• Tidak ada hasil yang ditemukan

USHUL FIQIH DAN PERKEMBANGANNYA

C. Aliran-Aliran Ushul Fiqh

2. Aliran Hanafiyah

Aliran Hanafiyah atau aliran Fukaha adalah aliran yang diikuti oleh para ulama madzhab Hanafi. Madzhab Hanafi adalah madzhab yang sejak semula memiliki pengembangan metodologis yang baik. Hal itu dibuktikan dengan pengaruh perkembangan ilmu qawaid fiqh di kalangan Syafi’iyyah yang dipengaruhi oleh qawaid fiqh Hanafi. Karena itu, mereka mengembangkan sendiri model penulisan ushul fiqh yang khas madzhab Hanafi.

Ciri khas penulisan madzhab Hanafi adalah berangkat dari persoalan-persoalan hukum yang furu yang dibahas oleh para imam mereka, lalu membuat kesimpulan metodologis berdasarkan pemecahan hukum furu tersebut. Jadi, kaidah-kaidah dibuat secara induktif dari kasus-kasus hukum. Kaidah-kaidah tersebut bisa berubah dengan munculnya kasus-kasus hukum yang menuntut pemecahan hukum yang lain. Karena itu, ushul fiqh Hanafi dipenuhi dengan persoalan hukum yang nyata. Karya ushul fiqh di kalangan Hanafi cukup banyak dikenal dan dirujuk. Kitab-kitab ushul fiqh yang khas menunjukkan metode Hanafiyah antara lain:

[47]

1. Fushul fi Ushul Fiqh karya Imam Abu Bakar al-Jashshash (Ushul al-al-Jashshash) sebagai pengantar Ahkam

al-Quran.

2. Taqwim al-Adillah karya Imam Abu Zayd al-Dabbusi 3. Kanz al-Wushul ila Ma’rifat al-Ushul karya Fakhr al-Islam

al-Bazdawi.

4. Ushul Fiqh karya Imam al-Sarakhsi (Ushul al-Syarakhsi) 3. Aliran Gabungan

Pada perkembangannya muncul tren untuk menggabungkan kitab ushul fiqh aliran mutakallimin dan Hanafiyah. Metode penulisan ushul fiqh aliran gabungan adalah dengan membumikan kaidah ke dalam realitas persoalan-persoalan fiqh. Persoalan hukum yang dibahas imam-imam madzhab diulas dan ditunjukkan kaidah yang menjadi sandarannya.

Karya-karya gabungan lahir dari kalangan Hanafi dan kemudian diikuti kalangan Syafi’iyyah. Dari kalangan Hanafi lahir kitab Badi’ al-Nidzam al-jami‘ bayn Kitabay al-Bazdawi

wa al-Ihkam yang merupakan gabungan antara kitab Ushul

karya al-Bazdawi dan al-Ihkam karya al-Amidi. Kitab tersebut ditulis oleh Mudzaffar al-Din Ahmad bin Ali al-Hanafi

Ada pula kitab Tanqih Ushul karya Shadr Syariah al-Hanafi. Kitab tersebut adalah ringkasan dari Kitab al-Mahshul karya Imam al-Razi, Muntaha al-Wushul (al-Sul) karya Imam Ibnu Hajib, dan Ushul al-Bazdawi. Kitab tersebut ia syarah sendiri dengan judul karya Shadr al-Syari’ah al-Hanafi. Kemudian lahir kitab Syarh Tawdlih karya Sa’d Din Taftazani Syafii dan Jam’ Jawami’ karya Taj Din al-Subki al-Syafi’i.

Tiga aliran di atas adalah aliran utama dalam ushul fiqh. Sebenarnya ada pula yang memasukkan takhrij furu’ ‘ala

al-ushul dan aliran khusus sebagai aliran lain dalam al-ushul fiqh. Aliran takhrij al-furu’ ‘ala al-ushul dipandang berwujud

[48]

berdasarkan dua kitab yang secara jelas menyebut istilah tersebut, yaitu Kitab Takhrij Furu’ ‘Ala Ushul karya Isnawi Syafi‘i dan Takhrij Furu’ ‘ala Ushul karya al-Zanjani al-Hanafi. Sementara itu, aliran khusus adalah aliran yang mengkaji satu pokok bahasan ushul fiqh tertentu secara panjang lebar, seperti mengenai maslahah mursalah sebagaimana dilakukan oleh al-Syatibi dalam al-Muwafaqat atau oleh Muhammad Thahir ‘Asyur dalam Maqashid

al-Syariah.

RANGKUMAN

Secara bahasa ushul fiqih (هقفلا لوصأ) tersusun dari dua kata, yaitu ushul (لوصأ) dan fiqih (هقفلا).

Pengertian ushul (لوصأ) secara bahasa merupakan jamak (bentuk plural/majemuk) dari kata ashl (لصأ) yang berarti dasar, pondasi atau akar.

Sedangkan menurut istilah, kata al-ashl berarti dalil, misalnya: para ulama mengatakan: “Ashlu/ dalil tentang hukum masalah ini ialah ayat sekian dalam Al-Qur’an).

Muhammad Al-Kudhari mendefinisikan: “Ushul fiqh

adalah kaidah-kaidah yang menyampaikan pada istinbath hukum syara’ dari dalil-dalilnya”.

Al-Baidhowi mendefinisikannya: “Memahami

dalil-dalil fiqh secara global, bagaimana menggunakannya dalam menyimpulkan sebuah hukum fiqh (bagaimana berijtihad), serta kondisi (prasyarat) seorang mujtahid”.

Abdul Wahab Khalaf mendefinisikan ushul fiqih yaitu ilmu tentang kaidah-kaidah dan pembahasan yang menghasilkan hukum-hukum syara’ yang praktis dari dalil-dalilnya yang terperinci.

Sedangkan Abu Zahrah mendefiniskan ushul fiqh yaitu suatu ilmu yang menguraikan tentang metode yang dipakai oleh para imam mujtahid dalam menggali dan menetapkan hukum syar'i dari nash. Dan berdasar nash pula mereka mengambil 'illat

[49]

yang menjadi landasan hukum serta mencari maslahat yang menjadi tujuan hukum syar'i.

Perkembangan Ushul Fiqih terbagi menjadi tujuh periode yaitu: Pertama, Periode Rasulullah Kedua, Periode sahabat, Ketiga, Periode tabiin, Keempat, Periode Imam Madzhab, Kelima, Periode Kelahiran Karya-karya Besar Ushul Fiqh.

Sedangkan aliran-aliran dalam ushul fiqih ada tiga yaitu alairan mutakalimin, aliran hanafiyah dan aliran gabungan. SUMBER PUSTAKA

• Abu Zahrah. Muhamad, Usul Fiqih. Terj. Saefullah Ma'sum dkk, Jakarta: Pustaka Firdaus, Cetakan Ke-8, 2003.

• Ash Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi, Pengantar

Ilmu Fiqh, Semarang: Pustaka Rizki Putra, Cet. II, 1997.

• As-Shidiqie, Teungku M.Hasbi Pokok-pokok pegangan

Imam Madzhab, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 1997

• Djazuli Atjep dan I. Nurol Aen, Ushul Fiqh Metodologi

Hukum Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000.

• Imbabi, M. Musthofa, Tarikh Tasyri’ Islami, Kairo : al-Maktabah al-tijariyyah al-kubro, Cet. IX, 1986

• Jumantoro, Totok, Kamus Ilmu Ushul Fikih, Jakrta: Amzah, 2005

Khalaf, Abdul Wahab. Ilmu ushul fiqh. Bandung: Gema Risalah Press. 1996.

• Mubarok, Jaih, Sejarah dan Perkembangan Hukum Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.

• Yahya, Mukhtar dan Fathurrahman, Dasar-Dasar

Pembinaan Hukum Fiqh Islami, Bandung: Al-Ma'arif,

1993.

• Syukur, Syarmin. Sumber-sumber hukum Islam: ilmu ushul

[50] LATIHAN

Setelah membaca dan mempelajari materi-materi di atas, buatlah resume singkat yang berisi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Jelaskan secara singkat pengertian ushul menurut para ulama baik secara etimologi maupun istilah.

2. Jelaskan secara singkat perkembangan ushul fiqh. 3. Jelaskan aliran-aliran ushul fiqh yang kamu ketahui 4. Jelaskan isi kandungan hadits Muad bin Jabal berikut:

ِ َّاللّ َلوُس َر َّنَأ : ٍذاَعُم ْنَع -ملسو هيلع الله ىلص َلاَق ِنَمَيْلا ىَلِإ اًذاَعُم َثَعَب اَّمَل َلاَق .ِ َّاللّ ِباَتِكِب ى ِضْقَأ : َلاَق .؟ٌءاَضَق َكَل َض َرَع اَذِإ ى ِضْقَت َفْيَك : ُهَل : ْمَل ْنِإَف َتِك ىِف ُهْد ِجَت ِ َّاللّ ِلوُس َر ِةَّنُسِب ى ِضْقَأ : َلاَق ؟ِ َّاللّ ِبا -ملسو هيلع الله ىلص : َلاَق . َلاَق .وُلآ َلا ىِيْأ َرِب ُدِهَتْجَأ : َلاَق.. ِ َّاللّ ِلوُس َر ِةَّنُس ىِف ُهْد ِجَت ْمَل ْنِإَف : ِهِدَيِب َب َرَضَف َقَّف َو ىِذَّلا ِ َّللَّ ُدْمَحْلا : َلاَق َو ى ِرْدَص ىِف َِّاللّ َلوُس َر ى ِض ْرُي اَمِل ِ َّاللّ ِلوُس َر َلوُس َر . DAFTAR ISTILAH

1. Ushul Fiqih: ilmu tentang kaidah-kaidah dan pembahasan yang menghasilkan hukum-hukum syara’ yang praktis

2. Fiqih Taqdiri: Fiqih hipotetis

3. Ahlul hadis: Kelompok yang lebih menekankan pendekatan dalil naqli dalam berijtihad

4. Ahlur ra’yi: Kelompok yang lebih menekankan pendekatan dalil aqli dalam berijtihad

5. at-Taassub al-Madzhabi : Fanatisme dalam bermadzhab 6. al-Ahwal asy-Syakhsiyyah: hukum yang mengatur

tentang keluarga 7. Mukhtasar: Ringkasan 8. Muktabar: Terpandang

9. Fiqih Muqaran: Fiqih Perbandingan 10. Qadhi: Hakim

[53] BAB IV TAHARAH

Standar Kompetensi

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami kedudukan taharah dalam Islam serta ruang lingkupnya dalam perspektif empat madzhab.