BAB III. HASIL PRAKTEK KERJA LAPANGAN
B. Auditing Berita Acara Pengajuan Pembayaran (BAPP) …. 15
4. Prosedur Kerja
Gambar 2. Gambar Rangkaian Prosedur Kerja Auditing untuk BAPP a) Pengambilan Data Lapangan
Pengambilan data lapangan dilakukan menurut pekerjaan yang telah dikerjakan oleh kontraktor. Pengambilan data di lapangan menggunakan GPS untuk mengetahui panjang, luasan yang dikerjakan.
b) Pengumpulan Data
Data yang telah diambil di lapangan kemudian diunggah menggunakan Map Source.
c) Pengolahan Data
Data yang telah terkumpul kemudian diproses menggunakan Software ArcGis dibuat peta BAPP untuk menghasilkan luasan dan panjang lebar dari hasil kerja masing-masing kontraktor.
5. Hasil yang dicapai
Hasil yang dicapai merupakan koordinat, dimana data koordinat bisa dilihat pada Tabel 4 sampai 6 berikut :
START
PENGOLAHAN DATA
END
PENGAMBILAN DATA DILAPANGAN
20
Table 4. Kegiatan Auditing Field Drain, Naik Tanah Dan Compact Jalan untuk Berita Acara Pengajuan Pembayaran (BAPP).
No Tanggal Kegiatan Lokasi
Prestasi
Tabel 5. Data Auditing untuk BAPP Field Drain.
No Kode Koordinat X Koordinat Y Keterangan
1 FD 1 478901 31458 Blok F 18
2 FD 2 478886 31458 Blok F 18
3 FD 3 478869 31462 Blok F 18
4 FD 4 478855 31461 Blok F 18
5 FD 5 478838 31461 Blok F 18
Keterangan: FD 1 adalah nama poin yang mudah diingat.
Data lengkap tentang auditing untuk BAPP Field Drain dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 6. Data Auditing untuk BAPP Naik Tanah.
No Kode Koordinat X Koordinat Y Keterangan
1 NT 1 478220 31463 Blok F 18/19
2 NT 2 479147 31469 Blok F 18/19
3 NT 3 478289 31299 Blok F 17/18
4 NT 4 479142 31275 Blok F 17/18
Keterangan : NT 1 adalah nama poin yang mudah di ingat.
Data lengkap tentang auditing untuk BAPP Naik Tanah dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 7. Data Auditing untuk BAPP Compact
No Kode Koordinat X Koordinat Y Keterangan
1 Cpk 1 479171 32115 Blok E 21/22
2 Cpk 2 480137 32102 Blok E 21/22
3 Cpk 3 480140 32302 Blok E 22/23
4 Cpk 4 479168 32321 Blok E 22/23
Keterangan : Compek 1 adalah nama poin yang mudah di ingat.
Data lengkap tentang auditing untuk BAPP Compact dapat dilihat pada lampiran.
6. Pembahasan
Pengerjaan auditing untuk BAPP harus dikerjakan dengan cermat karena menyangkut jumlah uang yang sangat besar. Apabila terjadi kesalahan perhitungan maka pembuat BAPP, dan pengoreksi harus bertanggung jawab atas kekurangan yang diajukan.
Hari orang kerja (HK) yang diperoleh dari kegiatan auditing untuk BAPP ini paling sedikit adalah 2 titik/org pada kegiatan naik tanah dan paling banyak adalah 32 titik/org pada kegiatan field drain. Rata-rata HK dari kegiatan auditing ini adalah 11 titik/org. Perbedaan jumlah titik yang diperoleh dalam auditing ini dari masing-masing kegiatan terjadi karena perbedaan objek dan jarak pengecekan antara satu titik dengan titik yang lain.
Hambatan pada saat pengambilan data lapangan dan proses data antara lain a. Jembatan penghubung antara CR (collection road) rendah sehingga susah
di lewati kendaraan air (Ces).
b. Kurang paham menggunakan software karena jarang menggunakan.
c. Baterai laptop cepat habis, sedangkan listrik hanya ada dari pukul 18.00-06.00.
22
C. Sensus Tanam Pokok Sawit 1. Tujuan
Sensus tanaman sawit bertujuan untuk mengetahui jumlah keseluruhan tanaman sawit pada areal blok tanaman sawit.
Catatan: Sensus tanaman dilakukan di PT. HS (Hamparan Sentosa) yang telah bekerjasama dengan PT. NPC, sehingga data hasil sensus tanaman yang didapatkan dari lapangan langsung di serahkan pada konsultan perkebunan PT. HS (Hamparan Sentosa).
2. Dasar Teori
Menurut Norvhiy (2013), sensus pokok kelapa sawit adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai keadaan sawit yang sebenarnya dalam areal atau dalam perkebunan sering di sebut dengan istilah blok.
3. Alat dan Bahan - Papan LJK - Alat tulis
- Form pengukuran sensus tanam 4. Prosedur Kerja
a. Persiapan
1) Apel pagi yang bertujuan untuk membagi tugas serta memberi arahan kepada anggota kerja.
2) Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam melakukan sensus tanaman.
3) Menuju lokasi yang akan dikerjakan.
b. Pelaksanaan
1) Satu tim sensus terdiri dari 2 (dua) orang, yaitu 1 (satu) petugas pencatat dan 1 (satu) petugas pengecek/penghitung.
2) Setiap anggota berjalan mengikuti jalur sawit dan menghitung jumlah sawit sesuai keterangan yang ada dalam form sensus tanaman.
3) Ada beberapa simbol atau tanda yang digunakan dalam menghitung jumlah sawit dalam form sensus tanaman yang akan dihitung , yaitu jumlah sawit yang hidup (+), jumlah sawit yang mati (-), jumlah sawit yang kosong (K), dan jumlah sawit yang baru ditanam pokok sawit atau sisipan (S) .
5. Hasil Yang Dicapai
Adapun hasil yang diharapkan dalam pekerjaan ini adalah untuk menghasilkan data sensus tanaman di setiap blok, dan jumlah sawit yang hidup, mati, kosong dan sisipan, sehingga perusahan dapat mengatahui berapa jumlah pokok tanaman yang mati, sisipan dan kosong dalam satu blok dengan luas 19 sampai 24 Ha.
Tabel 8. Data Sensus Tanaman Kelapa Sawit di PT. Hamparan Sentosa (HS) No. Tanggal Kegiatan Lokasi
PT.HS Pekerja (orang)
1 17 Maret 2014 Blok K29 2 orang
2 18 Maret 2014 Blok K29 2 orang
3 1 April 2014 Blok B28 2 orang
6. Pembahasan
Pada kegiatan ini mahasiswa dapat menentukan berapa jumlah sawit yang
hidup, mati, kosong dan sisip pada setiap blok tanaman sawit. Kegiatan ini
24
bertujuan untuk menanam kembali tanaman sawit jika ada tanaman sawit yang mati dan kosong, kemudian dilakukan penyisipan tanaman sawit yang baru.
Kendala yang dihadapi pada kegiatan ini adalah adanya semak yang rimbun bercampur dengan tanaman penutup (covercrop) yang tidak dipelihara sehingga tim survei kesusahan untuk menuju pokok sawit, karena tidak membawa parang untuk menebas semak tersebut.
D. Pembuatan Patok Perencanaan Perumahan 1. Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk penentukan dimana posisi perencanaan bangunan yang akan didirikan, dengan memperhatikan keadaan permukaan tanah yang cocok untuk membangun perumahan.
2. Dasar Teori
Menurut Anonim (2014), pembuatan patok dan penentuan posisi perencanaan perumahan merupakan salah kegiatan perencanana kedepan yang dilakukan dalam sebuah instansi perusahaan sebagai salah satu fasilitas yang terdapat pada perusahaan khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Dimana setelah pembagunan perumahan telah selesai karyawan yang bekerja di perusahaan dapat pindah dan mendapatkan tempat yang lebih aman
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan pada kegiatan ini antara lain : - Kompas
- Parang
c. Bahan – bahan yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain : - Meteran 50 meter
- Patok
- Pita 4. Prosedur Kerja
a. Persiapan
1) Apel pagi serta pengarahan kepada anggota tenaga kerja.
2) Mempersiapkan alat dan bahan
3) Berangkat menuju lokasi yang sudah direncanakan.
4) Membuat patok perumahan
1) Mencari kayu yang akan digunakan sebagai tanda patok perumahan..
2) Membuat satu patok awal tempat yang akan dibangun perumahan.
3) Menentukan pelurusan 0° dari arah Utara dan 90° dari arah Timur agar posisi perumahan tetap lurus.
4) Jarak antar patok perumahan diukur menggunakan meteran yang ditarik kearah utara dan kearah timur sesuai ukuran perumahan yang akan dibangun.
5) Setelah patok perumahan telah dibuat selanjutnya memberikan tanda pada setiap patok menggunakan pita.
5. Hasil yang Dicapai
Hasil yang dicapai merupakan ukuran jarak menggunakan meteran yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 9. Ukuran Perencanaan Perumahan
No Nama Perumahan Ukuran Perumahan Jumlah
1 G 10 10 x 60 Meter 12
2 G 6 12 x 40 Meter 8
3 G 2 13 x 18 Meter 2
Keterangan :
1. G 10 adalah nama perumahan yang mempunyai 10 pintu.
2. G 6 adalah nama perumahan yang mempunyai 6 pintu.
3. G2 adalah nama perumahan yang mempunyai 2 pintu.
26
6. Pembahasan
Menurut Anonim (2014). Pada kegiatan ini mahasiswa dapat mengetahui dan menentukan posisi perencanaan perumahan yang layak untuk dibangun.
Pengukuran penentuan posisi perumahan diukur menggunakan kompas dan roll meter. Sedangkan pembuatan tanda patok menggunakan kayu yang ada di sekitar wilayah perumahan dan dibuat untuk tanda patok perumahan. Gambar desain titik perumahan di PT. NPC dapat dilihat pada lampiran.
Penentuan lokasi perumahan telah ditentukan oleh PT. NPC dimana areal perumahan yang dipilih harus benar-benar tanah dan tinggi sehingga terhindar dari banjir pada saat hujan karena lahan di PT. NPC merupakan daerah gambut.
E. Pembuatan Peta Luas Areal Blok 1. Tujuan
Tujuan dari kegiatan pemetaan luas areal blok adalah:
a. Mendokumentasikan areal kerja perkebunan sehingga berguna untuk kelancaran pekerjaan lain.
b. Pengawasan luas blok karena kegiatan lain (pencucian parit, penimbunan jalan).
c. Pengarsipan penataan areal kerja perkebunanan.
2. Dasar Teori
Menurut Anonim (2014). Pembuatan peta luas areal blok merupakan salah satu kegiatan yang di lakukan untuk pengawasan luasan blok yang di akibatkan dari pencucian parit, penimbunan jalan sehingga dapat berpengaruh terhadap luas areal yang ada.
Menurut Bakosurtanal (2005), Peta merupakan wahana bagi penyimpanan data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencanaan dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.
Menurut Wahyu (2012), Pencucian parit merupakan sarana untuk pembuangan kelebuhan air (sarana drainase) di areal tanaman, dalam pembuatan parit tidak terlalu banyak sehingga dapat menyebabkan kekurangan air, fungsi parit adalah :
a. Menyalurkan kelebihan air keluar areal tanaman
b. Menjaga areal tidak tergenang (banjir) pada musim hujan c. Memungkinkan menahan/menyimpan air pada musim kemarau
Penimbunan jalan merupakan sarana yang dibuat untuk transportasi ke lahan, tujuan dari penimbunan jalan adalah :
a. Untuk akses transportasi ke lahan lebih nyama karena lahan di PT. NPC merupakan lahan gambut
b. Penyiapan pada saat pemanenan kelapa sawit c. Memudahkan pengankutan hasil panen kelapa sawit 3. Alat dan Bahan
a. Alat yang di gunakan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :
‐ Laptop
‐ GPS 76 csx tipe Garmin
b. Bahan-bahan yang di gunakan dalam kegiatan ini adalah sbb :
‐ BaseCamp
‐ MapSource
‐ Software ArcGis 10
28
4. Prosedur Kerja
a. Pengumpulan data lapangan
Data lapangan yang sudah dihasilkan dan tersimpan pada alat kemudian di download ke laptop menggunakan software BaseCamp.
b. Kemudian inpor kan ke software MapSource kemudian di save dalam bentuk DXF.
c. kemudian di inpuntkan ke software ArcGis 2010
Pemindahan data dilakukan karena data pendukung seperti batas Hak Guna Usaha (HGU) dan desain blok sudah terbuat pada sofware ArcGis 2010. Pada sofware MapSoource langsung export data, tipe datanya dirubah menjad DXF (*.dxf).
Pengolahan data membutuhkan ketelitian, keekunan dan kesabara dalam membaca mengolah data menggunakan software ArcGis. Cara mengolah data DFX hingga menjadi peta proscek Blok sebagai berikut :
a. Data yang di download dari GPS simpan dalam bentuk DFX.
b. Tampilan jendela langkah-langkah pembuatan peta Croscek Blok Pada ArcGis 10.
Gambar 1. Tampilan ArcGis10.
c. Mengimput data yang sudah tersimpan dalam bentuk DFX ke ArcGis 2010.
Dengan cara menggkil menu Add Data
Gambar 2. Tampilan Add Data pada ArcGis 10
d. Dan untuk tampilan data setelah di klik tombol Add Data akan muncil sebagai berikut.
Gambar 3. tampilan data DFX yang sudah tersimpan
30
e. Setelah data yang ingin di munculkan seperti gambar di atas dan tekan tombol Add maka data yang di inputkan akan muncul seperti di bawah ini.
Gambar 4. Tampilan DFX dalam Group Layer.
f. Setelah data di munculkan seperti pada gambar 4 diatas maka tekan klik tombol Ok untuk menampilkan data dalam tampilan ArcGis, dan data yang akan tampil seperti berikut.
Gambar 5. Tampilan data DFX dalam ArcGis 10 untuk proses digitasi.
g. Setelah data sudah di munculkan dalam software ArcGis kita akan lakukan proses digitasi, langkah awal dalam mendigitasi, data yang sudah di muncul kita akan membuat data SHP dengan membuat folder point dari
masing-masing perbedaan titik yang di digitsi, membedakan point jalan, parit, dan sawit. Dengan cara sebagai berikut.
1. Klik tombol Catalog window
2. Maka tampilan berikutnya akan muncul di samping layar ArcGis sebagai berikut.
Gambar 7. Tampilan catalog window.
h. Dan kita akan buat data shapefile atau shp dengan cara klik kanan pada forder yang sudahh kita buat untuk penyimpanan data, seperti gambar di bawah ini.
Gambar 8. Tampilan data shp pada ArcGis.
32
i. Setelah data shapefile tampilan maka tampila berikutnya akan muncul seperti berikut.
Gambar 9. Tampilan Data Create New Shapefile
j. Setelah data shp sudah muncul langkah selanjutnya kita akan mengubah nama sesuai data yang mau di simpan.dan kita ubah koordinat system. Yaitu klik tombol Edit maka tampilan berikutnya akan muncul sebagai berikut.
Gambar 10. Tampilan Dalam Bentuk Spatial Reference Properties
k. Langkah selanjutnya klik menu select untuk mengatur koordinat system, seperti gambar di bawah ini.
Gambar 11. Tampilan Projected Coordinat System
l. Setelah data projec koordinat system muncul seperti tampilan di atas, lngkah selanjutnya klik projec koordinat system pada layar yang tampil, maka akan muncul tampilan berikutnya sebagai berikut.
Gambar 12. Tampilan Untuk Merubah Data Dalam Bentu UTM.
m. Setelah tampilan projec koordinat system seperti di atas, langkah selanjutnya klik menu UTM untuk mengubah data atau koordinat system yang di simpan dalam bentuk WGS 1984. Berikut tampilan setelah mengklik UTM.
34
Gambar 13. Tampilan Data UTM
n. Setelah data WGS 1984 muncul seperti gambar 13 diatas, langkah berikutnya klik menu WGS 1984 untuk diubah menjadi WGS 84 Utm Zona 50S.prj. dan tampilan selanjutnya seperti gambar di bawah.
Gambar 14. Tampilan WGS 1984 UTM Zone 50S.prj
o. Setelah data WGS 1984 UTM Zone 50S.prj seperti gambar diatas, langkah berikutnya klik Add maka akan muncul tampilan seperti berikut. Untuk merubah koordinat dalam zone 50s.
Gambar 15. Tampilan Data Dalam X Y Koordinat System.
p. Setelah tampilan data seperti diatas langkah selanjutnya klik oke maka data tersimpan dalam bentuk shp yang mempunyai koordinat WGS
1984 UTM Zone 50S.prj. dan tampilan selanjutnya sebagai berikut.
Gambar 16. Tampilan Data Setelah Di Buat Shp.
q. Setelah data sph muncul seperti gambar diatas lanjut ubtuk membuat data-data yang lainnya seperti blok, jalan, panjang, parit, dan sawit seperti langkah-langgkah di atas. Setelah data sudah tersimpan lankah selanjutnya mendigitasi. Dengan cara klik Editor Start Editing. Contoh seperti gambar berikut.
36
Gambar 17. Tampilan Editor Dan Star Editing Untuk Memulai Digitasi.
r. Setelah star editing maka data tampilan berikutnya akan muncul seperti berikut.
Gambar 18. Tampilan Setelah Star Editing
s. Setelah tampilan star editing seperti gambar diatas klik continue. proses selanjutnya adalah mengigitasi point atau data yang sudah tampil dalam ArcGis. Contoh seperti gambar berikut.
Gambar 19. Tampilan Data Shp Dan Data Dfx Untuk Digitasi Peta.
t. Hasil ahir dari pengolahan data yang di buat adalah berupa Peta proscek blok, yang di olah menggunakan software ArcGis 10. Hasil atau peta dapat dilihat pada lampiran.
Software ArcGis 10 merupakan perangkat lunak cukup lengkap untuk pengolahan data lapangan, mulai dari pembuatan peta, dan menghitung opname pekerjaan. Di perkebunan kelapa sawit, dan sebaiknya pada saat belajar lakukan berulang-ulang agar mahir dan tidak lupa Tools-tools yang di gunakan untuk pengolahan data pengukuran dilapangan..
Dalam pengambilan data lappangan sebaiknya lakukan dengan sedeail mungkin, agar saat pengolahan data mudah di pahami dan tidak bingung pada saat proses data.
Kendala dalam pengolahan data ini sebagai berikut : 1. Kurang pahan dengan software ArcGis 10 2. Jarang menggunakan software ArcGis 10
Dari kekurangan saya dalam mengolah data ini sehingga saya tanya kepada pembimbing saya bapak Khamid dan akhirnya di beri tahu cara-cara mengolah
38
data menggunakan Software ArcGis 10. dan data-data tersebut saya olah menjadi Peta Croscek Blok Estate Mulupan dengan Skala 1 : 10.000.
5. Hasil Yang Dicapai
Pada kegiatan ini mahasiswa diharapkan dapat mengolah data yang di ambil lapangan megunakan GPS kemudian buat menjadi data MapSource dann di import ke software ArcGis 2010. Berikut data Peta Batas Hak Guna Usaha dan desain blok dapat ditampilkan pada gambar jendela software arcgis 2010 di bawah ini.
Gambar 3. Tampilan Jendela Peta Batas Hak Guna Usaha (HGU) dan desain Blok Estate Mulupan
6. Pembahasan
Dalam pembuatan peta croscek ini memerlukan beberapa cara serta kesabaran dalam mengolah data untuk menghasilkan peta antara lain:
a. Memasukkan data dari GPS ke software
Proses ini dilakukan dengan cara menginput data dari alat GPS kedalam software. Penginputan ini dilakukan dengan menggunakan kabel data sehingga memudakkan cara pengimputan data. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama.
b. Mengolah data dari software Basecamp ke Mapsource untuk mendapatkan data waypoint.
c. Membuat peta croscek blok yang diolah dalam software arc gis 2010.
Pengolahan data untuk menghasilkan sebuah peta menggunakan software ArcGis 2010 karena dalam pengolahannya tidak terlalu sulit dan hasil peta yang di dapatkan lebih bagus. Kesulitan dalam menggunakan ArcGis ini adalah saat melakukan pembuatan layout peta karena memerlukan kesabaran dan ketelitian untuk menghasilkan peta croscek blok yang sesuai permintaan PT. NPC.
40 BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) di PT. Nala Palma Cadudasa Perkebunan Kelpa Sawit di Kutai Timur, Desa Mulupan Kecamatan Muara Bengkal adalah sebagai berikut :
1. Pengukuran ulang luas areal blok Estate Mulupan di PT. NPC ada kesamaannya dalam hal pengelolaan data yang di peroleh dari bangku perkuliahan.
2. Team Survei yang ada di PT. NPC belum pernah mengukur luas areal blok sehingga pengukuran dilakukan jika ada mahasiswa PKL.
3. Beberapa kendala yang dihadapi selama melakukan pengukuran telah mengurangi prestasi kerja untuk suatu kegiatan.
B. SARAN
Adapun saran yang dapat diberikan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kualitas mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Nala Palma Cadudasa, sehingga mahasiswa mudah untuk melakukan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya di lapangan.
1. Penyediaan sarana transportasi diutamakan sehingga mendukung kegiatan di lapangan sesuai dengan kondisi di perusahaan, sehingga mendukung kinerja terutama dalam pencapaian prestasi kerja yang di tetapkan oleh perusahan.
2. Disiplin dan tanggung jawab lebih ditingkatkan agar mahasiswa dan tenaga kerja perusahan bekerja sesuai dengan hari kerja yang ditentukan oleh PT.
NPC. .
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. Andal Usaha Perkebunan Kelapa Sawit PT. Nala Palma Cadudasa.
Penerbit PT. NPC, kota samarinda 21 April 2013 (Diunduh pada tanggal 27 April 2014)
Norvhiy 2013. Pengertian sensus pokok kelapa sawit http://novhiypurple.blogspot.com 26 November 2013/sensus pada tanaman kelapa sawit.html (Diunduh pada tanggal 15 April 2014)
Bakosurtanal 2005. http://geografi-bumi.blogspot.com/2009/09/pengertian-peta.html (Diunduh pada tanggal 28 mei 2014)
Syarif HD.2009. Land Clearing http://SyarifHD.blokspot.com/30 April 2019/land clearing html (Diunduh pada tanggal 30 Mei 2014)
Wahyu A. 2012. http://planetmonst3r.wordpress.com/2012/10/15/modul-kuliah-design-perkebunan/pembuatan-pemeliharaan-parit/. (Diunduh pada tanggal 16 April 2014)
42
Lampiran 1. Data Auditing untuk Perhitungan Berita Acara Pengajuan Pembayaran (BAPP)
Tabel 10. Data Auditing untuk BAPP field Drain.
No Kode Koordinat X Koordinat Y Keterangan
Tabel 11. Data Auditing untuk Perhitungan BAPP Naik Tanah.
No Kode Koordinat X Koordinat X Keterangan
1 NT 1 478220 31463 Blok F 18/19
44
Tabel 11. (Lanjutan)
22 NT 22 481188 481188 Blok 15 C/D
23 NT 23 481188 481188 Blok 16 C/D
24 NT 24 481185 481185 Blok 16 C/D
25 NT 25 481184 481184 Blok 17 C/D
26 NT 26 481185 481185 Blok 17 C/D
Tabel 12. Data Auditing untuk Perhitungan BAPP Compact.
No Kode Koordinat X Koordinat Y Keterangan
1 CPK 1 479171 479171 Blok E 21/22
2 CPK 2 480137 480137 Blok E 21/22
3 CPK 3 480140 480140 Blok E 22/23
4 CPK 4 479168 479168 Blok E 22/23
5 CPK 5 479166 479166 Blok E 23/24
6 CPK 6 480133 480133 Blok E 23/24
7 CPK 7 480141 480141 Blok E 24/25
8 CPK 8 479169 479169 Blok E 24/25
9 CPK 9 481207 481207 Blok 26 C/D
10 CPK 10 481207 481207 Blok 26 C/D
11 CPK 11 481210 481210 Blok 27 C/D
12 CPK 12 481212 481212 Blok 27 C/D
Table 12. (Lanjutan)
13 CPK 13 481211 481211 Blok 28 C/D
14 CPK 14 481212 481212 Blok 28 C/D
15 CPK 15 481216 481216 Blok 29 C/D
16 CPK 16 481215 481215 Blok 29 C/D
17 CPK 17 481215 481215 Blok 30 C/D
18 CPK 18 481217 481217 Blok 30 C/D
46
Lampiran 2. Gambar Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Gambar 1. Pengukuran Drainase dan Field Drain
Gambar 2. Pengambilan Koordinat Kelapa Sawit.
Gambar 3. Pengukuran fiel Drain Estate Ngayau
Gambar 4. Pengukuran Blok Estate Mulupan
47 Lampiran 3. Gambar Peta Blok Estate Mulupan
Gambar 5. Jendela Peta Blok Estate Mulupan yang di Layout
Gambar 6. Peta Blok Estate Mulupan
49
Gambar 8. Jendela Peta Gabungan Blok Estate Mulupan
Gambar 9. Peta Saluran dan Jaringan Jalan
Gambar 10. Peta Pembuatan Patok Penentuan Posis Perumahan G10
51 Lampiran 4. Data Auditing untuk Berita Acara Pegajuan Pembayaran (BAPP)
Gambar 11. Contoh Auditing untuk Berita Acara Pengajuan Pembayaran (BAPP)