• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber :Riduwan ( 2010: 229)

Bagan 3.1 Alur Penelitian

Identifikasi Masalah

Perumusan Masalah

Uji Coba Instrumen

Analisis Instrumen

Pelaksanaan Penelitian

Pretes Studi Pendahuluan

Penyusunan Instrumen Penelitian

Kelas Kontrol dengan menggunakan Pembelajaran

Konvensional Kelas Eksperimen dengan

menggunakan Strategi Giving

30

Devi Lestari, 2015

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GIVING AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA PADA SISWA KELAS V SDN NEGERI KRAMATWATU 1

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

G. Teknik Analisis Data

Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif dari siswa. Data kualitatif diperoleh dari hasil angket yang diisi oleh siswa pada kelas eksperimen. Sedangkan data kuantitatif yaitu data yang berasal dari pretes dan gain.

1. Analisis data hasil pretes

Data pretes diperoleh dari hasil tes yang dilakukan sebelum siswa mendapatkan perlakuan, dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menyelesaikan soal-soal masalah sains baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol dan eksperimen

2. Analisis data gain

Analisis data gain digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep sains pada siswa yang mendapatkan strategi

31

Devi Lestari, 2015

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GIVING AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA PADA SISWA KELAS V SDN NEGERI KRAMATWATU 1

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pembelajaran giving question and getting answer dan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.

Gain yang akan peneliti gunakan yaitu gain ternormalisasi. Rumus gain ternormalisasi menurut Meltzer yaitu:

= −

Tabel 3.6

Klasifikasi Gain ternormalisasi

Nilai Keterangan

g ≤0,3 Rendah

0,3 < g 0,7 Sedang

> 0,7 Tinggi

Data-data tersebut selanjutnya diolah dan dianalisis agar memberikan gambaran nyata mengenai permasalahan yang diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sehingga teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Sugiyono (2009: 147) terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.

1. Statistik Deskriptif

Sugiyono (2009: 147) statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Termasuk dalam penelitian statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, piktogram, perhitungan modus, median, mean, perhitungan desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, perhitungan presentasi.

32

Devi Lestari, 2015

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GIVING AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA PADA SISWA KELAS V SDN NEGERI KRAMATWATU 1

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sugiyono (2009: 148) statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Jadi dalam statistik inferensial hasilnya dapat digeneralisasikan dan menjadi jawaban dari suatu populasi yang diwakilkan oleh sampel dan untuk menguji hipotesis yang bekenaan dengan kualitas sebuah perlakuan (seperti baik/jelek, berhasil/gagal, memuaskan/mengecewakan) atau rata-rata atau normal/tidak normalnya sebuah sebaran data. Statistik inferensial terdapat beberapa tahap pengujian data, antara lain sebagai berikut :

a. Uji prasyarat 1) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelas berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji normalitas, menggunakan uji chi-kuadrat (�2) dengan taraf signifikasi  = 0,05. Adapun rumus yang digunakan Riduwan (2010: 190) adalah sebagai berikut:

2 = ( − )2

=1

Keterangan:

2: Nilai chi-kuadrat

fo: Frekuensi yang diobservasi (frekuensi empiris) fe: Frekuensi yang diharapkan (frekuensi teoritis)

Setelah menghitung uji chi kuadrat, maka selanjutnya membandingkan harga chi kuadrat hitung dengan chi kuadrat tabel, untuk mencari chi kuadrat tabel dengan taraf signifikansi 5% (�= 0,05 ) dengan derajat kebebasan (dk) = k – 1 (k adalah banyaknya kelas interval). Dengan kriteria pengujian sebagai berikut:

Jika�2 <�2 , maka data dinyatakan berdistribusi normal

33

Devi Lestari, 2015

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GIVING AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA PADA SISWA KELAS V SDN NEGERI KRAMATWATU 1

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2) Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan jika data yang dianalisis berdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji homogenitas kedua kelas. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah varians-varians dari pretes dan postes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol homogen atau tidak homogen. Riduwan (2010: 184) uji homogenitas yaitu dengan uji varians terbesar dibandingkan varians terkecil

terkecil Varians terbesar Varians F atau S terkecil terbesar S F 2 2

Untuk mencari nilai varians sampel adalah menggunakan rumus sebagai berikut (Riduwan, 2010: 185):

   

 

1 2 2   

 

n n fX fX n S i i atau

   

 

1 2 2 2   

 

n n fX fX n S i i Keterangan: S : Simpangan baku S2 : Varians

Dengan = 0,05 dan dk = n – 1. Kriteria pengujian: Jika Fhitung< Ftabel, maka varians homogen

Jika Fhitung

Ftabel, maka varians tidak homogen. a. Uji Hipotesis

1) Data Berdistribusi Normal

 Jika data berdistribusi normal dan homogen, maka tahap selanjutnya adalah melakukan uji t, rumus yang digunakan sebagai berikut :

 

2

 

2 1 1 1 2 2 2 1 1 2 2

1

1 –1

2

1

n s n s

n

X

n

n

X

t

n

 

(Sugiyono, 2009: 197) Keterangan:

34

Devi Lestari, 2015

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GIVING AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA PADA SISWA KELAS V SDN NEGERI KRAMATWATU 1

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

: Rata-rata sampel kelas eksperimen : Rata-rata sampel kelas kontrol : Varians sampel kelas eksperimen : Varians sampel kelas kontrol : Jumlah sampel kelas eksperimen

: Jumlah sampel kelas kontrol Dengan kriteria pengujian:

Jika thitung ttabel, maka H

0 ditolak Jika thitung ttabel, maka H

0 diterima

Derajat kebebasan yang digunakan adalah = 1+ 2−2,dengan taraf signifikan α = 0,05.

 Jika data berdistribusi normal dan tidak homogen, maka tahap selanjutnya adalah melakukan uji t', rumus uji t' yang digunkan sebagai berikut : 2 2 2 1 2 1 2 1 ' n S n S x x t    (Sudjana, 2002: 241) dengan dk = (12 1+22 2) ( 12 1)2 1−1+ ( 22 2)2 2−1 (Walpole, 1995: 305)

Kriteria pengujian adalah: terima �0jika :

1 1+�2 21+ �2 < ′< �1 1+�2 21+ �2 1 x 2 x 2 1 S 2 2 S 1 n 2 n

35

Devi Lestari, 2015

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GIVING AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA PADA SISWA KELAS V SDN NEGERI KRAMATWATU 1

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dengan �1 = 12 1 ; �2 = 22 2 1 = 11 2� , 1−1 dan 2 = 11 2� , 2−1 Keterangan: 1

x : Rata-rata sampel kelas eksperimen

2

x : Rata-rata sampel kelas kontrol

: Varians sampel kelas eksperimen : Varians sampel kelas kontrol : Jumlah sampel kelas eksperimen : Jumlah sampel kelas control α : Taraf signifikan

2) Data Tidak Berdistribusi Normal

Uji statistik nonparametrik dilakukan jika data yang diperoleh tidak berdistribusi normal.Dalam penelitian ini, uji statistik non parametris yang dilakukan dengan menggunakan Uji Mann Whitney. Terdapat dua rumus yang digunakan dalam pengujian ini, yaitu �1dan �2. Kedua rumus itu digunakan untuk mengetahui harga U mana yang lebih kecil. Harga U yang lebih kecil tersebut yang akan digunakan untuk pengujian dan membandingkan dengan U tabel.

Jika 1, 2 20 maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : �1 = 1 2 + 1( 1+ 1) 2 − 1 . .2 = 1 2 + 2(2 + 1) 2 − 2 Sugiyono (2010: 61) Keterangan :

1= Jumlah peringkat kelas eksperimen

2= Jumlah peringkat kelas kontrol 2 1 S 2 2 S 1 n 2 n

36

Devi Lestari, 2015

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GIVING AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA PADA SISWA KELAS V SDN NEGERI KRAMATWATU 1

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1= Jumlah rangking pada sampel �1 2= Jumlah rangking pada sampel �2 1= Jumlah sampel kelas eksperimen

2= Jumlah sampel kelas kontrol Kriteria pengujian:

Jika � � maka Ha ditolak dan H0 ditolak. Jika � >� maka Ha diterima dan H0 diterima. Dengan taraf signifikan 5 %

Jika 1, 2 20, maka digunakan pendekatan kurva normal rumus z yaitu :

1 2 ( 1) / 12 a b a b a b U n n z n n n n     Kriteria pengujian:

Jika ZhitungZtabel maka H

0 diterima dan Ha ditolak. JikaZhitungZtabel maka H

0 ditolak dan Ha diterima

3) Uji Perbedaan Dua Rerata

Uji perbedaan dua rerata digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara kemampuan awal siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol dan yang akan diuji adalah nilai pretes siswa. Untuk kemampuan pemahaman konsep sains, hipotesi nol (�0) dan hipotesis alternatif (�1) adalah sebagai berikut :

H0 : Tidak terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemahaman konsep sains siswa kelas eksperimen sama dengan kemampuan pemahaman konsep sains siswa kelas kontrol

Ha : Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemahaman konsepsains siswa kelas eksperimen tidak sama dengan kemampuan pemahaman konsep sains siswa kelas kontrol.

37

Devi Lestari, 2015

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GIVING AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA PADA SISWA KELAS V SDN NEGERI KRAMATWATU 1

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu0 ∶ �1 = �2

1 ∶ �1 ≠ �2

Keterangan :

1: rata-rata skor pretes kemampuan pemahaman konsep sains siswa kelas eksperimen

2: rata-rata skor pretes kemampuan pemahaman konsep sains siswa kelas kontrol

4) Uji satu pihak

Dalam penelitian ini, uji hipotesis menggunakan uji satu pihak, pihak kanan. Dilakukan dua uji hipotesis yaitu :

1. Uji Hipotesis 1

Uji hipotesis 1 ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemahaman konsep sains siswa dengan menggunakan strategi

giving question and getting answer lebih baik daripada pembelajaran

konvensional. Instrumen yang digunakan adalah data gain yaitu pretes dan postes. Hipotesis 1 dirumuskan sebagai berikut :

H0:Peningkatan kemampuan pemahaman konsep sains siswa yang diberikan pembelajaran dengan strategi giving question and getting answer tidak lebih baik daripada siswa yang diberikan metode pembelajaran konvensional.

Ha:Peningkatan kemampuan pemahaman konsep sains siswa yang diberikan pembelajaran dengan strategi giving question and getting answer lebih baik daripada siswa yang diberikan metode pembelajaran konvesional.

Hipotesis statistiknya yaitu: H0 : µ1 µ2

38

Devi Lestari, 2015

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GIVING AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA PADA SISWA KELAS V SDN NEGERI KRAMATWATU 1

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Ha : µ1> µ2

Keterangan:

µ1 : rata-rata peningkatan kemampuan siswa yang diberikan pembelajaran

giving question and getting answer.

µ2 : rata-rata peningkatan kemampuan pemahaman konsep sains siswa yang diberikan pembelajaran konvensional.

2. Uji Hipotesis 2

Uji hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatakan kemampuan pemahaman konsep sains siswa dengan menggunakan strateggi giving question and getting answer lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Instrument yang digunakan adalah data gain yaitu pretes dan postes. Hipotesis 2 dirumuskan sebagai berikut:

H0 : Peningkatan kemampuan pemahaman konsep sains siswa yang diberikan pembelajaran dengan menggunakan strategi giving

question and getting answer tidak lebih baik dari siswa yang

diberikan pembelajaran konvensional.

H1 : Peningkatan kemampuan pemahaman konsep sains siswa yang diberikan pembelajaran dengan menggunakan strategi giving

question and getting answer lebih baik daripada siswa yang

diberikan pembelajaran konvensional.

Hipotesis statistiknya yaitu : H0 : µ1 ≤ µ2

H1 :µ1>µ2

39

Devi Lestari, 2015

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GIVING AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA PADA SISWA KELAS V SDN NEGERI KRAMATWATU 1

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

µ1 : Rata-rata peningkatan kemampuan pemahaman konsep sains siswa yang diberikan pembelajaran strategi giving question and

getting answer

µ2 Rata-rata peningkatan kemampuan pemahaman konsep sains siswa yang diberikan pembelajaran konvensional.

83 BAB V

Dokumen terkait