• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

26 56.5 15 37.5 41 47.7 4 Alat makan sebaiknya menggunakan

yang berbahan plastik 21 45.7 14 35.0 35 40.7 5 Perawatan payudara hanya dilakukan

ketika ASI tidak lancer 17 37.0 1 2.5 18 20.9 6 Perawatan payudara tidak perlu

dilakukan jika tidak memiliki masalah pada saat menyusui

11 23.9 3 7.5 14 16.3 7 Mengonsumsi makanan bergizi

seimbang dapat meningkatkan produksi ASI

7 15.2 3 7.5 10 11.6 8 Mencuci tangan hanya perlu dilakukan

sebelum dan sesudah makan 6 13.0 2 5.0 8 9.3 9 Mencuci tangan yang baik adalah

menggunakan air yang mengalir dan sabun

2 4.3 1 2.5 3 3.5 10 Menghisap asap rokok berdampak

buruk bagi kesehatan 1 2.2 3 7.5 4 4.7

Sebagian besar contoh TPB (84.8%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pernyataan ke-1 mengenai ibu perlu membatasi jumlah makanan untuk mencapai berat badan normal setelah melahirkan. Contoh TPB memperoleh persentase paling rendah pada pernyataan ini. Sebagian besar contoh menyatakan hal yang menyimpang mengenai pernyataan ini karena contoh tidak mengetahui informasi terkait pernyataan ini. Hal ini terbukti pada sebagian besar contoh memilih setuju namun sebagian lainnya menjawab setuju dengan pernyataan ini. Salah satu alasan yang dikemukakan oleh contoh adalah ibu akan obesitas apabila jumlah makanan tidak dibatasi. Ibu tidak perlu membatasi jumlah makanan selama masa menyusui karena ibu yang sedang menyusui bayinya harus mendapat tambahan makanan untuk menghindari kemunduran dalam pembuatan dan produksi ASI. Jika makanan ibu terus menerus tidak memenuhi asupan gizi yang cukup akan berpengaruh terhadap produksi ASI (Wahyuni et al. 2012).

Sebagian besar contoh TPB (63.0%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pertanyaan ke-2 mengenai botol susu cukup dibersihkan dengan air hangat. Sebagian besar contoh menyatakan hal yang menyimpang mengenai pernyataan ini karena contoh tidak mengetahui informasi terkait pernyataan ini. Paramitha et al. (2010), proses penyiapan botol susu yang baik melalui beberapa tahapan di antaranya merebus terlebih dahulu selama minimal

30

15 menit, menyeduh susu dengan air panas dan tidak menyimpan susu yang telah diseduh lebih dari 4 jam.

Sebagian besar contoh TPB (56.5%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pertanyaan ke-3 mengenai jika sedang terburu-buru, proses mencuci tangan boleh hanya menggunakan air yang mengalir saja. Sebagian besar contoh menyatakan hal yang menyimpang mengenai pernyataan ini karena contoh tidak mengetahui informasi terkait pernyataan ini. Menurut Luby et al. (2011) kebiasaan mencuci tangan hanya dengan air tidak akan membersihkan tangan secara baik karena bakteri feses masih terdapat di tangan dan akan meningkatkan risiko terjadinya diare.

Hasil analisis korelasi Rank Spearman, menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara usia (r=0.348, p<0.05) dan besar keluarga (r=0.213, p<0.05) dengan sikap PHBS contoh. Menurut Laili et al. (2012), besar keluarga mempengaruhi kapasitas dukungan keluarga terhadap diri seseorang. Faktor dukungan keluarga memiliki andil yang cukup besar pada sikap seseorang. Anggota keluarga akan lebih mudah menerima suatu informasi, jika informasi tersebut didukung oleh anggota keluarga lainnya. Sikap PHBS contoh TPB (78.3%) maupun contoh GM (62.5%) adalah sedang (Tabel 11). Menurut Tondang dan Nasution (2012) remaja putri (100%) memiliki sikap yang positif mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini juga menunjukkan bahwa sikap positif kedua contoh akan memberikan pengaruh kepada perilaku contoh nantinya terkait hidup sehat.

Sebaran pernyataan yang dikemukakan secara menyimpang dari norma yang seharusnya dapat memberikan gambaran pada sikap contoh TPB dan GM mengenai 1000 HPK pada masa postnatal dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11 Sebaran contoh berdasarkan kelompok dan sikap mengenai masa postnatal

Kategori TPB GM Total p

n % n % n %

Masa bayi 0-6 bulan a 70.2 ± 8.1 81.7 ± 9.6 75.5 ± 10.5

Kurang (<60) 6 13.0 1 2.5 7 8.1

0.000*

Sedang (60-80) 34 73.9 15 37.5 49 57.0

Baik (>80) 6 13.0 24 60.0 30 34.9

Total 46 100.0 40 100.0 86 100.0

Masa anak 7-24 bulan a 63.1 ± 8. 73.8 ± 9.2 68.1 ± 10.1

Kurang (<60) 17 37.0 3 7.5 20 23.3 0.000* Sedang (60-80) 27 58.7 28 70.0 55 64.0 Baik (>80) 2 4.3 9 22.5 11 12.8 Total 46 100.0 40 100.0 86 100.0 PHBS a 69.7 ± 8.9 75.6 ± 9.1 72.5 ± 9.4 Kurang (<60) 4 8.7 1 2.5 5 5.8 0.001* Sedang (60-80) 36 78.3 25 62.5 61 70.9 Baik (>80) 6 13.0 14 35.0 20 23.3 Total 46 100.0 40 100.0 86 100.0

* Terdapat perbedaan nyata antara TPB dan GM pada p<0.05

a

Sebagian besar contoh TPB (73.9%) tergolong sedang sedangkan sebagian besar contoh GM (60.0%) tergolong baik untuk sikap masa bayi 0-6 bulan. Namun, kedua contoh baik TPB dan GM tergolong sedang untuk sikap masa anak 7-24 bulan dan PHBS. Sikap contoh GM adalah nyata (p<0.05) lebih baik daripada contoh TPB untuk sikap masa bayi 0-6 bulan, masa anak 7-24 bulan dan PHBS. Baik contoh TPB dan GM memiliki sikap yang paling baik pada kelompok pernyataan mengenai masa bayi 0-6 bulan dengan rata-rata nilai 75.5 ± 10.5. Baik contoh TPB dan GM memiliki sikap yang paling buruk pada kelompok pernyataan mengenai masa anak 7-24 bulan dengan rata-rata nilai 68.1 ± 10.1.

Terdapat alasan pada setiap sikap yang sudah sesuai dengan norma terhadap suatu pernyataan setiap komponen sikap 1000 HPK terkait masa postnatal yang dikemukakan oleh contoh. Berikut merupakan sebaran alasan contoh pada setiap komponen sikap 1000 HPK terkait masa postnatal (Tabel 12). Tabel 12 Sebaran contoh berdasarkan kelompok dan alasan sikap pada masa

postnatal

Kategori TPB GM TOTAL

j* % j* % j* %

Masa bayi 0-6 bulan

Sikap sesuai norma dan alasan benar 186 20.2 315 39.4 501 29.1 Sikap sesuai norma dan alasan salah 371 40.3 375 46.9 746 43.4 Sikap menyimpang dan alasan benar 25 2.7 26 3.3 51 3.0 Sikap menyimpang dan alasan salah 338 36.7 84 10.5 422 24.5

Total 920 100.0 800 100.0 1720 100.0

Masa anak 7-24 bulan

Sikap sesuai norma dan alasan benar 180 19.6 296 37.0 476 27.7 Sikap sesuai norma dan alasan salah 257 27.9 343 42.9 600 34.9 Sikap menyimpang dan alasan benar 10 1.1 38 4.8 48 2.8 Sikap menyimpang dan alasan salah 473 51.4 123 15.4 596 34.7

Total 920 100.0 800 100.0 1720 100.0

PHBS

Sikap sesuai norma dan alasan benar 119 25.9 172 43.0 291 33.8 Sikap sesuai norma dan alasan salah 182 39.6 167 41.8 349 40.6 Sikap menyimpang dan alasan benar 6 1.3 8 2.0 14 1.6 Sikap menyimpang dan alasan salah 153 33.3 53 13.3 206 24.0

Total 460 100.0 400 100.0 860 100.0

*jumlah alasan contoh berdasarkan jumlah pertanyaan

Sebagian besar contoh baik TPB maupun GM mengemukakan alasan yang salah pada komponen masa bayi 0-6 bulan (43.4%), masa anak 7-24 bulan (34.9%) dan PHBS (40.6%). Hal ini disebabkan contoh tidak tahu dengan rinci infomasi mengenai pernyataan dan contoh merasa bahwa pernyataan tersebut tidak memiliki alasan sehingga sebagian besar contoh tidak mencantumkan alasan. Contoh yang memiliki sikap menyimpang dengan norma namun memiliki alasan yang benar karena contoh memiliki pemahaman yang berbeda sehingga contoh mengemukakan alasan yang logis sesuai dengan hal yang diyakini contoh.

32

Materi Seribu Hari Pertama Kehidupan Terkait Masa Postnatal yang Harus Diketahui oleh WUS

Setiap wanita yang berada pada periode usia subur belum mengetahui 1000 HPK terkait masa postnatal dengan baik terutama wanita yang tidak memperoleh pendidikan formal di bidang gizi. Namun, setiap wanita tetap harus mengetahui materi 1000 HPK terkait masa postnatal sehingga diperlukan penyusunan indikator minimal mengenai 1000 HPK terkait masa postnatal. Acuan penyusunan indikator ini adalah sejumlah pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan baik oleh sebagian besar contoh dan kemudian dikategorikan berdasarkan indikator pencapaian program intervensi pada Pedoman Perencanaan Program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat 2012). Adanya indikator minimal ini diharapkan mampu membantu wanita-wanita periode usia subur sehingga yang tidak memperoleh pendidikan formal dengan kurikulum gizi yang terstruktur untuk mencapai kompetensi minimal sebagai calon ibu yang berkualitas. Standar menjadi calon ibu yang berkualitas adalah mengetahui hal-hal penting mengenai 1000 HPK terkait masa postnatal dalam rangka peningkatan status gizi dan kesehatan diri untuk menghasilkan generasi yang berkualitas (Tabel 13).

Tabel 13 Materi Pendidikan 1000 HPK yang Harus Diketahui oleh WUS

Komponen Materi Intervensi pada

program 1000 HPK* Perawatan masa bayi

0-6 bulan

Waktu pemberian IMD, manfaat IMD bagi bayi dan manfaat pemberian kolostrum

Inisiasi Menyusui Dini

Masa pemberian ASI eksklusif, manfaat pemberian ASI eksklusif

ASI eksklusif Hal yang diberikan pada saat imunisasi Imunisasi Berat badan lahir minimal yang

dinyatakan sehat

Penanganan bayi BBLR

Waktu penimbangan berat badan bayi Pemantauan pertumbuhan Perawatan masa

anak 7-24 bulan

Usia pemberian MP-ASI, tahapan pemberian MP-ASI, contoh makanan MP-ASI

Pemberian makanan pendamping ASI (MP- ASI)

Manfaat pemberian vitamin A, dampak kekurangan vitamin A dan jadwal pemberian vitamin A

Suplementasi vitamin A

Perilaku hidup bersih dan sehat

Perawatan payudara Tidak ada

Proses cuci tangan menggunakan sabun Cuci tangan Kebersihan botol susu dan kriteria air

minum yang sehat

Penyediaan air minum dan sanitasi yang layak