Didalam penelitian ini bahan dan alat telah ditetapkan sejenis agar tidak terjadi penyimpangan disaat pengambilan data wakti proses desalinasi.
1. Kaca Evaporator
Kaca evaporator menggunakan jenis clear glass (kaca bening) dengan ukuran panjang 1000mm dan lebar 1000mm dengan ketebalan kaca 3mm dengan nilai emisivitas panas dari kaca jika dilihat pada table propertis adalah 0,88.
Gambar 3.3 Kaca bening 2. Pompa DC
Pompa Dc digunakan untuk mensirkulasikan air yang berada pada evaporator dan menaikkan tekanan sehingga terjadi penginjeksian pada nozzle yang bertujuan mempercepat laju penguapan didalam ruang evaporator dikarakan ketebalan air pada saat diinjeksi menipis dan menaikkan nilai konduktivitas air, tekanan air yang dihasilkan berkisar 50-60 Psi jauh semprot 6m dengan diameter outlet 0.8-1.0mm dan memakai selang berdiameter 2.5mm.
Gambar 3.4 pompa DC 12V
Deskripsi:
Diameter masuk dan keluar :1/4"
Temperatur fluida yang bisa :2 ~ 110 Daya : DC 12V 10W
Arus : 0.8 A (Max)
Laju aliran : 8 liter/min (Max) Ketinggian : 3 m (Max) 3. Nozzle
Nozzle yang digunakan berfungsi mengkabutkan air yang dipompakan yang bertujuan untuk mempercepat terjadi proses penguapan dikarenakan fisik air yang berubah jadi kabut menjadikan nilai konduktivitas air lebih besar.dimensi nozzle yang digunakan dengan lubang semprot 0.3mm.
Sumber : https://www.tokopedia.com/bjw288/spuyernozzle-mata-4-bengkok-kuningan-1 Gambar 3.5 mata nozzle pengabut air
4. Panel surya
Jenis panel surya yang digunakan pada penelitian harus sesuai dengan jumlah arus listrik yang digunakan untuk menggerakkan pompa. Daya yang dihasilkan berkisar 80watt dari panel surya pada tegangan 12V DC.
Gambar 3.6 panel surya 5. Bahan alas dan dinding evoparator
Bahan yang digunakan untuk ruang evaporator haruslah yang berbahan tahan terhadap air garam agar tidak mudah terjadi korosi. Adapun bahan yang digunakan untuk ruang evaporator terbuat dari aluminium komposit panel (ACP). Dengan ketebalan 3mm.
Gambar 3.7 aluminium komposit panel
6. Mesin Pemotong ACP
Router tangan ini apapun merk yang di gunakan tetap bisa kita gunakan sebagai alat untuk memotong dan membuat siku aluminium composite panel.
cara nya bila untuk memotong atau membuat siku di aluminium composite panel sebelum saklar router di hidupkan tempelkan dahulu mata router pada aluminium composite panel yang akan di potong atau di buat siku tepat pada ukuran nya .
Gambar 3.8 Mesin Pemotong ACP
7. Solar kolektor
Solar kolektor merupakan system perpindahan panas yang menghasilkan energy panas dengan memanfaatkan radiasi sinar matahari sebagai sumber energy utama. Ketika cahaya matahari menimpa absorber pada kolektor surya sebagian besar energy panas akan dipindahkan ke fluida air yang bersirkulasi melewati pipa tembaga yang kemudian berfungsi untuk membantu menaikkan tempertur di evaporator.
Bagian-bagian solar kolektor :
1. Cover : mengurangirugi panas secara konveksi menuju lingkungan.
2. Absorber : berfungsi untuk menyerap panas dari radiasi cahaya matahari.
3. Pipa tembaga : sebagai saluran sirkulasi air
4. Isolator : meminimalisasi kehilangan panas secara konduksi dari absorber menuju lingkungan
5. Frame: sebagai struktur pembentuk dan penahan beban kolektor Spesifikasi :
Tebal kaca : 3mm
TInggi solar kolektor : 15 cm Ukuran solar kolektor : 1m x 1.5 m
Tebal ACP : 4 mm
Tebal rockwoll : 30mm Tebal plat absorber : 1 mm Diameter pipa tembaga : 3/4 inch Panjang total pipa tembaga : 10.000 mm
Gambar 3.9 Kolektor surya dan pipa tembaga
Kolektor surya pemanas cairan memiliki komponen utama yang terbuat dari selembar bahan konduktif termal yang disebut pelat-penyerap (absorber) yang pada
penelitian ini dipakai Aluminium Composit Panel (ACP) kepadanya menempel atau menjadi satu pipa pembawa cairan (biasanya air) atau lazim disebut pipa-pemanas (riser pipe) berbahan tembaga . Permukaan ACP berwarna hitam karena benda hitam adalah penyerap radiasi surya sempurna. Lembaran kaca transparan dengan tebal 3 mm dipakai sebagai penutup permukaan kolektor, berfungsi bukan sekedar sebagai alat pelindung kolektor dari perusakan oleh faktor luar (misal hujan), tetapi juga karena sifatnya sebagai penjebak panas atau gelombang infra merah. Seperti diketahui bahwa kaca memiliki sifat transparan terhadap gelombang ultraviolet dan cahaya tampak (kedua jenis gelombang cahaya ini mendominasi intensitas radiasi surya), tetapi tidak transparan terhadap gelombang sinar infra merah sebagaimana yang terjadi pada efek rumah kaca, sehingga rugi-rugi panas karena radiasi dari permukaan absorber keluar kolektor dapat diminimumkan. Meskipun demikian masih terdapat rugi-rugi panas ke permukaan karena konveksi oleh udara yang bergerak di dalam ruang antara absorber dan kaca. Rugi-rugi panas konveksi ini pada kenyataannya justru mengambil porsi yang terbesar sekitar 70-80% dari total rugi-rugi panas ke permukaan, menyebabkan efisiensi termal kolektor rendah sekitar 20-40%.
8. HOBO ( Micro Station Data Logger )
Alat ini berfungsi untuk proses penyimpanan data secara otomatis yang dihubungkan ke data logger. Terdapat beberapa alat ukur pada Hobo Microstation Data Logger yaitu :
a. Pyranometer yang digunakan untuk mengukur intensitas radiasi matahari.
b. Wind Velocity Sensor digunakan untuk mengukur kecepatan angin .
c. Ambient Measurement apparatus yang digunakan untuk mengukur temperature lingkungan .
Hobo Microstation Data Logger yang terdapat di laboratorium Sustainable and Renewable Energy dapat dilihat pada gambar 3.10.
Gambar 3.10 Hobo Microsation Data logger.
Keterangan :
1. Pyranometer : merupakan alat untuk mengukur intensitas radiasi matahari dengan intensitas pengkuran per satu detik .
2, Wind velocity sensor : alat untuk menukur kecepatan angin
3. Ambient measurement apparatus : alat untuk mengukur temperature lingkungan sekitar.
4. T dan RH smart sensor : alat untuk mengukur kelembaban udara.
8. Alat ukur suhu (Agilent data acquisition)
Puluhan sensor suhu diperlukan untuk suatu penelitian .Dalam suatu penelitian alat ukur suhu sangat diperlukan untuk melihat perubahan – perubahan suhu yang terjadi dengan mencatat temperature dari semua titik-titik yang diukur. Agilent data acquisition seri 34972A merupakan alat yang digunakan dalam pengkajian tesis ini
dapat dilihat pada gambar 3.11. Agilent data acquisition adalah alat ukur yang utama dalam penelitian ini.
Prosedur penggunaan alat :
1. hubungan termokopel yang telah dipasang pada setiap titik yang telah ditetapkan pada penelitian ini dengan agilent data acquisition .
2. Tandai kabel-kabel termokopel sesuai chanel pada Agilent data acquisition supaya data hasil pengukuran tidak tertukar.
3. Masukkan Flashdisk ke port USB
4, Hidupkan alat dengan menekan tombol ON?OFF
5. Tekam tombol interval untuk mengatur lama pengukuran yang akan dilakukan, selanjutkan gunakan tombol pemindah angka dan switch perubah angka untuk mengatur waktu yang diinginkan
6. Jika batas pengukuran telah tercapai,tekan tombol SCAN sampai muncul SCAN STOP pada display kemudian keluarkan flashdisk.
7. Untuk pengukuran selanjutnya dapat diikuti langkah 2 sampai langkah 6
Gambar 3.11 Agilent data Acquisition 9. Termokopel
Berfungsi sebagai sensor panas yang digunakan untuk mengukur suhu .
Gambar 3.12 Termokopel 10. Pipa Tembaga
Tembaga adalah unsur kimia yang diberi lambang Cu (cuprum). Logam ini dapat menghantar listrik dan panas yang baik. Penggunaan tembaga dapat dilacak sampai 10,000 tahun yang lalu. Sebelum tembaga, diperkirakan hanya besi dan emas, logam yang terlebih dahulu digunakan manusia Menurut data tahun 2005, Chili merupakan negara penghasil tembaga terbesar di dunia, disusul oleh AS dan Indonesia. Tembaga dapat ditambang dengan metode tambang terbuka dan tambang
bawah tanah. Kandungan tembaga dinyatakan dalam % (persen). Jadi jika satu tambang berkadar 2,3%, berarti dari 100 kg bijih akan dihasilkan 2,3 kg tembaga. Selain sebagai penghasil no.1, tambang tembaga terbesar juga dipunyai Chili. Tambang itu bernama Chuquicamata, terletak sekitar 1.240 km sebelah utara ibukota Santiago. Sedang tambang tembaga terbesar di Indonesia adalah yang diusahakan oleh PT Freeport Indonesia di area Grasberg, Papua. Saat ini Grasberg ditambang dengan metode tambang terbuka. Namun karena kedalaman bukaan yang semakin besar, sekitar tahun 2015, cara penambangan akan diubah menjadi tambang bawah tanah. Jika semua terwujud, Grasberg akan menjadi salah satu tambang bawah tanah terbesar di dunia. Tembaga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dari komponen listrik, koin, alat rumah tangga, hingga komponen biomedik. Tembaga juga dapat dipadu dengan logam lain hingga terbentuk logam paduan seperti perunggu atau monel dan menjadi sebuah kerajinan tembaga
Berfungsi sebagai pipa kolektor surya ,ukuran yang dipakai ¾ inch.
Gambar 3.12 Pipa Tembaga
Jenis-jenis Pipa Tembaga
Jenis-jenis pipa tembaga dilihat dari bahan pembuat dan mereknya antara lain: