• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktivitas Operasional PT PUSRI (Persero) Palembang

Dalam dokumen skripsi akuntansi (Halaman 67-77)

HASIL PENELITIAN

PUSRI PALEMBANG BULAN MEI TAHUN 2007

3.2. Aktivitas Operasional PT PUSRI (Persero) Palembang

Untuk mencapai tujuan perusahaan, perseroan menjalankan usaha-usaha sebagai berikut :

1. Produksi

Mengelola bahan-bahan mentah tertentu menjadi bahan-bahan pokok yang digunakan dalam pembuatan pupuk terutama pupuk urea dan bahan kimia lainnya, serta megelola bahan-bahan pokok tersebut menjadi berbagai jenis pupuk dan hasil barang kimia lainnya.

2. Perdagangan

Menyelenggarakan kegiatan distribusi dan perdagangan baik dalam maupun luar negeri yang berhubungan dengan produk-produk tersebut diatas dan produk-produk lainnya serta kegiatan impor barang-barang yang antara lain beberapa bahan baku, bahan penolong/pembantu, peralatan produksi dan bahan kimia lainnya.

3. Pemberian Jasa

Melaksanakan studi penelitian dan pengembangan, design engineering, pengantongan (bagging station), konstruksi manajemen, pengoperasian pabrik, perbaikan/reparasi, pemeliharaan, latihan dan pendidikan, konsultasi (kecuali konsultasi bidang hukum) dan jasa teknis lainnya, ekspedisi dan pergudangan serta kegiatan lainnya.

4. Usaha Lainnya

Menjalankan kegiatan-kegiatan usaha dalam bidang angkutan laut dan angkutan lainnya, ekspedisi da pergudangan serta kegiatan lainnya yang merupakan sarana dan perlengkapan guna kelancaran pelaksanaan kegiatan usaha tersebut.

Strategi PT. PUSRI dalam mengembangkan usahanya tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :

1). Pengembangan Usaha Pokok

a. Evaluasi hasil optimalisasi pabrik (peningkatan kapasitas pabrik) b. Pengkajian dan penggantian pabrik lama

2). Pengembangan Usaha Lain

a. Rancangan bangun dan perekayasaan

b. Plat service yang memberikan jasa pelayanan c. Pelayanan kesehatan (rumah sakit)

d. Telah dilakukan pengkajian batubara sebagai bahan baku pengganti Bidang usaha yang dilakukan oleh PT. PUSRI mencakup tigal hal yaitu: 1. Produksi

Secara nasional jumlah kapasitas terpasang produksi pupuk dan amoniak sebesar.

- Urea : 6.322.000 ton/tahun - SP-36 : 1.000.000 ton/tahun - ZA : 660.000 ton/tahun

- Amoniak : 4.144.000 ton/tahun

Pupuk dan amoniak tersebut diproduksi dari pabrik pupuk dalam negeri yang merupakan anak perusahaan PUSRI dan disamping itu memproduksi juga beberapa produksi kimia yaitu :

1). PT. Pupuk Sriwijaya di Palembang Sumatera Selatan 2). PT.Petrokimia Gresik Jawa Timur

3). PT. Pupuk Kujang di Cikampek Jawa Barat

4). PT. Pupuk Kalimatan di Timur Bontang Kalimatan Timur 5). PT. Iskandar Muda di Lhokseumawe, Aceh

6). PT. Rekayasa Industri di Jakarta 7). PT. Mega Eltra di Jakarta 2. Distribusi dan Pemasaran

a. Penyaluran Pupuk

− Sejak tahun 1979 PT. PUSRI ditunjuk pemerintah sebagai penanggung jawab pengadaan seluruh jenis pupuk bersubsidi, antara lain urea, TSP, ZA, KCL dan KNO3. mulai dari lini 1 sampai dengan lini IV untuk memenuhi progam intensifikasi pertanian.

− Terhitung tanggal 1 Desember 1988 pemerintah menghapuskan subsidi pupuk dan membebaskan seluruh jenis pupuk dengan demikian pupuk menjadi komoditi bebas untuk dipasarkan.

− Melalui SK Mendagri No.182/KP/VIII/1995 tanggal 26 Agustus 1995 pemerintah mengubah pola penyaluran pupuk di dalam negeri yaitu menunjuk PT. PUSRI sebagai penanggung jawab pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi (urea) dan PT. Petrokimia Gresik sebagai penanggung jawab dan penyaluran pupuk ISP dan ZA di subsektor tanaman pangan.

− Dalam melaksanakan tugas sebagai penanggung jawab penyediaan dan penyaluran pupuk nasional. PT. PUSRI menggunakan sistem distribusi yang dikenal dengan sebutan “Pipe Line Distribution

System”, yaitu sistem yang mengalir dari lini 1 (produsen) sampai

ke lini IV (tangan petani). b. Sarana Distribusi dan Pemasaran

Sarana distribusi yang dimiliki oleh PT. PUSRI terdiri dari :

− Satu unit kapal motor amoniak dengan kapasitas 5.700 ton

− Tiga unit kapal motor curah dengan kapasitas 7.300 ton per kapal.

− Satu unit kapal motor curah dengan kapasitas 7.800 ton.

− Tiga unit kapal motor curah dengan kapasitas 8.000 ton per kapal.

− PT. PUSRI mengelola empat unit pengantongan pupuk (di Belawan, Cilacap, Surabaya, dan Banyuwangi) dan satu unit UPP sewa di semarang, dengan total kapasitas pengantongan sebesar 2.520.000 ton per tahun.

− Memiliki 595 buah gerbong kereta api, dengan kapasitas daya angkutan 30 ton per gerbong.

− 109 unit gudang persediaan pupuk (GPP) dengan kapasitas 529.165 ton.

− 105 unit gudang sewa dengan kapasitas 330.385 ton

− 24 unit kantor Pemasaran Pusri Daerah (PPD)

− 176 unit motor Pemasaran PUSRI Kabupaten (PKK). 3. Rancang Bangun dan Perekayasaan

a. Lingkup layanannya adalah melakukan kegiatan EPC (Engmeering,

Procurement, and Construction) untuk pembangunan industri kimia,

minyak dan gas bumi, semen dan mineral, dan power plant, mengerjakan jasa pemeliharaan pabrik dan perbaikan tahunan (turnaround) dengan pabrikasi peralatan pabrik, Heat Exchanger (HE),Pressure Vessel, Tangki, Mechanical Seals, Valves, dan sebagainya.

b. Perusahaan industri yang telah menerima jasa teknik yaitu pabrik-pabrik pupuk di dalam negeri, Pertamina, dan pabrik pupuk di luar negeri seperti Bangladesh, Malaysia, Algeria, dan India.

c. Sarana bengkel jasa pemeliharaan dan pabrikase peralatan pabrik seperti bengkel reparasi dan unit pabrikase. Disamping itu mampu memproduksi bejana dan penukar gas tekanan menengah dan rendah,

roda gigi, rollers dan kontruksi baja, alat-alat berat dan alat-alat bantu pemeliharaan pabrik serta peralatan inspeksi dan monitoring mesin pabrik.

3.3. Pengelolaan Persediaan Barang Dagangan PT PUSRI (Persero) Palembang

Prosedur Penerimaan Pupuk Urea dari Tower Pabrik ke Gudang, yaitu: 1. Butiran pupuk urea (prill) yang telah selesai selesai diproduksi diserahkan

oleh Departemen Operasi ke Bagian Pengantongan Pupuk Urea (PPU). Penyerahan urea ini dilakukan pada akhir jam shift kerja, yaitu pada pukul 07.00, 15.00 dan 23.00. Penyerahan ini dibuatkan berita acaranya (B.A.). Berita acara per per shift dikumpulkan untuk membuat laporan harian produksi urea. Laporan harian ini kemudian diinput ke dalam komputer. Hal ini berguna untuk mengetahui berapa persediaan urea yang telah selesai diproduksi.

2. Bagian Pengantongan Pupuk Urea (PPU) mengolah butiran pupuk urea (prill) tersebut sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Ada yang dikantongi dan ada yang disimpan ke dalam gudang dalam bentuk curah (in bulk).

3. Urea curah tersebut disimpan ke dalam gudang urea curah (in bulk storage), penyimpanan ini dicatat oleh checker gudang ke dalam buku gudang. Setiap

akhir jam shift kerja ketiga, yaitu pukul 07.00, dibuat laporan penerimaan urea curah per hari. Laporan ini kemudian diinput ke dalam komputer. 4. Jika tidak disimpan dalam bentuk curah, maka urea tersebut akan

dikantongi sesuai dengan jenisnya. Ada dua jenis urea kantong (in Bag), yaitu urea bersubsidi dan urea non subsidi. Pengantongan urea ini dilakukan dengan melihat ketersediaan kantong dan alas pallet.

5. Setelah selesai dikantongi, urea kantong tersebut langsung diserahkan ke Bagian Ekspedisi dan Dermaga Khusus. Oleh bagian ini urea kantong tersebut disimpan di gudang urea kantong (in bag storage). Serah terima ini juga dibuatkan berita acara serah terimanya dan dicatat oleh checker gudang.

6. Pada setiap akhir jam shift kerja ketiga, yaitu pukul 07.00, dibuat laporan harian penerimaan urea kantong. Kemudian laporan ini diinput ke dalam komputer untuk mengetahui berapa persediaan urea kantong pada saat tertentu.

7. Urea tersebut disimpan berdasarkan jenisnya, yaitu bersubsidi dan non subsidi.

Prosedur Pengeluaran Pupuk Urea dari Gudang ke Truk, yaitu:

1. Pemasaran Pusri Daerah (PPD) mengeluarkan memo dan Surat Pengantar Angkutan Pupuk (SPAP)

2. Memo dan SPAP ini diserahkan kepada ekspeditur. Ekspeditur adalah perusahaan ekspedisi yang bertugas membawa pupuk urea dari gudang Kantor Pusat PT Pusri (Persero) ke gudang Pemasaran Pusri Daerah.

3. Ekspeditur membawa Memo dan SPAP ke Dinas Perbendaharaan PT Pusri (Persero) di Kantor Pusat Palembang.

4. Setelah menerima memo dan SPAP, Dinas Perbendaharaan mengkonfirmasi ke Pemasaran Pusri Daerah, kemudian Dinas Perbendaharaan membuat Delivery Order.

5. SPAP dan Delivery Order diserahkan kembali ke Ekspeditur, sedangkan memo disimpan oleh Dinas Perbendaharaan.

6. Ekspeditur membawa SPAP dan Delivery Order ke Bagian Eskpedisi yang berlokasi di area Gudang Kantor Pusat PT Pusri (Persero) Palembang. Sebelum memasuki area gudang, truk milik ekspeditur ditimbang terlebih dahulu dalam keadaan kosong di jembatan timbang.

7. Bagian Ekspedisi kemudian membuat Surat Perintah Kerja (SPK) untuk: a. Koperasi Karyawan PT Pusri

Koperasi Karyawan PT Pusri adalah pihak ketiga yang terikat kontrak dengan PT Pusri (Persero) untuk menyediakan tenaga kerja/buruh angkut untuk mengangkut pupuk dari gudang ke truk

b. Surveyor/appraisal

Surveyor adalah pihak ketiga yang terikat kontrak dengan PT Pusri untuk menilai pelaksanaan kegiatan pengangkutan pupuk dari gudang

ke truk, apakah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak merugikan pihak ekspeditur dan PT Pusri (Persero). Appraisal yang terikat kontrak dengan PT Pusri (Persero) saat ini adalah PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) dan PT Proteknika. c. Perusahaan Bongkar Muat

Perusahaan Bongkar Muat adalah pihak ketiga yang terikat kontrak dengan PT Pusri (Persero) untuk menyediakan alat–alat bongkar muat seperti Portal Scrapper, Bags Ship Loader, Quadran Loader, Forklift, dan Loading Arm. Perusahaan Bongkar Muat yang terikat kontrak dengan PT Pusri (Persero) saat ini adalah PT SAK.

d. Checker Gudang

Checker gudang adalah karyawan yang berugas mencatat keluar dan masukknya pupuk urea dari dan keluar gudang. Checker gudang berjumlah empat orang yang bertugas bergantian setiap shift kerja. Setiap shift ada satu orang yang bertugas menjaga dan memonitor persediaan pupuk urea di tiga buah gudang.

8. Setelah membuat SPK, pengeluaran urea dari gudang dilaksanakan. Setiap urea yang keluar dicatat ke dalam time sheet dan tally sheet. Pengeluaran urea ini juga dibuat berita acaranya.

9. Setelah selesai pemuatan urea ke truk, truk yang telah penuh menuju timbangan untuk ditimbang kembali dalam keadaan berisi urea.

10. Jika truk yang ditimbang sesuai dengan seharusnya maka truk boleh keluar, tetapi jika truk lebih berat dari seharusnya maka truk harus kembali ke gudang untuk mengurangi berat urea yang dibawa.

11. Jika pengangkutan urea ke truk telah selesai, pihak surveyor (Sucofindo atau Proteknika) akan mengeluarkan sertifikat yang menyatakan bahwa pengangkutan urea telah berjalan sebagaimana mestinya.

Prosedur Pengeluaran Pupuk Urea ke Kapal Laut, yaitu:

1. Pemasaran Pusri Daerah (PPD) mengeluarkan memo dan Surat Perintah Angkutan Pupuk yang ditujukan kepada Departemen Pemasaran Wilayah (Sarwil) yang meminta pengiriman pupuk urea.

2. Berbeda dengan pengiriman melalui truk, kapal laut bisa mengangkut dua jenis pupuk urea, yaitu pupuk urea kantong (in bag) dan pupuk urea curah (in bulk).

3. Departemen Sarwil akan menyiapkan kapal laut untuk membawa urea dari Gudang Kantor Pusat PT Pusri (Persero) ke Pemasaran Pusri Daerah yang memesan urea.

4. Jika masih tersedia kapal laut milik PT Pusri (Persero) sendiri, maka kapal tersebut akan dikirim ke Pelabuhan Kantor Pusat PT Pusri (Persero).

5. Jika tidak tersedia kapal laut milik sendiri, maka Departemen Sarwil akan mencari kapal milik pihak ketiga untuk disewa. Pihak ketiga ini harus memiliki agen di Palembang.

6. Memo dan SPAP yang dikeluarkan oleh PPD tadi akan dibawa bersama kapal laut yang akan membawa urea.

7. Setelah tiba di Palembang, SPAP dan Memo diserahkan ke Dinas Perbendaharaan untuk diterbitkan Delivery Order.

8. SPAP dan Memo dibawa oleh petugas kapal ke bagian ekspedisi

9. Bagian Ekspedisi membuat Surat Perintah Kerja (SPK) untuk Koperasi Karyawan PT Pusri, Surveyor, Perusahaan Bongkar Muat dan Checker Gudang

10. Pelaksanaan pengisian urea ke palka kapal. Pengisian urea ini dicatat dalam berita acara, tally sheet dan time sheet. Khusus untuk urea curah (in bulk), tally sheet tidak diperlukan.

11. Jika yang diangkut adalah urea curah, maka urea akan dimasukkan ke dalam kapal dengan menggunakan Quadran Loader. Quadran Loader adalah alat yang berbentuk cerobong persegi empat yang didesain khusus untuk pemuatan pupuk urea curah (in bulk) yang dihubungkan dari gudang pengantongan sampai ke palka kapal. Untuk QL I mempunyai kapasitas muat 300 ton/jam yang terdapat di dermaga 2 dan 700 ton/jam untuk QL II yang berada di dermaga 5.

12. Setelah selesai pengisian, maka kapal dapat meninggalkan dermaga. Pihak Surveyor akan mengeluarkan sertifikat yang meyatakan bahwa urea telah diangkut sebagaimana mestinya.

Dalam dokumen skripsi akuntansi (Halaman 67-77)

Dokumen terkait