• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALAT KELENGKAPAN DPRD Pasal 36

Dalam dokumen DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL (Halaman 38-49)

(1) Alat Kelengkapan DPRD terdiri dari : a. Pimpinan ;

b. Badan Musyawarah ; c. Komisi ;

d. Badan Legislasi ; e. Badan Anggaran ;

f. Badan Kehormatan ; dan

g. Alat Kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh Rapat Paripuna.

(2) Kepemimpinan alat kelengkapan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat kolektif dan kolegial.

(3) Dalam menjalankan tugasnya alat kelengkapan DPRD dibantu oleh Sekretariat DPRD

Bagian Kesatu Pimpinan

Pasal 37

(1) Pimpinan DPRD terdiri dari 1 (satu) orang Ketua dan 3 (tiga) orang Wakil Ketua.

(2) Pimpinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berasal dari partai politik berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPRD.

(3) Ketua DPRD ialah Anggota DPRD yang berasal dari partai politik yang memperolah kursi terbanyak pertama di DPRD. (4) Dalam hal terdapat lebih dari 1 (satu) partai politik yang

memperoleh kursi terbanyak pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (3), ketua DPRD ialah Anggota DPRD yang berasal dari partai politik yang memperoleh suara terbanyak.

(5) Wakil Ketua DPRD ialah Anggota DPRD yang berasal dari partai politik yang memperoleh suara terbanyak kedua, ketiga dan keempat.

(6) Pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (2), pada ayat (3), pada ayat (4) dan pada ayat (5) masing-masing sebagai berikut :

a. Ketua oleh Partai Golkar;

b. Wakil Ketua-Wakil Ketua secara berurut : - Partai Gerindra;

- Partai Amanat Nasional; - Partai Nasdem.

Pasal 38

(1) Dalam hal pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 pada ayat (1) belum terbentuk, DPRD dipimpin oleh pimpinan sementara DPRD.

(2) Pimpinan sementara DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas seorang ketua dan seorang wakil ketua yang berasal dari dua partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama dan kedua di DPRD .

(3) Dalam hal terdapat lebih dari 1 (satu) partai politik yang memperoleh kursi terbanyak sama, ketua dan wakil ketua sementara DPRD ditentukan secara musyawarah oleh wakil partai politik bersangkutan yang ada di DPRD.

(4) Ketua dan wakil ketua DPRD diresmikan dengan keputusan Gubernur.

(5) Pimpinan DPRD sebelum memangku jabatannya mengucapkan sumpah/janji yang teksnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 yang dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri.

Paragraf 1

Masa Jabatan dan Pemberhentian Pimpinan Pasal 39

(1) Masa jabatan Pimpinan DPRD terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah atau janji Pimpinan dan berakhir bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan keanggotaan DPRD.

(2) Pimpinan DPRD berhenti dari jabatannya sebelum berakhir masa jabatannya karena :

a. Meninggal dunia;

b. Mengundurkan diri sebagai Pimpinan DPRD;

c. Diberhentikan sebagai Anggota DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; atau

d. Diberhentikan sebagai Pimpinan DPRD

(3) Pimpinan DPRD diberhentikan dari jabatannya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d apabila yang bersangkutan: a. Melanggar sumpah atau janji jabatan dan kode etik

DPRD berdasarkan keputusan Badan Kehormatan; atau b. Diusulkan oleh partai politiknya sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan.

(4) Dalam hal salah seorang Pimpinan DPRD berhenti dari jabatannya sebagaimana dimaksud pada ayat (2), anggota Pimpinan lainnya menetapkan salah seorang diantara Pimpinan untuk melaksanakan tugas Pimpinan yang berhenti sampai dengan ditetapkannya Pimpinan pengganti yang definitif.

(5) Dalam hal Ketua dan para Wakil Ketua berhenti secara bersamaan, tugas Pimpinan DPRD dilaksanakan oleh Pimpinan sementara yang dibentuk sesuai ketentuan dalam Pasal 35.

Pasal 40

(1) Pemberhentian Pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dilaporkan dalam Rapat Paripurna oleh Pimpinan DPRD.

(2) Usulan pemberhentian Pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam Rapat Paripurna.

(3) Usulan pemberhentian Pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Keputusan DPRD dan dilengkapi dengan Berita Acara Rapat Paripurna.

Pasal 41

(1) Keputusan DPRD tentang usulan pemberhentian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 pada ayat (3) disampaikan oleh Pimpinan DPRD kepada Gubernur melalui Bupati untuk peresmian pemberhentiannya.

(2) Pemberhentian Pimpinan DPRD diresmikan oleh Gubernur atas nama Presiden.

(3) Peresmian pemberhentian Pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.

Paragraf 2

Tugas Pimpinan DPRD Pasal 42

Pimpinan DPRD mempunyai tugas :

a. Memimpin sidang DPRD dan menyimpulkan hasil sidang untuk mengambil keputusan;

b. Menyusun recana kerja pimpinan dan mengadakan pembagian kerja antara ketua dan wakil ketua;

c. Melakukan koordinasi dalam upaya menyinergikan pelaksanaan agenda dan materi kegiatan dari alat kelengkapan DPRD;

d. Menjadi Juru Bicara DPRD;

f. Mewakili DPRD dalam berhubungan dengan Lembaga/Instansi lainnya;

g. Mengadakan konsultasi dengan Bupati dan Pimpinan Lembaga /Instansi lainnya sesuai dengan Keputusan DPRD;

h. Mewakili DPRD di Pengadilan ;

i. Melaksanakan Keputusan DPRD berkenaan dengan penetapan sanksi atau rehabilitasi anggota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ;

j. Menyusun rencana anggaran DPRD bersama Sekretariat DPRD yang pengesahannya dilakukan dalam rapat paripurna ; dan k. Menyampaikan Laporan kinerja pimpinan DPRD dalam Rapat

Paripurna DPRD yang khusus diadakan untuk itu ; Pasal 43

(1) Dalam hal Pimpinan DPRD dinyatakan bersalah karena melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman pidana serendah–rendahnya lima tahun penjara berdasarkan putusan pengadilan yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap, Pimpinan DPRD yang bersangkutan tidak diperbolehkan melaksanakan tugas, memimpin rapat–rapat DPRD, dan menjadi juru bicara DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 huruf c.

(2) Dalam hal pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan tidak bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, dan dinyatakan bebas dari segala tuntutan hukum, Pimpinan DPRD melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 huruf c.

Bagian Ketiga Badan Musyawarah

Paragraf 1 Pembentukan

Pasal 44

(1) Badan Musyawarah terdiri dari pimpinan DPRD dan unsur– unsur Fraksi berdasarkan pertimbangan jumlah anggota (secara proporsional).

(2) Jumlah anggota Badan Musyawarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak–banyaknya tidak lebih dari separuh jumlah anggota DPRD.

(3) Ketua dan Wakil Ketua DPRD karena jabatannya adalah Pimpinan Badan Musyawarah merangkap anggota.

(4) Pimpinan dan anggota Badan Musyawarah ditetapkan setelah terbentuknya Pimpinan DPRD, Komisi – komisi, Badan Anggaran dan Fraksi.

(5) Susunan Badan Musyawarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Rapat Paripurna.

(6) Sekretaris DPRD karena jabatannya adalah sekretaris Badan Musyawarah bukan anggota.

(7) Masa keanggotaan Badan Musyawarah dapat dirubah pada setiap tahun berdasarkan kebutuhan.

Paragraf 2

Tugas dan Kewajiban Pasal 45

(1) Badan Musyawarah mempunyai tugas :

a. Menetapkan agenda DPRD untuk 1 (satu) tahun siang, 1 (satu) masa persidangan, atau sebagian dari suatu masa sidang, perkiraan waktu penyelesaian suatu masalah dan jangka waktu penyelesaian rancangan peraturan daerah dengan tidak mengurangi kewenangan rapat pimpinan untuk mengubahnya.

b. Memberikan pertimbangan tentang penetapan program kerja DPRD baik diminta atau tidak

c Menetapkan kegiatan dan jadwal acara rapat DPRD. d. Memutuskan pilihan mengenai isi risalah rapat apabila

timbul perbedaan pendapat.

e. Memberikan saran pendapat kepada pimpinan DPRD untuk memperlancar segala pembicaraan atas dasar musyawarah untuk mufakat.

f. Merekomendasikan pembentukan Panitia Khusus.

g. Bermusyawarah dengan Bupati mengenai hal yang berkenaannya apabila dianggap perlu oleh DPRD atau oleh Bupati.

(2) Setiap anggota Badan Musyawarah wajib;

a. Mengadakan konsultasi dengan Fraksinya sebelum mengikuti rapat Badan Musyawarah.

b. Menyampaikan pokok–pokok hasil rapat Badan Musyawarah kepada Fraksinya.

Bagian Ketiga Komisi Paragraf 1 Pembentukan

Pasal 46

(1) Komisi merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap dan dibentuk oleh DPRD pada awal masa jabatan keanggotaan DPRD.

(2) Setiap anggota DPRD kecuali Pimpinan DPRD, wajib berhimpun dalam salah satu Komisi.

(3) Komisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a. Komisi I : Bidang Pemerintahan ;

b. Komisi II : Bidang Ekonomi dan Keuangan ; c. Komisi III : Bidang Pembangunan, dan ; d. Komisi IV : Bidang Kesejahteraan Rakyat (4) Jumlah anggota setiap komisi diupayakan sama.

(5) Penempatan anggota DPRD dalam komisi–komisi dan perpindahan ke komisi –komisi didasarkan atas usul Fraksi secara merata.

(6) Masa tugas dan penempatan anggota dalam komisi dan perpindahan ke komisi lain, diputuskan dalam rapat paripurna DPRD atas usul Fraksi pada awal tahun anggaran.

(7) Anggota DPRD Pengganti Antar Waktu menduduki tempat anggota komisi yang digantikan.

(8) Masa tugas dan penempatan anggota komisi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) ditetapkan paling lama dua setengah tahun.

Pasal 47

(1) Bidang kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 ayat (3) terdiri dari :

a. Komisi I : Bidang Pemerintahan, meliputi : Fungsi Tata Pemerintahan, Ketentraman dan ketertiban masyarakat, Politik, Koordinasi, Pengawasan, Informatika, Media massa, Hukum/ Perundang–undangan, Hak Asasi Manusia, Kepegawaian/aparatur, Perizinan, Pertanahan.

b. Komisi II : Bidang Ekonomi dan Keuangan, meliputi : Perdagangan, Pertanian, Perindustrian, Perikanan, Kelautan, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan, Pengadaan Pangan/logistik, Koperasi dan UKM, Pariwisata, Keuanangan Daerah, Perpajakan, Retribusi, Perbankan, Perusahaan Daerah, Perusahaan Patungan Dunia Usaha, dan Penanaman Modal;

c. Komisi III : Bidang Pembangunan, meliputi : Pembangunan Prasarana Wilayah, Pemukinan, Tata Ruang, Sumber Daya Air, Perhubungan, Pertambangan, Lingkungan Hidup, Energi, dan fungsi perencanaan.

d. Komisi IV : Bidang Kesejahteraan Rakyat, meliputi : Ketenagakerjaan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kepemudaan, Olah Raga, Keagamaan, Kebudayaan, Sosial, Kesehatan dan Keluarga Berencana, Peranan Wanita, dan Trasmigrasi.

(3) Keterkaitan pembinaan Komisi dan Mitra Kerja Komisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Pimpinan DPRD.

Paragraf 2 Susunan Pasal 48

(1) Pimpinan Komisi terdiri atas, seorang Ketua, seorang Wakil Ketua dan seorang Sekretaris dan ditetapkan dengan Keputusan DPRD.

(2) Pimpinan Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat.

(3) Dalam hal pemilihan Pimpinan Komisi berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai sebagaimana dimaksud pada ayat (2), maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dengan cara setiap Anggota Komisi memilih satu nama calon Pimpinan Komisi dari Anggota Komisi yang bersangkutan secara tertutup.

(4) Calon Pimpinan Komisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang memperoleh suara terbanyak satu ditetapkan sebagai Ketua, terbanyak kedua sebagai Wakil Ketua dan terbanyak ketiga sebagai Sekretaris.

(5) Apabila perolehan suara terbanyak sebagaimana dimaksud pada ayat (4) terdapat jumlah suara sama, maka pemilihan diulang sekali lagi dengan dipilih oleh semua anggota komisi yang hadir.

(6) Apabila pemilihan ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (5) hasilnya tetap sama maka diselesaikan melalui musyawarah mufakat dalam komisi, atau ditentukan berdasarkan jumlah perolehan suara yang diperoleh calon yang bersangkutan dalam pemilu legislatif.

(7) Apabila terjadi kekosongan pada salah satu jabatan Pimpinan Komisi akibat berhenti sebagai Anggota DPRD atau Mutasi pada Alat Kelengkapan Lain, maka penggantinya ditetapkan berdasarkan prosedur pada ayat (2) atau pada ayat (3) dan ayat (4).

(8) Rapat Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dipimpin oleh Anggota Komisi yang berasal dari Fraksi terbesar pertama selaku ketua dan Fraksi terbesar kedua sebagai Sekretaris Rapat.

Paragraf 3

Dalam dokumen DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL (Halaman 38-49)

Dokumen terkait