• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA

Dalam dokumen LAKIP Dinas Pasar Tahun 2016 (Halaman 32-51)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

1. Penetapan cara pengukuran kinerja:

apaian kinerja diperoleh berdasarkan atas pengukuran indikator kinerja sasaran. Pada beberapa indikator kinerja semakin tinggi realisasi menggambarkan tingkat pencapaian rencana yang semakin baik. Adapun cara pengukurannya adalah:

%Capaian kinerja =

Semua indikator kinerja yang digunakan Dinas Pasar menggunakan pengukuran ini

2. Skala Pengukuran dan predikat:

Predikat penilaian kinerja dikelompokkan dalam pengukuran ordinal sebagai berikut:

- Capaian kinerja > 95% s.d. 100% : sangat berhasil - Capaian kinerja > 80% s.d. 95 % : berhasil

- Capaian kinerja > 50% s.d. 80 % : cukup berhasil - Capaian kinerja < 50% : tidak berhasil Capaian di atas 100% masuk pada angka 100% Capaian dibawah 0% masuk pada angka 0%

C

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 24 Capaian indikator Kinerja Utama (IKU) diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama Dinas Pasar.

Hasil perhitungan capaian indikator kinerja utama Dinas Pasar pada tahun 2016, dapat dilihat pada Tabel III.1.

Tabel III.1. Capaian Indikator Kinerja Utama Dinas Pasar Tahun 2016

Indikator Kinerja Utama Target Realisasi Capaian

Predikat LAKIP Dinas Pasar A Belum ada

hasil penilaian

Belum bisa dihitung Persentase temuan hasil

pemeriksaan yang ditindaklanjuti

100 % 100% 100%

Indeks Kepuasan Masyarakat 78,67 76,12 96,75%

Peningkatan Retribusi yang bisa dipungut

3,15% 5,85% 185,62%

Persentase pasar dalam kondisi baik

42% 47,62% 113,38%

Jumlah pedagang kaki lima yang menempati lokasi yang ditentukan

962 PKL 1.050 PKL 109,15%

Cakupan pembinaan pedagang

3,82% 3,84% 100,52%

Berikut ini adalah data perbandingan capaian Indikator Kinerja Utama tahun 2015 dengan tahun 2016. Dengan telah disusunnya Renstra Dinas Pasar Tahun 2016-2021 yang mengalami beberapa perubahan indikator kinerja strategis, maka tidak semua indikator tahun 2015 dapat diperbandingkan dengan tahun 2016.

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 25 Tabel III.2. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama Dinas Pasar

Tahun 2015 dan 2016

Indikator Kinerja Utama Capaian 2015 Capaian 2016

Kondisi Pasar Tradisional Baik*)

Persentase pasar dalam kondisi baik **)

122,06% 113,38%

Peningkatan retribusi yang bisa dipungut 332,04% 185,62% Pedagang yang berijin dibandingkan dengan

total tempat dasaran

149,34% Tidak menjadi indikator

Predikat LAKIP Dinas Pasar Tidak menjadi

indikator

Belum ada penilaian Persentase temuan hasil pemeriksaan yang

ditindaklanjuti

Tidak menjadi indikator

100%

Indeks Kepuasan Masyarakat Tidak menjadi

indikator

96,75% Jumlah pedagang kaki lima yang menempati

lokasi yang ditentukan

Tidak menjadi indikator

109,15%

Cakupan pembinaan pedagang 201,42% 100,52%

*) penyebutan indikator untuk tahun 2015 **) penyebutan indikator untuk tahun 2016

Rumus perhitungan kedua penyebutan indikator tersebut sama, sehingga dapat diperbandingkan

Bila dilihat hasil perbandingan capaian tahun 2015 dan 2016 untuk indikator persentase pasar dalam kondisi baik sepertinya mengalami penurunan yang disebabkan peningkatan target yang cukup signifikan dari 29,26% menjadi 42%. Akan tetapi apabila dilihat dari jumlah unit pasar dalam kondisi baik terjadi peningkatan dari 15 pasar menjadi 20 pasar.

Untuk peningkatan retribusi yang bisa dipungut persentase capaian tahun 2016 dibawah capaian tahun 2015 dikarenakan capaian tahun 2014 sebagai pembanding untuk tahun 2015 cukup rendah bahkan tidak memenuhi target pendapatan yang disebabkan oleh hilangnya potensi pendapatan dari parkir lahan pasar akibat berpindahnya kewenangan pengelolaan parkir di lahan pasar dari Dinas Pasar ke Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika. Selain itu penurunan retribusi juga dipengaruhi oleh adanya pembangunan dan penataan di beberapa pasar, yaitu:

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 26 - Pembangunan Pasar Sleman Ledok

- Pemindahan pedagang belut ke Pusat Kuliner Belut Godean.

Sedangkan untuk cakupan pembinaan pedagang yang sepertinya mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015 lebih dikarenakan cara pengukuran yang berbeda, dimana untuk tahun 2015 digunakan ukuran secara kumulatif dari tahun 2011-2015, sedangkan untuk tahun 2016-2021 pengukuran dilakukan secara mandiri untuk tahun yang bersangkutan.

Berdasarkan urusan dan kewenangan yang dimiliki serta dalam rangka pencapaian misi Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Pasar Kabupaten Sleman berkontribusi untuk mewujudkan misi ke 1, yaitu Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi yang responsif dan penerapan e-govt yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat; misi ke 3, yaitu Meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat, serta penanggulangan kemiskinan; misi ke 4, yaitu Memantapkan dan meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam, penataan ruang, lingkungan hidup dan kenyamanan; dan misi ke 5, yaitu: Meningkatkan kualitas budaya masyarakat dan kesetaraan gender yang proporsional.

Indikator kinerja dalam Rencana Strategis Dinas Pasar Kabupaten Sleman Tahun 2016-2021 merupakan alat ukur keberhasilan kinerja dalam mendukung pencapaian visi misi Kabupaten Sleman dalam melaksanakan program-program selama kurun waktu 2016-2021.

Pencapaian indikator kinerja Dinas Pasar Kabupaten Sleman untuk tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 27 Tabel III.3 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Dinas Pasar Tahun 2016

No Predikat Jumlah Indikator Kinerja

1 Sangat berhasil 7 2 Berhasil - 3 Cukup berhasil - 4 Tidak berhasil - 5 Belum bisa disimpulkan 1 JUMLAH 8

Tabel III.4. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Dinas Pasar Kabupaten Sleman

Tahun 2015-2016

Indikator Kinerja Capaian 2015 Capaian

2016 Pedagang yang berijin dibandingkan dengan total

tempat dasaran

149,34% Tidak

menjadi indikator

Peningkatan retribusi yang bisa dipungut 332,04% 185,62%

Cakupan pembinaan pedagang 201,42% 100,52%

Kondisi Pasar Tradisional baik*)

Persentase pasar dalam kondisi baik**)

122,06% 113,38%

Sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut ke TPA 100% 100%

Penyelesaian masalah gangguan keamanan dan ketertiban di pasar tradisional

100% Tidak

menjadi indikator

Predikat LAKIP Dinas Pasar Tidak menjadi

indikator

Belum ada penilaian Persentase temuan hasil pemeriksaan yang

ditindaklanjuti

Tidak menjadi indikator

100%

Indeks Kepuasan Masyarakat Tidak menjadi

indikator

96,75% Jumlah pedagang kaki lima yang menempati lokasi

yang telah ditentukan

Tidak menjadi indikator

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 28 Perbandingan target, realisasi dan capaian kinerja tahun 2016 dengan tahun 2015 dan 2021 secara lengkap disajikan dalam lampiran.

A. Predikat LAKIP Dinas Pasar

Capaian indikator kinerja sasaran Predikat LAKIP Dinas Pasar belum bisa disajikan dikarenakan penilaian atas LAKIP tahun 2016 belum dilaksanakan. Oleh karena itu target kinerja nilai LAKIP A belum dapat diukur capainnya.

Indikator Predikat LAKIP Dinas Pasar didukung melalui program sebagai berikut:

a. Program Perencanaan Pembangunan Daerah

b. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH

c. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Realisasi dana yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp.111.201.000,00 dari anggaran sebesar Rp.113.551.000,00 atau 97,93% dari target. Realisasi output rata- rata sebesar 100%.

Dalam upaya pencapaian indikator ini didorong oleh komitmen untuk melaksanakan reformasi birokrasi, dan komitmen untuk memberikan laporan-laporan yang akuntabel.

Permasalahan yang dihadapi lebih pada keterbatasan Sumber Daya Manusia yang mengakibatkan pelaporan-pelaporan baik dari sumber data maupun pengolah data menjadi kurang cepat.

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 29 B. Persentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti

Hasil evaluasi capaian atas indikator kinerja sasaran persentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti mendapatkan angka capaian sebesar 100,00% dengan predikat Sangat berhasil.

Hasil pengukuran capaian kinerja persentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti adalah sebagai berikut:

Tabel III.5. Realisasi Indikator Persentase Temuan Hasil Pemeriksaan yang ditindaklanjuti Tahun 2016

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Kinerja Predikat

Persentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti

100% 100% 100% Sangat

berhasil

Pada tahun 2016, Dinas Pasar menerima satu hasil pemeriksaan dari BPK. Atas hasil pemeriksaan BPK tersebut telah dilakukan tindaklanjut. Sehingga target indikator ini dapat direalisasikan sebesar 100%. Capaian indikator ini bila dibandingkan dengan target adalah 100%.

Indikator tersebut dicapai melalui program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah

Realisasi dana yang digunakan untuk mencapai target indikator tersebut sebesar Rp.412.784.400,00 dari anggaran sebesar Rp.414.867.500,00 atau 99,50% dari target. Realisasi output rata-rata sebesar 100%. Realisasi keuangan sebesar 99,50% dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 100%, maka terjadi efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai target indikator tersebut.

Keberhasilan pencapaian indikator ini didorong oleh komitmen pimpinan untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan dari BPK.

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 30 Meskipun demikian terdapat beberapa permasalahan yang harus terus diupayakan perbaikannya, yaitu rentang kendali Dinas Pasar yang terlalu luas, sementara dukungan berupa pejabat esselon di UPT dengan formasi lengkap belum bisa diperoleh. Sehingga respon atas pemeriksaan yang memerlukan tindaklanjut di lapangan kurang bisa diselesaikan dengan cepat.

C. Indeks Kepuasan Masyarakat

Hasil evaluasi capaian kinerja indikator sasaran Indeks Kepuasan Masyarakat mendapatkan angka capaian sebesar 96,75% dengan predikat sangat berhasil.

Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran Indeks Kepuasan Masyarakat disajikan dalam Tabel III.6.

Tabel III.6. Realisasi Indikator Sasaran Indeks Kepuasan Masyarakat Tahun 2016

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Kinerja Predikat

Indeks Kepuasan Masyarakat

78,67 76,12 96,75 Sangat

Berhasil

Realisasi capaian Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 76,12 diperoleh dari nilai rata-rata Indeks Kepuasan Masyarakat atas pelayanan di 2 (dua) bidang dan 1 (satu) sekretariat, serta 7 (tujuh UPT Pelayanan Pasar) dan UPT Taman Kuliner Condongcatur. Adapun perhitungan nilai rata-rata Indeks Kepuasan Masyarakat Dinas Pasar adalah sebagaimana tersaji pada Tabel III.7.

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 31 Tabel III.7. Perhitungan Nilai Rata-Rata Indeks Kepuasan Masyarakat

Tahun 2016

Unit Kerja Nilai IKM

Sekretariat 76,11

Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pasar 76,78

Bidang Pengelolaan Fasilitas Pasar 76,89

UPT Pelayanan Pasar Kelompok I 76,97

UPT Pelayanan Pasar Kelompok II 74,81

UPT Pelayanan Pasar Kelompok III 78,05

UPT Pelayanan Pasar Kelompok IV 76,97

UPT Pelayanan Pasar Kelompok V 75,83

UPT Pelayanan Pasar Kelompok VI 77,58

UPT Pelayanan Pasar Kelompok VII 71,94

UPT Taman Kuliner Condongcatur 75,35

Jumlah Nilai 837,28

Nilai rata-rata (Jumlah nilai/11) 76,12

Dibandingkan dengan target capaian sebesar 78,67 diperoleh persentase capaian sebesar 96,75%

Pencapaian Indikator Indeks Kepuasan Masyarakat tersebut didukung oleh program-program berikut:

a. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik b. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

c. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur d. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

e. Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah f. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa g. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 32 Realisasi dana yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp.3.634.466.238,00 dari anggaran sebesar Rp.3.768.005.590,00 atau 96,46% dari target. Realisasi output rata- rata sebesar 100%. Realisasi keuangan sebesar 96,46% dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 96,75%, maka terjadi efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Keberhasilan pencapaian Sasaran ini didorong oleh komitmen pimpinan dan petugas untuk selalu memberikan pelayanan yang optimal kepada para stakeholder.

Meskipun demikian dalam pencapaian sasaran ini juga ditemui kendala berupa terbatasnya jumlah petugas yang menyebabkan sebagian besar petugas di lapangan mendapatkan ketugasan tambahan selain ketugasan pokoknya. Sebagai akibatnya pelayanan kepada stakeholder menjadi kurang optimal/kurang responsif, dimana waktu pelayanan menjadi lama.

D. Peningkatan retribusi yang bisa dipungut

Hasil evaluasi capaian kinerja indikator sasaran Peningkatan retribusi yang bisa dipungut mendapatkan angka capaian sebesar 185,62% dengan predikat sangat berhasil.

Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran Peningkatan retribusi yang bisa dipungut disajikan dalam Tabel berikut ini:

Tabel III.8. Realisasi Indikator Sasaran Peningkatan Retribusi yang Bisa Dipungut Tahun 2016

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Kinerja Predikat

Peningkatan retribusi yang bisa dipungut

3,15% 5,85% 185,62% Sangat

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 33 Peningkatan retribusi yang bisa dipungut didapatkan dari jumlah pendapatan tahun 2016 dikurangi jumlah pendapatan tahun 2015, kemudian dibagi dengan jumlah pendapatan tahun 2015. Dengan jumlah pendapatan sebesar Rp.5.713.821.980,00 pada tahun 2015 dan pendapatan tahun 2016 sebesar Rp.6.047.906.780,00 maka perhitungan realisasi capaian adalah sebagai berikut:

Peningkatan retribusi yang bisa dipungut =

Pe = P= t= 5,85

Dibandingkan dengan target capaian sebesar 3,15% diperoleh persentase capaian sebesar 185,62%

Indikator peningkatan retribusi yang bisa dipungut tersebut dicapai melalui 1 (satu) program, yaitu Program Pengelolaan Pendapatan.

Realisasi dana yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp.13.965.000,00 dari anggaran sebesar Rp.13.990.500,00 atau 99,82% dari target. Realisasi output rata- rata sebesar 100%. Realisasi keuangan sebesar 99,82% dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 185,62%, maka terjadi efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini didorong oleh upaya-upaya intensifikasi yang dilakukan oleh petugas, berupa penagihan kekurangan pembayaran, penertiban tempat dasaran yang kosong agar bisa dimanfaatkan oleh pedagang yang lain, dan pendampingan administrasi bagi petugas agar bisa diperoleh data potensi pendapatan yang lebih valid.

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 34 Meskipun demikian dalam pemungutan retribusi ditemui kendala berupa masih kurangnya petugas pemungut retribusi. Solusi yang diambil atas permasalahan ini adalah memberikan beban kerja tambahan kepada beberapa petugas keamanan ataupun kebersihan untuk membantu pemungutan dan mengupayakan agar pedagang bersedia dipungut sekaligus sebulan sekali untuk mengurangi beban harian petugas.

E. Persentase Pasar Dalam Kondisi Baik

Hasil evaluasi capaian kinerja indikator sasaran Persentase Pasar Dalam Kondisi Baik mendapatkan angka capaian sebesar 113,38% dengan predikat sangat berhasil.

Dalam perhitungan indikator ini jumlah pasar didasarkan pada Keputusan Bupati Sleman Nomor 7.2/Kep.KDH/A/2015 tentang Pasar Kabupaten ditambah 2 resto, yaitu Resto Mrican dan Taman Kuliner Condongcatur. Sehingga jumlah keseluruhan adalah 40 pasar kabupaten dan 2 resto. Sedangkan yang dimaksud sebagai pasar dalam kondisi baik adalah pasar dengan tingkat kerusakan kurang dari 20%.

Berdasar hasil monitoring terhadap kondisi fisik pasar terdapat total 20 unit Pasar/Resto/Pusat Kuliner yang masuk dalam kategori kondisi baik. Dengan data tersebut, perhitungan capaian indikator adalah sebagai berikut:

Dibandingkan dengan target capaian sebesar 42% diperoleh prosentase capaian sebesar 113,38%

Indikator persentase pasar dalam kondisi baik tersebut dicapai melalui program-program berikut:

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 35  Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi

 Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Ekonomi

Realisasi dana yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp.3.763.373.388,00 dari anggaran sebesar Rp.4.165.306.500,00 atau 90,35% dari target. Realisasi output rata- rata sebesar 100%. Realisasi keuangan sebesar 90,35% dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 113,38%, maka terjadi efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini didorong oleh semakin meningkatnya komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada pedagang, termasuk juga dalam hal penyediaan sarana dan prasarana pasar, serta adanya alokasi anggaran dari pusat untuk revitalisasi pasar tradisional.

Sedangkan kendala yang dihadapi adalah belum tersedianya program/kegiatan yang secara khusus diperuntukkan bagi UPT Pelayanan Pasar sehingga upaya-upaya pelayanan kepada pedagang termasuk juga untuk pemeliharaan-pemeliharaan berupa perbaikan-perbaikan kecil yang perlu segera ditangani seringkali menjadi kurang dapat ditindaklanjuti secara cepat.

F. Jumlah Pedagang Kaki Lima yang menempati lokasi yang telah ditentukan Hasil evaluasi capaian kinerja indikator sasaran jumlah pedagang kaki lima yang menempati lokasi yang telah ditentukan mendapatkan angka capaian sebesar 109,15% dengan predikat sangat berhasil.

Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran Jumlah pedagang kaki lima yang menempati lokasi yang telah ditentukan disajikan dalam Tabel berikut ini:

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 36 Tabel III.9. Realisasi Indikator Sasaran Jumlah Pedagang Kaki Lima Yang

Menempati Lokasi Yang Telah Ditentukan Tahun 2016

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Kinerja Predikat

Jumlah pedagang kaki lima yang menempati lokasi yang telah ditentukan

962 PKL 1.050 PKL 109,15% Sangat

berhasil

Indikator jumlah pedagang kaki lima yang menempati lokasi yang telah ditentukan tersebut dicapai melalui 1 (satu) program, yaitu Program Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan.

Realisasi dana yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp.685.748.300,00 dari anggaran sebesar Rp.762.979.000,00 atau 89,88% dari target. Realisasi output rata- rata sebesar 100%. Realisasi keuangan sebesar 89,88% dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 109,15%, maka terjadi efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini didorong koordinasi yang cukup baik dengan pemangku wilayah, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan stakeholder lainnya.

Meskipun demikian dalam pencapaian sasaran ini juga sempat mengalami kendala terkait penyiapan tempat yang perlu digunakan untuk penataan PKL.

G. Cakupan Pembinaan Pedagang

Hasil evaluasi capaian kinerja indikator cakupan pembinaan pedagang mendapatkan angka capaian sebesar 100,52% dengan predikat sangat berhasil.

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 37 Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran cakupan pembinaan pedagang disajikan dalam Tabel III.10. berikut ini:

Tabel III.10. Realisasi Indikator Sasaran Cakupan Pembinaan Pedagang Tahun 2016

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Kinerja Predikat

Cakupan pembinaan pedagang

3,82% 3,84% 100,52% Sangat

berhasil

Realisasi cakupan pembinaan pedagang sebesar 3,84% diperoleh dari jumlah pedagang yang dibina dibagi dengan jumlah pedagang.

Indikator cakupan pembinaan pedagang ini didukung melalui program-program berikut ini:

 Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri  Program Pembinaan dan Penataan Pedagang Pasar

 Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya

Realisasi dana yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp.1.439.453.100,00 dari anggaran sebesar Rp.1.458.300.500,00 atau 98,71% dari target. Realisasi output rata- rata sebesar 100%. Realisasi keuangan sebesar 98,71% dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 100,52%, maka terjadi efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini didorong oleh:

- Banyaknya lembaga pendidikan tinggi yang dapat diajak kerjasama yang juga mempunyai komitmen untuk memberdayakan pedagang,

- Koordinasi yang harmonis dengan Instansi teknis terkait dalam pengelolaan dan pembinaan pedagang pasar;

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 38 - Antusiasme pedagang untuk mengikuti pembinaan,

- Terbukanya akses permodalan.

Sedangkan permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian indikator sasaran cakupan pembinaan adalah pada pengaturan waktu pelaksanaan yang sangat tergantung pada tersedianya waktu dari pedagang yang menjadi sasaran pembinaan.

H. Sampah Pasar Yang Bisa Dikelola dan Diangkut ke TPA

Hasil evaluasi capaian kinerja indikator sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut mendapatkan angka capaian sebesar 100 % dengan predikat sangat berhasil.

Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran cakupan pembinaan pedagang disajikan dalam Tabel III.11. berikut ini:

Tabel III.11. Realisasi Indikator Sasaran Sampah Pasar Yang Bisa Dikelola dan Diangkut ke TPA

Tahun 2016

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Kinerja Predikat

Sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut ke TPA

100% 100% 100% Sangat

berhasil

Indikator ini diukur dengan cara memperbandingkan antara jumlah sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut ke TPA dengan jumlah sampah pasar. Atau dapat disajikan dalam bentuk rumus perhitungan sebagai berikut:

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 39 Dengan jumlah sampah pasar tahun 2016 sebanyak 5.334.920 kg dan jumlah sampah pasar yang bisa diangkut ke TPA sebanyak 5.334.920 kg, maka diperoleh persentase sebesar 100%. Dibandingkan dengan target capaian sebesar 100% diperoleh prosentase capaian sebesar 100%.

Indikator sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut ke TPA ini didukung melalui program-program berikut ini:

 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan  Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan

Realisasi dana yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp.440.347.100,00 dari anggaran sebesar Rp.448.265.000,00 atau 98,23% dari target. Realisasi output rata- rata sebesar 100%. Realisasi keuangan sebesar 98,23% dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 100%, maka terjadi efisiensi penggunaan sumber daya dalam mencapai sasaran tersebut.

Keberhasilan indikator sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut ke TPA didorong oleh adanya peran serta pedagang pasar (telah dibentuk Kelompok Pedagang pengelola sampah di beberapa pasar), serta tersedianya armada kebersihan yang berada dalam pengelolaan langsung Dinas Pasar Kabupaten Sleman.

Sedangkan kendala yang dihadapi adalah berkurangnya jumlah petugas kebersihan sebagai akibat pemberhentian pegawai yang memasuki Batas Usia Pensiun tidak diimbangi dengan SDM pengganti. Selain itu kendala yang juga cukup besar adalah banyaknya sampah dari luar pasar yang memanfaatkan TPS pasar.

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 40 III.5.1 Analisis Efisiensi Dalam Pencapaian Sasaran

Penggunaan Biaya untuk mencapai sasaran strategis tahun 2016 sesuai dengan Perjanjian Kinerja Tahun 2016 dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Tahun 2016, untuk mencapai 8 (delapan) sasaran strategis dianggarkan sebesar Rp.10.984.960.938,00 dan terrealisasi sebesar Rp.10.112.506.657,00 atau 92,06%.

Dari perbandingan serapan keuangan dengan capaian kinerja dapat dinilai efisiensi dalam pencapaian sasaran. Nilai capaian kinerja yang melebihi serapan anggaran menunjukkan adanya efisiensi. Sebaliknya, apabila serapan anggaran melebihi nilai capaian kinerja maka dapat disimpulkan pencapaian sasaran tidak efisien.

Berikut adalah data anggaran dan penggunaan dana untuk masing-masing sasaran strategis:

Tabel III.12. Analisis Efisiensi Pencapaian Sasaran Strategis Tahun 2016

No Sasaran Anggaran Realisasi

% Serapan Anggaran % rata rata capaian kinerja sasaran Keterangan 1. Predikat LAKIP Dinas Pasar 111.201.000 113.551.000 97,93 Blm ada nilai Belum bisa disimpulkan 2. Persentase Temuan Hasil Pemeriksaan Yang Ditindaklanjuti 412.784.400 414.867.500 99,50 100 Efisien 3. Indeks Kepuasan Masyarakat 3.634.466.238 3.768.005.590 96,46 96,75 Efisien 4. Peningkatan

Retribusi Yang Bisa Dipungut

13.965.000 13.990.500 99,82 185,62 Efisien

5. Persentase Pasar Dalam Kondisi Baik

3.763.373.388 4.165.306.500 90,35 113,38 Efisien

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 41

No Sasaran Anggaran Realisasi

% Serapan Anggaran % rata rata capaian kinerja sasaran Keterangan 6. Jumlah pedagang

kaki lima yang menempati lokasi yang telah ditentukan

685.748.300 762.979.000 89,88 109,15 Efisien

7. Cakupan Pembinaan

Pedagang

1.439.453.100 1.458.300.500 98,71 100,52 Efisien

8 Sampah Pasar yang

Bisa Dikelola dan Diangkut ke TPA

440.347.100 448.265000 98,23 100 Efisien

Gambar 3.1. Anggaran dan Realisasi Anggaran per Sasaran Strategis Tahun 2016 0 500.000.000 1.000.000.000 1.500.000.000 2.000.000.000 2.500.000.000 3.000.000.000 3.500.000.000 4.000.000.000 4.500.000.000 Anggaran Realisasi

Dalam dokumen LAKIP Dinas Pasar Tahun 2016 (Halaman 32-51)

Dokumen terkait