BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik Pengumpulan Data
2. Alat Ukur
Alat ukur ini disusun dalam bentuk kuesioner yang berisikan 54 pernyataan, responden diminta untuk memilih salah satu dari enam kemungkinan jawaban yakni sangat setuju (SS), setuju (S), Cukup Setuju (CS), Kurang Setuju (KS), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Setiap pernyataan dalam kuesioner ini diberi penilaian untuk positif bergerak dari enam sampai dengan satu sedangkan negatif bergerak dari satu sampai dengan enam. Kemudian akan diperoleh nilai total yang menggambarkan derajat dimensi Psychological Well Being. Kuesioner ini terdiri dari enam dimensi yakni: Self Acceptance, Positive Relation with
Others, Autonomy, Environmental mastery, Purpose In Life dan Personal
Growth (Ryff, 1989).
Tabel 3.2 Blue Print Alat Ukur (sebelum try out)
Aspek kesejahteraan psikologis Nomor item Jumlah item Bobot (%) Favorable Unfavorable Self Acceptance 1, 15, 29, 34, 42, 51 2, 14, 17 9 16,67
Positive Relation with Others 3, 16, 31, 44 18, 30, 32, 33, 45 9 16,67
Autonomy 4, 19, 37, 46, 52 5, 20, 35, 47 9 16,67 Environmental mastery 6, 7, 22, 36, 54 8, 9, 23, 53 9 16,67 Purpose In Life 10, 24, 38 11, 25, 26, 39, 43, 48 9 16,67 Personal Growth 12, 27, 40 13, 21, 28, 41, 49, 50 9 16,67 Jumlah 27 27 54 100
Tabel 3.3 Kisi-kisi Alat Ukur Dimensi Psychological Well Being
Dimensi Indikator
Penerimaan diri
a. Memiliki sikap yang positif terhadap dirinya
b. Mengakui dan menerima aspek-aspek diri termasuk hal-hal yang baik dan buruk dalam dirinya
c. Memandang positif pengalaman di masa lalunya Hubungan
positif dengan orang lain
a. Adanya sikap hangat, puas, dan percaya terhadap hubungannya dengan orang lain
b. Mempunyai sikap empati, afeksi dan keakraban terhadap orang lain
c. Memahami akan arti memberi dan menerima dalam hubungannya dengan orang lain
Otonomi a. Mampu dalam mengatur perilakunya sendiri b. Mandiri
c. Mampu melawan tekanan sosial yang diterima dan bertindak dengan cara-cara tertentu
d. Memiliki prinsip diri e. Mampu mengevaluasi diri Penguasaan
lingkungan
a. Mampu mengelola lingkungan
b. Mampu mengontrol susunan yang kompleks yang ada diluar diri
c. Mampu memanfaatkan segala kemungkinan yang ada dilingkungan sekitar secara efektif
d. Mampu untuk menciptakan dan mengelola keadaan yang cocok bagi kebutuhan dan nilai-nilai pribadi
Tujuan hidup
a. Memiliki tujuan hidup yang terarah
b. Merasa bahwa segala kejadian baik yang akan datang maupun yang telah terjadi memiliki makna penting dalam dirinya c. Memegang keyakinan yang memberikan tujuan hidup d. Memiliki tujuan dan sasaran untuk hidup
Pertumbuhan pribadi
a. Adanya keinginan untuk terus berkembang
b. Melihat dirinya sebagai pribadi yang sedang bertumbuh dan berkembang
c. Terbuka terhadap pengalaman-pengalaman yang baru d. Melihat peningkatan dalam diri dan perilakunya setiap saat e. Mengubah sikap-sikap dengan cara berefleksi dari
F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas
Menurut Mustafidah dan Taniredja (2011), sebuah alat ukur dalam penelitian perlu memiliki validitas. Validitas adalah ketepatan atau kesesuaian alat ukur untuk mengukur sebuah variabel penelitian. Validitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah validitas isi, yaitu validitas alat ukur yang ditentukan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi keilmuan yang berkaitan dengan variabel yang hendak diteliti (Profesional Judgment). 2. Reliabilitas
Menurut Supratiknya (1998), reliabilitas adalah konsistensi dan stabilitas. Suatu tes disebut reliabel atau konsisten bila sejumlah orang memperoleh skor yang sama manakala mereka dites pada dua kesempatan berbeda dengan tes yang sama, dites dengan dua versi berbeda dari tes yang sama, serta dites dengan kelompok-kelompok item berlainan dari tes yang sama. Secara statistik reliabilitas ditunjukkan dengan korelasi. Angka atau koefisien korelasi yang menunjukkan reliabilitas disebut koefisien reliabilitas. Menurut Sekaran (2006), reliabilitas atau keandalan suatu pengukuran menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias (bebas dari kesalahan) dan karena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrument. Dengan kata lain, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi di mana instrument mengukur konsep dan membantu menilai “ketepatan” sebuah pengukuran.
Dalam penelitian ini, reliabilitas diukur dengan seleksi aitem berdasarkan try out untuk menentukan aitem yang benar-benar tepat untuk mengukur variabel penelitian ini. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Reliability Statistics Cronbach’s Alpha. Penggunaan metode analisis tersebut untuk melihat reliabilitas konsistensi internal, dimana dihitung berdasarkan varians masing-masing item tes dan pada dasarnya merupakan estimasi dari rata-rata koefisien belah dua (Azwar dalam Supratiknya, 1998).
Menurut Azwar (2009), reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (rxx’) yang angkanya berada dalam rentang 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas. Sebaliknya koefisien yang semakin rendah mendekati 0 berarti semakin rendah reliabilitas.
3. Seleksi Aitem
Sebelum sampai pada prosedur seleksi atau pemilihan aitem, uji coba alat ukur dilakukan. Hal ini untuk memastikan bahwa alat ukur yang akan digunakan dalam penelitian terbukti memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Uji coba dilakukan dengan metode seleksi aitem yang dilakukan untuk mengetahui mana aitem yang benar-benar tepat untuk mengukur variabel penelitian. Seleksi aitem dilakukan dengan menggunakan parameter daya diskriminasi aitem, yaitu kemampuan aitem untuk membedakan antara individu atau kelompok lain yang memiliki dan tidak memiliki atribut yang diukur (Azwar, 2006). Dalam penelitian ini, seleksi item dilakukan dengan
melakukan uji coba (try out) skala yang telah dibuat kemudian menghitung korelasi antara distribusi skor aitem dengan distribusi skor skala itu sendiri (rix). Setelah uji coba alat ukur dilaksanakan, peneliti melakukan perubahan
blue print skala kesejahteraan psikologis. Hal ini disebabkan beberapa aitem
dalam skala tersebut kurang memenuhi syarat reliabilitas sehingga perlu digugurkan. Begitu selanjutnya hingga terbebas dari aitem dengan korelasi aitem-total (r-it) yang rendah. Analisis tersebut dinamakan corrected item-
total correlation (Azwar, 1997). Sebuah item dikatakan memiliki
konsistensi internal yang baik apabila memiliki koefisien alpha cronbach yang berada diatas batas minimal yaitu 0,60 (Aron, Coups & Aron, 2013). Selain itu, item yang memiliki korelasi aitem-total (r-it) lebih kecil dari 0,30 juga harus digugurkan karena dikhawatirkan dapat merusak konsistensi internal dari skala yang telah dibuat.
Tabel 3.4 Blue Print (setelah try out)
Aspek kesejahteraan psikologis Nomor item Jumlah item Bobot (%) Favorable Unfavorable Self Acceptance 1, 15, 29, 42, 51 2, 14, 17 9 16,67
Positive Relation with Others 3, 16, 31, 44 18, 30, 32, 45 9 16,67 Autonomy 4, 19, 37, 46, 52 5, 20, 35 9 16,67 Environmental mastery 6, 7, 22, 36, 54 8, 9, 23, 53 9 16,67 Purpose In Life 10, 24, 38 11, 25, 26, 39, 43, 48 9 16,67 Personal Growth 12, 27, 40 13, 21, 28, 41, 49, 50 9 16,67 Jumlah 26 25 51 100
G.Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi
a. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk mengecek data penelitian berasal dari populasi yang seharusnya (Santoso, 2013). Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 18.0.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas menunjukkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki varians yang sama (Santoso, 2013). Uji homogenitas dilakukan untuk menguji perbedaan varian antara dua kelompok
2. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis penelitian akan dilakukan menggunakan teknik uji
Independent sampel t-tes dengan menggunakan program SPSS versi 18.0.
Uji Independent sampel t-tes untuk melihat perbedaan mean pada hasil analisis faktor diantara kelompok individu yang berpacaran dan tidak berpacaran.