D. PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA JAWA TENGAH
4. Alokasi Dana PB di Jawa Tengah
Kejadian bencana berdampak pada seluruh sector pembangunan dan seluruh aspek kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, penyelenggaraan penanggulangan bencana menjadi urusan bersama pada seluruh sektor pemerintahan melalui pendanaan berbagai program dan kegiatan pembangunan. Program dan kegiatan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Jawa Tengah terdistribusi dibeberapa SKPD sesuai degan tugas pokok dan fungsi masing-masing sedangkan BPBD Provinsi Jawa Tengah sebagai leading sector bidang penanggulangan bencana. Sebagai leading
sector, BPBD Provinsi Jawa Tengah melakukan koordinasi dengan
identifikasi SKPD yang mempunyai program/kegiatan yang terkait
penyelenggaraan penanggulangan bencana. Hasil identifikasi dan
pengumpulan data terkait program/kegiatan dan anggaran kebencanaan, bahwa terdapat 18 (delapan belas) SKPD di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi mendukung upaya penanggulangan bencana, terdiri dari:
1) 7 (tujuh) SKPD Badan, yaitu: BPBD, Badan Lingkungan Hidup, Bakorwil I, Bakorwil II, Bakorwil III, Badan Ketahanan Pangan (BKP), Badan Kesbangpolinmas.
a) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) b) Badan Lingkungan Hidup;
c) Bakorwil I; d) Bakorwil II ; e) Bakorwil III;
f) Badan Ketahanan Pangan (BKP); g) Badan Kesbangpollinmas
2) 10 (Sepuluh) SKPD Dinas, yaitu: , a) Dinas Kesehatan;
b) Dinas Sosial;
c) Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM); d) Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA); e) Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang ;
f) Dinas Pendidikan; g) Dinas Bina Marga;
h) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura; i) Dinas Kehutanan ;
j) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan 3) 2 (dua) SKPD Biro, yaitu:
a) Biro Keuangan Setda Prov Jateng (Dana Tak Terduga Gubernur untuk bantuan Korban Bencana dan Bantuan Sosial tidak terencana) b) Biro Bina Sosial Setda Prov. Jawa Tengah.
Pelaksanaan program dan kegiatan masing-masing SKPD terkait penanggulangan bencana, sesuai dengan tugs poko dan fungsi yang melekat pada masing-masing SKPD tersebut. Berikut ini hasil inventarisasi dan pendataan program dan kegiatan dari SKPD yang mengampu dan mendukung penyelenggaraan PB di Jawa Tengah.
Tabel 22
Alokasi Dana PB di Provinsi Jawa Tengah 2015
No SKPD PROV JAWA TENGAH Anggaran (.000)
1 2 3
1 BPBD 10.228.750.000
2 Badan Lingkungan Hidup 9.586.409.000
3 Bakorwil I 631.042.000
4 Bakorwil II 1.037.540.000
5 Bakorwil III 599.672.000
6 Badan Ketahanan Pangan 1.580.000.000
7 Badan Kesbangpolinmas 3.128.250.000
8 Dinas Sosial 1.400.000.000
9 Dinas Kesehatan 2.000.000.000
10 Dinas Pendidikan 750.000.000
11 Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) 10.240.500,000
12 Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) 9.219.412.000
13 Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang 1.939.442.335
14 Dinas Bina Marga 4.917.576.000
15 Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan
Hortikultura 1.300.000.000
16 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan 15.950.000
17 Dinas Kehutanan 562.375.000
18 Biro Keuangan Setda Prov Jateng 37.500.000.000
Biro Bina Sosial Setda Prov Jateng 166.397.250
JUMLAH (dana PB Jateng) 96.803.315.585
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sesuai dengan Perda No. 17 tahun 2014 menetapkan bahwa APBD TA 2015 sebesar Rp. sebesar Rp. 17.097.686.334.000,-. Dengan anggaran tersebut, maka diperoleh informasi bahwa anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan penanggulangan bencana sebesar 0,56 % dari APBD Prov Jateng 2015. Dibandingkan dengan tahun anggaran 2014, besarnya anggaran untuk penanggulangan bencana mengalami kenaikan namun secara persentase relative masih sama. Perkembangan besaran anggaran PB dari tahun 2013 – 2015 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 23
Alokasi Dana PB Provinsi Jawa Tengah 2013 - 2015
No TA ANGGARAN APBD PERSENTASE
(1) (2) (3) (4) (5) = 3/4 x 100%
1 2013 69.932.087.000 13.343.358.327.000 0.52
2 2014 84.808.624.000 15.159.741.864.000 0.55
3 2015 96.803.315.585 17.097.686.334.000 0.56
Nilai tersebut sebenarnya masih belum ideal. Dalam beberapa hasil kajian ditingkat nasional, anggaran untuk penyelenggaraan penanggulangan bencana setidaknya adalah 1 % dari APBD. Oleh sebab itu perlu adanya peningkatan alokasi anggaran agar dapat mendekati perhitungan dimaksud. Salah satu alternative lain adalah dengan mengajak seluruh SKPD untuk menginformasikan program dan kegiatan yang diampu SKPD yang menunjang upaya pengurangan risiko bencana di Jawa Tengah.
b. Bantuan Gubernur Jawa Tengah
Bantuan Gubernur Jawa Tengah untuk masyarakat terdampak bencana berasal dari rekening belanja tidak terduga Gubernur Jawa Tengah untuk masyarakat terdampak bencana tahun 2015. Besarnya bantuan Gubernur
untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana
berpedoman pada Pergub 77 tahun 2014 tentang Perubahan atas Pergub No 78 Tahun 2009 Tentang Pedoman Tata Cara Pemberian Bantuan Akibat Bencana di Prov Jawa Tengah. Untuk dapat mencairkan dana bantuan ini, maka terdapat beberapa syarat dan kriteria yang harus dipenuhi, yaitu:
1) Minimal 5 (lima) orang meninggal dan atau luka berat dalam waktu bersamaan di 1 kejadian bencana di 1 (satu) wilayah.
2) Minimal 5 (lima) unit rumah/tempat usaha roboh/rusak berat/tidak layak huni di 1 kejadian bencana di 1 (satu) wilayah.
Jika persyaratan tersebut terpenuhi, maka BPBD Kabupaten/Kota dapat mengajukan bantuan kepada Pemerintah Prov Jawa Tengah melalui BPBD Prov Jawa Tengah untuk memperoleh bantuan tidak terduga
Gubernur. Adapun bersarnya nilai bantuan Gubernur, sebagaimana Pergub 77 tahun 2014 adalah sebagaimana tabel berikut.
Tabel 24
Kriteria dan Nilai Bantuan Bencana (Pergub 77 Tahun 2014)
No KRITERIA JUMLAH BANTUAN
1 2 3
1 Korban meninggal dunia : Rp. 10.000.000,- 2 Korban luka berat dan dirawat di RS : Rp. 7.500.000,- 3 Pemilik/penyewa rumah roboh/terbakar habis : Rp. 15.000.000,- 4 Pemilik/penyewa rumah Rusak Berat : Rp. 10.000.000,- 5 Tempat ibadah roboh : Rp. 20.000.000,- 6 Tempat ibadah rusak berat : Rp. 10.000.000,-
7 Antisipasi kekeringan : Rp. 300.000,- per tangki kebutuhan per desa/kelrhn 8 Pembangunan sarana prasarana darurat : 50 % RAB Darurat yang diajukan
Kab/Kota
9 Bantuan Beras :
a) 5 Ton untuk konsumsi penduduk yang bergotong-royong atau yang tidak dapat bekerja
b) 15 Ton untuk daerah yang terisolir
Periode Januari – Desember 2015, Gubernur Jawa Tengah telah
memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di 9 (sembilan) kabupaten/Kota.
Tabel 25
Bantuan Gubernur Jawa Tengah
No LOKASI BENCANA JENIS TERDAMPAK JUMLAH (Rp.)
1 3 4 5 6
1 Demak Kebakaran 13 roboh & 1 rusak berat 205,000,000
2 Blora Kebakaran 2 roboh & 3 rusak berat 60,000,000
3 Boyolali Angin Topan 11 roboh + 158 rusak berat 1,745,000,000
4 Banjarnegara Tanah Longsor 110 MD & 9 orang luka berat & 110 rumah roboh & 3 rumah rusak berat 2,847,500,000
5 Karanganyar Tanah Longsor 15 hangus 2,415,000,000
6 Pemalang Tanah Longsor 51 rumah roboh 765,000,000
7 Temanggung Tanah Longsor 2 roboh & 5 rusak berat 80,000,000
8 Purbalingga Angin Topan 1 roboh & 7 rusak berat 85,000,000
9 Brebes Kebakaran 5 roboh 75,000,000
c. APBN TA 2015
1) Kementerian Dalam Negeri
Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan memberikan dukungan anggaran untuk
peningkatan kapasitas pemerintah daerah. Dukungan tersebut
dialokasikan melalui mekanisme anggaran Dana Dekonsentrasi TA 2015 kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 641.497.000,- yang digunakan untuk penyelenggaraan 2 (dua) kegiatan, yaitu :
a) Fasilitasi Pencegahan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran. Kegiatan dilaksanakan di Kota Surakarta pada hari Rabu – Sabtu, tanggal 21 – 24 Oktober 2015, dengan peserta kegiatan berjumlah 94 (sembilan puluh empat) orang yang berasal dari BPBD dan Dinas Damkar Kabupaten/Kota
b) Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Dan Pengintegrasiannya Ke Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin – Kamis, tanggal 2 - 5 November 2015 bertempat di di Kota Surakarta, dengan peserta sejumlah 90 (Sembilan puluh) orang.
Kegiatan Pencegahan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Dana dekonsentrasi Kemendagri dimaksudkan untuk Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Daerah Dalam Pengurangan Risiko Bencana Dan Kebakaran sehingga pemahaman aparatur pemerintah kabupaten/kota terkait Arah kebijakan dalam Penyelenggaraan Bencana dan Penanggulangan Kebakaran sesuai UU No 23 tahun 2014 dan UU No. 24 tahun 2007 maupun keterampilan dan keahlian dalam penyusunan dokumen kedaruratan kebakaran dan praktik pemadaman kebakaran semakin meningkat.
Sementara kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana
Perencanaan Pembangunan Daerah dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas aparatur BPBD Kabupaten/Kota se Jawa Tengah dalam rangka menyusun Rencana Penanggulangan Bencana dan integrasinya dalam rencana pembangunan daerah. Keluaran dan manfaat dari kegiatan ini adalah untuk Meningkatkan kapasitas aparatur BPBD Kab /kota menyusun Rencana Penanggulangan Bencana dan Integrasinya dalam rencana pembangunan daerah, Meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja aparatur BPBD kabupaten/kota terkait penggunaan dana bencana serta meningkatkan kapasitas aparatur BPBD Kabupaten/ Kota dalam perencanaan dan penganggaran PRB. Kegiatan ini diikuti oleh 100 (seratus) orang peserta sehingga diharapkan seluruh peserta dapat menjadi fasilitator bagi instansi pengirim.
2) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Fasilitasi dan penguatan kapasitas BPBD terus dilakukan oleh BNPB. BNPB memfasilitasi dan melakukan penguatan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Provinsi Jawa Tengah, antara lain:
a) Dana Siap Pakai (DSP)
DSP merupakan dana yang selalu tersedia dan dicadangkan oleh Pemerintah untuk digunakan pada Status Keadaan Darurat Bencana (Siaga Darurat, Tanggap Darurat dan Transisi Darurat ke Pemulihan). Alokasi dana siap pakai BNPB yang ditransfer ke Provinsi Jawa Tengah antara lain:
(1) Bencana Kekeringan 2015
Dana siap pakai bencana dikelola secara langsung oleh BNPB dan pemanfaatannya dilakukan melalui mekanisme transfer dari BNPB ke BPBD Kabupaten/Kota secara langsung. Pada tahun 2015 ini, BNPB menyetujui alokasi DSP untuk antisipasi bencana kekeringan sebesar Rp. 9.501.422.935,- dengan rincian :
(a) Alokasi DSP kekeringan untuk 18 (delapan belas) kabupaten/kota di Jawa Tengah total bantuan DSP sebesar Rp. 7.218.882.935,-.
(b) SKPD Provinsi Jawa Tengah dialokasikan dana sebesar Rp.2.282.540.000,- untuk 3 (tiga) SKPD Provinsi Jawa Tengah yaitu:
- Dinas PSDA (Rp. 1.650.000.000,-) digunakan untuk pembuatan 3 (tiga) embung yaitu
a. Embung Slarang Lor Desa Slarang, Kecamatan Dukuhwaru, Kab. Tegal
b. Embung Plumutan Desa Plumutan, Kecamatan Kemangkon Kab Purbalingga
c. Embung Glintang Desa Glintang, Kecamatan Sambi, Boyolali
- Dinas ESDM (Rp. 485.000.000,-) yang digunakan untuk membuat
a. 1 (satu) unit sumur bor di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong Kab Brebes
b. 4 (empat) sumur pasak di Kab Kendal, yaitu 2 sumur di Kec Gemuh (Desa Jenarsari dan
Pucangrejo) dan 2 sumur di kecamatan
Ringinganom (Desa Tejorejo dan Desa Ngerjo) - Bakorwil I (Rp. 147.540.000,-) digunakan untuk
tambahan dropping air di wilayah Bakorwil I Pati (2) Bencana Banjir dan Tanah Longsor 2015-2016
Mendasarkan pada Nota kesepahaman/MoU antara BPBD Prov Jawa Tengah dengan BNPB, Nomor 358/BNPB/12/2015 dan Nomor 362/2504/APBN/2015 tanggal 29 Desember 2015 tentang Bantuan dana siap pakai untuk penanganan siaga darurat bencana angin, banjir dan tanah longsor di Provinsi Jawa Tengah. Dana tersebut digunakan selama masa siaga darurat bencana angin, banjir dan tanah longsor di Prov Jawa Tengah tahun 2015. BNPB mengalokasikan dana siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor tahun 2015 – 2016 kepada Pemerintah Prov Jawa Tengah sebesar Rp. 840.250.000,-yang
digunakan untuk posko siaga darurat banjir dan tanah longsor. Dari alokasi dana tersebut BPBD Provinsi Jawa Tengah mengelola Rp. 429.000.000,- sedangkan Rp. 411.250.000,- dikelola oleh POLDA Jawa Tengah untuk posko siaga darurat banjir dan tanah longsor tahun 2015-2016.
b) Dana Penguatan Kelembagaan BPBD
Dukungan anggaran BNPB selain melalui dana siap pakai dilakukan
pula melalui penguatan kelembagaan. Dana penguatan
kelembagaan TA 2015 ini dialokasikan untuk 2 (dua) kegiatan, yaitu : (1) Pemberdayaan dan Pengembangan Ketangguhan Masyarakat
Kegiatan ini dialokasi senilai Rp. 218.104.000,-. dengan tujuan untuk memantau pengembangan dan pembentukan desa tangguh bencana yang dilaksanakan oleh 3 (tiga) BPBD Kabupaten/Kota yaitu Magelang, Purworejo, dan Temanggung. (2) Penguatan Pengurangan Risiko Bencana
Alokasi anggata untuk kegiatan ini sebesar Rp. 252.000.000,-. Maksud dan tujuan alokasi anggaran kegiatan ini adalah dalam rangka pemantauan dan pengembangan pelaksanaan kegiatan PRB di Kabupaten Cilacap yang meliputi 8 (delapan) desa dan 2 (dua) sosialisasi tentang Pengurangan Risiko Bencana (PRB). c) Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) Pasca Bencana
Alokasi dana rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab Rekon) Pasca Bencana dari BNPB kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah digunakan untuk pendampingan, pengasawan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilaksanakan oleh BPBD Kabupaten/Kota yang memperoleh alokasi dana Rehab Rekon pasca bencana dari BNPB. Penggunaan dan mekanisme pencairan dana ini, berbeda dari tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, dana hibah ini ditransfer oleh BNPB kepada BPBD Prov Jawa Tengah melalui rekening BPBD provinsi Jawa Tengah yang telah diverifikasi, maka pada tahun 2015 transfer dana dilakukan oleh Kementerian
dan menjadi bagian dari hibah APBN ke APBD, dengan demikian penggunaan dana tersebut mengikuti mekanisme dan prosedur penganggaran APBD di Prov. Jateng.
Alokasi Dana rehab rekons pasca bencana untuk BPBD Provinsi Jawa Tengah hanya sebesar Rp. 646.414.000,-. Dana tersebut digunakan untuk monitoring dan fasilitasi kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilaksanakan oleh 8 (delapan) BPBD Kabupaten/kota yang memperoleh dana tersebut. Pada tahun 2015 ini, terdapat 8 (delapan) Kabupaten yang memperoleh dana rehab rekon pasca bencana yaitu:
(1.) Cilacap : 2.344.192.000 (2.) Kebumen : 14.417.531.000 (3.) Temanggung : 8.737.925.000 (4.) Karanganyar : 5.123.359.000 (5.) Jepara : 7.557.468.000 (6.) Pati : 14.676.737.000 (7.) Pekalongan : 15.388.101.000 (8.) Semarang : 920.984.000
Kendala dari penggunaan dana ini adalah terdapat
keterlambatan dalam proses transfer dana dari kementerian keuangan kepada BPBD Prov Jawa Tengah melalui kas daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian pada saat mekanisme pembahasan APBD perubahan telah selesai dana belum ditransfer dan baru direalisasikan pada minggu II desember 2015. Dampak dari keterlambatan tersebut, maka dana tersebut menjadi SILPA APBD pada BPBD Prov Jawa Tengah, karena belum dapat dimanfaatkan
B.BPBD Kabupaten/ Kota
Tabel 26
Alokasi Dana PB di Kabupaten/Kota Jawa Tengah
No . Kab/Kota TA 2014 TA 2015 Ket BL BTL TOTAL BTT BL BTL TOTAL BTT 1. 2 3 4 5 (3+4) 6 7 8 9 (7+8) 9 10 1 Cilacap 6.509.400.000 4.658.595.000 11,167,995,000 6.36 M 6,994,400,000 4,658,595,000 11,652,995,000 20 M 2. Banyumas 2.874.915.000 3.556.607.408 6,431,522,408 4.40 M 4,265,615,000 3,767,268,363 8,032,883,363 4,5 M 3. Purbalingga 4.277.857.000 1.198.426.000 5,476,283,000 5 M 2,790,071,275 1,198,426,000 3,988,497,275 0.4 M 4. Barjarnegara 2.310.380.000 1.179.129.000 3,489,509,000 2.5 M - 2.5 M 5. Kebumen 6.305.395.000 2.323.029.000 8,628,424,000 2,5 M 7,174,495,000 2,393,029,000 9,567,524,000 5.5 M 6. Purworejo 4.857.479.200 2.155.182.000 7,012,661,200 4 M 11,847,404,600 2,223,893,904 14,071,298,504 0.51 M 7. Wonosobo 100.000.000 - 100,000,000 - 442,489,000 1,119,129,112 1,561,618,112 2M 8. Magelang 11.973.762.000 2.469.244.000 14,443,006,000 30 M 12,287,449,650 2,448,145,000 14,735,594,650 30 M 9. Boyolali 6.867.500.000 2.844.994.000 9,712,494,000 2 M 5,832,002,000 2,963,806,000 8,795,808,000 2 M 10. Klaten 4.582.800.000 2.548.247.000 7,131,047,000 5.94 M 4,582,800,000 2,548,247,000 7,131,047,000 5.94 M 11. Sukoharjo 5.391.035.000 1.703.464.000 7,094,499,000 5 M 6.321.545.000 1.731.272.000 8.052.817.0000- 2 M 12. Wonogiri 2.070.052.000 1.124.289.000 3,194,341,000 1 M 1,220,172,000 1,129,289,000 2,349,461,000 1 M 13. Karanganyar 1.612.140.000 955.388.740 2,567,528,740 5 M - 5 M 14. Sragen* 75.000.000 - 75,000,000 - - 15. Grobogan 3.193.710.000 1.643.386.292 4,837,096,292 3,5 M 3,193,710,000 1,643,386,292 4,837,096,292 3.5 M 16. Blora 550.000.000 1.371.000.000 1,921,000,000 - 2,148,705,000 760,200,000 2,908,905,000 0.8 M 17. Rembang 4.830.100.000 1.833.286.000 6,663,386,000 1 M 5,836,100,000 1,865,393,000 7,701,493,000 1 M
No . Kab/Kota TA 2014 TA 2015 Ket BL BTL TOTAL BTT BL BTL TOTAL BTT 1. 2 3 4 5 (3+4) 6 7 8 9 (7+8) 9 10 19. Kudus 3.818.090.000 998.668.000 4,816,758,000 3 M 3,678,090,000 1,050,190,000 4,728,280,000 3 M 20. Jepara 2.636.500.000 805.675.000 3,442,175,000 4,5 M 2,636,500,000 825,900,000 3,462,400,000 1.7 M 21. Demak 3.274.412.000 1.718.149.000 4,992,561,000 2 M 3,604,027,300 1,684,389,000 5,288,416,300 2 M 22. Semarang 6.640.428.000 2.230.984.000 8,871,412,000 2 M 7,680,938,000 2,259,000,000 9,939,938,000 2 M 23. Temanggung 3.276.796.600 1.020.984.000 4,297,780,600 1,5 M 14,143,430,600 1,071,125,012 15,214,555,612 0,5 M 24. Kendal 4.800.000.000 1.851.091.000 6,651,091,000 3,5 M 9,764,666,450 1,683,091,000 11,447,757,450 3.5 M 25. Batang 3.010.251.524 586.080.761 3,596,332,285 2 M 3,010,251,524 836,766,038 3,847,017,562 2 M 26. Pekalongan 3.526.170.000 1.122.624.000 4,648,794,000 2 M 1,632,140,000 1,184,020,000 2,816,160,000 3.5 M 27. Pemalang 1.450.000.000 1.400.728.000 2,850,728,000 2 M 1,923,000,000 1,685,131,000 3,608,131,000 2 M 28. Tegal 2.090.000.000 1.673.708.000 3,763,708,000 5.5 M 2,090,000,000 1,736,836,000 3,826,836,000 4 M 29. Brebes 2.936.455.000 2.579.732.000 5,516,187,000 7,46 M 2,936,455,000 2,539,732,000 5,476,187,000 7.4 M
30. Kota Magelang* 92.620.000 - 92,620,000 - - Perwali
31. Kota Surakarta 2.183.250.000 3.685.051.000 5,868,301,000 4,8 M 2,183,250,000 3,685,051,800 5,868,301,800 4.8 M 32. Kota Salatiga* - - 0 - - 33. Kota Semarang 4.225.990.000 3.850.642.000 8,076,632,000 10,7 M 3,985,631,000 3,985,631,000 10 M 34. Kota Pekalongan 3.954.950.000 1.201.641.000 5,156,591,000 4,15 M 3,937,550,000 1,201,641,000 5,139,191,000 4,15 M 35. Kota Tegal - - 11,167,995,000 - 2,636,500,000 3,462,400,000 Keterangan :
* Personil masih di SKPD Kesbanglimnas dan Satpol PP karena belum membentuk BPBD
Alokasi dana APBD Kabupaten/Kota untuk penanggulangan bencana yang menjadi kewenangan BPBD Kab/Kota cukup beragam. Hal ini dipengaruhi beberapa antara lain:
a. jumlah APBD pada masing-masing Kabupaten/kota, b. prioritas penanggulangan bencana
c. Kelembagaan BPBD dan personel BPBD.
5. Data Personel BPBD