• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akuntabilitas adalah perwujudan kewajiban untuk mempertanggung jawabkan pengelolaan/pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang telah diterapkan. Sedangkan Akuntabilitas kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik.

14 Mustika Sari, Skripsi, perlakuan akuntansi pendapatan –Lo dan beban pada pemerintah kabupaten kediri berdasarkan standar akuntansi pemerintah (SAP) peraturan pemerintah .2018. hlm 31

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah diatur berdasarkan PP nomor 7 tahun 1999. Akuntabilitas kinerja juga dapat diartikan sebagai Perwujudan suatu Instansi Pemerintah untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan atau kegagalan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggung jawaban secara periodik. Tujuan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu syarat terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Sasaran akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah menjadikan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat di lingkungannya.

Terwujudnya transparansi instansi pemerintah, terwujudnya transparansi instansi pemerintah, terwujudnya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan nasional, terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.15

Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dilaksanakan atas semua kegiatan utama instansi pemerintah yang memberikan kontribusi bagi pencapaian visi dan misi instansi pemerintah. Kegiatan yang menjadi perhatian utama yang mencakup tugas pokok dan instansi pemerintah, program kerja yang menjadi isu nasional, aktivitas yang dominan dan vital bagi pencapaian visi dan misi instansi

15 Toman Sony Tambunan, Glosarium Istilah Pemerintahan (Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri, 2016) hlm 10.

pemerintah. Sumber daya dalam hal ini merupakan sarana pendukung yang diberikan kepada seseorang atau unit organisasi dalam memperlancar pelaksanaan tugas yang telah dibebankan kepadanya.

Wujud dari sumber daya tersebut pada umumnya berupa sumber daya manusia, dana, sarana prasarana, dan metode kerja. Sedangkan pengertian sumber daya dalam konteks negara berupa aparatur pemerintah, sumber daya alam, peralatan, uang dan kekuasaan hukum politik keputusan LAN No. 239/IX/6/8/ 2003 tentang Pedoman Penyusutan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, menjelaskan bahwa Akuntabilitas instansi pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksana misi organisasi akan mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui melalui sistem pertanggung jawaban secara periodik.16

Uraian di atas, dapat dikatakan bahwa akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan perwujudan kewajiban seseorang atau unit organisasi untuk mempertanggung jawabkan pengelola dan pengendalian sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercaya kepadanya dalam rangka mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dalam dokumentasi perencanaan melalui media pertanggungjawaban secara periodik.

16Reyhan Hady Fauzan, pengaruh kejelasan sasaran anggaran, pengendalian akuntansi, sistem pelaporan dan penerapan akuntabilitas keuangan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP), Jom Fekom. Vol 4 No. 1 (Februari) 2017.

Berdasarkan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemrintah yang diterapakan oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara, dalam modul Akuntabilitas Instansi Pemerintah, BPKP, 2007 menyatakan bahwa pelaksanaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah harus berdasarkan prinsip tersebut :

a) Adanya komitmen dari pimpinan dan seluruh staf instansi yang bersangkutan

b) Berdasarkan suatu sitem yang dapat menjamin penggunaan dan sumber-sumber daya secara konsisten dengan peraturan perundangan yang berlaku

c) Menunjukkan tingkat pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan

d) Berorientasi pada pencapaian visi dan misi serta hasil dan manfaat yang diperoleh

e) Jujur, objektif, transparan dan akurat

f) Menyajikan keberhasilan/kegagalan dalam mencapaia sasaran dan tujuan yang telah diterapkan

g) Adanya pengawasan penilaian terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Dengan demikian governance identik dengan pengelolaan dan pengurusan dengan makna spesifik atau pengurusan negara.17 Rencana kinerja ini mengungkapkan seluruh target kinerja yang ingin dicapai

17Elvia Puspa Dewi, Good Governance dan Transparansi Rencana Strategik Terwujudnya Akuntabilitas Kinerja Pemerinta, jurnal lentera bisnis Vol.7 No. 2, November 2018

(output atau outcome) dari seluruh sasaran strategik dalam tahun yang bersangkutan serta strategik untuk mencapainya.

Rencana kinerja ini merupakan tolak ukur yang akan digunakan dalam penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintah untuk suatu periode tertentu. Setelah rencana kinerja ditetapkan, tahapan sealnjutnya adalah pengukuran kinerja. Dalam melaksanakan kegiatan, dilakukan pengumpulan dan pencatatan data kinerja. Data kinerja tersebut merupakan pencapaian kinerja yang dinyatakan dalam satuan indikator kinerja. Dengan diperlukannya data kinerja yang digunakan untuk pengukuran kinerja, maka instansi pemerintah perlu mengembangkan sistem pengumpulan data kinerja, yaitu tatanan, instrumen, dan metode pengumpulan data kinerja.

Pada akhir suatu periode, capaian kinerja tersebut dilaporkan kepada pihak yang berkepentingan atau yang meminta dalam bentuk Lapotran Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Tahap terakhir, informasi yang termuat dalam LAKIP tersebut dimanfaatkan bagi perbaikan kinerja instansi secara berkesinambungan. Dalam konteks organisasi pemerintahan, akuntabilitas publik dapat dikatakan sebagai suatu bentuk pemberian informasi dan disclosure atas aktivitas dan kinerja finensial pemerintah kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi tersebut. Menjelaskan akuntabilitas publik adalah sebagai kewajiban pemegang pihak amanah (agent) untuk memberikan pertanggung jawaban, menyajikan, melaporkan,

dan mengungkakan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya kepada pihak pemberi amanah yang memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban tersebut.

Dalam pengertian yang sempit, akuntabilitas dapat dipahami sebagai bentuk pertanggungjawaban. Dalam pengertian luas, menjelaskan bahwa akuntabilitas dapat dipahami sebagai pihak kewajiban pengang amanah (agent) untuk memberi pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan, dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan menjadi tanggungjawab kepada pihak pemeberi amanah (principal) yang memiliki hak dan wewenang untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Makna akuntabilitas ini merupakan konsep filosofi inti dalam manajemen sektor publik.

Amanah pada kenyataannya tidak semudah yang dipikirkan karena merupakan aspek muamalah yang sangat penting yang terkait dengan kewajiban. Dalam alqur’an dijelaskan betapa beratnya sebuah amanah, Allah berfirman dalam surah al-Ahzab ayat 72 :

اَهْىِم َهْقَفْشَا َو اَهَىْلِمْحَّي ْنَا َهْيَبَاَف ِلاَب ِجْلا َو ِض ْرَ ْلْا َو ِت ٰى ٰمَّسلا ىَلَع َةَواَمَ ْلْا اَىْض َرَع اَّو ِِا اًم ْىُلَظ َناَك ٗهَّوِا ۗ ُناَسْوِ ْلْا اَهَلَمَح َو

: بازحلْا﴿ ۙ ًلْ ْىُهَج ۲۷

“Sesungguhnya kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakan (berat), lalu

dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguh manusia itu sangat zhalim dan sangat bodoh”. (QS. Al-Ahzab:72).

Allah memberikan amanah kepada langit tapi langit tidak mampu mengembannya kemudian diberikan kepada bumi dan gunung ternyata semuanya tidak mampu memikul amanah tersebu. Namun, hanya manusia yang berani menerima amanat itu “Amanah” adalah sesuatu yang dipercayakan kepada orang lain untuk digunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan keinginan pengusaha (pemilikan) mutlak atas apa yang diamanahkan. Ia memiliki kewajiban untuk memelihara amanah tersebut dengan baik dan memanfaatkannya sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberi amanah.

Tiga dimensi penting dalam akuntabilitas adalah Allah SWT sebagai pemberi amanah dan amanah itu sendiri. Hal ini dapat diartikan sebagai hubungan antara manusia dengan Allah SWT, manusia dengan manusia serta manusia dengan alam dimana akuntansi itu dipraktekkan.

Gambar. 2.1 tiga dimensi konsep amanah

Gambar 2.1 dipahami bahwa konsep akuntabilitas yang hakiki tidak pernah lepas dari realitas antara dunia dan akhirat. Dan konsep akuntabilitas ini harus didasarnya pada agama. Permasalah yang terkait dengan kualitas laporan keuangan dan laporan kinerja biasanya disebabkan oleh kurangnya pemahaman dari pelaku peruhahaan itu sendiri. Fakta yang terjadi saat ini adalah kurangnya pemahan dari perusahaan terkait dengan pertanggungjawaban yang hakiki. Hal inilah yang harus digali dan diperbaiki, kesalahan yang menganggap bahwa pertanggungjawaban laporan keuangan dan laporan kinerja hanya semata-mata ditujukan kepada atasan dan bukan kepada Allah SWT. sehingga nilai-nilai kejujuran dalam penyajian laporan keuangan dan laporan kinerjapun diragukan kebenarannya. Oleh karena itu bagi kita yang memounyai agama dan percaya tentang adanya tuhan diharapkan dapat membangun nilai-nilai etika yang didasarkan pada ajaran agama masing-masing sehingga dalam

Allah

Manusia Alam

menjalankan tugas perusahaan akan selalu diselimuti oleh nilai etika yang kuat.18

Dokumen terkait