BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Akuntansi Forensik
2.1.3 Akuntan Forensik
Kalau seorang akuntan dapat disebut sebagai akuntan yang berspesialisasi dalam auditing, maka akuntan forensik menjadi spesialis yang lebih khusus lagi (super specialist ) dalam bidang fraud . Ia menjadi fraud auditor atau
fraud examiner (Tuanakotta, 2010 : 43). Menurut Crumbley & Stevenson (2009) dalam Gusnardi (2012), Fraud Auditor adalah seorang akuntan yang terampil dan professional dalam mengaudit umumnya akan terlibat dalam kegiatantentang penemuan, dokumentasi, dan pencegahan
fraud .ForensicAccountant adalahseorang akuntan forensik dapat terlibat dalam fraud audit dan mungkin fraud auditor, tetapi dia juga dapat menggunakan jasa profesional lainnya, jasakonsultasi, dan ahli hukum dalam keterlibatan yang lebih luas. Selain keterampilanakuntansi, ia juga membutuhkan pengetahuan tentang sistem hukum danketerampilan komunikasi yang baik dalam melaksanakan kesaksian sebagai saksiahli di ruang sidang dan untuk membantu dalam keterlibatan dukungan litigasi lainbagi kliennya.
Menurut Bologna dan Lindquist, dua penulis perintis mengenai akuntansi forensik, bahwa para akuntan tradisional masih membedakan fraud auditing
dan forensic accounting. Dimana menurut akuntan tradisional tersebut fraud
auditing berurusan dengan pendekatan dan metodologi yang bersifat proaktif untuk meneliti fraud , artinya audit ini ditujukan kepada pencarian bukti terjadinya fraud yang akan dipakai di pengadilan.Berbeda dengan akuntan forensik yang baru dipanggil ketika bukti-bukti terkumpul atau ketika kecurigaan (suspicion) naik kepermukaan melalui tuduhan (allegation), keluhan (complaint ) atau temuan (discovery).
Secara umum pekerjaan akuntan forensik meliputi kelompok fraud auditor , expert witness, dan konsultan litigasi (Dwi& Nafi, 2010). Berikut ini uraian masing-masing profesi tersebut.
a. Fraud Auditor
Perkembangan dunia usaha yang demikian kompleks dan bervariasi dewasa ini, membuat kemajuan di bidang ekonomi cenderung diiringi pula dengan munculnya kejahatan-kejahatan seperti praktek-praktek
fraudulent dan misrepresentation, pengelapan pajak, pemakaian kartu kredit oleh orang-orang yang tidak berhak,money laundering, window dressing, dan berbagai bentuk korupsi serta penipuan konsumen.Hal tersebut menuntut para auditor khususnya, harus dapat memahami
fraud .Pada dasarnya fraud merupakan serangkaian irregularities dan perbuatan-perbuatan melanggar hukum (illegal acts) yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan-tujuan tertentu. Praktek ini mungkin dilakukan oleh orang-orang dari dalam ataupun dari luar organisasi, untuk mendapatkan keuntungan baik pribadi maupun kelompok dan
secara langsung maupun tidak langsung merugikan pihak lain.
secara langsung maupun tidak langsung merugikan pihak lain.Fraud Fraud
auditor berperan untuk mencegah dan mengoreksi auditor berperan untuk mencegah dan mengoreksi kecurangan-kecurangan dalam dunia bisnis pada umumnya, seperti yang telah kecurangan dalam dunia bisnis pada umumnya, seperti yang telah disebutkan diatas.
disebutkan diatas.
b.
b. Expert WitnessExpert Witness (Saksi Ahli) (Saksi Ahli)
Auditor forensik yang bertindak sebagai
Auditor forensik yang bertindak sebagai expert witnessexpert witness, pekerjaannya, pekerjaannya adalah mengumpulkan informasi, melakukan analisis, dan memberikan adalah mengumpulkan informasi, melakukan analisis, dan memberikan kesaksian di pengadilan jika diminta.Jadi dalam kelompok kerja, saksi kesaksian di pengadilan jika diminta.Jadi dalam kelompok kerja, saksi ahli, auditor forensik tidak hanya berperan untuk mengumpulkan ahli, auditor forensik tidak hanya berperan untuk mengumpulkan bukti-bukti dan mengungkap kasus-kasus kriminal saja, tetapi juga bukti-bukti dan mengungkap kasus-kasus kriminal saja, tetapi juga berperan dalam penyelidikan dan persidangan kasus-kasus berperan dalam penyelidikan dan persidangan kasus-kasus kriminal.Auditor forensik sebagai saksi ahli dapat dikontrak oleh kriminal.Auditor forensik sebagai saksi ahli dapat dikontrak oleh pengacara atau penggugat, dan apabila pihak lawan meminta hasil pengacara atau penggugat, dan apabila pihak lawan meminta hasil analisanya, maka auditor forensik wajib menyajikannya.Auditor analisanya, maka auditor forensik wajib menyajikannya.Auditor forensik harus bersikap jujur, terbuka, dan objektif.
forensik harus bersikap jujur, terbuka, dan objektif.
c.
c. Konsultan LitigasiKonsultan Litigasi
Sebagai seorang konsultan, peran akuntan forensik terbatas pada Sebagai seorang konsultan, peran akuntan forensik terbatas pada pemberian nasihat dan konsultasi kepada pengacara.Akuntan tidak pemberian nasihat dan konsultasi kepada pengacara.Akuntan tidak dipandang sebagai saksi ahli di dalam pengadilan, tetapi lebih dipandang sebagai saksi ahli di dalam pengadilan, tetapi lebih dipandang sebagai seorang litigator yang bekerja sebagai dipandang sebagai seorang litigator yang bekerja sebagai konsultan.Kertas kerja akuntan forensik sebagai konsultan litigator konsultan.Kertas kerja akuntan forensik sebagai konsultan litigator
Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara
tidak terbuka untuk umum.Akuntan forensik dapat menggunakan teori tidak terbuka untuk umum.Akuntan forensik dapat menggunakan teori dan dasar analisis yang berbeda tanpa adanya rasa takut karena dan dasar analisis yang berbeda tanpa adanya rasa takut karena pengacara tersebut memilih dan menggunakan kertas kerja akuntan pengacara tersebut memilih dan menggunakan kertas kerja akuntan forensik untuk memenuhi kepentingannya.
forensik untuk memenuhi kepentingannya.
Lindquist membagikan kuesioner kepada staf Peat Marwick Lindquist Lindquist membagikan kuesioner kepada staf Peat Marwick Lindquist Holmes tentang kualitas apa yang harus dimiliki seorang akuntan forensik. Holmes tentang kualitas apa yang harus dimiliki seorang akuntan forensik. Berikut penjelasan dari jawaban yang diperoleh.
Berikut penjelasan dari jawaban yang diperoleh. 1.
1. KreatifKreatif
Kemampuan untuk melihat sesuatu yang orang lain menganggap Kemampuan untuk melihat sesuatu yang orang lain menganggap situasi bisnis yang normal dan mempertimbangkan interpretasi lain, situasi bisnis yang normal dan mempertimbangkan interpretasi lain, yakni bahwa itu tidak perlu merupakan situasi bisnis yang normal. yakni bahwa itu tidak perlu merupakan situasi bisnis yang normal. 2.
2. Rasa ingin tahuRasa ingin tahu
Keinginan untuk menemukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam Keinginan untuk menemukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam rangkaian peristiwa dan situasi.
rangkaian peristiwa dan situasi. 3.
3. Tak menyerahTak menyerah
Kemampuan untuk maju terus pantang mundur walaupun fakta Kemampuan untuk maju terus pantang mundur walaupun fakta (seolah-olah) tidak mendukung, dan ketika dokumen atau informasi (seolah-olah) tidak mendukung, dan ketika dokumen atau informasi sulit diperoleh.
sulit diperoleh. 4.
4. Akal sehatAkal sehat
Kemampuan untuk mempertahankan perspektif dunia nyata.Ada yang Kemampuan untuk mempertahankan perspektif dunia nyata.Ada yang menyebutnya, perspektif anak jalanan yang mengerti betul kerasnya menyebutnya, perspektif anak jalanan yang mengerti betul kerasnya kehidupan.
kehidupan.
5.
5. Business senseBusiness sense
Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara
Kemampuan untuk memahami bagaimana bisnis sesungguhnya Kemampuan untuk memahami bagaimana bisnis sesungguhnya berjalan, dan bukan sekedar memahami bagaimana transaksi dicatat. berjalan, dan bukan sekedar memahami bagaimana transaksi dicatat. 6.
6. Percaya diriPercaya diri
Kemampuan memercayai diri dan temuan kita sehingga kita dapat Kemampuan memercayai diri dan temuan kita sehingga kita dapat bertahan dibawah
bertahan dibawah cross examinationcross examination (pertanyaan silang dari jaksa (pertanyaan silang dari jaksa penuntut umum dan pembela).
penuntut umum dan pembela).