19 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Objek a. Sejarah Singkat Objek
UD Bersama merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan. Usaha Dagang ini didirikan sejak tahun 1996 oleh ibu Wartini selaku pemilik perusahaan dan sekarang dikembang oleh anak beliau yang bernama Bhinaka Swasti Rahayu. UD Bersama Banjarmasin telah berdiri kurang lebih sekitar 25 Tahun serta telah memiliki izin usaha perdangan dengan nomor SUIP 503-030/SUIP.KP-I/DPMPTSP/2017 dan telah terdaftar sebagai wajib pajak dengan nomor NPWP 7.095.794.9-731 sebagai salah satu Usaha Dagang pembuatan mebel yang beralamat Jl.
Pramuka NO. 21 RT. 19 Kel. Sungai Lulut, Kec. Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70654. Dalam menjalankan usahanya UD Bersama membuat berbagai jenis mebel sepeti meja, pintu dan sebagainya.
b. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan hal yang sangat penting untuk perusahaan, dengan adanya struktur organisasi ni mengidentifikasi setiap pekerjaan dan fungsinya.
Struktur Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi UD Bersama Banjarmasin Sumber: UD Bersama Banjarmasin
Dari struktur di atas, dapat dilihat tugas dan wewenang masing-masing bagian pada UD Bersama Banjarmasin sebagai berikut:
1) Pimpinan/Pemilik
Pimpinan/pemilik adalah kuasa tertinggi dalam berjalannya bisnis UD Bersama Banjarmasin yang memiliki tugas dan wewnang sebagai berikut:
a) Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan, pengambilan keputusan, perkembangan dan kelancaran usaha yang dijalankan pada UD Bersama Banjarmasin;
b) Membantu melakukan tugas-tugas bendahara dan bagian Gudang serta memberikan arahan kepada bagian-bagian lain;
c) Mengawasi tugas seluruh karyawan;
d) Membayar gaji karywan perminggu;
e) Menghubungi supplier untuk memesan kebutuhan pembuatan mebel;
f) Mengelola transaksi pembelian barang;
2) Bendahara
Tugas dan tanggung jawab bagian bendahara sebagai berikut:
a) Melayani pelanggan yang datang;
b) Mengelola transaksi penjualan mebel, mulai dari pencatatan pesanan barang hingga menerima pembayaran dari pelanggan;
c) Memberi perintah pada bagian pembuatan untuk membuat mebel sesuai pesanan pelanggan ;
d) Memberi perintah pada bagian pengiriman untuk mengirimkan barang kepada pelanggan sesuai dengan alamat yang ada;
3) Bagian Gudang
Bagian Gudang memiliki 2 (dua) fungsi yaitu, fungsi Gudang dan fungsi pengantaran.
a) fungsi pembuatan
fungsi pembuatan memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
(1) Membuat mebel sesuai dengan pesanan pelanggan;
(2) Memastikan persediaan barang yang ada gudang cukup untuk membuat pesanan;
b) fungsi pengantaran
fungsi pengiriman memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
(1) Bertanggung jawab atas pengiriman barang mebel yang dipesan oleh pelanggan;
(2) Bertugas dalam pengambilan barang kepada pemasok;
2. Penerapan Perencanaan Anggaran Biaya yang berjalan Pada UD Bersama Banjarmasin
Penerapan perencanaan anggaran biaya yang berjalan adalah sebagai beriku:
a. Deskripsi Pokok
Perencanaan anggaran iaya adalah perhitungan biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah serta biaya lain-lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pembuatan mebel. UD Bersama Banjarmasin melakukan proses perencanaan anggaran biaya untuk pembuatan mebel masih dengan proses menulis dibuku. Bagian yang berwenang dalam melakukan proses perencanaan anggaran biaya adalah bendahara.
Pada tahap pelaksanaan, bendahara mencatat pengeluaran biaya untuk membeli material bahan, alat dan upah sebagai kegiatan pesanan pembuatan mebel pada UD Bersama.
b. Informasi yang diperlukan manajemen
Informasi yang diperlukan dalam proses perencanaan anggaran biaya untuk pembuatan pesanan mebel pada UD Bersama adalah:
1. Informasi data bahan berupa nama bahan, satuan bahan, dan harga bahan.
c. Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait dalam proses perencanaan anggaran pembuatan pesanan mebel pada UD Bersama adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Perencanaan
Fungsi ini bertanggungjawab untuk merencanakan anggaran biaya untuk pembuatan mebel yang dipesan. Fungsi ini dilakukan oleh bagian bendahara.
2. Fungsi Pembuatan
Fungsi ini bertanggungjawab untuk melaksanakan rencana anggaran biaya kegiatan pembuatan mebel yang dibuat sesuai dengan direncanakan dan mencatat pengeluaran biaya belanja untuk kegiatan pembangunan. Fungsi ini dilakukan oleh bagian pembuatan.
3. Fungsi pengiriman
Fungsi ini bertanggungjawab untuk mengantar mebel yang telah selesai dibuat kepada pelanggan. Fungsi ini dilakukan oleh bagian pengiriman.
4. Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat transaksi pengeluaran biaya kedalam buku catatan pengeluaran. Fungsi ini dilakukan oleh bagian bendahara.
5. Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran material bahan, alat dan upah kepada penyedia barang jasa. Fungsi ini dilakukan bagian bendahara.
d. Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem perencanaan anggaran biaya pada UD Bersama Banjarmasin adalah sebagai berikut:
1. Prosedur perencanaan
` Prosedur ini digunakan untuk membuat rencana anggaran biaya dalam kegiatan pembuatan mebel. Prosedur ini dilakukan dengan mensurvie daftar harga bahan dan melakukan perhitungan volume pembuatan mebel. Kemudian membuat rencana anggaran biaya sesuai dengan daftar harga bahan dan volume yang sudah disurvei.
2. Prosedur pelaksanaan
Prosedur ini digunakan untuk mencatat setiap pengeluaran pembiayaan belanja untuk material bahan, alat dan upah setiap kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan.
e. Dokumen yang digunakan 1. Nota pesanan pelanggan
Nota pesanan pelanggan merupakan salah satu contoh rincian pemesanan mebel.
Gambar 4. 2 Nota Pesanan Pelanggan Sumber. UD Bersama Banjarmasin 2. Format anggaran biaya kegiatan
Format angaran biaya kegiatan merupakan salah satu contoh dalam penyusunan perencanaan anggaran biaya untuk pembuatn mebel.
Gambar 4. 3 Anggaran Biaya Kegiatan Sumber: Dibuat oleh penulis f. Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan oleh UD Bersama yaitu berupa laporan perencanaan anggaran yaitu berupa rencana anggaran biaya.
g. Bagan Alir Dokumen
Gambar 4. 4 Bagan Alir Dokumen Sumber. UD Bersama Banjarmasin 2021 h. Sistem Pengendalian Intern
1) Struktur Organisasi yang Memisahkan Tanggung Jawab Fungsinya Secara Tegas
Usur pokok sistem pengendalian intern dalam perencanaan struktur organisasi yang dijalan oleh UD Bersama memisahkan fungsi dari setiap aparatur desa.
2) Sistem Wewenang dan Perosedur Pencatatan yang Memberikan Perlindungan yang Cukup Terhadapa kekayaan, Utang, Pendapatan dan Biaya
Sistem wewenang pada UD Bersama sudah terkelola dengan baik dikarenakan setiap karyawan mengatur dan mengelola wewenag untuk otorisasi atas terlaksananya kegiatan.
3) Praktik yang Sehat dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Setiap Unit Organisasi
Rencana anggaran biaya belum menggunkan nomor urut cetak sehingga penggunaanya tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang yaitu bagian bendahara.
4) Karyawan yang Mutunya Sesuai dengan Tanggung Jawabnya Semua karyawan yang bekerja di UD Bersama sudah memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing berdasarkan kemampuan yang dimilik.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Perhitungan Harga Jual Menurut UD Bersama
UD Bersama dalam menentukan harga jual pada Pintu ulin dengan ukuran 90x200 yaitu sebesar Rp. 1.100.000. penentuan harga jual berdasarkan dari perhitungan RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang dibuat oleh pihak UD Bersama. RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang dibuat oleh pihak UD Bersama. RAB per unit pintu ulisn ukuran 80x20m diuraikan pada tabel berikut 4.:
Tabel 4. 1 Rab (Rencana Anggaran Biaya) Pintu Ulin
No Uraian Volume Satuan
Harga satuan
Jumlah Harga
(Rp) (Rp)
A Biaya Jaringan PLN 1 unit 150.000 150.000
B Biaya Pembuatan Mabel
(i) Bahan
1 Ulin 4/12 2m 2 btg 90.000 180.000 2 Ulin 4/8 1m 2 btg 55.000 110.000 3 Ulin 4/12 1m 1 btg 80.000 80.000 4 Ulin 4/15 1m 1 btg 50.000 50.000 5 panel 2/25 2m 3 btg 105.000 315.000
6 Amplas 1m 1 m 10.000 10.000
7 Lem 1 kg 40.000 40.000
total biaya bahan 785.000
(ii) upah pekerja
1 upah harian 200.000
total biaya upah 200.000
Total biaya keseluruhan 985.000
UD Bersama (Dibuat oleh Penulis 2021)
Total Biaya Baku =Rp 785.000
Biaya Upah pekerja =Rp 200.000
Biaya-biaya Tambahan Lainnya =Rp 150.000+
Harga Produksi per unit =Rp 985.000
Selain harga diatas yang digunakan dalam perhitungan harga jual, juga terdapat biaya lainnya, yaitu:
Harga jual =Rp 1.100.000
Harga produksi =Rp 985.000 –
Laba kotor =Rp 115.000
a. Perhitungan biaya yang disarankan 1) Biaya Bahan Baku
Perhitungan biaya bahan baku per unit pintu diuraikan pada tabel 4. Berikut:
Tabel 4. 2 Biaya bahan baku Pintu 90*200 No Nama Bahan Kuantitas Satuan
Harga satuan (Rp)
Jumlah Harga
(Rp)
1 Ulin 4/12 2m 2 btg 90.000 180.000
2 Ulin 4/8 1m 2 btg 55.000 110.000
3 Ulin 4/12 1m 1 btg 80.000 80.000
4 Ulin 4/15 1m 1 btg 75.000 75.000
5 panel 2/25 2m 3 btg 105.000 315.000
Total biaya bahan 785.000
Sumber: UD Bersama (Dibuat oleh Penulis 2021)
Jurnal untuk mencatat pemakaian dari bahan baku tersebut adalah sebagai berikut:
BDP- Biaya Bahan Baku Rp 785.000
Persediaan Bahan Baku Rp 785.000
2) Biaya tenaga kerja langsung
Perhitungan biata tenaga kerja langsung per unit pintu diuraikan pada tabel 4. Beriku:
Tabel 4. 3 Biaya Tenaga Kerja langsung
No Nama pekerja Jumlah
(Rp) 1 Upah harian selama proses pengerjaan 200.000 Total biaya upah 200.000 Sumber: UD Bersama ( dibuat oleh penulis 2021)
Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja langsung tersebut adalah sebagai berikut:
BDP-Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 200.000
Gaji dan Upah Rp 200.000
3) Biaya overhead pabrik
Biaya overhead pabrik merupakan biaya dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Menurut sifatnya, Biaya overhead pabrik digolongakan menjadi biaya bahan penolong, biaya reparasi, biaya pemeliharaan, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya yang timbul akibat penilaian terhadap aktiva tetap, biaya overhead pabrik yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai. Adapun dalam pengerjaan yang terjadi pada biaya produksi pembuatan pintu di UD Bersama yang sesungguhnya, penggolongan biaya overhead pabrik sesungguhnya, hanya terdapat biaya bahan penolong, biaya timbul akibat penilaian aktiva tetap, dan biaya overhead pabrik yang secra langsung memerlukan pengeluaran uang tunai dalam proses produksinya.
Berikut rincian dan macam-macam biaya overhead pabrik tersebut yang didasarkan oleh penulis:
a) Biaya bahan penolong
Perhitungan biaya bahan penolong per unit pintu diuraikan pada tabel 4. 4 Berikut:
Tabel 4. 4 Biaya bahan penolong pintu No Nama Bahan Kuantitas Satuan Harga
satuan (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
1 Amplas 1m 1 m 10.000 10.000
2 Lem 1 kg 40.000 40.000
Total biaya bahan 50.000
Sumber: UD Bersama (Dibuat Oleh Penulis 2021) b) Biaya yang timbul akibat perolehan aktiva tetap
Dalam perhitungan penyusutan aktiva tetap, penulis menggunakan metode garis lurus. Metode ini merupakan metode perhitungan dengan cara yang sederhana dan metode ini merupakan metode yang paling umum digunakan didalam praktik lapangan. Rumus perhitungan menggunakan penyusutan atau depresiasi tahunan sebagai berikut:
Depresiasi= 𝐻𝑃−𝑁𝑆
𝑛
Keterangan:
HP= Harga Pokok (cost) NS= Nilai Sisa (residu) n= Taksiran umur kegunaa
Berikut daftar asset tetap yang dimiliki oleh UD Bersama diuraikan pada tabel 4. 5 Berikut:
Tabel 4. 5 Daftar kepemilikan Aktiva Tetap pada UD Bersama
No Aset tetap Qty Satuan Tahun
perolehan Taksiran Harga Perolehan per unit (Rp)
Jumlah Harga Perolehan (Rp)
1 Tanah 8893 m3 2015 13.000.000.000 13.000.000.000
2 Kantor 1 Unit 2017 25 Tahun 100.000.000 100.000.000
3 Meja 1 Buah 2017 10 tahun 200.000 200.000 4 Kursi 3 Buah 2017 5 Tahun 50.000 150.000 5 Kipas Angin 1 Unit 2017 5 Tahun 300.000 300.000 6 Mesin Katam 1 Unit 2018 10 Tahun 750.000 750.000 7 Mesin Pres 1 Unit 2018 10 tahun 5.000.000 5.000.000 8 Pahat 4 Buah 2018 5 Tahun 20.000 80.000 9 Mesin Spendel 1 Unit 2018 10 Tahun 3.000.000 3.000.000 10 Mesin bor 3 Buah 2018 10 Tahun 700.000 700.000 11 Mesin Pemotong 1 Unit 2018 10 Tahun 3.000.000 3.000.000 12 Mata Panel 5 Buah 2018 5 Tahun 150.000 750.000 13 Meteran 5 Buah 2018 5 Tahun 15.000 75.000
Total Biaya 13.114.005.000
Sumber: UD Bersama (dibuat oleh penulis 2021)
Tabel 4. 6 Perhitungan Biaya Penyusutan Aktiva Tetap No Aset tetap Kuantitas Satuan Tahun
perolehan Taksiran
Harga Perolehan per
unit (Rp)
Jumlah Harga Perolehan (Rp)
Penyusutan 1 tahun
(Rp)
Penyusutan 1 bulan
(Rp) 1 Kantor 1 unit 2017 25 Tahun 100.000.000 100.000.000 4.000.000 333.333 2 Meja 1 Buah 2017 10 tahun 200.000 200.000 20.000 1.667 3 Kursi 3 Buah 2017 5 Tahun 50.000 150.000 10.000 2.500 4 Kipas Angin 1 Unit 2017 5 Tahun 300.000 300.000 60.000 5.000 5 Mesin Katam 1 Unit 2018 10 Tahun 750.000 750.000 75.000 6.250 6 Mesin Pres 1 Unit 2018 10 tahun 5.000.000 5.000.000 500.000 41.667 7 Pahat 4 Buah 2018 5 Tahun 20.000 80.000 40.000 333 8 Mesin Spendel 1 Unit 2018 10 Tahun 3.000.000 3.000.000 300.000 25.000 9 Mesin bor 3 Buah 2018 10 Tahun 700.000 700.000 70.000 5.833 10 Mesin Pemotong 1 Unit 2018 10 Tahun 3.000.000 3.000.000 300.000 25.000 11 Mata Panel 5 Buah 2018 5 Tahun 150.000 750.000 30.000 2.500 12 Meteran 5 Buah 2018 5 Tahun 15.000 75.000 3.000 250 Total Biaya 114.005.000 5.408.000 449.333 Sumber: UD Bersama (dibuat oleh penulis 2021)
c) Biaya overhead pabrik lain yang secara tidak langsung memerlukan pengeluaran uang
Biaya overhead pabrik lain yang secara tidak langsung tidak memerlukan pengeluaran uang untuk pembuatan pintu pada UD Bersama diuraikan pada tabel 4. 7 Berikut:
Tabel 4. 7 Biaya overhead pabrik lainnya
No Nama Biaya Jumlah (Rp)
1 Biaya Jaringan Listrik PLN per unit 150.000 Total Biaya 150.000 Sumber: UD Bersama (dibuat oleh penulis 2021) Adapun biaya overhead pabrik sesungguhnya dalam pengolahan untuk proses pembuatan pintu UD Bersama diuraikan pada tabel 4. 8 Berikut:
Tabel 4. 8 Perhitungan Biaya Penyusutan Aktiva Tetap
No Aktiva Tetap % Biaya Penyusutan
(Rp)
Jumlah Biaya (Rp) 1 Kantor 100 333.333 11.111
2 Meja 100 1.667 56
3 Kursi 100 2.500 83
4 Kipas Angin 100 5.000 167
5 Mesin Katam 100 6.250 208
6 Mesin Pres 100 41.667 1.389 7 Pahat 100 333 11
8 Mesin Spendel 100 25.000 833
9 Mesin bor 100 5.833 194
10 Mesin Pemotong 100 25.000 833
11 Mata Panel 100 2.500 83
12 Meteran 100 250 8 13 Biaya Bahan Penolong 100 - 50.000 14 Biaya Jaringan Listrik PLN per unit 100 - 150.000
214.978
Sumber: UD Bersama (dibuat oleh penulis)
4) Menentukan dasar pembebanan biaya overhead pabrik
Menentukan dasar dalam pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk, penulis melakukan perhitungan berdasarkan dari biaya tenaga kerja langsung, yaitu sebagai berikut:
= Taksiran biaya 𝑜𝑣𝑒𝑟ℎ𝑒𝑎𝑑 pabrik
Taksiran biaya tenaga kerja lagsung x 100%
= Rp 214.987
Rp 200.000 x 100% = 93%
Perhitungan biaya overhead pabrik yang dibebankan berdasarkan biaya tenaga kerja langsung sebesar 93%
=93% x Rp 200.000
=Rp 186.000
Jurnal untuk mencatat pembebanan biaya overhead pabrik:
BDP- Biaya overhead pabrik Rp 186.000
BOP yang dibebankan Rp 186.000
Jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik yang sesungguhnya yaitu sebagai beriku:
BOP Sesungguhnya Rp 186.000
Kantor Rp 11.111
Meja Rp 56
Kursi Rp 83
Kipas Angin Rp 167
Mesin Katam Rp 208
Mesin Pres Rp 1.389
Pahat Rp 11
Mesin Spendel Rp 833
Mesin bor Rp 194
Mesin Pemotong Rp 833
Mesin Panel Rp 83
Meteran Rp 8
Biaya Bahan Penolong Rp 50.000 Biaya Jaringan Listrik PLN per Unit Rp150.000 Jurnal untuk menutup pembebanan biaya overhead pabrik ke rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya yaitu sebagai beriku:
BOP yang dibebankan Rp 186.000
BOP Sesungguhnya Rp 186.000
Perhitungan selisih biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dengan biaya overhead pabrik sesungguhnya yaitu sebagai berikut:
BOP sesungguhnya Rp 214.987 Dibebankan kepada produk Rp 186.000 –
Selisih BOP Rp 28.987
Jurnal untuk mencatat selisih biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut:
Selisih BOP Rp 28.987
BOP Sesungguhnya Rp 28.987
Biaya Pembuatan Per Unit Pintu
Biaya Bahan Baku :Rp 785.000
Biaya Tenaga Kerja Langsung :Rp 200.000 Biaya overhead Pabrik :Rp 186.000 Total Biaya Produksi :Rp 1.171.000
Tabel 4. 9 Laporan Harga Pokok Pembuatan Pintu Laporan Harga Pokok Produksi
Persediaan Barang Dalam Proses Awal………Rp - Ditambah:
Biaya Bahan Baku………..Rp 785.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung………Rp 200.000 Biaya overhead Pabrik………Rp 186.000
Total Biaya Produksi……….Rp 1.171.000 Dikurangi:
Persediaan Barang Akhir Dalam Proses Akhir……….Rp - Harga Pokok Produksi………..…Rp 1.171.00
b. Jurnal yang disarankan oleh penulis
1) Jurnal untuk mencatat biaya bahan baku
BDP-Biaya Bahan Baku Rp 785.000
Persediaan Bahan Baku Rp 785.000
2) Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja langsung BDP-Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 200.000
Gaji dan upah Rp 200.000
3) Jurnal untu mencatat biaya overhead pabrik
BDP-Biaya Overhead Pabrik Rp 186.000
Biaya Overhead Pabrik yang dibebankan Rp 186.000 Jurnal untuk mencatat pembebanan biaya overhead pabrik yang dibebankan:
Biaya overhead pabrik yang dibebakan kan Rp 186.000
Biaya overhead pabrik sesungghuhnya Rp 186.000 Jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik yang dibebankan ke rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya:
Selisih Biaya Overhead Pabrik Rp 28.987
Biaya Overhead Pabrik Sesunggunya Rp 28.987 4) Jurnal untuk mencatat haega pokok produk jadi
Persediaan produk jadi Rp 1.171.000
BDP-Biaya Bahan Baku Rp 785.000
BDP-Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 200.000 BDP-Biaya overhead pabrik Rp 186.000 Berdasarkan dari hasil perhitungan, terdapat perbedaan perbandingan dalam perhitungan haga pokok pembuatan pintu untuk ukuran 90*200 menurut UD dan menurut yang disarankan oleh penulis. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan yang disajikan seperti diatas. Menurut perusahaan pada harga pokok produksi sebesar Rp 1.100.000. sedangkan menurut dari hasil perhitungan penulis didapatkan hasil sebesar Rp 1.171.000.
Hal ini dekarenakan UD tidak melakukan penggolongan biaya produksi, dimana tidak adanya unsur biaya overhead pabrik yang dimasukkan ke dalam biaya produksi. Selain itu terdapat penggabungan antara biaya bahan baku dan biaya bahan penolong, dimana biaya bahan penolong digolongkan kedalam unsur perhitungan biaya bahan baku. Adapun demikian perusahaan juga tidak melakukan perhitungan pada penyusutan aktiva tetap yang seharusnya dimasukkan kedalam unsur biaya overhead pabrik.
Sehingga dari hasil perbandingan perhitungan tersebut terdapat biaya-biaya sesungguhnya yang belum dimasukkan oleh perusahaan dalam memperhitungkan harga pokok produksi, hal tersebut tentunga dapat mempengaruhi laba yang diperoleh oleh perusahaan.
2. Analisis Permasalahan
a. Analisis perencanaan anggaran biaya pada UD Bersama Banjarmasin
Berdasarkan hasil penelitian dan beberapa data yang telah dikumpulkan oleh penulis, daoat diketahui perencanaan anggaran biaya untuk membuat mebel pada UD Bersama Banjarmasin, adalah sebagai beriku:
1) Informasi yang diperlukan manajemen
Informasi yang diperlukan selama ini sudah lengkap dalam perencanaan anggaran biaya untuk pembuatan mebel, karena itu tidak ada permasalahan dalam informasi yang diperlukan.
2) Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait dalam perencanaan anggaran biaya pada UD Bersama Banjarmasin sudah tepat sesuai dengan fungsinya, karena fungsi perencanaan, fungsi kas dan fungsi akuntansi dilakukan oleh bendahara, sedangkan fungsi pembuatn dan fungsi pengiriman mebel dilakukan oleh bagian gudang.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pada UD Bersama Banjarmasin sudah efektif karena sudah sesuai dengan keperluan.
4) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan pada UD Bersama yaitu berupa format anggaran biaya kegiatan dan nota pesanan pelanggan yang sudah ada. Dokumen ini menjadi salah satu patokan dalam proses perencanaan anggaran biaya kegiatan untuk pembuatan mebel.
5) Cacatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan oleh UD Bersama Banjarmasin yaitu berupa laporan perencanaan anggaran yaitu berupa rencana anggaran biaya.
6) Sistem pengendalian intern
Sistem pengendalian intern yang berjalan pada UD Bersama Banjarmasin adalah sebagai berikut:
a) Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas
Usur pokok sistem pengendalian intern dalam perencanaan struktur organisasi yang dijalan oleh UD Bersama memisahkan fungsi dari setiap aparatur desa.
b) Sistem Wewenang dan Prosedur Pencatatan yang Memberikan Perlindungan yang Cukup Terhadap Kekayaan, Utang, Pendapatan dan Biaya
Sistem wewenang pada UD Bersama sudah terkelola dengan baik dikarenakan setiap karyawan mengatur dan mengelola wewenag untuk otorisasi atas terlaksananya kegiatan.
c) Praktik yang sehat dalam menjalankan tugas dan fungsi setiap unit organisasi
Rencana anggaran biaya belum menggunkan nomor urut cetak sehingga penggunaanya tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang yaitu bagian bendahara.
d) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya Semua karyawan yang bekerja di UD Bersama sudah memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing berdasarkan kemampuan yang dimilik.
3. Alternatif Pemecah Masalah a. Perspektif Akuntansi
1) Informasi yang diperlukan manajemen yang disarankan
Informasi yang diperlukan selama ini sudah lengkap dalam perencanaan anggaran biaya untuk pembangunan fisik, karena itu
tidak ada permasalahan dalam informasi yang diperlukan.
Sehingga penulis tidak perlu menyarankan.
2) Fungsi terkait yang disarankan
Fungsi terkait yang disarakan perencanaan anggaran biaya pada UD Bersama sudah tepat dan sesuai dengan fungsinya, karena fungsi kas, fungsi akuntansi, dan fungsi perencanaan dilakukan oleh bendahara, sedangkan fungsi kas dan akuntansi dilakukan oleh bagian Gudang. Sehingga penulis tidak perlu menyarankan.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem yang disarankan Jaringan prosedur yang membentuk sistem pada UD Bersama sudah efektif karena sesuai dengan keperluan. Sehingga penulis tidak perlu lagi menyarankan.
4) Dokumen yang disarankan
Dokumen yang digunakan pada UD Bersama yaitu berupa format anggaran biaya dan nota pelanggan yang sudah dibuat.
Dokumen ini menjadi salah satu patokan dalam proses perencanaan anggaran anggaran biaya kegiatan untuk pembuatan mebel dan sudah efektif, sehingga penulis tidak perlu menyarankan.
5) Bagan Alir Dokumen
Bagan alir dokumen penerapan perencanaan anggaran biaya yang disarankan pada UD Bersama Banjarmasin.
Gambar 4. 5 Bagan Alir Dokumen Sumber. Di olah penulis 2021 6) Sistem pengendalian interen yang disarankan
Sistem pengendalian intern yang disarankan pada UD Bersama Banjarmasin adalah sebagai berikut:
a) Organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas
Unsur pokok sistem pengendalian intern dalam perancangan organisasi yang dijalankan oleh UD Bersama memisahkan fungsi dari setiap karyawan yang terkait.
b) Sistem Wewenang dan Prosedur Pencatatan yang Memberikan Perlindungan yang Cukup Terhadap Kekayaan, Utang, Pendapatan dan Biaya
Anggaran biaya berbasis web untuk menghasilkan Rencana anggaran biaya diotorisasi oleh bagian bendahara.
c) Praktik yang sehat dalam menjalankan tugas dan fungsi setiap unit organisasi
Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi menggunakan rencana anggaran biaya bernomor urut cetak agar laporan dapat dipertanggungjawabkan.
d) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya Karyawan yang bekerja pada UD Bersama sudah sesuai dengan mutu dan Pendidikannnya, dapat melaksanakan sesuai dengan mutu dan pendidikannya, dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang diberikan kepala desa/pembakal.
b. Program Aplikasi Perencanaan Anggaran Biaya pada UD Bersama Banjarmsin
1) Sistem Basis Data
Sistem basis data merupakan kumpulan dari data-data yang saling terhubung. Merancang basis data dibutuhkan teknik normalisasi. Normalisasi digunakan agar sistem basis data lebih optimal dan efesien, serta dapat memberikan data yang diharapkan.
Tahap Normalisasi yang digunakan antara lain:
a) Unnormalize
Tahap ini penulis mencantumkan semua field yang terdapat dalam tabel-tabel yang digunakan dalam merancang sistem perencanaan anggaran biaya pada Desa Thaibah Raya adalah sebagai berikut:
Tabel 4. 10 Unnormalize
No Nama Field
1 Nama Barang 2 Harga satuan 3 Total Harga 4 Kuantitas
5 Nama Pelanggan 6 Tanggal
7 Alamat Pelanggan 8 No Hp Pelanggan Sumber : Diolah oleh penulis 2021 b) Normalisasi Tahap 1
Pada tahap ini terjadi penghapusan beberapa group elemen yang berulang mengjadi satu, setiap atribut harus mempunyai nilai anatomic yaitu data tersebut bisa dibagi_bagi lagi menjadi unit yang lebih kecil.
Tabel 4. 11 Tabel Login 1NF
No Nama Field
1 id(PK)
2 Nama Pengguna 3 Password 4 Jabatan
Sumber: Diolah oleh Penulis 2021 Tabel 4. 12 Tabel Bahan 1NF
No Nama Field 1 id_bahan (PK) 2 Nama_Bahan 3 Satuan 4 Harga Satuan Sumber: Diolah oleh Penulis 2021
Tabel 4. 13 Tabel Pesanan 1NF
No Nama Field
1 id_pesanan (PK) 2 Pelanggan
3 alamat_pelanggan
4 no_hp
5 Pesanan 6 Tanggal
Sumber: Diolah oleh Penulis 2021
Tabel 4. 14 Tabel Tenaga Kerja 1NF
No Nama Field
1 id_Tenagakerja(PK) 2 nama_pekerja 3 upah_mingguan
Sumber: Diolah oleh Penulis 2021 c) Normalisasi Tahap 2
Tahap 2 (2NF) ini didasari dengan konsep ketergantungan fungsional penuh dan telah berbentun normal pertama (1NF).
Tabel 4. 15 Tabel RAB 2NF
No Nama Field
1 id_Anggaran (PK) 2 nama_rab
3 no_RAB
4 id_pesana (FK) 5 alamat_pelanggan 6 Tanggal
7 Pesanan 8 total_biaya
Sumber: Diolah oleh Penulis 2021
Tabel 4. 16 Tabel Detail Pesanan 2NF
No Nama Field
1 id_detailpesanan (PK) 2 nama_barang
3 Satuan 4 harga_satuan 5 id_pesanan
Sumber: Diolah oleh Penulis 2021 d) Normalisasi Tahap 3
Relasi tidak boleh bergantung fungsional pada atribut bukan utama. Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF, dan jika tidak ada atribut non primary key (biasa) yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key (biasa) yang lainnya.
Tabel 4. 17 Tabel Detail Bahan 3NF No Nama Field
1 id (PK)
2 id_bahan (FK) 3 Satuan
4 harga_barang 5 id_anggaran (FK) Sumber: Diolah oleh Penulis 2021 Tabel 4. 18 Tabel Detail Upah 3NF
No Nama Field
1 id_Upah (PK) 2 id_anggaran (FK) 3 id_Tenagakerja (FK) Sumber: Diolah oleh Penulis 2021 2) Relasi
Tahap ini merupakan tahap yang sesuai dengan kebutuhan sistem yang utuh karena pada tahap ini tabel diharuskan tergantung pada hanya kuci utama (primary key). Field-field yang telah melewati normalisai tahap 3 dapat dibentuk relasi sebagai gambar dibawah ini:
Gambar 4. 6 Relasi Antar Tabel Sumber: Diolah oleh Penulis 2021
Relasi tersebut dikatakan telah memenuhi syarat bentuk normal ke3 karena tidak terdapat ketergantungan fungsional antara 2 atau lebih field yang bukan kunci. Secara lengkap tabel basis data yang terbentuk dari pengembangan relasi basis data adalah sebagai berukt:
Tabel 4. 19 Tabel Login
No Nama Field Tipe Data
1 id(PK) Int (11)
2 Nama Pengguna Varchar (45)
3 Password Varchar (45)
4 Jabatan Varchar (45)
Sumber: Dibuat oleh penulis 2021 Keterangan: PK = Primary Key
Tabel 4. 20 Tabel Bahan
No Nama Field Tipe Data 1 id_bahan (PK) int (11) 2 Nama_Bahan varchar (45)
3 Satuan varchar (45)
4 Harga Satuan int (11) Sumber. Dibuat oleh Penulis 2021 Keterangan: PK = Primary Key
Tabel 4. 21 Tabel Tenaga Kerja
No Nama Field Tipe data
1 id_Tenagakerja(PK) int(11) 2 nama_pekerja varchar (45) 3 upah_mingguan varchar (45) Sumber. Dibuat oleh penulis 2021
Keterangan: PK = Primary Key
Tabel 4. 22 Tabel Pesanan
No Nama Field Tipe Data
1 id_pesanan (PK) int (11)
2 pelanggan Varchar (45)
3 alamat_pelanggan Varchar (225)
4 no_hp Varchar (12)
5 Pesanan Varchar (45)
6 Tanggal Date
Sumber. Dibuat oleh penulis 2021 Keterangan: PK = Primary Key
Tabel 4. 23 Tabel RAB
Sumber. Dibuat oleh penulis 2021 Keterangan: PK = Primary Key FK = Foreign Key
No Nama Field Tipe Data
1 id_Anggaran (PK) int (11)
2 nama_rab varchar (45)
3 no_RAB varchar (45)
4 id_pesana (FK) int (11) 5 alamat_pelanggan varchar (225)
6 tanggal Date
7 pesanan varchar (45)
8 total_biaya int (11)
Tabel 4. 24 Detail Bahan
No Nama Field Tipe Data
1 id (PK) int (11)
2 id_bahan (FK) int (11)
3 Satuan Varchar (45)
4 harga_barang int (11) 5 id_anggaran (FK) int (11) Sumber. Dibuat oleh penulis 2021 Keterangan: PK = Primary Key
FK = Foreign Key Tabel 4. 25 Detail Upah
No Nama Field Tipe Data
1 id_Upah (PK) Int (11) 2 id_anggaran (FK) Int (11) 3 id_Tenagakerja (FK) Int (12) Sumber. Dibuat oleh penulis 2021
Keterangan: PK = Primary Key FK = Foreign Key
Tabel 4. 26 Detail Pesanan
No Nama Field Tipe Data
1 id_detailpesanan (PK) Int (11) 2 nama_barang Varchar(45)
3 satuan Varchar(20)
4 harga_satuan Varchar(12) 5 id_pesanan(FK) Int(11) Sumber. Dibuat oleh penulis 2021
Keterangan: PK = Primary Key FK = Foreign Key 3) Data Flow Diagram (DFD)
a) Diagram Jenjang
Diagram jenjang adalah perancangan sistem yang mampu menampilkan seluruh proses yang terdapat pada suatu aplikasi dengan jelas dan terstruktur. Berikut adalah diagram jenjang.
Gambar 4. 7 Diagram Jenjang Sumber. Diolah oleh Penulis 2021 b) Diagram Konteks
Diagram Konteks adalah diagram dari proses yang menggambarkan lingkup suatu sistem dan menggambarkan seluruh input ke dalam sistem atau output dari sistem yang memberi gambaran tentang keseluruhan sistem.
Gambar 4. 8 Data Flow Diagram Konteks Sumber: Dibuat Oleh Penulis 2021
c) DFD Level 0
Selanjutnya digambarkan DFD Level 0 untuk menggambarkan sistem secara terinci yang berisikan proses nomor 1 (satu) untuk input data, proses nomor 2 (dua) untuk Rencana biaya dan proses nomor 3 (tiga) untuk laporan, gambar DFD Level 0 dari sistem anggaran pesanan mebel adalah sebagai berikut:
Gambar 4. 9 Data Flow Diagram Level 0 Sumber: Dibuat Oleh Penulis 2021 d) DFD Level 1
DFD Level 1 ini harus digambarkan seluruhnya, entitas yang digambarkan pada masing-masing sesuai dengan kebutuhan masing-masing level 1 tersebut, gambar DFD Level 1 dari sistem anggaran pesanan mebel adalah sebagai berikut:
1) DFD Level 1 Proses 1
Gambar 4. 10 Data Flow Diagram Level 1 Proses 1 Sumber: Dibuat Oleh Penulis 2021
DFD Level 1 proses 1 menjalankan lebih terperinci mengenai kegiatan dari proses input data master. Data master terbagi menjadi empat yaitu data bahan, data pesanan, data tenaga kerja dan data pengguna yang diinput oleh bendahara. Data bahan diinputkan kedalam sistem dan tersimpan kedalam tabel bahan menghasilkan daftar bahan yang ada. Data pesanan diinputkan kedalam sistem dan tersimpan kedalam tabel pesanan dan detail pesanan meghasilkan daftar pesanan. Data tenaga kerja diinputkan kedalam sistem dan tersimpan kedalam tabel tenaga kerja menghasilkan daftar tenaga kerja. Sedangkan data pengguna diinputkan kedalam sistem tersimpan kedalam tabel login kemudian menghasilkan daftar pengguna.
2) DFD Level 1 Proses 2
Gambar 4. 11 Data Flow Diagram Level 1 Proses 2 Sumber: Dibuat Oleh Penulis 2021
DFD Level 1 Proses 2 menjelaskan kegiatan pada proses input rencana biaya. Mulai dari Bendahara memasukkan data ke rincian anggaran biaya pada sistem, disimpan kedalam tabel Rincian anggaran biaya dan detail Rincian anggaran biaya.
3) DFD Level 1 Proses 3
Gambar 4. 12 Data Flow Diagram Level 1 Proses 3 Sumber: Dibuat Oleh Penulis 2021
DFD Level 1 Proses 3 menjelaskan mengenai proses kegiatan cetak laporan. Berawal dari bendahara yang sudah memasukkan data-data pada proses sebelumnya, kemudian dari proses-proses tersebut akan menghasilkan 2 laporan. Diantaranya laporan rekapitulasi dan laporan
rencana anggarn biaya. Dari proses cetak tersebut pimpinan dapat mengakses hingga mencetak laporan.
4) Desain Interface Menggunakan PHP a) From Login
Form login merupakan halaman pertama yang ditampilkan saat program aplikasi dijalankan, dan untuk bisa masuk ke dalam program aplikasi maka user perlu memasukkan username dan password terlebih dahulu. Berikut adalah tampilan form login.
Gambar 4. 13 Tampilan Form Login Sumber. Dibuat oleh Penulis 2021 b) Form Menu Utama
Form menu utama merupakan form yang muncul pertama kali setelah proses login dilakukan. Lalu, dibagian samping terdapat berbagai macam menu untuk berbagai macam proses yang ingin dilakukan. Berikut adalah tampilan form menu utama.
Gambar 4. 14 Tampilan form Menu Utama Sumber. Dibuat oleh penulis 2021 c) Form Master Data
Form master data terdapat form pesanan, form bahan, form tenaga kerja, dan form user. Setiap data bisa ditambahkan, diubah dan dihapus. Berikut adalah tampilan form master data.
Gambar 4. 15 Tampilan form master data Sumber. Dibuat oleh penulis 2021
Pada form kegiatan dilakukan proses input untuk menambhakan data pembuatn mebel yang akan dilakukan, setiap data bisa diubah dan dihapus serta bisa untuk mencetak nota pesanan. Berikt adalah tampilan form pesanan.
Gambar 4. 16 Tampilan form pesanan Sumber. Dibuat oleh penulis 2021
Gambar 4. 17 Tampilan nota Pesanan Sumber. Dibuat oleh penulis 2021
Pada form bahan dilakukan proses input untuk menambah data bahan apa saja yang akan digunakan pada saat pembuatan mebel, setiap data bisa diubah dan dihapus. Berikut tampilan form bahan.
Gambar 4. 18 Tampilan form bahan Sumber. Dibuat oleh penulis 2021
Pada form tenaga kerja dilakukan proses input untuk menambah data tenaga kerja yang digunakan pada saat pembuatan mebel, setiap data bisa diubah dan dihapus. Berikut adalah tampilan form data tenaga kerja.
Gambar 4. 19 Tampilan Form Tenaga kerja Sumber. Dibuat oleh penulis 2021
Pada form user dilakukan proses input untuk menambah data jabatan apa saja yang bisa mengakses aplikasi pada proyek pembangunan, setiap data bisa diubah dan dihapus.
Berikut adalah tampilan form user.
Gambar 4. 20 Tampilan Form User Sumber: Dibuat oleh penulis 2021 d) Form Perencanaan RAB
Form perencanaan rab merupakan form untuk membuat rencana anggaran biaya, cara menggunakannya dimulai dari mengisi data pembuatan terlebih dahulu untuk menentukan pembuatan mebel yang akan direncanakan. Berikut adalah tampilan form tambah rencana anggaran biaya.
Gambar 4. 21 Tampilan Form Tambah Rencana Anggaran Sumber. Dibuat oleh penulis 2021
Selanjutnya setelah mengisi data rencana anggaran biaya untuk pembangunan akan muncul data seperti gambar berikut:
Gambar 4. 22 Tampilan Daftar Pembuatan Mebel Sumber. Dibuat oleh penulis 2021
Pada tampilah rencana anggaran biaya yang telah dibuat lalu menuju pada tampilan untuk menambah data ketegori detail anggaran, seperti bahan, biaya dan tenaga kerja. Berikut adalah tampilan form detail anggaran.
Gambar 4. 23 Tampilan Form Tambah Tenaga Kerja Sumber: Dibuat oleh penulis 2021
Lalu setelah menambah kategori pekerjaan akan menuju pada tampilan untuk menambah setiap data bahan dan tenaga kerja yang dimana datanya tersebut telah tersimpan dan dapat diubah ataupun dihapus yang dilakukan pada tampilan form bahan dan tenaga kerja. Berikut adalah tampilan form menambah data bahan.
Gambar 4. 24 Tampilan Form Tambah Bahan Sumber: Dibuat oleh penulis 2021
Berikut adalah tampilan dimana telah menambah data bahan pembuatan mebel dan data tenaga kerja yang akan diperlukan saat pembuatan mebel yang telah direncanakan
Gambar 4. 25 Tampilan Anggaran Detail Sumber: Dibuat oleh penulis 2021 e) Form Laporan
Menu laporan berfungsi untuk melihat dan mencetak berbagai laporan, laporan yang dihasilkan dari aplikasi ini adalah laporan rencana anggaran biaya dan laporan rekapitulasi pesanan.
Gambar 4. 26 Tampilan Detail Laporan Rekapitulasi Sumber: Dibuat oleh penulis 2021
Berikut adalah tampilan dimana laporan rencana anggaran biaya dalam bentuk siap untuk dicetak.
Gambar 4. 27 Tampilan Detail Laporan yang siap cetak Sumber: Dibuat oleh penulis 2021
Gambar 4. 21 Tampilan Laporan Rekapitulisasi Sumber: Dibuat oleh penulis 2021