Alat yang digunakan : alat penyulingan, erlenmeyer, kondensor, timbangan analitik, buret, kertas, piknometer, refraktometer abbe, water bath, pisau, labu pemisah, pipet, selang, ember, drum kecil, gayung dan kompor.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun sereh wangi, bahan bakar, air, aquades dan MgS04.
C. Prosedur Penelitian 1. Persiapan
Persiapan ini berupa pengumpulan sereh wangi yang diambil dari lokasi SPMA/SPP (Sekolah Pertanian Pembangunan) Jl. Thoyib Hadiwijaya Sempaja Samarinda.
2. Perlakuan
Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini yaitu lama penyulingan 3 jam, 3,5 jam, 4 jam, 4,5 jam dan 5 jam, dengan 3 kali ulangan.
3. Cara Kerja
Adapun prosedur penelitian sebagai berikut :
a. Daun sereh wangi dilayukan selama 1 hari sebelum disuling.
b. Daun sereh wangi yang telah dilayukan kemudian dirajang sepanjang 12-15 cm, untuk mengurangi sifat kamba, daun sereh yang telah dirajang dimasukkan ke dalam ketel penyulingan, kemudian ketel uap diisi air tidak sampai penuh. Kedua ketel tersebut ditutup rapat, dan jangan sampai tejadi kebocoran.
c. Api di bawah tungku dinyalakan, dan besarnya api harus terkontrol. Pada fase ini, telah terjadi penguapan dalam ketel air, kemudian lewat pipa yang berbentuk leher angsa uap tersebut disalurkan ke ketel penyulingan. Maka terjadilah penguapan minyak sereh wangi, tetapi uap tersebut masih bercampur dengan uap air. Kemudian campuran uap itu dialirkan lagi melalui pipa ke alat pendingin.
d. Sesudah uap tersebut sampai ke alat pendingin, yang berupa bak permanen berisi air dingin, terjadilah proses pengembunan, yakni pencairan kembali campuran uap tersebut. Selanjutnya, campuran cairan minyak dan air ya ng mempunyai suhu sekitar 40-45o Celcius ini, dialirkan ke alat pemisah.
e. Fase berikut nya adalah pemisahan minyak sereh wangi dari air secara fisis. Mengingat berat jenis minyak sereh wangi lebih ringan dari pada air, maka minyak sereh wangi tersebut akan mengapung di atas air, yang selanjutnya dialirkan mela lui bagian alat pemisah ke alat pengumpul minyak.
Diagram alir proses penyulingan dapat dilihat pada Gambar 2.
Daun sereh wangi
Air Minyak
Gambar 2. Diagram Alir Proses Penyulingan 4. Parameter yang diamati
a. Rendemen
Destilat yang dihasilkan ditampung dalam erlenmeyer. kemudian dipindahkan ke buret untuk memisahkan minyak dengan air. Minyak yang diperoleh ditimbang beratnya dengan timbangan analitik.
Pelayuan selama 1hari
Perajangan (pengecilan ukuran bahan)
Penyulingan
Penampungan hasil
Adapun rumus untuk menentukan rendemen minyak atsiri : Rendemen x100% Input Output ? Dimana :
Input = Berat daun kering sebelum diproses Output = Berat minyak atsiri yang dihasilkan
Menentukan rendemen rata – rata minyak atsiri :
n x x ?
?
Dimana = x : Rendemen rata – rata SX : Jumlah rendemen total n : Jumlah proses penyulingan b. Bobot jenis
Piknometer dikosongkan hingga bebas dari air, kemudian ditimbang (berat piknometer kosong). Setelah itu piknometer diisi aquades secara pelan-pelan hingga tidak terjadi gelembung udara dan diletakkan di water bath yang mempunyai sirkulasi air pada suhu 25o C selama 30 menit. Kemudian diangkat, dilap sampai bersih kemudian diletakkan di dalam timbangan analitik selama 30 menit dan ditimbang beratnya (berat piknometer + minyak).
Bobot jenis aquades berat minyak contoh berat ?
c. Indeks bias
Ke dalam alat refraktometer abbe yang telah dialirkan air pada suhu 25°C ditempatkan minyak sereh wangi pada permukaan prisma dan tutup dengan memutar skrup. Dibiarkan alat beberapa menit kemudian dibaca.
Nilai indeks bias dipengaruhi oleh suhu dan dapat dihitung sebagai berikut :
R = R’ + K ( T’-T ) Keterangan :
R = Indeks bias pada suhu ToC R’ = Indeks bias pada suhu T’oC K = Faktor koreksi (0,0005) d. Warna
Minyak hasil penyulingan di tampung dalam gelas ukur kemudian dilihat warnanya.
D. Pengambilan dan Analisis Data 1. Rancangan Percobaan
Rancangan percobaan menggunakan RAL (Rancang Acak Lengkap) dengan 3 perlakuan yaitu lama penyulingan 3 jam, 3,5 jam, 4 jam, 4,5 jam dan 5 jam dan diulangi selama 3 kali.
RAL dengan rumus matematik sebagai berikut (Sastrosupadi) : Yij = µ + Ti + €ij ; i = 1,2,...t
keterangan :
Yij = Respon atau nilai pengamatan dari perlakuan ke- i dan ulangan ke-j. µ = Nilai tengah umum
Ti = Pengaruh perlakuan ke- i
€ij = Pengaruh galat percobaan di perlakuan ke- i dan ulangan ke-j 2. Analisis Data
Analisis data menggunakan analisis sidik ragam. Jika hasil Fhitung
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Rendemen
Dari hasil analisa uji rendemen tiap perlakuan penyulingan adalah sebagai berikut :
Tabel 3. Rata–rata Rendemen Tiap Perlakuan Penyulingan. Ulangan
Perlakuan
1 2 3 Jumlah Rata - Rata
P0 1,4686 1,8230 2,0594 5,351 1.7837 P1 1,4854 1,8568 2,0762 5,4184 1,8061 P2 1,5023 1,8906 2,0931 5,486 1,8287 P3 1,5192 1,9074 2,11 5,5366 1,8455 P4 1,5276 1,9243 2,1269 5,5788 1,8596 Jumlah 7,5031 9,4021 10,4656 27,3708
Dari Tabel 3 dapat dilihat jelas perbedaan rendemen minyak sereh wangi akibat lama penyulingan yang berbeda. Dimana dari perlakuan tersebut dapat dilihat rendemen minyak berkisar antara 1,7837% – 1,8596%. Semakin lama waktu penyulingan maka rendemen yang diperoleh semakin tinggi. Dalam hal ini, lama penyulingan 5 jam menghasilkan rendemen yang tertinggi yaitu 1,8596%. Rendemen 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2 P0 P1 P2 P3 P4 Perlakuan Rata-rata
Gambar 3. Grafik Pengaruh Lama Penyulingan Terhadap Rendemen Minyak Sereh Wangi
Dari hasil analisis sidik ragam (Ansira) diketahui bahwa perbedaan perlakuan lama penyulingan daun sereh wangi adalah tidak berbeda nyata terhadap rendemen minyak sereh wangi yang dihasilkan. Sehingga analisis selanjutnya tidak dilanjutkan. Hasil Analisis sidik ragam rendemen dapat dilihat pada lampiran 1.1.
Tabel 4. Ansira Rendemen Minyak Sereh Wangi.
F tabel SK db JK KT Fhitung 5% 1% Perlakuan Galat 4 10 0,0111 0,9016 0,02775 0,09016 0,3079tn 3,48 5,98 Total 14 0,9127 0,11791 Keterangan : tn = Tidak Berbeda Nya ta
Semakin disuling sampai batas 5 jam rendemen minyak akan semakin naik, hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya panas yang diterima oleh bahan untuk menguapkan sel-sel minyak dari bahan dan semakin banyak uap yang berhubungan dengan sel-sel minyak, sehingga minyak yang terekstraksi semakin banyak. Disamping itu semakin lama penyulingan maka semakin banyak panas yang diterima dan proses diffusi akan meningkat sehingga proses penyulingan semakin dipercepat. (Rusli, 1979 dalam Ginting, 2008).
Rendemen minyak yang dihasilkan dari daun sereh wangi tergantung dari bermacam- macam faktor antara lain: iklim, kesuburan tanah, umur tanaman, proses pengeringan dan cara penyulingan (Lutony dan Yeyet, 1994).