-imbangan + #ntuk menimbang #nderstorey
$ertas + #ntuk membungkus #nderstorey
ven + #ntuk mengeringkan #nderstorey
Alat -ulis + #ntuk menatat hasil praktikum
$amera + #ntuk mendokumentasikan
b& Bahan
#nderstorey %:umput teki, rumput grinting& + #ntuk
bahan pengamatan
3.3 0ara Kerja 3.3.1. A!(ek HPT
a Penangka(an Serangga %engan Sea(net 7enyiapkan alat dan bahan
lahan yang akan diamati pada masing&masing kelas
akukan # kali ayunan dengan menggunakan sweapnet
akukan dari ujung lahan sampai ke ujung lainya dengan arah vertikal atau hori;ontal
Setelah sampai diujung tutup sweapnet
%mbil serangga yang tertangkap dalam sweapnet dengan membuka bagian belakang sweapnet
+ius serangga dengan alkohol dan Simpan dalam plastik
akukan identifikasi serangga
) Penangka(an Serangga %engan P"t all dokumentasikan
7enyiapkan alat dan bahan
ahan yang akan diamati pada masing&masing kelas
+uat lubang hingga kedalaman yang sesuai
Pasang gelas aIua yang berisi air dan detergen
Tunggu selama !6 jam atau sehari
ambil serangga yang terjebak kedalam pitfall
7asukan kedalam kantong plastik
akukan identifikasi
?atat hasilnya
4 Penangka(an Serangga %engan Pan Tra(
% Penga#atan Pen'ak"t
7enyiapkan alat dan bahan
ahan yang akan diamati pada masing&masing kelas
Tancapkan ! batang kayu untuk mendirikan pan trap
Pasang baskom kuning pada kayu tersebut dan ikat dengan kawat
+askom diisi air dan detergen
+iarkan selama !6 jam
%mbil serangga yang terjebak dalam pan trap
7asukan dalam plastik
akukan identifikasi
?atat hasilnya dan dokumentasikan
7enyiapkan alat dan bahan
e Penangka(an Serangga %engan 5ell tra(
3.3.2 A!(ek Bu%"%a'a Pertan"an
%mati dan identifikasi bagian tanaman yang terkena penyakit
1itung intensitas serangan penyakit
?atat hasilnya dan dokumentasi
7enyiapkan alat dan bahan
ahan yang akan diamati pada masing&masing kelas
Pasang yellow trap pada tengah F tengah bedengan
+iarkan selama !6 jam
%mbil serangga yang terjebak dalam Helow Trap
7asukan dalam plastik
?atat hasilnya
dokumentasikan
7enyiapkan alat dan bahan
akukan wawancara dengan petani berdasarkan kuisioner
3.3.3. A!(ek Tana$
1 0ara Kerja %" La(ang
a Penga#)"lan !a#(el tana$ utu$
7enyiapkan alat dan bahan
ahan yang telah ditetapkan berdasarkan kelas masing&masing
bersihkan tanah yang akan diambil sampel
?ari tanah yang rata dan datar
Tancapkan ring sampel, bila tanah keras tambahkan air biar lebih mudah ditancapi ring
Pukul ring menggunakan palu sampai ring terisi tanah penuh
?ongkel tanah disekitar ring dengan menggunakan cetok
=atakan tanah dengan membersihkan tanah yang melebihi ring sampel
7asukan ring sampel berisi tanah kedalam plastik dan beri label
) Penga#)"lan !a#(el tana$ k#(!"t
4 Penga#)"lan Un%er!tr'
7enyiapkan alat dan bahan
ahan yang telah ditetapkan berdasarkan kelas masing&masing
%mbil tanah yang kecil dari 6 titik secara ;ig ;ag
7asukan kedalam plastik dan beri label
'okumentasikan kegiatan praktikum
7enyiapkan alat dan bahan
Pasang frame pada lahan yang telah ditetapkan berdasarkan kelas
Tentukan plot 2 dan plot !
%mbil understorey pada plot 2 dan plot ! menggunakan gunting
7asukan kedalam kresek
% Penga#)"lan Sere!a$
2 0ara kerja %" La)ratr"u# a Berat Jen"! Tana$
7enyiapkan alat dan bahan
Pasang frame pada lahan yang telah ditetapkan berdasarkan kelas masing&masing
Tentukan plot 2 dan plot ! dan ukur ketinggiannya
%mbil seresah pada plot 2 dan plot !
7asukan kedalam kresek dan beri tanda atau label
'okumentasikan kegiatan praktikum
7enyiapkan alat dan bahan
7enghaluskan tanah yang sudah dikering oven dengan mortar dan pistil
Timbang labu ukur kosong dan masukkan tanah !" gr
Timbang labu ukur beserta tanah
7engisi air L dari volume labu ukur dan menghomogenkan
) Berat I!" Tana$
'okumentasikan kegiatan praktikum
7enyiapkan alat dan bahan
Timbang ring kosong
Timbang sampel tanah beserta ring
7engeluarkan tanah yang ada didalam ring
7engukur tinggi dan diameter ring dengan penggaris dan jangka sorong
7enimbang tanah yang sudah dikeluarkan beserta cawan
7engoven tanah selama !6 jam dengan suhu 2":M?
7engeluarkan tanah dari dalam oven
7enimbang sampel tanah kering oven
7enghitung nilai +erat 8si tanah dan catat hasilnya
0 06rgan"k
7enyiapkan alat dan bahan
Timbang sampel tanah dan masukkan sampel tanah yanglolos a yakan ",: mm dalam labu erlenmeyer :"" ml
7asukkan K!?r!C0 2" ml dan 1!SC6 !" ml
'igoyang F goyangkan agar tanah dapat bereaksi sepenuhnya
'iamkan dalam ruang asam selama 2: menit
Tambahkan aIuades !"" ml
7asukkan 1#PC6 >: 2" ml dan #" tetes penunjuk difenilamina
Titrasi dengan AeSC6 sampai warna berubah menjadi hijau seperti warna hijau botol sprite
?atat volume ml sampel dan lakukan perhitungan
% (H tana$
e eH tana$
7enyiapkan alat dan bahan
7asukan 2" gr sampel tanah yang lolos ayakan ! mm dalam fial film
7asukan 1!C 2" ml dalam fial film
Kocok 2" menit dan diamkan selama 2: menit
*kur Ph sampel menggunakan alat Ph meter
?atat hasinya
'okumentasikan kegiatan praktikum
7enyiapkan alat dan bahan
7asukan 2" gr sampel tanah yang lolos ayakan ! mm dalam fial film
7asukan 1!C 2" ml dalam fial film
Kocok 2" menit dan diamkan selama 2: menit
*kur e1 sampel menggunakan alat conductivity meter
?atat hasilnya
f Pengukuran Sere!a$
g Pengukuran Un%er!tre'
BAB I7
7enyiapkan alat dan bahan
Timbang seresah dan bungkus dengan kertas
7aasukan kedalam oven dan oven selama # hari
Timbang kembali seresah kering
?atat hasilnya
'okumentasikan kegiatan praktikum
7enyiapkan alat dan bahan
Timbang understorey
+ungkus dengan kertas
7aasukan kedalam oven
Cven selama # hari
Timbang berat kering understorey
?atat hasilnya
HASIL DAN PEMBAHASAN
&.1 Kn%"!" U#u# La$an
okasi pelaksanaan kegiatan fieldtrip dilaksanakan di *'. +umiaji sejahtera yang terletak di 'usun +anaran, 'esa +umiaji, Kecamatan +umiaji, Kota +atu dengan batas wilayah sebagai berikut )
a Sebelah utara berbatasan dengan 'esa +ulukerto dan <unung %rjuno b Sebelah barat berbatasan dengan 'esa Sidomulyo
c Sebelah selatan berbatasan dengan 'esa Pandanrejo d Sebelah timur berbatasan dengan 'esa <iripurno
Secara geografis kebun produksi *' +umiaji Sejahtera terletak di lereng <unung %rjuno dengan ketinggian 5""&2.6"" mdpl. Secara umum 'esa +umiaji memiliki 0 kelas lereng yaitu " sampai # (datar$B # sampai > (landai$B > sampai 2: (agak miring$B 2: sampai #" (miring$B #" sampai 6: (agak curam$B 6: sampai 3" (curam$B dan lebih dari 3" (sangat curam$. 'an terdiri dari : relief yang meliputi berombak, bergelombang, berbukit kecil, berbukit dan bergunung.
'usun +anaran 'esa +umiaji merupakan daerah dengan tipe iklim yang agak basah. +erdasarkan kondisi alam curah hujannya kurang lebih 2.>3" mm per tahun dengan suhu berkisar antara 26�o?, kelembaban 3"&>" , penyinaran matahari pada musim kemarau antara >&2" jam per hari, sedangkan pada musim penghujan : jam per hari. enis tanah di 'esa +umiaji adalah tipe tanah inceptisol, sangat gembur, dengan warna hitam hingga coklat gelap dan kaya kandungan unsur hara. Sebagian besar wilayah di desa ini digunakan dalam sector pertanian baik untuk tanaman pangan dan hortikultura.
&.2 Anal"!"! Kea%aan Agrek!"!te# Lka!" "el%tr"( &.2.1 A!(ek BP
a. PHT 8Pengen%al"an Ha#a Ter(a%u
'ata didapatkan saat fieldtrip yang dilakukan dikebun jambu Kristal, kecamatan bumiaji, batu. ahan tersebut merupakan lahan display atau lahan yang digunakan untuk percontohan tanaman budidaya agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. ahan tersebut dahulu merupakan lahan yang ditanami apel,
namun seiring produktivitas apel menerun di daerah Tersebut, maka petani berinisiatif mengganti tanaman apel dengan tanaman jambu Kristal. %wal
tanam jambu dimulai sejak tahun !""3 dengan mengambil bibit dari mojokerto sebanyak 23 pohon, namun setelah adanya perkembangan, hingga saat ini mencapai #0"" pohon dalam #,: 1a. ahan bapak =ahmad 1ardianto ini memilii luas #,: 1a atau 0 blok.
ahan yang diolah oleh bapak =ahmad 1ardianto ini merupakan jenis perkebunan yang tergolong kedalam lahan P1T, artinya lahan tersebut telah menerapkan sistem P1T seperti pemanfaatan tanaman barier yakni tanaman ketumbar, kemudian memanfaatkan pencegahan serangan hama dengan menggunakan pembungkus plastic pada buah, agar buah tidak terserang lalat buah. Kebun jambu Kristal diolah dengan sistem tanam tumpangsari.
Tumpangsari merupakan pola tanam dalam satu luasan pertanaman yang terdapat dua atau lebih jenis tanaman dalam waktu yang sama (<ome; dan <ome;, 25>#$. tumpangsari merupakan sistem tanam yang efisien, karena didalam pola ini, terdapat ekosistem yang seimbang, ini juga didukung oleh pernyataan (wisnu,!"2"$ Penanaman dengan pola tumpangsari dapat menciptakan agroekosistem pertanaman yang lebih kompleks, mencakup interaksi antara tanaman sejenis maupun dari jenis tanaman lain. 'i dalam kebunya pak rahmad menggunakan tumpangsari jambu Kristal dengan terong dan jeruk. +enih tanaman utama atau jambu kristal berasal dari benih bersertifikat dengan jarak penanaman #@# m, jarak diperlukan sedemikian hingga, agar akar tanaman tidak saling berkompetisi satu sama lain dan menghindari penumpukan antar kanopi tanaman. 'alam penggunaan pupuk dasar dengan pupuk kandang, sedangkan pada vase vegetative dengan diberi kadar tinggi menggunakan sari a;ola yakni dalam : kg sari a;ola dilarutkan kedalam !: air ditambah cocopeat sebagai sumber K. 'an memasuki fase generative pemberian pupuk ,P,K berimbang dalam 2 kg PK larut dengan 6"kg air. 'engan perlakuan demikian umur panen jambu sekitar !,: F # bulan, sedangkan produksi 2,: F ! tahun produksi. Sistem pengairan disana menggunakan irigasi teknis, terdapat beberapa sumber air di tengah lahan, yang sengaja diberi ikan, yang berperan sebagai indicator kesehatan air
tersebut. sedangkan untuk rotasi tanam tidak dilakukan karena mengingat tanaman yang ditanam adalah tanaman tahunan. 'alam pengolahan lahan pasti memiliki masalah yang menghambat, salah satu masala h tersebut adalah rendahnya harga jual. 8ni dikarenakan permintaan grade di pasar yang terlalu tinggi yakni setiap buah memiliki berat #:" gram keatas, untuk grade buah jambu Kristal berkisar antara :"" gram hingga !"" gram, namun jambu Kristal dapat berkurang bobot buahnya jika disimpan dalam periode yang lama, karena menurut (Soesiladi,!"2!$ Susut bobot pada buah berkenaan dengan banyaknya air yang hilang akibat proses transpirasi melalui pori&pori buah. Susut bobot buah akan meningkat selama penyimpanan. 'apat juga dikarenakan kurangnya unsure hara yang terdapat dalam tanah, sehingga bobot buah kurang ma@imal. karena tidak tercukupi dengan grade yang tinggi
dan yang terkirim adalah grade dibawahnya maka harga jual jambu Kristal menurun. *ntuk peluang penanaman barusudah ada, yakni dengan penanaman sayur kale yang mencapai =p 2"".""" - kg
*ntuk indikator stabilitas dan keberlanjutan sesuai hasil yang didapat memiliki skoring !#. artinya menunjukkan perlunya tindakan untuk melakukan keberlanjutan. Karena untuk memenuhi sistem pertanian berlanjut maka juga perlu dilihat dari sisi ekologis, kologi sendiri dalam bidang pertanian berarti ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
tanaman (tumbuhan yang dibudidayakan$ dengan lingkungannya yang terdapat dalam suatu ekosistem (=uslan, 253>$. 'an pertanian berlanjut menurut (Suin, !""!$ pertanian berkelanjutan adalah pengelolaan sumberdaya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah, sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumberdaya alam. Saat dilapang pengendalian hama masih menggunakan pestisida namun dalam skala yang kecil, penggunaan pestisida juga sedikit ditekan dengan penggunaan tanaman barier, yakni daun ketumbar dan terung. Selain itu penggunaan benih hibrida juga dapat mengurangi keanekaragaman tanaman tersebut.
Penghasilan rata&rata petani jambu Kristal =p 2:.""".""" - minggu. %tau karena jambu Kristal tidak mengenal musim dan dapat berbuah kapan
saja maka keuntungan perbulan bisa mencapa =p 3".""".""". Tanaman jambu merupakan tanaman tahunan, menurut (=idwan, !"2#$ tanaman tahunan merupakan tanaman yang berumur dan berproduksi lebih dari satu tahun serta dapat dipanen beberapa kali dalam satu tahun.engan luasan lahan yang dimiliki petani lebih dari 2 1a dengan luasan semua lahan #,: 1a yang dibagi atas 0 blok, 6 blok lahan sendiri dan # blok lahan sewa.
). Nn PHT
Sejarah ahan sebelum ditanami komoditas jambu kristal lahan milik bapak ali mustafa telah ditanami komoditas apel, sayuran dan jambu merah.
+ibit jambu kristal di dapat dari 7isi Teknik Taiwan di lokasi proyek 7ojokerto.
'ari hasil wawancara petani, di dapatkan hasil dalam luas lahan !>"" m! yang di tanami 6"" pohon jambu kristal petani mendapatkan pendapatan =p 2>".""".""" permusim panen. Pendapatan yang tinggi ini diperoleh dari produktivitas buah yang tinggi sebesar #" kg per. 'imana perkg memiliki harga jual sebesar =p 2:.""". 7enurut (=idwan,!"2#$ produktivitas jambu Kristal pada umur tanaman ! tahun ini bisa mencapai !" kg-tahun. Sehingga lahan ini memilik produktivitas buah yang tinggi.
'ari hasil indikator untuk tetap menjaga stabilitas produksi 7enurut (=idwan,!"2#$Petani dapat memanen buah yang telah memenuhi standar grade yang tinggi agar lebih efisien. Pemanenan bisa lebih baik pada saat
matahari belum terik agar tidak silau dan salah melihat warna dan cacat buah yang mengurangi harga jual. Pengontrolan waktu panen juga harus dilakukan agar tidak terjadi lagi kasus jatuhnya harga. Petani yang tanamannya sudah lebih dari dua tahun dapat meningkatkan keuntungan dengan mencangkok bibitnya. 1al ini menurut petani yang melakukannya lebih mudah dilakukan
dibanding perawatan buah, kemampuan cangkok per pohon yang tinggi dari 2: hingga 0" bibit per pohon dan tingginya harga jual.
'ari hasil penentuan indicator keberlanjutan yang di interpretasikan dari hasil wawancara. ahan milik bapak %li 7ustafa perlu adanya tindakan untuk keberlanjutan karena skoring mendapat nilai 2 yang masuk penilaian "&
!6 dimana menunjukan perlu adanya tindakan untuk melakukan keberlanjutan. *ntuk menuju kearah keberlanjutan dari point min dalam indicator perlu diperbaiki. Pengunaan pestisida dilahan dapat diminimalisir atau di tiadakan dengan cara 7enurut (=idwan, !"2#$ Serangan hama yang merupakan keluhan umum petani disebabkan oleh masih kurang intensifnya kegiatan pengendalian hama dan penyakit yang dilakukan petani. Pembungkusan juga harus secepatnya dilakukan ketika buah sudah seukuran kelereng agar buah tidak terserang hama seperti ulat dan semut.
'ari hasil penilaian indikator kemerataan dengan luasan lahan masuk pada + yaitu ",!:&2 ha, sifat kepemilikan lahan masuk pada lahan sendiri dan pendapatan petani setiap musim yang mencapai N=p :.""".""" menunjukan bahwa kemerataan telah tercapai. Pendapatan bukan hanya dari penjualan buah saja tetapi lewat penjualan bibit dan agrowisata petik jambu. 7enurut (=idwan,!"2#$ Oarian jambu biji kristal memiliki biji paling sedikit diantara varian jambu biji lainnya, buahnya yang berukuran besar dan memiliki daging buah yang bersih dengan tekstur yang renyah seperti buah apel menjadikannya sebagai buah jambu biji terfavorit pilihan masyarakat dan prospek cerah jambu kristal bagi pelaku bisnis khususnya yang bergerak dibidang agro.
Sehingga prospek pasar untuk jambu kristal tinggi.
'ari data yang telah didapat di lahan P1T dan non P1T dalam aspek +P lebih baik yang P1T karena dilahan P1T selain melakukan pengendalian hama menggunakan trap juga melakukan pengendalian dengan menanam tanaman barier untuk mengendalikan hama lalat buah yang menjadi hama utama di lahan jambu kristal. Pada lahan P1T petani melakukan pola tanam tumpangsari menurut pernyataan (wisnu,!"2"$ Penanaman dengan pola tumpangsari dapat menciptakan agroekosistem pertanaman yang lebih kompleks, mencakup interaksi antara tanaman sejenis maupun dari jenis tanaman lain. Selain itu pada lahan P1T juga ditanami jeruk dan ketumbar sebagai tanaman eguanol yang aromanya tidak disenangi lalat buah, selain dua tanaman diatas di lahan P1T juga ditanam terong sebagai tanaman barier sehingga hama akan lebih memilih menyerang terong dibandingkan jambu. Sedangkan di lahan non P1T petani menggunakan pola tanam monokultur dan
tidak ada tanaman barier sehingga hama akan fokus menyerang tanaman utama yaitu jambu kristal dan akan menurunkan kulitas dan kuantitas buah.
&.2.2 Ha#a %an Pen'ak"t (a%a La$an PHT Ja#)u Kr"!tal A. Data Art$r(%a
'ari hasil praktikum lapang yang telah dilakukan di +umiaji pada lahan P1T jambu kristal didapatkan data arthropoda yang ditemukan pada lahan tersebut yaitu sebagai berikut )
Tabel 2 ) 1asil Pengamatan %rthropoda P1T
o 'okumentasi ama serangga Peran umla
h Perangka p 2 Kutu kebul (Bemisia tabaci) 1ama !" & ! alat buah (Drosophila melanogaster) 1ama 2 Sweepnet # +elalanghijau ($%ya chinensis) 1ama 22 Sweepnet 6 Kumbang kubah spot (Menochillus se%maculatus) 1ama ! Sweepnet
: ?apung ($rthetrum sabina ) 7usuh alami > Sweepnet 3 Semut hitam ( Dolichoderus thoracicus$ Serang ga lain 6 Pit fall dan yellow trap 0 1elen (Abisara neophron) Serang ga lain 0 Sweepnet
Tabel ! ) hasil perhitungan arthropoda P1T Peran Total Persentase ($ 1ama 7usuh alami Serangga lain 1ama 7usuh alami Serangg a lain umlah #6 > 22 :# 36,2: 2:,"5 !",0: Perhitungan ) 1ama ) 34 53 2"" Q 36,2: 7usuh alami ) 8 53 2"" Q 2:,"5
Serangga lain )
11
53 2"" Q !",0:
• Segitiga Aiktorial P1T
+erdasarkan data yang didapatkan pada daerah +umiaji dengan komoditas ambu Kristal pada aspek 1PT&P1T diperoleh data biodiversitas 1ama, Serangga ain dan 7usuh %lami. Pengamatan pada komoditas ambu Kristal tersebut dilakukan di ! petak komoditas ambu Kristal dengan > bedengan, dengan setiap bedengnya ada # tanaman jambu.
+erdasarkan data pengamatan %rthropoda didapatkan beberapa serangga pada > bedeng komoditas ambu Kristal yang diamati didapatkan diantaranya kutu
kebul (Bemisia tabaci), alat buah (Drosophila melanogaster), +elalang hijau ($%ya chinensis), dan Kumbang kubah spot 7 (Menochillus se%manculatus) yang berperan sebagai hama. Kemudian didapatkan juga ?apung ( $rthetrum &abina) sebagai musuh alami serta didapatkan pula Semut hitam ( Dolichoderus thoracicus Smith ) dan 1elen
(
Abisara neophron) sebagai serangga lain.'ari data hasil pengamatan dapat diketahui presentase dari peranan masing&masing arthropoda yang didapat. 'alam peranannya arthropoda yang berperan sebagai hama didapatkan presentase sebesar 36,2: , peranan
SL
MA H
arthropoda sebagai musuh alami didapatkan 2:,"5 , dan peranan arthropoda sebagai serangga lain didapatkan !",0: .
+erdasarkan data persentase peranan arthropoda diatas dapat disimpulkan dengan menggunakan segitiga fiktorial. 'ari hasil segitiga fiktorial dapat diketahui bahwa terdapat titik potong antara jumlah hama dan serangga lain. 'ari titik potong didapatkan perpotongan pada daerah hama. 1al tersebut sesuai dengan data tabel yang menyatakan bahwa nilai dan jumlah hama lebih besar dibandingkan dengan nilai dari peranan arthropoda yang lainnya.
+erdasarkan hasil pengamatan diketahui kondisi agroekosistem pada lahan tersebut memiliki keanekaragaman arthropoda yang banyak. 'itinjau dari hasil segitiga fiktorial didapatkan perpotongan pada daerah hama, denagan presentase sebesar 36,2: . 1al tersebut memiliki arti bahwa jumlah populasi hama lebih besar dibandingkan dengan populasi peranan serangga selain hama. Kondisi ini dikarenakan adanya adaptasi dan persaingan hidup antar individu yang ketat, hal ini sesuai dengan literatur Cka (255:$, menyatakan bahwa faktor&faktor yang mengatur kepadatan suatu populasi dapat terjadi karena persaingan antara individu dalam satu populasi atau dengan spesies lain, Perubahan lingkungan kimia akibat adanya sekresi dan metabolisme, kekurangan makanan,adanya serangga predator-parasit-penyakit,dan adanya emigrasi.
'ari hasil yang diperoleh pada data di atas maka dapat dikatakan keseimbangan ekosistem pada lahan P1T ambu Kristal masih kurang baik dilihat dari keragaman arthropoda dan terdapatnya populasi hama yang memiliki persentase tinggi. 1al ini dikarenakan kurang adanya manajemen ekosistem yang baik dalam pengendalian populasi hama serta tersedianya kualitas makanan yang cukup baik sehingga keberadaan hama tinggi. 1al ini juga didukung dengan yang dikemukakan =iyanto (255:$, bahwa tersedianya makanan dengan kualitas yang cocok dan kuantitas yang cukup akan menyebabkan naiknya populasi dengan cepat. Sebaliknya bila keadaan makanan kurang maka populasi dapat menurun pula. 7enurut Soemarwoto (2550$ menyatakan bahwa pada dasarnya
keseimbangan ekosistem terjadi karena adanya komponen F komponen yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. 7asing F masing komponen mempunyai relung (cara hidup$ dan fungsi yang berbeda dan berkaitan satu
dengan yang lainnya. Selama komponen tersebut melaksanakan fungsinya dan bekerjasama dengan baik maka keteraturan ekosistem akan tetap terjaga.
Ha#a %an Pen'ak"t (a%a La$an Nn PHT Ja#)u Kr"!tal
'ari hasil praktikum lapang yang telah dilakukan di +umiaji pada lahan non P1T jambu kristal didapatkan data arthropoda yang ditemukan pada lahan tersebut yaitu sebagai berikut )
Tabel #) 1asil Pengamatan %rthropoda on&P1T
o 'okumentasi ama serangga Peran umlah Perangkap
2 alat buah (Bactrocera dorsalis) 1ama #" Pan trap dan yellow trap ! gengat (&podoptera e%igua) 1ama ! Pan trap dan yellow trap # yamuk (Aedes albopictus) Serangga
lain ! Pan trap
6
*lat grayak (&podoptera
e%igua)
1ama 2 Pit fall
:
Tomcat (Paederus
littoralis)
7usuh
'ari Tabel dapat dilihat hasil pengamatan %rthropoda dengan perlakuan non&P1T yang ditemukan di lapang. Pada pan trap dan yellow trap ditemukan lalat buah (Bactrocera dorsalis) dan ngengat (&podoptera e%igua). Kedua %rthropoda ini berperan sebagai hama. Selain itu ada nyamuk (Aedes albopictus) yang berperan sebagai serangga lain ditemukan pada pan trap. Sedangkan pada pit fall ditemukan ulat grayak (&podoptera e%igua) yang juga berperan sebagai hama dan tomcat (Paederus littoralis) sebagai musuh alami.
Tabel 6 ) 1asil Perhitungan %rthropoda on&P1T Peran Total Persentase ($ 1ama 7usuh alami Serangga