• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alternatif Pemecah Masalah a. Perspektif Akuntansi

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 21-43)

1) Informasi yang diperlukan manajemen yang disarankan

Informasi yang diperlukan selama ini sudah lengkap dalam perencanaan anggaran biaya untuk pembangunan fisik, karena itu

tidak ada permasalahan dalam informasi yang diperlukan.

Sehingga penulis tidak perlu menyarankan.

2) Fungsi terkait yang disarankan

Fungsi terkait yang disarakan perencanaan anggaran biaya pada UD Bersama sudah tepat dan sesuai dengan fungsinya, karena fungsi kas, fungsi akuntansi, dan fungsi perencanaan dilakukan oleh bendahara, sedangkan fungsi kas dan akuntansi dilakukan oleh bagian Gudang. Sehingga penulis tidak perlu menyarankan.

3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem yang disarankan Jaringan prosedur yang membentuk sistem pada UD Bersama sudah efektif karena sesuai dengan keperluan. Sehingga penulis tidak perlu lagi menyarankan.

4) Dokumen yang disarankan

Dokumen yang digunakan pada UD Bersama yaitu berupa format anggaran biaya dan nota pelanggan yang sudah dibuat.

Dokumen ini menjadi salah satu patokan dalam proses perencanaan anggaran anggaran biaya kegiatan untuk pembuatan mebel dan sudah efektif, sehingga penulis tidak perlu menyarankan.

5) Bagan Alir Dokumen

Bagan alir dokumen penerapan perencanaan anggaran biaya yang disarankan pada UD Bersama Banjarmasin.

Gambar 4. 5 Bagan Alir Dokumen Sumber. Di olah penulis 2021 6) Sistem pengendalian interen yang disarankan

Sistem pengendalian intern yang disarankan pada UD Bersama Banjarmasin adalah sebagai berikut:

a) Organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas

Unsur pokok sistem pengendalian intern dalam perancangan organisasi yang dijalankan oleh UD Bersama memisahkan fungsi dari setiap karyawan yang terkait.

b) Sistem Wewenang dan Prosedur Pencatatan yang Memberikan Perlindungan yang Cukup Terhadap Kekayaan, Utang, Pendapatan dan Biaya

Anggaran biaya berbasis web untuk menghasilkan Rencana anggaran biaya diotorisasi oleh bagian bendahara.

c) Praktik yang sehat dalam menjalankan tugas dan fungsi setiap unit organisasi

Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi menggunakan rencana anggaran biaya bernomor urut cetak agar laporan dapat dipertanggungjawabkan.

d) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya Karyawan yang bekerja pada UD Bersama sudah sesuai dengan mutu dan Pendidikannnya, dapat melaksanakan sesuai dengan mutu dan pendidikannya, dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang diberikan kepala desa/pembakal.

b. Program Aplikasi Perencanaan Anggaran Biaya pada UD Bersama Banjarmsin

1) Sistem Basis Data

Sistem basis data merupakan kumpulan dari data-data yang saling terhubung. Merancang basis data dibutuhkan teknik normalisasi. Normalisasi digunakan agar sistem basis data lebih optimal dan efesien, serta dapat memberikan data yang diharapkan.

Tahap Normalisasi yang digunakan antara lain:

a) Unnormalize

Tahap ini penulis mencantumkan semua field yang terdapat dalam tabel-tabel yang digunakan dalam merancang sistem perencanaan anggaran biaya pada Desa Thaibah Raya adalah sebagai berikut: Sumber : Diolah oleh penulis 2021 b) Normalisasi Tahap 1

Pada tahap ini terjadi penghapusan beberapa group elemen yang berulang mengjadi satu, setiap atribut harus mempunyai nilai anatomic yaitu data tersebut bisa dibagi_bagi lagi menjadi unit yang lebih kecil.

Tabel 4. 11 Tabel Login 1NF

No Nama Field

1 id(PK)

2 Nama Pengguna 3 Password 4 Jabatan

Sumber: Diolah oleh Penulis 2021 Tabel 4. 12 Tabel Bahan 1NF

No Nama Field 1 id_bahan (PK) 2 Nama_Bahan 3 Satuan 4 Harga Satuan Sumber: Diolah oleh Penulis 2021

Tabel 4. 13 Tabel Pesanan 1NF

Sumber: Diolah oleh Penulis 2021

Tabel 4. 14 Tabel Tenaga Kerja 1NF

No Nama Field

1 id_Tenagakerja(PK) 2 nama_pekerja 3 upah_mingguan

Sumber: Diolah oleh Penulis 2021 c) Normalisasi Tahap 2

Tahap 2 (2NF) ini didasari dengan konsep ketergantungan fungsional penuh dan telah berbentun normal pertama (1NF).

Sumber: Diolah oleh Penulis 2021

Tabel 4. 16 Tabel Detail Pesanan 2NF

Sumber: Diolah oleh Penulis 2021 d) Normalisasi Tahap 3

Relasi tidak boleh bergantung fungsional pada atribut bukan utama. Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF, dan jika tidak ada atribut non primary key (biasa) yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key (biasa) yang lainnya.

Tabel 4. 17 Tabel Detail Bahan 3NF No Nama Field Sumber: Diolah oleh Penulis 2021 Tabel 4. 18 Tabel Detail Upah 3NF

No Nama Field

1 id_Upah (PK) 2 id_anggaran (FK) 3 id_Tenagakerja (FK) Sumber: Diolah oleh Penulis 2021 2) Relasi

Tahap ini merupakan tahap yang sesuai dengan kebutuhan sistem yang utuh karena pada tahap ini tabel diharuskan tergantung pada hanya kuci utama (primary key). Field-field yang telah melewati normalisai tahap 3 dapat dibentuk relasi sebagai gambar dibawah ini:

Gambar 4. 6 Relasi Antar Tabel Sumber: Diolah oleh Penulis 2021

Relasi tersebut dikatakan telah memenuhi syarat bentuk normal ke3 karena tidak terdapat ketergantungan fungsional antara 2 atau lebih field yang bukan kunci. Secara lengkap tabel basis data yang terbentuk dari pengembangan relasi basis data adalah sebagai berukt:

Tabel 4. 19 Tabel Login

No Nama Field Tipe Data

1 id(PK) Int (11)

2 Nama Pengguna Varchar (45)

3 Password Varchar (45)

4 Jabatan Varchar (45)

Sumber: Dibuat oleh penulis 2021 Keterangan: PK = Primary Key

Tabel 4. 20 Tabel Bahan

No Nama Field Tipe Data 1 id_bahan (PK) int (11) 2 Nama_Bahan varchar (45)

3 Satuan varchar (45)

4 Harga Satuan int (11) Sumber. Dibuat oleh Penulis 2021 Keterangan: PK = Primary Key

Tabel 4. 21 Tabel Tenaga Kerja

No Nama Field Tipe data

1 id_Tenagakerja(PK) int(11) 2 nama_pekerja varchar (45) 3 upah_mingguan varchar (45) Sumber. Dibuat oleh penulis 2021

Keterangan: PK = Primary Key

Tabel 4. 22 Tabel Pesanan

No Nama Field Tipe Data

1 id_pesanan (PK) int (11)

2 pelanggan Varchar (45)

3 alamat_pelanggan Varchar (225)

4 no_hp Varchar (12)

5 Pesanan Varchar (45)

6 Tanggal Date

Sumber. Dibuat oleh penulis 2021 Keterangan: PK = Primary Key

Tabel 4. 23 Tabel RAB

Sumber. Dibuat oleh penulis 2021 Keterangan: PK = Primary Key FK = Foreign Key 5 alamat_pelanggan varchar (225)

6 tanggal Date

7 pesanan varchar (45)

8 total_biaya int (11)

Tabel 4. 24 Detail Bahan Sumber. Dibuat oleh penulis 2021 Keterangan: PK = Primary Key

FK = Foreign Key Tabel 4. 25 Detail Upah

No Nama Field Tipe Data

1 id_Upah (PK) Int (11) 2 id_anggaran (FK) Int (11) 3 id_Tenagakerja (FK) Int (12) Sumber. Dibuat oleh penulis 2021

Keterangan: PK = Primary Key FK = Foreign Key

Tabel 4. 26 Detail Pesanan

No Nama Field Tipe Data

1 id_detailpesanan (PK) Int (11) 2 nama_barang Varchar(45)

3 satuan Varchar(20)

4 harga_satuan Varchar(12) 5 id_pesanan(FK) Int(11) Sumber. Dibuat oleh penulis 2021

Keterangan: PK = Primary Key FK = Foreign Key 3) Data Flow Diagram (DFD)

a) Diagram Jenjang

Diagram jenjang adalah perancangan sistem yang mampu menampilkan seluruh proses yang terdapat pada suatu aplikasi dengan jelas dan terstruktur. Berikut adalah diagram jenjang.

Gambar 4. 7 Diagram Jenjang Sumber. Diolah oleh Penulis 2021 b) Diagram Konteks

Diagram Konteks adalah diagram dari proses yang menggambarkan lingkup suatu sistem dan menggambarkan seluruh input ke dalam sistem atau output dari sistem yang memberi gambaran tentang keseluruhan sistem.

Gambar 4. 8 Data Flow Diagram Konteks Sumber: Dibuat Oleh Penulis 2021

c) DFD Level 0

Selanjutnya digambarkan DFD Level 0 untuk menggambarkan sistem secara terinci yang berisikan proses nomor 1 (satu) untuk input data, proses nomor 2 (dua) untuk Rencana biaya dan proses nomor 3 (tiga) untuk laporan, gambar DFD Level 0 dari sistem anggaran pesanan mebel adalah sebagai berikut:

Gambar 4. 9 Data Flow Diagram Level 0 Sumber: Dibuat Oleh Penulis 2021 d) DFD Level 1

DFD Level 1 ini harus digambarkan seluruhnya, entitas yang digambarkan pada masing-masing sesuai dengan kebutuhan masing-masing level 1 tersebut, gambar DFD Level 1 dari sistem anggaran pesanan mebel adalah sebagai berikut:

1) DFD Level 1 Proses 1

Gambar 4. 10 Data Flow Diagram Level 1 Proses 1 Sumber: Dibuat Oleh Penulis 2021

DFD Level 1 proses 1 menjalankan lebih terperinci mengenai kegiatan dari proses input data master. Data master terbagi menjadi empat yaitu data bahan, data pesanan, data tenaga kerja dan data pengguna yang diinput oleh bendahara. Data bahan diinputkan kedalam sistem dan tersimpan kedalam tabel bahan menghasilkan daftar bahan yang ada. Data pesanan diinputkan kedalam sistem dan tersimpan kedalam tabel pesanan dan detail pesanan meghasilkan daftar pesanan. Data tenaga kerja diinputkan kedalam sistem dan tersimpan kedalam tabel tenaga kerja menghasilkan daftar tenaga kerja. Sedangkan data pengguna diinputkan kedalam sistem tersimpan kedalam tabel login kemudian menghasilkan daftar pengguna.

2) DFD Level 1 Proses 2

Gambar 4. 11 Data Flow Diagram Level 1 Proses 2 Sumber: Dibuat Oleh Penulis 2021

DFD Level 1 Proses 2 menjelaskan kegiatan pada proses input rencana biaya. Mulai dari Bendahara memasukkan data ke rincian anggaran biaya pada sistem, disimpan kedalam tabel Rincian anggaran biaya dan detail Rincian anggaran biaya.

3) DFD Level 1 Proses 3

Gambar 4. 12 Data Flow Diagram Level 1 Proses 3 Sumber: Dibuat Oleh Penulis 2021

DFD Level 1 Proses 3 menjelaskan mengenai proses kegiatan cetak laporan. Berawal dari bendahara yang sudah memasukkan data-data pada proses sebelumnya, kemudian dari proses-proses tersebut akan menghasilkan 2 laporan. Diantaranya laporan rekapitulasi dan laporan

rencana anggarn biaya. Dari proses cetak tersebut pimpinan dapat mengakses hingga mencetak laporan.

4) Desain Interface Menggunakan PHP a) From Login

Form login merupakan halaman pertama yang ditampilkan saat program aplikasi dijalankan, dan untuk bisa masuk ke dalam program aplikasi maka user perlu memasukkan username dan password terlebih dahulu. Berikut adalah tampilan form login.

Gambar 4. 13 Tampilan Form Login Sumber. Dibuat oleh Penulis 2021 b) Form Menu Utama

Form menu utama merupakan form yang muncul pertama kali setelah proses login dilakukan. Lalu, dibagian samping terdapat berbagai macam menu untuk berbagai macam proses yang ingin dilakukan. Berikut adalah tampilan form menu utama.

Gambar 4. 14 Tampilan form Menu Utama Sumber. Dibuat oleh penulis 2021 c) Form Master Data

Form master data terdapat form pesanan, form bahan, form tenaga kerja, dan form user. Setiap data bisa ditambahkan, diubah dan dihapus. Berikut adalah tampilan form master data.

Gambar 4. 15 Tampilan form master data Sumber. Dibuat oleh penulis 2021

Pada form kegiatan dilakukan proses input untuk menambhakan data pembuatn mebel yang akan dilakukan, setiap data bisa diubah dan dihapus serta bisa untuk mencetak nota pesanan. Berikt adalah tampilan form pesanan.

Gambar 4. 16 Tampilan form pesanan Sumber. Dibuat oleh penulis 2021

Gambar 4. 17 Tampilan nota Pesanan Sumber. Dibuat oleh penulis 2021

Pada form bahan dilakukan proses input untuk menambah data bahan apa saja yang akan digunakan pada saat pembuatan mebel, setiap data bisa diubah dan dihapus. Berikut tampilan form bahan.

Gambar 4. 18 Tampilan form bahan Sumber. Dibuat oleh penulis 2021

Pada form tenaga kerja dilakukan proses input untuk menambah data tenaga kerja yang digunakan pada saat pembuatan mebel, setiap data bisa diubah dan dihapus. Berikut adalah tampilan form data tenaga kerja.

Gambar 4. 19 Tampilan Form Tenaga kerja Sumber. Dibuat oleh penulis 2021

Pada form user dilakukan proses input untuk menambah data jabatan apa saja yang bisa mengakses aplikasi pada proyek pembangunan, setiap data bisa diubah dan dihapus.

Berikut adalah tampilan form user.

Gambar 4. 20 Tampilan Form User Sumber: Dibuat oleh penulis 2021 d) Form Perencanaan RAB

Form perencanaan rab merupakan form untuk membuat rencana anggaran biaya, cara menggunakannya dimulai dari mengisi data pembuatan terlebih dahulu untuk menentukan pembuatan mebel yang akan direncanakan. Berikut adalah tampilan form tambah rencana anggaran biaya.

Gambar 4. 21 Tampilan Form Tambah Rencana Anggaran Sumber. Dibuat oleh penulis 2021

Selanjutnya setelah mengisi data rencana anggaran biaya untuk pembangunan akan muncul data seperti gambar berikut:

Gambar 4. 22 Tampilan Daftar Pembuatan Mebel Sumber. Dibuat oleh penulis 2021

Pada tampilah rencana anggaran biaya yang telah dibuat lalu menuju pada tampilan untuk menambah data ketegori detail anggaran, seperti bahan, biaya dan tenaga kerja. Berikut adalah tampilan form detail anggaran.

Gambar 4. 23 Tampilan Form Tambah Tenaga Kerja Sumber: Dibuat oleh penulis 2021

Lalu setelah menambah kategori pekerjaan akan menuju pada tampilan untuk menambah setiap data bahan dan tenaga kerja yang dimana datanya tersebut telah tersimpan dan dapat diubah ataupun dihapus yang dilakukan pada tampilan form bahan dan tenaga kerja. Berikut adalah tampilan form menambah data bahan.

Gambar 4. 24 Tampilan Form Tambah Bahan Sumber: Dibuat oleh penulis 2021

Berikut adalah tampilan dimana telah menambah data bahan pembuatan mebel dan data tenaga kerja yang akan diperlukan saat pembuatan mebel yang telah direncanakan

Gambar 4. 25 Tampilan Anggaran Detail Sumber: Dibuat oleh penulis 2021 e) Form Laporan

Menu laporan berfungsi untuk melihat dan mencetak berbagai laporan, laporan yang dihasilkan dari aplikasi ini adalah laporan rencana anggaran biaya dan laporan rekapitulasi pesanan.

Gambar 4. 26 Tampilan Detail Laporan Rekapitulasi Sumber: Dibuat oleh penulis 2021

Berikut adalah tampilan dimana laporan rencana anggaran biaya dalam bentuk siap untuk dicetak.

Gambar 4. 27 Tampilan Detail Laporan yang siap cetak Sumber: Dibuat oleh penulis 2021

Gambar 4. 21 Tampilan Laporan Rekapitulisasi Sumber: Dibuat oleh penulis 2021

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 21-43)

Dokumen terkait