*) Softcopy
**) Daftar ST2013-PES.RL dikirimkan ke BPS kabupaten/kota setelah kegiatan matching dilakukan
Bagan 1.2. Alur Dokumen dalam Pelaksanaan PES ST2013 1.9. Jadwal Kegiatan
Tabel.1.2 Jadwal Kegiatan PES ST2013
No. Kegiatan Jadwal
1. Pembahasan metodologi/teknik penghitungan dan penyusunan 20 – 24 Mei buku pedoman dan kuesioner
2. Pencetakan Kuesioner dan Buku Pedoman 27 – 29 Mei
3. Pengiriman buku pedoman dan kuesioner ke daerah 30 – 31 Mei 4. Pelatihan Innas PES ST2013 selama 5 hari 3 – 7 Juni 5. Pelatihan Petugas Pencacahan Lengkap selama 4 hari 10-14 Juni 6. Pemutakhiran (ST2013-PES.P), Pencacahan lengkap (ST2013- PES.L) 17 Juni – 7 Juli
& Pemeriksaan
7. Briefing dan Matching hasil pencacahan PES di Provinsi selama 8 hari 15 – 22 Juli
8. Rekonsiliasi lapangan 23 Juli – 2 Ags
9. Entry data hasil PES ST2013 23 Juli – 23
10. Pengiriman dokumen dan data clean hasil PES ke BPS RI 26 – 30 AgsAgs - ST2013-PES.P - ST2013-PES.P *) - ST2013-PES.L - ST2013-PES.WB - ST2013-KODE - ST2013-PES.RL - Buped Kepala BPS - Buped Pencacah - Buped Kortim - Buped Matching
BPS Propinsi - ST2013-PES.RL **) - Buped Kepala BPS - Buped Pencacah - Buped Kortim - Buped Matching
BPS Kab/Kota Pencacah/kortim
- ST2013-PES.DSBS - ST2013-PES.P - ST2013-PES.L - ST2013-PES.WB - ST2013-KODE - PETA SP2010-WB - Buped Pencacah - Buped Kortim - ST2013-PES.RL - PETA SP2010-WB - ST2013-PES.RL - PETA SP2010-WB - Buped Kepala BPS - Buped Pencacah - Buped Kortim - ST2013-PES.RL
No. Kegiatan Jadwal
11. Finalisasi data 2 – 30 Sept
12. Tabulasi dan penghitungan statistik 1 – 14 Okt
13. Penulisan laporan 16 – 31 Okt
II ORGANISASI LAPANGAN 2
2.1. Organisasi di Pusat dan di Daerah
Penanggung jawab pelaksanaan PES ST2013 di BPS RI adalah Direktur Pengembangan Metodologi Sensus dan Survei. Penanggung jawab pelaksanaan di daerah baik teknis maupun administrasi adalah Kepala BPS Provinsi dibantu oleh Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik, dan Kepala Seksi Integrasi Pengolahan Data, dan Kepala BPS Kabupaten/Kota dibantu oleh Kepala Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik. Dengan demikian BPS Provinsi dan BPS Kabupaten/Kota bertanggung jawab mulai dari penentuan petugas, termasuk aspek-aspek pelaksanaan lapangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan ini.
2.2. Tugas, Tanggung jawab, Wewenang Kepala BPS Provinsi
Kepala BPS Provinsi mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang sebagai berikut:
1) Mengkoordinasikan pelaksanaan PES ST2013 di daerah sesuai petunjuk yang digariskan oleh Kepala BPS.
2) Memberi petunjuk kepada Kepala BPS Kabupaten/Kota dan jajarannya tentang pelaksanaan PES. Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, Kepala BPS Provinsi dibantu oleh Kepala Bidang, Kepala Bagian, Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian dan staf lainnya.
3) Mengatur pengelolaan dokumen/perlengkapan.
4) Mengatur pengelolaan dan administrasi keuangan.
5) Mengatur rekrutmen petugas dan penyelenggaraan pelatihan petugas.
6) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan.
7) Melakukan tugas yang diperintahkan langsung maupun tidak langsung oleh pimpinan BPS, serta petunjuk dalam buku pedoman.
2.3. Tugas, Tanggung jawab, Wewenang Kepala Bidang IPDS
Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Provinsi dibantu oleh Kepala Seksi Integrasi Pengolahan Data, mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang sebagai berikut:
1) Membantu Kepala BPS Provinsi sebagai koordinator teknis seluruh pelaksanaan PES ST2013 di provinsi.
2) Mengkoordinasikan kegiatan rekrutmen dan pelatihan petugas dengan BPS di kabupaten/kota.
3) Menerima dan mendistribusikan dokumen dan perlengkapan PES ST2013.
4) Memonitor dan mengawasi pelaksanaan pencacahan PES ST2013.
5) Bersama Kabid Statistik Produksi menindaklanjuti rekomendasi evaluasi maupun pengawasan lapangan.
6) Mengkoordinir pemisahan ST2013-L hasil ST2013 untuk blok sensus terpilih PES ST2013 dari BPS Kabupaten/Kota untuk keperluan matching.
Dokumen-dokumen tersebut agar tidak dipotong terlebih dahulu sampai pelaksanaan matching selesai, atau dokumen-dokumen tersebut diolah tidak dengan scanner.
7) Menerima Daftar ST2013-PES.P dan ST2013-PES.L hasil updating dan pencacahan lengkap dari BPS Kabupaten/Kota.
8) Mengkoordinasikan kegiatan matching di BPS Provinsi.
9) Mengkoordinasikan kegiatan entry data hasil pencacahan PES di BPS Provinsi.
10) Mengelola dan mengawasi dokumen PES ST2013 yang harus dikirim kembali ke BPS Kabupaten/Kota untuk direkonsiliasi.
11) Mengirim data hasil pengolahan ke BPS cq Direktorat Pengembangan Metodologi Sensus dan Survei.
12) Melakukan tugas yang diperintahkan langsung maupun tidak langsung oleh Pimpinan BPS Provinsi, serta petunjuk dalam buku pedoman.
2.4. Tugas, Tanggung jawab, Wewenang Kepala BPS Kabupaten/Kota Kepala BPS Kabupaten/Kota bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan PES ST2013 di wilayah tugasnya. Secara umum Kepala BPS
Kabupaten/Kota mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang sebagai berikut:
1) Melaksanakan petunjuk dan pengarahan yang diberikan oleh kepala BPS Provinsi yang mencakup seluruh tahapan dan proses sesuai dengan pedoman.
2) Melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait di wilayahnya sehubungan dengan kegiatan PES ST2013.
3) Mengkoordinir perekrutan petugas lapangan.
4) Mengelola distribusi dokumen sesuai petunjuk pelaksanaan.
5) Melakukan pengawasan lapangan, mengelola organisasi PES ST2013 di tingkat Kabupaten/ Kota, dan menyampaikan laporan kepada Kepala BPS Provinsi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan PES ST2013.
6) Mengelola administrasi pelaksanaan kegiatan PES ST2013.
7) Mengawasi pengiriman dokumen PES ST2013 ke BPS Provinsi.
8) Menerima dokumen dari BPS Provinsi, serta membagi dokumen dan perlengkapan petugas untuk pelaksanaan lapangan.
9) Memonitor dan mengawasi pencacahan, serta memecahkan segala masalah yang timbul.
10) Melakukan tugas yang diperintahkan langsung maupun tidak langsung oleh Pimpinan BPS Provinsi, serta petunjuk dalam buku pedoman.
2.5. Tugas, Tanggung jawab, Wewenang Kepala Seksi IPDS
Kepala Seksi IPDS BPS Kabupaten/Kota mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang sebagai berikut:
1) Melakukan perekrutan petugas lapangan.
2) Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota sebagai koordinator teknis seluruh kegiatan PES ST2013 di kabupaten/kota dan mengawasi seluruh kegiatan lapangan.
3) Mempersiapkan print-out peta WB untuk semua BS, dan menyiapkan peta desa (WA).
4) Memprioritaskan pengolahan dokumen ST2013-P untuk blok-blok sensus yang terpilih sampel PES ST2013, dan selanjutnya dikirimkan ke BPS
Provinsi untuk keperluan matching.
5) Mengelola dokumen PES ST2013, mencakup penerimaan, pemeriksaan, dan pengiriman ke BPS provinsi. Termasuk mengelola dokumen yang harus kembali ke lapangan untuk rekonsiliasi oleh Kortim.
6) Melakukan tugas yang diperintahkan langsung maupun tidak langsung oleh Pimpinan BPS Provinsi, serta petunjuk dalam buku pedoman.
2.6. Tugas dan Kewajiban Koordinator Tim (Kortim)
Pencacahan rumah tangga dalam kegiatan PES ST2013 dilakukan secara Tim. Setiap Tim diketuai oleh seorang koordinator yang disebut dengan Kortim. Kortim adalah mitra statistik atau staf BPS Kabupaten/Kota. Kortim bertugas melakukan koordinasi pelaksanaan kegiatan pemutakhiran rumah tangga dan pencacahan lengkap PES ST2013 di seluruh wilayah tugas PCL yang menjadi tanggung jawabnya.
Adapun tugas dan kewajiban Kortim adalah sebagai berikut:
1) Mengikuti pelatihan PES ST2013.
2) Menerima Daftar ST2013-PES.DSBS, Daftar ST2013-PES.P, Peta SP2010-WB atau ST2013-SP2010-WB, Daftar ST2013-PES.SP2010-WB, dan Daftar ST2013-PES.L dari penanggung jawab pelaksana di BPS Kabupaten/Kota
3) Membantu pendistribusian dokumen.
4) Melakukan koordinasi dengan penguasa wilayah dan Ketua SLS setempat untuk menginformasikan kegiatan lapangan PES ST2013.
5) Mengenali batas-batas blok sensus yang menjadi tanggung jawabnya bersama-sama dengan PCL.
6) Membagi tugas pemutakhiran rumah tangga dan pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian kepada PCL.
7) Mengawasi jalannya pelaksanaan pemutakhiran rumah tangga dan pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian, apakah sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
8) Selama pencacahan, kortim selalu bersama PCL di lapangan, sehingga hasil pencacahan langsung diperiksa.
9) Mencacah ulang beberapa rumah tangga yang telah dicacah oleh PCL pada awal-awal pencacahan. Hasilnya untuk didiskusikan dan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.
10) Mengatasi masalah teknis yang dihadapi oleh PCL dan apabila perlu melaporkannya kepada penanggung jawab pelaksanaan di BPS Kabupaten/Kota untuk penyelesaiannya.
11) Memeriksa kewajaran isian Daftar ST2013-PES.P, Daftar ST2013-PES.L, dan Peta SP2010-WB atau ST2013-WB, termasuk cara penulisan Daftar ST2013-PES.L.
12) Memperbaiki isian dokumen ST2013-PES.P, jika terdapat perbedaan isian dengan dokumen ST2013-PES.L.
13) Mengisi Daftar ST2013-PES.WB.
14) Mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan dokumen hasil pencacahan (Daftar ST2013-PES.P, Daftar ST2013-PES.L, dan Peta SP2010-WB atau ST2013-WB) dari PCL
15) Menyerahkan dokumen hasil pencacahan (Daftar ST2013-PES.P, Daftar ST2013-PES.L, dan Peta SP2010-WB atau ST2013-WB), yang sudah lengkap dan terisi dengan benar setelah pemeriksaan silang antar rincian, kepada penanggung jawab pelaksanaan di BPS Kabupaten/Kota.
16) Melakukan rekonsiliasi dengan Daftar ST2013-PES.RL untuk rumah tangga yang “mungkin match”.
17) Menyerahkan hasil rekonsiliasi lapangan ke BPS Kabupaten/Kota untuk selanjutnya dikirim ke BPS Provinsi guna penentuan status match akhir.
18) Mematuhi tata cara, tahapan, dan jadwal waktu yang ditentukan.
19) Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Pimpinan BPS Kabupaten/Kota, serta petunjuk dalam buku pedoman
2.7. Tugas dan Kewajiban PCL
Pelaksanaan pemutakhiran dan pencacahan lengkap di setiap Kabupaten/Kota terpilih dilakukan oleh 1 (satu) Tim petugas yang terdiri dari 1 (satu) orang Kortim dan 3 (tiga) orang petugas pencacahan lengkap (PCL). Satu
tim bertugas di 6 blok sensus. PCL PES ST2013 adalah mantan PCL/kortim terbaik pada ST2013 tetapi bertugas pada blok sensus yang berbeda.
Adapun tugas dan kewajiban PCL adalah sebagai berikut:
1) Melakukan tugas dan kewajiban sesuai perintah atau arahan dari pihak yang berwenang.
2) Mengikuti pelatihan PES ST2013
3) Menerima dokumen pencacahan (yaitu: Peta SP2010-WB atau ST2013-WB, Daftar ST2013-PES.P, dan Daftar ST2013-PES.L) dari Kortim, serta perlengkapan pencacahan dari Koordinator Sensus Kecamatan.
4) Melakukan koordinasi dengan penguasa wilayah dan Ketua SLS setempat untuk menginformasikan kegiatan lapangan PES ST2013.
5) Mengenali batas-batas blok sensus yang menjadi tanggung jawabnya bersama-sama dengan Kortim.
6) Melakukan pemutakhiran rumah tangga dengan Daftar ST2013-PES.P, sesuai alokasi tugas dari Kortim.
7) Menggambar simbol rumah tangga usaha pertanian beserta nomor urutnya dan simbol rumah tangga pada peta blok sensus door to door, sedangkan pada peta blok sensus snowball hanya menggambar simbol rumah tangga usaha pertanian beserta nomor urutnya.
8) Menyerahkan hasil pemutakhiran rumah tangga Daftar ST2013-PES.P yang telah diisi kepada Kortim.
9) Melakukan pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian dengan Daftar ST2013-PES.L.
10) Memeriksa kelengkapan isian dan kesesuaian hasil pemutakhiran peta blok sensus, Daftar ST2013-PES.P, dan hasil pencacahan Daftar ST2013-PES.L.
11) Menyerahkan Daftar ST2013-PES.P, Daftar ST2013-PES.L, dan peta SP2010-WB atau ST2013-WB yang telah diisi kepada Kortim untuk diperiksa segera setelah pencacahan selesai.
12) Memperbaiki Peta SP2010-WB atau WB, isian Daftar ST2013-PES.P, dan isian Daftar ST2013-PES.L yang dinyatakan salah oleh Kortim.
13) Bersama PCL dalam tim mengadakan pemeriksaan dan perapihan bersama (pemeriksaan silang) dalam rangka menjamin data clean lapangan sejak dini, pada hari-hari tertentu yang sudah dijadwalkan.
14) Mematuhi mekanisme, tahapan, dan jadwal waktu yang ditentukan.
15) Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Kortim atau perintah langsung maupun tidak langsung dari Pimpinan BPS Kabupaten/Kota, serta petunjuk dalam buku pedoman.
2.8. Tugas dan Kewajiban Koordinator Matching dan Petugas Matching Petugas yang terlibat dalam kegiatan matching dan rekonsiliasi lapangan adalah koordinator matching dan petugas matching (pemadan) dan koordinator tim PES ST2013 sebagai petugas rekonsiliasi lapangan.
Koordinator matching adalah Staf BPS Pusat yang ditunjuk.
Petugas matching adalah staf BPS Provinsi dan BPS Kabupaten/Kota terdekat dengan ibukota provinsi yang pernah terlibat dalam kegiatan ST2013.
Petugas rekonsiliasi lapangan yang ditunjuk adalah koordinator tim PES ST2013.
Tugas dan kewajiban koordinator matching antara lain sebagai berikut:
1) Mengikuti pelatihan koordinator matching dan editing coding PES ST2013.
2) Mengajarkan editing coding Daftar ST2013-PES.P dan Daftar ST2013-PES.L serta konsistensi antara kedua daftar tersebut.
3) Mengajarkan tata cara matching rumah tangga berdasarkan Daftar ST2013-P dan Daftar ST2013-PES.P.
4) Mengajarkan tata cara menyalin rumah tangga yang berstatus mungkin match ke dalam Daftar ST2013-PES.RL.
5) Mengajarkan tata cara mengisi status match awal dan match akhir rumah tangga, dan menghitung rekapitulasi jumlah rumah tangga menurut status match akhir menggunakan Daftar ST2013-PES.P.
6) Mengkoordinir kegiatan editing dan coding serta kegiatan matching di BPS Provinsi.
7) Memberi petunjuk bila petugas matching menemui kesulitan dalam rangka matching.
8) Membuat laporan mengenai kegiatan matching rumah tangga.
9) Membawa dokumen Daftar ST2013-PES.L yang tidak ada isian pada baris E isian dari Daftar ST2013-L ke BPS.
Sedangkan tugas dan kewajiban petugas matching antara lain sebagai berikut:
1) Menyimak dan memahami dengan baik materi tata cara editing coding dan matching yang disampaikan oleh Koordinator Matching.
2) Melakukan editing coding Daftar ST2013-PES.P dan Daftar ST2013-PES.L dan konsistensi antara kedua daftar tersebut.
3) Melakukan matching rumah tangga menggunakan Daftar ST2013-P dan Daftar ST2013-PES.P.
4) Menyalin isian Daftar ST2013-P ke dalam Daftar ST2013-PES.RL untuk rumah tangga yang tercatat pada Daftar ST2013-P tetapi tidak tercatat pada Daftar ST2013- PES.P dan rumah tangga yang tercatat pada Daftar ST2013-PES.P tetapi tidak tercatat pada Daftar ST2013-P.
5) Memberi tanda cek pada posisi/lokasi rumah tangga yang mungkin match pada peta WB.
6) Menentukan status match akhir rumah tangga berdasarkan hasil rekonsiliasi lapangan.
7) Memeriksa secara keseluruhan konsistensi isian matching antara Daftar ST2013- PES.P dan Daftar ST2013-P.
8) Menyalin status match awal dan match akhir untuk setiap rumah tangga PES ST2013 dan menghitung rekapitulasi jumlah rumah tangga menurut status match awal dan status match akhir rumah tangga menggunakan Daftar ST2013-PES.P.
9) Menyalin isian Daftar ST2013-L ke Daftar ST2013-PES.L 2.9. Tugas dan Kewajiban Petugas Rekonsiliasi Lapangan
Tugas dan kewajiban petugas rekonsiliasi lapangan antara lain sebagai berikut:
1) Mengikuti pelatihan petugas PES ST2013.
2) Melakukan rekonsiliasi lapangan dengan Daftar ST2013-PES.RL.
3) Menuliskan hasil rekonsiliasi lapangan dalam Daftar ST2013-PES.RL.
4) Menghitung rekapitulasi jumlah rumah tangga menurut status match akhir rumah tangga menggunakan Daftar ST2013-PES.RL
5) Menyerahkan Daftar ST2013-PES.RL hasil rekonsiliasi lapangan kepada Kasi Statistik IPDS BPS Kabupaten/Kota.
6) Mematuhi jadual waktu yang telah ditentukan.
3
.
III METODE PENCACAHAN
Kegiatan pencacahan lengkap PES ST2013 dilakukan pada seluruh blok sensus di lokasi PES ST2013 yang merupakan sampel dari blok sensus ST2013. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada blok sensus terpilih PES ST2013 disesuaikan dengan metode yang digunakan pada saat ST2013.
Pada persiapan ST2013, telah dilakukan pengelompokkan terhadap wilayah administrasi berdasarkan konsentrasi pertaniannya pada level desa/kelurahan, guna penentuan metode pengumpulan data di lapangan Dengan memperhatikan sebaran rumah tangga usaha pertanian yang cukup berbeda antara wilayah kabupaten dan kota, pengklasifikasian daerah konsentrasi pertanian untuk pelaksanaan pencacahan lengkap dilakukan dengan metode yang berbeda, yaitu:
1) Kabupaten
Daerah perdesaan (rural)
Pelaksanaan pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian ST2013 dilakukan secara door to door, mengingat desa rural merupakan wilayah pertanian.
Daerah perkotaan (urban)
Untuk daerah konsentrasi usaha pertanian, pelaksanaan pencacahan lengkap dilakukan secara door to door, dan untuk daerah nonkonsentrasi pelaksanaan pencacahan lengkap dilakukan secara snowball. Penentuan konsentrasi usaha pertanian berdasarkan jumlah rumah tangga usaha pertanian di setiap desa dengan cut of point rata-rata rumah tangga usaha pertanian hasil SP2010 per desa di kabupaten daerah urban.
2) Kota
3.1. Metode Pengumpulan Data untuk Pencacahan Lengkap PES ST2013 ST2013
Baik daerah perdesaan (rural) maupun daerah perkotaan (urban) menggunakan metode:
Strata konsentrasi usaha pertanian
Pelaksanaan pencacahan lengkap rumah tangga ST2013 dilakukan secara door to door.
Strata nonkonsentrasi usaha pertanian
Pelaksanaan pencacahan lengkap rumah tangga ST2013 dilakukan secara snowball.
Tabel.3.1 Metode Pencacahan yang Digunakan
Klasifikasi Strata Metode pencacahan
Kabupaten
Urban Desa nonkonsentrasi Snowball Desa konsentrasi Door to door
Rural Semua desa Door to door
Kota Urban & Rural BS nonkonsentrasi Snowball BS konsentrasi Door to door
Penentuan konsentrasi usaha pertanian dilakukan dengan unit dan cut of point yang berbeda antara kabupaten dan kota. Unit penentuan strata konsentrasi dan nonkonsentrasi untuk kabupaten adalah desa-desa yang terletak di kabupaten daerah urban, sedangkan unit penentuan strata konsentrasi di Kota adalah blok sensus. Penentuan daerah konsentrasi untuk kabupaten dan kota sebagai berikut:
1) Kabupaten
Daerah perdesaan (rural)
Semua desa di daerah perdesaan dikategorikan sebagai desa konsentrasi, mengingat daerah rural merupakan potensi pertanian.
Daerah perkotaan (urban)
Strata konsentrasi usaha pertanian di kabupaten daerah urban ditentukan pada level desa dengan cut of point rata-rata jumlah rumah 3.2. Penentuan Strata Konsentrasi Pertanian
tangga usaha pertanian per desa di kabupaten urban (secara nasional), yaitu sebesar 202.
dengan: xi = jumlah rumah tangga usaha pertanian di desa i, Xu = rata-rata jumlah rumah tangga usaha pertanian per
desa di kabupaten daerah urban (nasional), yaitu sebesar 202.
2) Kota
Strata konsentrasi usaha pertanian di kota, baik daerah rural maupun daerah urban, ditentukan pada level blok sensus dengan cut of point yaitu 10 rumah tangga usaha pertanian.
dengan: yi = jumlah rumah tangga usaha pertanian di blok sensus i.
Tujuan pemutakhiran rumah tangga adalah untuk memperoleh daftar nama dan alamat rumah tangga yang lengkap dan mutakhir. Sumber data yang digunakan untuk melakukan pemutakhiran adalah daftar nama dan alamat rumah tangga hasil pencacahan lengkap Sensus Penduduk 2010 (SP2010) dengan menggunakan Daftar SP2010-C1. Penggunaan daftar rumah tangga hasil SP2010 dimaksudkan agar cakupan (coverage) dapat dioptimalkan.
Instrumen yang digunakan dalam pemutakhiran rumah tangga adalah:
1) Peta SP2010-WB/ST2013-WB
Peta SP2010-WB adalah peta blok sensus yang dibuat saat persiapan SP2010. Peta ST2013-WB adalah peta SP2010-WB yang telah di-update.
Peta digunakan sebagai dasar untuk mengenali wilayah kerja pencacah PES ST2013.
3.3. Pemutakhiran Rumah Tangga
; konsentrasi
; nonkonsentrasi
; konsentrasi
; nonkonsentrasi
2) Daftar ST2013-PES.P
Daftar ST2013-PES.P adalah daftar yang memuat nama-nama kepala rumah tangga beserta alamat (SLS, nama jalan, dsb) hasil pencacahan SP2010 dalam suatu blok sensus yang nantinya digunakan sebagai dasar pemutakhiran. Contoh Daftar PES ST2013-P terdapat pada Lampiran 4.
3.4. Metode Pemutakhiran Rumah Tangga
Pemutakhiran rumah tangga dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan responden. Metode pemutakhiran rumah tangga dapat dilakukan melalui 2 (dua) metode, bergantung pada klasifikasi desa konsentrasi pertaniannya, yaitu:
A. Pada Blok Sensus Door to door
Pemutakhiran rumah tangga dengan metode ini dilakukan dengan cara melakukan kunjungan dari pintu rumah ke pintu rumah untuk seluruh rumah tangga dalam blok sensus baik yang tercantum maupun yang belum tercantum pada Daftar ST2013-PES.P door to door.
B. Pada Blok Sensus Snowball
Pemutakhiran keberadaan rumah tangga dengan cara snowball adalah pendataan yang dilakukan terhadap rumah tangga usaha pertanian, termasuk rumah tangga usaha jasa pertanian berdasarkan informasi dari berbagai narasumber (prioritas utama adalah ketua/pengurus SLS setempat).
Narasumber lain yang dapat dimintai keterangannya, antara lain: Ketua Kelompok Tani (Kapoktan), Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Kepala Cabang Dinas (KCD), Tokoh Masyarakat (Tomas), dan Tokoh Agama (Toga), serta rumah tangga yang menjadi responden. Nama kepala rumah tangga yang tercantum pada Daftar ST2013-PES.P snowball juga harus dijadikan sebagai narasumber dalam mencari informasi rumah tangga pertanian termasuk yang melakukan usaha jasa pertanian lainnya. Pemutakhiran rumah tangga dengan metode ini dapat dilakukan untuk setiap rumah tangga yang tercetak pada Daftar ST2013-PES.P snowball, dan rumah tangga yang dikunjungi berdasarkan informasi dari narasumber.
IVTAHAP KEGIATAN 4
PENCACAHAN
Metode pencacahan pada setiap blok sensus terpilih kegiatan PES ST2013 mengikuti metode yang sama pada saat pelaksanaan ST2013. Metode pencacahan ST2013 dibedakan menjadi dua sesuai dengan pengelompokkannya berdasarkan klasifikasi daerah konsentrasi pertanian.
4.1. Metode pencacahan “Door to Door”
Pelaksanaan pencacahan pada blok sensus door to door dilakukan secara tim. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan kepala rumah tangga, atau anggota rumah tangga yang benar-benar mengetahui tentang karakteristik kegiatan pertanian yang ada di rumah tangganya sesuai pertanyaan pada kuesioner. Pencacahan dilakukan dengan metode 2 kunjungan ke rumah tangga. Kunjungan pertama dilakukan untuk pemutakhiran rumah tangga dan identifikasi rumah tangga pertanian dengan menggunakan Daftar ST2013-PES.P, sedangkan kunjungan kedua dilakukan untuk pencacahan lengkap rumah tangga pertanian dengan menggunakan Daftar ST2013-PES.L untuk rumah tangga yang teridentifikasi sebagai rumah tangga pertanian. Pada saat melakukan kunjungan pertama, pencacah harus memberitahu responden/rumah tangga yang teridentifikasi sebagai rumah tangga pertanian bahwa rumah tangga tersebut akan dikunjungi lagi untuk diwawancarai berkaitan dengan kegiatan usaha pertaniannya.
Apabila rumah tangga tidak dapat ditemui atau diwawancarai pada kunjungan pertama, maka tim harus melakukan kunjungan ulang dilain waktu tetapi masih dalam periode pencacahan. Pada akhir periode pencacahan, tim harus sudah dapat menyelesaikan pemutakhiran dan pencacahan lengkap rumah tangga pada wilayah (blok sensus) yang menjadi tanggung jawabnya.
Tahap kegiatan pencacahan secara rinci dijelaskan sebagai berikutnya.
1. Pertemuan tim blok sensus
Rapat tim yang terdiri dari kortim dan pencacah harus dilakukan setidaknya 4 (empat) kali selama periode pencacahan, yaitu rapat persiapan sebelum memulai pepertemuanncacahan, pertemuan evaluasi pemutakhiran rumah tangga dan identifikasi rumah tangga pertanian, rapat evaluasi
Rapat tim yang terdiri dari kortim dan pencacah harus dilakukan setidaknya 4 (empat) kali selama periode pencacahan, yaitu rapat persiapan sebelum memulai pepertemuanncacahan, pertemuan evaluasi pemutakhiran rumah tangga dan identifikasi rumah tangga pertanian, rapat evaluasi