• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alternatif Strategi

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 41-47)

Tahap 5: Strategy Decision

2. Aktivitas pendukung

2.17 Alternatif Strategi

Dalam menghasilkan suatu keputusan yang ada dalam pengembangan proses bisnis perusahaan, maka dibutuhkan strategi yang sesuai untuk dapat mendukung keputusan tersebut. Menurut David (2011:168) ada beberapa konsep dasar dalam menerapkan manajemen strategi. Alternatif strategi yang dapat perusahaan terapkan dapat dikategorikan menjadi sebelas aksi strategi, yaitu: strategi integrasi ke depan, strategi integrasi ke belakang, strategi integrasi horizontal, strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan pasar, strategi pengembangan produk, strategi diversifikasi terkait, strategi diversifikasi tidak terkait, strategi penghematan, strategi pencabutan, serta strategi liquidasi.

Berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai trategi integrasi ke depan, strategi integrasi ke belakang, strategi integrasi horizontal, strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan pasar, serta strategi pengembangan produk.

2.17.1 Strategi Integrasi ke depan

Menurut David (2011: 171) Strategi integrasi ke depan melibatkan keuntungan pemilik maupun peningkatan pengawasan melalui distribusi maupun retail.

Terdapat enam pedoman ketika integrasi ke depan menjadi strategi yang efektif:

• Ketika kehadiran distributor dalam organisasi menjadi sangat mahal, tidak dapat diandalkan atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan

• Ketika ketersediaan kualitas distributor sangat terbatas dalam menawarkan keunggulan kompetitif bagi perusahaan yang mengutamakan integrasi ke depan

• Ketika sebuah organisasi bersaing dalam industri yang sedang berkembang dan memiliki harapan untuk dapat bertumbuh secara nyata, maka ini merupakan sebuah faktor karena dengan adanya integrasi ke depan dapat mengurangi kemampuan organisasi untuk membedakan bila industri dasar terputus-putus

• Ketika sebuah organisasi memiliki modal dan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengatur bisnis baru dalam mendistribusikan produknya

• Ketika keuntungan dalam produksi yang stabil pada kondisi yang tinggi, ini menjadi pertimbangan karena dapat meningkatkan prediktabilitas permintaan terhadap output melalui integrasi ke depan

• Ketika distributor atau pengecer saat ini memiliki margin keuntungan yang tinggi, situasi ini menunjukkan bahwa perusahaan yang menguntungkan dapat mendistribusikan produk sendiri dengan harga yang lebih kompetitif dengan integrasi ke depan

2.17.2 Strategi Integrasi ke belakang

Menurut David (2011: 172) Strategi integrasi ke belakang merupakan strategi yang digunakan dalam mencari kepemilikian atau meningkatkan pengawasan terhadap pemasok. Strategi ini dapat sesuai ketika pemasok

dalam perusahaan tidak dapat diandalkan karena memiliki harga yang tinggi dalam menyediakan kebutuhan perusahaan.

Terdapat tujuh pedoman ketika integrasi ke belakang menjadi strategi yang efektif:

• Ketika kehadiran pemasok menjadi sangat mahal, tidak dapat diandalkan, atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap bagian, komponen, rakitan, atau bahan baku

• Ketika jumlah pemasok menjadi kecil dan jumlah kompetitor menjadi besar

• Ketika persaingan dalam suatu industri berkembang cepat, ini merupakan salah satu faktor karena tipe strategi integrasi (ke depan, ke belakang, dan horizontal) dapat mengurangi kemampuan organisasi dalam melakukan perkembangan industrinya

• Ketika sebuah organisasi memiliki modal dan sumber daya manusia untuk mengelola bisnis baru dalam penyediaan bahan baku sendiri

• Ketika harga yang stabil menjadi suatu keuntungan bagi perusahaan karena perusahaan dapat menstabilkan harga dari bahan baku dan harga yang sesuai dengan produk mereka melalui integrasi ke belakang

• Ketika kehadiran pasokan memiliki keuntungan yang tinggi yang menunjukkan bisnis penyediaan produk atau jasa dalam industri yang diberikan adalah usaha yang berharga

• Ketika organisasi perlu dengan cepat memperoleh sumber daya yang dibutuhkan

2.17.3 Strategi Integrasi Horizontal

Menurut David (2011: 173) Dalam strategi integrasi horizontal mengacu kepada strategi yang melihat pemilik atau peningkatan terhadap kompetitor perusahaan.

Terdapat lima pedoman ketika integrasi horizontal menjadi strategi yang efektif:

• Ketika sebuah organisasi mendapatkan karakteristik monopoli di wilayah tertentu tanpa adanya tantangan oleh pemerintah federal untuk “merawat secara substansial” dalam mengurangi pesaing

• Ketika organisasi memiliki kemampuan dalam mengembangkan industrinya

• Ketika peningkatan skala ekonomi memberikan keunggulan kompetitif utama

• Ketika sebuah organisasi memiliki modal dan bakat dari sumber dayanya yang diperlukan untuk mengelola organisasi lebih luas lagi

• Ketika pesaing mulai goyah karena kurangnnya keahlian manajerial atau kebutuhan sumber daya tertentu yang dimiliki organisasi, perlu diketahui bahwa integrarasi horizontal tidak akan sesuai jika kompetitor melakukan hal yang buruk karena dalam kasus industri secara keseluruhan penjualan dapat dikatakan menurun

2.17.4 Strategi Penetrasi pasar

Menurut David (2011: 173) Strategi penetrasi pasar berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini

melalui upaya pemasaran yang lebih besar. Strategi ini banyak digunakan secara mandiri dana dalam kombinasi dengan strategi lain.

Terdapat lima pedoman ketika penetrasi pasar menjadi strategi yang efektif :

• Ketika pasar saat ini tidak jenuh dengan produk atau jasa tertentu

• Ketika tingkat penggunaan pelanggan sekarang dapat meningkat secara signifikan

• Ketika pangsa pasar dari pesaing utama telah menurun sedangkan total penjualan industri telah meningkat

• Ketika hubungan antara penjualan dolar dan pemasaran dolar secara histori telah meningkat

• Ketika peningkatan skala ekonomi memberikan keunggulan kompetitif yang utama

2.17.5 Strategi Pengembangan pasar

Menurut David (2011: 174) Pengembangan pasar melibatkan pengenalan produk maupun jasa saat ini ke dalam area geografis.

Terdapat enam pedoman pedoman ketika pengembangan pasar menjadi strategi yang efektif:

• Ketika saluran distribusi baru dapat diandalkan, murah, dan memiliki kualitas yang baik

• Ketika sebuah organisasi sangat sukses dengan apa yang dilakukannya

• Ketika pasa belum me

• Ketika sebuah organisasi memiliki modal yang dibutuhkan dan sumber daya manusia untuk mengelola perusahaan

• Ketika sebuah perusahaan memiliki kelebihan kapasitas produksi

• Ketika industri dasar organisasi dengan cepat dapat berkembang ke lingkup global secara cepat

2.17.6 Strategi Pengembangan Produk

Menurut David (2011: 174) Pengembangan produk merupakan strategi yang berusaha untuk dapat meningkatkan penjualan dengan cara peningkatan atau modifikasi terhadap layanan atau produk yang ada sekarang ini.

Terdapat enam pedoman pedoman ketika pengembangan produk menjadi strategi yang efektif:

• Ketika organisasi memiliki produk yang sukses yang berada pada tahap kedewasaan perputaran daru hidup produk, dimana terdapa ide untuk memuaskan pelanggan dengan cara peningkatan produk sebagai hasil dari pengalaman positif yang dimiliki perusahaan sekarang ini terhadap produk dan jasa yang dimilikinya

• Ketika organisasi bersaing dalam industri yang memiliki karakteristik yang cepat dalam perkembangan teknologi

• Ketika kompetitor utama menawarkan kualitas produk terbaik dengan harga bersaing

• Ketika organisasi bersaing dalam perkembangan industri yang tinggi

• Ketika organisasi memiliki penelitian yang kuat serta kemampuan pengembangan yang kuat

2.18 Analisis dan Perancangan Sistem Informasi

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 41-47)

Dokumen terkait