2.3. Hipotesis
Hipotesis merupakan pernyataan atau jawaban sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya di dalam kenyataan. Hipotesis dalam peneliitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Mahasiswa S1 Akuntansi Reguler Pagi dan Reguler sore Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur memiliki persepsi positif tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk).
2. Adanya perbedaan persepsi antara mahasiswa S1 Akuntansi Reguler Pagi dan Reguler sore Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengenai Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk).
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Var iabel
Definisi Operasional menurut Nazir (2005:126) adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Per sepsi tentang Pendidikan Pr ofesi Akuntansi (PPAk )
Sebagai calon pengguna, persepsi mahasiswa diperlukan dalaam rangka mengetahui pandangan atau pemahaman mereka tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk).. Persepsi adalah daya memahami suatu hal dengan jelas dan cermat. Dalam penelitian ini, persepsi mahasiswa tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan mengenai Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk).
Variabel persepsi mahasiswa tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Bawono (2006) yang terdiri dari lima indikator yang meliputi :
a. Gelar Akuntan
Gelar adalah sebutan yang menerangkan atau merujuk ke suatu tugas atau kedudukan khusus seseorang (Pramono, 2006). Akuntan merupakan suatu gelar profesi yang diberikan kepada
sarjana akuntansi yang telah memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu.
Bagian ini berisikan tentang perubahan mekanisme dalam mendapatkan gelar akuntan, yang terdiri dari empat item pertanyaan.
b. Minat dan kemampuan
Secara umum minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktifitas-aktifitas dalam bidang tertentu.
Kemampuan adalah sifat biologikal dan yang bisa dipelajari yang memungkinkan seseorang melakukan sesuatu bersifat mental ataupun fisik.
Bagian ini berisikan tentang minat dan kemampuan mahasiswa sebagai stakeholder dari sisi kapabilitas, kompetensi, dan biaya studi, yang terdiri dari lima pertanyaan.
c. Instrumen Pendukung PPAk
Istilah instrumen mempunyai arti alat yang difungsikan utuk mempermudah dan memperlancar tercapaiannya tujuan melalui kegiatan.
Bagian ini berisikan tentang instrumen pendukung penyelenggaraan baik sarana dan prasarana maupun kompetensi pengajarnya, yang terdiri dari enam item pertanyaan.
Peningkatan kebutuhan jasa auditor terlihat dari meningkatnya jumlah Kantor Akuntan Publik (KAP) yang sekarang beroperasi di Indonesia.
Bagian ini berisikan tentang keterkaitan PPAk dengan dunia kerja yang terdiri dari delapan item pertanyaan.
e. Motivasi
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) mendefinisikan motivasi sebagai dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.
Bagian ini berisikan motivasi mengikuti PPAk yang terdiri dari enam item pertanyaan.
Variabel persepsi mahasiswa tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) ini menggunakan Likert Scale. dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan (Sugiyono, 2007:132). penilaian 1 sampai 5 yaitu (1) sangat tidak setuju, (2) tidak setuju, (3) netral, (4) setuju, dan (5) sangat setuju. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat perbedaan antar kelompok responden.
2. Kategor i Kelas di Per gur uan tinggi
Variabel ini menggunakan skala nominal adalah skala paling sederhana dimana angka yang diberikan kepada suatu kategori tidak
menggambarkan kedudukan kategori tersebut terhadap kategori lainnya, tetapi hanya sekedar kode maupun label (Umar,2007:44). Kategori kelas di perguruan tinggi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
a. Kelas Reguler Pagi = Skor 1 b. Kelas Reguler sore = Skor 2 3.2. Tek nik Penentuan Sampel
3.2.1. Populasi
Populasi merupakan obyek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian (Riduwan 2004:55).
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akuntansi angkatan tahun 2008 kelas Reguler Pagi dan Reguler sore pada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang berjumlah 145 mahasiswa (ADMIK FE’11/12).
Berikut ini data jumlah mahasiswa akuntansi angkatan 2008 yang Masih aktif di Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur :
Tabel 3.1. Jumlah Mahasiswa Akuntansi Angkatan 2008
No Kategor i kelas J umlah Mahasiswa (Or ang) 1. 2. Reguler Pagi Reguler sore 120 25 J umlah 145 Sumber : FE-UPN ‘11/12
3.2.2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2007:116). Rumus pengambilan sampel menurut Slovin (Umar, 2007:78).
N n = 1+ Ne2
Keterangan : n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi
e = Persentase kelonggaran karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan, yaitu 10 %.
145 n = 1+145 (0.1)2 = 60 mahasiswa
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode
Stratified Random Sampling dimana populasi yang dianggap heterogen menurut suatu karakteristik tertentu terlebih dahulu dikelompokkan kedalam beberapa sub populasi sehngga tiap sub populasi yang ada memiliki anggota sampel yang relatif hemogen. Lalu dari tiap sub populasi ini secara acak diambil anggota sampelnya. Dasar penentuan sampel bisa secara geografis dan meliputi karakteristik populasi secara pendapatan, pekerjaan, jenis kelamin dan sebagainya (Umar, 1997:77-78).
Selanjutnya untuk menghitung berapa jumlah sampel yang diambil untuk masing-masing sub populasi adalah tergantung pada jumlah sampel
tiap sub populasi. Jika jumlah elemen tiap sub populasi sama, maka perhitungannya sebagai berikut : (Umar, 1997:78)
Tabel 3.2. Jumlah Sampel Mahasiswa Akuntansi Angkatan 2008
No Kategor i kelas J umlah Mahasiswa (Or ang) 1. 2. Reguler Pagi Reguler sore 49 11 J umlah 60
3.3. Teknik Pengumpulan Data 3.3.1. J enis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari objek yang akan diteliti, baik langsung maupun melalui angket (kuesioner). Data primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan peneliti.
3.3.2. Sumber Data
Data penelitian ini bersumber dari jawaban responden yaitu mahasiswa akuntansi aktif angkatan 2008 kelas Reguler dan kelas Reguler sore Fakultas Ekonomi UPN ‘Veteran’ Jawa Timur.
3.3.3. Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui daftar pertanyaan yang sering disebut secara umum dengan nama kuesioner. Kuesioner yaitu teknik pengumpulan data dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2007:199).
3.4.1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur dengan mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan skor total variabel. (Ghozali, 2001:135). Menurut Azwar (2003:157-158), Koefisien validitas itu kurang dari pada 0,30 biasanya dianggap sebagai tidak memuaskan. Angka ini ditetapkan sebagai konvensi yang didasarkan pada asumsi distribusi skor dari kelompok subyek yang berjumlah besar, dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa :
a. Jika nilai rhitung >0,30 berarti pernyataan valid
b. Jika nilai rhitung < 0,30 berarti pernyataan tidak valid (Azwar, 2003:158).
3.4.2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali,2001:132). Kriteria pengujian sebagai berikut:
a. Jika nilai alpha > 0,60 berarti pernyataan reliabel b. Jika nilai alpha < 0,60 berarti pernyataan tidak reliabel
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti sebaran normal atau tidak dapat dilakukan dengan berbagai metode diantaranya metode kolmogorov smirnov (Sumarsono, 2004:40). Uji kolgomorov Smirnov merupakan uji goodness of fit yang berkaitan dengan tingkat kesesuaian antara distribusi sampel (skor observasi ) dan distribusi teoritisnya.
Hipotesis :
H0 = Data berdistribusi normal H1 = Data tidak berdistribusi normal Kaidah pengambilan keputusann :
a. Jika nilai signifikasi (nilai probabilitasnya) < 5 % maka distribusi adalah tidak normal
b. Jika nilai signifikasi (nilai probabilitasnya) >5 % maka dstribusi adalah normal (Ghazali, 2002:36).
3.5. Tek nik Analisis dan Uji Hipotesis 3.5.1. Pengujian Hipotesis Per ta ma
Uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis ke-1 pada penelitian ini “Mahasiswa S1 Akuntansi Reguler Pagi dan Reguler sore Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur memiliki persepsi positif tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)” adalah uji z. Skor jawaban kuesioner pada penelitian ini terdiri dari 5 (lima) penilaian yaitu skor 1 sampai 5 dengan rincian :
Skor 1 = sangat tidak setuju, Skor 2 = tidak setuju
Skor 3 = netral Skor 4 = setuju Skor 5 = sangat setuju
Berdasarkan skor penilaian dan pernyataan pada kuesioner dapat disimpulkan bahwa mahasiswa S1 akuntansi dikatakan memiliki persepsi positif tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) apabila rata-rata nilai skor nya lebih dari 3 dan memiliki persepsi negatif tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) apabila rata-rata nilai skor nya kurang dari 3, sehingga hipotesis pada uji z adalah :
1. Hipotesis
H0 : µ = 3 (mahasiswa S1 akuntansi dikatakan memiliki persepsi negatif tentang Pendidikan Profesi Akuntansi)
H1 : µ ≥ 3 (mahasiswa S1 akuntansi dikatakan memiliki persepsi positif tentang Pendidikan Profesi Akuntansi)
2. Tingkat signifikan (α) = 5% 3. Nilai statistik uji Z
Z = ̅
/√ Keputusan :
a. Jika z > zα/2 atau tingkat signifikan (p-value) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti mahasiswa akuntansi kelas reguler pagi dan reguler sore memiliki persepsi posiitif tentang PPAk.
b. Jika z ≤ zα/2 atau tingkat signifikan (p-value) ≥ 0,05 maka H 0 diterima dan H1 ditolak yang berarti mahasiswa akuntansi kelas reguler pagi dan reguler sore memiliki persepsi negatif tentang PPAk.
3.5.2. Pengujian Hipotesis Kedua
Uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis ke-2 pada penelitian ini “adanya perbedaan persepsi antara mahasiswa S1 akuntansi reguler pagi dan reguler sore Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengenai Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)” adalah uji
Independent Sample t Test.
Adapun langkah-langkah dalam pengujian Independent Sample t Test
adalah sebagai berikut : (Santoso, 2005 : 290) 1. Levene’s Test For Equality Of Variance
a. Hipotesis
H0 : σ1 = σ2 (varians persepsi mahasiswa akuntansi reguler pagi dan reguler sore adalah identik)
H1 : σ1 ≠ σ2 (varians persepsi mahasiswa akuntansi reguler pagi dan reguler sore adalah berbeda)
b. Kaidah pengambilan keputusan
- Jika tingkat signifikan (sig) > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak yang artinya varians persepsimahasiswa akuntansi reguler pagi dan reguler sore adalah identik
- Jika tingkat signifikan (sig) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya varians persepsimahasiswa akuntansi reguler pagi dan reguler sore adalah berbeda
2. T-Test For Equality Of Means
H0 : µ1 = µ2 (rata-rata persepsi mahasiswa akuntansi reguler pagi dan reguler sore adalah identik)
H1 : µ1≠µ2 (rata-rata persepsi mahasiswa akuntansi reguler pagi dan reguler sore adalah berbeda)
b. Kaidah pengambilan keputusan
- Jika tingkat signifikan (sig) > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak yang artinya rata-rata persepsi mahasiswa akuntansi reguler pagi dan reguler sore adalah identik
- Jika tingkat signifikan (sig) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya rata-rata persepsi mahasiswa akuntansi reguler pagi dan reguler sore adalah berbeda.