• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LAND ASAN TEOR

D. Amalan Akhlak Tasawuf dalam Kehidupan Sehari-har

Amalan akhlak tasawuf dalam kehidupan sehari-hari, penulis hanya menyajikan beberapa amalan akhlak tasawuf yang dilakukan orang pengamal tasawuf, yaitu: taqwa, zikir, ikhlas, taubat, tawakal, sabar, istiqomah, zuhud, tujuh amalan-amalan sunnah.

1. Taqwa

Definisi taqwa yang palig populer adalah “memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya.” 18 Ketaqwaan merupakan suatu hal yang harus dimiliki seorang hamba, karena ketaqwaan di hadapan Allah adalah sebagai pembeda antara hamba yang satu dengan yang lain. Derajad taqwa bisa diraih oleh manusia yaitu dengan cara mencari kebenaran haqiqi yang sesuai dengan batas-batas yang ditentukan Allah dan Rasul-Nya.

Definisi di atas merupakan gambaran seorang hamba yang takut dan patuh kepada Allah, untuk mendapatkan rasa takut kepada Allah memerlukan ilmu terhadap yang ditakuti. Seorang hamba apabila telah berilmu tentang Allah, akan takut kepada-Nya, orang yang takut kepada Allah maka akan bertaqwa kepada

l7Muhammad Sholikhin, op.cit, him. 10-11. I8H. Yunahar Ilyas, o p .c it,him. 54.

Allah. Salah satu bentuk taqwa seorang hamba kepada Allah yaitu seorang hamba akan selalu berjalan sesuai petunjuk Allah, yaitu sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

Keharusan seorang hamba takut kepada Allah karena ada dua hal yaitu: a. Agama Islam memang mengajarkan hendaknya kita semua takut kepada

Allah, seperti disebutkan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, antara lain:

(jjjy lili

till jli AiLu^j aJll

Al

alll

Artinya: ' Orang yang patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, takut dan bertaqwa kepada-Nya, itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. ” (Q.S. an-Nur, 52)

Sabda Rasulullah saw. menyebutkan pula:

^)l! ^ J ^ x ll j Aj3 j ^ i l \ ^ alll ;tli Ij-n. ia tli

ijx\\

J j'^1' ^3 .V^»qll j)

J

Artinya: “Ada tiga perkara yang dapat menyelamatkan manusia yaitu, 1. takut kepada Allah ditempat yang sunyi yang tersembunyi maupun di tempat yang terang, 2. berlaku adil pada waktu rela maupun pada waktu marah dan 3. hidup sederhana pada waktu miskin maupun pada waktu kaya. ”

b. Tuhan Allah tidak hanya pengasih maha penyayang tapi juga dimana perlu Dia menghukum siapa pun yang berani durhaka kepada-Nya. Dia tidak hanya memiliki surga tetapi juga mempunyai neraka.19

Dalam ringkasan tafsir Ibnu Katsir dijelaskan tentang orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dan kedudukan orang yang bertaqwa kepada Allah.

Qur’an surat al-Hujuraat ayat 13, yaitu:

alll Aic- ^5La j £ l <jl

Artinya, “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu ”

Maksud dari ayat tersebut yaitu yang membedakan derajat manusia di sisi Allah hanyalah ketaqwaan.

Diterangkan dalam sebuah hadits berkenaan dengan hal itu bahwa, Rasulullah saw. bersabda,

. * 3 l i l f 2 L , V I U . f S j U i a . . .

(l* J » ' j j )

Artinya: ’’Orang yang paling baik diantara kamu pada masa jahiliyah adalah orang yang paling baik pada masa Islam, apabila mereka memahami. ”20

Penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang bertaqwa yang sebenar-benarnya taqwa yang tidak dicampuri dengan syirik, akan mendapatkan derajad yang paling mulia di sisi Allah. Apabila dalam diri seorang hamba selalu diliputi rasa takut kepada Allah dan merasa selalu diperhatikan Allah dan para malaikat yang bertugas mengawasi manusia dari setiap aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan, akan berdampak baik pada hamba yaitu merasa dekat dengan Allah.

20Muhammad Nasib Ar-Rifai, Taisiru al-Atiyyat Qodir Li Ikhtishari Tafsir Ibnu Katsir,

2. Zikir

Zikir bersifat mengingat. Mengingat dan menyebut dalam bahasa zikir bersifat komplementer (saling terkait dan melengkapi). Menyebut merupakan zikir lisan yang akan mendorong hati untuk mengingat nama atau sesuatu yang disebut itu. Demikianlah zikir hati (mengingat) dan zikir lisan (menyebut) saling mempengaruhi yang nanti akan mendorong akal untuk menangkap kehendak Allah di alam ini yang dijadikan ibroh ketundukan dan kepatuhan kepada syriat- Nya. Sebagaimana dalam tunduk dan patuh pada sunnatullah (ketentuan-Nya). Selanjutnya akan melahirkan zikir amal (taqwa)/'

Sebagai manusia yang mempunyai sesembahan, sudah menjadi kewajiban untuk selalu mengingat Allah. Zikir merupakan ruhnya tariqat, kunci kebenaran, sahabatnya para murid dan ajarannya para w ali/2 Zikir merupakan jalan dan kunci hakikat serta senjata orang yang hendak menuju jalan Allah. Dalam hal ini Allah berfirman:

(l52:« j k l t ) ^ X*

.iritnya: 'Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku supaya aku ingat pula kepadamu

(i03 >1^1)

jia.

j

j La La aiil

j j

£ ili

Artinya: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan salatmu, ingatlah Alah di waktu berdiri, diwaktu duduk, dan diwaktu berbaring. ”21 22 23

21Muhammad Arifin Ilham, Menggapai Kenikmatan Zikir, PT. Mizan Publika, Jakarta, 2004, him. xii.

22Ibid., him. 7.

23Abdullah bin Akawy Al-Haddad Al-Husaini, Sentuhan-Sentuhan Sufistik Pintu Menuju Jalan Akhirat, terj. Rosihon Anwar, CV. Pustaka Setia, Bandung, 1999, him. 47.

Penjelasan zikir yang paling domain adalah hati, pikir dan lisan. Zikir tidak hanya cukup dengan itu akan tetapi harus diikuti dengan perbuatan yang melibatkan kerjanya organ tubuh secara materi dengan sungguh-sungguh (wirid). Apabila antara zikir dan wirid saling berhubungan maka akan menghasilkan apa yang diharapkan, yang sesuai dengan kerja kedua faktor yaitu zikir dan kerja keras dalam anggota tubuh. Wirid itu ibarat tanah, dan kerja keras adalah tanamannya. Tanah tanpa tanaman itu omong kosong, tahayul, atau klenik.24

Jadi wirid merupakan alat penghubung hamba dengan Tuhan. Kalau wirid tidak dilakukan maka akan bersifat fatamorgana, atau dengan kata lain wrid tanpa zikir tidak akan maksimal dalam hasil akhir, jadi antara zikir dan wirid harus ada keterkaitan.

Apabila hari kiamat sudah datang, maka akan terjadi hari penghitungan amal manusia (yaumul hisab), pada hari penghisaban nanti mulut-mulut yang pada waktu di dunia selalu zikir ditutup rapat-rapat oleh Allah, dan memberikan kesempatan kesaksian kepada organ tubuh. Organ tubuh pada hari penghisaban akan melaporkan apa yang telah diperbuatnya sesuai dengan waktu di dunia. Sebab bisa jadi lisan memberikan kesaksian yang dipenuhi dengan kepalsuan. Akan tetapi, apabila orang yang sudah kerapkali dan terbiasa berzikir, maka ucapannya menjadi zikir, sedangkan yang terbiasa berbicara, bisa jadi zikirnya pun menjadi ucapan yang tidak mengandung makna.

3. Ikhlas

Maksud ikhlas adalah megerjakan ibadah semata-mata karena handak mendekatkan diri kepada Allah semesta alam, bukan karena melahirkan taat di hadapan umum, bukan karena mengharap pula puji dan sanjung, sayang dan perhatian rakyat. Ikhlas adalah membersihkan amal dalam beribadah dari perhatian umum. Hasbi ash-Shiddieqy mengutip perkataan Ali ad-Daqqoq yaitu: