• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.2 Analisis Struktural Novel Girl‟S In The Dark

1.2.3 Alur

Alur berdasarkan tahapan yaitu alur menurut teori Montage dan Hensaw:

a. Exposition

- Cuplikan halaman 6

Saudari sekalian, terimakasih sudah bersedia datang malam ini meskipoun badai sedang menerjang.

Pertemuan ini adalah pertemuan rutin klub sastra semester pertama yang terakhir. Izinkan saya, Sumikawa Sayuri selaku ketua klub sastra memberikan salam pembuka. Silakan mendengarkan dengan santai sambil menikmati welcome drink yang sudah diberikan tadi. Klub ini kecil dengan anggota tidak lebih dari sepuluh orang. Kelihatannya semua orang sudah berkumpul ya. Saya tidak bisa melihat wajah kalian dengan penerangan yang kurang, tapi saya tahu kursi yang disediakan sudah terisi penuh.

Analisis

Cuplikan diatas adalah tahapan peristiwa exposition yakni tahap awal, yang berisi penjelasan tentang perkenalan tokoh pada cerita, dan situasi pada cerita. Tokoh pemeran yang diperkenalkan pada tahapan ini adalah Sayuri sebagai ketua klub sastra yang baru dan anggota klub sastra yang kurang dari sepuluh orang. Situasi saat terjadinya peristiwa tersebut yaitu dengan ruangan yang kurang penerangannya, sehingga tidak terlihat jelas, wajah-wajah yang hadir dalam peristiwa tersebut.

b. Inciting Force

- Cuplikan 1 halaman 15

Biasanya temanya bebas. Tapi kali ini, temanya sudah ditentukan dengan seizin kalian karena ada kejadian itu. Ayah sadar, pasti sulit untuk menulis dengan tema yang ditentukan. Apalagi kali ini batas waktunya juga sangat mepet. Tapi saya ingin klian bisa berpikir secara positif. Anggaplah ini sebuah latihan yang penting.

Iya tema kali ini adalah kematian ketua klub sebelumnya Shiraishi Itsumi.

- Cuplikan 2 halaman 18 Kenapa Itsumi tiada?

Sampai sekarang pun saya tidak tahu.

Baru semiggu sejak kematiannya. Saya masih belum mempercayainya.

Kalian pun merasakannya kan tidak bisa disalahkan. Itsumi yang ceria itu akhirnya menjadi seperti itu...

...maafkan saya karena menangis.

Apa?

Tentu saja saya tahu. saya tahu ada gosip yang tersebar yang mengatakan bahwa salah seorang dari kita membunuh Itsumi. Kau bertanya apa saya mempercayainya...? hmmm... bagaimana ya...

Saya tidak bisa mengatakannya karena masih ada yang tahu apakah kematian Itsumi adalah bunuh diri, atau dibunuh orang lain.

- Cuplikan 3 halaman 20

Tapi... bagaimanapun juga, apapun caranya saya ingin tah. Saya ingin tahu kejadian yang sebenarnya.

Karena itu saya meminta kalian menceritakan kejadian ini dari sudut pandang kalian masing-masing. Sebuah naskah dengan tema kematian Itsumi. Naskah yang kita persembahakan untuk Itsumi.

Kenapa Itsumi harus mati? Kemudian...apakah benar ada diantara kita yang membunuhnya?

Analisis

Cuplikan diatas adalah tahapan peristiwa inciting force, yang menjelaskan dimana tahapan ketika timbul kekuatan, kehendak, maupun prilaku yang bertentangan dari pelaku. Pada cuplikan halamam 18, menjelaskan bahwa ada gosip yang mengatakan bahwa salah satu dari klub sastralah yang membunuh Itsumi, sedangkan klub sastra sendiri tidak diizinkan untuk melihat pemakaman Itsumi.

Dilanjutkan penjelaan pada cuplikan halaman 20, bahwa anggota klub sastra ingin tahu kejadian yang sebenarnya. Sayuri sebagai klub sastra menyuruh anggota klub sastra untuk menceritakan pandangan masing-masing siapa yang membunuh Shiraishi Itsumi.

Dalam penjelasan dari cuplikan ini, yang merupakan hal bertentangan dengan perilaku antar tokoh adalah, apakah mereka akan menuduh teman sesama anggota klub sastra untuk mencari kebenarannya dan mungkin dia juga tertuduh sebagai pembunuh ketua klub sastra yang sangat mereka hormati.

c. Rissing Action

- Cuplikan 1 halaman 55

“akhir-akhir ini kondisi ayah aneh. Kemudian saat aku menyelidiki ruangan kerja, ada sapu tangan khusus sekolah ini. tentu saja bukan milikku.”

“wah...”

“di sapu tangan itu tercium bau bunga lily. Le muguet, guerlain... di dunia ini hanya ada satu orang yang mengnakan parfum ini kan?,”

“oh tidak. Jadi...”

“kejam, ya. Teman sekelas jurusan IPA. Aku pikir dia saingan yang baik.

Tapi... sejak kapan dia dan ayah...”

- Cuplikan halaman 58

Suatu hari setelah salon usai, Itsumi memanggilku ke salon. Di salon hanya ada Itsumi yang berselonjor di dekat perapian. Saat melihatku, wajahnya berubah menjadi tenang, seperti anak tersesat yang akhirnya menemukian ibunya.

“terimakasih sudah datang. Silakan duduk. Akan aku siapkan teh.

Commpmile tidakapa-apa kan? Bisa membuat tenang.”

“iya”

Beberapa saat Itsumi menghilang ke dapur dan saat muncul lagi dia membawa satu set peralatan teh ginori di atas nampan. Di atas piring kecil ada pie apel dan eskrim vanila.

“kemarin ya... Sonoko datang lagi ke rumah.”

Benar rupanya Itsumi ingin membicarakan masalah ini. kemarin Koga tidak mengikuti pertemuan membaca. Aku sudah curiga.

“ibu kemarin pergi sukarelawan, adikku ikut klub, jadi tidak ada orang dirumah. Buru-buru aku pulang kerumah setelah pertemuan membaca dan aku bertemu Sonoko di pintu depan,” ujar Itsumi dengan rasa sakit.

“kau bertanya pada ayahandamu?”

“aku sudah ingin mendesaknya tapi, tapi tidak jadi. Akan aku tanya setelah mengumpulkan bukti. Aku pernah terpergok di ruang kerja dan dia marah, mengatakan aku tidak tahu malu.”

- Cuplikan 2 halaman 61

Seminggu berlalu sejak kematian Itsumi. Siapa yang membunuh Itsumi...? siapapun ingin menggali kebenarannya.

Tapi aku tahu. yang mendorong Itsumi dari teras sampai jatuh tak lain dan tak bukan adalah Koga Sonoko

Analisis

Cuplikan diatas menjelaskan bahwa pelaku pelaku dalam cerita mulai memiliki konflik. Cuplikan tersebut merupakan naskah yang dibacakan oleh Mirei, yang berisikan pendapatnya tentang siapa yang membunuh Itsumi. Seperti dalam cuplikan halaman 55, dijelaskan bahwa sebelum Itsumi meninggal, dia pernah bercerita tentang masalah keluarganya kepada Mirei.Itsumi mengatakan bahwa temannya yaitu Koga Sonoko, memiliki hubungan dengan ayah Itsumi. Pada cuplikan halaman 58, Itsumi juga bercerita kalau Sonoko datang lagi kerumahnya saat tidak ada ibu dan adiknya. Saat Itsumi menanyakan hal itu kepada ayahnya, justru ayahnya marah kepada Itsumi. Hal itulah yang membuat ada konflik antara

Itsumi dengan Sonoko dan Mirei. Pada cuplikan halaman 61, Mirei menyatakan bahwa Koga Sonoko lah yang menyebabkan kematian Itsumi.

- Cuplikan 3 halaman 87

suatu hari Itsumi muncul didapur dengan raut wajah gelap. Saat itu aku sedang mencampurkan gula bubuk dengan almond yang sudah di haluskan.

“senpai, ada apa?”

“hmmm... sebenarnya.” Itsumi menghela nafas panjang “aku diuntit.‟

“eh?” aku membayangkan wajah adik-adik yang sering menunggu Itsumi dilorong maupun di jalanan saat pulang sekolah. Diantaranya memang ada orang yang dengan gencarnya memberikan surat atau hadiah, bahkan ada yang meminta alamat e-mail. Meskipun Itsumi mengatasinya dengan senyum manis, mungkin sebenarnya dalam hati dia merasa capek.

“senpai kan memang mencolok, jadi tidak heran. Apalgi sudah menjadi idola.‟

“bukan begitu dia sampai masuk kedalam rumah!”

“eh,? Sampai kerumah?‟

“iya. Dia bilang dia ingin jadi guru privat adikku dan memakasa...”

“tidak bisa ditolak?”

“aku sudah menolaknya berkali-kali. Tapi dia bilang tidak dibayar pun tidak apa-apa. Tidak mungkin kan aku melakukan hal seperti itu/ jadi aku membayarnya bulanan... tapi meskipun begitu.... ya,kan?”

“itu tidak bisa dibenarkan. Sudah coba bicara dengan kepala sekolah?”

“ah... dia bisa dibilang pintar, juga bisa dibilang licik... disekolah ini tidak bisa kerja paruh waktu kan? Tapi dia konsultasi dengan kepala sekolah, katanya dia tidak bisa melanjutkan hidup kalau tidak kerja sambilan. Kepala sekolah malah mengajukan usul agar dia menjadi guru privat adikku. Dengan demikian dia akan mengizinkan kerja paruh waktunya. Karena itu, dia sudah menelan kepala sekolah bulat-bulat”

- Cuplikan 4 halaman 90

“tapi bukan hanya itu saja.”

“tidak hanya menguntit? Dengan masuk kerumah saja itu menurut saya sudah keterlaluan.”

“sebenarnya... banyak barang dirumah yang hilang.”

“eeeh?”

“awalnya barang-barang kecil seperti sapu tangan, dan tas kecil untuk peralatan makeup. Taoi lama kelamaan semakin meningkat seperti jam duduk limoges, dan gelas. Selain itu uang di dompet pun dicuri.”

- Cuplikan 5 halaman 94

“sebenarnya... kemarin barangku yang berharga lagi-lagi dicuri.”

Aduh. Apa?”

“ Jepit rambut. Jept rambut yang ada hiasan bunga lily nya.”

“apa bukan ibunda atau pembantu yang membereskannya”

“tentu saja aku sudah bertanya pada mereka, tapi katanya tidak ada yang menyentuhnya. Padahal aku sudah menyimpannya baik-baik di meja rias.”

“kejamnya...”

“aku masih bisa memaafkannya kalau barang lain yang dia curi. Tapi jepit rambut lily itu tidak bisa. Itu pesanan khusus, hadiah dari nenekku yang sudah meninggal.”

Analisis

Cuplikan diatas adalh naskah yang dibacakan oleh Kominami Akane. Cuplikan diatas menjelaskan bahwa Itsumi memberitahukan kepada Akane, bahwa ada yang menuntitnya, dan dia merupakan salah satu anggota klub sastra. Dalam naskah yang dibacakan oleh Akane tidak diberitahukan saiapa sebenarnya yang menyebabkan kematian Itsumi tapi secara tidak langsung Akane memberitahukan bahwa orang yang sedang memakai jepit rambut lily itulah orang yang menyebabkan kematian Itsumi. Pada acara Yami-nabe, seseorang yang memakai jepit rambut lily itu adalah Nitani Mirei. Dalam pembacaan naskah Kominami Akane, Akane dan Mirei mulai memiliki konflik.

- Cuplikan 1 halaman 132

Suatu hari, saat ada pertemuan klub, Itsumi berkata, “oh iya,

bagaimana kalau kita terjemahkan kimi-kage sou karya Takaoka-san kedalam bahasa Bulgaria? Bukan, jangan hanya Bulgaria. Bahasa Inggris, dan bahasa Prancis juga. Kemudian kita kirim ke penerbit luar negeri, mengekspornya. Tidakkah kalian pikir betapa cantiknya ada seorang anggota klub ini yang terbang sampai keluar negeri?”

Anggota-anggota yang lain menyetujui ini,,, kecuali satu. Satu orang itu diluar dugaan, adalah sang penulis, Takaoka Shiyo.

“ wah, Takaoka-san, kenapa memasang wajah seperti itu?”

“senpai, saya berteriakasih kalau senpai menyukai karya saya, tetapi usul tadi adalah penghinaan terhadap sebuah karya. Saya bangga bahwa saya adalah orang Jepang. Kalau diterjemahkan, saat itu juga karya saya bisa dianggp mati.”

“tidak sampai begitu, kan? Kalau aku dan Sayuri selesai membuat terjemahan bahasa Inggris, kau bisa mengeceknya. Lagipula kau pintar berbahasa Prancis, kan? Kau bisa menjaga arti setiap kata dan kau bisa menerjemahkannya sendiri, kan?”

“sudah aku bilang, tidak mungkin bisa menjaga arti setiap kata! Itsumi senpai tidak mengerti perasaan seorang profesional1” protes protes Takaoka-san dengan setengah berteriak.

- Cuplikan 2 halaman 140

Aku tidak akan memaafkanmu. Kubunuh kau.

Kata-kata yang saya dengar di perayaan paskah itu seperti menusuk-nusuk telinga.

Kebencian Takaoka-san pada Itsumi sangat hebat.

Itsumi sudah memberitahukan kepada kita siapa penjahat yang sebenarnya. Itsumi mengatakan kepada saya bahwa kimi-kage sou adalah nama lain dari bunga lily.

Analisis

cuplikan diatas adalah nsakah yang dibacakan oleh Diana Detcheva, murid internasional. Sejak awal Diana bertemu dengan Shiyo di bulgaria, Diana melihat bahwa Takaoka tidak menyukai Itsumi, Takaoka melihat Itsumi seperti dia ingin membunuhnya. Setelah masuk kesekolah yang sama dengan Itsumi dan Takaoka,

Diana pertama kali melihat bahwa Takaoka membentak Itsumi. Saat kematian Itsumi, Itsumi menggenggam setangkai bunga lily di tangannya. Oleh sebab itu, Diana berpikir bahwa bunga lily itu merupakan pesan yang disampaikan oleh Itsumi. Bunga lily tersebut merupakan nama lain dari kimi-kage sou, yang tidak lain adalah judul novel karya Takaoka Shiyo.

- Cuplikan 3 halaman 174-175 Siapa? Dijam seperti ini?

Ditengah keingintahuanku, aku mendekati bayangan itu. Bayangan itu dengan perlahan dan dengan tak nyaman... ini benar... menyeret kakinya. Tidak aneh memang bagi Diana yang tinggal di biara yang menjadi bagian kmpleks sekolah untuk berkeliaran di kompleks pada jam seperti ini. saat itu aku sudah ingin berbalik menuju UKS.

Saat itulah hal itu terjadi. Diana membuka kainnya dan mengeluarkan sesuatu didalamnya. Sebuah boneka.

Kemudian aku menjadi tertarik melihat kenyataan bahwa benda penting yang tidak mungkin ia lepaskan itu adalah boneka. Jadi aku berpindah ke tempat yang bisa melihat lebih jelas lagi.

Diana menekan boneka itu pada batang pohon. Kemudian gadis itu mengeluarkan sebilah pisau, menghunjamkannya pada dada sang boneka!

Aku yang terkejut ingin melihat lebih lagi dan berjinjit... kemudain aku terkesiap.

Wajah boneka itu sama dengan Itsumi.

- Cuplikan 4 halaman 176

“tumben kau telat. Kenapa?” tanyaku

“ah, nyeri,” jawab Itsum. “dari tadi pagi dadaku terasa nyeri.”

“eh?” sejenak aku meragukan pendengaranku.

“aku memeriksakan diri di rumah sakit ayah, tapi katanya tidak ada masalah.”

Diotakku muncul gambar pisau yang ditancapkan pada dada sesosok boneka. Aku menoleh ke arah kursi Diana, dia mengelus boneka dari atas kain dan tersenyum penuh teka-teki.

Diana membisikkan sesuatu. Kalimatnya berakhir dengan tajam.

Analisis

Cuplikan diatas adalah naskah yang dibacakan oleh Koga Sonoko, yang mengatakan bahwa Diana yang menyebabkan kematian Itsumi dengan menggunakan sihir. hal-hal yang tidak dapat diterima oleh ilmiah itulah kenyataan yang dilihat oleh Sonoko, atas kematian Shiraishi Itsumi.

- Cuplikan 5 halaman 218-219

Kemudian aku memutuskan untuk mengawasi, ternyata benar disetiap makana yang disediakan untuk Itsumi senpai selalu ada tandanya.

Akane-chan juga selalu menyerahkannya secara langsung. Terus, setelah memakannya beberapa sendok, Itsumi selalu mengatakan dia nggak enak badan.

Aku tahu gejala seperti ini... benar. Orang yang ketagihan jadi seperti ini. aku pernah diminta menulis esai dari sudut pandang pelajar SMA dalam rangka mempromosikan kampanye anti obat-obatan terlarang.

Slogannya: “tidak boleh! STOP! obat-obatan terlarang!” aku juga pernah mengunjungi sebuah pusat rehabilitasi. Jadi, aku tahu gejalanya.

Iris mata terbuka lebar, tidak menyesuaikan suhu tubuh, selalu merasa haus, makannya banyak... persis banget, kan, dengan keadaan Itsumi-senpai?

Aku gugup sambil berpikir bahwa ini gak baik. Kalau sampai ini terus belanjut, Itsumi-senpai bisa sakit dan malah mati. Tapi, kalau aku menhentikannya teran-terangan, Akane-chan bisa-bisa gak punya muka.

Tapi aku juga nggak bisa diam saja.

Analisis

Cuplikan diatas adalah naskah terakhir yang dibacakan oleh Takaoka Shiyo, yang menjelaskan bahwa Itsumi mati karena keracunan makanan. Akane adalah anggota klub sastra yang diundang langsung oleh Itsumi pertama kali.

Akane diundang karena Akane mampu membuat kudapan ala barat yang enak.

Kebetulan Salon klub sastra memiliki dapur yang mewah sesuai dengan dapur impian Akane. Sebelum masuk sebagai anggota klub, restoran keluarga Akane mengalami kebakaran, sehingga membuat Akane tidak dapat memasak lagi, dan hanya salon tempatnya melakukan dan bisa menunjukkan kemampuannya dalam memasak kudapan. Tapi semenjak Itsumi berencana untuk menutup klub saat Itsumi lulus, Akane merasa tidak senang. Hal itulah yang dipikirkan oleh Takaoka sebagai alasan Akane untuk membunuh Itsumi.

d. Crisis

- Kesimpulan dari halaman 230-242

Itsumi menyukai seorang guru yaitu Hojo-sensei. Hojo-sensei adalah seorang guru sastra, sebelumnya hojo-sensei menjadi pembimbing di klub sastra, yang sekarang sudah tidak ada lagi. Untuk bisa dekat dengan Hojo-sensei, Itsumi membuka kembali klub sastra.

Sebuah klub bisa dibuka dengan minimal dua anggota. Itsumi meminta Sayuri menyerahkan surat kalau dia ikut sebagai anggota klub sastra.

Maka klub sastra dibuka. Itsumi dan Hojo-sensei sering menuliskan esai, cerpen dan lain-lain, Itsumi menuliskan cerita cinta yang panas dan membacakannya di depan Hojo-sensei, Hojo-sensei pun semakin mengetahui perasaan Itsumi. Itsumi kini bisa memiliki hubungan yang lebih dengan Hojo-sensei. Mereka biasanya bertemu di klub sastra, namun setelah setahun berlalu, Itsumi merasa kurang puas dengan apa yang dia miliki di SMA itu. Itsumi ingin menjadi tokoh utama di SMA Santa Maria, Itsumi ingin dialah yang paling bercahaya di SMA itu, dan semua perhatian siswi lain adalah kepada Itsumi. Untuk memenuhi keinginannya itu dia ingin memiliki tokoh pembantu. Tentu saja tokoh pembantunya bukan sembarangan, harus cantik dan merupakan pusat perhatian orangn-orang juga.

Suatu saat Itsumi menemukan seseorang yang cantik yang menurutnya bisa dijadikan untuk tokoh pembantu, yaitu Takaoka Shiyo, Shiyo adalah seorang penulis yang terkenal. Itsumi berusaha untuk mencari tahu rahasia yang dimiliki oleh Shiyo, agar Shiyo bisa menjadi

pengikut yang setia. Itsumi memiliki seorang teman di Prancis, mereka biasanya bertukar novel, saat Itsumi memberikan novel ciptaan Takaoka Shiyo. Setelah membaca novel tersebut, teman Itsumi memberitahukan bahwa ada satu novel yang mirip dengan novel tersebut. Setelah Itsumi membacanya ternyata novel itu tidak hanya mirip, tapi sama persis.

Itsumi menemukan rahasia busuk Takaoka Shiyo. Itsumi pergi menemui Shiyo dan memberikan novel yang sama dengan Karya Takaoka Shiyo.

Shiyo gemetar dan ketakutan, memohon agar Itsumi tidak memeberitahukan kepada siapaun kalau dia plagiat, dan akan melakukan apapun yang diinginkan Itsumi. Itsumi kemudian mengundangnya untuk ikut menjadi anggota klub sastra.

Itsumi tertarik melihat Akane yang juga memiliki kecantikan seperti di cerita dongeng. suatu hari Itsumi mengikuti Akane, biasanya Akane langsung pulang kerumah, tapi kali ini tidak Akane pergi ke restoran pada malam hari. Itsumi melihat sesuatu yang bercahaya keluar dari tangan Aakane, pemantik api. Lalu Akane membakar restoran keluarganya. Itsumi datang kehadapan Akane. Akane sangat terkejut dan ketakutan. Saat itu juga Itsumi mengundang Akane untuk bergabung di klub sastra, walaupun sebenarnya tidak suka tapi Akane harus mau.

Demikian lah akhirnya Itsumi membangun dunianya sendiri. Dan mengundang gadis-gadis lain untuk dijadikan budaknya.

Koga Sonoko seorang siswi yang pintar dan memiliki otak yang encer. Dia mau menjadi panitia paskah karena ingin mendapatkan rekomendasi untuk masuk ke sekolah swasta kedokteran kelas satu.

Diam-diam dia masuk keruangan kerja Ayah Itsumi dan menyadap komputer nya. Lalu menyelinap masuk keruangan komputer sekolah untuk mengganti nilai-nilainya.

Nitani Mirei, mengaku bahwa dia bekerja sukarela untuk dengan menjadi lawan bicara seseorang di internet, yang ternyata dia menjadi gadis simpanan banyak laki-laki demi uang.

Kemudian Diana Detcheva, yang rela mendorong kakaknya jatuh dari bentang, setelah dia menyadari tanggal pemberangkatan kakaknya pergi ke Jepang. Dia mendorong kakaknya agar bisa menggantikan kakaknya berangkat ke Jepang.

Analisis

Cuplikan ini berada pada tahapan crisis dimana situasi pada cerita semakin panas. Cuplikan pada halaman 230-242 merupakan naskah yang dituliskan oleh Shiraishi Itsumi. Dalam cuplikan tersebut Itsumi menjelaskan bahwa anggota klub sastra itu didrikan untuk tujuan nya menjadi tokoh utama disekolah SMA putri ini.

dan alasan semua anggota klub berada di klub sastra itu bukanlah seperti apa yang mereka ceritakan sebelumnya, seperti mereka mengagumi Itsumi karena kebaikan, karena Itsumi cantik dan suatu kebanggaan bisa berada di klub sastra. Tapi, semua anggota klub berkumpul karena mereka memiliki rahasia busuk yang diketahui oleh Itsumi, agar Itsumi tidak membocorkan rahasia mereka, mereka mau melakukan apa pun yang dikatakan oleh Itsumi. Dengan kata lain Itsumi memberikan mereka anacaman dan mau menjadi tokoh pembantu dalam kisah kehidupan Itsumi. Dalam kehidupan Itsumi mereka hanyalah peran pembantu yang bodoh. Dalam hal ini jelas bahwa anggota mencereitakan kisah yang

berlawanan dengan yang sebenarnya mengenai pertemuan mereka dengan Itsumi.

Semua anggota berpikir bahwa karena kematian Itsumi, nasib mereka telah bebas dari ancaman Itsumi, tetapi pada malam acara Yami-nabe, ternyata Itsumi juga menuliskan surat kebenaran dari kisah mereka. Surat itu di bacakan oleh Sumikawa Sayuri.

c. Climax

- Kesimpulan cuplikan halaman 258-266

Saat memiliki hubungan dengan Hojo-sensei ternyata Itsumi diam-diam sudah hamil. Dan dia berencana untuk melahirkan anak itu, dan menikah dengan Hojo-sensei. Untuk mendapatkan restu dari ayah Itsumi, dia menutupi tentang kehamilannya dari ayahnya dan akan memberitahukannya kalau keadaan kandungannya sudah tidak mungkin untuk digugurkan.

Suatu hari hubungan Hojo-sensei dan Itsumi diketahui oleh ayah Itsumi. Ayah Itsumi seorang yang tidak pernah memiliki jalan keluar memecat Hojo-sensei dan mengusirnya dari kota. Ayah Itsumi juga memilih untuk menggugurkan kandungannnya. Kemudian dia berpikir bahwa anggota klub sastra lah yang bisa membongkar rahasianya itu.

Orang yang bisa mencuri fotonya saat di bulgaria adalah Takaoka atau Diana atau bisa keduanya. Orang yang bisa keluar masuk keluar rumah adalah Nitani, atau Koga, atau keduanya. Orang yang tau kehamilannya adalah Kominami yang sadar akan perubahan selera makan Itsumi dan Diana yang bisa sadar perubahan bentuk tubuh Itsumi.

Orang yang bisa mendapatkan foto USG adalah Koga yang pernah membantu dirumah sakit, dan Kominami yang bisa menemukan buku agenda Itsumi.

Itsumi meninggalkan surat wasiat untuk semua anggota klub sastra,

Itsumi meninggalkan surat wasiat untuk semua anggota klub sastra,

Dokumen terkait