BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bagan 4.1. Alur Hasil Analisis Kebutuhan
Alur Hasil Analisis Kebutuhan
4.1.1.1.Wawancara
Peneliti melakukan kegiatan wawancara dengan guru kelas IV pada
tanggal 11 Januari 2012. Wawancara digunakan untuk memperoleh gambaran
model perangkat pembelajaran yang dibutuhkan guru dan melihat perilaku peserta
ANALISIS KEBUTUHAN
Alat Ungkap Kebutuhan (Kuesioner) Wawancara dengan
wali kelas IV
didik kelas IV yang menghambat tugas perkembanganya. Hasil wawancara
sebagai berikut:
Tabel 4.1
Hasil Wawancara Wali Kelas IV
No Pertanyaan Jawaban
1 Apakah di sekolah ini ada guru bimbingan konseling?
Tidak ada guru bimbingan konseling di sekolah ini.
2 Apakah ibu meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan konseling kepada peserta didik?
Kadang-kadang 3 Perilaku peserta didik yang seperti
apa menurut pengamatan dapat menghambat perkembangan mereka?
Perilaku seperti kurang konsentrasi, banyak bicara saat di kelas, malas belajar, lupa mengerjakan PR, tidak bisa mengerjakan tugas karena tidak memperhatikan petunjuk soal dengan baik dan sering terlambat.
4 Perilaku tersebut nampak pada saat ibu melakukan KBM mata pelajaran apa?
Perilaku yang menghambat tugas perkembangan peserta didik sering muncul pada saat KBM mapel Matematika
5 Apakah ibu pernah menyusun perangkat pembelajaran yang berisi ragam bimbingan?
Belum pernah 6 Seperti apa perangkat pembelajaran
yang ibu perlukan?
Perangkat pembelajaran yang baik menarik dan terintegrasi dengan ragam bimbingan untuk membantu mengurangi perilaku yang menghambat tugas perkembangan peserta didik.
Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa
guru SD membutuhkan perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan ragam
bimbingan. Peneliti kemudian melakukan observasi untuk melengkapi hasil
wawancara.
4.1.1.2. HasilObservasi
Peneliti melakukan observasi di kelas IV SD Kanisius Jomegatan.
Observasi dilakukan pada tanggal. 12 Januari 2012 ketika proses pembelajaran
Matematika berlangsung. Berikut adalah hasil observasi yang dilakukan oleh
peneliti:
Tabel 4.2 Hasil Observasi
No Pernyataan Keterangan 1 Peserta didik mengikuti pelajaran
dengan antusias
6 peserta didik terlihat tidak antusias saat pelajaran matematika.
2 Peserta didik tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru
5 peserta didik terlihat mengeluh saat diberi tugas oleh guru.
3 Peserta didik datang tepat waktu Sebagian besar peserta didik datang tepat waktu. 2 peserta didik datang terlambat.
4 Peserta didik membuat catatan mengenai materi yang
disampaikan oleh guru
18 peserta didik tidak membuat catatan mengenai materi yang disampaikan oleh guru. Semua peserta didik membuat catatan materi yang disampaikan 5 Peserta didik tidak melamun di
dalam kelas
5 peserta didik terlihat melamun di dalam kelas.
ketika penjelasan guru kurang jelas
kepada guru. 7 Peserta didik tidak dapat
menjawab pertanyaan guru dengan tepat, menyimak penjelasan guru dengan cermat
19 peserta didik tidak menjawab pertanyaan guru dengan tepat karena tidak membaca petunjuk soal dengan baik.
8 Peserta didik membantu teman yang mengalami kesulitan
Semua peserta didik mau membantu teman yang mengalami kesulitan 9 Peserta didik tidak mengobrol
atau tidak mengganggu teman lain ketika belajar
Semua peserta didik tidak
mengobrol atau mengganggu teman lain.
10 Peserta didik mau bekerjasama dalam kelompok yang dibentuk guru
Semua peserta didik mau bekerja sama dalam kelompok.
Hasil observasi menunjukan bahwa frekuensi tertinggi terdapat pada item
peserta didik tidak dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat, hal ini
dibuktikan dengan adanya 19 peserta didik yang tidak menjawab pertanyaan guru
pada pelajran matematika. Permasalahan yang dialami peserta didik tersebut
berhubungan dengan ketelitian. Hasil frekuensi tertinggi selanjutnya terdapat
pada item peserta didik tidak membuat catatan, hal ini dibuktikan dengan adanya
18 peserta didik yang tidak membuat catatan matematika. Permasalahan yang
dialami peserta didik tersebut berhubungan dengan ketekunan.
4.1.1.3. Hasil Alat Ungkap Kebutuhan (AUK) Peserta Didik
Peneliti menyebarkan AUK (Alat Ungkap Kebutuhan) pada tanggal 14
Januari 2012. Penyebaran AUK bertujuan untuk mengetahui kebutuhan peserta
bimbingan pribadi, 5 pernyataan berkaitan dengan bimbingan belajar dan 5
pernyataan dengan bimbingan sosial. Berikut ini adalah hasil AUK:
Tabel 4.3
Hasil Penyebaran AUK
No. Pernyataan Frekuensi Prosentase
Ragam bimbingan Pribadi
1. Saya bersemangat mengerjakan soal matematika
3 9,68%
2. Saya tidak putus asa saat mengerjakan matematika
6 19,35%
3. Saya teliti saat mengerjakan soal – soal matematika
14 45,16%
4.
Matematika membantu saya
memecahkan masalah dengan lebih mudah
5 16,13%
5. Matematika membantu saya memiliki cara berpikir yang runtut
5 16,13%
Ragam Bimbingan Sosial
6.
Saya dapat bekerja sama secara kelompok saat mengerjakan tugas matematika
6 19,35%
7. Saya mau membantu teman yang
kesulitan mengerjakan soal matematika
6 19,35%
8.
Matematika membantu saya dalam penggunaan lambang bilangan Romawi dalam kehidupan sehari - hari
8 25,81%
9.
Matematika membantu saya untuk pemecahan masalah yang berkaitan dengan waktu dalam kehidupan sehari- hari
6 16,35%
10.
Saya mau bertanya kepada guru jika saya kurang mengerti tentang materi matematika yang sedang diajarkan.
7 22,58%
Ragam Bimbingan Belajar
11. Saya senang belajar matematika 9 29,03%
12 Saya mengerjakan tugas matematika dengan tepat waktu
9 29,03%
13. Saya mengulang pembelajaran
matematika di rumah
12 38,71%
14. Saya dapat mengumpulkan tugas
matematika dengan tepat waktu
8 25,81%
15.
Matematika membantu saya untuk belajar dengan baik supaya dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang
Berdasarkan hasil penyebaran AUK menunjukan bahwa persentase tertinggi
sebesar 45,19% peserta didik tidak teliti saat mengerjakan soal-soal matematika.
Permasalahan yang dialami peserta didik tersebut berkaitan dengan tugas
perkembangan pribadi aspek ketelitian. Hasil persentase selanjutnya sebesar
38,71% peserta didik tidak mengulang kembali pelajaran matematika di rumah.
Permasalahan yang dialami peserta didik tersebut berkaitan dengan tugas
perkembangan belajar aspek ketekunan.
Tabel di atas dapat terlihat persentase tertinggi yaitu peserta didik
mengalami masalah pribadi dan belajar baik dalam mata pelajaran Matematika.
Berdasarkan hasil AUK dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas IV di SD
Kanisius Jomegatan membutuhkan bimbingan pribadi dan bimbingan belajar.
Hasil wawancara, observasi, dan AUK semakin memperjelas peserta didik
kelas IV SD Kanisius Jomegatan membutuhkan layanan ragam bimbingan yang
berkaitan dengan bimbingan pribadi dan belajar pada mata pelajaran Matematika.
Peneliti dalam penelitian ini akan berfokus pada model pengembangan perangkat
pembelajaran Matematika yang terintegrasi dengan ragam bimbingan pribadi dan
belajar.
4.1.2. Hasil Penilaian Ahli
Model pengembangan perangkat pembelajaran dinilai oleh 3 ahli yaitu ahli
bidang studi, ahli BK dan ahli pengembangan. Berikut deskripsi para ahlisebagai
Tabel 4.4 Deskripsi Para Ahli
No Ahli Jabatan Pengalaman Tugas penilaian Jenis Validas i Pelaksanaan Validasi 1 Praktisi Matematika di SD Guru kelas, guru Matematika kelas IV-VI SD Kanisius Jomegatan Mengajar Matematika lebih dari 10 tahun Menilai keefektifan model perangkat pembelajaran Isi 3 Mei 2012 dan 31 Mei 2012 2 Ahli Matematika Dosen Matematika Universitas Sanata Dharma Mengajar matematika selama 5 tahun
Menilai isi model perangkat pembelajaran Isi 29 Mei 2012 dan 19 Juni 2012 3 Praktisi SD yang memiliki latar belakang BK Guru kelas SD Kanisius Sorowajan Mengajar selama lebih dari 10 tahun
Menilai keefektifan kegiatan bimbingan Isi 12 Mei 2012 dan 12 Juni 2012 4 Ahli BK Dosen program studi BK Universitas Sanata Dharma Mengajar BK selama 2 tahun
Menilai isi model perangkat pembelajaran Isi 12 Mei 2012 dan 15 Juni 5 Praktisi pengembanga n Dosen Melakukan penelitian pengembangan dan memberikan seminar penelitian pengambangan lebih dari 10 tahun
Melakukan penilaian terhadap langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran Isi 14 Juni 2012
4.1.2.1.Hasil Penilaian Ahli terhadap Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Terintegrasi Bimbingan Pribadi
Penilaian model pengembangan perangkat pembelajaran matematika
terintegrasi bimbingan pibadi dinilai oleh 3 ahli yaitu ahli bidang studi, ahli BK
dan ahli pengembangan. Ahli pengembangan hanya menilai salah satu model
pengembangan perangkat pembelajaran matematika yang dikembangkan, yaitu
model pengembangan perangkat pembelajaran terintegrasi bimbingan pribadi.
Tabel 4.5
Rekapitulasi Hasil Penilaian Model Pembelajaran Matematika Terintegrasi Bimbingan Pribadi
Ahli Mata Pelajaran Ahli BK Ahli Pengembangan Rata-rata P1 P2 P1 P2
70.7% 88.8% 77.08% 81.5% 77.6% 79.14%
Penilaian perangkat pembelajaran Matematika yang terintegrasi dengan
bimbingan pribadi ini dinilai sebanyak 2 kali oleh ahli. Berikut penjabaran tiap
penilaan:
Tabel 4.6
Rekapitulasi Hasil Penilaian Pertama Model Perangkat Pembelajaran Matematika Terintegrasi Bimbingan Pribadi
No Komponen Ahli mapel Ahli BK Total persentase Ahli I Ahli II Ahli I Ahli II
1 Silabus 65% 65% 80% 80% 2 RPP 72% 74% 76% 76% 3 Materi Ajar 72% 76% 75% 80%
Rata-rata 70.7% 77.08% 73.9%
Persentase keseluruhan pada tabel 4.5 menurut PAP I termasuk kategori
cukup layak. Pada penilaian pertama ini terdapat skor 3 pada beberapa item
penilaian. Berikut penjabarannya:
1. Ahli Mata Pelajaran
Hasil penilaian pertama untuk model perangkat pembelajaran
Matematika yang terintegrasi dengan ragam bimbingan pribadi oleh ahli
penilaian dalam aspek silabus, RPP dan materi ajar mendapat skor 3. Ahli
mata pelajaran memberikan komentar pada komponen silabus bahwa
kegiatan pembelajaran masih harus dikembangkan lagi, kelengkapan unsur
silabus masih harus dilengkapi, perumusan SK,KD dan indikator harus
disesuaikan.
Dalam pembelajaran sumber belajar masih harus diberi tambahan,
karena semakin banyak sumber belajar akan semakin banyak pengetahuan
yang akan didapatkan. Peneliti melakukan revisi sesuai dengan komentar
yang dituliskan oleh ahli mata pelajaran.
2. Ahli BK
Berdasarkan penilaian pertama untuk model perangkat
pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan ragam bimbingan
pribadi oleh ahli BK dapat disimpulkan bahwa ada beberapa item
komponen penilaian mendapat nilai 3. Ahli BK memberikan komentar
pada komponen silabus bahwa kualitas perumusan dan kesesuaian
pengalaman belajar masih kurang jelas dan pada komponen RPP kegiatan
masih kurang terlihat adanya bimbingan yang terkait. Pada komponen
materi ajar kurang memuat aspek kognisi, afektif dan konasi. Peneliti
melakukan revisi sesuai dengan komentar yang dituliskan oleh ahli BK.
Saran dan komentar dari para ahli dijadikan dasar oleh peneliti
untuk melakukan revisi pada komponen silabus, RPP dan materi ajar yang
mendapatkan skor 3 dan diajukan kembali pada penilaian kedua. Pada
perangkat pembelajaran Matematika terintegrasi dengan bimbingan
pribadi. Berikut hasil penilaian kedua:
Tabel 4.7
Rekapitulasi Hasil Penilaian Kedua Model Perangkat Pembelajaran Matematika Terintegrasi Bimbingan Pribadi
No Komponen Ahli mapel Ahli BK Ahli Pengembangan Total persentase Ahli I Ahli II Ahli I Ahli II 1 Silabus 95% 80% 80% 80% 83.75% 2 RPP 92% 86% 84% 80% 86.25% 3 Materi Ajar 92% 88% 85% 80% 86.25% Rata-rata 88.8% 81.5% 77.6% 82.63%
Persentase keseluruhan pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa model
perangkat pembelajaran Matematika yang terintegrasi dengan bimbingan pribadi
dan belajar memperoleh persentase 82.63% menurut PAP I termasuk kategori
layak. Pada penilaian kedua ini ahli mata pelajaran dan ahli BK tidak memberikan
skor 3 dan tidak memberi komentar. Ahli pengembangan perangkat pembelajaran
memberikan skor 3 pada komponen materi ajar yaitu item materi memuat fakta,
konsep dan prosedur. Ahli pengembangan perangkat pembelajaran memberi
komentar fakta, konsep dan prosedur harus terlihat dalam materi.
Item yang mendapatkan skor 3 pada penilaian ahli pengembangan pada
komponen materi ajar adalah penilaian pengorganisasian materi sistematis dan
logis. Ahli pengembangan memberi masukan supaya memperbaiki
pengorganisasian supaya lebih sistematis. Berdasarkan adanya skor 3 dan
Penilaian dan komentar dari ahli pengembangan perangkat pembelajaran
dijadikan acuan untuk merevisi pengembangan model perangkat pembelajaran
yang terintegrasi dengan bimbingan pribadi.
4.1.2.2.Penilaian Ahli terhadap Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Terintegrasi Bimbingan Belajar
Penilaian Model pengembangan perangkat pembelajaran matematika
terintegrasi bimbingan belajar dinilai oleh 2 ahli. Berikut ini akan dijabarkan
penilaian para ahli:
Tabel 4.8
Rekapitulasi Hasil Penilaian Model Pembelajaran Matematika Terintegrasi Bimbingan Pribadi
Ahli Mata Pelajaran Ahli BK Rata-rata P1 P2 P1 P2
74.8% 83.5% 77.8% 84.7% 80.2%
Penilaan model pengembangan pembelajaran Matematika terintegrasi
bimbingan belajar ini dinilai sebanyak 2 kali. Berikut penjabaran tiap penilaian:
Tabel 4.9
Rekapitulasi Hasil Penilaian Pertama Model Perangkat Pembelajaran Matematika Terintegrasi Bimbingan Belajar
No Komponen Ahli mapel Ahli BK Total persentase Ahli I Ahli II Ahli I Ahli II
1 Silabus 75% 70% 80% 80% 2 RPP 76% 76% 76% 76% 3 Materi Ajar 76% 76% 80% 75%
Persentase keseluruhan pada tabel 4.5 menurut PAP I termasuk kategori
layak. Pada penilaian pertama ini terdapat skor 3 pada beberapa item penilaian.
Berikut penjabarannya:
1. Ahli Mata Pelajaran
Hasil penilaian pertama untuk model perangkat pembelajaran
Matematika yang terintegrasi dengan ragam bimbingan belajar oleh ahli
mata pelajaran dapat disimpulkan bahwa ada beberapa item komponen
penilaian dalam aspek silabus, RPP dan materi ajar mendapat nilai 3. Ahli
mata pelajaran memberikan komentar pada komponen silabus bahwa
kesesuaian pengalaman belajar dengan indikator masih harus diperbaiki.
SK, KD dan indikator masih kurang sesuai jadi masih harus diperbaiki
kembali. Pada komponen RPP ahli mata pelajaran memberi masukan agar
lebih bervariasi. Dari komentar tersebut peneliti akan merevisi kembali
silabus dan menyesuaikan SK, KD dan indikator sehingga menghasilkan
model perangkat pembelajaran yang baik.
2. Ahli BK
Berdasarkan penilaian pertama untuk model perangkat
pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan ragam bimbingan
belajar oleh ahli BK dapat disimpulkan bahwa ada beberapa item
komponen penilaian mendapat nilai 3. Ahli BK memberikan komentar
pada komponen RPP bahwa pada kegiatan pembelajaran masih kurang
mencerminkan bimbingan. Selanjutnya masih pada komponen RPP pada
reflektif. Peneliti melakukan revisi sesuai dengan komentar yang
dituliskan oleh ahli BK.
Saran dan komentar dari para ahli dijadikan masukan oleh peneliti
untuk melakukan revisi pada komponen silabus, kesesuaian SK, KD dan
indikator, kegiatan pembelajaran dalam RPP, kesesuaian indikator dengan
penilaian dan diajukan kembali pada penilaian kedua. Berikut hasil
penilaian kedua:
Tabel 4.10
Rekapitulasi Hasil Penilaian Kedua Model Perangkat Pembelajaran Matematika Terintegrasi Bimbingan Belajar
No Komponen Ahli mapel Ahli BK Total persentase Ahli I Ahli II Ahli I Ahli II
1 Silabus 85% 80% 86,7% 80% 2 RPP 90% 82% 92% 80% 3 Materi Ajar 84% 80% 90% 80%
Rata-rata 83.5% 84.7% 84.1%
Berdasarkan tabel di atas model perangkat pembelajaran Matematika
terintegrasi bimbingan belajar memperoleh persentase 84.1% menurut PAP I
dinyatakan layak. Penilain ini juga tidak lagi mendapat skor 3 sehingga tidak perlu
4.2. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
4.2.1. Kelayakan Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Terintegrasi Bimbingan Pribadi
Hasil penilaian ketiga ahli menunjukkan bahwa model pengembangan
perangkat pembelajaran matematika yang terintegrasi bimbingan pribadi layak
digunakan. Layak dimaksudkan bahwa model pengembangan perangkat
pembelajaran matematika terintegrasi bimbingan dapat digunakan oleh guru di SD
Kanisius Jomegatan Bantul untuk membantu peserta didik dalam tugas
perkembangan mengikuti petunjuk yang diberikan juga mengembangkan
keterampilan-keterampilan dasar untuk berhitung. Model pengembangan
perangkat pembelajaran matematika ini juga dapat digunakan guru untuk
membantu menyelesaikan permasalahan yang sering dihadapi peserta didik yakni
tidak teliti.
Guru menyusun kegiatan pembelajaran yang bertema ”Perkalian” yang
diintegrasikan dengan bimbingan pribadi seperti berikut ini: Pembelajaran kali ini
peserta didik diajak untuk melakukan perkalian dengan cara bersusun panjang dan
bersusun pendek. Kegiatan ini dilakukan supaya peserta didik mampu
menjelaskan operasi panjang dan pendek dengan mengikuti petunjuk. Kegiatan
yang dilakukan adalah guru mempersiapkan dadu besar dan kartu nomor 1 sampai
dengan 6 yang telah dituliskan bilangan disebaliknya. Guru melemparkan dadu
yang telah disediakan, jika sudah dilempar guru akan membuka kartu sesuai
angka dadu yang telah dilempar tersebut. Peserta didik mencatat bilangan yang
mencatat kembali bilangan yang ada dikartu yang sesuai dengan nomor dadu yang
dilempar. Guru meminta peserta didik mengalikan dua bilangan tersebut dengan
waktu yang telah ditentukan. Setelah waktu selesai guru menunjuk salah satu
peserta didik untuk maju ke depan dan menuliskan cara dan jawaban di papan
tulis. Kegiatan diharapkan peserta didik dapat berkonsentrasi dengan baik
sehingga mendapatkan jawaban dengan benar. Kegiatan ini dilakukan berulang-
ulang sampai peserta didik benar-benar dapat memahami pelajaran matematika
dalam perkalian ini dengan baik. Kegiatan ini berkaitan dengan tugas
perkembangan peserta didik dalam keterampilan berhitung (Havighurst dalam
Furqon, 2005: 35).
Kegiatan selanjutnya peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok
dan diberikan permainan ular tangga, dadu, kancing dan LKS pada kelompok.
Peserta didik diajak bermain ular tangga. Angka-angka pada ular tangga tersebut
sudah diberi soal dan peserta didik wajib mengerjakannya. Jika berhenti di angka
ganjil peserta didik harus mengerjakan soal dengan cara panjang, sedangkan bila
peserta didik berhenti pada angka genap maka harus mengerjakan dengan cara
pendek. Waktu pengerjaan dibatasi 10 menit, sehingga pemenangnya adalah
kelompok yang dapat mengerjakan soal sebanyak mungkin dengan cara dan
jawaban yang benar. Kegiatan ini dilakukan supaya peserta didik dapat
menyelesaikan operasi hitung perkalian dengan cara panjang dengan penuh
tanggung jawab. Selain itu, dengan kegiatan ini diharapkan peserta didik dapat
menyelesaikan operasi hitung perkalian cara bersusun pendek dengan hati-hati.
membangun hubungan dengan teman sebaya, keterampilan komunikasi,
keterampilan bekerjasama (Barus, 2011:15). Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan
dengan tugas perkembangan peserta didik yang dituliskan oleh Gendon Barus
(2011: 15) yaitu keterampilan mengikuti petunjuk cara pengerjaan perkalian
dengan cara bersusun panjang maupun dengan cara bersusun pendek. Jika peserta
didik tidak teliti dan mengikuti petunjuk dengan benar, maka peserta didik tidak
dapat mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan perkalian tersebut dengan
benar. Kegiatan ini dapat dilihat pada lampiran halaman 87.
Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan peserta didik dapat terbantu
mencapai tugas perkembangannya dalam hal mengikuti petunjuk. Kegiatan-
kegiatan ini juga diharapkan dapat membuat peserta didik lebih teliti dalam
mengerjakan soal-soal dan dalam kehidupan sehari-hari terlebih dalam pelajaran
matematika.
4.1.2. Kelayakan Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Terintegrasi Bimbingan Belajar
Hasil penilaian dari ketiga ahli menunjukkan menunjukkan bahwa model
pengembangan perangkat pembelajaran terintegrasi bimbingan belajar layak
digunakan. Model pengembangan perangkat pembelajaran tersebut dapat
digunakan oleh guru untuk membantu mengatasi masalah ketekunan yang dialami
peserta didik. Model pengembangan perangkat pembelajaran matematika ini juga
dapat digunakan membantu peserta didik untuk mencapai tugas perkembangan
Guru membantu peserta didik dengan cara menyusun kegiatan
pembelajaran bertemakan “Operasi hitung” seperti berikut: peserta didik dibagi
lembar soal berisi operasi hitung dan tabel angka-angka. Peserta didik diminta
menghitung soal-soal tersebut dengan benar kemudian peserta didik diminta untuk
mencari hasilnya di tabel angka yang sudah tersedia. Kegiatan ini selain untuk
membantu peserta didik mencapai tugas perkembangannya yakni keterampilan
berhitung juga dapat digunakan untuk meningkatkan ketekunan peserta didik
dalam pembelajaran terutama pembelajaran matematika.
Setelah membahas tugas yang sudah diberikan, guru menjelaskan
pengerjaan operasi hitung campuran. Urutan yang harus dilakukan saat
menghitung soal harus dijelaskan dengan jelas sehingga peserta didik menjadi
lebih jelas. Kegiatan ini diharapkan membuat peserta didik mampu menentukan
hasil operasi hitung campuran dengan penuh konsentrasi. Peserta didik diberi
tugas mengerjakan tugas operasi hitung campuran yang berbentuk soal cerita.
Pada kegiatan ini peserta didik diajak untuk tidak putus asa dalam mengerjakan
soal cerita yang diberikan oleh guru. Kegiatan ini didukung oleh teori tugas
perkembangan peserta didik yang ditulis oleh Gendon Barus (2011: 15) yaitu
keterampilan mengorganisasikan aktivitas belajar, tugas-tugas sekolah dan
kegiatan lainnya. Kegiatan ini dapat dilihat pada halaman 101.
Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan peserta didik dapat terbantu
mengatasi masalah dan mencapai tugas perkembangannya untuk
Kegiatan-kegiatan ini juga diharapkan dapat membuat peserta didik tekun belajar
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian yang sudah dijabarkan di
atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
5.1.1. Model perangkat pembelajaran Matematika terintegrasi dengan bimbingan
pribadi berdasarkan penilaian ahli mata pelajaran Matematika, ahli BK dan
ahli pengembangan perangkat pembelajaran memperoleh persentase
sebesar 84.09% yang berarti layak digunakan oleh guru SD di kelas IV
SD Kanisius Jomegatan Bantul.
5.1.2. Model perangkat pembelajaran Matematika terintegrasi dengan bimbingan
belajar berdasarkan penilaian ahli mata pelajaran Matematika dan ahli BK
memperoleh persentase sebesar 88.05% yang berarti layak digunakan oleh
guru SD di kelas IV SD Kanisius Jomegatan Bantul.
5.2. KETERBATAN PENELITIAN
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
5.2.1. Model perangkat pembelajaran Matematika terintegrasi ragam bimbingan
pribadi dan belajar pada penelitian ini hanya dapat digunakan di kelas IV
SD Kanisius Jomegatan Bantul.
5.2.2. Ahli pengembangan perangkat pembelajaran pada penelitian ini hanya
perangkat pembelajaran Matematik yang diintegrasikan dengan bimbingan
pribadi.
5.2.3. Model perangkat pembelajaran Matematika terintegrasi ragam bimbingan
pribadi dan belajar yang dikembangkan pada penelitian ini hanya konsep
pengintegrasian, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan
materi ajar.
5.3. SARAN
Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan produk
perangkat pembelajaran Matematika terintegrasi bimbingan pribadi dan belajar
yaitu:
5.3.1. Model perangkat pembelajaran ini apabila akan digunakan di kelas lain
sebaiknya dilakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu sebab kebutuhan
tiap kelas untuk setiap sekolah berbeda.
5.3.2. Penilaian dari ahli pengembangan perangkat pembelajaran sebaiknya
dilakukan untuk seluruh model pengembangan perangkat pembelajaran
yang dikembangkan.
5.3.3. Model perangkat pembelajaran sebaiknya tidak hanya mengembangkan