• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

2. Akuntansi Koperasi KPRI GUPER Perdagangan

Informasi keuangan yang disajikan oleh perusahaan adalah merupakan bagian pertimbangan dalam pengambilan keputusan sehingga laporan keuangan dapat dipahami, relevan, andal dan dapat

Laporan keuangan koperasi adalah laporan keuangan yang disusun untuk menggambarkan posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas yang diperoleh perusahaan secara keseluruhan sebagai pertanggung jawaban pengurus atas pengelolaan keuangan koperasi yang ditujukan kepada anggota koperasi.

Proses pencatatan di KPRI GUPER Perdagangan ini masih dilakukan secara manual dimulai dari transaksi atau bukti kas yang terjadi dicatat di dalam buku kas harian, kemudian nantinya setiap akhir bulan akan dilakukan rekapitulasi akan semua transaksi yang terjadi pada masing-masing unit. Kemudian nanti pada akhir tahun, semua laporan bulanan akan disatukan dan dijadikan dalam satu buku, yaitu buku laporan pertanggungjawaban pengurus dan laporan keuangan.

KPRI GUPER Perdagangan melakukan penyusunan laporan keuangan setiap satu akhir tahun dan menyajikannya secara komparatif dengan tahun sebelumnya, sehingga dapat diperbandingkan.

Secara umum laporan keuangan yang disajikan oleh KPRI GUPER Perdagangan adalah sebagai berikut:

a. Daftar laba rugi b. Neraca

c. Catatan atas laporan keuangan

d. Daftar realisasi anggaran pendapatan dan biaya e. Daftar realisasi DKO

Laporan keuangan yang disusun dimasukkan dalam buku laporan pertanggungjawaban pengurus dan laporan keuangan tahun yang bersangkutan sebagai laporan pertanggungjawaban pengurus dalam Rapat Anggota Tahunan. Dalam buku ini juga dilampirkan berbagai keterangan yang bersangkutan dengan kegiatan koperasi, unit usaha yang dijalankan, keterangan tentang keanggotaan, rincian simpanan anggota, job description pengurus, pengawas dan penasihat serta laporan badan pengawas tetntang laporan keuangan tahun bersangkutan, juga mencantumkan rencana kerja tahun berikutnya.

a. Daftar Laba Rugi

Daftar laba rugi yang lazimnya dalam koperasi disebut sebagai perhitungan hasil usaha harus memuat hasil usaha dengan anggota dan laba atau rugi kotor dengan non-anggota. Daftar laba pada KPRI GUPER Perdagangan tidak disajikan secara kompararif atau dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Daftar Laba Rugi pada koperasi ini secara umum dibagi atas tiga komponen, yaitu:

1) Pendapatan Usaha, merupakan rincian pendapatan yang diperoleh koperasi dari hasil usahanya.

Komponennya adalah:

melalui pinjaman kredit yang dilakukan oleh angota koperasi serta kredit transaksi kredit sepeda motor. Dalam daftar laba rugi yang disajikan oleh KPRI GUPER Perdagangan, dijelaskan bahwa pendapatan dari jasa pinjaman adalah sebesar Rp. 1.393.056.670,21 kemudian dijumlahkan dengan Administrasi Pinjaman yang merupakan hasil yang diperoleh dari 1% dikali dengan jumlah pokok pinjaman. Administrasi pinjaman ini nantinya akan digunakan untuk keperluan operasional usaha koperasi, kemudian berdasarkan hasil wawancara bahwa pada tahun 2009 nilai administrasi pinjaman sebesar Rp 88.086.684,43 merupakan 1% dikali dengan jumlah pokok pinjaman dan dikurang dengan administrasi pinjaman pada bank yang masih ada pada tahun 2009, kemudian ditambah dengan administrasi tunggakan sebesar Rp. 319.891,88. Administrasi tunggakan merupakan denda yang harus dibayar oleh anggota yang terlambat membayar pokok pinjaman. Besar nilai yang harus dibayar oleh anggota adalah 7% dari pokok angsuran perbulannya. Terakhir dijumlahkan dengan jasa kredit sepeda motor sebesar Rp.

25.638.014,41, sehingga kemudian menghasilkan Laba atas usaha simpan pinjam dan kredit sepeda motor sebesar Rp. 1.507.101.260,93.

b) Barang Pertokoan, merupakan unit usaha KPRI GUPER Perdagangan yang memberikan keuntungan yang cukup signifikan pada KPRI GUPER Perdagangan. Unit pertokoan menyediakan berbagai macam kebutuhan bagi para anggotanya, antara lain sepatu, sandal, berbagai jenis baju dan celana, alat- alat tulis, perkakas rumah tangga,dll. Pada tahun 2009 unit usaha ini mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp 41.677.100,00, dikurangkan dengan fee penjualan tunai sebesar Rp. 37.492,00. Dengan menjumlahkan persediaan awal dengan pembelian kemudian dikurangkan dengan persediaan akhir diperolehlah harga pokok penjualan sebesar Rp. 33.061.354,00, sehingga menghasilkan laba sebesar Rp.8.578.254.

c) Barang Konsinyasi,

Pendapatan atas unit usaha ini adalah sebesar Rp. 2.140.180.933,00 kemudian dikurangkan dengan harga pokok penjualan sebesar Rp.

1.864.990.233,00 sehingga menghasilkan laba kotor atas usaha konsinyasi sebesar Rp. 275.190.700,00. d) Usaha Unit Fotocopy, mencakup penjualan unit

fotocopy sebesar Rp. 20.057.440,00 dikurang

dengan harga pokok penjualannya sebesar Rp. 18.037.628,00 yang merupakan biaya pembelian kertas untuk fotocopy ditambah dengan hasil

fotocopy sebesar Rp.24.525.935,00 sehingga laba

kotor atas unit fotocopy adalah Rp. 26.545.747,00. e) Usaha Wisma/ Kursi, merupakan unit usaha KPRI

GUPER Perdagangan yang menyewakan kursi yang dapat dipakai dalam berbagai acara serta wisma yang letaknya berada diatas kantor KPRI GUPER Perdagangan yang juga dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Pendapatan bersih dari usaha ini adalah sebesar Rp. 24.371.500,00.

f) Usaha Biro Jasa

Usaha ini menghasilakan pendapatan sebesar Rp. 405.000,00 pada tahun 2009.

2) Biaya Operasional Usaha Komponennya adalah:

a) Beban Bunga. Merupakan beban koperasi atas pemberian bunga kepada anggotanya yang telah menyimpankan uangnya di koperasi. Beban bunga pada tahun 2009 mencakup bunga simpanan sukarela sebesar Rp. 525.655.325,00, bunga simpanan bank sebesar Rp. 128.643.534,21 dan beban bunga simpanan THR sebesar Rp. 8.115.975,00 sehingga total beban bunga yang dibayarkan oleh koperasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp. 662.414.861,21

b) Beban Usaha, merupaka semua beban yang terjadi selama melaksanakan usaha koperasi yang mencakup beban gaji baik itu pegawai, pengurus atau badan pengawas, beban gaji lembur, dan biaya- biaya lainnya yang berkaitan dengan usaha yang juka ditotaolkan jumlahnya adalah sebesar Rp. 690.274.328,66.

3) Laba Diluar Usaha

Komponennya adalah Pendapatan lain-lain/ Bunga dari Bank. Berdasarkan hasil penelitian hasil pendapatan dari

kontribusi terhadap SHU koperasi yaitu sebesar Rp. 75.139.197,97.

b. Neraca

Neraca menyajikan informasi mengenai asset, kewajiban, dan ekuitas koperasi pada waktu tertentu. Neraca KPRI GUPER Perdagangan disajikan secara komparatif, yaitu membandingkan antara tahun berjalan dengan tahun sebelumnya. Dalam hal ini koperasi membandingkan antara tahun 2008 dan tahun 2009.

Dalam neracanya, koperasi secara umum membagi kelompoknya menjadi 6 bagian, yaitu:

1) Aktiva Lancar

Adapun komponen-komponen dalam aktiva lancar, antara lain:

a) Kas, sampai pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah kas tercatat sebesar Rp. 238.250463,88

b) Kas Bank tercatat sebesar Rp 3.858.777,31

c) Cadangan Angsuran Pinjaman Bank, bersaldo nol (0)

d) Piutang Simpan Pinjam, merupaka piutang anggota yang belum terlunasi yang berjumlah sebesar Rp. 14.775.767.044,00.

e) Piutang Kredit Sepeda Motor bersaldo sebesar Rp. 213.008.448,00

f) Piutang Barang Toko bersaldo sebesar Rp. 8.919.075,00

g) Piutang Belum Tertagih, dalam koperasi ini saldo piutang akan dipindahkan ke dalam akun piutang belum tertagih adalah ketika piutang tersebut sudah terlambat membayar, artinya menunggak selama satu bulan saja maka nilai piutang akan di kredit dan diganti menjadi piutang belum tertagih. Akun ini bersaldo sebesar Rp.479.459.791,63.

h) Piutang Konsinyasi, bersaldo sebesar Rp.823.460.636,00.

i) Persediaan Barang Toko, semua persediaan dalam KPRI GUPER Perdagangan menggunakan sistem penilaian Average (rata-rata),akun ini bersaldo sebesar Rp. 47.234.611,00

j) Persediaan Barang Unit Foto Copy, bersaldo sebesar Rp.25.370.414,00.

2) Penyertaan

Indonesia (PKPRI) dan Ikatan Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia(IKPN-RI), untuk itu koperasi juga mempunyai simpanan wajib dan simpanan pokok dalam koperasi tersebut, yang dimasukkan ke dalam akun penyertaan ini. Komponen- komponennya terdiri atas:

a) Simpanan pada PKP-RI bersaldo sebesar Rp.361.891.026,45.

b) Simpanan pada IKPN-RI bersaldo sebesar Rp. 320.000

c) SKBP-IKPRI bersaldo sebesar Rp.250.000

d) Simpanan pada UBK Kab.Simalungun bersaldo sebesar Rp. 100.000,00

3) Aktiva Tetap, penilaian aktiva tetap dinilai berdasarkan nilai perolehannya, dan semua penyusutan yang terjadi atas aktiva tetap menggunakan metode garis lurus.

Komponen-komponennya terdiri atas:

a) Tanah dan Lahan 100ha bersaldo sebesar Rp.131.770.250,00

b) Gedung, bangunan bersaldo sebesar Rp. 808.862.240,00 dikurang akumulasi penyusutan gedung sebesar Rp. 132.257.001,79. Sehingga nilai buku menjadi Rp. 676.605.238,21.

c) Mesin fotocopy bersaldo sebesar Rp. 89.487.749,00 dikurangi akumulasi penyusutan mesin sebesar Rp. 79.500.820,45, sehingga nilai bukunya menjadi Rp. 9.986.928,55.

d) Inventaris bersaldo sebesar Rp.170.044.630,00, dikurang akumulasi penyusutan inventaris sebesar Rp. 93.752.864,00 sehingga nilai bukunya menjadi Rp. 76.291.766,00.

4) Kewajiban lancar

Komponennya adalah sebagai berikut:

a) Simpanan THR, merupakan simpanan yang dilakukan oleh anggota yang diperuntukkan untuk membantu anggota menyimpan uangnya untuk persediaan pada hari besar. Walaupun namanya adalah simpanan Tunjangan Hari Raya, namun simpanan ini tidak hanya diperuntukkan bagi anggota yang beragama Islam saja tetapi juga unutk anggota yang beragama Kristen yang dapat mengambil uangnya pada tahun baru. Simpanan ini akan mendapat bunga jika jumlah uang anggota yang disimpan maximal Rp. 100.000,00 dengan bunga sebesar 1% perbulan. Artinya jika simpanan

mendapat bunga perbulannya hanya sebesar nilai maksimum yaitu Rp 100.000. Simpanan THR ini boleh di ambil maksimal 20 hari sebelum hari besar berlangsung. Adapun saldo simpanan THR adalah sebesar Rp 53.245.000,00.

b) Simpanan Sukarela, merupakan simpanan anggota yang bersedia disimpan di dalam koperasi dengan bunga sebesar 1% perbulan, dan dapat diambil dengan mengeluarkan surat permohonan satu bulan sebelumnya. Adapun saldo simpanan sukarela pada tahun 2009 adalah Rp. 4.998.621.391,00.

c) Simpanan Wajib Usaha, merupakan simpanan yang diperoleh dari 1% jumlah pinjaman yang dipergunakan sebagai simpanan anggota.

Adapun saldo simpana wajib usaha ini adalah Rp. 542.449.247,00

d) Simpanan Khusus (Jasa Modal, Jasa Usaha), dengan nilai saldo sebesar Rp. 1.109.294.988,00.

e) Dana-dana (Pendidikan, Sosial, Kesehatan,dll) merupakan dana-dana yang harus dikeluarkan guna membayar pendidikan, yang dimaksud dengan kegiatan pendidikan adalah pendidikan pengurus dan anggota yang berhubungan dengan

pengetauhuan koperasi. Biaya lain adalah biaya sosial, yang akan digunakan sebagai biaya santunan jika ada pengurus atau anggota yang sakit dan meninggal atau ada istri, suami, atau anak dari anggota atau pengurus meninggal dunia. Nilai saldo ini adalah sebesar Rp. 125.017.457, 65.

f) Dana Pengurus merupaka dana yang disediakan untuk berbagai keperluan untuk pegurus.

Adapun nilai dana pengurus ini pada tahun 2009 adalah sebesar Rp. 1.971.408,57.

g) DKO, atau dana kelengkapan organisasi merupakan semua biaya-biaya yang dikeluarkan koperasi yang pada tahun 2009 berupa biaya RAT, biaya RAK, biaya rapat rutin, biaya HUT koperasi, biya paket THR, biaya komosaris, biaya PPH Pasal 21 dan Pasal 29, serta biaya sumabangan. Adapun saldo akun ini dalah sebesar Rp. 79.682.415,89.

5) Kewajiban Jangka Panjang

Komponennya adalah sebagai berikut:

a) Fee penjualan tunai yang masih harus dibayar,

merupakan fee yang masih harus dibayar kepada anggota, diamana maksud dari fee disini adalah

terutama beras di KPRI GUPER Perdagangan, akan mendapatkan uang kembali sebesar 10% dari harga beras, namun akan diberikan kepada anggota pada akhir periode buku, biasanya diberikan setela RAT. Itulah yang menyebabkan akun ini diletakkan pada kewajiban. Adapun saldo akun ini sebesar Rp. 37.492,00

b) Utang Pinjaman Bank merupakan sisa hutang yang masih harus dibayar pada bank, yaitu sebesar Rp. 670.581.311,28

c) Dana Pensiun, merupakan dana yang dihimpun oleh koperasi yang akan diberikan kepada anggota yang pensiun sebagai tanda penghargaaan dari koperasi kepada anggota. Adapun saldo akun ini sebesar Rp. 1.000.684.830,31

6) Modal

Komponennya adalah sebagai berikut:

a) Simpanan Pokok, merupakan simpanan yang harus dibayar oleh anggota pada saat anggota memohon untuk masuk ke dalam keanggotaan koperasi. Jumlah simpanan yang harus dibayar adalah sebesar Rp 7.500 per orang. Adapun saldo simpanan pokok

sampai dengan tahun 2009 adalah sebesar Rp. 4.485.000,00

b) Simpanan Wajib, merupaka simpanan yang wajib dibayar anggota tiap bulannya. Besarnya simpanan wajib yang harus dibayar anggota perbulannya adalah sebesar Rp. 60.000 perbulannya perorang. Besarnya nilai simpanan wajib adalah sebesar Rp. 2.880.287.000,00

c) Cadangan, besarnya saldo adalah Rp. 1.481.645.571,36

d) Dana Bangunan, merupakan nilai yang diperoleh dari 6% dikali dengan jumlah pendapatan usaha pada tahun berjalan. Dana ini dimaksudkan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu akan dilakukan perbaikan pada gedung KPRI GUPER Perdagangan. Besarnya saldo dana ini adalah Rp. 1.035.997.300,43

e) Dana Asuransi, sebesar Rp. 1.191.427.275,48

f) Dana Koreksi, merupakan dana cadangan yang dibuat untuk sewaktu-waktu ketika ada stock

opname barang, jika jumlah barang yang tercatat

jumlah tersebut akan diambil dari dana koreksi ini. Jumlah saldonya adalah sebesar Rp. 23.444.874,00 g) Dana Penghargaan besar saldo Rp.2.206.934.703,40 h) Simpanan Perumahan besar saldo sebesar Rp.

752.973.604,15

i) Donasi sebesar Rp. 9.752.050,00

j) SHU Tahun Berjalan sebesar Rp. 90.219.494,09

c. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan yang disajikan oleh KPRI GUPER Perdagangan ditujukan untuk menjelaskan angka-angka yang timbul di neraca dan daftar laba rugi, serta menjelaskannya secara rinci, mulai dari saldo awal tahun 2008, pengeluaran dan pemasukan selama tahun 2009 serta saldo akhir pada tanggal 31 Desember 2009.

d. Daftar Realisasi Anggaran Pendapatan dan Biaya

Daftar ini memuat informasi mengenai jumlah yang di anggarkan pada saat Rapat Anggota Tahunan tahun 2008 untuk pendapatan dan biaya, selain itu juga menjelaskan bagaimana realisasinya pada tahun 2009, laporan ini disajikan komparatif antara realisasi anggaran agar pembaca laporan keuangan dapat menilai ketepatan anggaran dengan realisasinya.

e. Daftar Realisasi DKO

Sama seperti daftar realisasi anggaran pendapatan dan biaya, daftar realisasi DKO juga disajikan komparatif antara anggaran biaya-baiaya DKO yang disepakati pada Rapat Anggota Tahunan 2008 dengan realisasi ketepatan biaya pada tahun buku 2009.

Dokumen terkait