1 Ya
Ya Tidak
Memeriksa:
- Kelengkapan;
- Konsistensi;
- Kewajaran isian;
- Kejelasan tulisan/marking
Memeriksa:
- Kelengkapan;
- Konsistensi;
- Kewajaran isian;
- Coding (Pengkodean).
Pencacah
Berdasarkan hasil identifikasi dengan Daftar PES ST2013-P
Mengisi Daftar PES ST2013-L dengan mewawancarai KRT pertanian/ART yang mengetahui
Sudah lengkap dan wajar?
Kortim
Sudah ok menurut Kortim?
Tidak 1
4.3. Evaluasi dan Pemeriksaan
Pelaksanaan Rancangan pencacahan dengan tim ditujukan untuk mendapatkan data clean di lapangan. Setelah rumah tangga selesai dicacah oleh PCL, Daftar ST2013-PES.L langsung diperiksa oleh kortim. Hal penting yang perlu ditekankan dalam pemeriksaan silang adalah:
1) Harus ada konsistensi antara Daftar ST2013-PES.P, Daftar ST2013-PES.L, dan peta WB. Nomor urut terbesar pada Daftar ST2013-PES.P Blok V Kolom (20) harus sama dengan jumlah dokumen Daftar ST2013-PES.L dalam satu blok sensus serta harus sama dengan nomor terbesar pada peta WB.
2) Rincian luas lahan pertanian harus terisi untuk rumah tangga usaha pertanian yang menggunakan lahan.
3) Untuk rumah tangga pertanian yang memiliki usaha pertanian maka kode komoditas yang diusahakan harus terisi.
V METODE MATCHING DAN 5
REKONSILIASI LAPANGAN
5.1. Tahap Awal Matching
Status cakupan ditentukan melalui perbandingan kasus per kasus (case-by-case) antara hasil pencacahan PES yang dilaksanakan secara independen dengan hasil pencacahan ST2013 sebelumnya. Matching kasus per kasus dua arah (two-way case-by-case) dilaksanakan menggunakan Daftar ST2013-PES.P.
Tujuan dari matching PES adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh jumlah rumah tangga yang tercatat di PES ST2013 dan ST2013, atau di salah satunya.
2. Memperoleh informasi kesalahan cakupan (inclusions erroneous), yaitu tercakup di PES ST2013 yang seharusnya tidak, atau tercakup di ST2013 yang seharusnya tidak.
Mengingat keterbatasan matching dengan komputer dan perlunya rekonsiliasi di lapangan, maka matching dilakukan secara manual. Matching manual dilakukan dengan memadankan rumah tangga pada Dokumen ST2013-PES.P dengan rumah tangga yang bersesuaian atau mungkin bersesuaian pada Dokumen ST2013-P. Mekanisme matching dilakukan dengan cara menyalin isian dalam Dokumen ST2013-P ke dalam Dokumen ST2013-PES.P pada baris yang telah disediakan (baris E). Penyalinan Dokumen ST2013-P ke dalam Dokumen PES.P dilakukan setelah pencacahan Dokumen ST2013-PES.P selesai dilaksanakan.
Dalam proses matching, petugas matching akan menentukan status match awal untuk setiap rumah tangga yang berpadanan pada baris P dan E.
Untuk kasus rumah tangga baru, petugas matching harus mencari rumah tangga ST2013 dengan nama kepala rumah tangga dan alamat yang sama atau
mirip. Petugas matching akan menetapkan rumah tangga yang match jika pada hasil pemutakhiran PES ST2013 dan ST2013, rumah tangga tersebut masih tinggal pada blok sensus yang sama, baik dalam kategori ditemukan, ganti kepala rumah tangga, atau pindah dalam blok sensus.
Selengkapnya, ada 6 (enam) kemungkinan yang dapat terjadi dalam tahap awal matching rumah tangga, yaitu:
1. Match 1 dengan 1
Apabila 1 (satu) rumah tangga di data PES sepadan dengan 1(satu) rumah tangga di data ST2013.
2. Match 1 dengan 2 atau lebih
Apabila 1 (satu) rumah tangga di data PES sepadan dengan 2(dua) atau lebih rumah tangga di sata ST2013
3. Match 2 atau lebih dengan 1
Apabila 2 (dua) rumah tangga atau lebih di data PES sepadan dengan 1 (satu) rumah tangga di data ST2013
4. Pendatang baru
Rumah tangga yang ada di data PES dengan hasil pemutakhiran rumah tangga sebagai rumah tangga baru, dan tidak tercatat di ST2013
5. Di luar cakupan PES dan ST
Bila rumah tangga PES dan ST2013 sudah pindah ke luar blok sensus atau tidak ditemukan pada saat pemutakhiran rumah tangga
6. Mungkin match
Kondisi rumah tangga yang informasi untuk penentuan match-nya tidak lengkap karena alasan tertentu sehingga terjadi keraguan dalam menentukan status match-nya. Oleh karena itu perlu pengecekan lebih lanjut melalui kegiatan rekonsiliasi lapangan.
Berdasarkan perbandingan hasil pemutakhiran PES ST2013 dan ST2013, terdapat 49 kombinasi pasangan hasil pemutakhiran rumah tangga.
Keputusan untuk menentukan apakah hasil tersebut match, tidak match, atau mungkin match (perlu rekonsiliasi) pada status match awal dapat disajikan pada Tabel 5.1.
Tabel.5.1 Kombinasi Hasil Pemutakhiran PES ST2013 dan ST2013
Ditemukan Match Match Match - Match Mungkin
match
Mungkin
match
-Ganti KRT Match Match Match - Match Mungkin
match
Match Match Match - Match Mungkin
match
match - Mungkin
match
match - Mungkin
match
dokumennya - - - Mungkin
match - - -
-Catatan: Tanda strip (-) berarti kombinasi tersebut tidak mungkin terjadi.
5.2. Rekonsiliasi Lapangan
Rekonsiliasi lapangan dilakukan setelah proses matching antara rumah tangga yang tercantum pada Daftar ST2013-PES.P dan Daftar ST2013-P selesai, dan berdasarkan proses tersebut pula status match awal setiap rumah tangga telah dapat ditentukan oleh petugas matching. Kegiatan rekonsiliasi dilakukan untuk menghilangkan keraguan atas kasus yang mungkin match, yaitu rumah tangga di PES ST2013 dan ST2013 yang pada tahap matching awal berstatus mungkin match. Pada kegiatan ini, petugas rekonsiliasi harus melakukan rekonsiliasi lapangan dengan Daftar ST2013-PES.RL untuk setiap rumah tangga yang tercantum pada daftar tersebut, dan tidak perlu menentukan status match akhirnya.
Prosedur dalam pelaksanaan rekonsiliasi lapangan sebagai berikut:
1. Petugas rekonsiliasi harus membawa dokumen ST2013-PES.RL
2. Petugas rekonsiliasi harus membawa peta blok sensus yang digunakan pada saat PES ST2013.
3. Petugas rekonsiliasi harus mengunjungi alamat sesuai dengan petunjuk pada Daftar ST2013-RL dengan bantuan peta blok sensus yang telah diberi tanda cek di lokasi rumah tangganya.
4. Petugas rekonsiliasi harus menyerahkan hasil rekonsiliasi Daftar ST2013-PES.RL ke BPS Kabupaten/Kota.
Setelah pencacahan rekonsiliasi, maka tidak akan ada lagi kasus yang
“mungkin match”. Seluruh keluaran adalah mutually exclusive (tidak tumpang tindih).
5.3. Tahap Akhir Matching
Tahap akhir matching menggunakan informasi hasil pencacahan rekonsiliasi untuk:
1. menentukan status match akhir rumah tangga pada kasus-kasus yang diklasifikasikan sebagai “mungkin match”.
2. menentukan status pencacahan ST2013 untuk rumah tangga yang tercatat pada Daftar ST2013-P tetapi tidak tercatat pada Daftar ST2013-PES.P, dan 3. menentukan status pencacahan ST2013 untuk rumah tangga yang tercatat
pada Daftar ST2013-PES.P tetapi tidak tercatat pada Daftar ST2013-P.
Keluaran yang mungkin dari tahap akhir matching rumah tangga seperti berikut:
1. Match 1 dengan 1
Apabila 1 (satu) rumah tangga di data PES sepadan dengan 1 (satu) rumah tangga di data ST2013.
2. Match 1 dengan 2 atau lebih
Apabila 1 (satu) rumah tangga di data PES sepadan dengan 2 (dua) rumah tangga di data ST2013.
3. Match 2 atau lebih dengan 1
Apabila 2 (dua) rumah tangga di data PES sepadan dengan 1 (satu) rumah tangga di data ST2013.
4. Pendatang baru
Rumah tangga yang ada di data PES dengan hasil pemutakhiran rumah tangga sebagai rumah tangga baru, tidak tercatat di ST2013.
5. Diluar cakupan PES dan ST
Bila rumah tangga PES dan ST2013 sudah pindah ke luar blok sensus atau tidak ditemukan pada saat pemutakhiran rumah tangga.
6. Diluar cakupan PES
Bila suatu rumah tangga yang ada pada saat PES bukan merupakan cakupan pada blok sensus sehingga tidak dicacah oleh Petugas PES, tetapi pada saat ST2013 rumah tangga tersebut ada dan dicacah oleh PCL ST2013.
7. Diluar cakupan ST
Bila pada saat PES suatu rumah tangga merupakan cakupan pada blok sensus dan dicacah oleh Petugas PES, tetapi pada saat ST2013 tidak berada di blok sensus tersebut sehingga tidak dicacah oleh PCL ST2013.
8. ST salah cakup
Bila suatu rumah tangga yang bukan merupakan cakupan di blok sensus tertentu tetapi dicacah oleh PCL ST2013 di blok sensus tersebut.
9. PES lewat cacah
Bila suatu rumah tangga yang menjadi cakupan blok sensus tertentu tidak tercacah oleh Petugas PES, tetapi dicacah oleh PCL ST2013.
10. ST lewat cacah
Bila rumah tangga yang ada di PES dan ST2013 tidak match/tidak sepadan.
11. PES Salah cakup
Bila suatu rumah tangga yang bukan merupakan cakupan di blok sensus tertentu tetapi dicacah oleh Petugas PES di blok sensus tersebut.
Operasional matching menghasilkan klasifikasi seluruh rumah tangga yang didata di PES ST2013, dan rumah tangga yang didata di ST2013 di blok sensus sampel dalam kategori tertentu. Ketika tahap akhir matching terselesaikan, setiap kasus yang tercatat di PES ST2013 dan setiap kasus yang tercatat di ST2013 di blok sensus sampel akan masuk ke satu dari kategori yang mutually-exclusive, seperti berikut:
Status match awal rumah tangga Status match akhir rumah tangga 1.Match 1 dengan 1 1. Match 1 dengan 1
2.Match 1 dengan 2 atau lebih 2. Match 1 dengan 2 atau lebih 3.Match 2 atau lebih dengan 1 3. Match 2 atau lebih dengan 1 4.Pendatang baru 4. Pendatang baru
5.Diluar cakupan PES dan ST 5. Diluar cakupan PES dan ST 6.Mungkin match Salah satu dari:
6. Diluar cakupan PES 7.Dluar cakupan ST 8.ST salah cakup 9.PES lewat cacah 10.ST lewat cacah 11. PES salah cakup
6
METODE ANALISIS
Analisis dalam PES ST2013 mencakup analisis kesalahan cakupan (coverage error) dan analisis kesalahan isian (content error). Kesalahan cakupan dapat dianalisis dengan menggunakan metode Chandra and Deming, Uttam Chand, David Bateman I, david Bateman II, dan Dual System Estimation Model. Sedangkan ukuran yang menunjukkan kesalahan isian adalah Net Difference Rate (NDR), Gross Difference Rate (GDR), Rate of Agreement (RoA), dan Index of Inconsistency (IoI).
6.1. Kesalahan Cakupan (Coverage Error)
PES ST2013 dirancang menggunakan prosedur estimasi dual system untuk mengukur kesalahan cakupan (coverage error) ST2013. Prosedur estimasi ini mengandalkan asumsi independensi antara ST2013 dan PES ST2013. Matching dua arah antara rumah tangga yang didata di ST2013 dan PES ST2013 akan digunakan untuk mengidentifikasi rumah tangga yang match pada keduanya, begitu pula untuk rumah tangga yang hanya didata di PES ST2013 atau ST2013 saja.
Metode Dual System Estimation Model
Metode ini mengasumsikan bahwa kualitas data ST2013 sama dengan data PES ST2013. Jika ST2013 (dinyatakan dengan E1) dan PES ST2013 (dinyatakan dengan E2) adalah dua kejadian yang independen, maka:
E )
Ya Tidak Jumlah
PES ST2013
Ya M U2 N2
Tidak U1 -
N ˆ N
2Jumlah N1
N ˆ N
1 NˆBerdasarkan tabel dari formula Chandra and Deming di atas diperoleh probabilita untuk masing-masing kejadian, yaitu
N
Probabilita tersebut dapat dijabarkan dalam Diagram Venn berikut ini.
Gambar.6.1 Diagram Venn Kejadian E1dan E2
Dari sini diperoleh:
E )
Hasil perhitungan ini merupakan perkiraan cakupan (coverage estimate) dari ST2013 atau sebagai tingkat match dari PES ST2013, dan
E )
merupakan perkiraan cakupan dari PES ST2013 atau sebagai tingkat match dari ST2013, sedangkan perkiraan jumlah karakteristik yang sebenarnya adalah:
E )
Dual System Estimation Model akan lebih akurat jika kondisi-kondisi berikut ini terpenuhi:
1.
E1dan E2 adalah dua kejadian yang independen,2.
N2 merupakan perkiraan yang akurat, dan3.
Matching dilakukan dengan baik sehingga dihasilkan perkiraan M yang akurat.Estimasi dual system untuk total populasi dapat diilustrasikan seperti berikut. Komponen yang berbeda dari populasi sebenarnya (NT) yang sedang dihitung disajikan pada Tabel 3.2, sehubungan dengan cakupan ST2013 dan PES ST2013.
Tabel.6.1 Komponen Populasi yang Sebenarnya Menurut Status Cakupan
Rumah tangga
ST2013
Ya Tidak Total
PES ST2013
Ya M N12 NP
Tidak N21 N22 N2.
Total NC N.2 NT
Setelah matching antara kuesioner PES ST2013 yang disebut dengan Sampel-P dan kuesioner ST2013 yang dianggap sebagai Sampel-E, populasi yang match digunakan untuk mengestimasi komponen M. Jumlah total rumah tangga yang dicatat oleh ST2013 dinotasikan dengan NC, dan jumlah total rumah tangga yang diestimasi dari PES ST2013 dinotasikan dengan NP. Tujuan dari estimasi dual system adalah untuk mengestimasi populasi rumah tangga yang sebenarnya berdasarkan hasil matching. Dengan mengasumsikan bahwa ST2013 dan PES ST2013 adalah independen, peluang match (yaitu, termasuk kategori rumah tangga di ST2013 dan PES ST2013) dapat dinyatakan seperti berikut:
Dapat dilihat dari persamaan ini bahwa NT dapat dihitung dari komponen lain
dengan RMadalah tingkat match untuk populasi yang diestimasi dari data PES ST2013.
Total populasi rumah tangga ST2013 yang didata dengan benar (NˆC) diestimasi dengan mengurangkan estimasi populasi ST2013 yang salah cakup dari data PES ST2013 (berdasarkan Sampel-E), yaitu EˆC, dari datajumlah rumah tangga hasil ST2013. Persamaannya adalah seperti berikut:
-E
=N
NˆC 'C ˆC
dengan
N '
C adalah data jumlah rumah tangga hasil ST2013.Penduga dual system dari total populasi (NˆT) digunakan untuk mengestimasi populasi yang sebenarnya
N
T , dengan menggunakan rumus berikut:Hasil PES ini akan digunakan untuk mengevaluasi tingkat kesalahan cakupan ST2013, tetapi kemungkinan tidak akan digunakan untuk meng-adjust hasil ST2013. Salah satu ukuran yang paling penting untuk kesalahan cakupan adalah tingkat bersih kekurangcakupan ST2013 (net census undercount rate)
RˆU, yang dihitung menggunakan rumus berikut:
N
Estimasi dual system dapat dihitung dalam 2 tahap. Estimasi awal
Nˆ
T dapat berasal dari estimasi Sampel-E dari PES ST2013 untuk total rumah tangga yang dicatat pada saat ST2013, Nˆ'C, seperti berikut:R ˆ - E ˆ
,
NC = estimasi tertimbang untuk rumah tangga yang match + rumah tangga yang didata dengan benar pada ST2013 (tetapi tidak didata pada saat PES ST2013) + rumah tangga yang salah cakup pada saat ST2013 = estimasi jumlah rumah tanggaPES ST2013 yang didata pada saat ST2013.
Estimasi akhir NˆT selanjutnya akan digunakan untuk menghitung tingkat akhir kekurangcakupan ST2013 (net census undercount rate).
Selain metode Dual System Estimation Model, Formula Chandra &
Deming, Uttam Chand, dan David Batemandigunakan untuk memperkirakan tingkat kesalahan cakupan sensus, seperti bias cakupan sensus (census coverage bias) dan tingkat tak tercakup sensus (census miss rate).
1. Metode Chandra & Deming
Hasil matching rumah tangga dituangkan dalam bentuk tabel yang berisi notasi dari formula Chandra & Deming, untuk mengetahui tingkat kecermatan data dari dua sumber data untuk karakteristik yang sama. Bentuk tabel dari formula Chandra Deming adalah sebagai berikut :
Karakteristik ST2013
Ya Tidak Jumlah
PES
M : jumlah unit karakteristik yang matched, yaitu tercakup dalam PES ST2013 maupun ST2013;
U1 : jumlah unit karakteristik yang tercakup pada ST2013 tetapi tidak tercakup pada PES ST2013;
U2 : jumlah karakteristik yang tercakup pada PES ST2013 tetapi tidak tercakup pada ST2013;
N1 : jumlah unit karakteristik yang tercakup dalam ST2013;
N2 : jumlah unit karakteristik yang tercakup pada PES ST2013;
m ˆ
: perkiraan jumlah unit karakteristik yang tidak tercakup baik dalam ST2013 maupun PES ST2013;Nˆ : perkiraan jumlah unit karakteristik yang sebenarnya.
Estimasi nilai
m ˆ
dan Nˆ dihitung dengan formula :M
dengan asumsi bahwa kegiatan SP2010 dan PES dilakukan secara independen.
Untuk menentukan tingkat kecermatan data hasil ST2013 dan PES ST2013, digunakan rumus :
- Under Enumeration dari ST2013 = x100% N
- Under Enumeration dari PES ST2013 = x100% N
2. Metode Uttam Chand
Metode ini mengasumsikan bahwa kualitas data hasil kegiatan PES ST2013 lebih baik dibanding data hasil ST2013. Dalam pembahasannya, metode ini lebih menitikberatkan pada persoalan salah data (U1) dan lewat data (U2). Sementara persoalan unit karakteristik yang tidak tercakup baik dalam ST2013 maupun PES ST2013 (
m ˆ
) tidak diperhatikan dalam metode ini.Bentuk tabel dari metode Uttam Chand adalah sebagai berikut :Karakteristik ST2013
Ya Tidak Jumlah
PES ST2013
Ya M U2 N2
Tidak U1 - U1
Jumlah N1 U2 Nˆ
Dari metode ini akan diperoleh nilai bias cakupan sensus (census coverage bias) yang merupakan selisih antara salah data dan lewat data. Bias cakupan dinyatakan dalam nilai persentase terhadap jumlah unit karakteristik yang tercakup menurut ST2013. Jika nilainya positif berarti ST2013 mengalami kelebihan data (over enumeration) dan jika nilainya negatif berarti ST2013 kurang data (under enumeration). Census Coverage Bias(CCB) dihitung dengan menggunakan formula berikut:
%
Bias cakupan ST2013 per wilayah diperoleh dengan mengkumulatifkan nilai bias cakupan dari seluruh blok sensus terpilih PES ST2013 di wilayah yang bersangkutan.
3. Metode David Bateman I
Metode ini menggunakan asumsi yang sama dengan metode Uttam Chand yaitu kualitas data PES ST2013 lebih baik dibanding data ST2013.
Persoalan utama yang diperhatikan dalam metode ini adalah jumlah unit karakteristik yang dicakup dalam PES ST2013 tetapi tidak dicakup dalam ST2013 (U2). Metode ini tidak memperhitungkan unit karakteristik yang tidak tercakup oleh PES ST2013 tapi tercakup oleh ST2013 (U1) dan unit karakteristik yang tidak tercakup baik dalam ST2013 maupun PES ST2013 (
m ˆ
). Bentuk tabel metode David Bateman I adalah sebagai berikut:Karakteristik ST2013
Ya Tidak Jumlah
PES ST2013
Ya M U2 N2
Tidak - -
-Jumlah N1 U2 Nˆ
Dari metode ini akan diperoleh tingkat tak tercakup sensus (census miss rate) dari pelaksanaan ST2013, yang dihitung dengan formula berikut:
Census Miss Rate (CMR) =
N U
2 2
4. Metode David Bateman II
Berbeda dengan metode Uttam Chand dan David Bateman l, pada metode ini asumsi yang digunakan adalah kualitas data ST2013 lebih baik dibanding data PES ST2013.
Karakteristik ST2013
Ya Tidak Jumlah
PES ST2013
Ya M - N2
Tidak U1 - U1
Jumlah N1 - Nˆ
Metode ini tidak memperhitungkan unit karakteristik yang tidak tercakup oleh ST2013 tapi tercakup oleh PES ST2013 (U2) dan unit karakteristik yang tidak tercakup baik dalam ST2013 maupun PES ST2013 (
m ˆ
). Tapi yang diharapkan dari metode ini adalah diperolehnya tingkat tak tercakup PES (PES miss rate) melalui formula berikut:PES Miss Rate (PMR) =
N U
1 1
6.2. Kesalahan Isian (Content Error)
Kesalahan isian utamanya disebabkan oleh hal-hal berikut:
a. instruksi tidak diikuti seperti seharusnya atau tidak dimengerti oleh petugas lapangan,
b. pertanyaan yang ditanyakan oleh pencacah tidak dimengerti oleh responden,
c. terkadang responden sengaja tidak menjawab sesuai kondisi sebenarnya karena satu dan lain hal,
d. kesalahan juga dapat terjadi akibat pencacah dan atau responden sulit untuk mengerti konsep dan definisi yang diterapkan baik di ST2013 maupun di PES ST2013.
Kesalahan isian (content error), disebut juga kesalahan respons, diestimasi hanya untuk rumah tangga yang match dan untuk variabel tertentu.
Kesalahan isian diukur dengan:
Indeks Bias Respons: Indeks Varians Respons:
Net Difference Rate 1. Gross Difference Rate 2. Index of Inconsistency
3. Aggregate Index of Inconsistency
Response bias suatu statistik untuk suatu wilayah merupakan bagian dari response error, yang cenderung tidak akan merata-ratakan pekerjaan dari banyak petugas pewawancara yang mungkin ditugaskan di wilayah tersebut atau respons yang mungkin dari responden di wilayah tersebut. Response bias ini mungkin dan sering kali berbeda antar wilayah atau antara satu survei/sensus dengan survei/sensus berikutnya, meskipun response bias cenderung konsisten dalam arah dan besaran dalam tingkat yang masih ditolerir.
Response variance suatu statistik muncul dari berbagai faktor yang cenderung akan merata-ratakan dan mengompensasikan kesalahan-kesalahan dalam error yang mungkin dalam sejumlah besar pengulangan pengalaman, tapi response variance dalam sekumpulan ukuran tertentu yang terbatas memiliki efek yang signifikan pada keakurasian. Sebagai contoh, angka hasil sensus untuk wilayah yang sangat kecil atau sel tabulasi yang sangat detil untuk wilayah yang luas bisa jadi sangat dipengaruhi oleh kesalahan petugas pewawancara, yang kemudian akan diringkaskan dalam tabel untuk wilayah luas seperti angka provinsi atau angka nasional.
Tabel.6.2 Notasi Umum untuk Menghitung Ukuran Kesalahan Isian pada PES
Klasifikasi PES ST2013
(i=1,2,..., c)
Total Pelaporan
Klasifikasi yang didata pada ST2013 Kategori
*Tabel ini tidak termasuk semua kasus yang tidak didata di ST2013, PES ST2013, ataupun keduanya.
1. Net Difference Rate (NDR)
Net difference rate (NDR) adalah perbedaan antara jumlah kasus di ST2013 dan jumlah kasus di PES ST2013 pada setiap kategori respons, relatif terhadap total jumlah rumah tangga yang match untuk seluruh kategori respons.
.
100
Y
.i = jumlah kasus di ST2013 tidak tertimbang pada kategori ke-i.
Y
i = jumlah kasus di PES ST2013 tidak tertimbang pada kategori ke-in
= jumlah kasus yang match tidak tertimbang c = jumlah kategori respons untuk karakteristik “y”2. Index of Inconsistency (IoI)
Index of Inconsistency adalah jumlah relatif kasus yang reponsnya bervariasi antara ST2013 dan PES ST2013. IoI dihitung untuk setiap kategori respons i berdasarkan rumus berikut:
100
Y
ii = jumlah kasus dimana kategori i merupakan jawaban, baik di ST2013 maupun di PES ST2013n = total jumlah kasus PES ST2013 dimana ada laporan baik di ST2013 maupun di PES ST2013
Rumus berikut digunakan untuk menghitung aggregate index of inconsistency (yaitu, untuk seluruh kategori repons dari suatu karakteristik sebagai satu kesatuan):
1 100
3. Gross Difference Rate (Off-Diagonal Proportion)
Gross Difference Rate (GDR) dihitung untuk variabel sebagai satu kesatuan. GDR merupakan jumlah diskrepansi antara respons ST2013 dan respons PES ST2013 relative terhadap total jumlah rumah tangga yang match.
GDR ini mengukur persentase dari respons yang dilaporkan berbeda terhadap pertanyaan yang sama yang ditanyakan pada ST2013 dan PES ST2013. GDR sama dengan total penjumlahan seluruh sel diluar diagonal, untuk seluruh kategori, atau merupakan komplemen dari total penjumlahan sel diagonal, yaitu:
n Y n GDR
c
i ii
4. Rate of Agreement
Rate of agreement merupakan komplemen dari gross difference rate yang menunjukkan level dimana informasi yang diberikan dalam ST2013match dengan yang diberikan saat PES ST2013. Rate of agreement yang rendah mengindikasikan derajat variabilitas yang tinggi dan sebaliknya.
100 n x
Y Agreement
of Rate
c
i
ii
Tabel berikut memberikan standar untuk interpretasi untuk beberapa ukuran kesalahan isian:
Tabel.6.3 Tabel Standar Interpretasi Ukuran Kesalahan
Ukuran Rendah Sedang Tinggi
(1) (2) (3) (4)
Index of Inconsistency <20 20 – 50 >50 Aggregate Index of
Inconsistency <20 20 – 50 >50
Nilai Absolut NDR relatif terhadap rata-rata atau
proporsi (NDR/P)
<0,01 0,01 – 0,05 >0,05
VI PENUTUP 7
a. Kualitas data yang baik sangat tergantung pada kemauan, kemampuan dan ketelitian para petugas lapang (Pencacah dan Kortimnya). Oleh karena itu, kerjasama yang baik antara kortim dan pencacah harus benar-benar diterapkan, terutama dalam hal pencacahan rumah tangga dan pemeriksaan daftar isian yang harus diperiksa secara bertahap oleh Pencacah dan Kortim.
b. Pemeriksaan awal oleh pencacah dimaksudkan agar dapat diketahui
b. Pemeriksaan awal oleh pencacah dimaksudkan agar dapat diketahui