PEROMPAK DAN ANTI PEROMPAKAN DI TELUK ADEN
B. Aksi Perompak Somalia di Teluk Aden
Ketika para gembong perang menggulingkan mantan diktator Mohamed Siad Barre pada 1991, Somalia terperosok ke dalam kekacauan. Tanpa memiliki pemerintan pusat yang kuat, Somalia tak mampu menghalau gelombang penangkapan ikan secara gelap oleh pihak asing. Ini masih ditambah dengan penimbunan limbah industri dan beracun di perairan Somalia oleh armada asing
dari Eropa dan Asia.28
Menjelang akhir dasawarsa 1990-an, milisi dan nelayan lokal membentuk beberapa kelompok seperti “Penjaga Pantai Somalia” dan “Penjaga Pantai Relawan Nasional”, guna mengusir atau menawan kapal dari Korea Selatan, Italia,
Spanyol, Thailand dan dari negara lain. Tanpa banyak menemukan kesulitan mereka berhasil menangkap banyak kapal asing. Karena begitu mudahnya menangkap kapal asing, kelompok-kelompok pengawal pantai itu akhirnya berubah menjadi gerombolan bajak laut. Semakin lama cara kerja yang digunakan oleh mereka semakin canggih dan berani.
28
Aksi Perompak Somalia, http://legendarisdunia.blogspot.com, terakhir diakses 22 Agustus 2013, jam 07.16 WITA.
33 Meskipun para tetua suku tak setuju dan mengutuk mereka sebagai “tak bermoral”, jumlah perompak terus bertambah. Kini ratusan orang melakukan kegiatan di bawah koordinasi jaringan gerombolan perompak. Banyak pemuda miskin dan menganggur di Somalia memandang perompakan sebagai pilihan mempesona bagi hidup mereka yang berat. Dari kegiatan seperti ini mereka bisa mendapatkan uang dengan cepat. Rakyat Somalia akhirnya antri untuk turun ke laut.
Gerombolan bajak laut tersebut umumnya berpusat di desa dan kota kecil di sepanjang garis pantai Somalia, seperti di Eyl, Hobyo dan Haradheere. Saat ini ada dua jaringan utama: satu berbasis di Puntland (Somalia utara-timur) terutama terdiri dari anggota Klan Majerteen, dan satu berbasis di Somalia tengah, terutama terdiri dari anggota Klan Habar Gidir. Kelompok bajak laut paling penting di Puntland berbasis di distrik Eyl, yang dihuni oleh sub – klan Isse Mohamud, dan kelompok lainnya, yang beroperasi dari Bossaso, Aluula, Haafun, Bayla, Qandala, Bargaal dan Gara'ad.
Pusat jaringan pembajakan Somalia beroperasi dari distrik Harardheere , karena didominasi oleh Saleebaan sub - klan dari Gidir Habar . Keterlibatan dalam kegiatan pembajakan , namun meluas jauh melampaui sub-klan . Untuk tingkat tertentu dua jaringan terkadang tumpang tindih dan sering juga terlibat kerja
sama.29
29 Pirate Organization and Operation, http://www.idaratmaritime.com, terakhir diakses 22 Agustus 2013, jam 08.03 WITA.
34 Modus operandi pembajakan dan perompakan ini telah berkembang menjadi bisnis yang sangat menguntungkan di Somalia. Di Haradhere, salah satu kota yang menjadi pusat para perompak di Somalia, para pembajak telah membentuk semacam pasar modal untuk mendanai operasi mereka. Setiap orang dapat berpartisipasi dalam bentuk uang, senjata, tenaga di laut maupun darat, atau barang-barang lainnya yang berguna dalam mendukung operasi pembajakan ini. Hasil dari sebuah operasi pembajakan akan dibagikan ke seluruh pemegang saham/pemberi modal sesuai dengan porsinya.
berdasarkan laporan Asosiasi East African Seafarers memperkirakan, ada setidaknya 5 (lima) geng bajak laut dan total anggotanya seribu orang bersenjata. Akan tetapi menurut laporan BBC ada 3 (Tiga) besar kelompok yang mengorganisir SDM perompak Somalia yaitu:
1. Dari kalangan nelayan Somalia.
2. Dari kalangan mantan milisi rezim Siad Berre yang memerintah Somalia tahun 1964- 1991. Terutama adalah anggota seniornya yang berusia di atas 35 tahun.
3. Dari kalangan para teknisi yang menguasai teknologi informasi dan kelautan.
Dari ke tiga unsur kelompok (SDM) di atas terdapat kurang lebih 1100 orang perompak yang memiliki peralatan untuk menyerang, seperti RPG-7
peluncur granat terbaik saat ini, Pistol semi otomatis dan Senapan Mesin.30
30
Teluk Aden dan Perompak Somalia, http://unik.kompasiana.com, terakhir diakses 24 Januari 2013, jam 13.32 WITA.
35 Mereka terbagi atas 4 (empat) Geng utama yang menguasai dunia perompak Somalia, yaitu :
1. Marka group, dipimpin Yusuf Mohammed Siad Inda‟ade yang agak berantakan, kurang terorganisir dan menguasai kota pesisir Marka (Maakhir Land).
2. National Volunteer Coast Guard yang dipimpin oleh Garaad Mohamed. Mereka spesialis mencegat kapal-kapal kecil dan perahu nelayan di Kismayo, pesisir selatan.
3. Kelompok nelayan tradisional. Mereka terorganisir dengan rapi. Lokasi operasi mereka di sekitar Puntland dan dikenal sebagai Puntland group milik Abdirahman Farole, President of Puntland. 4. Somali Marines paling kuat dan canggih. Kelompok ini paling
disegani pada saat ini karena terorganisir berstruktur militer. Mereka memiliki armada dan komandan angkatan laut yang masih aktif saat ini. Sulit menemukan siapa pemimpinnya karena mereka bertindak secara ilegal dan berpura-pura patroli laut. Jika ada kesempatan mereka melakukan pembajakan dengan mengatasnamakan ke tiga kelompok di atas.
Area rawan penyerangan terbagi atas beberapa zona, dalam panjang areal perairan Somalia yang mencakup 2000 mil laut dengan lebar 380 mil dari bibir pantai daratan Somalia. Selain itu, di pintu masuk Teluk Aden, terdapat daerah super rawan dengan panjang 640 mil dengan lebar rata-rata 50 mil. Pulau Squtra sendiri, meskipun milik Yaman tapi pulau itu lebih banyak dihuni oleh nelayan
36 Somalia. Tidak tertutup kemungkinan para gengster Somalia memantau situasi lalulintas laut dari berbagai penjuru (Laut Arab, Perairan Somalia, Lautan Hindia dan Teluk Aden) dari lokasi strategis ini. Informan yang berafiliasi dengan orang Yaman di pulau tersebut memberi informasi via GPS dan radio UHF tentang situasi dan kondisi perairan kepada para penyerang untuk melakukan serangan pada titik tertentu.
Ada 8 (Delapan) titik lokasi yang menjadi sarang gengster perompak Somalia. Mengetahui lokasi tersebut, merupakan acuan penting dalam menganalisa sebuah kasus perompakan. 8 (Delapan) titik lokasi tersebut antara lain:
1. Gulf Aden Attack Zone (masuk Somali Land). Lokasinya di dalam areal Teluk Aden berbatasan dengan Yaman. Lebar areal rata-rata 50 mil dan panjang 100 mil. Kapal yang dirampas di daerah ini akan di
bawa ke kota Pelabuhan Bosaso.31
2. Mongadishu Attack Zone (masuk Puntland). Areal mereka adalah Puntland. Lokasi (lapak) daerah kekuasaan berada antara 100 mil -600 mil dari perbatasan Kenya hingga ke arah Timur perairan Somalia atau menuju ke arah Teluk Aden. Kapal yang ditangkap akan disandarkan di pelabuhan Mongadishu dan awaknya di sandera ke lokasi yang rahasia di dekat pelabuhan Mongadishu.
31 Para penguasa jalur laut dunia, http://m.merdeka.com, terakhir diakses 17 Maret 2014, jam 13.12 WITA.
37 3. Somalia Stay Away Zone. Lokasinya berada di pantai Somalia. Areal
antara 170 - 300 mil dari lepas pantai Somalia bagian Utara.
4. Eyl Ransome Zone (masuk Puntland). Ini adalah lokasi paling berbahaya diantara sejumlah lokasi. Lokasi ini menjadi pusat logistik dan informasi bagi para perompak yang bertugas menyerang kapal yang dilaporkan oleh pemberi informasi.
5. Hobyo Ransom Zone (masuk Puntland). Lokasinya dekat kota Pelabuhan Hobyo dan Mudug di perairan Somalia selebar 50 Km dan panjang sejauh 600 Km dari bibir pantai ke arah Lautan Hindia. 6. Haradhere Ransom Zone (masuk Puntland). Sebuah kota dekat
Hobyo. Kota Haradhere ini bukan kota pelabuhan sehingga kapal yang mereka bajak akan di bawa ke Hobyo.
7. Mogadishu Mothership Home Port. Areal operasinya seluas 250 mil laut dari kota Mongadishu dan menguasai areal Samudera Hindia pada jangkauan lebar 50 mil laut.
8. Bosaso Zona. (masuk Somali Land). Adalah sebuah kota pelabuhan besar di Somalia setelah Mongadishu. Kota ini adalah kota paling menyenangkan para perompak karena luas daerah yang sempit di sekitar pantai Yaman menjadi lahan yang sangat baik untuk bergerak cepat merampok kapal yang sedang melintas areal sempit tersebut. Di seluruh zona berbahaya di atas, para penyerang berusaha mencapai titik koordinat yang telah ditentukan oleh pemantau untuk melakukan penyergapan. Mereka melakukan serangan dengan cepat sekali menggunakan
38 kapal motor kecil yang cepat. Mereka menembaki kapal secara langsung. Lalu memasang tangga atau tali tambang untuk memanjat kapal dan akhirnya menghunus senjata ke Nahkoda dan ABK. Lantas kapal diambil alih oleh “Nahkoda Somalia” untuk di bawa ke pelabuhan salah satu Zona tersebut di atas.
Model serangan yang dilakukan perompak Somalia, merupakan strategi aksi bajak laut modern antara lain dengan menaiki kapal, menyandera, menculik dan meminta tebusan, membunuh, merampok, sabotase kapal hingga menenggelamkan dan banyak lagi. Namun yang paling umum dilakukan adalah penyanderaan, yang diikuti dengan permintaan tebusan. Mereka menggunakan teknologi canggih seperti ponsel, sistem sonar, pelacak GPS, speedboat serta
persenjataan lengkap.32
Gambaran umumnya, pada awalnya mereka hanya menggunakan kapal penangkap ikan untuk mendekati kapal besar. Dari kapal ini mereka berusaha memanjat atau melemparkan tali. Dengan dilengkapi senjata api, mereka merampas barang-barang berharga yang ada dalam kapal. Selain itu mereka juga meminta tebusan.
Setelah mendapatkan banyak harta dan uang, mereka membeli kapal cepat, alat pelacak dan senjata yang lebih hebat. Merekapun akhirnya berhasil memiliki kapal induk. Dari kapal induk inilah mereka melepaskan kapal-kapal kecil untuk memburu kapal-kapal yang sedang berlayar. Tentu yang menjadi sasaran adalah kapal yang membawa barang-barang bernilai.
32
Cara Bajak Laut Modern Beraksi, http://www.jelajah.up2det.com, terakhir diakses 28 Agustus 2013, jam 14.12 WITA.
39 Dari kapal-kapal kecil itu, perompak naik ke kapal sasaran dengan menggunakan pengait serta tangga. Perompak kadangkala melepaskan tembakan melewati buritan guna menakuti-nakuti orang-orang di dalam kapal. Beberapa kapal seringkali berusaha melakukan tindakan pertahanan dengan melakukan gerakan zig-zag di laut atau bahkan menyemprot bajak laut dengan air dengan menggunakan selang bertekanan tinggi.
Kebanyakan kapal tak bisa melakukan pertahanan. Sebab sesuai peraturan kelautan internasional, mereka tidak boleh membawa senjata. Dalam waktu yang relatif singkat biasanya para pelaut itu menyerahkan diri kepada para perompak. Para sandera mengatakan mereka biasanya diperlakukan dengan baik. Bajak laut memandang mereka sebagai orang biasa yang ditangkap dalam permainan yang lebih besar. Sebagian sandera bersaksi para perompak menyembelih dan membakar kambing di kapal untuk memberi mereka makan. Kadang mereka menelepon orang yang mereka cintai di rumah dari kapal yang dibajak. Tidak lama setelah sebuah kapal dibajak, krunya langsung memberitahu induk perusahaan mengenai situasi yang dialami. Perusahaan kemudian menghubungi
pihak asuransi yang kemudian mengontrak pihak ketiga.33
Pihak ketiga yang dimaksud adalah perusahaan respons swasta seperti Control Risks di London atau ASI Global di Houston. Perusahaan ini biasanya memiliki staf eks-militer yang berpengalaman dengan situasi penyanderaan. Perusahaan respons yang diberi otoritas ini kemudian melakukan negosiasi
33
Inilah Cara Bayar Tebusan ke Perompak Somalia, http://www.forumbebas.com, terakhir diakses 28 Agustus 2013, jam 16.09 WITA.
40 dengan bajak laut untuk menentukan jumlah tebusan. Tentu dengan nominal serendah mungkin bagi perusahaan asuransi. Negosiasi ini biasanya alot, sehingga penawanan kapal dan krunya kerap berlangsung selama berpekan-pekan. Jika telah sepakat, maka perusahaan respon tersebut akan mengirimkan uang tunai. Caranya pun ternyata tidak sulit. Mereka hanya perlu mengangkut uang tersebut menggunakan pesawat dan menjatuhkannya di atas kapal atau di laut sekitar lokasi pembajakan atau penyanderaan ya. Cara lain adalah dengan mentransfernya melalui bank. Hal tersebut bisa dilakukan karena longgarnya hukum internasional. Bisnis merompak, omzetnya sungguh menggiurkan Menurut menlu Kenya, Moses Wetangula, komplotan bajak laut alias perompak asal Somalia berhasil meraup uang sebesar 150 juta dollar AS pada tahun 2007 lalu. Ini berasal
dari hasil uang tebusan atas kapal-kapal laut yang mereka bajak dan sandera.34
Menurut beberapa ahli, uang tebusan yang dibayarkan para pemilik kapal selama tahun 2008 berjumlah antara 500.000 dollar AS - 2 juta dolar AS. Itu berasal dari 42 kapal yang ditawan. Pada awal tahun 2009, perompak Somalia berhasil mengantungi lebih dari 6 juta dolar AS dari pembebasan kapal super tanker Arab Saudi, Sirius Star, dan kapal Ukraina, MV Faina. Untuk sepanjang tahun itu Perompak Somalia berhasil mengeruk keuntungan sekitar 60 juta dolar dari uang tebusan untuk seluruh kapal yang dibajak. Perompak menanam kembali sebagian uang mereka dalam bentuk kapal dan peralatan yang lebih baik. Mereka juga
34 Bisnis merompak, omzetnya sungguh menggiurkan, http://faktabook.blogspot.com, terakhir diakses 28 Agustus 2013, jam 17.20 WITA.
41 menghambur-hamburkan uang untuk bermewahan-mewahan, kawin lagi, membangun vila, dan membeli kendaraan yang bagus dan mahal.
Para pemasok dana dan otak perompakan mendapatkan bagian yang lebih besar lagi. Mereka biasanya berusia lebih tua dari perompak yang beroperasi di lapangan. Penguasa lokal juga mengambil bagian guna memungkinkan perompak beroperasi tanpa diperiksa di luar daerah mereka. Perairan lepas pantai Somalia, memang merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia. Biro Maritim Internasional melaporkan telah terjadi 24 serangan perompak di kawasan itu antara April dan Juni tahun 2008 saja. Sebanyak lebih dari 130 kapal dagang menjadi sasaran serangan atau naik lebih dari 200 persen dari serangan tahun 2007.
Dari keuntungan itu, para perompak kemudian membelikan senjata dan kapal cepat. Senjata yang mereka miliki diduga didatangkan dari Yaman. Dan sebagian lainnya didatangkan dari Mogadishu, ibu kota Somalia. Senjata-senjata
itu adalah AK47, pelontar granat RPG-7, granat tangan dan pistol otomatis.35
C. Perlawanan Terhadap Aksi Perompakan di Teluk Aden