• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN 1. Tempat dan Waktu

2. Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan yaitu: pisau, nampan, dan pot kecil (khusus hidroponik). Sedangkan Bahan-bahan yang diperlukan adalah : bibit tanaman (Pakchoy), rockwool, air secukupnya, dan pinset.

a. Metode Penelitian 1. Survei lapangan

Survei lapangan bertujuan untuk mengamati situasi dan keadaan wilayah yang digunakan untuk sasaran, yaitu kebun milik Bu Sum yang sudah terdapat banyak macam tanaman baik sayur-sayuran maupun obat-obatan.

2. Koordinasi dengan Para Anggota dan Pembimbing

Berkoordinasi dengan Bu Sum untuk mencari rencana yang akan dilaksanakan untuk

melaksanakan program kerja KKN BMC UNNES yang diharapkan. 3. Sosialisai Program

Sosialisai program bertujuan untuk pengenalan dan memberikan informasi tentang rencana serangkaian pelaksanaan program yang disampaikan kepada anggota dan pembimbing.

4. Pelaksanaan Program

Langkah-langkah kegiatan dalam pelaksanaan program adalah sebagai berikut :

a. Persiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses Pelatihan Menanam dengan media Hidroponik.

b. Menyiapkan bibit, kemudian memotong rockwool diatas nampan menjadi 16 bagian sampai bawah rockwool putus. c. Membasahi rockwool dan

melubangi untuk dimasukkan bibit tanaman.

d. Kemudian tunggu sampai tanaman tumbuh kira-kira 1 minggu, setelah tumbuh tanaman pada setiap potong rockwool dipisahkan dan dipindahkan kedalam pot-pot kecil yang sudah terdapat sumbu untuk pengaliran air.

e. Monitoring dari pelaksanaan kegiatan pemanfaatan Hidropik untuk menanam selain dengan media tanah.

5. Evaluasi Program

Mengevaluasi perkembangan pelaksaan program, memberikan saran untuk mengembangkan dan pemanfaatan media hidroponik untuk menanam baik sayur maupun buah sehingga memberikan pengetahuan bahwa menanam juga bisa menggunakan media lain tidak hanya dengan media tanah.

Survei lapangan

Koordinasi dengan anggota dan pembimbing

Sosialisasi program

Pelaksanaan program

Evaluasi program

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan yang dilakukan oleh Tim KKN dari Kelurahan Sembungharjo yang mengangkat program kerja pelatihan budidaya hidroponik untuk warga sekitar kelurahan dimana kegiatan ini berlokasi di RT 08. Pelatihan ini dilakukan secara langsung dengan memberi berbagai pengetahuan mengenai hidroponik dari mulai bagaimana cara menanam menggunakan hidroponik, manfaat melakukan penanaman dengan hidroponik, bahan-bahan serta alat yang digunakan untuk hidroponik dan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menanam menggunakan hidroponik.

Pengenalan penanaman menggunakan hidroponik kepada warga dengan menyampaikan beberapa keuntungan menggunakan hidroponik. Keuntungan bercocok tanam sistem hidroponik yaitu kebersihan tanaman lebih mudah dijaga, tidak perlu melakukan pengolahan lahan dan pengendalian gulma, media tanam steril, tidak perlu menyiram tanaman, penggunaan air dan pupuk sangat efisien, tanaman dapat dibudidayakan tanpa tergantung musim, dapat dilakukan pada lahan yang sempit, serta terlindung dari hujan dan matahari secara langsung, produksi tanaman lebih tinggi, tanaman memberikan hasil yang kontinu, lebih mudah dikerjakan tanpa membutuhkan tenaga kasar, tanaman dapat tumbuh pada tempat yang semestinya tidak cocok, tidak ada risiko sebagai ketergantungan terhadap kondisi alam setempat, dan dapat dilakukan pada tempat-tempat yang luasnya terbatas. (Arianty, 2019).

Kreativitas warga dapat ditingkatkan dalam hal bercocok tanam melalui hidroponik. Mulai dari mendaur ulang limbah seperti botol bekas sebagai wadah untuk media tanam, pralon bekas dan lain sebagainya. Kegiatan ini dimulai dari survei lapangan. Survei lapangan dalam pelaksanaan program budidaya tanaman sayuran hidroponik dibagi menjadi 3 tahapan. Pertama yaitu survei lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat untuk budidaya tanaman sayuran hidroponik, yang mana lokasi tersebut terletak di sebuah rumah warga tepatnya di kediaman Ketua RT 08 RW 02 yang berada di Kelurahan Sembungharjo. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 24 Juli 2020.

Kedua yaitu survei lapangan untuk tempat pembelian alat dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan budidaya tanaman sayuran hidroponik. Berdasarkan kreativitas dan dikusi yang telah tim lakukan sebelumnya untuk membuat budidaya tanaman sayuran hidroponik yang memiliki nilai estetis ini membutuhkan alat dan bahan pendukung. Tempat alat dan bahan yang di survei antara lain yaitu pisau, nampan, dan pot kecil (khusus hidroponik), bibit tanaman (Pakchoy), rockwool, air secukupnya, dan pinset.

Ketiga adalah survei lapangan untuk tempat pelatihan budidaya tanaman sayuran hidroponik yakni bertempat di kediaman Ketua RT 08 RW 02 Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk, Kota

Semarang. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan proses pelatihan budidaya tanaman sayuran hidroponik yakni pada minggu 3-5 Pelaksanaan KKN.

Gambar 2. Survei Lapangan

Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pelatihan budidaya tanaman sayuran hidroponik melalui program budidaya tanaman sayuran hidroponik. Koordinasi dengan masyarakat yaki kepada pejabat kelurahan dalam hal ini kepada Ketua RT setempat, perihal tujuan, manfaat, dampak kegiatan dan target luaran kegiatan program budidaya tanaman sayuran hidroponik ini. Hasil yang diperoleh dari koordinasi ini bahwa ketua RT meresepon dengan positif dan mendukung pelaksanaan program budidaya tanaman sayuran hidroponik menjadi kegiatan pelatihan yang memiliki nilai estetik untuk dapat

dilaksanakan di RT setempat dengan melakukan kolaborasi dengan masyarakat. Adapun respon yang mendukung pelaksaanaan kegiatan tersebut adalah dengan memberi pinjaman beberapa alat yang dibutuhkan dalam sosialisasi budidaya tanaman sayuran hidroponik. Selain itu, ketua RT akan membantu mensosialisasikan program budidaya tanaman sayuran hidroponik ke masyarakat untuk mengikuti sosialisasi budidaya tanaman sayuran hidropnik yang diadakan oleh tim KKN BMC UNNES 2020. Ketua RT juga mengatur pertemuan antara tim dengan masyarakat guna mensosialisasikan program pemanfaatan budidaya tanaman sayuran hidroponik.

Gambar 4. Koordinasi dengan Ibu RT 08 Pelatihan budidaya tanaman sayuran hidroponik

Kegiatan pelatihan budidaya tanaman sayuran hidroponik dimulai pada tanggal 24 Juli 2020. Kegiatan diawali dengan pembelian alat dan bahan pendukung di toko tanaman terdekat seperti yang ditunjukan pada gambar. Kegiatan selanjutnya yakni mempersiapkan alat dan bahan untuk dibawa ke kediaman Ketua RT 08 RW 02 Kelurahan Sembungharjo. Hal ini dilakukan agar memudahkan tim KKN BMC UNNES.

Pelatihan yang dilakukan dari mulai menyiapkan media yang harus digunakan, langkah-langkah menanam menggunakan hidroponik, pembuatan nutrisi hidroponik serta perawatan tanaman hidroponik yang sudah ditanam. Proses pelatihan budidaya tanaman sayuran hidroponik ini memakan waktu seharian, karena sebelum itu kita harus memotong rockwool sesuai ukuran yang ditentukan kemudian melubanginya dengan sedotan. Bersamaan dengan proses memotong rockwool dilaksanakan juga proses pemasukkan benih pakchoy harus dimasukan satu-satu kedalam rockwool yang sudah dilubangi dengan sedotan aqua. Setelah itu jika semua benih sudah dimasukkan ke dalam rockwool tersebut yang diletakkan ke dalam nampan kami menutupnya dengan plastik hitam, supaya benih cepat tumbuh. Serangkaian tahap ini dilakukan oleh tim dan masyarakat yang selesai pada tanggal 24 Juli 2020.

Gambar 6. Pemindahan tanaman yang sudah ditanam di pot

Gambar 7. Bibit tanaman yang akan di tanam

Gambar 9. Perawatan tanaman setelah tumbuh menggunakan pengairan

Gambar 10. Pembuatan nutrisi hidroponik

Pelatihan hidroponik ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas warga di Kelurahan Sembungharjo. Karena banyak keuntungan yang didapat dari penanaman hidroponik ini. Terutama bagi warga yang belum ada lahan dan ingin melakukan kegiatan bercocok tanam. Selain itu, dapat juga mengurangi penggunaan botol atau dapat memanfaatkannya sebagai media untuk hidroponik jika tidak memiliki pralon untuk melakukan budidaya.

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pelatihan budidaya hidroponik dapat menambah wawasan warga sekitar mengenai hidroponik dibuktikan dengan antusias warga dalam mengikuti pelatihan.

2. Pengenalan hidroponik kepada warga dapat dilaksanakan dengan lancar dengan mengenalkan alat dan bahan, langkah-langkah menanam menggunakan hidroponik, keuntungan-keuntungan melakukan penanaman hidroponik sampai dengan membuat nutrisi serta perawatan tanaman setelah tumbuh.

3. Kreativitas warga dapat ditingkatkan dengan penanaman hidroponik dapat diketahui dari alat dan bahan serta media wadah yang digunakan dapat berupa limbah botol atau plastik bekas.

DAFTAR PUSTAKA

Arianty, N. (2019). Pemanfaatan Pekarangan dalam Usaha Budidaya Sayuran secara Hidroponik. In Prosiding Seminar Nasional Kewirausahaan (Vol. 1, pp. 182–186). Harjoko, D. 2009. Studi Macam Media dan

Debit Aliran terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) secara Hidroponik NFT. Agrosains 11(2): 58-62.

M. (2016). Persepsi Masyarakat terhadap Tanaman Hidroponik di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa. Agri-SosioEkonomi Unsrat, 12(2A), 283– 302.

Masduki, A. (2017). Hidroponik sebagai Sarana Pemanfaatan Lahan Sempit di Dusun Randubelang, Bangunharjo, Sewon, Bantul. Pemberdayaan, 1(2), 185–192.

Prayitno, W. A., Muttaqin, A., & Syauqy, D. (2017). Sistem Monitoring Suhu , Kelembaban , dan Pengendali Penyiraman

Tanaman Hidroponik menggunakan Blynk Android. Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 1(4), 292– 297.

Roidah, I. S. (2014). Pemanfaatan Lahan dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Universitas Tulungagung BONOROWO, 1(2), 43–50.

Suprijadi, dkk. 2009. Sistem Kontrol Nutrisi Hidroponik Dengan Menggunakan Logika Fuzzy. Oto.Ktrl.Inst 1 (1): 31-35.

KOLABORASI MAHASISWA KKN UNNES BMC 2020 DENGAN BPBD KOTA