PEROMPAK DAN ANTI PEROMPAKAN DI TELUK ADEN
C. Perlawanan Terhadap Aksi Perompakan di Teluk Aden 1. Resolusi Dewan Keamanan PBB
2. Antisipasi dan Konfrontasi Terhadap Aksi Perompakan
a. Malaysia
Angkatan Laut Malaysia dalam suatu operasi berhasil menangkap perompak Somalia ketika akan membajak kapal tangkernya di Teluk Aden. Operasi itu merupakan bagian dari upaya masyarakat internasional untuk mengatasi pembajakan yang kian merajalela. Hasilnya Angkatan Laut Malaysia berhasil menangkap tujuh tersangka perompak. Para perompak itu dibawa ke Malaysia, dan ditahan di Port Klang. Pengadilan setempat memerintahkan ketujuh warga Somalia itu ditahan selama tujuh hari. Para ahli hukum di Malaysia tengah melakukan kajian apakah ketujuh warga Somalia tersebut bisa dikenai dakwaan. Kapal tanker yang disewa dan dioperasikan perusahaan Malaysia itu sebenanrya
46 milik perusahaan Jepang. Awak kapal antara lain berasal dari Filipina dan ketika pembajakan terjadi tengah membawa barang dengan tujuan Singapura.
Lebih dari 12 negara telah menyediakan kapal angkatan laut untuk berpatroli di lepas pantai Somalia sejak akhir 2008. Ini terbukti berhasil menyebabkan penurunan jumlah serangan, terutama di Teluk Aden, tempat patroli dipusatkan. Namun masalahnya, ternyata para perompak dengan berani memindahkan operasi mereka lebih jauh ke Samudra Hindia. Menurut Menteri Perikanan Puntland Ahmed Saed Ali Nur, kenyataannya kapal-kapal perang yang berpatroli di daerah itu tidak bisa berbuat banyak.
b. Republik Iran
Armada Angkatan Laut Iran yang ditempatkan di Teluk Aden berhasil menggagalkan serangan besar-besaran bajak laut atas dua kapal kargo Iran di dekat selat Bab-el-Mandeb. Komandan Laksamana Angkatan Laut Iran Seyed Mahmoud Moussavi mengatakan kapal Iran tersebut diserang dua kali oleh bajak laut dengan jumlah total 50 kapal cepat perompak Somalia dari 26 mil Barat Laut dari Selat Bab-el-Mandeb. Mousavi menyatakan tindakan cepat yang dilakukan Angkatan Laut Iran dan senjata berat berat mereka memaksa para perompak melarikan diri dari TKP. Angkatan Laut Iran juga mengirimkan beberapa armada perang ke Teluk Aden dan Utara Samudra Hindia untuk melindungi kargo dan kapal tanker minyak untuk melawan bajak laut. Diberitakan, Angkatan Laut Iran melakukan patroli anti-pembajakan di Teluk Aden sejak November 2008, ketika perampok Somalia membajak kapal Iran carteran kargo, MV Delight, di lepas pantai Yaman.
47
c. Korea Selatan
Pada 21 Januari 2011 lalu, Korea Selatan sukses menyerang pembajak Somalia. Sejak dikabarkan salah satu kapal berbendera Korea Selatan dibajak, pemerintah Korea Selatan langsung mengirim kapal, melacak keberadaan pembajak. Pasukan khusus Angkatan Laut Korea Selatan berhasil menyerbu kapal Samho Jewelry berbendera Korea Selatan yang dibajak dan membebaskan semua sandera. Dua warga negara Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal turut
tersandera dalam kapal yang dibajak.37
d. Uni Eropa
Departemen Pertahanan Jerman, menyumbangkan sebuah fregat dan sekitar 1.400 tentara ke misi anti perompakan Uni Eropa di lepas pantai Somalia. Harian The Frankfurter Allgemeine Zaitung, mengutip sumber yang dirahasiakan, menyebutkan, sekitar 500 personel akan ditempatkan di fregat. Juga akan ditempatkan pasukan komando di atas kapal barang milik Jerman yang berlayar ke
kawasan lepas pantai Somalia itu.38
Misi Uni Eropa yang dimulai 8 Desember 2008 itu mengerahkan lima sampai enam kapal perang untuk berpatroli di Teluk Aden dan perairan Samudra Hindia. Sebelumnya, Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana mengatakan, misi itu dibekali aturan yang memungkinkan penggunaan semua cara untuk melindungi dan menangkal. Beberapa pejabat Uni Eropa
37 Strategi Hadapi Perompak Somalia Beda dengan Korea Selatan, http://www.tempo.co, terakhir diakses 04 September 2013, jam 09.30 WITA.
38
Kapal Yaman Dirompak, http://bola.kompas.com, terakhir diakses 03 September 2013, jam 10.07 WITA.
48 mengatakan, Perancis, Yunani, Jerman, dan Inggris mengirimkan kontingen pertama kapal Angkatan Laut, sementara Perancis dan Italia akan menyediakan pesawat patroli udara. Kontingen yang dinamakan Operasi Atlanta ini akan
dirotasi setiap tiga bulan sekali.39 Kontingen ini memiliki tugas yang sama dengan
Angkatan Laut NATO, yaitu mengantar kapal-kapal kargo, melindungi kapal komersial, dan mencegah pembajakan.
e. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
NATO yang beranggota negara-negara super power juga ikut menurunkan armada patroli untuk memberantas perompak. Seorang juru bicara NATO Senin, 1 Maret 2010 mengatakan, kapal perang Denmark, Absalon telah menenggelamkan sebuah "kapal induk" perompak Somalia di Lautan India. Absalon adalah kapal yang memimpin operasi anti-perompakan NATO di lepas pantai negara Tanduk Afrika, "Kapal itu telah mengacaukan serangan perompak di wilayah perairan Somalia pada hari Minggu dan menenggelamkan sebuah kapal induk", kata juru bicara itu. Kapal induk perompak biasanya digunakan untuk menggerakkan tim-tim penyerang ke kapal-kapal yang menjadi target. Begitu terlihat kapal yang sedang berlayar, maka kapal-kapal kecil akan segera diberangkatkan dari kapal induk untuk melancarkan serangan. "Ini sebuah operasi yang terlaksana dengan sangat baik," kata Laksamana Christian Rune, komandan misi anti-perompakan NATO.
39
Uni Eropa Turun Tangan Atasi Bajak Laut Somalia, http://internasional.kompas.com, terakhir diakses 03 September 2013, jam 11.21 WITA.
49 Kapal NATO mendapat tugas mengacaukan kemampuan bajak laut di lepas pantai dan kamp-kamp perompakan utama mereka. Untuk itu, tambah perwira tinggi angkatan laut itu, tim NATO mengirim sinyal kuat kepada perompak bahwa NATO dan masyarakat internasional tidak mentoleransi aksi mereka.
Pada Sabtu, 12 Pebruari 2011 kapal NATO berbendera Denmark melontarkan tembakan peringatan yang meminta kapal perompak untuk berhenti dan semua penumpangnya menyerah.Minggu, 13 Pebruari kapal perang NATO berhasil menangkap kapal induk para parompak. Sebanyak 16 tersangka perompak ditahan. NATO juga menemukan banyak senjata di dalam kapal, dan dua warga Yaman yang disandera. "Kapal ini menjadi markas terapung para perompak. Kejahatan mereka sudah sangat meresahkan perdagangan di laut," kata Komandan Haumann dari kapal HDMS Esbern Snare.
Meski perang terhadap perompak telah dikibarkan oleh tentara multinasional, tapi perompakan masih terus terjadi di lepas pantai Somalia dalam beberapa tahun ini. Kehadiran patroli angkatan laut asing di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Eropa dengan Asia melalui Teluk Aden hanya membuat geng-geng perompak memperluas operasi semakin jauh ke Lautan India.
f. Indonesia
Pemerintah Indonesia secara aktif mengusulkan terciptanya keamanan di Perairan Somalia. Dalam upaya ini, Kementerian Perhubungan akan mengusulkan adanya peta jalan (road map) yang disepakati oleh dunia internasional dalam
50 mengatasi perompak di perairan Somalia. Inti dalam road map tersebut adalah menyatukan seluruh bangsa di dunia yang memiliki kepentingan dengan dunia
pelayaran atas ancaman perompak Somalia.40
Salah satu kasus Indonesia yang terkait dengan Perompak Somalia adalah pembajakan MV Sinar Kudus di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomala, SulawesiTenggara, menuju ke Rotterdam, Belanda. Tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal tersebut diawaki oleh 31 ABK, 20 orang di antaranya
Warga Negara Indonesia (WNI).41 Kapal bermuatan nikel itu diketahui dibajak
pada pukul 14.27 WIB dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.Kapal tersebut membawa biji nikel seharga Rp 1,5 triliun milik PT Antam. Sedangkan kapal tersebut milik PT. Samudera Indonesia Tbk. Kedua pihak inilah yang berkoordinasi dalam upaya pembebasan sandera.
Sejumlah pihak mendorong pemerintah menggelar operasi militer, salah satunya adalah pimpinan DPR. Pimpinan DPR mendesak pemerintah melakukan upaya konkret dalam rangka memerangi perompak Somalia yang menyandera ABK kapal MV Sinar Kudus asal Indonesia.DPR mendukung dilakukannya aksi
militer guna memerangi perompak Somalia, akhirnyaPresiden SBY
memerintahkan Panglima TNI untuk melakukan operasi militer untuk membebaskan WNI yang disandera perompak Somalia. Namun karena keadaan selalu berubahdan pemerintah serta perusahaan pemilik kapal, PT Samudra
40 Indonesia Ajak Dunia Atasi Perompak Somalia, http://www.tribunnews.com, terakhir diakses 04 September 2013, jam 13.09 WITA.
41
Perompak Somalia Menahan Awak Kapal MV. Sinar Kudus Milik PT. Samudera Indonesia, http://www.scribd.com, terakhir diakses 04 September 2013, jam 13.21 WITA.
51 Indonesia memprioritaskankeselamatan Anak Buah Kapal, operasi militer ditangguhkan.
Hal itu juga disebabkan oleh permintaan keluarga korban yang menolak keras sebab terlalu besar resikonya terhadap keselamatan para sandera. Karena di dalam operasi militer sudah hampir pasti akan terjadi baku tembak. Paling tidak terjadi tindak kekerasan dan bisa saja jatuh korban jiwa dari pihak ABK yang disandera.Demi keselamatan awak kapal, negosiasi akhirnya jalan yang dipilih. Apalagi sudah adakesepakatan antara pembajak dan perusahaan pemilik kapal. Kelompok pembajak Somalia inimengancam akan membunuh satu persatu ABK asal Indonesia jika dalam beberapa hari ini permintaan uang tebusan yang semula 2,6 juta dolar AS naik menjadi 3,5 juta dolar AS danterakhir naik kembali menjadi 9 juta dolar AS (setara Rp 77 miliar) tidak segera dipenuhi perusahaan pelayaran Samudera Indonesia, hal itu pun dibenarkan oleh pihak keluarga ABK.Pihak keluarga ABK menyebut, perompak meminta tebusan hingga Rp 77 miliar. Dengannegosiasi yang cukup panjang akhirnya PT Samudera Indonesia memberikan uang tebusan pada perompak Somalia.PT Samudera Indonesia Tbk memastikan 20 awak kapal MV Sinar Kudus telahdibebaskan perompak dalam kondisi selamat dan sehat.
Kepastiannya baru didapat pada sore harinya. “Berita pembebasan ini dapat kami pastikan kurang lebih pada pukul 17.10 WIB atau pukul13.10 waktu Somalia, ”ujar Wakil Direktur PT Samudera Indonesia David Batubara di Jakartakemarin. Menurut David, informasi bahwa kapal dan awaknya telah dibebaskan telah diterimamanajemen kemarin pagi. Pada saat dilakukan
52 pengecekan, ternyata masih ada perompak yang berada di atas kapal.Kondisi bebas baru bisa dipastikan pada sore harinya.Seorang prompak yang mengaku bernama Geney memberitakan kepada Reuters, bahwaia telah menerima uang sebesar US$ 4,5 juta (sekitar Rp38,7 miliar dengan kurs Rp 8.600 per US$ 1) pagi ini minggu tanggal 1 Mei 2011.
Ia dan rekan-rekannya sudah meninggalkan kapal MV Sinar Kudus. Kapal tersebut sudah bersiap untuk berlayar jauh meninggalkan Somalia. Andrew Mwangura, seorang mantan anggota maritim Kenya yang sekarang menjadi editor "The Somalia Report" juga menegaskan kapal Sinar Kudus telah dibebaskan. Namun, ia menambahkan kapal itu belum terlihat mulai bergerak jauh.
Setelah awak kapal dibebaskan dari tangan perompak Somalia, namun para perompak tersebut tidak meninggalkan kapal sekaligus, tetapi secara bergelombang. TNI mengerahkan KRIYos Sudarso dan KRI Abdul Halim Perdanakusumah berisi 800 tentara. Sebanyak 300 diantaranya pasukan elit dari Kopassus, Marinir dan Kostrad.
Mereka menyerang denganmenggunakan kapal sea rider dan helikopter. Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan bahwa ada kurang lebih50 perompak dalam kapal itu. Di titik A mereka turun sedikit, di titik B mereka turun sedikit, di titik C turun lagi, begitu sistemnya. Menurut ia hal itu merupakan strategi perompak.
Mereka masih mengawal kapal hingga ke laut lepas. Begitu rombongan perompak terakhir turun dari kapal dengan perahu kayu, pasukan elit TNI langsung mengejar. Hal itu mereka lakukan setelah memastikan seluruh sandera
53 dalam keadaan aman. Saat itu terjadi tembak menembak antara pasukan elit TNI dengan perompak Somalia. Suasana cukup menegangkan saat itu.
Akhirnya, 4 perompak tewas, sementara seluruh personel TNI tidak ada yang terluka. Selanjutnya TNI mengawal kapal MV Sinar Kudus hingga pelabuhan Wa Salala, Oman.Selanjutnya kapal akan melakukan pengecekan dan melanjutkan perjalanan ke Rotterdam,Belanda. Dubes Somalia untuk Indonesia Mohamud Olow Barow pada tanggal 02 Mei 2011, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia diizinkan untuk membunuh perompak tersebut. Menurutnya seharusnya semua perompak dihabisi karena mereka mengganggu warga negara lain bahkan warga negara Somalia sendiri dan kerena mereka semua kriminal atau penjahat. Ia juga bersyukur seluruh ABK di MV Sinar Kudus selamat. Ia juga berharap para Somalia jera terhadap perbuatannya.
Pemerintah Somalia juga sedang berusaha untuk memerangi perompak. Somalia akan memperkuat angkatan lautnya dan tentunya dengan bantuan dunia. Ia juga berkata bahwa pemerintah Somalia masih bekerja keras untuk melawan dan sudah memberika proposal ke negara lainnya di dunia, negara Eropa juga sudah ingin membantu.
54
BAB IV
PEROMPAKAN SOMALIA DAN PENYELESAIANNYA DALAM