VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.6 Alternatif Strategi Penanganan Risiko di CV Jumbo
penanganan terhadap risiko produksi yang dihadapi. Alternatif strategi yang akan dilakukan erat kaitannya dengan pemetaan risiko yang telah dihasilkan. Terdapat dua strategi yang dapat dilakukan dalam penanganan risiko, yaitu strategi preventif dan strategi mitigasi. Sumber risiko yang berada dalam kuadran I dan II ditangani dengan strategi preventif, sedangkan sumber risiko yang berada pada kuadran II dan IV ditangani dengan strategi mitigasi. Adapun rekomendasi alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh CV Jumbo Bintang Lestari adalah sebagai berikut :
1. Penghindaran Risiko (Preventif)
Strategi pencegahan dilakukan untuk membuat kemungkinan terjadinya risiko menjadi sekecil-kecilnya. Strategi pencegahan adalah strategi yang dibuat untuk risiko-risiko yang berada pada kuadran dengan kemungkinan atau probabilitas yang besar, dalam hal ini yaitu kuadran 1 dan kuadran 4 agar dapat bergeser menjadi probabiltas yang kecil. Penerapan strategi yang dapat
dilakukan oleh CV Jumbo Bintang Lestari diantaranya adalah pada kegiatan berikut :
a) Pengawasan Produksi Bagi Petani Mitra
Faktor penting dalam kelangsungan usaha pembesaran ikan turut pula ditentukan oleh kegiatan produksi yang dilakukan pada proses produksi benih ikan. Sebagian besar mitra dalam pemenuhan kebutuhan terhadap benih ikan di CV Jumbo Bintang Lestari masih merupakan tingkat petani dengan teknologi yang diterapkan masih sederhana. Oleh karena itu, penting bagi CV Jumbo Bintang Lestari untuk memberikan pengawasan terhadap proses produksi benih ikan yang dilakukan oleh petani mitra. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseragaman dan meningkatkan kualitas benih yang dihasilkan.
Kondisi yang ditemukan di tempat budidaya petani pembenihan yang merupakan mitra dari CV Jumbo Bintang Lestari yaitu sarana dan prasarana yang digunakan kurang memadai. Manajemen pemberian pakan pun tidak dilakukan secara tepat dikarenakan tidak adanya prosedur dalam proses produksinya.
Pengawasan yang dapat dilakukan perusahaan yaitu berupa kontrol lapangan ke petani mitra secara rutin. Aspek pengawasan dalam mengontrol kondisi dilapangan diantaranya manajemen induk, sarana dan prasarana produksi, dan penanganan proses budidaya.
b) Peningkatan Keamanan Lokasi Budidaya
Peningkatan keamanan yang dilakukan oleh CV Jumbo Bintang Lestari diantaranya adalah penambahan jumlah tenaga dan fasilitas keamanan. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pencurian ikan ketika akan masuk masa panen. Disamping itu CV Jumbo Bintang Lestari bekerjasama dengan masyarakat sekitar untuk menjaga lokasi budidaya, hal tersebut dilakukan dengan cara mempekerjakan masyarakat sekitar pada usaha pembesaran ikan lele dumbo.
Tenaga kerja yang selama ini bertugas untuk menjaga keamanan kolam merupakan tenaga kerja bagian produksi yang tinggal di rumah jaga sekitar kolam. Kegiatan menjaga keamanan ini hanya dilakukan oleh
satu orang tenaga kerja dan harus mengawasi areal kolam seluas empat hektar sehingga tidak efektif. Selain itu, untuk menunjang keamanan lokasi budidaya perlu dibangun pos keamanan di beberapa titik yang dinilai rawan terhadap tindakan pencurian.
c) Penanganan Benih Tebar
Penebaran benih merupakan masa yang sangat rentan akan terjadinya kematian pada ikan. Hal ini dikarenakan benih yang ditebar harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya dan banyak benih mengalami stres terhadap perubahan ini. Penanganan benih yang selama ini dilakukan oleh CV Jumbo Bintang Lestari ketika benih akan ditebar yaitu benih langsung ditebar begitu saja ke dalam kolam tanpa memberikan kesempatan bagi benih untuk menyesuaikan dengan air kolam.
Cara penanganan yang dapat dilakukan yaitu memasukkan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkutan benih sebelum benih ditebar. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan antara suhu air pada kolam dengan suhu air yang berasal dari tempat budidaya dimana benih tersebut dihasilkan. Disamping itu dapat dilakukan pemberian el baju untuk membersihkan dan menghilangkan parasit yang mungkin terbawa oleh benih dari asalnya. Dengan demikian, diharapkan tingkat mortalitas yang terjadi dapat ditekan.
2. Mitigasi Risiko
Strategi mitigasi dilakukan CV Jumbo Bintang Lestari dengan tujuan untuk memperkecil dampak dari timbulnya risiko. Caranya adalah menggeser sumber-sumber risiko yang berada pada kuadran II dan kuadran IV ke kuadran I dan kuadran III. Alternatif strategi mitigasi yang dapat dilakukan oleh CV Jumbo Bintang Lestari diantaranya adalah :
a) Sampling Ikan
Dalam kegiatan pembesaran perlu dilakukan pengontrolan terhadap perkembangan ikan atau sampling. Tujuan dari sampling selain untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ikan, juga untuk mengetahui kondisi kesehatan ikan serta efisiensi penggunaan pakan. Apabila terdapat ikan
yang terserang penyakit dapat segera diatasi dan tidak menyebar atau menular pada ikan lainnya.
Sampling yang dapat dilakukan yaitu pengukuran berat dan panjang ikan yang diambil dari beberapa sampel ikan. Selain itu dapat pula dilakukan pengukuran suhu dan pH air agar kondisi lingkungan ikan mampu menunjang pertumbuhannya. Tenik pengambilan sampel ikan sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar ikan tidak stres. Kondisi ikan yang stres dapat mengakibatkan menurunnya nafsu makan ikan bahkan menimbulkan kematian.
b) Diversifikasi Geografis
Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi kerugian (dampak) dari risiko yang dihadapi yaitu diversifikasi. Diversifikasi yang sesuai dengan kondisi yang ada di CV Jumbo Bintang Lestari yaitu diversifikasi geografis yaitu dengan cara membuka lokasi budidaya dengan jarak yang berjauhan dengan lokasi yang ada saat ini. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan apabila di lokasi saat ini mengalami serangan wabah penyakit atau hama sehingga di lokasi budidaya yang lain dapat mengurangi kerugian yang dialami perusahaan.
Kegiatan diversifikasi ini memungkinkan untuk dilaksanakan oleh perusahaan karena ketersediaan dana yang cukup memadai. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi untuk diversifikasi geografis ini diantaraya adalah dekat dengan pasar dan sumber produksi seperti benih, pakan, dan obat-obatan.
c) Menjalin Kerjasama dengan Supplier Pakan
Pakan buatan yang digunakan di CV Jumbo Bintang Lestari merupakan pakan yang berasal dari supplier tunggal. Hal ini menyebabkan perusahaan mengalami ketergantungan terhadap pakan yang digunakan karena komposisi nutrisi pakan telah ditentukan oleh pabrik pakan tersebut. Sementara pada beberapa kejadian yang dialami oleh CV Jumbo Bintang Lestari yaitu terjadi peningkatan FCR yang menjadi patokan terhadap efisiensi penggunaan pakan. Peningkatan FCR
ini akan berimplikasi pada kerugian yang diterima oleh perusahaan karena jumlah pakan yang harus dikeluarkan lebih banyak, sementara itu harga pakan sering mengalami kenaikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh CV Jumbo Bintang Lestari yaitu mencari dan menjalin kerjasama dengan supplier pakan yang lain agar nutrisi pakan dapat saling melengkapi dari pakan yang biasa digunakan.
d) Sistem Kontrak dengan Petani Pembenihan
Kerjasama dengan petani pembenihan telah dilakukan oleh perusahaan, namun kontinuitas pasokan masih rendah. Kontinuitas pasokan benih yang masih rendah ini akan berakibat pada keterlambatan jadwal pemeliharaan bagi proses pembesaran sehingga diperlukan suatu ikatan kerjasama dalam bentuk kontrak.
Lokasi perusahaan yang berada di Kecamatan Gunungsindur dengan mayoritas masyarakatnya yang membudidayakan ikan lele dapat menjadi keunggulan bagi perusahaan. Keunggulan yang dimiliki ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kerjasama yang diikat dalam suatu kontrak yang jelas. Caranya yaitu membangun kerjasama yang saling menguntungkan antara petani pembenihan dengan CV Jumbo Bintang Lestari. Dengan demikian, petani pembenihan tersebut mendapat jaminan pasar terhadap benih yang dihasilkan dan CV Jumbo Bintang Lestari dapat memenuhi kebutuhan benih dalam usaha produksi pembesaran ikan lele dumbo.
Berdasarkan dari hasil identifikasi sumber-sumber risiko, maka dapat diketahui strategi penanganan risiko yang dilakukan dan digambarkan sesuai dengan peta sumber-sumber risiko yang dialami oleh CV Jumbo Bintang Lestari. Dari strategi yang dilakukan berdasarkan hasil pemetaan sumber risiko yang ada dalam kegiatan pembesaran ikan lele dumbo maka dapat disesuaikan dengan letak risiko pada kuadran yang ada dalam sebuah peta risiko.
Strategi preventif risiko yang dilakukan oleh CV Jumbo Bintang Lestari bertujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya risiko yang berada pada kuadran I dan kuadran III. Dari hasil identifikasi, risiko yang terdapat pada kuadran I atau risiko dengan tingkat probabilitas yang besar dan dampak yang
dirasakan juga besar yaitu kualitas dan pasokan benih. Strategi preventif yang telah dilakukan oleh CV Jumbo Bintang Lestari dalam menangani risiko yang berada pada kuadran I adalah dengan cara produksi benih ikan lele dumbo sedangkan alternatif strategi preventif yang dapat dilakukan perusahaan yaitu pengawasan produksi benih bagi petani mitra.
Pada kuadran III, yaitu sumber risiko dengan tingkat probabilitas besar namun dampak kerugian yang dapat ditimbulkannya kecil. Sumber risiko yang berada pada kuadran ini yaitu mortalitas dan sumber daya manusia. Strategi preventif yang telah dilakukan oleh CV Jumbo Bintang Lestari dalam menangani risiko yang berada pada kuadran III adalah dengan cara persiapan kolam, pemberian probiotik dan pemberian vitamin sedangkan alternatif strategi preventif yang dapat dilakukan perusahaan yaitu penanganan terhadap benih yang ditebar dan peningkatan keamanan lokasi budidaya. Hasil pengelompokkan strategi penanganan risiko dengan menggunakan strategi preventif dan dipetakan berdasarkan kuadran risiko dapat dilihat pada Gambar 11.
Gambar 11. Strategi Preventif Risiko CV Jumbo Bintang Lestari
Kuadran 3 • Penanganan benih tebar • Peningkatan keamanan lokasi budidaya Kuadran 1 • Pengawasan
produksi benih bagi petani mitra Kuadran 2 Kuadran 4 Besar 23.000.000 Kecil Probabilitas (%) Besar Kecil 21 % Dampak (Rp)
Strategi penanganan risiko dengan menggunakan strategi mitigasi yang dilakukan oleh CV Jumbo Bintang Lestari dilakukan untuk mengendalikan risiko- risiko dengan dampak yang besar. Risiko yang digolongkan ke dalam risiko dengan dampak besar adalah risiko yang terdapat pada kuadran I dan kuadran II. Dengan adanya tindakan yang dilakukan, maka diharapkan bisa menggeser risiko yang berada pada kuadran I dan kuadran II ke kuadran III dan kuadran IV.
Kuadran I merupakan kuadran dengan dampak kerugian besar dan probabilitas yang besar pula. Pada kuadran ini sumber risiko produksi yang dihadapi oleh CV Jumbo Bintang Lestari adalah kualitas dan pasokan benih ikan lele. Strategi mitigasi yang telah diterapkan oleh perusahaan adalah menjalin kemitraan dengan pembudidaya benih ikan lele sedangkan alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu sistem kontrak dengan petani pembenihan.
Risiko yang termasuk ke dalam risiko dengan dampak besar namun probabilitasnya kecil yaitu masuk ke dalam kuadran II. Pada kuadran ini risiko yang muncul di CV Jumbo Bintang Lestari yaitu kualitas pakan dan serangan penyakit. Adapun alternatif strategi mitigasi yang dapat dilakukan perusahaan yaitu sampling ikan, diversifikasi geografis, dan kerjasama dengan supplier pakan. Hasil pengelompokkan strategi penanganan risiko dengan menggunakan strategi mitigasi dan dipetakan berdasarkan kuadran risiko dapat dilihat pada Gambar 12.
Gambar 12. Strategi Mitigasi Risiko CV Jumbo Bintang Lestari Dampak (Rp) Probabilitas (%) Besar Besar Kecil Kecil 23.000.000 21 Kuadran 2 • Sampling ikan • Diversifikasi geografis • Kerjasama dengan supplier pakan Kuadran 1 • Sistem kontrak dengan petani pembenihan Kuadran 3 Kuadran 4
Diantara empat kuadran yang ada di dalam peta risiko, ada satu kuadran dimana pada kuadran tersebut memiliki probabilitas dan dampak yang disebabkan oleh risiko tersebut kecil, yaitu pada kuadran IV. Di CV Jumbo Bintang Lestari tidak ditemukan sumber risiko dengan probabilitas yang kecil dan dampak kerugian yang dihasilkannya kecil pula sehingga pada kuadran tersebut kosong. Dengan adanya strategi penanganan yang telah dijelaskan diatas, maka diharapkan segala bentuk risiko baik yang disebabkan oleh faktor manusia maupun faktor alam dapat diminimalisir kemungkinan terjadinya serta dapat mengurangi dampak yang diakibatkan dari kejadian merugikan yang terjadi sehingga dapat memaksimalkan penerimaan bagi CV Jumbo Bintang Lestari.