• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV : ANALISIS HASIL PENELITIAN

2. Aktivitas perusahaan

PT Sibacipta Telekomindo adalah perusahaan yang bergerak dalam usaha jasa konstruksi. Adapun bidang pekerjaan yang ditangani adalah:

- Jasa pemborongan konstruksi

- Jasa pembuatan dan penginstalasian jaringan lokal akses tembaga - Jasa pembuatan dan penginstalasian jaringan lokal akses fiber optik - Pengadaan barang

Proyek-proyek yang dikerjakan oleh PT Sibacipta Telekomindo seperti pembuatan menara tiang, pondasi rumah kabel, dan sebagainya. Dalam hal memperoleh proyek ada dua cara yang ditempuh oleh perusahaan ini, yaitu:

a. Melalui tender atau pelelangan.

Dengan cara pelelangan ini, para kontraktor yang berminat akan mengajukan penawaran tertulis sehubungan dengan pekerjaan yang ditawarkan oleh pemberi kerja. Cara penawaran pekerjaan dengan pelelangan ini diperuntukkan bagi proyek-proyek yang bernilai diatas 20 juta rupiah. Ada dua jenis pelelangan, yaitu:

1) Pelelangan umum adalah pelelangan yang dilakukan secara terbuka melalui pengumuman secara luas, baik dimedia masa maupun di papan pengumuman resmi sehingga masyarakat mengetahui dan dapat mengikutinya bila berminat.

2) Pelelangan terbatas adalah pelelangan untuk pekerjaan tertentu yang dilakukan diantara para kontraktor yang sudah lulus dalam prakualifikasi dan termasuk di dalam daftar kontraktor mampu sesuai dengan spesialisasinya atau ruang lingkupnya dan klasifikasi kemampuannya.

b. Tanpa pelelangan.

Dengan cara ini, pekerjaan didapatkan perusahaan berdasarkan surat perintah kerja atau surat perjanjian kontrak. Cara ini ada dua jenis, yaitu:

1) Penunjukan langsung adalah penunjukan kontraktor sebagai pelaksana suatu pekerjaan tertentu secara langsung yang dilakukan diantara sekurang-kurangnya tiga kontraktor penawar pekerjaan yang telah lulus prakwalifikasi dan termasuk dalam daftar kontraktor mampu. Jenis pekerjaan untuk cara penunjukan langsung ini biasanya ditempuh untuk pekerjaan-pekerjaan yang harus segera dilaksanakan. 2) Pengadaan langsung adalah pelaksanaan penawaran pekerjaan yang dilakukan

untuk pekerjaan yang bernilai relatif rendah dimana kontraktor yang ikut adalah yang bermodal kecil.

Pelaksanaan pekerjaan proyek diawasi oleh pengawas dari perusahaan untuk mengawasi dan menilai pelaksanaan dari proyek ini ditetapkan oleh perusahaan. Penilaian persentase tingkat kemajuan pelaksanaan yang dicapai ditetapkan oleh pihak pemberi kerja.

Selain dari pada pendapatan yang diperoleh dari operasi normal perusahaan, masih ada lagi pendapatan yang berasal dari sumber lain seperti jasa giro bank yaitu bunga yang diberikan bank atas saldo rekening perusahaan di bank tersebut sebagai balas jasa kepada perusahaan.

3. Penentuan dan pengakuan pendapatan

PT Sibacipta Telekomindo dalam mengakui pendapatannya menggunakan metode persentase penyelesaian baik itu untuk proyek yang dilaksanakan pada satu periode akuntansi maupun proyek yang dilaksanakan lebih dari satu periode akuntansi.

Untuk nilai kontrak seluruhnya perusahaan tidak membuat jurnal tetapi hanya mencatat dibuku memorial saja. Dalam hal penagihan kepada pihak pemberi kerja, perusahaan biasanya membagi penagihan tersebut kedalam beberapa termin.

Umumnya pihak pemberi kerja tidak akan membayarkan sebesar jumlah yang ditagih tetapi menahan atau menyisakan sebesar lima sampai sepuluh persen sebagai jaminan sampai jangka waktu telah ditentukan.

Perusahaan mengakui pendapatan dari proyek-proyek yang dikerjakan secara berakala pada akhir tahun yang didasarkan pada persentase tingkat kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang dicapai dari sekian proyek. Hal ini dilakukan agar perhitungan laba rugi perusahaan dapat mencerminkan hasil operasi secara layak dan wajar agar prestasi berkala perusahaan diperlihatkan kepada pihak yang berkepentingan.

Prestasi tingkat kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang dicapai ditentukan berdasarkan kepada hasil yang dicapai secara fisik dibandingkan dengan keseluruhan pekerjaan yang harus dilaksanakan. Persentase penyelesaian secara fisik dinilai oleh insinyur dan arsitek perusahaan.

Pada tingkat kemajuan pekerjaan tertentu sesuai dengan yang telah diatur dalam surat perjanjian kontrak, perusahaan akan mengajukan klaim tagihan atas pekerjaan yang telah selesai dikerjakan. Perusahaan membuat jurnal pengakuan pendapatan dengan mendebet konstruksi dalam proses dan biaya konstruksi dan mengkredit pendapatan kontrak proyek dalam pelaksanaan.

Termin pembayaran merupakan uang tunai dari pemberi kerja yang jumlahnya biasanya dikaitkan dengan persentase penyelesaian dari proyek yang sedang dikerjakan. Syarat atau aturan pembayaran diatur pada saat perjanjian kontrak ditandatangani dengan pemberi pekerjaan. Pada saat dilakukan penagihan maka dibuat jurnal dengan mendebet piutang usaha konstruksi dan mengkredit prestasi pekerjaan belum ditagih. Tagihan yang diterima perusahaan juga langsung dimasukkan ke rekening kas / bank dan biasanya pemberi kerja menahan 5% untuk

retensi (biaya pemeliharaan), maka perusahaan membuat jurnal dengan mendebet kas / bank dan retensi dan mengkredit piutang usaha konstruksi.

Dengan metode persentase penyelesaian ini, pendapatan kontrak periode berjalan dapat ditentukan dengan cara mengalikan harga kontrak keseluruhan dengan persentase penyelesaian pekerjaan sampai periode yang bersangkutan kemudian dikurangi dengan pendapatan kontrak yang telah diakui pada tahun sebelumnya.

Pendapatan kontrak dari proyek akan diakui sebagai pendapatan dengan menggunakan rumus :

P = PF (%) X NK Dimana:

P : Pendapatan

PF : Prestasi fisik yang dinyatakan dalam persen (%) NK : Nilai kontrak

Sebagai contoh perhitungan pendapatan untuk kontrak jangka panjang adalah sebagai berikut:

Nama Proyek : Pemasangan Tiang Menara TELKOM Nilai Kontrak : Rp. 625.000.000,-

Waktu Kontrak : 2 Tahun

(Februari 2006 s/d Desember 2007) Taksiran Biaya Penyelesaian : Rp. 465.290.000,-

Data-data yang diperlukan sebagai berikut:

Keterangan 2006

(Rp)

2007 (Rp) Biaya yang dikeluarkan untuk

tahun

Taksiran biaya penyelesaian

200.074.700 265.215.300

346.978.850 249.696.950

Faktur penagihan

Penerimaan dari kontrak

250.000.000 268.750.000

375.000.000 356.250.000

Perhitungan persentase penyelesaian untuk setiap tahunnya dapat dilakukan sebagai berikut:

Keterangan 2006 2007

1.Harga kontrak

2 Biaya yg terjadi selama ini 3.Taksiran by.penyelesaian 4. Total biaya Rp. 625.000.000 Rp. 200.074.700 Rp. 265.215.300 Rp. 465.290.000 Rp. 625.000.000 Rp. 547.053.550 - Rp. 547.053.550 5. Persentase penyelesaian 43% 100%

Estimasi tingkat kemajuan proyek yang dapat dicapai

Tahun Estimasi Kemajuan Kontrak

2006 2007

43% 100%

Jumlah pendapatan, biaya dan laba yang diakui dalam laporan laba rugi dalam jangka waktu 2 tahun adalah sebagai berikut:

Tahun Saat ini Tahun sebelumnya Tahun sekarang 2006 Pendapatan Biaya 268.750.000 200.074.700 - - 268.750.000 200.074.700 Laba (rugi) 68.675.300 - 68.675.300 2007 Pendapatan Biaya 625.000.000 547.053.550 268.750.000 200.074.700 356.250.000 346.978.850 Laba (rugi) 77.946.450 68.675.300 9.271.150

Maka pendapatan dan biaya atas kontrak yang diakui oleh perusahaan pada tahun 2006 adalah sebagai berikut:

Pendapatan proyek = Persentase fisik (%) X Nilai kontrak = 43 % X 625.000.000

= 268.750.000,-

Biaya proyek = Persentase fisik (%) X Total biaya = 43 % X 465.290.000

= 200.074.700,-

Berdasarkan data yang diperoleh tahun 2006 maka jurnal yang dibuat oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

No Keterangan Ref Debet Kredit

1

2

3

4

Konstruksi dalam proses Mencatat pembebanan biaya

Kas / Bank

Piutang usaha konstruksi Mencatat pengajuan kontrak

Prestasi pekerjaan yang belum Ditagih

Kas / Bank

Mencatat penerimaan oleh pemberi kerja

Piutang usaha konstruksi

Konstruksi dalam proses

Mencatat pengakuan pendapatan

Biaya konstruksi

Pendapatan proyek dalam pelaksanaan 200.074.700 250.000.000 268.750.000 68.675.300 200.074.700 200.074.700 250.000.000 268.750.000 268.750.000

Laba kotor yang diakui tahun 2006 pada proyek pemasangan tiang menara TELKOM adalah selisih dari pendapatan dan biaya yang terjadi pada tahun 2005. Pendapatan proyek dalam pelaksanaan : Rp. 268.750.000

Konstruksi dalam proses :

Laba pada proyek dalam pelaksanaan :

(Rp.200.074.700)

Berdasarkan data yang diperoleh tahun 2007 maka jurnal yang dibuat oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

Rp. 68.675.300

No Keterangan Ref Debet Kredit

1 2 3 4 5 6

Konstruksi dalam proses Mencatat pembebanan biaya

Kas / Bank

Piutang usaha konstruksi Mencatat pengajuan kontrak

Prestasi pekerjaan yang belum ditagih

Kas / Bank

mencatat penerimaan oleh pemberi kerja

Retensi (5%)

Piutang usaha konstruksi

Konstruksi dalam proses

Mencatat pengakuan pendapatan

Biaya konstruksi

Pendapatan proyek dalam Pelaksanaan

Penerimaan pelunasan piutang usaha selesai

Kas / Bank

Garansi atau penahanan 5%

Retensi

Menutup perkiraan saat pekerjaan

346.978.850 375.000.000 338.437.500 17.812.500 9.271.150 346.978.850 17.812.500 346.978.850 375.000.000 356.250.000 356.250.000 17.812.500

selesai / serah terima

Prestasi pekerjaan yang belum ditagih

Konstruksi dalam proses

625.000.000

625.000.000

Laba kotor yang diakui tahun 2007 pada proyek pemasangan tiang menara TELKOM adalah selisih dari pendapatan dan biaya yang terjadi pada tahun 2007. Pendapatan proyek dalam pelaksanaan : Rp. 356.250.000

Konstruksi dalam proses :

Laba pada proyek dalam pelaksanaan : Rp. 9.271.150 (Rp.346.978.850)

4. Penentuan dan Pengakuan Biaya

Perusahaan telah melakukan penggolongan biaya berdasarkan jenis dan sifat dari biaya tersebut. Penggolongan biaya dalam laporan keuangan perusahaan dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok utama, yaitu:

a. Beban proyek

b. Biaya umum dan administrasi Ad a. Beban proyek

Biaya yang dikerjakan adalah merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sehubungan dengan pekerjaan proyek tertentu yang dihitung mulai saat pengajuan penawaran pekerjaan atau mulai dari penunjukan oleh pihak pemberi kerja sampai pekerjaan proyek selesai dikerjakan dan diserah terimakan.

Beban proyek ini dapat dibagi atas beberapa golongan antara lain: 1) Biaya bahan

Biaya pemakaian bahan baku, yaitu biaya-biaya yang dikeluarakan untuk semua pemakaian bahan sejak dimulainya pelaksanaan proyek di lapangan sampai selesainya

proyek tersebut dikerjakan. Biaya bahan baku yang dimaksud adalah bahan semen, besi, kayu, kerikil, pipa, batu bata, dan lain-lain yang pemakaiannya merupakan biaya langsung proyek tersebut.

2) Biaya operasional

Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pelaksanaan suatu proyek, akan tetapi tidak langsung menimbulkan suatu prestasi pada proyek tersebut. Contoh untuk jenis biaya ini adalah biaya asuransi, photo copy berkas, film, cuci cetak dan lain-lain. 3) Biaya tenaga kerja

Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk upah tenaga kerja langsung yang terlibat dengan pekerjaan di lapangan.

4) Biaya transport

Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperlancar kegiatan proyek,misalnya biaya BBM, pulsa, sewa peralatan dan biaya lainnya yang turut diperhitungkan dalam memperlancar kegiatan proyek.

Ad b. Biaya umum dan administrasi

Biaya umum dan administrasi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan operasi perusahaan sehari-hari. Biaya ini tidak berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan dalam pelaksanaan suatu pekerjaan proyek tertentu, sehingga biaya ini diperlukan sebagai pengurang dari laba kotor dari proyek didalam laporan laba rugi. Yang termasuk dalam kelompok biaya ini adalah biaya penyusutan aktiva tetap, biaya gaji kantor, biaya telepon, biaya perjalanan, air, listrik, pajak dan lain-lain yang berhubungan dengan operasi perusahaan.

Biaya umum dan administrasi ini akan dicatat oleh perusahaan berdasarkan pada bukti yang ada dengan jurnal sebagai berikut:

No Keterangan Ref Debet Kredit

Biaya gaji

Mencatat pembebanan biaya

Biaya perjalanan Biaya telepon Biaya air Biaya lainnya Kas / Bank XXX XXX XXX XXX XXX XXX

Biaya-biaya ini diakui pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut yang dirangkum didalam daftar perincian biaya. Pada saat penyusunan laporan laba rugi, biaya-biaya ini akan dibandingkan dengan pendapatan yang diterima oleh perusahaan dari proyek yang sedang dikerjakan untuk setiap proyek.

Perusahaan mengakui laba konstruksi sejalan dengan pengakuan pendapatan dan biaya yang telah dilakukan setiap akhir tahun atau akhir periode akuntansi. Besarnya laba yang diakui dilakukan dengan cara mengurangkan total pendapatan periode berjalan dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk suatu proyek.

Dokumen terkait