DESA RAMBAH HILIR TIMUR
7.4. Alat Pencapaian
Untuk mencapai tujuan dan menghasilkan yang diharapkan maka direncanakan program peningkatan majelis ta’lim Desa Rambah Hilir Timur. Adapun kerangka logis untuk mencapai tujuan tersebut dapat dilihat pada Tabel 15 berikut :
Tabel 15 : Kerangka kerja logis program peningkatan Majelis ta’lim Desa Rambah Hilir Timur
Tujuan Akhir Indikator Kinerja Alat
Verifikasi Sasaran
1. Terjadinya peningkatan kesejahteraan dan
polapikir masyarakat yang berorientasi pada agama dan ekonomi syariah
Kepemimpinan, proses
perencanaan, aturan main yang jelas (AD/ART).pelaksanaan program, alokasi sumberdaya pada kegiatan ekonomi produktif dan hubungan sosial keagamaan, hubungan dengan pihak luar menguat.
FGD Jamaah Majelis ta’lim
Manfaat Indikator Kinerja Alat
Verifikasi Sasaran
1. Meningkatnya kekuatan dan mengatasi kelemahan Majelis ta’lim
2. meningkatnya perencanaan program pelaksanaan program dan alokasi sumberdaya
Jamaah dan masyarakat merasakan manfaat Majelis ta’lim semakin meningkat, baik dalam bentuk sosial keagamaan maupun
peningkatan akses ekonomi melalui kegiatan peremajaan tanaman perkebunan karet yang didukung oleh kegiatan usaha tanaman semusim.
FGD Jamaah Majelis Ta’lim
Hasil Indikator Kinerja Alat Verifikasi Sasaran 1. Menguatnya Kapasitas Kelembagaan Majelis ta’lim 2. Terciptanya kegiatan ekonomi produktif masyarakat yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan berasal dari
pengelolaan sumber daya lokal yang ada.
3. Terbentuknya Himpunan Organisasi Majelis ta’lim di tingkat daerah dengan visi peningkatan ekonomi 4. Pelaksanan dakwah
islamiahyang menyentuh segenap lapisan masyarakat
1. Perencanaan program program semakin baik, AD/ART organisasi telah ada, pengurus dan jamaah semakin aktif, kegiatan selain perbaikan ahlak juga upaya perbaikan ekonomi 2. Terciptanya kegiatan
ekonomi produktif komunitas yang spesisfik daerah dan mempunyai potensi pasar yang baik 3. Berdirinya lembaga
keuangan mikro/koperasi syariah untuk membuka akses permodalan bagi usaha masyarakat, khususnya kegiatan peremajaan karet dan usaha tanaman semusim 4. Terbangunnya kerjasama
antar komunitas Majelis ta’lim yang mendorong kebijakan pemerintah tentang pembangunan ekonomi masyarakat yang agamais FGD Jamaah Majelis Ta’lim, Pemerintah, LSM, Parpol
Alat Pencapaian Indikator Kerja Alat
Verifikasi Sasaran
1. Peningkatan kapasitas pengurus dan anggota Majelis ta’lim training kepemimpinan, manajemen kelembagaan dan keuangan. 2. Meningkatnya dukungan
pihak luar kepada Majelis ta’lim terutama pada kegiatan penyusunan materi dakwah, kurikulum serta pengembangan usaha produktif masyarakat. 3. Meningkatnya partisipasi
anggota dalam kegiatan Majelis ta’lim dan perencanaan kegiatan.
1. Bertambahnya jumlah jama’ah Majelis ta’lim yang terus berpartisipasi 2. Kegiatan dakwah telah
terskedul dan tersusun rapi menurut kurikulum yang ada.
3. Pendampingan dari lembaga pendamping masyarakat (LSM dan pemerintah) telah berjalan dengan baik.
4. Jaringan kerja dan usaha telah berjalan yang dapat dilihat dengan telah adanya dukungan lembaga keuangan syariah telah berjalan.
FGD Pengurus dan jamaah Majelis ta’lim
71
Adapun rincian alat pencapaian program peningkatan Majelis ta’lim tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Meningkatnya perencanaan program dan pelaksanaan program. Peningkatan perencanaan program yang selama ini dilakukan hanya lebih banyak kepada pembinaan rohani dan perbaikan akhlak, sementara penguatan ekonomi melalui pengembangan usaha-usaha produktif berbasis sumberdaya lokal belum tanggap. Perencanaan program mendatang akan lebih banyak dilakukan pada peran Majelis ta’lim dalam peningkatan perekonomian anggotanya melalui pembentukan usaha produktif komunitas, dapat berupa unit simpan pinjam, koperasi dan lain-lain yang dibentuk oleh anggota Majelis ta’lim secara partisifatif, dengan administrasi yang relatif sederhana yang diimbangi kontrol sosial yang lebih ketat karena terjadi dalam kelompok yang relatif kecil dan saling mengenal. Hal ini dapat diharapkan dapat mendukung ekonomi keluarga.
2. Meningkatkan koordinasi antar pengurus dan anggota (jemaah Majelis ta’lim). Untuk menjalankan setiap program dan pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan, sangat diperlukan koordinasi, baik internal pengurus dan antara pengurus dengan jamaah Majelis ta’lim. Koordinasi ini dilakukan juga untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam melaksanakan program dan kegiatan yang telah direncanakan. Koordinasi tidak hanya melalui forum khusus seperti rapat tertentu, namun yang penting adalah untuk melakukan pengawasan terhadap program yang direncanakan agar dapat berjalan sesuai dengan harapan.
Koordinasi tersebut juga bisa dilakukan secara sederhana, sambil mengikuti shalat berjamaah, atau dalam kunjungan shilaturrahmi kerumah anggota. Hal ini dilakukan untuk menghindari kejenuhan jamaah dari melaksanakan rapat-rapat.
Adapun pendekatan-pendekatan yang dilakukan yaitu :
a. Pendekatan budaya, yaitu dengan memperhatikan pentingnya nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.
b. Pendekatan sosial, yaitu mendorong Majelis ta’lim agar menjadi kekuatan sosial yang dapat bersinergis dengan kekuatan lainnya dalam menciptakan ketenangan dan keserasian serta keharmonisan sehingga terwujud masyarakat yang berakhlak mulia sehingga terwujud ketahanan sosial. c. Pendekatan politis, untuk memperoleh aksesebilitas pelayanan publik,
aksesebilitas tentang hak dan kewajiban Majelis ta’lim, dalam pengambilan keputusan atas dasar demokrasi, akuntabilitas dan tranparansi.
d. Pendekatan ekonomi memperkuat Majelis ta’lim dalam mengembangkan perekonomian rakyat dengan kegiatan utama peremajaan karet dan usaha tanaman semusim
e. Pendekatan agama, yaitu senantiasa memperkuat nilai-nilai agama khususnya agama islam dikalangan pengurus dan jamaah untuk seterusnya akan ditulaskan dalam kehidupan berkeluarga dan masyarakat.
Kelima pendekatan tersebut tidak dapat terlepas dari nilai-nilai yang ada dalam masyarakat yaitu:
a. Agama yang dianut. Karena kegiatan Majelis ta’lim bergerak dalam bidang da’wah dan pendidikan dalam pembinaan umat terutama dalam meningkatkan iman dan takwa.
b. Sosial dan budaya berupaya hubungan sosial, solidaritas sosial ( kesetiakawanan sosial), dan keharmonisan untuk mencapai keadaan yang kondusif dalam masyarakat.
c. Politik, yaitu berupa asas-asas yang digunakan dalam pengambilan keputusan ( demokratis, pertanggung jawaban dan transparan ).
d. Ekonomi, dalam rangka pengembangan ekonomi lokal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota Majelis ta’lim di Desa Rambah Hilir Timur. Melalui kegiatan peremajaan tanaman karet dan usaha pertanian tanaman semusim
3. Program pendampingan dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pengurus dan jamaah Majelis ta’lim. Membuat kegiatan Majelis ta’lim agar lebih
73
komprehensif dan dapat menjalani kerjasama dengan pihak luar. Pendampingan ini dilakukan oleh aktivis sukarelawan yang biasanya memiliki kepedulian terhadap komunitasnya ingin melakukan pengembangan masyarakat. Hal ini bisa dilakukan oleh tokoh masyarakat atau kader-kader masyarkat yang mempunyai jiwa sosial. Hal ini diperlukan oleh pengurus dan anggota Majelis ta’lim sendiri yang merasa belum mampu dan belum berpengalaman untuk melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk merancang serta melaksanakan program dengan baik. Program pendampingan akan di laksanakan melalui pemberian bimbingan keterampilan, peningkatan kemampuan kelembagaan meliputi perbaikan organisasi dan manajemen, keuangan, budidaya tanaman karet dan tanaman semusim, serta kegiatan kesejahteraan dan perbaikan ekonomi jamaah Majelis Taklim.
4. Keteladan merupakan hal yang diperlukan dalam pembinaan jamaah Majelis ta’lim, karena sesuai dengan perinsip da’wah dan mengajak orang lain dalam hal yang positif diperlukan adanya keteladanan. Program keteladanan yang direncanakan yaitu mulai bulan februari 2009 ini menekankan kepada seluruh pengurus Majelis ta’lim agar menjadikan pribadi mereka sebagai contoh untuk ditiru oleh jamaah Majelis ta’lim, baik dalam mengikuti pengajian, meramaikan shalat berjamaah.
5. Penambahan Program dan Kegiatan
Penambahan program dan kegiatan yang dimaksudkan adalah peningkatan kualitas program yang sudah ada serta menambah kegiatan-kegiatan yang membawa kepada kesejahteraan jamaah Majelis ta’lim dan masyarakat secara luas. Adapun penambahan program dan kegiatan yang direncanakan dimaksud adalah dengan meningkatkan kualitas pengajian rutin dengan cara :
a. Pembuatan kurikulum yang jelas, terprogram dan terarah
b. Pemilihan Ustaz yang memberikan pengajian, yaitu penceramah yang berkualitas lebih baik dan sekali-sekali dengan mengundang penceramah dari luar Desa Rambah Hilir Timur yang berbobot, sehingga pembicaraan tersebut diharapkan mampu menarik perhatian para jamaah untuk mendengar ceramahnya secara seksama.
c. Materi yang diberikan dalam kegiatan Majelis ta’lim tidak hanya berorientasi pada peningkatan moral dan akhlak tetapi juga menyentuh tentang pengembangan dan kesejahteraan masyarakat dalam penguatan ekonomi, seperti pengajian wiraswata yang berisi kiat-kiat berusaha mandiri secara islami.
d. Mengadakan khitan massal. Pengurus Majelis ta’lim Desa Rambah Hilir Timur bekerjasama dengan badan kontak Majelis ta’lim Kecamatan Rambah Hilir akan melakukan khitan massal khususnya bagi anak yatim dan anak-anak miskin kegiatan ini diusulkan oleh ibu Em (42 th ). Dana yang diperlukan untuk kegiatan tersebut selain sumbangan dari anggota Majelis ta’lim juga bantuan dari pemerintah Desa dan Kecamatan. Program khitan massal ini merupakan program yang bersifat sosial yang akan membuat daya tarik bagi jamaah untuk lebih meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan Majelis ta’lim. Pelaksanaannya direncanakan pada libur anak sekolah pada bulan juni 2009.
e. Memberikan Bantuan Musibah. Majelis ta’lim akan memberikan sikap kepeduliannya kepada masyarakat yang terkena musibah, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran dan lainnya. Hal ini akan membuat masyarakat tertarik dengan kegiatan- kegiatan Majelis ta’lim.
f. Lomba- lomba, pengadaan lomba-lomba tersebut diperuntukkan bagi beberapa group rebana yang ada dikecamatan Rambah Hilir. Hal tersebut diharapkan menjadi faktor penarik bagi kaum ibu agar lebih aktif dalam menggiatkan seni budaya islam, dan lebih bersemangat untuk ikut bergabung dalam kegiatan Majelis ta’lim. Kegiatan ini diusulkan oleh ibu mur (38 th). Lomba dimaksud direncanakan dilaksanakan dalam rangka menyambut peringatan isra’ mi’raj Nabi 1430 H pada bulan juli 2009. Pendanaan kegiatan ini berasal dari iyuran dari anggota Majelis ta’lim dan bantuan dari pengurus masjid Al jamaah dan kekurangannya dari Kepala Desa.
g. Pelatihan Membaca Alquran, keinginan jamaah untuk melaksanakan pelatihan membaca Alquran ini didasarkan pada kehendak supaya dapat membaca Alquran sesuai dengan aturan, bila perlu sedikit dengan lagu dan
75
iramanya. Kegiatan ini belum pernah dilaksanakan kecuali dalam melaksanakan tadarus Al Quran dimalam-malam bulan Ramadhan, tapi tidak pelatih secara khusus. Usul kegiatan ini disampaikan oleh ibu RM (56 th ). Jamaah ingin segera melaksanakan pelatihan tersebut, dan menurut rencana pelatihannya Ustaz Al-Azhar sebagai Qori Tingkat Kecamatan. Kegiatan tersebut akan dibicarakan pada awal Agustus 2009. Kegiatan ini ditujukan selain meramaikan kegiatan Majelis ta’lim juga dalam rangka lebih mencintai mesjid sebagai rumah Allah.
8.1. Kesimpulan
Berdasarkan kajian yang telah dilakukan pada Majelis Ta’lim Desa Rambah Hilir Timur, maka diperoleh beberapa kesimpulan:
1. Majelis Ta’lim Desa Rambah Hilir Timur mempunyai kekuatan untuk menunjang pengembangan masyarakat. Kekuatan- kekuatan tersebut terletak pada adanya modal sosial berupa kepatuhan jamaah Majelis Ta’lim kepada pengurus, serta rasa solidaritas aqidah seiman dalam diri jamaah. Majelis Ta’lim juga mempunyai kelemahan, yaitu relatifnya pengetahuan pengurus dan jamaah Majelis Ta’lim secara komprehensif, sehingga berakibat kurang berjalannya kegiatan Majelis Ta’lim sesuai dengan harapan yang sebaik baiknya, bahkan kegiatan Majelis Ta’lim sangat kurang menyentuh tentang perbaikan ekonomi jamaah. Kerjasama dengan pihak luar dirasakan masih kurang, bahkan kerjasama dengan pihak, terkait dalam upaya peningkatan ekonomi jamaah belum dapat dilaksanakan.
2. Kegiatan Pengajian (majelis Ta’lim ) masih terdapat beberapa kelemahan antara lain :
a. Pengajian ( Majelis ta;lim ) sebagai lembaga pendidikan non formal seharusnya mempunyai kurikulum yang jelas, terprogram dan terarah. b. Guru/ ustaz berganti-ganti dalam pelaksanaan pendidikan/pengajian, dan
tidak diangkat secara resmi.
c. Kebanyakan pengajian diikuti oleh peserta yang tidak sama atau tidak tetap, hal ini disebabkan masih lemahnya sistem kelembagan Majelis Ta’lim. Aturan main tidak ada, sehingga keanggotaan Majelis Ta’lim tidak terikat dan tidak merasa mempunyai hak dan kewajiban sebagai anggota. d. Materi yang diberikan dalam pengajian lebih berorientasi kepada
peningkatan iman dan akhlak, sehingga belum begitu menyentuh kesejahteraan dan ekonomi.
77
3. Untuk memperbaiki kinerja Majelis Ta’lim Desa Rambah Hilir Timur dibuat berbagai program seperti :
a. Peningkatan perencanaan program dan pelaksanaan program dengan sebaik-baiknya. Majelis Ta’lim yang selama ini hanya berorientasi kepada peningkatan iman dan akhlak, perlu meningkatkan program yang dapat menjadi sarana penguatan ekonomi komunitas dalam kerangka pengurangan kemiskinan. Kegiatan ini berupa usaha peremajaan perkebunan karet yang didukung dengan usaha pertanian lainnya seperti usaha pertanian tanaman semusim yang dapat menggantikan sumber utama pendapatan masyarakat (kebun karet) sebelum kebun ini menghasilkan.
b. Melaksanakan pelatihan peningkatan pengurus dan anggota majelis ta’lim dalam melakukan koordinasi dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia anggota majelis ta’lim melalui berbagai pelatihan keterampilan dan bimbingan manajemen yang berkaitan dengan pengembangan usaha ekonomi produktif, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan swasta.
c. Diperlukan program pendampingan Majelis Ta’lim melalui kerjasama dengan pemerintah maupun LSM dengan tujuan untuk lebih memberdayakan Majelis Ta’lim dari sisi keagamaan maupun pengorganisasian anggota tentang pentingnya mengembangkan ekonomi lokal dengan membentuk unit usaha produktif komunitas berupa unit simpan pinjam, koperasi dibentuk secara partisifatif. Pada aras yang lebih tinggi kelembagaan Majelis Ta’lim dapat lebih ditingkatkan baik dalam bentuk himpunan kelompok maupun organisasi formal, dimana kekuatan ekonomi umat dapat dibentuk berdasarkan sumber modal yang berasal dari anggota Majelis Ta’lim sendiri, yang dikelola dalam bentuk lembaga keuangan syariah pada aras organisasi formal di Kabupaten maupun di tingkat Himpunan Kelompok di Kecamatan.
d. Pendekatan yang digunakan dalam pemberdayaan/ penguatan kelembagaan majelis ta’lim adalah, pendekatan budaya, pendekatan sosial, pendekatan politis, pendekatan ekonomi, dengan pendekatan agama.
8.2. Saran
Dari hasil kajian yang dilakukan, ada beberapa saran yang dapat disampaikan baik kepada pemerintah, maupun Majelis Ta’lim, yaitu :
1. Bagi Pemerintah Desa Rambah Hilir Timur
a. Majelis Ta’lim mempunyai potensi yang dapat dipergunakan untuk kegiatan pengembangan masyarakat, oleh karena itu pemerintah Desa Rambah Hilir Timur dapat mempergunakan Majelis Ta’lim untuk kegiatan pengembangan masyarakat. Pihak pemerintah Desa Rambah Hilir Timur diharapkan dapat memberikan perhatian yang besar kepada program pemberdayaan Majelis Ta’lim melalui unit usaha ekonomi produktifnya sebagai salah satu asset pengembangan ekonomi di Desa Rambah Hilir Timur.
b. Perlu menciptakan kolaborasi dengan lembaga-lembaga formal dan informal untuk memberdayakan majelis ta’lim dalam rangka pembinaan akhlak masyarakat di Desa Rambah Hilir Timur
2. Depertemen Agama Kantor Urusan Agama Kecamatan Rambah Hilir Timur agar lebih mengintensifkan dukungan terhadap Majelis Ta’lim yang ada di wilayah kecamatan dengan memberikan bimbingan dan petunjuk tentang pengelolaan Majelis Ta’lim dalam hubungannya dengan kegamaan maupun pemberdayaan ekonomi umat
3. Bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan Povinsi Riau hendaknya membuat kebijakan yang lebih memperhatikan peran dan fungsi Majelis Ta’lim dalam kaitannya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat untuk peningkatan pembangunan daerah, karena hal tersebut telah membantu pemerintah dalam melaksanakan tugasnya dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Riau secara langsung tidak bersinggungan dengan masyarakat Desa Rambah Hilir Timur, tapi dapat membuat kebijakan dan mengatur pemerintah
79
Desa yang berada dalam wilayahnya berkaitan dengan pengembangan Majelis Ta’lim tersebut.
4. Bagi pengurus masjid di Desa Rambah Hilir Timur, diharapkan tetap merangkul Majelis Ta’lim dan memberikan pendampingan kepada Majelis Ta’lim tersebut berkaitan dengan penguatan potensi yang ada pada Majelis Ta’lim, khusunya penguatan ekonomi umat.
Al-Quran dan terjemahannya, Mujamma, Al Malik Fahd Li Thiba’at Al Mush-HafAsy-Syarif Medinah Munawwarah 1994.
Alawiyah As, Tuty. 2009. Manajemen Majelis Taklim. Petunjuk Praktis Pengelolaan dan Pembentukannya. Pustaka Intermasa. Jakarta.
Binaswadaya. 2005. “Kelompok Swadaya Masyarakat” Petunjuk Teknis Pelatihan Tenaga Pengembang Kelompok Swadaya. Jakarta.
Hikmat, Harry.2004. “Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung”, Humaniora Utama Press.
http://www.deliveri.org/guidelines/implementation/ig_2/ig_2_summaryi.htm.2007
Penerapan Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat. Pukul 14.58,
Senin, 20 Agustus 2007.
(http://www.corebest.net/teori,_model,_metoda_dan_teknik_implementasi.htm, 2006
Iskandarini.2002. Analisis Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan.
http://Library.usu.ac.id
Nasdian, Tonny Fredian, Kolopaking, Lala M. 2008. Pengembangan Kelembagaan dan Modal Sosial”. Departeman Ilmu-ilmu Sosial dan Ekonomi. Institut Pertanian Bogor
Peraturan Daerah Provinsi Riau No 1 Tahun 2004 Tentang Renstra Provinsi Riau
Pedoman masjlis Proyek Penderangan,Bimbingan dan Dakwah Khotbah Agama Islam Pusat
Polak, JBAFM.1966. Sosiologi : Suatu Buku Pengantar Ringkas. Jakarta. Penerbit dn Balai Buku ”Ichtiar Sembiring, 2003 ,Pelatihan Partisipatif CFCD,
Community Development, Jakarta.
[email protected], Laporan Haris, Edition 83/VIII/2007
Subroto, Gatot. 2001. Analisis SWOT Tinjauan Awal Pendekatan Manajemen ( Sebuah Pengenalan Inovasi Program pada Sekolah Kejuruan).
81
Samad, Mukhtar. 2007. Menata Ulang Majelis Ta’lim dengan Menerapkan Manajemen Modern, Bidang Penamas Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau.
Suharto, Edi. 2005”Analisis Kebijakan Publik” Bandung Alfabeta.
Suharto,Edi, 2005,Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat (Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial). Bandung.PT. Rafika Aditama.
Sumarjo dan Saharuddin.2007. Metode-metode Partisipatif dalam Pengembangan Masyarakat, Jurusan Manajemen Pengembangan Masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor dan Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor.
Soemardjan,Selo dan Soeleman Soemardi. 1964. Setangkai Bunga Sosiologi (kumpuan Tulisan) Jakarta. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional)
www.p2kp.org/pustakadetil.2008
Lampiran 1. Pedoman Penelusuran Dokumen
Sumber:Dokumen Desa Rambah Hilir Timur Tahun 2006-2007 I. Wilayah
1. Luas wilayah 2. Letak Wilayah
3. Peruntukan pemanfaatan wilayah II. Kependudukan
1. Jumlah penduduk Desa Rambah Hilir Timur 2. Jumlah kepala keluarga
3. Jumlah penduduk menurut: a. Jenis kelamin
b. Golongan usia c. Rukun Tetangga d. Rukun Warga III. Pendidikan
1. Jumlah penduduk berdasarkan pendidikan 2. Jumlah penduduk usia sekolah yang sekolah
3. Jumlah penduduk usia sekolah yang tidak/putus sekolah
4. Fasilitas komunitas untuk pendidikan (sekolah, lembaga pesantren, lembaga kursus)
IV. Pekerjaan
- Jumlah penduduk menurut pekerjaan V. Fasilitas
1. Jalan
2. Sarana transportasi 3. Sarana kesehatan
83
Lampiran 2. Pedoman Observasi
Sumber data(objek pengamatan):
1. Lingkungan fisik wilayah Desa Rambah Hilir Timur 2. Lembaga pendidikan
3. Kegiatan komunitas setempat I. WILAYAH
1. Pemanfaatan lahan 2. Tofografi
3. Kepadatan
4. Prasarana dan sarana transportasi 5. Kebersihan lingkungan
6. Rumah(fasilitas:penerangan , MCK, kebersihan) II. STRUKTUR KOMUNITAS
1. Interaksi antar penduduk
2. Interaksi antar penduduk dalam lapisan yang sama 3. Interaksi penduduk dengan pihak luar komunitas III. SISTEM MATA PENCAHARIAN
1. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan penduduk 2. Pemanfaatan sumber daya lokal (lahan)