dokumen PENYUSUNAN PEDOMAN PENGAWASAN (Halaman 107-0)