HASIL DAN PEMBAHASAN
37 80.4 10 25.0 47 54.7 5 Bayi yang berusia berusia 7 bulan cukup
diberikan 1-3 kali MP-ASI setiap hari 36 78.3 12 30.0 48 55.8 6 Vitamin A cukup dipenuhi dari ASI dan MP-ASI 34 73.9 9 22.5 43 50.0 7 Tidak diperlukan pemberian ASI lagi jika sudah
diberikan MP-ASI 31 67.4 2 5.0 33 38.4
8 Suplemen zinc tidak perlu diberikan jika bayi
tidak mengalami masalah gizi apapun 29 63.0 15 37.5 44 51.2 9 Bayi yang berusia 7-24 bulan tidak perlu diberi
imunisasi lagi 28 60.9 9 22.5 37 43.0
10 Pemberian suplementasi zinc diperlukan untuk
meningkatkan kekebalan tubuh anak 26 56.5 4 10.0 30 34.9 11 Memberi makanan lumat seperti bubur susu sebagai
makanan pertama pada bayi berusia di atas 6 bulan 22 47.8 11 27.5 33 38.4 12 ASI harus diberikan kepada anak hingga usia 2
tahun 20 43.5 9 22.5 29 33.7
13 Tahapan tekstur MP-ASI tidak perlu diperhatikan
karena tidak terlalu bermasalah 20 43.5 2 5.0 22 25.6 14 Suplemen vitamin A tidak perlu diberikan jika bayi
tidak mengalami masalah gizi apapun 20 43.5 2 5.0 22 25.6 15 Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) diberikan saat
bayi berusia lebih dari 6 bulan 19 41.3 2 5.0 21 24.4 16 MP-ASI yang dibuat sendiri lebih baik daripada
MP-ASI komersil 18 39.1 9 22.5 27 31.4
17 Bayi berusia 1 tahun sebaiknya tetap diberikan makanan yang berbentuk lunak untuk menghindari bayi tersedak
13 28.3 14 35.0 27 31.4 18 Bayi 7-24 bulan masih harus ditimbang dan
dipantau pertumbuhannya secara rutin setiap bulan 13 28.3 2 5.0 15 17.4 19 MP-ASI yang diberikan harus mengandung gizi
yang lengkap (energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral)
11 23.9 2 5.0 13 15.1 20 Bayi 7-24 bulan tidak perlu diajari apapun karena
bayi akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya
7 15.2 3 7.5 10 11.6
Sebagian besar contoh TPB (80.4%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pernyataan ke-3 mengenai MP-ASI diberikan kepada bayi
usia 7-24 bulan supaya bayi lebih cepat gemuk. Sebagian besar contoh yang menyatakan hal yang menyimpang mengenai pernyataan ini karena tidak mengetahui informasi mengenai pernyataan ini sehingga contoh memilih ragu- ragu. MP-ASI diberikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Selain itu untuk mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk, mengembangkan kemampuan bayi dalam mengunyah dan menelan serta mencoba adaptasi terhadap makanan lain (Kristianto dan Sulistyarini 2013).
Sebagian besar contoh TPB (80.4%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pernyataan ke-4 mengenai pemberian MP-ASI tidak perlu dilanjutkan untuk seterusnya apabila bayi menolak MP-ASI yang diberikan. Sebagian besar contoh yang menyatakan hal yang menyimpang mengenai pernyataan ini karena tidak mengetahui informasi mengenai pernyataan ini sehingga contoh memilih ragu-ragu. Kebutuhan bayi semakin meningkat seiring bertambahnya usia sehingga pemberian MP-ASI memang diperlukan. Selain itu, sistem pencernaan bayi pada usia di atas 6 bulan sudah mulai bekerja sehingga bayi perlu dilatih untuk menerima makanan lain selain ASI. Ibu harus proaktif dan kreatif dalam memberikan MP-ASI kepada bayi supaya tidak kekurangan gizi. (Goi 2013).
Sebagian besar contoh TPB (78.3%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pernyataan ke-5 mengenai bayi yang berusia berusia 7 bulan cukup diberikan 1-3 kali MP-ASI setiap hari. Sebagian besar contoh yang menyatakan hal yang menyimpang mengenai pernyataan ini karena tidak mengetahui informasi mengenai pernyataan ini sehingga contoh memilih ragu- ragu. Depkes RI (2007) menjelaskan bahwa frekuensi dalam pemberian makanan pendamping ASI yang tepat biasanya diberikan tiga kali sehari.
Sebagian besar contoh TPB (73.9%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pernyataan ke-6 mengenai vitamin A cukup dipenuhi dari ASI dan MP-ASI. Sebagian besar contoh yang menyatakan hal yang menyimpang mengenai pernyataan ini karena tidak mengetahui informasi mengenai pernyataan ini sehingga contoh memilih ragu-ragu. Menurut Mahyudin (2012) pemenuhan vitamin pada bayi tidak cukup apabila hanya berasal dari ASI dan MP-ASI. Vitamin A dapat disimpan pada hati dan untuk memenuhinya diperlukan suplemen vitamin A.
Sebagian besar contoh TPB (67.4%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pernyataan ke-7 mengenai tidak diperlukan pemberian ASI lagi jika sudah diberikan MP-ASI. Sebagian besar contoh yang menyatakan hal yang menyimpang mengenai pernyataan ini karena tidak mengetahui informasi mengenai pernyataan ini sehingga contoh memilih ragu-ragu. Menurut Depkes RI (2007), makanan tambahan atau pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6–24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Pemberian ASI tetap dilakukan hingga anak berusia 2 tahun atau lebih.
Sebagian besar contoh TPB (63.0%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pertanyaan ke-8 mengenai suplemen zinc tidak perlu diberikan jika bayi tidak mengalami masalah gizi apapun. Suplementasi seng diperlukan karena akan meningkatkan absorpsi vitamin A sehingga seng dapat berfungsi dalam meningkatkan sistem imun pada tubuh. Pemberian suplemen
28
seng tidak hanya diberikan ketika mengalami defisiensi. Suplementasi seng dapat mengurangi prevalensi diare dan kematian bayi (Ficher dan Black 2007).
Sebagian besar contoh TPB (60.9%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pernyataan ke-9 mengenai bayi yang berusia 7-24 bulan tidak perlu diberi imunisasi lagi. Sebagian besar contoh yang menyatakan hal yang menyimpang mengenai pernyataan ini karena tidak mengetahui informasi mengenai pernyataan ini sehingga contoh memilih ragu-ragu.Menurut Azizah et al. (2012) bayi yang berusia 0-24 bulan memiliki sistem imun yang belum maksimal sehingga perlu diberikan imunisasi untuk membentuk antibodi bayi.
Sebagian besar contoh TPB (56.5%) menyatakan hal yang menyimpang dengan norma pada pernyataan ke-10 mengenai pemberian suplementasi zinc
diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak. Sebagian besar contoh yang menyatakan hal yang menyimpang mengenai pernyataan ini karena tidak mengetahui informasi mengenai pernyataan ini sehingga contoh memilih ragu- ragu. Suplementasi seng diperlukan karena akan meningkatkan absorpsi vitamin A sehingga seng dapat berfungsi dalam meningkatkan sistem imun pada tubuh. Salah satu dampak kekurangan seng adalah imunitas menurun (Herman 2009).
Hasil analisis korelasi Rank Spearman, menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara usia (r=0.505, p<0.05) dan daerah asal (r=0.259, p<0.05) dengan sikap pada masa anak 7-24 bulan contoh. Usia berhubungan tidak langsung dengan pengetahuan karena pada penelitian ini usia hanya menggambarkan perbedaan antarkelompok. Kedua kelompok memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda karena perbedaan akses dan pemaparan informasi yang diterima. Menurut Laraeni et al. (2013), salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah jauh dekatnya sumber informasi/pengetahuan, dan seberapa sering informasi itu dilakukan/diberikan. Daerah asal menentukan kebudayaan dan lingkungan seseorang. Penelitian di Garut menunjukkan bahwa terdapat kepercayaan. Kebiasaan di masyarakat mengenai kolostrum basi dan sebanyak 48.3% masyarakat menganut kepercayaan itu (Solihah 2010). Contoh TPB (58.7%) dan contoh GM (55.0%) memiliki sikap yang sedang mengenai masa anak 7-24 bulan (Tabel 11). Hal ini sesuai dengan penelitian Hadley et al. (2008) yang menyatakan bahwa sikap remaja mengenai MP-ASI sudah cukup baik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 38% remaja setuju bahwa MP-ASI diberikan pada bayi yang berusia di atas 6 bulan.
Sikap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Sikap mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan kecenderungan tingkah laku terhadap suatu pernyataan mengenai PHBS. Hasil uji beda setiap pernyataan dan sebaran sikap yang sesuai dengan norma dapat dilihat pada Lampiran 6. Sebaran pernyataan sikap berdasarkan persentase sikap yang tidak sesuai dengan norma mengenai masa anak 7-24 bulan disajikan pada Tabel 10.Secara umum dapat dilihat bahwa contoh GM tidak memiliki kesulitan dalam menjawab pertanyaan terkait PHBS karena contoh tidak memperoleh informasi terkait pertanyaan tersebut. Sedangkan, contoh TPB memiliki kesulitan dalam menjawab pertanyaan nomor 1-3.
Tabel 10 Sebaran contoh berdasarkan kelompok dan persentase sikap yang tidak sesuai dengan norma mengenai PHBS masa postnatal
No Pertanyaan TPB GM Total
n % n % n %
1 Ibu perlu membatasi jumlah makanan untuk mencapai berat badan normal setelah melahirkan
39 84.8 10 25.0 49 57.0