• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA 2016 dan kualifikasi SDM sebanyak 25 orang, tahun 2013 sebanyak 36

AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. Analisis Capaian Kinerja

Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran. Sasaran Strategis Perjanjian Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik pada tahun 2016, yaitu :

1. Sasaran Strategis I : Meningkatkan kualitas penelitian terapan yang berbasis material maju yang didukung oleh kerjasama industri

2. Sasaran Strategis II : Meningkatnya infrastruktur layanan B4T yang berkelanjutan sesuai kebijakan dan pengembangan pasar

3. Sasaran Strategis III : Meningkatkan hubungan kerjasama dengan organisasi nasional dan internasional melalui pemanfaatan kerangka kerjasama perdagangan bebas

4. Sasaran Strategis IV : Meningkatkan dan mengembangkan SDM yang profesional dan berkualifikasi sesuai dengan standar nasional dan internasional

5. Sasaran Strategis V : Meningkatnya layanan B4T berbasis IT yang didukung penerapan ISO 9001 dan Budaya 5K serta konsistensi penerapan sistem PK BLU B4T

Untuk capaian kinerja Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bahan dan Barang Teknik dengan alur berdasarkan Renstra Kementerian Perindustrian adalah sebagai berikut :

LAPORAN KINERJA 2016

Tabel 3.1

Matriks Alur IKU BPPI sampai Perjanjian Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Dari matriks tersebut, telah disusun Rencana Aksi, sebagai berikut :

Tabel 3.2

Rencana Aksi 2016 Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bahan dan Barang Teknik

LAPORAN KINERJA 2016

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, pada tahun 2016 Balai Besar Bahan dan Barang Teknik melaksanakan kegiatan yang terdiri dari 9 (sembilan) sasaran strategis dengan 19 (sembilan belas) indikator kinerja. Dalam pelaksanaannya, setiap ttriwulan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian tersebut melalui Laporan Triwulanan, e-monitoring dan ALKI. Adapun realisasi fisik per triwulan dari Rencana Aksi yang dimaksud adalah :

Tabel 3.3

Realisasi Fisik per Triwulan dari Rencana Aksi Tahun 2016

Dari tabel diatas dapat kita lihat pada umumnya, indikator kinerja telah mencapai target yang ditetapkan.

Adapun, hasil capaian kinerja yang telah dilaksanakan dari masing-masig sasaran strategis adalah sebagai berikut :

1. Sasaran Strategis I : Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri.

Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri dimaksud adalah kegiatan hasil litbangyasa yang model atau prototype telah diuji dalam lingkungan revelan, sudah terdapat teknoekonomi, telah diterapkan dan digunakan oleh industri.

LAPORAN KINERJA 2016

a. Indikator Kinerja I.1 : Hasil litbang prioritas yang dikembangkan

Indikator Kinerja I.1 Target Realisasi % Capaian

Hasil litbang prioritas yang

dikembangkan 1 Penelitian 1 Penelitian 100%

Judul penelitian :Hasil litbang prioritas yang dikembangkan, dengan kegiatan Penelitian Substitusi Pasir Ottawa dengan Pasir Lokal sebagai Pasir Standar dalam Pengendalian Mutu Semen Nasional.

Pembatasan impor pasir Ottawa telah mendorong untuk dilakukannya penelitian dengan judul “Penelitian Substitusi Pasir Ottawa dengan Pasir Lokal sebagai Pasir Standar dalam Pengendalian Mutu Semen Nasional”. Sebagai tindak lanjut penelitian Tahun Anggaran sebelumnya, penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan kualitas pasir silika lokal asal Sidrap, Sulawesi Selatan.

Rekayasa dan rancang bangun telah dipraktekkan dalam pembuatan ball mill skala laboratorium atas dasar rule of thumb alat industrial. Kinerja ball mill buatan sendiri ini tidak berbeda jauh dengan laboratory ball mill standar di laboratorium lain. Jadi rekayasa dan rancang bangun ini dapat diterapkan pada pengembangan teknologi tepat gunayang pemanfaatannya diarahkan pada IKM.

Roundness sebagai salah satu karakteristik partikel pasir standar telah dapat diukur dengan teknik baru yang memanfaatkan camera digital dan aplikasi yang tersedia di laptop-umum. Dengan teknik ini, roundness pasir Sidrap dapat dibandingkan dengan roundness pasir Ottawa. Pasir silika Sidrap masuk ke dalam kelas angular, sedangkan pasir Ottawa adalah sub-rounded (di antara dua kelas ini adasub-angular). Dengan menggunakan ball mill, roundness pasir Sidrap diharapkan dapat ditingkatkan. Namun hal ini tidak tercapai dengan baik. Kemungkinan, kristalinitas pasir Sidrap tinggi, sehingga mechanical abrassion dengan ball mill justru memecah pinggiran partikel.

LAPORAN KINERJA 2016

Uji kuat tekan mortar telah dilakukan untuk melengkapi karakteristik pasir Sidrap saat digunakan sebagai pasir standar untuk uji kualitas semen. Tiga macam pasir Sidrap telah diuji: A (pasir asli dengan ukuran -30/+100), B (pasir asli dengan gradasi sesuai ASTM C778), dan D (pasir Sidrap olahan ball mill dan gradasi sesuai ASTM C778). Mortar hasil ketiga jenis pasir menunjukkan kuat tekan yang tidak berbeda nyata dengan mortar pasir Ottawa, jika waktu curing 28 hari. Mortar dengan pasir Sidrap jenis D, dibandingkan terhadap mortar dari pasir A dan pasir B menunjukkan kuat tekan lebih dekat dengan mortar pasir Ottawa. Jadi, walaupun mechanical abrassion dengan ball mill tidak menghasilkan partikel dengan roundness mendekatiroundness pasir Ottawa, mortarnya (pasir jenis D) memberi kuat tekan yang baik.

Apabila dibandingkan, maka Jumlah Hasil Penelitian dan Pengembangan yang Siap Diterapkan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dan hasil litbang prioritas yang dikembangkan TA. 2016 adalah sebagai berikut :

Tabel 3.4

Perbandingan Capaian Hasil litbang yang Siap Diterapkan 2013-2016

Indikator

Kinerja RealisasiTA. 2013 RealisasiTA. 2014 RealisasiTA. 2015 IndikatorKinerja

Realisasi TA. 2016 Hasil litbang yang siap diterapkan 1

Penelitian Penelitian1 Penelitian1 prioritas yangHasil litbang dikembangkan

1 Penelitian

Pencapaian target indikator kinerja hasil litbang yang siap diterapkan dari tahun 2013 sampai dengan 2015 selalu tercapai setiap tahun yaitu sebanyak 1 penelitian. Dan pada tahun 2016 indikator kinerja hasil litbang yang siap diterapkan menjadi hasil litbang prioritas yang dikembangkan dengan capaian 1 penelitian. Tidak ada kendala dalam pencapaian indikator kinerja Hasil Litbang Prioritas yang Dikembangkan.

LAPORAN KINERJA 2016

b. Indikator Kinerja I.2 : Hasil litbang yang telah diimplementasikan

Indikator Kinerja I.2 Target Realisasi % Capaian

Hasil litbang yang telah

diimplementasikan 1 Penelitian 1 Penelitian 100% Judul Penelitian : Uji Lapangan Sambungan Rel Kereta Api Berisolasi (Insulated Rel Joint) dari Bahan Komposit Bertulang Baja.

Selama ini bantalan rel jembatan kereta api dibuat dari kayu besar dan kuat, dimensi bantalan rel jembatan kereta api ada 2 ukuran yaitu 18x24x180 cm dan 22x24x200 cm. Dengan maraknya illegal logging mengakibatkan kayu yang berdimensi besar dan kuat semakin sulit didapat dan kalaupun ada harganya sangat mahal. Dengan alasan tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mencari bahan subsitusi, salah satunya adalah bahan komposit, mengingat bahan komposit mempunyai ketahanan terhadap perubahan cuaca, kekuatan tekan, kekuatan tarik dan kekuatan lentur yang sangat baik dan lebih ringan bila dibandingkan dengan beton sebagai bahan pengganti. Dipilih komposit dengan bahan penguat serat gelas dan matriks resin epoksi dan sandwich pengisi honeycomb dan fiberboard serabut kelapa (limbah serat dari kulit kelapa) yang melimpah, dimana Indonesia adalah penghasil kelapa no 2 dunia yang menghasilkan 15,5 milyar butir kelapa/tahun setara dengan 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air kelapa, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serabut kelapa dan 3,3 ton gabus serabut kelapa , sebagai binder fiberboard digunakan resin fluorocarbon. Kereta api di Indonesia beroperasi di Jawa dan sebagian Sumatera, maka kebutuhan Bantalan rel jembatan kereta api ini cukup besar. Selama ini pengadaan masih mengandalan bantalan rel jembatan kereta api dari kayu yang susah diperoleh dan harganya mahal. Mengingat kebutuhan produk tersebut cukup Besar di daerah Jawa dan Sumatera dan menurut PT KAI hasil survai cukup urgent, sedangkan teknologi pembuatannya cukup sederhana (teknologi

LAPORAN KINERJA 2016

Dokumen terkait