BAGIAN II KEGIATAN PEMBELAJARAN
C. Uraian Materi
Saudara menggunakan modul ini antara lain untuk meningkatkan kompetensi penyusunan pedoman pengawasan yang berguna sebagai acuan pelaksanaan tugas. Untuk Saudara ketahui bahwa pedoman pengawasan termasuk jenis karya inovatif pengawas sekolah.
Pada Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsonal Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya antara lain berisi : Prestasi Kerja Pengawas Sekolah Yang Dapat Dinilai Dengan Angka Kredit antara lain Unsur Pengembangan Profesi yang meliputi antara lain, Sub unsur : Karya Inovatif yaitu Mengikuti Pengembangan Penyusunan Standar, Pedoman, dan sejenisnya (Sumber: Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 143 Tahun 2014; 57) Kajilah uraian materi berikut ini !
1. Prinsip-prinsip Pedoman Pengawasan
Penyusunan pedoman pengawasan hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
a. Pedoman pengawasan mengandung informasi yang jelas dan sistematis yang menghasilkan peningkatan kinerja pengawas sekolah. Sistematis artinya harus terstruktur yang meliputi input, proses dan output
b. Pedoman pengawasan merupakan komponen pendukung pencapaian tujuan pelaksanaan tugas pengawas sekolah. Untuk itu, penulisan pedoman pengawasan perlu berbasis pengalaman pengawas sekolah melaksanakan tugas sebelumnya atau mengacu pada umpan balik pelaksanaan tugas sebelumnya.
c. Pedoman pengawasan harus sesuai dengan kebutuhan pengawas sekolah sehingga memudahkan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya
Tersusunnya pedoman kegiatan pengawasan merupakan salah satu model hasil karya inovatif pengawas sekolah yang terkait dengan lima nilai utama PPK oleh karena itu dalam penyusunannya perlu memperhatikan hal berikut:
a. Merancang strategi untuk menarik perhatian pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerja, sehingga mempermudah pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya.
b. Pedoman pengawasan mempermudah pengawas sekolah dalam memahami tujuan dan mempermudah dalam menentukan strategi untuk mencapai tujuan yang diharapkannya.
c. Pedoman pengawasan hendaknya menjadi sumber inspirasi, misalnya memuat informasi terbaru, sehingga pengawas dapat melaksanakan tugasnya lebih kreatif dan inovatif.
d. Penyajian pedoman pengawasan dibuat secara praktis dan mendorong tumbuhnya daya kreasi sehingga pencapaian tugas menjadi lebih optimal.
2. Pengertian Pedoman Pengawasan
Pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya secara profesioanal untuk melakasanakan supervisi akademik maupun supervisi manajerial termasuk implentasi gerakan penguatan pendidikan karakter. Oleh karena itu maka pedoman pengawasan harus berisi informasi yang menuntun pengawas sekolah mengikuti prosedur atau langkah-langkah untuk melaksanakan kegiatan pengawasan terintegrasi dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. PPK meliputi aspek Berbasis Kelas, Manajemen Kepemimpinan Sekolah, Berbasis Budaya Sekolah, dan Berbasis Masyarakat. Gerakan PPK ini melalui lima nilai utama yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.
Berdasarkan hal tersebut, maka sebelum melaksanakan pengawasan Saudara perlu memahami tugas pokok dan jenis kegiatan pengawasan, prinsip-prinsip pelaksanaan tugas, tujuan, strategi untuk mencapai tujuan, serta melaksanakan pengendalian mutu agar proses mengarah pada pemenuhan standar. Jadi pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih operasional dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien.
Setelah mengkaji berbagai prinsip dan pengertian pedoman pengawasan, selanjutnya kita perlu memahami tujuan, manfaat dan ruang lingkup penyusunan pedoman pengawasan.
3. Tujuan Penyusunan Pedoman Pengawasan
Tujuan utama penyusunan pedoman pengawasan adalah:
a. memfaslitasi pengawas sekolah dalam mengenali masalah dan tujuan pelaksanaan bidang tugasnya,
b. membantu pengawas sekolah mengidentifikasi langkah pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan yang diharapkan,
c. membantu memilih pendekatan, metode dan teknik yang cocok untuk melaksanakan kegiatan pengawasan,
d. membantu merumuskan cara menentukan ketercapaian tujuan penggunaan
4. Manfaat Pedoman Pengawasan
Pedoman pengawasan dapat memberikan kemudahan kepada pengawas sekolah dalam merumuskan acuan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang sesuai agar mengarah pada pencapaian standar.
5. Ruang Lingkup Pedoman Pengawasan
Ruang Lingkup Pedoman Pengawasan mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21, tahun 2010 yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi No 14 tahun 2016 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya (Sumber : 10-11) terintergasi PPK sesuai jabatan pengawas sekolah yaitu sebagai berikut :
a. Pengawas Muda
1) menyusun program pengawasan;
2) melaksanakan pembinaan Guru;
3) memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar penilaian;
4) melaksanakan penilaian kinerja Guru;
5) melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan;
6) menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru di Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Musyawarah Guru Pembingbing (MGP) dan sejenisnya;
7) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru; dan 8) mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru.
b. Pengawas Madya
1) menyusun program pengawasan;
2) melaksanakan pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah;
3) memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan;
4) melaksanakan penilaian kinerja Guru dan/atau kepala sekolah ;
5) melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan;
6) menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan sejenisnya;
7) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah;
8) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen;
9) mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah; dan
10) membimbing pengawas sekolah muda dalam melaksanakan tugas pokok.
c. Pengawas Utama
1) menyusun program pengawasan;
2) melaksanakan pembinaan Guru dan kepala sekolah;
3) memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan;
4) melaksanakan penilaian kinerja Guru dan kepala sekolah;
5) melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan;
6) mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan tingkat kabupaten/kota atau provinsi;
7) menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya;
8) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah;
9) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen
10) mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah;
11) membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok; dan
Selanjutnya lakukan pendalaman dan penguatan tentang definisi, prinsip-prinsip, tujuan, manfaat dan ruang lingkup pedoman pengawasan melalui berbagai aktivitas pembelajaran beikut.