• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktivitas Harian

Dalam dokumen BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 27-42)

Tempat penangkaran tidak dapat dikondisikan serupa dengan habitat asli jalak bali di alam. Akibat keterbatasan inilah yang menyebabkan perubahan pada perilaku jalak bali. Hasil penelitian mengenai persentase aktivitas harian jalak bali di Penangkaran UD Anugrah dapat dilihat pada Gambar 17. Berdasarkan gambar 20, aktivitas jalak bali jantan banyak melakukan aktivitas diam, yaitu selama 147,13 menit atau sekitar 20,43% dari waktu pengamatan disusul dengan aktivitas mengerami telur yaitu selama 125,92 menit atau sekitar 17,49% dari waktu pengamatan, aktivitas yang sedikit dilakukan oleh jalak bali jantan aktivitas kawin yang dilakukan selama 0,2 menit atau sekitar 0,03% dari waktu pengamatan, sedangkan untuk aktivitas jalak bali betina aktivitas yang paling banyak dilakukan adalah aktivitas mengerami telur, yaitu selama 366,76 menit atau sekitar 50,94% dari waktu pengamatan disusul dengan aktivitas makan selama 94,45 menit atau sekitar 13,12% dari waktu pengamatan serta untuk aktivitas yang sedikit dilakukan yaitu aktivitas membangun sarang, yaitu selama 0,55 menit atau sekitar 0,08% dari waktu pengamatan. Aktivitas harian jalak bali yang ditunjukkan di Penangkaran UD Anugrah, jalak bali jantan cenderung lebih aktif dan dominan daripada jalak bali betina. Hal ini sesuai dengan pendapat Houpt dan Thomas (1982) dalam Rekapermana et. Al (2006), yang menyatakan bahwa pada umumnya satwa jantan lebih agresif dibandingkan satwa betina, baik dalam hubungan interspecies maupun intraspecies.

Aktivitas jalak bali jantan banyak melakukan aktivitas diam karena jalak bali jantan menunggu jalak bali betina yang mengerami telur di luar sarang untuk berjaga-jaga (Dimitra 2011). Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat aktivitas yang dapat membedakan antara jalak bali jantan dan jalak bali betina, aktivitas tersebut hanya dilakukan oleh jalak bali betina yaitu melakukan aktivitas bertelur.

Gambar 17 Persentase aktivitas harian jalak bali di Penangkaran UD Anugrah.

Selain itu, untuk mengetahui hubungan perbedaan antara jenis kelamin dengan aktivitas harian jalak bali, maka diuji dengan menggunakan uji khi-kuadrat (X2) yang dapat dilihat pada tabel 14.

2.21 10.66 5.73 0.09 3.7 11.68 0.59 2.09 20.43 11.28 0.63 1.73 1.73 0.21 17.49 6.72 3 0.03 0 1.9 3.23 3.62 0.08 1.28 9.16 0.47 1.85 10.84 13.12 0.34 0.58 0.32 0.08 50.94 1.77 0.29 0 1.08 0 10 20 30 40 50 60 Melompat Bersuara Berjalan Membuang kotoran Bergeser Menelisik bulu Membersihkan paruh Terbang Diam Makan Minum Mandi Membawa bahan sarang Membangun sarang Mengerami telur Saling dekat Saling menelisik tubuh Kawin Bertelur Persentase AKtivitas harian Betina Jantan

Tabel 14 Perbedaan karakteristik aktivitas harian antara jalak bali jantan dan jalak bali betina berdasarkan hasil uji X2

No Jenis aktivitas X2 hitung Perbedaan antara jalak bali

jantan dan jalak bali betina

1 Melompat 0,22 Tidak nyata

2 Bersuara 28,63 Sangat nyata

3 Berjalan 3,42 Nyata

4 Membuang kotoran 0,007 Tidak nyata

5 Bergeser 8,48 Sangat nyata

6 Menelisik bulu 2,2 Nyata

7 Membersihkan paruh 0,08 Tidak nyata

8 Terbang 0,1 Tidak nyata

9 Diam 21,6 Sangat nyata

10 Makan 1 Nyata

11 Minum 1,03 Nyata

12 Mandi 4,14 Nyata

13 Membawa bahan sarang 6,95 Nyata

14 Membangun sarang 0,41 Nyata

15 Mengerami telur 117,74 Sangat nyata

16 Saling dekat 10,78 Sangat nyata

17 Saling menelisik tubuh 16,15 Sangat nyata

18 Kawin 0,2 Tidak nyata

19 Bertelur 1,08 Nyata

Keterangan X2 tabel (0.99;4) = 0.297

Berdasarkan tabel 14, diketahui bahwa sebagian besar aktivitas jalak bali terdapat perbedaan yang nyata. Perbedaan nyata antara jalak bali jantan dan jalak bali betina terdapat 14 aktivitas, diantaranya adalah bersuara, berjalan, bergeser, menelisik bulu, diam, makan, minum, mandi, membawa bahan sarang, mengerami telur, bertelur, saling dekat dan saling menelisik tubuh. Perbedaan nyata didapatkan ketika nilai X2 hitung lebih besar dari pada nilai X2 tabel maka tolak H0. Selain itu, terdapat aktivitas yang tidak menunjukkan perbedaan nyata antara jalak bali jantan dan jalak bali betina yaitu terdapat lima aktivitas, diantaranya aktivitas melompat, membuang kotoran, membersihkan paruh dan terbang serta aktivitas kawin. Hal ini dikarenakan nilai X2 hitung lebih kecil dari pada nilai X2 tabel maka terima H0.

5.3.1 Aktivitas melompat

Jalak bali yang terdapat di Penangkaran UD Anugrah melakukan aktivitas melompat ketika jalak bali tersebut menghampiri pakan yang diberikan pengelola dan ketika jalak bali tersebut turun ke lantai kandang serta menghampiri tempat mandi. Ketika melompat, jalak bali menyentakkan kaki belakang dan kaki depan lurus ke depan sampai ke tempat yang dituju. Jalak bali jantan melakukan aktivitas melompat selama 15,93 menit atau 2,21% dari waktu pengamatan, sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas melompat selama 13,65 menit atau 1,9% dari waktu pengamatan. Aktivitas melompat lebih sering dilakukan oleh jalak bali betina di pagi hari ketika pengelola memberikan pakan ke kandang serta aktivitas melompat lebih sering dilakukan jalak bali jantan di siang hari menuju tempat mandi ketika suhu di penangkaran menjadi tinggi.

5.3.2 Aktivitas bersuara

Menurut Fitri (2012) dan Fraser (1980) diacu dalam Rianti (2010), suara yang dikeluarkan oleh burung pada dasarnya untuk mempertahankan diri dari predator serta untuk memikat betina dalam proses pra kawin. Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas bersuara yang dilakukan jalak bali jantan dalam memikat jalak bali betina, ditandai dengan suara “wuudtuk” secara berulang. Ketika mengeluarkan suara, kepala diarahkan ke atas, jambul ditegakkan, perut menjadi besar dan badan digerakkan naik dan turun (Gambar 18).

Gambar 18 Aktivitas bersuara jalak bali di Penangkaran UD Anugrah.

Jalak bali jantan melakukan aktivitas bersuara sebanyak 76,76 menit atau sekitar 10,66% dari waktu pengamatan, sedangkan jalak bali betina melakukan

aktivitas bersuara sebanyak 23,25 menit atau sekitar 3,23% dari waktu pengamatan. Hal ini sesuai dengan pendapat Mas’ud (2010), yang menyatakan bahwa jalak bali betina kicauannya kurang rajin dan kurang bervariasi serta volume suaranya lebih kecil dibandingkan dengan jalak bali jantan yang memiliki kicauan yang rajin, volume suara yang lebih besar dan bervariasi.

5.3.3 Aktivitas berjalan

Jalak bali yang berada di Penangkaran UD Anugrah melakukan aktivitas berjalan di lantai kandang, biasanya aktivitas ini bertujuan untuk memperoleh pakan dan air. Menurut Dimitra (2011), berjalan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama berjalan biasa menggunakan kaki kiri lalu disusul dengan kaki kanan. Kedua berjalan cepat, yaitu seperti halnya dengan jalan biasa hanya lebih cepat. Jalak bali jantan melakukan aktivitas berjalan sebanyak 41,26 menit atau sekitar 5,73% dari waktu pengamatan, sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas berjalan sebanyak 26,09 menit atau sekitar 3,62% dari waktu pengamatan. Jalak bali jantan banyak melakukan aktivitas berjalan dibandingkan dengan jalak bali betina karena jalak bali betina selama pengamatan banyak menghabiskan waktu di dalam sarang untuk mengerami telur.

Menurut Takandjandji dan Mite (2008), aktivitas berjalan disebabkan oleh adanya rangsangan eksternal dan internal dari dalam tubuh. Ransangan internal berasal dari dalam tubuh, dimana burung merasa lapar, haus, dan ingin kawin, sehingga melakukan aktivitas berjalan yang diinginkan. Ransangan eksternal merupakan rangsangan dari luar, misalnya adanya gangguan yang menyebabkan jalak bali melakukan aktivitas.

5.3.4 Aktivitas membuang kotoran

Jalak bali yang berada di Penangkaran UD Anugrah pada saat membuang kotoran bisa di sembarang tempat. Jalak bali saat membuang kotoran biasanya di atas kayu tangkringan dan di lantai kandang. Saat membuang kotoran, jalak bali mengibaskan seluruh bulu tubuhnya serta merenggangkan bulu ekornya sambil mengeluarkan kotoran melalui kloaka. Jalak bali jantan melakukan aktivitas membuang kotoran selama 0,64 menit atau sekitar 0,09% dari waktu pengamatan, sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas membuang kotoran selama 0,55 menit atau sekitar 0,08% dari waktu pengamatan.

Pada aktivitas membuang kotoran, tidak terdapat perbedaan yang besar antara jalak bali jantan dengan jalak bali betina. Menurut Bagus (2011), tingginya aktivitas membuang kotoran yang dilakukan oleh satwa disebabkan oleh hasil metabolisme konsumsi pakan pada waktu sebelumnya yang tidak dicerna dan tidak digunakan lagi oleh tubuh, sehingga harus dikeluarkan.

5.3.5 Aktivitas bergeser

Aktivitas bergeser merupakan aktivitas yang dilakukan jalak bali ketika berpindah tempat pada tempat bertengger dengan cara bergeser. Ketika melakukan aktivitas bergeser, jalak bali bergeser dengan posisi kepala menghadap arah yang dituju (Gambar 19).

Gambar 19 Aktivitas bergeser jalak bali di Penangkaran UD Anugrah.

Jalak bali jantan melakukan aktivitas bergeser selama 26,62 menit atau sekitar 3,7% dari waktu pengamatan, sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas bergeser selama 9,2 menit atau sekitar 1,28% dari waktu pengamatan. Menurut hasil penelitian di lapangan, jalak bali jantan banyak melakukan aktivitas bergeser karena aktivitas tersebut digunakan untuk menghampiri jalak bali betina yang ketika itu berada di tempat bertengger.

5.3.6 Aktivitas menelisik bulu

Aktivitas menelisik bulu merupakan aktivitas utama dalam pemeliharaan bulu. Menelisik membantu burung untuk mengeluarkan benda-benda asing yang menempel di antara bulu-bulunya serta merapikan kembali yang kusut (Rekapermana et al. 2006). Aktivitas menelisik bulu pada jalak bali yang berada di Penangkaran UD Anugrah dilakukan dengan paruh, digerakkan atau

digigit-gigit hingga keujung. Kaki burung dapat menggaruk bagian kepala, biasanya untuk membersihkan bagian kepala yang tidak dapat tersentuh oleh paruh. Aktivitas menelisik bulu dilakukan di atas tempat bertengger. Untuk mengetahui aktivitas menelisik bulu jalak bali yang berada di Penangkaran UD Anugrah dapat dilihat pada Gambar 20.

Gambar 20 Aktivitas menelisik bulu jalak bali di Penangkaran UD Anugrah.

Jalak bali jantan melakukan aktivitas menelisik bulu selama 84,12 menit atau sekitar 11,68% dari waktu pengamatan, sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas menelisik bulu selama 65,94 menit atau sekitar 9,16% dari waktu pengamatan. Menurut hasil pengamatan, perbedaan mendasar yang menyebabkan perbedaan aktivitas menelisik bulu pada jalak bali yang berada di Penangkaran UD Anugrah adalah pengaruh dari lamanya aktivitas mandi. Aktivitas menelisik bulu dilakukan oleh jalak bali setelah melakukan aktivitas mandi. Air yang berada di bulu burung dapat menghambat pergerakan, dengan menelisik bulu maka akan merangsang kelenjar minyak di bawah kulit untuk mengeluarkan sejenis minyak yang berfungsi untuk melapisi permukaan bulu agar kedap air (Artini 1997 diacu dalam Rekapermana et al. 2006). Selain itu, aktivitas menelisik bulu juga dilakukan oleh jalak bali setelah makan. Menurut Setyaningrum (2007), aktivitas menelisik bulu dilakukan untuk merapikan kembali helai-helai bulu yang menyatu serta mengeluarkan benda-benda asing yang menempel di antara bulu-bulunya.

5.3.7 Aktivitas membersihkan paruh

Jalak bali yang berada di Penangkaran UD Anugrah melakukan aktivitas membersihkan paruh setelah melakukan aktivitas makan. Berdasarkan hasil pengamatan, paruh burung dibersihkan dari sisa pakan yang menempel dengan cara menggesek-gesekan paruh pada kayu tenggeran, tetapi kadang-kadang burung mengangkat salah satu kakinya kemudian paruh dibersihkan menggunakan jari kaki. Jalak bali jantan melakukan aktivitas membersihkan paruh selama 4,22 menit atau sekitar 0,59% dari waktu pengamatan sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas membersihkan paruh selama 3,39 menit atau sekitar 0,47% dari waktu pengamatan. Pada aktivitas membersihkan paruh tidak terdapat perbedaan besar antara jalak bali jantan dan jalak bali betina dikarenakan aktivitas ini tidak terlalu sering dilakukan oleh jalak bali.

5.3.8 Aktivitas terbang

Dari hasil pengamatan aktivitas terbang dilihat dari Gambar 24 waktu terbang jantan lebih tinggi dari yang betina. Waktu yang dibutuhkan jalak bali jantan untuk terbang selama 15,04 menit atau sekitar 2,09%, sedangkan untuk betina selama 13,3 menit atau sekitar 1,85%. Pada waktu terbang jalak bali sangat jarang mengepakkan sayap. Menurut Fitri (2008) diacu dalam Dimitra (2011), cara terbang yang dilakukan oleh jalak bali yang berada di Penangkaran UD Anugrah disebut dengan meluncur (gliding), dan sayap tidak dikepakkan berfungsi sebagai penyeimbang tubuh agar tubuh tetap stabil dalam posisi melayang. Terbang dilakukan oleh jalak bali dengan cara berpindah tempat pada lantai kandang dan tempat bertengger dengan menggunakan kedua sayap (Gambar 21).

Waktu terbang yang dilakukan jalak bali jantan lebih tinggi dari pada jalak bali betina. Jalak bali jantan yang berada di Penangkaran UD Anugrah lebih aktif tingkah lakunya dari pada jalak bali betina yang cenderung untuk berada di dalam sarang sehingga jalak bali betina sehingga kurang aktif. Kemampuan terbang pada burung dalam penangkaran mempunyai keterbatasan karena luasan kandang yang terbatas, sehingga tidak memungkinkan bagi jalak bali melakukan aktivitas terbang dalam waktu lama (Takandjandji et al. 2010).

5.3.9 Aktivitas diam

Aktivitas diam adalah aktivitas yang paling banyak dilakukan oleh jalak bali jantan. Jalak bali jantan di Penangkaran UD Anugrah melakukan aktivitas diam di luar sarang karena jalak bali jantan mempunyai sifat melindungi jalak bali betina yang sedang mengerami telur. Hal ini sesuai dengan pendapat Takandjandji

et. al (2010), burung jantan umumnya mempunyai sifat melindungi, lebih agresif,

dan lebih berani terhadap gangguan dibandingkan dengan burung betina. Sifat melindungi sering terlihat di Penangkaran UD Anugrah, apabila jalak bali betina masuk ke dalam kotak sarang untuk bertelur dan mengeram maka burung jantan bertugas menjaga dan melindungi. Jalak bali melakukan aktivitas diam dengan cara posisi tegak dan mengamati lingkungan sekitar (Gambar 22).

Gambar 22 Aktivitas diam jalak bali di Penangkaran UD Anugrah.

Jalak bali jantan melakukan aktivitas diam selama 147,13 menit atau sekitar 20,43% dari waktu pengamatan sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas diam selama 78,04 menit atau sekitar 10,84% dari waktu pengamatan. Aktivitas diam juga merupakan aktivitas istirahat (Gitta 2011). Bagi burung yang

berada di penangkaran, makanan dan semua kebutuhan telah terpenuhi sehingga tidak perlu mencari seperti halnya burung di alam sehingga burung di penangkaran lebih banyak menggunakan waktunya untuk beristirahat dibandingkan dengan burung di alam yang harus terbang mencari makan (Takandjandji dan Mite 2008).

5.3.10 Aktivitas makan

Pakan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan upaya penangkaran burung. Pakan jalak bali di Penangkaran UD Anugrah berupa pakan hewani dan pakan nabati. Aktivitas makan pada jalak bali terlihat perbedaan antara pakan nabati dan hewani. Pada pakan selain jangkrik, aktivitas ini dilakukan sambil merundukkan kepala sementara paruhnya mematuk makanan yang berupa pakan nabati (Takandjandji dan Mite 2008). Cara jalak bali memakan pakan hewani dilakukan dengan cara membawa pakan dari tempat makan dan membawanya di tanah lalu memakannya (Gambar 23).

Gambar 23 Aktivitas makan jalak bali di Penangkaran UD Anugrah.

Jalak bali jantan melakukan aktivitas makan selama 81,22 menit atau sekitar 11,28% dari waktu pengamatan sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas makan selama 94,45 menit atau sekitar 13,12%. Jalak bali betina yang berada di Penangkaran UD Anugrah lebih banyak melakukan aktivitas makan karena untuk memberikan asupan nutrisi bagi tubuh dalam melakukan proses reproduksi.

5.3.11 Aktivitas minum

Aktivitas minum dilakukan oleh jalak bali untuk memenuhi kebutuhan akan air. Jalak bali akan minum jika merasa haus. Aktivitas minum jalak bali dilakukan dengan cara menundukkan kepala, paruh dibuka lebar, kepala didekatkan ke tempat air kemudian menengadahkan paruh ke atas (Gambar 24). Proses ini berlangsung sampai rasa haus yang dirasakan oleh jalak bali hilang.

Gambar 24 Aktivitas minum jalak bali di Penangkaran UD Anugrah.

Jalak bali jantan melakukan aktivitas minum selama 4,55 menit atau sekitar 0,63% dari waktu pengamatan sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas minum selama 2,45 menit atau sekitar 0,34% dari waktu pengamatan. Jalak bali di Penangkaran UD. Anugrah jarang melakukan aktivitas minum. Menurut Bagus (2011), rendahnya aktivitas minum yang dilakukan oleh satwa dikarenakan kebutuhan akan air sudah terpenuhi dari pakan yang dikonsumsi serta kondisi kandang yang sejuk juga berpengaruh terhadap aktivitas minum satwa sehingga satwa tersebut tidak perlu banyak minum untuk menjaga kestabilan suhu tubuhnya.

5.3.12 Aktivitas mandi

Mandi merupakan aktivitas yang paling disenangi oleh jalak bali. Jalak bali yang berada di Penangkaran UD Anugrah suka bermain air sekaligus membersihkan badannya. Menurut Takandjandji dan Mite (2008), aktivitas mandi dilakukan satwa sebagai bagian dari perawatan bulu agar tetap mengkilap dan tidak kusut. Aktivitas mandi jalak bali dilakukan dengan cara jalak bali

mendatangi tempat mandi kemudian seluruh badan dicelupkan ke air dan jalak bali mengepakkan sayap dan memasukkan kepala ke dalam air (Gambar 25).

Gambar 25 Aktivitas mandi jalak bali di Penangkaran UD Anugrah.

Jalak bali jantan melakukan aktivitas mandi selama 12,43 menit atau sekitar 1,73% dari waktu pengamatan sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas mandi selama 4,15 menit atau sekitar 0,58% dari waktu pengamatan. Aktivitas mandi dilakukan oleh jalak bali jantan dan jalak bali betina di Penangkaran UD Anugrah pada siang hari. Menurut Hermawan (2012), pada siang hari saat cuaca cukup panas aktivitas mandi dilakukan jalak bali agar suhu normal jalak bali tetap dapat dijaga.

5.3.13 Aktivitas membawa bahan sarang

Jalak bali yang berada di Penangkaran UD Anugrah mempunyai musim kawin setiap satu bulan. Pada musim kawin tersebut, kedua pasangan jalak bali membuat sarang untuk tempat bertelur. Bahan sarang jalak bali disiapkan oleh pengelola Penangkaran UD Anugrah dari daun pinus yang sudah mengering. Bahan tersebut sebagian dimasukkan ke kotak sarang untuk merangsang jalak bali membuat sarang dan sebagian lagi diletakkan di lantai kandang. Bahan sarang yang digunakan jalak bali untuk membuat sarang juga diperoleh dari bulu jalak bali yang jatuh di lantai kandang. Aktivitas membawa bahan sarang dilakukan oleh jalak bali dengan cara dibawa oleh jalak bali dengan paruhnya lalu ditaruh kotak sarang. Jalak bali jantan melakukan aktivitas membawa bahan sarang selama 12,44 menit atau sekitar 1,73% sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas membawa bahan sarang selama 2,31 menit atau sekitar 0,32%. Berdasarkan hasil penelitian Tribisono (2002), Aktivitas membawa bahan sarang

banyak dilakukan oleh burung jantan karena burung betina menunggu di sarang sambil menata.

5.3.14 Aktivitas membangun sarang

Aktivitas membangun sarang tidak terlalu sering dilakukan oleh jalak bali. Aktivitas ini dilakukan oleh jalak bali ketika telah membawa bahan sarang ke dalam kotak sarang. Bahan tersebut ditata oleh jalak bali di kotak sarang sampai merasa aman dan cukup nyaman untuk bertelur dan mengerami terlurnya. Selama pengamatan, jalak bali jantan lebih banyak melakukan aktivitas membangun sarang daripada jalak bali betina. Jalak bali jantan melakukan aktivitas membangun sarang selama 1,51 menit atau sekitar 0,21% dari waktu pengamatan sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas membangun sarang 0,58 menit atau sekitar 0,08%. Aktivitas membangun sarang tidak terlalu dilakukan oleh jalak bali karena diduga bahan sarang yang dimasukkan pengelola di kotak sarang sudah dianggap aman dan nyaman oleh jalak bali.

5.3.15 Aktivitas mengerami telur

Aktivitas mengerami telur oleh jalak bali agar telur tersebut dapat menetas dan menjadi seekor anakan jalak bali. Tujuan mengerami telur adalah agar telur selalu dalam keadaan hangat. Suhu yang terlalu dingin akan mengganggu perkembangan embrio. Gangguan ini dapat menyebabkan kematian embrio sehingga telur tidak dapat menetas. Aktivitas mengerami telur di Penangkaran UD Anugrah dilakukan oleh kedua induk jalak bali. Aktivitas mengerami telur dilakukan oleh induk jalak bali setelah telur pertama dikeluarkan. Menurut hasil wawancara dengan pengelola Penangkaran UD Anugrah jalak bali mengerami telur selama 14 – 18 hari.

Jalak bali jantan melakukan aktivitas mengerami telur selama 125,92 menit atau sekitar 17,49% dari waktu pengamatan sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas mengerami telur selama 366,76 menit atau sekitar 50,94% dari waktu pengamatan. Aktivitas mengerami telur yang dilakukan oleh jalak bali jantan selama 1 – 14 menit hanya untuk menggantikan jalak bali betina ketika jalak bali betina melakukan aktivitas mandi, makan, minum, diam, dan aktivitas lainnya.

5.3.16 Aktivitas saling dekat

Aktivitas saling dekat yang dilakukan oleh jalak bali jantan dan jalak bali betina menandakan jalak bali tersebut berarti sudah terbentuk pasangan (Mas’ud 2010). Aktivitas saling dekat yang dilakukan oleh jalak bali biasanya diakhiri dengan kegiatan menelisik tubuh pasangannya. Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas saling dekat dilakukan oleh jalak bali di kayu tangkringan (Gambar 26).

Gambar 26 Aktivitas saling mendekat antar jalak bali di Penangkaran UD. Anugrah.

Jalak bali jantan melakukan aktivitas saling dekat selama 48,4 menit atau sekitar 6,72% dari waktu pengamatan sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas saling dekat selama 12,75 menit atau sekitar 1,77% dari waktu pengamatan. Aktivitas saling dekat lebih banyak dilakukan oleh jalak bali jantan karena jalak bali betina cenderung lebih pasif dalam melakukan aktivitas. Selain itu, aktivitas saling dekat dilakukan untuk menjaga salah satu pasangannya dari pengganggu, membersihkan tubuh pasangannya, melakukan aktivitas istirahat maupun berjemur bersama (Dimitra 2011).

5.3.17 Aktivitas saling menelisik tubuh

Aktivitas saling menelisik tubuh adalah aktivitas yang dilakukan oleh burung jantan setelah terjadi pendekatan terhadap burung betina (Takandjandji et

al 2010). Aktivitas ini dilakukan dengan cara saling membersihkan bulu-bulu

kepala dan leher menggunakan paruh (Gambar 27). Aktivitas saling menelisik tubuh dilakukan oleh jalak bali yang telah masuk ke dalam musim kawin.

Gambar 27 Aktivitas saling menelisik tubuh jalak bali di Penangkaran UD Anugrah.

Jalak bali jantan melakukan aktivitas saling menelisik tubuh selama 21,61 menit atau sekitar 3% dari waktu pengamatan sedangkan jalak bali betina melakukan aktivitas saling menelisik tubuh selama 2,06 menit atau sekitar 0,29%. Aktivitas saling menelisik tubuh lebih banyak dilakukan oleh jalak bali jantan di Penangkaran UD Anugrah. Hal ini sependapat dengan pernyataan Kurniasih (1997) yang menyatakan pada musim berbiak jalak bali jantan lebih agresif dari pada jalak bali betina.

5.3.18 Aktivitas kawin

Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas kawin yang dilakukan oleh jalak bali di Penangkaran UD Anugrah hanya dilakukan oleh jalak bali jantan. Jalak bali jantan melakukan aktivitas kawin selama 0,2 menit atau sekitar 0,03% dari

Dalam dokumen BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 27-42)

Dokumen terkait