• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2017 Balai Besar Bahan dan Barang Teknik K e p a l a, Budi Susanto NIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2017 Balai Besar Bahan dan Barang Teknik K e p a l a, Budi Susanto NIP"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Kinerja 2016

KATA PENGANTAR

Dengan berakhir tahun anggaran 2016, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik telah menyelesaikan kegiatan yang telah direncanakan sesuai dengan Rencana Strategis Balai Besar Bahan dan Barang Teknik sebagai acuan untuk pelaksanaan kegiatan dalam upaya memenuhi visi dan misi tahun 2016.

Selama Tahun 2016, sejumlah capaian kinerja yang ditargetkan dalam rencana strategis telah berhasil dicapai. Hal ini diuraikan dalam Laporan Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Tahun 2016 memuat gambaran capaian kinerja dalam merealisasikan Rencana Strategis Tahun 2015-2019 dikaitkan dengan Rencana Strategis BPPI serta Perjanjian Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik dengan BPPI.

Demikianlah laporan ini disusun dengan harapan semoga dapat menjadi bahan masukan bagi Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dalam menentukan kebijakan industri lebih lanjut serta dapat pula memberi manfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan.

Bandung, Januari 2017

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik K e p a l a,

Budi Susanto

(2)

Laporan Kinerja 2016

DAFTAR ISI

Halaman

RINGKASAN EKSEKUTIF ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi ... 2

1.2 Peran Strategis Organisasi ... 8

1.3 Struktur Organisasi ... 11

1.4 Dukungan Personil B4T ... 12

BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 14

2.1 Rencana Strategis Organisasi ... 14

2.2 Rencana Kinerja Tahunan ... 18

2.3 Rencana Anggaran ... 19

2.4 Dokumen Perjanjian Kinerja ... 20

BAB III AKUNTASBILITAS KINERJA ... 22

3.1 Analisis Capaian Kinerja ... 22

3.2 Realisasi Anggaran ... 56

BAB IV PENUTUP ... 63 LAMPIRAN

Pengukuran Kinerja (PK)

(3)

LAPORAN KINERJA 2016

RINGKASAN EKSEKUTIF

Pada dasarnya Laporan Kinerja merupakan laporan yang memberikan penjelasan mengenai pencapaian kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik selama tahun 2016. Capaian kinerja Tahun 2016 tersebut dibandingkan dengan Perjanjian Kinerja tahun 2015 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasinya sejumlah celah kinerja bagi perbaikan di masa datang. Sistematika Penyajian Laporan Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Tahun 2016 berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada sasaran dan kegiatan. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas.

Berdasarkan hasil pengukuran, tingkat pencapaian sasaran strategis Balai Besar Bahan dan Barang Teknik sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Perjanjian Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik tahun 2016 berhasil dicapai Balai Besar Bahan dan Barang Teknik dengan nilai capaian sebagian besar indikator kinerja diatas 90%, bahkan lebih dari 100%. al ini menunjukan bahwa capaian secara keseluruhan program Balai Besar Bahan dan Barang Teknik tahun 2016 telah mencapai target yang telah ditetapkan, namun ada beberapa sasaran yang harus tingkatkan, dengan harapan semoga di tahun mendatang dapat lebih ditingkatkan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang harus diupayakan semaksimal mungkin dalam pencapaiannya.

(4)

LAPORAN KINERJA 2016

BAB I PENDAHULUAN

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) yang merupakan salah satu institusi di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian memiliki tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan, standardisasi, sertifikasi dan inspeksi teknik dalam rangka pengembangan industri bahan dan barang teknik. Kondisi tersebut juga dapat digunakan sebagai peluang dalam melakukan peningkatan peran serta B4T terhadap industri dan pertumbuhan perekonomian nasional sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN). Salah satu cara menghadapi tantangan dan peluang tersebut adalah dengan meningkatkan kapabilitas industri nasional baik dari berbagai aspek seperti sumber daya, infrastruktur, standardisasi yang didukung oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK), penelitian, pengembangan dan perekayasaan serta memperkuat jaringan atau mitra kerja dan koordinasi antara institusi yang relevan.

Dalam mendukung industri dan kebijakan pemerintah, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik memiliki Visi dan Misi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik sebagai berikut :

Visi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik adalah Menjadi lembaga

Litbangyasa handal yang mampu memberikan penjaminan mutu bahan dan barang teknik.

Dalam visi tersebut memiliki arti :

a. Memiliki Litbangyasa yang dapat menjawab kebutuhan dan kebijakan industri b. Memiliki produk layanan yang mengacu pada standar Nasional dan

Internasional

c. Memiliki reputasi tinggi dan kinerja yang baik dalam pelayanan kepada pelanggan

(5)

LAPORAN KINERJA 2016

Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan Misi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik yang menggambarkan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, yaitu :

1. Melaksanakan Litbangyasa aplikatif berbasis material maju yang berwawasan lingkungan serta terintegrasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha/industri dan lembaga riset terkait

2. Memanfaatkan sarana dan prasarana Lembaga Penilaian Kesesuaian yang professional untuk peningkatan daya saing produk industri nasional

3. Melaksanakan peningkatan infrastruktur berbasis kompetensi untuk mencapai pengakuan nasioanl dan internasional

4. Melaksanakan kerjasama nasional dan internasional dalam rangka perdagangan bebas

5. Penerapan sistem pengelolaan keuangan BLU yang lebih efektif dan konsistensi

1.1. Tugas, Pokok dan Fungsi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor: 105/M-IND/PER/10/2010 tanggal 4 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian, Bab XIX Unit Pelaksana Teknis Pasal 817 dijelaskan pada ayat (1) Di lingkungan Kementerian Perindustrian terdapat Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis tertentu Kementerian Perindustrian dan ayat (2) Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perindustrian setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Tugas pokok dan fungsi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik adalah sebagaimana yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 43/M-IND/PER/6/2006 tanggal 29 Juni 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik. Adapun tugas Balai Besar Bahan dan Barang Teknik adalah melaksanakan kegiatan penelitian dan

(6)

LAPORAN KINERJA 2016

pengembangan, standardisasi, sertifikasi dan inspeksi teknik dalam rangka pengembangan industri bahan dan barang teknik.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Balai Besar Bahan dan Barang Teknik mempunyai fungsi :

1) Penelitian, pengembangan, perancangan, perencanaan dan penyusunan standar bidang bahan dan barang teknik,

2) Pelaksanaan sertifikasi sistem mutu dan lingkungan, sertifikasi produk bahan dan barang teknik serta sertifikasi sistem keselamatan dan kualifikasi personil,

3) Pelaksanaan bantuan teknik untuk peningkatan dan pengawasan mutu bahan organik dan anorganik, bahan bangunan, produk logam, barang teknik, barang listrik dan elektronika, rumah tangga, motor bakar, kendaraan bermotor, komponen otomotif dan instrumentasi industri melalui pengujian mutu dan kalibrasi alat yang digunakan di industri,

4) Peningkatan kompetensi tenaga industri, pemanfaatan teknologi informasi dan pelaksanaan pemasaran,

5) Pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur dilingkungan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik.

Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik terdiri dari 4 (empat) eselon III, yaitu :

1. Bagian Tata Usaha

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik.

Dalam melaksanakan tugas, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a) Penyusunan program, evaluasi dan laporan

b) Pelaksanaan urusan keuangan dan inventarisasi barang milik negera c) Perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan urusan kepegawaian

(7)

LAPORAN KINERJA 2016

d) Pelaksanaan urusan surat menyurat, kearsipan, perjalanan dinas, rumah tangga, keamanan, serta urusan perlengkapan, pemeliharaan dan perawatan.

Bagian Tata Usaha, terdiri dari : (1)Subbagian Program dan Pelaporan

Subbagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan program, monitoring, evaluasi dan laporan.

(2)Subbagian Keuangan

Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan inventarisasi barang milik negara.

(3)Subbagian Kepegawaian

Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengembangan serta pelaksanaan urusan kepegawaian dan kesejahteraan pegawai.

(4)Subbagian Umum

Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, perjalanan dinas, rumah tangga, keamanan, perlengkapan, pemeliharaan dan perawatan gedung, peralatan kantor dan laboratorium. 2. Bidang Pengembangan Jasa Teknik

Bidang Pengembangan Jasa Teknik mempunyai tugas melaksanakan pemasaran, kerjasama, serta pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.

Dalam melaksanakan tugas, Bidang Pengembangan Jasa Teknik menyelenggarakan fungsi :

a) Perencanaan dan pelaksanaan pemasaran, desiminasi hasil kegiatan, kontrak kerjasama usaha, pelayanan pelanggan dan pengembangan pasar, serta kerjasama jasa keteknikan.

b) Peningkatan kompetensi tenaga industri melalui pelatihan teknis, bimbingan teknis dan konsultasi serta pengelolaan sarana penelitian dan pengembangan di bidang bahan dan barang teknik.

(8)

LAPORAN KINERJA 2016

c) Pengelolaan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi,

dokumentasi dan perpustakaan.

Bidang Pengembangan Jasa Teknik, terdiri dari : (1)Seksi Pemasaran dan Kerjasama

Seksi Pemasaran dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemasaran, desiminasi hasil kegiatan, kontrak kerjasama usaha, pelayanan pelanggan dan pengembangan pasar.

(2)Seksi Pengembangan Kompetensi dan Sarana Riset

Seksi Pengembangan Kompetensi dan Sarana Riset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan peningkatan kompetensi tenaga industri melalui pelatihan teknis dan konsultasi serta perencanaan pengelolaan sarana penelitian dan pengembangan.

(3)Seksi Informasi

Seksi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan perpustakaan.

3. Bidang Standardisasi

Bidang Standardisasi mempunyai tugas melakukan kegiatan perencanaan, pengelolaan dan pengkoordinasian penggunaan saran dan prasarana, melaksanakan kegiatan pengkajian dan pengembangan, perancangan dan perencanaan serta penyusunan dan penerapan standar bidang bahan dan barang teknik.

Dalam melaksanakan tugas, Bidang Standardisasi menyelenggarakan fungsi : a) Perencanaan dan pelaksanaan pengujian bahan dan barang teknik.

b) Pelaksanaan kalibrasi alat uji, alat ukur, mesin dan peralatan untuk kepentingan produksi dan pengendalian mutu.

c) Pelaksanaan pengkajian, pengembangan, perancangan, perencanaan, dan penyusunan, penerapan, dan revisi standar di bidang bahan dan barang teknik.

(9)

LAPORAN KINERJA 2016

Bidang Standardisasi, terdiri dari :

(1)Seksi Pengujian

Seksi Pengujian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian bahan dan barang teknik.

(2)Seksi Kalibrasi

Seksi Kalibrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kalibrasi alat uji/alat ukur, mesin dan peralatan untuk kepentingan produksi dan pengendalian mutu.

(3)Seksi Penyusunan Standar

Seksi Penyusunan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pengkajian, pengembangan, perencanaan, penyusunan dan revisi standar di bidang bahan dan barang teknik.

4. Bidang Sertifikasi

Bidang Sertifikasi mempunyai tugas melaksanakan sertifikasi sistem mutu, sertifikasi produk barang teknik serta sertifikasi produk yang berkaitan dengan keselamatan dan lingkungan di bidang industri bahan dan barang teknik.

Dalam melaksanakan tugas, Bidang Sertifikasi menyelenggarakan fungsi : a) Pelaksanaan sertifikasi atas sistem manajemen mutu dan sistem

manajemen lingkungan dalam rangka pemenuhan persyaratan Standar Nasional dan Internasional.

b) Pelaksanaan sertifikasi atas mutu bahan dan produk barang teknik dalam rangka pemenuhan persyaratan Standar Nasional dan Internasional. c) Pelaksanaan sertifikasi atas sistem keselamatan dan kualifikasi personil. Bidang Sertifikasi, terdiri dari :

(1)Seksi Sistem Mutu dan Lingkungan

Seksi Sistem Mutu dan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sertifikasi atas sistem manajemen mutu dna lingkungan dalam rangka pemenuhan persyaratan Standar Nasional dan Internasional.

(10)

LAPORAN KINERJA 2016

(2)Seksi Mutu Bahan dan Barang Teknik

Seksi Mutu Bahan dan Barang Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sertifikasi atas mutu bahan dan produk barang teknik dalam rangka pemenuhan persyaratan Standar Nasional dan Internasional.

(3)Seksi Keselamatan dan Kualifikasi Personil

Seksi Keselamatan dan Kualifikasi Personil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sertifikasi atas sistem keamanan dan keselamatan kerja serta kualifikasi personil dalam rangka memenuhi persyaratan Standar Nasional dan Internasional.

5. Bidang Inspeksi Teknik

Bidang Inspeksi Teknik mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan bahan dan barang teknik yang terbuat dari logam atau non logam, termasuk pabrik, konstruksi dan instalasinya, serta memeriksa dan menganalisa kerusakan serta memprediksi perpanjangan umur peralatan dan perlengkapan termasuk peralatan pabrik, serta menyusun sistem pemeliharaannya.

Dalam melaksanakan tugas, Bidang Inspeksi Teknik menyelenggarakan fungsi :

a) Pengkajian atas dokumen peralatan serta menginspeksi peralatan dan perlengkapan dari logam, termasuk pabrik, konstruksi dan instalasinya. b) Pengkajian atas dokumen dan laporan hasil uji serta menginspeksi

peralatan dan perlengkapan dari non logam.

c) Pemeriksaan dan pengkajian sebab-sebab kerusakan peralatan, perlengkapan dan instalasi pabrik serta menetapkan sistem pemeliharaannya.

Bidang Inspeksi Teknik, terdiri dari :

(1)Seksi Inspeksi Bahan dan Barang Teknik Logam

Seksi Inspeksi Bahan dan Barang Teknik Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian atas dokumen peralatan serta

(11)

LAPORAN KINERJA 2016

menginspeksi peralatan dan perlengkapan dari logam, termasuk pabrik, konstruksi dan instalasinya.

(2)Seksi Inspeksi Bahan dan Barang Teknik Non Logam

Seksi Inspeksi Bahan dan Barang Teknik Non Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian atas dokumen dan laporan hasil uji serta menginspeksi peralatan dan perlengkapan dari non logam.

(3)Seksi Analisis Kerusakan dan Sistem Pemeliharaan

Seksi Analisis Kerusakan dan Sistem Pemeliharaan mempunyai tugas penyiapan bahan pemeriksaaan dan pengkajian sebab-sebab kerusakan peralatan, perlengkapan dan instalasi pabrik serta menetapkan sistem pemeliharaannya.

1.2. Peran Strategi Organisasi

Sesuai Visi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik adalah Menjadi lembaga Litbangyasa handal yang mampu memberikan penjaminan mutu bahan dan barang teknik. Dalam visi tersebut memiliki arti memiliki Litbangyasa yang dapat menjawab kebutuhan dan kebijakan industri, memiliki produk layanan yang mengacu pada standar Nasional dan Internasional, memiliki reputasi tinggi dan kinerja yang baik dalam pelayanan kepada pelanggan dan prasarana dan sarana layanan yang berbasis teknologi informasi.

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya memiliki peran strategis dalam bidang industri, dengan harapan peran Balai Besar Bahan dan Barang Teknik sebagai salah satu unit pelaksana teknis dapat membantu dan melaksanakan harapan masyarakat khususnya masyarakat industri dalam mengembangkan pertumbuhan industri serta dapat membuka perluasan lapangan kerja baru, melalui potensi yang dimikili Balai Besar Bahan dan Barang Teknik dengan analisa membantu industri melalui jasa, sebagai berikut :

(12)

LAPORAN KINERJA 2016

1. Bidang Standardisasi

Bidang Standardisasi memberikan layanan jasa Pengujian dan Kalibrasi. Kegiatan Pengujian yang dilakukan terdiri dari Pengujian Kimia (pelumas, cat, bahan bakar, analis kimia, logam, analis korosi, pupuk, mineral dan batuan), Pengujian Air (air minum, air untuk industri, air pengisi ketel, air sumber dan air suling), Pengujian Limbah (limbah cair dan limbah padat), Pengujian Barang Teknik (pipa PVC dan asesories, karung, kompor gas, katup, selang karet, gasket, bahan karet dan plastik, regulator kompor gas dan ban kendaraan bermotor dan helm), Pengujian Mekanik (tarik, hardness, bending, metalographi, impact dan linyak untuk berbagai jenis komoditi logam dan produk logam), Pengujian Semen (semua produk semen berbagai tipe), Pengujian Beton (genteng, asbes, bata dan sejenisnya, beton, pasir beton, konstruksi beton, ubin dan lain-lain), Pengujian Komponen Otomotif (ban luar kendaraan bermotor roda 2 dan 4, kampas rem, rantai motor dan akumulator), Pengujian Alat Listrik (lampu pijar, lampu swaballast, lampu fluoresen, batere kering dan motor listrik) dan Pengujian Produk Elektronika (produk peralatan rumah tangga, pompa air dan televisi).

Kegiatan Kalibrasi meliputi kalibrasi untuk alat ukur, alat uji dan alat inspeksi meliputi bidang kalibrasi : tekanan, massa dan timbangan, gaya, instrument penganalisa, suhu, volumetri, kelistrikan dan dimensi. Jasa kalibrasi tersebut dapat dilaksanakan di lokasi pabrik (in situ) maupun di Laboratorium Kalibrasi di B4T.

2. Bidang Sertifikasi

Bidang Sertifikasi memberikan layanan jasa Sertifikasi Mutu Barang (meliputi dan Bahan (meliputi komoditi : ban luar dan dalam untuk kendaraan roda 2 dan 4, semen, lampu pijar, lampu hemat energi, baterai kering dan baja tulangan beton), Sertifikasi Sistem Mutu & Lingkungan berdasarkan ISO 9001:2000 (meliputi sektor : pertambangan dan bahan galian, produk makanan dan minuman, pembuatan kokas dan minyak, bahan kimia, produk kimia dan serat, produk karet dan plastik, beton semen, kapur dan gips,

(13)

LAPORAN KINERJA 2016

logam dasar dan produk dari logam, mesin dan peralatan, peralatan listrik dan optik, peralatan transportasi, penyediaan air, konstruksi, perdagangan grosir dan eceran, reparasi kendaraan bermotor dan barang keperluan rumah tangga, teknologi informasi, jasa engineering, jasa lain, administrasi umum, pendidikan, kesehatan dan tugas sosial) dan Sertifikasi Personil dan Keselamatan (meliputi : contoh produk padatan, cair dan gas).

3. Bidang Inspeksi Teknik

Bidang Inspeksi Teknik memberikan layanan jasa Inspeksi Teknik Logam dan Non Logam untuk peralatan pabrik seperti Pressure vessel, heat Exchenger, Storage Tank, Piping, meliputi metoda : UT, MT, PT, RT, eddy current, corrosion monitoring, acoustic emission, wire rope flow detector, failure analysis. Sedangkan untuk inspeksi Non Logam berupa Dermaga, Bangunan gedung komersial maupun hunian meliputi analisis konstruksi beton, lantai, dan sebagainya.

4. Bidang Pelayanan Jasa Teknik

Bidang Pelayanan Jasa Teknik memberikan layanan jasa Pelatihan Teknis untuk peningkatan kompetensi tenaga industri yang meliputi pelatihan : NDT level I dan II, welding inspector, welding engineer, tenaga reviewer radiography, piping designer, inspektur korosi, inspektur beton, welder, welding supervision, Teknisi Pengujian, Teknisi Kalibrasi. Pelatihan ini dilaksanakan di B4T maupun dapat dilakukan secara in house (di lokasi) peminta jasa.

5. Kegiatan jasa lainnya

Kegiatan penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan selama kurun waktu tahun 2005 sampai tahun 2008 mengarah pada penelitian terapan dan sebagian penelitian dasar yang terkait dengan sektor industri yang menjadi tupoksi B4T. Maksud dan tujuan penelitian dan pengembangan tersebut adalah untuk mendukung optimalisasi layanan jasa B4T dan untuk mendukung pengembangan industri nasional.

(14)

LAPORAN KINERJA 2016

Selama kurun waktu 5 tahun kebelakang B4T telah mengadakan kemitraan dengan berbagai pihak terkait seperti perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, lembaga/institusi, industri, dan perusahaan jasa yang sejenis dengan B4T. Kemitraan ini meliputi kegiatan kerjasama pengujian mutu produk, peningkatan kompetensi SDM, kegiatan penelitian dan pengembangan, magang kerja, alih teknologi dan kerjasama pemasaran serta penyebaran informasi.

Kegiatan Bimbingan/Konsultasi, B4T dapat memberikan bimbingan/ konsultasi atau bantuan teknis kepada perusahaan maupun instansi pemerintah yang akan disertifikasi ISO 9000, ISO 14000, Peningkatan Mutu Produk agar dapat memenuhi SNI. Disamping itu B4T juga mampu untuk memberikan bimbingan Laboratorium yang akan diakreditasi menurut ISO/IEC 17025.

Kegiatan Uji Profesiensi, dalam rangka membantu program jaminan mutu hasil pengujian bagi laboratorium, B4T telah ditunjuk sebagai peyelenggara uji profisiensi oleh KAN terutama untuk laboratorium pengujian semen di Indonesia. Hal ini telah belangsung sejak tahun 2003 dan secara rutin dilakukan setiap tahun serta diikuti oleh hampir seluruh pabrik semen dan institusi lainnya yang memiliki lab uji semen.

1.3. STRUKTUR ORGANISASI

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian No. 43/M-IND/PER/6/2006 tanggal 29 Juni 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, bagan Struktur Organisasi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, yaitu :

(15)

LAPORAN KINERJA 2016

1.4. Dukungan Personil Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Per 31 Desember 2016

PENDIDIKAN

Bagian/Bidang SD SLTP SLTA D3/SM S1 S2 S3 Jumlah

Tata Usaha 2 - 5 1 14 3 - 25 PJT - - 5 - 12 4 - 21 Standardisasi 1 2 24 6 23 5 - 61 Sertifikasi - - - - 7 4 - 11 Inspeksi Teknik - - 10 1 6 3 - 22 Jumlah 3 3 44 8 62 19 - 140 GOLONGAN

Bagian/Bidang GOL. I GOL. II GOL. III GOL. IV Jumlah

Tata Usaha 2 3 18 2 25 PJT - 3 15 3 21 Standardisasi - 20 38 3 61 Sertifikasi - - 10 1 11 Inspeksi Teknik - 4 16 2 22 Jumlah 2 30 97 11 140

(16)

LAPORAN KINERJA 2016

JENIS KELAMIN

Bagian/Bidang Perempuan Laki-laki Jumlah

Tata Usaha 13 12 25 PJT 5 16 21 Standardisasi 12 49 61 Sertifikasi 6 5 11 Inspeksi Teknik 2 20 22 Jumlah 38 102 140

ESELON, FUNGSIONAL, PELAKSANA

Bagian/Bidang Es. I Es. II Es. III Es. IV Fungs. Pelaks. Jumlah

Tata Usaha - 1 1 4 5 15 25 PJT - - 1 3 3 14 21 Standardisasi - - 1 3 13 44 61 Sertifikasi - - 1 3 - 7 11 Inspeksi Teknik - - 1 3 2 16 22 Jumlah - 1 5 16 23 96 140

(17)

LAPORAN KINERJA 2016

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1. Rencana Strategis Organisasi

Rencana Strategis organisasi dimaksudkan untuk merencanakan sesuai arah kebijakan nasional yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2015-2019, kebijakan Kementerian Perindustrian yang dituangkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) dan Rencana Strategis BPPI.

1. Visi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Visi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik adalah Menjadi lembaga Litbangyasa handal yang mampu memberikan penjaminan mutu bahan dan barang teknik.

Dalam visi tersebut memiliki arti :

a. Memiliki Litbangyasa yang dapat menjawab kebutuhan dan kebijakan industri

b. Memiliki produk layanan yang mengacu pada standar Nasional dan Internasional

c. Memiliki reputasi tinggi dan kinerja yang baik dalam pelayanan kepada pelanggan

d. Prasarana dan sarana layanan yang berbasis teknologi informasi

2. Misi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan Misi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik yang menggambarkan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, yaitu :

1. Melaksanakan Litbangyasa aplikatif berbasis material maju yang berwawasan lingkungan serta terintegrasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha/industri dan lembaga riset terkait

(18)

LAPORAN KINERJA 2016

2. Memanfaatkan sarana dan prasarana Lembaga Penilaian Kesesuaian yang professional untuk peningkatan daya saing produk industri nasional

3. Melaksanakan peningkatan infrastruktur berbasis kompetensi untuk mencapai pengakuan nasioanl dan internasional

4. Melaksanakan kerjasama nasional dan internasional dalam rangka perdagangan bebas

5. Penerapan system pengelolaan keuangan BLU yang lebih efektif dan konsistensi

3. Tujuan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Berdasarkan tugas, pokok dan fungsi serta visi misi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik diarahkan untuk pencapaian tujuan :

a. Terwujudnya hasil Litbangyasa yang dapat diterapkan di industri b. Meningkatnya mutu produk industri nasional yang dapat mengakses

pasar internasional

c. Meningkatnya SDM dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri dan diakui secara nasional/internasional

d. Meningkatnya kerjasama nasional dan internasional sebagai upaya membuka akses suplai pasar global

e. Meningkatnya layanan kepada industri yang transparan, professional dan berkelanjutan melalui penerapan system PK BLU yang efektif

4. Sasaran Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Keberhasilan pencapaian tujuan strategis B4T secara kuantitatif dapat ditunjukan dengan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan. Untuk meningkatkan visi, misi dan tujuan strategis B4T, maka ditetapkan sasaran strategis yang berdasarkan pada tujuan, yaitu :

a) Sasaran Strategis I : Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri, dengan indikator Kinerja Utama :

(19)

LAPORAN KINERJA 2016

1) Hasil litbang prioritas yang dikembangkan

2) Hasil litbang yang telah diimplementasikan

3) Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving)

b) Sasaran Strategis II : Meningkatnya kerjasama litbang, dengan Indikator Kinerja Utama :

1) Kerjasama litbang instansi dengan industri

c) Sasaran Strategis III : Meningkatnya kualitas pelayanan publik, dengan Indikator Kinerja Utama :

1) Tingkat kepuasan pelanggan

d) Sasaran Strategis IV : Meningkatnya kemampuan Balai dan hasil litbang dalam rangka meningkatkan daya saing industri, dengan Indikator Kinerja Utama :

1) Paket peralatan laboratorium dan sarana pendukung Balai

e) Sasaran Strategis V : Meningkatkan kualitas penelitian terapan yang berbasis material maju yang didukung oleh kerjasama industri, dengan Indikator Kinerja Utama :

1) Jumlah publikasi

2) Jumlah pendaftaran HKI

f) Meningkatnya infrastruktur layanan B4T yang berkelanjutan sesuai kebijakan & pengembangan pasar, dengan Indikator Kinerja Utama :

1) Penguatan LPK/Laboratorium

g) Meningkatkan hubungan kerjasama dengan organisasi nasional dan internasional melalui pemanfaatan kerangka kerjasama perdagangan bebas, dengan Indikator Kinerja Utama :

1) Kerjasama industri 2) Kerjasama internasional

h) Meningkatkan dan mengembangkan SDM yang profesional dan berkualifikasi sesuai dengan standar nasional dan internasional, dengan Indikator Kinerja Utama :

(20)

LAPORAN KINERJA 2016

1) Jumlah kompetensi dan kualifikasi SDM

2) Penambahan peneliti, perekayasaan dan teknisi litkayasa

i) Meningkatkan kualitas layanan dengan peningkatan teknologi layanan dan pengembangan standar industri, dengan Indikator Kinerja Utama :

1) Jumlah sampel layanan jasa teknik 2) Jumlah sertifikat layanan Sertifikasi 3) Jumlah kegiatan layanan Inspeksi Teknik 4) Jumlah pelanggan yang dilayani

5) Peningkatan pelanggan baru

5. Arah Kebijakan dan Strategi

Sesuai arah kebijakan nasional yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2015 -2019 diantaranya adalah peningkatan mutu SDM, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memantapan kualitas reformasi birokrasi untuk mendukung peningkatan kualitas layanan publik memberikan tuntutan peran B4T dalam mempersiapkan pengembangan lima tahun ke depan. Arah kebijakan lain yang perlu diselaraskan dengan langkah dan tujuan B4T adalah arah kebijakan Kementerian Perindustrian yang dituangkan dalam RIPIN dan RENSTRA BPPI yang telah ditetapkan. Arah kebijakan Kementerian Perindustrian adalah meningkatkan daya saing dan produktifitas produk industri dalam negeri di pasar nasional dan internasional. Kebijakan saat ini yang telah diterapkan oleh B4T adalah peningkatan layanan penerapan SPPT SNI.

Berdasarkan arah kebijakan nasional tersebut, B4T perlu mempersiapkan pengembangan dari seluruh aspek proses layanan yaitu ketersediaan sumber daya, sarana, prasarana serta pendanaan dan pengelolaannya.Perubahan-perubahan yang diperlukan, diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan dengan tetap mempertimbahkan kondisi B4T secara umum. Arah kebijakan dan strategi pengembangan

(21)

LAPORAN KINERJA 2016

pengembangannya mempertimbangkan isu-isu strategis dan kebijakan strategis.

2.2. Rencana Kinerja Tahun 2016

Rencana Kinerja (Renkin) Balai Besar Bahan dan barang Teknik pada Tahun Anggaran 2016 adalah merupakan pelaksanaan Renkin tahun kedua dari lima tahun yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis 2015-2019 yang substansinya lebih diarahkan untuk mengembangakan industri, khususnya dibidang bahan dan barang teknik melalui visi misi yang telah ditetapkan. Berdasarkan program pengembangan teknologi dan kebijakan industri maka dapat diurai Rencana Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik tahun 2016 sebagai berikut :

Tabel 2.1

Rencana Kinerja B4T Tahun 2016

No. Sasaran Program/Kegiatan Indikator Kinerja Target

1 Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri

Hasil litbang prioritas yang dikembangkan

1 Penelitian Hasil litbang yang telah

diimplementasikan

1 Penelitian Hasil teknologi yang

dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving)

1 Paket Teknologi 2 Meningkatnya kerja sama

litbang

Kerja sama litbang instansi dengan industri

1 Kerjasama 3 Meningkatnya kualitas pelayanan publik Tingkat kepuasan pelanggan Indeks 3,5 4 Meningkatnya Kemampuan

Balai dan Hasil Litbang

dalam Rangka

Meningkatkan Daya Saing Industri

Paket peralatan

Laboratorium dan Sarana Pendukung Balai

2 Paket

5 Meningkatkan kualitas penelitian terapan yang berbasis material maju yang didukung oleh kerjasama industri

Jumlah publikasi 6 Karya Tulis Ilmiah Jumlah pendaftaran HKI 2 Usulan

(22)

LAPORAN KINERJA 2016

No. Sasaran Program/Kegiatan Indikator Kinerja Target

6 Meningkatnya infrastruktur layanan B4T yang berkelanjutan sesuai kebijakan & pengembangan pasar Penguatan LPK/Laboratorium 3 Ruang Lingkup/ Lembaga 7 Meningkatkan hubungan kerjasama dengan

organisasi nasional dan internasional melalui pemanfaatan kerangka kerjasama perdagangan bebas

Kerjasama industri 18 MoU Kerjasama internasional 1 MoU

8 Meningkatkan dan

mengembangkan SDM yang

profesional dan

berkualifikasi sesuai dengan standar nasional dan internasional Penambahan kompetensi dan kualifikasi SDM 12 Orang Penambahan peneliti,

perekayasa dan teknisi litkayasa 5 Orang 9 Meningkatkan kualitas layanan dengan peningkatan teknologi layanan dan pengembangan standar industri

Jumlah sampel layanan jasa teknik

11.550 Sampel Jumlah sertifikat layanan

Sertifikasi

762 Sertifikat Jumlah kegiatan layanan

Inspeksi Teknik

60 Kegiatan Jumlah peserta layanan

Pelatihan Teknis

420 Peserta Jumlah pelanggan yang

dilayani 1.600 Pelanggan Peningkatan pelanggan baru 300 Pelanggan 2.3. Rencana Anggaran

Perjanjian Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik tahun 2016 dengan sasaran strategis, indikator kinerja utama dan pertargetan yang telah ditetapkan pada tahun 2016, didukung dengan pembiayaan APBN sebesar Rp. 20.365.899.000,00 dan BLU/PNBP sebesar Rp. 27.500.000.000,00, total sebesar Rp. 47.865.899.000,00. Anggaran tersebut dirinci berdasarkan output kegiatan, seperti pada tabel dibawah ini :

(23)

LAPORAN KINERJA 2016

Tabel 2.2

Pagu Anggaran Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Tahun 2016 Menurut Output Kegiatan

NO. OUTPUT PAGU (Rp.)

1 Hasil Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri Bahan dan Barang Teknik

1.371.459.000

2 Layanan Jasa Teknis 13.935.500.000

3 Layanan Dukungan Manajemen 12.047.527.000

4 Layanan Perkantoran 20.511.413.000

TOTAL 47.865.899.000

2.4. Dokumen Perjanjian Kinerja

Dokumen Perjanjian Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki. Sasaran-sasaran strategis yang akan dicapai pada tahun 20156 dan ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik tahun 2016 sebagaimana tabel dibawah ini :

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Tahun 2016 No. Sasaran Program/Kegiatan Indikator Kinerja Target

1 Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri

Hasil litbang prioritas yang dikembangkan

1 Penelitian Hasil litbang yang telah

diimplementasikan

1 Penelitian Hasil teknologi yang

dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving)

1 Paket Teknologi 2 Meningkatnya kerja sama

litbang

Kerja sama litbang instansi dengan industri

1 Kerjasama 3 Meningkatnya kualitas pelayanan publik Tingkat kepuasan pelanggan Indeks 3,5 4 Meningkatnya Kemampuan

Balai dan Hasil Litbang

dalam Rangka

Meningkatkan Daya Saing

Paket peralatan

Laboratorium dan Sarana Pendukung Balai

(24)

LAPORAN KINERJA 2016

No. Sasaran Program/Kegiatan Indikator Kinerja Target

5 Meningkatkan kualitas penelitian terapan yang berbasis material maju yang didukung oleh kerjasama industri

Jumlah publikasi 6 Karya Tulis Ilmiah Jumlah pendaftaran HKI 2 Usulan

Paten 6 Meningkatnya infrastruktur

layanan B4T yang berkelanjutan sesuai kebijakan & pengembangan pasar Penguatan LPK/Laboratorium 3 Ruang Lingkup/ Lembaga 7 Meningkatkan hubungan kerjasama dengan

organisasi nasional dan internasional melalui pemanfaatan kerangka kerjasama perdagangan bebas

Kerjasama industri 18 MoU Kerjasama internasional 1 MoU

8 Meningkatkan dan

mengembangkan SDM yang

profesional dan

berkualifikasi sesuai dengan standar nasional dan internasional Penambahan kompetensi dan kualifikasi SDM 12 Orang Penambahan peneliti,

perekayasa dan teknisi litkayasa 5 Orang 9 Meningkatkan kualitas layanan dengan peningkatan teknologi layanan dan pengembangan standar industri

Jumlah sampel layanan

jasa teknik Sampel11.550 Jumlah sertifikat layanan

Sertifikasi

762 Sertifikat Jumlah kegiatan layanan

Inspeksi Teknik

60 Kegiatan Jumlah peserta layanan

Pelatihan Teknis

420 Peserta Jumlah pelanggan yang

dilayani 1.600 Pelanggan Peningkatan pelanggan baru 300 Pelanggan

(25)

LAPORAN KINERJA 2016

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA A. Analisis Capaian Kinerja

Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran. Sasaran Strategis Perjanjian Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik pada tahun 2016, yaitu :

1. Sasaran Strategis I : Meningkatkan kualitas penelitian terapan yang berbasis material maju yang didukung oleh kerjasama industri

2. Sasaran Strategis II : Meningkatnya infrastruktur layanan B4T yang berkelanjutan sesuai kebijakan dan pengembangan pasar

3. Sasaran Strategis III : Meningkatkan hubungan kerjasama dengan organisasi nasional dan internasional melalui pemanfaatan kerangka kerjasama perdagangan bebas

4. Sasaran Strategis IV : Meningkatkan dan mengembangkan SDM yang profesional dan berkualifikasi sesuai dengan standar nasional dan internasional

5. Sasaran Strategis V : Meningkatnya layanan B4T berbasis IT yang didukung penerapan ISO 9001 dan Budaya 5K serta konsistensi penerapan sistem PK BLU B4T

Untuk capaian kinerja Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bahan dan Barang Teknik dengan alur berdasarkan Renstra Kementerian Perindustrian adalah sebagai berikut :

(26)

LAPORAN KINERJA 2016

Tabel 3.1

Matriks Alur IKU BPPI sampai Perjanjian Kinerja Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Dari matriks tersebut, telah disusun Rencana Aksi, sebagai berikut :

Tabel 3.2

Rencana Aksi 2016 Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bahan dan Barang Teknik

(27)

LAPORAN KINERJA 2016

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, pada tahun 2016 Balai Besar Bahan dan Barang Teknik melaksanakan kegiatan yang terdiri dari 9 (sembilan) sasaran strategis dengan 19 (sembilan belas) indikator kinerja. Dalam pelaksanaannya, setiap ttriwulan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian tersebut melalui Laporan Triwulanan, e-monitoring dan ALKI. Adapun realisasi fisik per triwulan dari Rencana Aksi yang dimaksud adalah :

Dari tabel diatas dapat kita lihat pada umumnya, indikator kinerja telah mencapai target yang ditetapkan.

Adapun, hasil capaian kinerja yang telah dilaksanakan dari masing-masig sasaran strategis adalah sebagai berikut :

1. Sasaran Strategis I : Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri.

Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri dimaksud adalah kegiatan hasil litbangyasa yang model atau prototype telah diuji dalam lingkungan revelan, sudah terdapat teknoekonomi, telah diterapkan dan digunakan oleh industri.

(28)

LAPORAN KINERJA 2016

a. Indikator Kinerja I.1 : Hasil litbang prioritas yang dikembangkan

Indikator Kinerja I.1 Target Realisasi % Capaian

Hasil litbang prioritas yang

dikembangkan 1 Penelitian 1 Penelitian 100%

Judul penelitian :Hasil litbang prioritas yang dikembangkan, dengan

kegiatan Penelitian Substitusi Pasir Ottawa dengan Pasir Lokal sebagai Pasir Standar dalam Pengendalian Mutu Semen Nasional.

Pembatasan impor pasir Ottawa telah mendorong untuk dilakukannya penelitian dengan judul “Penelitian Substitusi Pasir Ottawa dengan Pasir Lokal sebagai Pasir Standar dalam Pengendalian Mutu Semen Nasional”. Sebagai tindak lanjut penelitian Tahun Anggaran sebelumnya, penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan kualitas pasir silika lokal asal Sidrap, Sulawesi Selatan.

Rekayasa dan rancang bangun telah dipraktekkan dalam pembuatan ball mill skala laboratorium atas dasar rule of thumb alat industrial. Kinerja ball mill buatan sendiri ini tidak berbeda jauh dengan laboratory ball mill standar di laboratorium lain. Jadi rekayasa dan rancang bangun ini dapat diterapkan pada pengembangan teknologi tepat gunayang pemanfaatannya diarahkan pada IKM.

Roundness sebagai salah satu karakteristik partikel pasir standar telah dapat diukur dengan teknik baru yang memanfaatkan camera digital dan aplikasi yang tersedia di laptop-umum. Dengan teknik ini, roundness pasir Sidrap dapat dibandingkan dengan roundness pasir Ottawa. Pasir silika Sidrap masuk ke dalam kelas angular, sedangkan pasir Ottawa adalah sub-rounded (di antara dua kelas ini adasub-angular). Dengan menggunakan ball mill, roundness pasir Sidrap diharapkan dapat ditingkatkan. Namun hal ini tidak tercapai dengan baik. Kemungkinan, kristalinitas pasir Sidrap tinggi, sehingga mechanical abrassion dengan ball mill justru memecah pinggiran partikel.

(29)

LAPORAN KINERJA 2016

Uji kuat tekan mortar telah dilakukan untuk melengkapi karakteristik pasir Sidrap saat digunakan sebagai pasir standar untuk uji kualitas semen. Tiga macam pasir Sidrap telah diuji: A (pasir asli dengan ukuran -30/+100), B (pasir asli dengan gradasi sesuai ASTM C778), dan D (pasir Sidrap olahan ball mill dan gradasi sesuai ASTM C778). Mortar hasil ketiga jenis pasir menunjukkan kuat tekan yang tidak berbeda nyata dengan mortar pasir Ottawa, jika waktu curing 28 hari. Mortar dengan pasir Sidrap jenis D, dibandingkan terhadap mortar dari pasir A dan pasir B menunjukkan kuat tekan lebih dekat dengan mortar pasir Ottawa. Jadi, walaupun mechanical abrassion dengan ball mill tidak menghasilkan partikel dengan roundness mendekatiroundness pasir Ottawa, mortarnya (pasir jenis D) memberi kuat tekan yang baik.

Apabila dibandingkan, maka Jumlah Hasil Penelitian dan Pengembangan yang Siap Diterapkan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dan hasil litbang prioritas yang dikembangkan TA. 2016 adalah sebagai berikut :

Indikator Kinerja Realisasi TA. 2013 Realisasi TA. 2014 Realisasi TA. 2015 Indikator Kinerja Realisasi TA. 2016 Hasil litbang yang siap diterapkan 1

Penelitian Penelitian1 Penelitian1 prioritas yangHasil litbang dikembangkan

1 Penelitian

Pencapaian target indikator kinerja hasil litbang yang siap diterapkan dari tahun 2013 sampai dengan 2015 selalu tercapai setiap tahun yaitu sebanyak 1 penelitian. Dan pada tahun 2016 indikator kinerja hasil litbang yang siap diterapkan menjadi hasil litbang prioritas yang dikembangkan dengan capaian 1 penelitian. Tidak ada kendala dalam pencapaian indikator kinerja Hasil Litbang Prioritas yang Dikembangkan.

b. Indikator Kinerja I.2 : Hasil litbang yang telah diimplementasikan

Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian

Hasil litbang yang telah

(30)

LAPORAN KINERJA 2016

Uji Lapangan Sambungan Rel Kereta Api Berisolasi (Insulated Rel Joint) dari Bahan Komposit Bertulang Baja.

Selama ini bantalan rel jembatan kereta api dibuat dari kayu besar dan kuat, dimensi bantalan rel jembatan kereta api ada 2 ukuran yaitu 18x24x180 cm dan 22x24x200 cm. Dengan maraknya illegal logging mengakibatkan kayu yang berdimensi besar dan kuat semakin sulit didapat dan kalaupun ada harganya sangat mahal. Dengan alasan tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mencari bahan subsitusi, salah satunya adalah bahan komposit, mengingat bahan komposit mempunyai ketahanan terhadap perubahan cuaca, kekuatan tekan, kekuatan tarik dan kekuatan lentur yang sangat baik dan lebih ringan bila dibandingkan dengan beton sebagai bahan pengganti. Dipilih komposit dengan bahan penguat serat gelas dan matriks resin epoksi dan sandwich pengisi honeycomb dan fiberboard serabut kelapa (limbah serat dari kulit kelapa) yang melimpah, dimana Indonesia adalah penghasil kelapa no 2 dunia yang menghasilkan 15,5 milyar butir kelapa/tahun setara dengan 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air kelapa, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serabut kelapa dan 3,3 ton gabus serabut kelapa , sebagai binder fiberboard digunakan resin fluorocarbon. Kereta api di Indonesia beroperasi di Jawa dan sebagian Sumatera, maka kebutuhan Bantalan rel jembatan kereta api ini cukup besar. Selama ini pengadaan masih mengandalan bantalan rel jembatan kereta api dari kayu yang susah diperoleh dan harganya mahal. Mengingat kebutuhan produk tersebut cukup Besar di daerah Jawa dan Sumatera dan menurut PT KAI hasil survai cukup urgent, sedangkan teknologi pembuatannya cukup sederhana (teknologi tepat guna), perolehan bahan bakunya cukup mudah dan harganya lebih murah. Oleh karena itu dalam upaya untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan industri kecil yang padat karya, dan mendukung berkembangnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil

(31)

LAPORAN KINERJA 2016

Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) perlu melakukan “Penelitian yang dilakukan adalah pembuatan bantalan rel jembatan kereta api dari bahan komposit dari serat gelas sebagai penguat dan resin epoksi sebagai matriks dengan sandwich pengisi honeycomb dan fiberboard serabut kelapa “ Pada tahun 2013 telah dilakukan “Penelitian Pemanfaatan Bagas dan Serabut Kelapa Sebagai Material Sandwich Komposit Untuk bantalan Rel Jembatan Kereta Api dimana hasilnya ternyata masih terlalu berat dan ada satu pengujian yaitu uji dinamik yang belum dapat dilaksanakan sehingga perlu penelitian lanjutan. Dengan alasan tersebut diatas pada DIPA tahun anggaran 2016 akan dilakukan penelitian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bahan sandwich komposit yang paling cocok, serta diperoleh kondisi optimal teknologi proses pada saat pembuatan Bantalan rel jembatan kereta api, sehingga dapat diperoleh produk yang memenuhi spesifikasi teknik PT KAI, dengan kualitas yang baik dari produk tersebut yang terbuat dari kayu. Dengan demikian dapat menciptakan industri kecil baru untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Apa

Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian

Hasil litbang prioritas yang

dikembangkan 1 Penelitian 1 Penelitian 100% Hasil litbang yang telah

diimplementasikan 1 Penelitian 1 Penelitian 100% Hasil teknologi yang dapat

menyelesaikan permasalahan industri (problem solving)

1 Paket

Teknologi Teknologi1 Paket 90%

1. Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving), dengan kegiatan Analisa Kerusakan Rotor Turbin Uap PT. Nagamas Palmoil Lestari (Permata Hijau Group).

(32)

LAPORAN KINERJA 2016

Tabel 3.2

Realisasi Sasaran Strategis I Tahun 2011-2015

Indikator Kinerja 2011 2012 2013 2014 2015 Satuan

Hasil litbang yang siap diterapkan/ Hasil litbang prioritas yang dikembangkan (2016) - - 1 1 1 Penelitian

Hasil litbang yang telah diimplementasikan - 1 1 1 1 Penelitian Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) - - - - 1 Paket teknologi Tabel 3.2

Hasil litbang yang siap diterapkan/prioritas yang dikembangkan tahun 2013-2015

Tahun Judul Penelitian

2013 Pembuatan Prototip Lampu LSD-smd 6 Watt dengan Lapisan Penghambur Nano-BCNO dalam Resin Polimer Termoset

2014 Peningkatan Efisiensi Lampu LVD Outdoor berbasis Elektronika skala Pilot Plan

2015 Hasil litbang yang siap diterapkan, dengan kegiatan Peningkatan Unjuk Kerja Batere Mobil Listrik LCGC pada skala Laboratorium (Pilot Plan)

Pencapaian target indikator kinerja hasil litbang yang telah diimplementasikan dari tahun 2011 sampai dengan 2015 selalu tercapai setiap tahun yaitu sebanyak 1 penelitian. Untuk indikator kinerja hasil litbang yang telah diimplementasikan, B4T mulai dilaksanakan indikator tersebut pada tahun 2012.

(33)

LAPORAN KINERJA 2016

Tahun Judul Penelitian

2012 Pengembangan Pembangkit Listrik berbasis Polymer Electrolyte Membrane Fuel Cell (PEMFC) untuk Skala Rumah Tangga

2013 Penelitian Material Komposit sebagai Subtitusi Logam untuk Box Panel Elektrik Kontrol Kereta Api

2014 Desain Peralatan Pemurnian Biogas dari Kandungan CO2 (Karbondioksida) skala Pilot Plan

2015 Uji Lapangan Sambungan Rel Kereta Api Berisolasi (Insulated Rel Joint) dari Bahan Komposit Bertulang Baja Sedangkan indikator kinerja hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving), dari tahun 2010 sampai dengan 2014 B4T belum dilaksanakan indikator tersebut. Pada tahun 2015, pencapaian indikator kinerja Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) yaitu 1 Paket Teknologi.

Tabel 3.4

Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) tahun 2015

Tahun Judul Penelitian

2015 Pengembangan Perangkat Hybrid dan Syncronizer Power Supply untuk Pembangkit Baru dan Terbarukan

2. Sasaran Strategis II : Meningkatnya kerjasama litbang

Meningkatnya kerjasama litbang dimaksud adalah kerjasama litbang atau perekayasaan dengan instansi/lembaga/dunia usaha. Sasaran kinerja ini diukur melalui indikator kinerja :

a. Kerjasama litbang instansi dengan industri dengan target 1 kerjasama

Tabel 3.5

Target dan Realisasi Tahun 2016 Sasaran Strategis dari Meningkatnya Kerjasama Litbang

(34)

LAPORAN KINERJA 2016

Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian

Kerjasama litbang instansi dengan industri

2 Kerjasama 2 Kerjasama 100%

Realisasi indikator kinerja Kerjasama litbang instansi tahun 2016, yaitu :

1. Kerjasama dengan PT. Barata Indonesia dengan judul litbang Peningkatan Mutu Sambungan Las pada Pipa Baja Tahan Karat dan Baja Karbon dilingkungan Korosi.

Tabel 3.6

Realisasi Sasaran Strategis dari Meningkatnya Kerjasama Litbang

Indikator Kinerja 2011 2012 2013 2014 2015 Satuan

Kerjasama litbang instansi dengan industri

- - 1 1 2 Kerjasama

Pencapaian target indikator kinerja kerjasama litbang instansi dengan industri dari tahun 2013 sampai dengan 2014 selalu tercapai setiap tahun yaitu sebanyak 1 kerjasama. Pada tahun 2015, B4T menambah target untuk kerjasama litbang sebanyak 2 kerjasama dan realisasi sebanyak 2 kerjasama.

Tabel 3.7

Kerjasama litbang instansi dengan industri tahun 2013-2015 Tahun Kegiatan Kerjasama

2013 Kerjasama dengan KITECH, dengan kegiatan Pengembangan CNG Konventer Kit.

2014 Kerjasama dengan PT. KAI, dengan kegiatan Block Rem Kereta Api dari Komposit Polimer non Asbestos.

2015 1. Kerjasama dengan KITECH dengan judul litbang Pembuatan Prototype Mixer pada CNG Konventer Kit sebagai Komponen Subtitusi Impor

(35)

LAPORAN KINERJA 2016

litbang Pemanfaatan Pasir Silika sebagai Bahan Pengganti Standar Ottawa untuk Pengujian Mutu Semen Nasional

3. Sasaran Strategis III : Meningkatnya kualitas pelayanan publik

Meningkatnya kualitas pelayanan publik dimaksud adalah riset Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) kepada konsumen/pelanggan sebagai responden untuk memperoleh informasi tingkat kepuasan yang diperoleh pelanggan atas pelayanan yang diterima. Jumlah responden dipilih secara acak. Sasaran kinerja ini diukur melalui indikator kinerja :

a. Tingkat kepuasan pelanggan dengan target Indeks 3,5.

Tabel 3.8

Target dan Realisasi Tahun 2016 Sasaran Strategis dari Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik

Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian

Tingkat kepuasan

pelanggan Indeks 3,5 Indeks 3,5 100%

Adapun, hasil dari tingkat kepuasan pelanggan adalah :

a) Target Responden = 150 Responden; Realisasi = 150 Responden atau 100 %.

b) Target Nilai indeks IKM = 3,5; Realisasi = 3,51 atau 100 %. Perolehan nilai IKM Triwulan I s/d IV = 87,63 (indeks 3,5).

c) Target Nilai Mutu = A (Sangat Puas) ; Realisasi = A (Sangat Puas).

Tabel 3.9

Realisasi Sasaran Strategis dari Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik

Indikator Kinerja 2011 2012 2013 2014 2015 Satuan

Tingkat kepuasan

pelanggan - 5 4 3 3,5 Indeks

Pencapaian target indikator kinerja meningkatnya kualitas pelayanan publik dari tahun 2012 sampai dengan 2014 terus menurun

(36)

LAPORAN KINERJA 2016

disebabkan karena menurunnya kecepatan pelayanan dan jadwal pelayanan. Tahun 2015 indikator kinrja meningkatnya kualitas pelayanan publik menargetkan indeks 3,5 dengan realisasi indeks 3,5.

4. Sasaran Strategis IV : Meningkatnya Kemampuan Balai dan Hasil Litbang dalam rangka Meningkatkan Daya Saing Industri

Penambahan infrastruktur sarana dan prasarana untuk meningkatkan pelayanan kepada industri. Sasaran kinerja ini diukur melalui indikator kinerja :

Tabel 3.10

Target dan Realisasi Tahun 2016 Sasaran Strategis dari Meningkatnya Kemampuan Balai dan Hasil Litbang dalam rangka

Meningkatkan Daya Saing Industri

Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian

Paket Peralatan Laboratorium dan Sarana Pendukung Balai

2 Paket 3 Paket 150%

Adapun hasil dari indikator kinerja Paket peralatan laboratorium dan sarana pendukung Balai adalah :

(37)

LAPORAN KINERJA 2016

Meningkatnya infrastruktur layanan B4T yang berkelanjutan sesuai kebijakan & pengembangan pasar dimaksud adalah penambahan infrastruktur baik akreditasi lembaga/laboratorium, ruang lingkup, sarana dan prasarana untuk meningkatkan pelayanan kepada industri. Sasaran kinerja ini diukur melalui indikator kinerja :

a. Bertambahnya lembaga/laboratorium yang terakreditasi dengan target 1 sertifikat

b. Bertambahnya ruang lingkup akreditasi dengan target 10 ruang lingkup/akreditasi

c. Peningkatan sarana dan prasarana dengan target 4 peralatan uji d. Pengembangan standar dengan target 1 standar

Tabel 3.10

Target dan Realisasi Tahun 2015 Sasaran Strategis dari Meningkatnya infrastruktur layanan B4T yang berkelanjutan

sesuai kebijakan & pengembangan pasar

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja

2015 Satuan

Target Realisasi Capaian

Meningkatnya infrastruktur layanan B4T yang berkelanjutan sesuai kebijakan & pengembangan pasar Bertambahnya lembaga/laboratorium yang terakreditasi 1 81% Sertifikat Bertambahnya ruang

lingkup akreditasi 10 10 100% lingkup/Ruang Akreditasi Peningkatan sarana

dan prasarana 4 4 100% Peralatanuji Pengembangan

standar 1 1 100% Standar

Realisasi dari sasaran strategis diatas tahun 2015, yaitu :

a. Bertambahnya lembaga/laboratorium yang terakreditasi, yaitu lembaga Inspeksi Teknik Logam untuk mendapatkan ISO 17020, namun pada tahun 2015 target tidak tercapai disebabkan karena B4T menunggu jadwal survailen dari KAN.

b. Bertambahnya ruang lingkup akreditasi. Ruang lingkup yang terakreditasi, yaitu :

(1) Bidang Standardisasi : a. Stainless Steel

(38)

LAPORAN KINERJA 2016

b. Selang Karet untuk Kompor Gas

c. Peralatan Pemanas Cairan d. Lampu LED (performance) e. Lead Acid Battery

(2) Bidang Sertifikasi : a. Pemanas Cairan

b. Lampu LED-Performance c. Karet Perapat Katup Baja LPG d. Cat Tembok Emulsi

e. Helm Industri

c. Peningkatan sarana dan prasarana. Penambahan peralatan laboratorium pada tahun 2015, yaitu :

1) EMC Software untuk di laboratorium Elektronika. 2) Laboratory Fume Hood untuk di laboratorium Kimia. 3) Long Jawa Vernier Caliver untuk di laboratorium Otomotif. 4) Depth Gauge untuk di laboratorium Otomotif.

d. Pengembangan standar yang dikembangkan oleh B4T tahun 2015 yaitu Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Teknisi Penguji Semen.

Tabel 3.11

Realisasi Sasaran Strategis dari Meningkatnya infrastruktur layanan B4T yang berkelanjutan sesuai kebijakan &

pengembangan pasar

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja 2010 2011 2012 2013 2014 Satuan

Meningkatnya infrastruktur layanan B4T yang berkelanjutan sesuai kebijakan & pengembangan pasar Bertambahnya lembaga/laboratorium yang terakreditasi - - - Sertifikat Bertambahnya ruang

lingkup akreditasi - - - 22 8 lingkup/Ruang akreditasi Peningkatan sarana

dan prasarana - - 10 22 5 Unit

Pengembangan

(39)

LAPORAN KINERJA 2016

Tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 B4T tidak menggunakan indicator penambahan lembaga/laboratorium yang terakreditasi. Pencapaian target indikator kinerja bertambahnya ruang lingkup akreditasi digunakan pada tahun 2013, yaitu :

Tabel 3.12

Realisasi dari Indikator Kinerja Bertambahnya Ruang Lingkup Akreditasi Tahun 2013-2014

Tahun Target Realisasi %

2013 20 ruang lingkup/

akreditasi 22 ruang lingkup/akreditasi 110 2014 5 ruang lingkup/

akreditasi 10 ruang lingkup/akreditasi 200 Ruang lingkup akreditasi tahun 2013, yaitu :

1) cat tembok emulsi;

2) cat anti fouling u/ lambung bawah kapal baja; 3) tali kawat baja;

4) tali kawat baja u/ industri minyak dan gas bumi;

5) penyambung pipa berulir dari besi cor maleable hitam; 6) baja profil H pengelasan dengan filler u/ konstruksi umum; 7) CNG Cylinder;

8) kaca spion kendaraan bermotor kategori L, M & N, 9) Aki kendaraan bermotor;

10) AC performance,

11) kaca spion kendaraan bermotor roda 4 (kat. M dan N), 12) Aki kendaraan bermotor (stand. Srilanka),

13) aki kendaraan bermotor (stand. Philipina), 14) Aki kendaraan bermotor (stand. EN), 15) houseold appliance (EMC immunity),

16) IT equipment/ITE (EMC emission&Immunity) 17) Kalibrasi Termometer Wire

18) Durometer Tipe A 19) Radius

(40)

LAPORAN KINERJA 2016

Ruang lingkup akreditasi tahun 2014, yaitu :

1) Mainan anak 2) Cat tembok emulsi

3) Cat anti fouling untuk lambung kapal baja

4) Kawat baja tanpa lapisan dipilin untuk konstruksi beton pratekan (PC Strand/KBjP-P7)

5) Kawat baja tanpa lapisan untuk konstruksi beton pratekan (PC wire/KBjP)

6) Kawat baja tanpa lapisan untuk konstruksi beton pratekan (PC bar/KBjP-Q)

7) Baja tahan karat (Stainless Steel) canai dingin bentuk lembaran dan gulungan

8) Peralatan dapur 9) Termokopel 10)Durometer

Pencapaian target indikator kinerja peningkatan sarana dan prasarana digunakan pada tahun 2012, yaitu :

Tabel 3.13

Realisasi dari Indikator Kinerja Peningkatan Sarana dan Prasarana Tahun 2012-2014

Tahun Target Realisasi %

2012 10 Unit 10 Unit 100

2013 13 Unit 22 Unit 169

2014 5 Unit 5 Unit 100

Penambahan sarana dan prasarana laboratorium tahun 2012, yaitu : 1) Dynamic Radial Fatique Test Equipment untuk Truk dan Bus

(kategori M dan N), 1 unit

2) Battery Life Cycle Tester for Motor Bike's, 1 unit 3) Industri Refigerant Leak Detector, 1 unit

4) Block Standar Kekerasan Rockwell Skala B dan C, 1 unit 5) Impulse Generator 1,2/50 µs, 12 kV, 1 unit

(41)

LAPORAN KINERJA 2016

7) Shore Durometer Type M, 1 unit

8) Digital Ultraspnic Flaw Detector, 1 unit 9) Survey Count Rate Meter, 1 unit 10) Static Unbalance, 1 unit

Penambahan sarana dan prasarana laboratorium tahun 2013, yaitu : 1) Ultrasonic Pulse Velocity, 1 unit

2) Profometer 5+ Rebar Locator, 1 unit 3) Concrete Test Hammer Type N, 1 unit 4) Mortar Mixer, 1 unit

5) Cube Mould, 15 unit

6) Pallet Truck Jack Forklift, 1 unit 7) Analitic Balances 5 kg, 1 unit

8) Analitic Balances Maks 10 kg, e=1 g, d=0,1 g, 1 unit 9) Timbangan kapasitas 60-150 kg, 1 unit

10) Neraca : 4 desimal, 210g, 1 unit 11) Blower, 1 unit

12) CRM Impurities of Aluminium Base 59x G77 J3F disc 50 mm dia. X 20mm, 1 pcs

13) CRM Impurities of Zinc 41X z4, Disc 50 mm dia. X 20 mm thickness, 1 pcs

14) CRM semen no 1884b, 2 set 15) TAN 0.5 mg KOH/gr, 1 pcs

16) TBN 10 mg KOH/gr value approx-29, 2C 250 ml, 1 pcs 17) R410A Air Conditioner Tool Kit, 1 set

18) Flare Pipe Working Tool Set, 1 set 19) Digital Vacuum Gauge Kit, 1 set

20) Quick Coupler Ball Valve Quarter Flare Famale (insect imposition) x ¼ flare male, 1 unit

21) Quick Coupler Ball Valve 5/16 Quarter Flare Famale (insect imposition) x 3/8 flare male, 1 unit

(42)

LAPORAN KINERJA 2016

2) Hydraulic Specimen Blanking Machine, 1 unit

3) Universal Testing Machine, 1 unit 4) Pendulum Impact Tester, 1 unit 5) CNC Wire Cut, 1 unit

6. Meningkatnya layanan B4T berbasis informasi teknologi yang didukung oleh penerapan ISO 9001 & budaya kerja 5K serta konsistensi penerapan sistem PK BLU

Meningkatnya layanan B4T berbasis informasi teknologi yang didukung oleh penerapan ISO 9001 & budaya kerja 5K serta konsistensi penerapan sistem PK BLU dimaksud meningkatkan pelayanan jasa teknik B4T yaitu layanan pengujian, kalibrasi, sertifikasi, inspeksi teknik dan layanan pelatihan teknis untuk industri yang didukung oleh penerapan ISO 9001 dan budaya 5K serta konsistensi penerapan sistem PK BLU. Sasaran kinerja ini diukur melalui indikator kinerja :

a. Jumlah sampel layanan pengujian dan kalibrasi dengan target 10.500 sampel

b. Jumlah sertifikat layanan Sertifikasi dengan target 733 sertifikat c. Jumlah kegiatan layanan Inspeksi Teknik dengan target 44 kegiatan d. Jumlah sampel layanan Inspeksi Teknik dengan target 2.318 sampel e. Jumlah peserta layanan Pelatihan Teknis dengan target 400 peserta

Tabel 3.14

Target dan Realisasi Tahun 2015 Sasaran Strategis dari Meningkatnya Layanan B4T berbasis Informasi Teknologi yang

didukung oleh Penerapan ISO 9001 & Budaya 5K serta Konsistensi Penerapan Sistem PK BLU

(43)

LAPORAN KINERJA 2016

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja

2015 Satuan

Target Realisasi Capaian

layanan B4T berbasis informasi teknologi yang didukung oleh penerapan ISO 9001 & budaya 5K serta konsistensi penerapan sistem PK BLU

layanan pengujian & kalibrasi

Jumlah sertifikat

layanan Sertifikasi 733 852 116% Sertifikat Jumlah kegiatan layanan Inspeksi Teknik 44 72 164% Kegiatan Jumlah sampel layanan Inspeksi Teknik 2.318 2.342 101% Sampel Jumlah peserta layanan Pelatihan Teknis 400 601 150% Peserta

Realisasi dari sasaran strategis diatas tahun 2015, yaitu : a. Jumlah sampel layanan Pengujian dan Kalibrasi

Realisasi indikator kinerja jumlah sampel layanan Pengujian dan Kalibrasi adalah 10.174 sampel dari target yang direncanakan sebanyak 10.500 sampel atau capaian sebesar 97%. Realisasi tidak mencapai sasaran dikarenakan adanya penurunan permintaan pengujian dari LSPro baik B4T, BSI dan Baristand Surabaya karena pada tahun 2015 banyak melaksanakan kegiatan survailen. Adapun, jumlah sampel pengujian dan kalibrasi adalah :

- Jasa Kalibrasi sebanyak 2.682 sampel - Jasa Pengujian sebanyak 7.492 sampel Dengan rincian sampel sebagai berikut :

Tabel 3.15

Rincian Sampel Pengujian dan Kalibrasi Tahun 2015

Bulan Kimia Listrik Elektronika Semen Bartek Logam Otomotif Beton Kalibrasi JUMLAH

Januari 182 25 33 19 71 75 14 30 172 621 Pebruari 140 58 42 34 120 433 32 35 227 1121 Maret 121 31 57 42 85 353 75 45 190 999 April 129 15 14 52 69 229 25 35 211 779 Mei 111 42 58 41 47 150 40 50 221 760 Juni 124 19 62 47 75 200 31 25 261 844 Juli 87 28 4 23 53 152 26 30 208 611 Agustus 132 58 19 37 99 242 52 45 244 928 September 113 38 31 56 48 282 17 35 357 977 Oktober 106 43 41 38 59 275 82 50 226 920 Nopember 160 10 22 44 55 228 44 30 233 826 Desember 141 66 15 69 78 217 25 45 132 788 TOTAL 1.546 433 398 502 859 2.836 463 455 2.682 10174

(44)

LAPORAN KINERJA 2016

b. Jumlah sertifikat layanan Sertifikasi

Realisasi indikator kinerja jumlah sertifikat layanan Sertifikasi adalah 852 sertifikat dari target yang direncanakan sebanyak 733 sertifikat atau capaian sebesar 116%.

Tabel 3.16

Rincian Jumlah Sertifkat per Jenis Layanan Sertifikasi Tahun 2015

No. Jenis Layanan Perusahaan Sertifikat

1 Keselamatan dan Kualifikasi

Personil 79 79

2 Mutu Bahan dan Barang

Teknik 246 696

3 Sistem Mutu dan Lingkungan 77 77

JUMLAH 402 852

c. Jumlah kegiatan layanan Inspeksi Teknik

Realisasi indikator kinerja jumlah kegiatan layanan Inspeksi Teknik adalah 72 kegiatan dari target yang direncanakan sebanyak 44 kegiatan atau capaian 164%.

Tabel 3.17

Rincian Kegiatan Layanan Inspeksi Teknik Tahun 2015

No. Nama Kegiatan Perusahaan Waktu

1 Negosiasi Inspeksi Crane PT. KBS Januari

2 Inspeksi Crane PT. NKE Januari

3 Negosiasi Inspeksi Tangki

Ammonia PT. Sucofindo Februari

4 Negosiasi Inspeksi MP PT. Webforge Februari 5 Inspeksi Beton Water

Treatment Plant PT. Petrokimia Gresik Februari 6 Inspeksi In Situ PT. Adhi Karya, Cilacap Februari

(45)

LAPORAN KINERJA 2016

No. Nama Kegiatan Perusahaan Waktu

9 Analisa Kerusakan Trunkline

6 inch PT. PHE Maret

10 Inspeksi Beton Degister PT. Petrokimia Gresik Maret 11 Presentasi Akhir Hasil

Inspeksi Beton Proyek Revamping Pabrik Asam Phosfat

PT. Petrokimia Gresik Maret

12 Inspeksi Peralatan NDT PT Andritz Hydro, Jakarta April 13 Inspeksi Radiography WPS PT Bukaka Kujang Prima April 14 Inspeksi Peralatan NDT PT Surveyor Indonesia,

Balikpapan

April 15 Inspeksi Radiography Plat

Aluminium

PT Pindad April

16 Inspeksi Radiography WPS PT Mitrindo April 17 Inspeksi Radiography WPS PT Citra Protecta April 18 Inspeksi Radiography WPS PT Bukaka Kujang Prima April 19 Inspeksi Peralatan NDT PT KHI, Cilegon April 20 Penawaran Harga Inspeksi Pipa

dan Vessel

PT Pupuk Kujang April

21 Penawaran Harga Inspeksi Tangki 750 MT

PT Tracon Industri, Jakarta April

22 Inspeksi Tangki Digester R2302 PT Petrokimia, Gresik April 23 Inspeksi WTP PT Petrokimia, Gresik April 24 Penyelesaian Laporan Inspeksi

Dermaga KEBB

PT Petrokimia, Gresik April

25 Analisa Kerusakan Pipa Injeksi 10 inch

PT Pertamina, Tanjung Field

April 26 Penawaran Harga Analisa

Kerusakan Pipa

PT Mitra Energi Buana, Jakarta

April

27 Penawaran Harga Analisa Kerusakan Pipa

PT Steel Pipe Industry, Surabaya

April

28 Inspeksi Radiography Plat Baja PT ArcMat Mei 29 Inspeksi Radiography Tabung

LPG 3 kg

PT Elite Permai Metal Work

Mei 30 Inspeksi NDT untuk Scrubber

dan Filter

PT Nasa Teknik Mei

31 Inspeksi Peralatan NDT PT Jatim Taman Steel Mei 32 Inspeksi Peralatan NDT PT Mitraartha Gema

Pertiwi, Surabaya

Mei 33 Inspeksi Peralatan NDT PT Krakatau Steel, Cilegon Mei 34 Inspeksi Tangki Digester R2302 PT Petrokimia, Gresik Mei 35 Inspeksi Radiography Plat Baja PT Mitrindo Duta Perkasa Juni 36 Inspeksi Peralatan NDT PT Honda Prospect Motor,

Karawang

Juni 37 Inspeksi Radiography PT Bukaka Teknik Utama Juni

Gambar

Tabel 3.22 MoU tahun 2015

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan komposisi ikan karang dengan kemelimpahan plankton di perairan pulau kelagian.....

Sesuai dengan hasil dari analisa indeks skor dari setiap variabel dan setiap butir pertanyaan menghasilkan suatu persepsi atau pandangan yang positif, yaitu dari

Sekret ariat Bagian Pelayanan Pengadaan Kabupat en Gunung M as Kelompok Kerja 02 – KUALA KURUN. aikan, unt uk dapat diket ahui dan at

Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah pertama, kedudukan hak mendahulu Direktorat Jenderal Pajak yang terlambat mengajukan utang pajak

Salah satu ganguan yang sering terjadi ialah gangguan hubung singkat, untuk mengisolir gangguan tersebut dibutuhkan peralatan proteksi, yaitu rele arus lebih (

4.5 Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara

Nama: Sely diah indriyani Kelas: XF.

Second, the readers reviews towards lung cancer issue in the novel can be. seen from their positive and negative