BAB III : METODE PENELITIAN
C. Alat dan Bahan Penelitian
Untuk mengetahui keberadaan formalin pada ikan secara kasat mata, berikut alat yang di siapkan:
a. Handphone untuk merekan percakapan dan cadangannya b. Alat tulis
c. Lembar pertanyaan
Dalam melakukan penelitian di laboratorium, peneliti akan menyiapkan alat dan bahan sebagai berikut:
Alat :
a. Tabung Raksi b. Pipet Tetes
c. Rak Tabung Reaksi d. Pisau Cutter
e. Lumpan dan Alu f. Tumbukan Forsian
Bahan:
a. Sampel Ikan Tongkol b. Sampel Ikan Sarden c. Formalin I
d. Formalin II e. Formalin III f. Tissu
68
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
D. Prosedur Penelitian
Ada dua jenis penelitian kali ini. Untuk menggali kemampuan dalam mengenali ikan berformalin secara kasat mata terutama pada jenis ikan sarden dan ikan tongkol akan digunakan metode wawancara.Wawancara adalah suatu bentuk komunikasi verbal semacam percakapan yang bertujuan memperooleh informasi. (Nasution, 2009:113)
Berikut prosedur penelitian yang telah disusun oleh peneliti:
1. Persiapan wawancara.
Dalam hal ini persiapan wawancara seperti alat rekan. Buku, dan pena disediakan dan dipastikan dapat berfungsi dengan baik saat wawancara nantinya. Dan juga mempersiapkan daftarpertanyaan sebagai pertanyaan inti yang akan di tanyakan nantinya.
2. Pengambilan sampel.
Dalam penelitian ini digunakan tehnik pengambilan sampel
‘purposif sampel’. Tehnik ini adalah tehnik pengambilan sampel
dengan mengambil sampel yang terpilih betul oleh peneliti. Tehnik
purposive sampel adalah sampel yang dipilih dengan cermat hingga
relevan dengan design penelitian. (Nasution, 2009:98) dalam
penelitian untuk menguji identifikasi formalin pada ikan maka
peneliti mengambiil tiga sampel yang benar benar dianggap mumpuni
dalam hal ini mereka adalah Ibu Yuli, konsumen penggemar ikan
yang memang sudah terbiasa selama bbertahun tahun dalam
mengkonsumsi ikan, lalu Pak Yudi, pedangang yang memiliki
pengalaman belasan tahun dalam mendagangkan ikan di pasar
tradisional kota jambi. Ia dianggap sangat mengenali karakteristik
ikan yang ia jual mengingat pengalamannya yang tidak sedikit. Dan yang terakhir adalah Ibu Aswita yang merupakan seorang ahli di laboratorium yang kesehariannya terbiasa untuk menguji sampel bahan makanan illegal seperti formalin.
3. Analisa akhir
Dalam penelitian ini menggunakan deskriiptif analisis sangatlah relevan dalam penelitian ini. Karena peneliti akan mennggambarkkan secar inci hasil wawancara yang terjadi. Dan megambil kesimpulan terhadap hasil wawancara. Dari kesimpulan tersebut maka akan dilakukan deskripsi terhadap ikan yang akan di uji di laboratorium untuk mengetahui kesesuaian terhadap ikan yang dijadikan sampel dan juga hasil kesimpulan wawancara.
Selanjutnya penelitian yang bertujuan untuk melihat kadar formalin dalam ikan segar yang beredar luas di pasar tradisional Angso Duo Jambi. Dalam penelitian kali ini, penelliti akan melakukan serangkaian proses untuk mencari tahu keberadaan formalin dalam ikan segar yang beredar di pasar Jambi. Berikut beberapa prosedur yang harus dijalani:
1. Persiapan
Dalam persiapan pengujian ini termasuk izin untuk menggunakan labor UIN STS Jambi dan segala persiapan aalat yang erada didalamnya. Serta persiapan dalam pengadaan Kit formalin
2. Pengambilan Sampel
Penelitian akan mengambil sampel seara acak dengan starifikasi terhadap beberapa ikan laut yang berada dipasar tradisional Angso Duo, Pasar Keluarga dana Pasar Aur Duri I di kota Jambi.
Sapling randong yang distratifikasi sapling random dimana
sampel dibagi menjadi group group (Paul, 2009:225)
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
Dari sampel tersebut akan di uji formalin dan mengetahui kandungan formalin yang ada di dalamnya.berikut table yang menjelaskan pengambilan sampel pada penelitian kali ini.
Tabel 2. Stratifikasi Sampel Penelitian
No Pasar Tempat
Pengambilan Sampel
Jumlah Sampel
Proporsi Sampel
1 Pasar Angso Duo 4 33.33 %
2 Pasar Keluarga 4 33.33 %
3 Pasar Aurduri 4 33.33 %
Total 12 100 %
3. Prosedur Kerja
Adapun tahap pelaksanaan dalam penelitian Uji kualitatif dengan menggunakan metode KIT Tes
Prosedur pengujian:
a. Ambil sampel yang telah disediakan b. Iris sample menjadi potongan kecil
c. Ambil potongan sample kira-kira 10 gram, lalu masukkan kedalam wadah.
d. Tambahkan air secukupnya.
e. Sample di aduk sehingga akan menghasilkan ekstra sample.
f. Masukkan ekstra sample kedalam botol reagen formalin 1 sampai terisi 1/3 botol, lalu tutup dan kocok hingga reagen padat terlarut sempurna.
g. Pindahkan isi botol reagen formalin 1 kedalam botol reagen 2, lalu tutup dan kocok.
h. Pindahkan isi botol reagen 2 ke dalam botol reagen formalin
3.
i. Apabila terjadi perubahan warna larutan menjadi merah keunguan di indikasikan bahwa sample mengandung formalin.
4. Analisa akhir
Dalam penelitian kali ini. Peneliti mencoba menguji keberadaan formalin pada ikan lautyang beredar bebas di pasar tradisonal jambi, Angso Duo, Aur Duri dan Pasar Keluarga.
Penelitian Ikan berformalin yang dilakukan oleh peneliti
dilakukan secara kualitatif yaitu ketika menguji sample ikan yang
terduga berformalin. Hal ini dilakukan untuk memastikan benar
tidaknya adanya kadar formalin di dalam ikan tersebut. Dalam
menguji formalin kali ini, peneliti akan menggunakan Test Kit
Formalin yangmempunyai keistimewaan antara lain cepat, pasti
dan tidak memerlukanperalatan yang rumit dan dapat dilakukan
kapanpun dan dimanapun. Prinsip kerjanya adalah dengan
menambahkan cairan pada bahan makanan yang diduga
menggunakan bahan yang diselidiki, dengan hasil akhir
terjadinya perubahan yaitu 14 warna ungu dan negatif ditandai
dengan warna bening. Namun sangat sensitif saat
penggunaannya.
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
E. Jadwal Penelitian
Untuk memudahkan dalam melaksanakan kegiatan penelitian maka peneliti menggunakan jadwal yang dapat dilihat dibawah ini:
Tabel 3.Jadwal Penelitian
Bulanke, Tahunke
No Tahap Februari Maret April
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 1 Pengajuan Judul Proposal √
2 Pembuatan Proposal √ √ √ √
3 Pengajuan Dosen Pembimbing √
4 Bimbingan Proposal √ √
5 Izin Seminar Proposal 6 Perbaikan Hasil Seminar
Bulanke, Tahunke
No Tahap
Agustus September Oktober November
7 Pengajuan Izin Riset √
8 Pelaksanaan Riset √
9 Pengelolaan Data
10 Penulisan Skripsi
11 Bimbingan BAB 1 - BAB IV 12 Revisi BAB 1 - BAB IV 13 Revisi BAB III - BAB V 14 Revisi Seluruh BAB
15 ACC Agenda
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Mendeteksi Formalin secara kasat Mata.
Data hasil penelitian diperoleh dari teknik wawancara. Wawancara dilakukan terhadap tiga orang informan yang dianggap representatif terhadap obyek masalah dalam penelitian. Berikut ini merupakan data dari tiga informan dalam penelitian ini:
a. Ibu Yuli. Seorang Ibu Rumah Tangga sekaligus konsumen Ikan di Pasar Keluarga.
Wawancara ini berlangsung dipasar keluarga
Gambar 12. Wawancara bersama konsumen
Berukut kutipan wanwancara dengan Ibu Yuli di Pasar Keluarga Pewawancara :
Apakah anda dan keluarga anda khususnya menggemari Ikan Laut dalam santapan sehari hari? lalu seberapa sering anda menyantap hidangan ikan laut?
Narasumber:
Dak jugo la. Palingan seminggu tu cuma beberapo kali la nbeli
ikna. Kami kan emangbelanjo tiap pagi,nah seminggu tu biso
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
sampe tigo kali beli ikan. Diselingin samo ayam.. kadang dak beli ikan. Kadang Cuma tempe be.
Pewawancara :
Dari semua jenis ikan laut yang ada, jenis apa yang paling sering dikonsumsi atau bisa dibilang yang paling digemari dalam keluarga anda?
Narasumber:
Kalo beli Ikan sebenarnyo dak mesti nak Ikan laut nian. Tapi kalo kayak Ikan Es tu emang sering beli soalnyo kan enak. Anak anak jugo suko dengan ikan es apo lagi di sambalkan.
Pewawancara :
Apa anda pernah mendengar atau mengetahui adanya formalin dalam ikan?
Narasumber:
Pernah la kan dulu heboh di tipi. Dak lamo sebelum nnikan sempat heboh jugo bakso katonyo di Ujna yangmengandung formalin tu kan. Tapi kalo dalam ikan kayaknyo untuk sekarang memang dak terlalu kek mano nian la. Tapi kalo biso yo ikanni tetap aman dikonsumsi lah gitu
Pewawancara :
Bisakah anda mengenali ikan yang terpapar formalin hanya dengan kasat mata?
Narasumber:
Waduh, kalo nak tahu nian formalin apo idak jujur emang dak tahu nian yo. Cuma katonyokan yang ikan mengandungformalin tu biasonyo dangingnyo bagus tapi warnanyo la pucat. Agak aku kaku kek mano gitu kan. Tapi yang paling biso ditengok tu ado lalat apo idak? Biasonyo kalo lalat be dak mau ingap biasonyo memang ado formalin katonyokan.
Pewawancara:
Apa harapan anda kedepannya terhadap peredaran illegal formalin apalagi yang digunakan kedalam bahan pangan seperti ikan?
Narasumber:
Eloknyo memang formalin tu dak sembarangan be di jual.
Soalnyo kan emang bahayo nian. Kami ibu ibu rumah tangga ni
kadang milih ikan tu emang yang dagingnyo segar masih elok
la.. eh tahu tahu ado formalinyo. Yoo, kalo biso di cegah
secaradini lah samo pemerintah ni. Danjugo kalo bisopedagang
jujur jujur belah jualan tu.kanlebih halal.
Dari hasil wawancara dengan Ibu Yuli selaku Konsumen Ikan merasa cukup sering mengkonsumsi ikan jenis tongkol ataupun sarden. Dia mengakui bahwa setidaknya 3 kali dalam seminggu mengkonsumsi jenis ikan ini. Dalam penurutannya, ia menambahkan bahwa ikan adalah menu yang cukup diminati dikeluarganya dan untuk mengetahui apakah ia bisa mengidentifikasi secara kasat mata ikan berformalin, ia merasa cukup ragu karena menurutnya ikan berformalin akan berbeda dari tampilan dariikan kebanyakan. Dia menyakini bahwa ikan berformalin tidak mungkn dihinggapi lalat saat dipasar. Bagi dirinya ini adalah tanda alam yang sangat membantu untuk mengetahui apakah ikan yang akan ia beli aman atau tidak untuk di konsumsi.
Saat wawancara berlangsung ibu Yuli juga mengomentari bahwa selai lalat ada factor lain bagi diirinya untuk mencurigai apakah ikan yang ia beli mengandung formalin atau tidak. Salah satu diantaranya adalah tekstur daging ikan yang menjadi perhatiannya. Ikan yang bertekstur agak keras dari biasanya, akan segera ia curigai sebagai ikan berformalin.
Di akhir wawancara bu Yuli sebagai konsumen sangat
berharap bahwa kecurangan seperti ini yang langsung merugikan
komsumen ikan dapat berhenti. Baginya keselamatan adalah hal
yang utama dan harus di jaga. Dia juga berharap nantinya semua
pedagang dapat lebih jujur dalam menjajakan dagangannya.
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
b. Ibu Aswita. Pegawai Laboratorium.
Wawancara selanjutnya dilaksanakan di kantor BPPOM kota Jambi.
Gambar 13. Cuplikan Foto bersama Narasumber di Kantor BPom kota Jambi
Berikut kutipan dari wawancara dengan narasumber:
Pewawancara
Bagaimana tanggapan Ibu terhadap Ikan yang beredar di Kota Jambi yang berasaldari luar Jambi dancenderung memiliki jarak tempuh yangjauh namun tetap segar saat bedara di kota Jambi?
Narasumber
Itu menggunakan es batu. Tapi di jambi tidak banyak kok yang mengandung formalin.dalam uji kemarinpun taka da.
Pewawancara
Bagaimana ciri ciri ikan berformlain menurut ibu?
Narasumber:
Ikan itu keras dan berbau dan laalt tidak hinggap. Ciri ciri ikan yang tidak berformalin itu dihinggapi lalat strukturnya lembut sedangkan formalin itu agak menyengat dak yo baunyo.
Pewawancara:
Ibukan sering megnuji formalin. Pernahkan ditemukan ikan yang secara kasat mata terlihat segar namun mengandung formalin ketika di uji?
Narasumber:
Kita sering uji ikan tapi jarang ada formalin kalo di Jambi. Tapi ada satu satu itu di Desperindag Tanjabtim. Mereka menguji 50 sanpe seeratus ekor paling satu atau dua yang megandung formalin. Tapi dari beebrapa tahun ini memang tidak ditemukan formalin. Tiga tahun yang lalu ada satu ekor.
Pewawancara
Apa yang dilakuka terhadap oknum yang ketahuan menjual ikan berformalin?
Narasumber
Pertama penngawasan. Menasehati dulu. Mereka juga beralasan tidak tahu.
Dari hasil wanwancara dengan Pegawai laboratorium yang berpengalaman mengenai kandungan formalin berbahaya menyebutkan bahwa memang pada kenyataannya ikan berformalin memiliki perbedaan yang cukup bisa dilihat atau diteliti tanpa adanya uji labor. Dalam wawancara yang berlangsung cukup lama, Bu Aswitamenuturkan bahwa di Kota jambi sendiri tidak pernah ditemukannya lagi kasus formalin pada ikan yang menggemparkan dan menghebohkan seperti di beberapa kota lain yang sempat booming di media masa. Ibu Aswita menuturkan bahwa dalam mengenali ikan berformalin sungguh tidaklah sulit. Menurutnya ikan yang berformalin akan tercium bau formalin yang sangat mudah dideteksi oleh indra penciuman manusia. Ia juga memberikan beberapa tips dalam mengenali ikan berformalin.
Salah satu hal yang dapat dilihat dar ikan adalah warna ikan tersebut. Pada ikan segar, insang bisa menjadi indicator dalam melihat kesegaran ikan. Ikan berformalin insangnya cenderung berwarna lebih pucat dan teksturnya pun masih sanngat kaku.
Selain idnikator melalui insang dan daging. Factor luar seperti
dikerubungi lalat bisa menjadi penentu kecurigaan ada tidaknya
formalin. Ibu Aswita juga membeberkan bahwa saat ini untuk
adanya formalin pada ikan di Kota jambi memang bisa dibilang
tidak ada kasus sama sekali namun untuk di daerah lain seperti
tanjung jabung. Memnag di temukan ada satu dan dua sampel
dari limap uluh sampel yang telah di uji.
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
c. Pak Yudi. Pedagang Ikan yang telah berjualan selama 15 tahun
lebih.
Terakhir adalah wawancara dengan Pak Yudi
Gambar 14. Wawancara dengan pedagang ikan
Berikut kutipan wawancara dengan pak Yudi:
Pewawancara:
Apakah anda dan keluarga anda khususnya menggemari Ikan Laut dalam santapan sehari hari? lalu seberapa sering anda menyantap hidangan ikan laut?
Narasumber :
Saya nikan pedagang ikan. Jadi biso dibilang emang sering ketemu ikan dirumah. Kalo dibilang gemar yo mau dak mua lah jadi suko kkareno keseringan. Kalo ketemu ikan yo biso tiap hari lah kan.
Pewawancara:
Dari semua jenis ikan laut yang ada, jenis apa yang paling sering dikonsumsi atau bisa dibilang yang paling digemari dalam keluarga anda?
Narasumber :
Kareno pedagang kecik kayak sayo ni kalo dibilang suko ikan yang mano yo semuo la..Tapi kalo tongkol emang sering. Orang rumah hobbi masak tongkol
Pewawancara:
Apa anda pernah mendengar atau mengetahui adanya formalin
dalam ikan?
Narasumber :
Oh iyo. Resah jugo kareno banyak orang dak mau beli ikan lagi.
Tapi kalo kami insha allah idak lah. Takut jugo gek banyak yang dak mau beli ikan lagi
Pewawancara:
Bisakah anda mengenali ikan yang terpapar formalin hanya dengan kasat mata?
Narasumber :
Kalo formalin tu biso di tengok dari dagingnyo ni. Kalo diraso terlalu kaku gitu kan berarti mungkin ado frmalinnyo. Yang pasti kalo masih ado lalat yang daatang amanlah tu. Kecuali kalo dak didatangi lalat. Hati hati lah tu.
Pewawancara:
Apa harapan anda kedepannya terhadap peredaran illegal formalin apalagi yang digunakan kedalam bahan pangan seperti ikan?
Narasumber :
Semoga cepat ilang be. Solanyo yang ekno tu pedagang kecik kek kami ni la. Modal dikit kalo la dak do yang mau beli gegaro formalin kan kami jugo yang rugi. Kalo biso jangan lah nak curang curang kek gini. Mungkin pasti ado pedagang curang Cuma yang dak curang jugo keno imbasnyo.
Pak Yudi merupakan pedagang ikan yang cukup senior dalam mengenali ikan yang baik ataupun yang sudah rusak.baginya ikan merupakan menu yang sudah biasa dalam makanan sehari harinya. Sebagai pedagang ikan pak Yudi merasa begitu memahami mana ikan yang segar dan mana ikan yang mengandung formalin. Pengalamannya memberikan dia gambaran yang luas mengenai ikan yang bener bener segar.
Menurut Pak Yudi, hal plaing sederhana adalah melihat adanya lalat yang meengeerubungi ikan. Menurutnya, lalat akan sangat tertatarik dengan aroma khas ikan meskipun ikan tersebut masih tergolong segar. Dan jika ditemukan ikan yang sudah lama mati namun tidak dikerubungi lalat adalah hal yang mencurigakan.
Selain itu. Hal ini, juga memberikan tanda bahwa ikan yang tidak
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
dirubungi lalat biasanya memiliki tekstur daging yang tidak biasa. Semisal ikan pada umumnya akan lembek jika mati terlalu lama. Justru ikan yang mengandung zat berbahaya seperti formalin akan sedikit kaku dan keras. Pak Yudi juga mengakui pengalaman yang didapatnya sebagai pedagang ikan selama belasan tahun ditambah ilmu yang ia dapat dari berbagai berita, menguatkan bahwaia benar benar dapat mengenali secara kasat mata ikan yang diduga mengandung formalin.
2. Penelitian Identifikasi Formalin melalui Test Kit Formalin
Penelitian kandungan formalin pada sampel ikan laut telah
dilakukan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi ada
tidaknya kandungan formalin pada ikan yang telah beredar di pasar
pasar di Kota Jambi. Sampel yang didapat dari tiga pasar yang berada di
kota jambi seperti Angso Duo, Keluarga dan Aur Duri. Pada penelitian
kali ini. Setiap pasar diambil 2 pedagang dan dari setiap pedagang
diambil satu sampel untuk jenis ikan tongkol dan satu sampel untuk
jenis Ikan Sarden. Jadi secara keseluruhan peneliti meneliti sejumlah 12
sampel dari tiga pasar berbeda dan 6 sampel untuk Ikan Tongkol dan 6
sampel untuk Ikan Sarden. Berikut hasil pengujian formalin pada Ikan
Tongkol dan Ikan Sarden dari tiga pasar di Kota Jambi.
Dari diagram tersebut dapat dipastikan bahwa setiap pasar diambil sampel yang sama banyak dan dari dua jenis ikan yang berbeda yakni ikan sarden dan ikan tongkol.
Tabel 4. Hasil Uji Laboratorium
No Lokasi
Kode sampel
Hasil
Positif Negatif 1 Pasar Angso
Duo
S1 - -
S2 - -
S3 - -
S4 - -
2 Pasar Auduri S5 - -
S6 - -
S7 - -
S8 - -
3 Pasar Keluarga S9 - -
S10 - -
S11 - -
0%
20%
40%
60%
80%
100%
Pasar Angso Duo
Pasar Keluarga Pasar Aurduri
Diagram Sample Penelitian
Ikan Tongkol Ikan Sarden
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
S12 - -
S1 : Sampel Satu (Ikan Sarden) S2 : Sampel Dua (Ikan Sarden) S3 : Sampel Tiga (Ikan Tongkol) S4 : Sampel Empat (Ikan Tongkol) S5 : Sampel Lima (Ikan Sarden) S6 : Sampel Enam (Ikan Sarden) S7 : Sampel Tujuh (Ikan Tongkol) S8 : Sampel Delapan (Ikan Tongkol) S9 : Sampel Sembilan (Ikan Sarden) S10 : Sampel Sepuluh (Ikan Sarden) S11 : Sampel Sebelas (Ikan Tongkol) S12 : Sampel Duabelas (Ikan Tongkol)
Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa tidak ada
satupun sampel mengalami perubahan warna setelah melakukan
rangkain uji test kit formalin di laboratorium Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Berikut diagram yang dapat
menunjukan hasil penelitian yang telah di uji di laboratorium UIN STS
Jambi
Dari hasil laboratorium yang ditunjukan oleh diagram batang diatas adalah tidak ditemukan sama sekali adanya ikna berformalin yang beredar di apsar pasar kota jambi.
B. Pembahasan
1. Mendeteksi Formalin secara kasat Mata.
a. Pemilihan Responden untuk wawancara
Dalam penelitian kali ikni menggunakan Purposisf sampeldiaman sampel yang diambil adalah sampel yang diyakini oleh peneliti merupakan sampel terpilih yang memiliki kualifikasi yang sesuai dengan peneltian. Dan oleh kakkrena itu peneliti memilih 3 orang untuk diwawancarai mengenai cara mendetekasi formalin secara kasat mata.
Responden pertama adalah Pak Yudi seorang pedagan yang sudah menjalani profesi sebagai epdagang ikan selama belasan tahun.
Terpilihnya Pak Yudi sebagaii salah satu orang yang akan diwanwacarai adalah pengalaman beliau mengenai ikan sangatlah luas.
Beliau dengan pengalaman berkeciputat dengan ikan layak di jadikan responden dalam waawancara ini. Yang kedua adalah Ibu Aswita.
Beliau adalah Kepala Labor BP Pom Provinsi Jambi. Secafra garis
0%
50%
100%
Pasar Angso Duo
Pasar Keluarga
Pasar Aurduri
HASIL PENELITIAN LABORATORIUM
Positif Formalin Negatif formalin
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi