BAB III. HASIL PRAKTEK KERJA LAPANGAN
C. Sensus Tanama Pokok Sawit
5. Hasil yang Dicapai
Hasil dari kegiatan ini disajikan dalam Tabel 4 di bawah ini. Untuk diketahui bahwa perusahaan menentukan target dalam pekerjaan ini, yaitu perhari 6 sampai 7 blok area jalur tanam serta jalan dan parit.
Tabel 3. Pengukuran Ulang Luas Areal Blok Estate Mulupan.
No. Tanggal kegiatan Lokasi (blok)
14
Dari kegiatan ini mahasiswa mampu mengetahui, mempelajari serta mempraktikan secara langsung bagimana cara pengukuran Blok, Jalan dan Parit menggunakan Alat GPSMap 76csx di lapangan, sehingga mahasiswa mengerti dan memahami langkah – langkah pengukuran langsung di lapangan walaupun tipe GPS yang digunakan berbeda dengan yang dipelajari di kampus.
PT. NPC termasuk perusahaan pengelola perkebunan yang baru berdiri sehingga jumlah pegawainya masih terbatas, demikian juga untuk tenaga survei.
Hal tersebut membuat perusahaan belum pernah melakukan kegiatan pengukuran ulang croscek blok estate Mulupan selain pada saat ada mahasiswa PKL dan menyebabkan mahasiswa tidak dapat membandingkan prestasi kerja selama pengukuran.
Adapun kendala dan hambatan yang memperlambat pekerjaan di lapangan antara lain :
a. Hujan dan Panas
Lahan yang ada pada PT. NPC merupakan lahan kebun yang baru dibuka dan baru ditanami sawit (umur sawit 8 bulan), sehingga areal perkebunan tersebut sangat panas karena tidak ada tempat berteduh saat matahari sangat terik maupun saat hujan.
b. Jarak Areal yang Diukur
Fasilitas pengangkutan (transportasi) pada PT. NPC masih sangat terbatas, sehingga pendistribusian pekerjaan dengan menggunakan kendaraan juga terbatas. Kondisi ini membuat pekerja survei telah mengalami kelelahan sebelum bekerja karena harus berjalan kaki menuju areal yang akan diukur. Keadaan lelah tersebut mempengaruhi kinerja dan ketelitian hasil pengukuran.
c. Jalan baru ditimbun dan susah di lewati
Pengukuran luas blok, batas parit dan jalan ini sangat tergantung pada kondisi jalan yang ada. Karena areal PT. NPC adalah lahan gambut maka selalu dilakukan penimbunan jalan agar nantinya dapat dilewati oleh alat transportasi. Namun kegiatan ini memperlambat kerja tim survei untuk mengukur batas blok, parit dan jalan karena sering kali jalan yang baru ditimbun atau baru saja dinaikkan sulit dilewati karena amblas ataupun lengket.
d. Kelelahan
Lahan perkebunan PT. NPC merupakan lahan baru dimana segala sesuatunya masih sangat terbatas termasuk alat transportasi. Keadaan ini
16
diperparah dengan jarak tempuh dari kantor ke tempat pengukuran sangat jauh kurang lebih 3 sampai 12 Km. Karena hampir setiap hari jalan kaki menuju lokasi pengukuran, setelah selesai mengukur di lapangan, kemudian dimalam hari menginput data dari GPS ke komputer, maka kondisi ini menyebabkan kelelahan pada saat pengukuran sehingga ketelitian pengukuran kadang kurang akurat.
e. Tidak Ada Penyeberangan Antara Blok
Selain kegiatan pengukuran luas blok, jalan dan parit, pada saat bersamaan juga harus dilakukan pengukuran jalur tanam Kelapa Sawit.
Pengukuran ini dilakukan pada setiap blok. Kendala yang dihadapi adalah keharusan untuk melewati parit yang lebarnya 2 sampai 4 meter yang terdapat antar blok. Untuk menyeberanginya tidak terdapat sarana sehingga tim survei harus melompat atau berenang.
f. Areal Blok Mudah Amblas
Lahan di PT. NPC merupakan lahan gambut sehingga pada saat mengukur jalur tanam kelapa sawit harus masuk ke dalam blok, sedangkan jalannya sulit dilewati karena mudah amblas dan tapak timbun sawit tinggi sehingga memperlambat proses pengukuran di lapangan.
Dari hambatan dan kendala di atas merupakan ilmu baru yang diperoleh di lapangan, untuk menjadi modal di dunia kerja nantinya. Karena tanpa kendala dan hambatan yang dialami pada saat di lapangan mungkin suatu saat di dunia kerja dapat mengalami ketidaktahuan dan tidak paham tentang keadaan lapangan, khususnya di perkebunan kelapa sawit.
B. Auditing untuk Pembuatan Berita Acara Pengajuan Pembayaran (BAPP)
1. Tujuan
Untuk pengajukan pembayaran hasil kerja kontraktor pada PT. Nala Palma Cadudasa yang telah di ukur LC (Land Clearing) antara lain pekerjaan:
a. Main Drain adalah parit yang mengumpulkan air dari collection drain.
b. Collection Drain adalah parit yang mengumpulkan air dari field drain.
c. Field Drain adalah parit yang mengalirkan arid dari dalam blok ke collection drain.
d. Collection Road adalah jalan yan dibangun arah Timur- Batat dengan jarak antara CR 1.000 meter dan lebar badan jalan 7 meter. Untuk areal gambut/rawa jalan dibuat dengan sistem tanggulan dengan satu parit pada sisi badan jalan.
e. Main Road adalah jalan yang dibangun arah Utara-Selatan dengan jarak antara MR 200 meter dan lebar badan jalan 9 meter. Untuk areal gambut/rawa jalan dibuat dengan sistem tangggulan dengan satu parit pada sisi badan jalan.
f. Naik Tanah adalah proses pekerjaan menaikan tanah mineral dibadan jalan dengan tinggi 70 cm. Tidak tercampur tanah gambut.
g. Compact adalah proses meratakan tanah yang sudah dinaikkan diatas badan jalan agar mudah untuk dilalui kendaraan.
2. Dasar Teori
Menurut Anonim (2014), Berita acara pengajuan pembayaran (BAPP) adalah merupakan pengajuan pembayaran yang dilakukan pada setiap akhir bulan dimana tepat pada waktu tutup buku perusahaan. Dengan adanya BAPP
18
(Berita Acara Pengajuan Pembayaran) maka akan mengetahui sampai mana progres kerja setiap kontraktor dalam pekerjaan LC (Land Cleraing).
Land Clearing adalah kegiatan pembukaan dan pengolahan lahan sampai dengan lahan tersebut siap ditanami kelapa sawit. Kegiatan Land clearing ini dilakukan bertujuan menyiapkan areal siap tanam untuk menunjang pertumbuhan tanaman kelapa sawit dan memudahkan dalam pengelolaan kebun pada saat perawatan dan panen.
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan pada kegiatan ini antara lain:
‐ GPSMap 76csx tipe Garmin
‐ Kendaraan Air (Ces / perahu)
‐ Laptop
b. Bahan-bahan yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain:
‐ Buku Catatan
‐ Software excel
‐ Map Source
‐ Arc Gis 2010
‐ Peta pengajuan BAPP
4. Prosedur Kerja
Gambar 2. Gambar Rangkaian Prosedur Kerja Auditing untuk BAPP a) Pengambilan Data Lapangan
Pengambilan data lapangan dilakukan menurut pekerjaan yang telah dikerjakan oleh kontraktor. Pengambilan data di lapangan menggunakan GPS untuk mengetahui panjang, luasan yang dikerjakan.
b) Pengumpulan Data
Data yang telah diambil di lapangan kemudian diunggah menggunakan Map Source.
c) Pengolahan Data
Data yang telah terkumpul kemudian diproses menggunakan Software ArcGis dibuat peta BAPP untuk menghasilkan luasan dan panjang lebar dari hasil kerja masing-masing kontraktor.
5. Hasil yang dicapai
Hasil yang dicapai merupakan koordinat, dimana data koordinat bisa dilihat pada Tabel 4 sampai 6 berikut :
START
PENGOLAHAN DATA
END
PENGAMBILAN DATA DILAPANGAN
20
Table 4. Kegiatan Auditing Field Drain, Naik Tanah Dan Compact Jalan untuk Berita Acara Pengajuan Pembayaran (BAPP).
No Tanggal Kegiatan Lokasi
Prestasi
Tabel 5. Data Auditing untuk BAPP Field Drain.
No Kode Koordinat X Koordinat Y Keterangan
1 FD 1 478901 31458 Blok F 18
2 FD 2 478886 31458 Blok F 18
3 FD 3 478869 31462 Blok F 18
4 FD 4 478855 31461 Blok F 18
5 FD 5 478838 31461 Blok F 18
Keterangan: FD 1 adalah nama poin yang mudah diingat.
Data lengkap tentang auditing untuk BAPP Field Drain dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 6. Data Auditing untuk BAPP Naik Tanah.
No Kode Koordinat X Koordinat Y Keterangan
1 NT 1 478220 31463 Blok F 18/19
2 NT 2 479147 31469 Blok F 18/19
3 NT 3 478289 31299 Blok F 17/18
4 NT 4 479142 31275 Blok F 17/18
Keterangan : NT 1 adalah nama poin yang mudah di ingat.
Data lengkap tentang auditing untuk BAPP Naik Tanah dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 7. Data Auditing untuk BAPP Compact
No Kode Koordinat X Koordinat Y Keterangan
1 Cpk 1 479171 32115 Blok E 21/22
2 Cpk 2 480137 32102 Blok E 21/22
3 Cpk 3 480140 32302 Blok E 22/23
4 Cpk 4 479168 32321 Blok E 22/23
Keterangan : Compek 1 adalah nama poin yang mudah di ingat.
Data lengkap tentang auditing untuk BAPP Compact dapat dilihat pada lampiran.
6. Pembahasan
Pengerjaan auditing untuk BAPP harus dikerjakan dengan cermat karena menyangkut jumlah uang yang sangat besar. Apabila terjadi kesalahan perhitungan maka pembuat BAPP, dan pengoreksi harus bertanggung jawab atas kekurangan yang diajukan.
Hari orang kerja (HK) yang diperoleh dari kegiatan auditing untuk BAPP ini paling sedikit adalah 2 titik/org pada kegiatan naik tanah dan paling banyak adalah 32 titik/org pada kegiatan field drain. Rata-rata HK dari kegiatan auditing ini adalah 11 titik/org. Perbedaan jumlah titik yang diperoleh dalam auditing ini dari masing-masing kegiatan terjadi karena perbedaan objek dan jarak pengecekan antara satu titik dengan titik yang lain.
Hambatan pada saat pengambilan data lapangan dan proses data antara lain a. Jembatan penghubung antara CR (collection road) rendah sehingga susah
di lewati kendaraan air (Ces).
b. Kurang paham menggunakan software karena jarang menggunakan.
c. Baterai laptop cepat habis, sedangkan listrik hanya ada dari pukul 18.00-06.00.
22
C. Sensus Tanam Pokok Sawit 1. Tujuan
Sensus tanaman sawit bertujuan untuk mengetahui jumlah keseluruhan tanaman sawit pada areal blok tanaman sawit.
Catatan: Sensus tanaman dilakukan di PT. HS (Hamparan Sentosa) yang telah bekerjasama dengan PT. NPC, sehingga data hasil sensus tanaman yang didapatkan dari lapangan langsung di serahkan pada konsultan perkebunan PT. HS (Hamparan Sentosa).
2. Dasar Teori
Menurut Norvhiy (2013), sensus pokok kelapa sawit adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai keadaan sawit yang sebenarnya dalam areal atau dalam perkebunan sering di sebut dengan istilah blok.
3. Alat dan Bahan - Papan LJK - Alat tulis
- Form pengukuran sensus tanam 4. Prosedur Kerja
a. Persiapan
1) Apel pagi yang bertujuan untuk membagi tugas serta memberi arahan kepada anggota kerja.
2) Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam melakukan sensus tanaman.
3) Menuju lokasi yang akan dikerjakan.
b. Pelaksanaan
1) Satu tim sensus terdiri dari 2 (dua) orang, yaitu 1 (satu) petugas pencatat dan 1 (satu) petugas pengecek/penghitung.
2) Setiap anggota berjalan mengikuti jalur sawit dan menghitung jumlah sawit sesuai keterangan yang ada dalam form sensus tanaman.
3) Ada beberapa simbol atau tanda yang digunakan dalam menghitung jumlah sawit dalam form sensus tanaman yang akan dihitung , yaitu jumlah sawit yang hidup (+), jumlah sawit yang mati (-), jumlah sawit yang kosong (K), dan jumlah sawit yang baru ditanam pokok sawit atau sisipan (S) .
5. Hasil Yang Dicapai
Adapun hasil yang diharapkan dalam pekerjaan ini adalah untuk menghasilkan data sensus tanaman di setiap blok, dan jumlah sawit yang hidup, mati, kosong dan sisipan, sehingga perusahan dapat mengatahui berapa jumlah pokok tanaman yang mati, sisipan dan kosong dalam satu blok dengan luas 19 sampai 24 Ha.
Tabel 8. Data Sensus Tanaman Kelapa Sawit di PT. Hamparan Sentosa (HS) No. Tanggal Kegiatan Lokasi
PT.HS Pekerja (orang)
1 17 Maret 2014 Blok K29 2 orang
2 18 Maret 2014 Blok K29 2 orang
3 1 April 2014 Blok B28 2 orang
6. Pembahasan
Pada kegiatan ini mahasiswa dapat menentukan berapa jumlah sawit yang
hidup, mati, kosong dan sisip pada setiap blok tanaman sawit. Kegiatan ini
24
bertujuan untuk menanam kembali tanaman sawit jika ada tanaman sawit yang mati dan kosong, kemudian dilakukan penyisipan tanaman sawit yang baru.
Kendala yang dihadapi pada kegiatan ini adalah adanya semak yang rimbun bercampur dengan tanaman penutup (covercrop) yang tidak dipelihara sehingga tim survei kesusahan untuk menuju pokok sawit, karena tidak membawa parang untuk menebas semak tersebut.
D. Pembuatan Patok Perencanaan Perumahan