• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN MAES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN MAES"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

1.1

1.1 LataLatar Belr Belakanakangg

Perubahan pola pertanian yang konvensional ke pertanian intensif telah Perubahan pola pertanian yang konvensional ke pertanian intensif telah membawa berbagai konsekuensi baik terhadap lingkungan pertanian maupun membawa berbagai konsekuensi baik terhadap lingkungan pertanian maupun lingk

lingkungan ungan sekitasekitarnya. rnya. KonsekKonsekuensi uensi nyata nyata perkemperkembangan sistem bangan sistem pertanipertanianan in

intentensif sif anantartara a lailain n pepercercepapatan tan eroerosi, si, efefek ek reresisidu du pupupupuk k dadan n pepeststisiisidada.. Terjadinya gangguan dalam lingkungan disebabkan adanya kegiatan manusia Terjadinya gangguan dalam lingkungan disebabkan adanya kegiatan manusia yang kurang tepat, kurang kepeduliannya pada ekologi dan akibat penggunaan yang kurang tepat, kurang kepeduliannya pada ekologi dan akibat penggunaan teknol

teknologi pertanian ogi pertanian yang tidak yang tidak mengamengacu cu pada pada pembpembangunangunan an berwawberwawasamasam lingk

lingkunganungan. . Selain itu, Selain itu, tidak tidak terokterokomodomodirnya irnya pengpenggunaagunaan n atau atau pembepemberianrian  pupk

 pupk sehingga sehingga tidak tidak mampu mampu mencegah mencegah terjadinya terjadinya kerusakan kerusakan lingkunganlingkungan (uhfill, dkk !""#$.

(uhfill, dkk !""#$.

%groekosistem terbentuk sebagai hasil interaksi antara sistem sosial %groekosistem terbentuk sebagai hasil interaksi antara sistem sosial dengan sistem alam, dalam bentuk aktivitas manusia yang berlangsung untuk  dengan sistem alam, dalam bentuk aktivitas manusia yang berlangsung untuk  memenuhi kebutuhan hidupnya sehari&hari.

memenuhi kebutuhan hidupnya sehari&hari.

%groekosistem kebanyakan dipakai oleh negara atau masyarakat yang %groekosistem kebanyakan dipakai oleh negara atau masyarakat yang  berperadaban

 berperadaban agraris. agraris. Kata Kata agro agro atau atau pertanian pertanian menunjukan menunjukan adanya adanya aktifitasaktifitas atau

atau camcampupur r tantangan gan masymasyarakarakat at perpertanitanian an terhterhadaadap p alam alam ataatau u ekoekosistsistem.em. 'alam mengambil manfaat ini masyarakat dapat mengambil secara langsung 'alam mengambil manfaat ini masyarakat dapat mengambil secara langsung dari alam, ataupun terlebih dahulu mengolah atau memodifikasinya. adi suatu dari alam, ataupun terlebih dahulu mengolah atau memodifikasinya. adi suatu agroek

agroekosistem sudah osistem sudah menganmengandung campur dung campur tangatangan n masymasyarakat arakat yang merubahyang merubah ke

keseiseimbmbanangagan n alalam am ataatau u ekekososisistem tem ununtutuk k memengnghashasililkakan n sessesuauatu tu yayangng  bermanfaat.

 bermanfaat.

Pentingnya pengamatan dan analisis sistem dan perlakuan budidaya di Pentingnya pengamatan dan analisis sistem dan perlakuan budidaya di sua

suatu tu lahlahan an untuntuk uk menmenilai ilai sebseberaperapa a besbesar ar keskeseimeimbanbangan gan agragroekoekosiosistem stem didi la

lahan han tetersersebubut. t. 'e'engngan an memengngetetahahui ui sesebeberaprapa a bebesarsarnynya a kekeseiseimbmbanangagann agroekosistem maka akan bisa menjadi dasar dalam perlakuan selanjutnya, agroekosistem maka akan bisa menjadi dasar dalam perlakuan selanjutnya,  baik

 baik dalam dalam pemeliharaan, pemeliharaan, perawatan perawatan dan dan sebagainya sebagainya sehingga sehingga agroekosistemagroekosistem akan dapat berkelanjutan.

(2)

1.2

1.2Tujuan

Tujuan

%dapun tujuan dari praktikum lapang antara lain adalah sebagai berikut ) %dapun tujuan dari praktikum lapang antara lain adalah sebagai berikut ) a.

a. *nt*ntuk meuk mengengetahtahui koui kondindisi umsi umum lahum lahan di +uan di +umiamiajiji  b.

 b. *ntuk mengetahui sistem budidaya jambu *ntuk mengetahui sistem budidaya jambu kristal di lahan +umiajikristal di lahan +umiaji c.

c. *n*ntutuk k memengngetaetahuhui i agagroroekekososisistem tem dadari ri aspaspek ek bubudididaydaya a tantanamamanan, , hahamama  penyakit dan dari aspek tanah.

 penyakit dan dari aspek tanah. d.

d. *ntuk *ntuk mengetmengetahui dahui dasar infasar informasi ormasi untuuntuk membk memberikan erikan rekomrekomendasi dendasi dalamalam  pencapaian keseimbangan agroekosistem.

 pencapaian keseimbangan agroekosistem.

1.3

1.3 MaManfanfaatat

Ad

Adap

apun

un ma

manf

nfaa

aat

t da

dari

ri pr

prak

akti

tik

kum

um ya

yang

ng k

kam

ami

i la

lak

kuk

ukan

an,,

mah

mahasi

asiswa

swa dap

dapat

at men

menget

getahu

ahui

i k

kond

ondisi

isi um

umum

um lah

lahan

an dae

daera

rah

h

Bumi

Bumiaji

aji dan

dan meng

mengetahu

etahui

i sist

sistem

em budid

budidaya

aya jambu kristal yang

jambu kristal yang

ada di Bumiaji serta dapat mengetahui agroekosistem yang

ada di Bumiaji serta dapat mengetahui agroekosistem yang

ad

ada

a di

disa

sana

na me

meli

lipu

puti

ti as

aspe

pek

k bu

budi

dida

daya

ya,

, ha

hama

ma pe

peny

nyak

akit

it da

dan

n

tanah. Diharapkan nantinya mahasiswa mampu

tanah. Diharapkan nantinya mahasiswa mampu mengevaluasi

mengevaluasi

hal

hal ters

tersebut dan

ebut dan dapat mempe

dapat memperbai

rbaiki

ki dalam sistem budiday

dalam sistem budidaya

a

dengan merekomendasikan guna penapaiam keseimbangan

dengan merekomendasikan guna penapaiam keseimbangan

agr

agroek

oekosi

osiste

stem

m dan

dan me

mengg

nggant

anti

i den

dengan

gan me

metod

tode

e yan

yang

g ben

benar,

ar,

s

se

eh

hiin

ng

gg

ga

a

d

da

ap

pa

at

t

m

me

en

ne

erra

ap

pk

ka

an

n

s

siis

stte

em

m

p

pe

errtta

an

niia

an

n

y

ya

an

ng

g

berkelanjutan.

(3)

1.2

1.2Tujuan

Tujuan

%dapun tujuan dari praktikum lapang antara lain adalah sebagai berikut ) %dapun tujuan dari praktikum lapang antara lain adalah sebagai berikut ) a.

a. *nt*ntuk meuk mengengetahtahui koui kondindisi umsi umum lahum lahan di +uan di +umiamiajiji  b.

 b. *ntuk mengetahui sistem budidaya jambu *ntuk mengetahui sistem budidaya jambu kristal di lahan +umiajikristal di lahan +umiaji c.

c. *n*ntutuk k memengngetaetahuhui i agagroroekekososisistem tem dadari ri aspaspek ek bubudididaydaya a tantanamamanan, , hahamama  penyakit dan dari aspek tanah.

 penyakit dan dari aspek tanah. d.

d. *ntuk *ntuk mengetmengetahui dahui dasar infasar informasi ormasi untuuntuk membk memberikan erikan rekomrekomendasi dendasi dalamalam  pencapaian keseimbangan agroekosistem.

 pencapaian keseimbangan agroekosistem.

1.3

1.3 MaManfanfaatat

Ad

Adap

apun

un ma

manf

nfaa

aat

t da

dari

ri pr

prak

akti

tik

kum

um ya

yang

ng k

kam

ami

i la

lak

kuk

ukan

an,,

mah

mahasi

asiswa

swa dap

dapat

at men

menget

getahu

ahui

i k

kond

ondisi

isi um

umum

um lah

lahan

an dae

daera

rah

h

Bumi

Bumiaji

aji dan

dan meng

mengetahu

etahui

i sist

sistem

em budid

budidaya

aya jambu kristal yang

jambu kristal yang

ada di Bumiaji serta dapat mengetahui agroekosistem yang

ada di Bumiaji serta dapat mengetahui agroekosistem yang

ad

ada

a di

disa

sana

na me

meli

lipu

puti

ti as

aspe

pek

k bu

budi

dida

daya

ya,

, ha

hama

ma pe

peny

nyak

akit

it da

dan

n

tanah. Diharapkan nantinya mahasiswa mampu

tanah. Diharapkan nantinya mahasiswa mampu mengevaluasi

mengevaluasi

hal

hal ters

tersebut dan

ebut dan dapat mempe

dapat memperbai

rbaiki

ki dalam sistem budiday

dalam sistem budidaya

a

dengan merekomendasikan guna penapaiam keseimbangan

dengan merekomendasikan guna penapaiam keseimbangan

agr

agroek

oekosi

osiste

stem

m dan

dan me

mengg

nggant

anti

i den

dengan

gan me

metod

tode

e yan

yang

g ben

benar,

ar,

s

se

eh

hiin

ng

gg

ga

a

d

da

ap

pa

at

t

m

me

en

ne

erra

ap

pk

ka

an

n

s

siis

stte

em

m

p

pe

errtta

an

niia

an

n

y

ya

an

ng

g

berkelanjutan.

(4)

BAB II BAB II

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA

2.1

2.1 Agrek!Agrek!"!te# "!te# La$an La$an Ba!a$Ba!a$ %gr

%groekoekosiosistem berstem berasal dari kata sisteasal dari kata sistem, ekolm, ekologi dan agroogi dan agro. . SisSistemtem adalah suatu kesatuan himpunan komponen&komponen yang saling berkaitan adalah suatu kesatuan himpunan komponen&komponen yang saling berkaitan dan pengaruh &

dan pengaruh & mempemempengarungaruhi hi sehingsehingga ga di antaranya terjadi proses di antaranya terjadi proses yangyang serasi.

serasi. kologi adalah kologi adalah ilmu tentang ilmu tentang hubungan hubungan timbal balik antara timbal balik antara organismeorganisme dengan lingku

dengan lingkungannya. Sedangngannya. Sedangkan ekosistem adkan ekosistem adalah alah sistem yang sistem yang terdiri dariterdiri dari komponen biotic dan abiotik yang terlibat dalam proses bersama (aliran energi komponen biotic dan abiotik yang terlibat dalam proses bersama (aliran energi dan siklus nutrisi$. Pengertian %gro adalah Pertanian dapat berarti sebagai dan siklus nutrisi$. Pengertian %gro adalah Pertanian dapat berarti sebagai keg

kegiataiatan n proprodukduksi-isi-indundustri stri biobiologlogis is yanyang g dikdikeloelola la manmanusiusia a dendengan gan obyobyek ek  tana

tanaman dan man dan ternternak. ak. PenPengergertian lain dapat menintian lain dapat meninjau sebagjau sebagai ai linlingkgkungunganan  buatan

 buatan untuk untuk kegiatan kegiatan budidaya budidaya tanaman tanaman dan dan ternak. ternak. Pertanian Pertanian dapat dapat jugajuga dip

dipandandang ang sebsebagaagai i pempemaneanenan nan eneenergi rgi matmataharahari i secasecara ra lanlangsugsung ng ataatau u tidtidak ak  la

langngsusung ng memelallalui ui pepertrtumumbubuhahan n tatananamaman n dadan n teternrnak ak (S(Sututanantoto, , !"!"""""$.$. %gr

%groekoekosiosistem stem dapdapat at dipdipandandang ang sebsebagaagai i sistsistem em ekoekologlogi i padpada a linlingkugkungangann  pertanian.

 pertanian.

ahan basah atau wetland adalah wilayah&wilayah di mana tanahnya ahan basah atau wetland adalah wilayah&wilayah di mana tanahnya  jenuh

 jenuh dengan dengan air.baik air.baik bersifat bersifat permanen permanen (menetap$ (menetap$ atau atau musiman. musiman. /ilayah&/ilayah& wilaya

wilayah h itu itu sebagisebagian an atau seluruhnya kadang&katau seluruhnya kadang&kadang tergenanadang tergenangi gi oleh lapisanoleh lapisan air yang dangk

air yang dangkal. 'igolongkan al. 'igolongkan kedalam lahan basah inkedalam lahan basah ini. 'i antaranya i. 'i antaranya adalahadalah rawa&rawa (termasuk rawa, bakau$, payau dan gambut. %kan tetapi dalam rawa&rawa (termasuk rawa, bakau$, payau dan gambut. %kan tetapi dalam  pertanian

 pertanian dibatasi dibatasi agroekologinya agroekologinya sehingga sehingga lahan lahan basah basah dapat dapat didefinisikandidefinisikan sebagai lahan sawah.

sebagai lahan sawah.

Tanah sawah adalah tanah yang digunakan untuk bertanam padi sawah Tanah sawah adalah tanah yang digunakan untuk bertanam padi sawah  baik

 baik terus terus menerus menerus sepanjang sepanjang tahun tahun maupun maupun bergiliran bergiliran dengan dengan tanamantanaman  palawija.

 palawija. Segala Segala macam macam jenis jenis tanah tanah dapat dapat disawahkan disawahkan asalkan asalkan air air cukupcukup tersedia.Selain itu padi sawah juga ditemukan pada berbagai macam iklim tersedia.Selain itu padi sawah juga ditemukan pada berbagai macam iklim yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan jenis tanaman lain. Karena itu yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan jenis tanaman lain. Karena itu

(5)

tidak mengherankan bila sifat tanah sawah sangat beragam sesuai dengan sifat tidak mengherankan bila sifat tanah sawah sangat beragam sesuai dengan sifat tanah asalnya. (ndang, !""0$

tanah asalnya. (ndang, !""0$

Tanah sawah dapat berasal dari tanah kering yang dialiri. Kemudian Tanah sawah dapat berasal dari tanah kering yang dialiri. Kemudian disawahkan atau dari tanah rawa&rawa yang dikeringkan dengan membuat disawahkan atau dari tanah rawa&rawa yang dikeringkan dengan membuat saluran&saluran drainase. Sawah yang airnya berasal dari air irigasi disebut saluran&saluran drainase. Sawah yang airnya berasal dari air irigasi disebut sawah irigasi sedang yang menerima langsung dari air hujan disebut sawah sawah irigasi sedang yang menerima langsung dari air hujan disebut sawah tadah hujan. 'i daerah pasang surut ditemukan sawah yang pasang surut, tadah hujan. 'i daerah pasang surut ditemukan sawah yang pasang surut, sed

sedangangkan kan yanyang g dikdikembembangangkan kan di di daedaerah rah rawarawa&raw&rawa a leblebak ak disdisebuebut t sawsawahah lebak.

lebak. Pen

Pengguggunaanaan n selaselama ma perpertumtumbuhbuhan an padpadi i dan dan penpengolgolahaahan n tantanah ah padpadaa tanah kering yang disawahkan dapat menyebabkan berbagai perubahan sifat tanah kering yang disawahkan dapat menyebabkan berbagai perubahan sifat tanah.baik sifat morfologi, fisika, kimia, mikro biologi maupun sifat&sifat lain tanah.baik sifat morfologi, fisika, kimia, mikro biologi maupun sifat&sifat lain seh

sehingingga ga sifasifat&sit&sifat fat tantanah ah dapdapat at sangsangat at berberbedbeda a dendengan gan sifasifat&sit&sifat fat tantanahah asalnya.Sebelum tanah digunakan sebagai tanah sawah,secara alamiah tanah asalnya.Sebelum tanah digunakan sebagai tanah sawah,secara alamiah tanah tela

telah h menmengalagalami mi proproses ses pempembenbentuktukan an tantanah ah sessesuai uai dendengan gan fakfaktortor&fa&faktoktor r   pembentuk

 pembentuk tanahnya, tanahnya, sehingga sehingga terbentuklah terbentuklah jenis&jenis jenis&jenis tanah tanah tertantu tertantu yangyang masing masing mempunyai sifat morfologi tersendiri. Pada waktu tanah mulai masing masing mempunyai sifat morfologi tersendiri. Pada waktu tanah mulai dis

disawahawahkan kan dendengan gan cara cara penpenggeggenannangan gan air air baibaik k wakwaktu tu penpengolgolahaahan n tantanahah mau

maupun pun selaselama ma perpertumtumbuhbuhan an padpadi i melmelalualui i perperataaataan, n, pempembuabuatan tan terateras,s,  pelumpuran dan

 pelumpuran dan lain&lain lain&lain maka proses maka proses pembentukan tanah pembentukan tanah alami alami yang sedangyang sedang  berjalan

 berjalan tersebut tersebut terhenti. terhenti. Semenjak Semenjak itu itu terjadilah terjadilah proses proses pembentukan pembentukan tanahtanah  baru,

 baru, dimana air dimana air genangan di genangan di permukaan dan permukaan dan metode pengelolaan metode pengelolaan tanah tanah yangyang diterapkan, memegang peranan penting, (1ardjowigno !""0$

diterapkan, memegang peranan penting, (1ardjowigno !""0$

2.2

2.2 AgrekAgrek!"!te# !"!te# La$an La$an Ker"ngKer"ng Pen

Penciri ciri %g%groeroekoskosististem em tidtidak ak hanhanya ya menmencakcakup up unsunsur&ur&ununsur sur alamalamii seperti iklim, topografi, altitude, fauna, flora, jenis tanah dan sebagainya akan seperti iklim, topografi, altitude, fauna, flora, jenis tanah dan sebagainya akan tetapi juga mencakup unsur&unsur buatan lainnya. %groekosistem lahan kering tetapi juga mencakup unsur&unsur buatan lainnya. %groekosistem lahan kering dimaknai sebagai wilayah atau kawasan pertanian yang usaha taninya berbasis dimaknai sebagai wilayah atau kawasan pertanian yang usaha taninya berbasis komoditas lahan kering selain padi sawah. Kadekoh (!"2"$ mendefinisikan komoditas lahan kering selain padi sawah. Kadekoh (!"2"$ mendefinisikan la

lahan han kekeriring ng sebsebagagai ai lahlahan an didimamana na pempemenenuhuhan an kekebubututuhahan n aiair r tatanamnamanan tergantung sepenuhnya pada air hujan dan tidak pernah tergenang sepanjang tergantung sepenuhnya pada air hujan dan tidak pernah tergenang sepanjang tahun.

(6)

Pada umumnya istilah yang digunakan untuk pertanian lahan kering adalah pertanian tanah darat, tegalan, tadah hujan. Potensi pemanfaatan lahan kering biasanya untuk komoditas pangan seperti jagung, padi gogo, kedelai, sorghum dan palawija lainnya. *ntuk pengembangan komoditas perkebunan, dapat dikatakan bahwa hampir semua komoditas perkebunan yang  produksinya beorientasi dapat dihasilkan dari usaha tani lahan kering.

ahan kering mempunyai potensi besar untuk pertanian, baik tanaman  pangan, holtikultura, maupun tanaman perkebunan. Pengembangan berbagai komoditas pertanian di lahan kering merupakan salah satu pilihan strategis untuk meningkatkan produksi dan mendukungketahanan pangan nasional (mulyani dkk,!""3$. Pada usaha tani lahan kering dengan tanaman semusim,  produktivitas relatif rendah serta menghadapi masalah sosial ekonomi seperti tekanan penduduk yang terus meningkat dan masalah biofisik  (Sukmana,!""#$

2.3 Kual"ta! Tana$ %an Ke!e$atan Tana$

'oran 4 Parkin (2556$ memberikan batasan kualitas tanah adalah kapasitas suatu tanah untuk berfungsi dalam batas&batas ekosistem untuk  melestarikan produktivitas biologi. 7emelihara kualitas lingkungan,serta meningkatkan kesehatan tanaman dan hewan. Kualitas tanah diukur   berdasarkan pengamatan kondisi dinamis indikator&indikator kualitas tanah.

Pengukuran indikator kualitas tanah menghasilkan indeks kualitas tanah. 8ndeks kualitas tanah merupakan indeks yang dihitung berdasarkan nilai dan  bobot tiap indikator kualitas tanah. 8ndikator&indikator kualitas tanah dipilih

dari sifat sifat yang menunjukkan kapasitas fungsi tanah.

8ndikator kualitas tanah adalah sifat, karakteristik atau proses fisika, kimia dan biologi tanah yang menggambarkan kondisi tanah (S9, !""2$. 7enurut 'oran 4 Parkin indikator&indikator tanah harus )

2 7enunjukkan proses&proses yang terjadi dalam ekosistem.

! 7emadukan sifat fisika tanah, kimia tanah dan proses biologi tanah.

# 'apat diterima oleh banyak pengguna dan dapat ditetapkan di berbagai kondisi lahan

6 Peka terhadap berbagai keragaman pengelolaan tanah dan perubahan iklim, dan

(7)

Karlen et al. (2553$ mengusulkan bahwa pemilihan indikator kualitas tanah harus mencerminkan kapasitas tanah untuk menjalankan fungsinya yaitu)

2 7elestarikan aktifitas,diversitas dan produktivitas biologis ! 7engatur dan mngarahkan aliran air dan ;at terlarutnya

# 7enyaring,menyangga,merombak,bahan&bahan anorganik dan organik,meliputi limbah industri dan rumah tangga serta curahan dari atmosfer.

6 7enyimpan dan mendaurkan hara dan unsur lain dalam biosfer.

2.& Ha#a %an Pen'ak"t (ent"ng Tana#an (a%a Agrek!"!te# a Ha#a Tana#an Ja#)u Kr"!tal

1ama yang telah dilaporkan terdapat pada tanaman jambu biji di  berbagai negara antara lain lalat buah, kutu kebul, kutu putih, kutu perisai, kutudaun, kutu tempurung, 1elopeltis sp., kumbang penggerek, larva berbagai spesies dari ordo epidoptera, belalang, rayap, dan tungau.

1ama yang merupakan hama utama pada pertanaman jambu biji di  berbagai negara adalah lalat buah (<ould 4 =aga !""!$. 1ama lain merupakan hama sekunder, pada populasi rendah tidak menimbulkan kerugian ekonomi yang nyata. amun jika populasi melimpah pada suatu lokasi  pertanaman atau keberadaannya berasosiasi dengan organisme pengganggu tanaman lain, hama tersebut menjadi penting. Kerusakan yang diakibatkan hama dapat berupa kerusakan langsung dan tidak langsung. Pada kerusakan tidak langsung hama dapat berperan sebagai vektor atau penyebab infeksi  penyakit akibat pelukaan pada tanaman akibat aktifitas makan dan hidupnya.

(8)

<ambar 2. alat +uah ( Drosophila melanogaster $ Sumber ) <oogle 8mage

alat buah merupakan hama utama pada jambu biji di berbagai negara  penghasil jambu biji. 1ama ini tidak hanya menyerang jambu biji, tetapi juga

merupakan hama dari berbagai komoditas pertanian lain.

alat buah yang menyerang jambu biji termasuk ke dalam lalat buah yang menyerang buah. arva dari lalat buah ini merusak buah dari tanaman inang, dan menyebabkan buah menjadi busuk dengan lebih cepat (7eritt et al. !""#$. alat buah betina meletakkan telur pada jaringan buah dengan menusukkan ovipositornya ke dalam daging buah. +ekas tusukan tersebut  berupa noda-titik kecil berwarna hitam yang tidak terlalu jelas. oda&noda kecil bekas tusukan ovipositor ini merupakan gejala awal serangan lalat buah. 'i sekitar bekas tusukan akan muncul nekrosis. Telur akan menetas dalam  beberapa hari, larva membuat lubang dan makan dari bagian dalam buah selama 0&2" hari bergantung pada suhu. Pada masa perkembangannya, khususnya jika populasinya tinggi larva akan masuk sampai ke bagian dalam (pulp$ buah jambu biji (<ould 4 =aga !""!$.

Pengelolaan terhadap serangan lalat buah yaitu dengan menggunakan  pestisida berbahan aktif karbamat, pyretroid sintetik, dan organofosfat secara  berjadwal untuk mencegah meningkatnya populasi lalat buah. 7embungkus  buah jambu biji dengan plastik saat buah masih kecil (*tami !"">$, menggunakan kombinasi atraktan metil eugenol dari ekstrak tanaman selasih ungu dengan perangkap, membuang buah&buah yang terserang dan menguburnya agar tidak menjadi sumber infestasi (<inting !""5$.

(9)

!ambar

".

#lat

$antung

%Mahasena corbetti&

Sumber ) <oogle 8mage

*lat kantung (bagworm$ adalah sebutan untuk larva dari famili Psychidae, epidoptera. *lat&ulat kantung ini membuat kantung dari partikel daun, pasir, ranting dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Setiap spesies akan membuat kantung yang khas baik ukuran, bentuk, maupun komposisinya sehingga kantung yang berbeda&beda ini dapat digunakan untuk  mengidentifikasi suatu spesies ulat kantung. *kuran kemampuan betina menghasilkan telur yang banyak dengan didukung kondisi lingkungan untuk   perkembangannya akan menyebabkan meledaknya populasi larva ulat kantung  pada pertanaman jambu biji. <ejala yang ditimbulkan oleh serangan ulat kantung pada umumnya yaitu kerusakan pada daun&daun jambu biji akibat aktivitas makan larva. Pada beberapa spesies larva memakan daun jambu biji dengan rakus termasuk tulang daunnya, sehingga menyisakan rantingnya saja. Pada serangan berat dengan populasi ulat kantung yang tinggi akan menyebabkan daun tanaman jambu biji menjadi gundul dan terlihat merana (Pravitasari !""5$.

• Kutu Putih (1emiptera) Pseudococcidae$

+eberapa spesies kutu putih yang ditemukan pada tanaman jambu biji antara lain ?ataneococcus (@allomochlus$ hispidus, Aerrisia virgata,  ipaecoccus nipae, Planococcus lilacinus, dan Planococcus minor (Sartiami et al.2555$. Kutu putih dapat ditemukan pada ranting, kayu cabang, daun, dan  buah. +agian tanaman yang paling banyak diserang kutu putih adalah

(10)

 permukaan bawah daun, dan paling sedikit pada kayu cabang dan pucuknya (Sartiami et al. 2555$.

!ambar '. $utu Putih

( Pseudococidae&

Sumber ) <oogle 8mage

Secara normal, kutu putih tidak menimbulkan kerusakan inang yang  parah. Tetapi pada populasi yang tinggi, bentuk buah akan menjadi tidak serasi dan cacat. mbun madu yang dihasilkan kutu putih juga dapat menyebabkan tumbuhnya embun jelaga yang menurunkan nilai jual buah jambu biji. Kutu  putih juga berasosiasi dengan semut. Semut memerlukan embun madu sebagai

makanannya sehingga semut melindungi kutu putih dari serangan parasit dan  predator. Pengendalian hama kutu putih antara lain dengan penyemprotan

minyak atau sabun (<ould 4 =aga !""!$. • Kutu Kebul (1emiptera) Aleyrodidae$

<ambar 6. Kutu Kebul ( Bemisia tabaci Genn$ Sumber ) <oogle 8mage

Kutu kebul memiliki siklus hidup yang hampir sama dengan kutu putih (<ould 4 =aga !""!$. Pada populasi yang tinggi hama ini merugikan karena selain aktivitas makannya yang menghisap daun juga dapat menyebabkan tumbuhnya embun madu pada permukaan daun yang menyebabkan

(11)

 permukaan fotosintesis akan berkurang. Kutukebul yang ditemukan oleh +intoro (!"">$ di wilayah +ogor dan tanaman jambu biji sebagai inangnya adalah %leurodicus dispersus=ussel, %leuroclava psidii, dan Trialeurodides sp. ?ockerell.

• 1ama ainnya

1ama lain yang merupakan hama tanaman jambu biji antara lain kutudaun (1emiptera) %phididae$, kutu perisai (1emiptera) 'iaspididae$, kututempurung (1emiptera) ?occidae$, trips (Thysanoptera$, beberapa kumbang Scarabaeidae dan ?urculionidae (?oleoptera$, tungau (%rachnida) %carina$, ulat penggerek batang 8ndarbela sp. (epidoptera) 7etarbelidae$, ulat yang menyerang daun seperti %ttacus atlas (epidoptera) Saturniidae$, Trabala pallida (epidoptera) asiocampidae$, ulat pucuk, ulat jengkal (epidoptera) <eometridae$. (<ould 4 =aga !""!$.

) Pen'ak"t Tana#an Ja#)u B"j"

Patogen yang dapat menyerang tanaman jambu biji antara lainB cendawan,  bakteri, alga, nematoda, dan efifit. Patogen tersebut terdapat pada berbagai bagian tanaman jambu biji, menyebabkan berbagai penyakit antara lain busuk buah pada  pertanaman dan penyimpanan (busuk kering, busuk basah, busuk lunak, busuk 

asam, busuk coklat, busuk masak, kudis, busuk pangkal, busuk bercincin, busuk   pink, busuk buah berlilin$, kanker, layu, mati ujung, gugur daun, batang-ranting

kering, bercak daun, hawar daun, antaknosa, karat merah, embun jelaga, karat, hawar biji, dan rebah kecambah (7isra !""6$.

• %ntraknosa

%ntraknosa merupakan penyakit umum pada tanaman jambu biji, yang tersebar luas di semua daerah penanamannya. Penyebaran penyakit ini sudah luas ke berbagai negara penghasil jambu biji. Patogen penyebab antraknosa dapat menyerang semua bagian tanaman, terutama pada buah namun tidak  menyerang akar. +agian tanaman seperti pucuk, daun muda dan ranting akan mudah terjangkit penyakit ini ketika masih lunak (Semangun 2556B 7isra !""6$.

(12)

<ambar :. Penyakit %ntraknosa pada +uah ambu Sumber ) 'okumentasi

<ejala yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini yaitu mati ujung (die  back$, busuk buah, kanker buah, dan bercak daun. gejala pada tunas menyebabkan perubahan warna dari hijau menjadi coklat tua. +ercak coklat tersebut kemudian menjadi bercak nekrotik berwarna hitam yang dapat  berkembang kebagian pangkal sehingga menyebabkan mati ujung. 'aun&daun muda mengeriting dengan daerah&daerah mati pada tepi atau ujungnya, akhirnya daun&daun gugur sehingga hanya ranting kering yang tertinggal. +uah jambu biji yang mentah dapat terinfeksi dan cendawan penyebabnya  bisa dorman selama # bulan, baru aktif dan menyebabkan pembusukan pada

waktu buah mulai matang. (Semangun 2556B 7isra !""6$.

Penyebab penyakit antraknosa yaitu cendawan ?olletotrichum gloeosporioides (teleomorph) <lomerella cingulata$. Pada bagian tanaman yang sakit dalam cuaca lembab dan teduh cendawan membentuk spora (konidium$ dalam jumlah yang besar, yang terikat dalam massa lendir   berwarna merah jambu (Semangun 2556$.

• Kanker +erkudis

Kanker buah berkudis umumnya terjadi pada buah yang hijau dan dapat juga menyebabkan bercak pada daun. Penyebab penyakit ini adalah  Pestalotiopsis psidii (Pat.) Mordue. ?endawan ini merupakan parasit luka, kanker berhubungan dengan tusukan yang disebabkan oleh aktivitas makan serangga antara lain 1elopeltis theobromae. Pada infeksi awal, mula&mula  pada buah yang masih hijau terdapat bercak gelap, kecil, yang membesar 

(13)

tepi tebal dan pusat mengendap (Semangun 2556$. Pengelolaan penyakit ini  bisa dilakukan dengan mengendalikan 1elopeltis, membuang buah dan daun

yang sakit kemudian dipendam atau dibakar untuk mengurangi sumber  infeksi. Penggunaan ekstrak daun Cccimum sanctum dapat menghambat  perkecambahan spora cendawan (7isra !""6$.

• +ercak 'aun

+ercak pada daun jambu biji umumnya tidak merugikan secara langsung, namun beberapa cendawan penyebabnya dapat menyerang buah  juga maka daun yang sakit dapat memegang peranan penting sebagai sumber 

infeksi. +ercak daun dapat disebabkan antara lain oleh Cercosporaspp.,  Pestalotiopsis sp., dan Colletotrichum sp. (Semangun 2556$.

<ambar 3. Penyakit +ercak 'aun Sumber ) <oogle 8mage

<ejala yang ditimbulkan oleh cendawan Cercospora psidii mula&mula terdapat bercak&bercak bulat atau kurang teratur bentuknya, berwarna merah kecoklatan. +ercak akan mengering bagian tengahnya berubah menjadi  berwarna putih. +ercak&bercak dapat bersatu membentuk bercak tidak teratur   berwarna putih yang dikelilingi oleh tepi kecoklatan. ?endawan Pestalotipsis

menyebabkan bercak coklat kelabu yang mulanya menginfeksi dari bagian tepi atau pinggir daun, berangsur&angsur menyebar ke bagian bawah (7isra !""6$. ?endawan ?olletotrichum menyebabkan daun&daun muda mengeriting dengan daerah&daerah mati (nekrotik$ pada tepi atau ujungnya, akhirnya daun& daun gugur sehingga hanya ranting kering yang ter tinggal (Semangun 2556$.

(14)

<ambar 0. Penyakit Karat 'aun Sumber ) 'okumentasi

Karat merah disebabkan oleh alga hijau yang dapat menyebabkan  bercak pada daun dan kadang&kadang pada buah. Penyebab penyakit ini

adalahCephaleurosspp. yang dapat menyerang berbagai bagian tanaman yaitu daun, buah, ranting, dan batang. Cephaleuros menginfeksi daun  jambu biji muda. +ercak pada daun dapat berupa titik kecil sampai bercak 

yang besarB menyatu atau terpencar. 'aun diinfeksi pada bagian pada tepi,  pinggir atau seringkali pada area dekat tulang daun (7isra !""6$. +ercak   berbentuk bulat, berwarna coklat kemerahan. <anggang hijau ini

mempunyai benang&benang yang masuk ke bagian dalam jaringan tanaman yang dilekatinya sehingga pada permukaan daun bercak akan tampak seperti beledu (Semangun 2556$

• +usuk +uah

+usuk buah dapat terjadi di pertanaman maupun pada buah jambu  biji dalam simpanan. +eberapa patogen yang menyebabkan busuk buah di  pertanaman antara lain Phomopsis psidii menyebabkan busuk pangkal  buah,  Phytophthora, usarium,  dan Cur!ularia.  ?endawan  Botryodiplodia theobromaePat. dan  Colletotrichum dapat menginfeksi  jambu biji di pertanaman dan juga pada jambu biji di penyimpanan

(Semangun 2556$.

?endawan  B. Theobromae mula&mula menyebabkan terjadinya  bercak coklat yang cepat meluas kurang berbatas jelas, busuk lunak, dan terbentuk lapisan cendawan berwarna hitam. Terdapat pada ujung atau  pangkal buah. Pembusukan juga mencapai bagian daging buahnya hingga  buah busuk dan berair. <ejala yang disebabkan cendawan

?olletotrichumyaitu pada buah terbentuk bercak coklat berbatas jelas dan mengendap (Semangun 2556$.

(15)

<ambar >. Penyakit +usuk +uah ambu Sumber ) 'okumentasi

2.* Pengaru$ P(ula!" Mu!u$ Ala#" Ter$a%a( Agrek!"!te#

7usuh alami merupakan komponen penyusun keanekaragaman hayati di lahan pertanian. Keanekaragaman hayati di lahan pertanian (agrobiodeversity$ meliputi diversitas (keaneka ragaman$ jenis tanaman yang di budidayakan, diversitas (keanekaragaman$ spesies liar yang berpengaruh dan di pengeruhi oleh kegiatan pertanian, dan diversitas ekosistem yang dibentuk oleh populasi spesies yang berhubungan dengan tipee penggunaan lahan yang berbeda (dari habitat lahan pertanianintensif sampai lahan  pertanian alami$. 'iversitas spesies liar berperan penting dalam banyak hal. +eberapa menggunakan lahan pertanian sebagai habitat ( dari sebagian sampai yang tergantung pada lahan pertanian secara total$ atau mengguanan habitat lain tetapi di pengaruhi oleh aktivitas pertanian. %dapun yang berperan sebagai gulma dan spesies hama yang merupakan pendatang maupun yang asli ekosistem sawah tersebut, yang mempengaruhi prosuksi pertanian dan agroekosistem (?hanna.et,al. !""6$.

'ari uraian diatas jelas bahwa terdapat organisme yang berperan  positif terhadap tanaman yang dibudidayakan (produksi pertanian$, dan ada  juga yang berperan negatif terhadap tanaman yang dibudidayakan. 7usuh alami (predator, parasitoid dan patogen$ dapat berperan positif dalam  pertanian yaitu sebagai berikut)

2. 'apat mengendalikan organisme penggangu yang berupa hama dan gulma. 'imana setiap jenis hama dikendalikan oleh kompleks musuh alami yang meliputi predator, parasitoid dan patogen hama. 'ibandingkan dengan memakai pestisida yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan hidup (*ntung, !""3$

(16)

!. %pabila musuh alami mampu berperan sebagai pemangsa secara optimal sejak awal, maka populasi hama dapat berada pada tingkat e"uilibrium  positi# atau flukstuasi populasi hama dan musuh lamia menjadi seimbang shingga tidak akan terjadi ledakan hama (CDneil,et.al. dalam 7aredia,et.al.!""#$

#. Pengelolaan ekosistem pertanian dengan perpaduan optimal teknik&teknik   pengendalian hama dan meminimalkan penggunaan pestisida sintetis yang  berspektrum luas. (*ntung,255#$.

6. Pembatas dan pengatur populasi hama yang efektif karena sifat  pengaturannya bergantung pada kepadatan (density dependent $, sehingga mampu mempertahankan populasi hama pada keseimbangan umum ( general e"uilibrium position$ dan tidak menimbulkan kerusakan pada tanaman. Keberadaan musuh alami dapat meningkatkan keanekaragaman hayati, sehingga tercipta keseimbangan ekosistem (ecosystem balance$ (8shak, !"2!$.

:. 7usuh alami sebagai salah satu komponen ekosistem berperan penting dalam proses interaksi intra& dan inter&spesies. Karena tingkat  pemangsaannya berubah&ubah menurut kepadatan populasi hama, maka musuh alami digolongkan ke dalam faktor ekosistem yang tergantung kepadatan (density dependent #actors$. Ketika populasi hama meningkat, mortalitas yang disebabkan oleh musuh alami semakin meningkat, demikian pula sebaliknya (Stehr 250:$. (%rifin. !"2!$

3. ebih ekonomis, karena dapat meminimalisir penggunaan pestisida selama  proses budidaya, diman bahwa penggunaan musuh alami bersifat alami, efektif, murah dna tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan hidup (*ntung, !""3$. 'an dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam meningkatkan kualitas dan kwuantitas  produksi hasil panennya.

0. 'apat meningkatkan keanekaragaman hayati dalam agroekosistem, dinyatakan bahwa k eanekaragaman dalam agroekosistem dapat berupa variasi dari tanaman, gulma, anthropoda, dan mikroorganisme yang terlibat beserta faktor&faktor lokasi geografi, iklim, edafik, manusia dan

(17)

sosioekonomi. 7enurut Southwood 4 /ay (250"$, tingkat keanekaragaman hayati dalam agroekosistem bergantung pada 6 ciri utama, yaitu)

• Keanekaragaman tanaman di dalam dan sekitar agroekosistem

• Keragaman tanaman yang sifatnya permanen di dalam agroekosistem • Kekuatan atau keutuhan manajemen

• Perluasan agroekosistem

(dalam pengukuhan guru besar, 7aryani ?yccu Tobing. !"""$

2.+ Da#(ak Manaje#en Agrek!"!te# Ter$a%a( Kual"ta! %an Ke!e$atan Tana$

Pengelolaan pertanian secara intensif dengan mengandalkan bahan&  bahan kimia sebagai tambahan baik untuk pupuk maupun pestisidanya. ika dilihat dari keberlanjutan produktivitas lahannya sangat tidak baik, karena input&input kimiawi yang berlebihan mengakibatkan kesuburan tanah mulai menurun dan banyak permasalahan lainnya. Permasalahan&permasalahan yang timbul akibat input kimiawi yang berlebihan yaitu)

a. Ketersediaan unsur hara, pada lahan dengan pengolahan secara intensif  sumber unsur haranya berasal dari input&input kimiawi berupa pupuk  anorganik, petani kurang menerapkan tambahan bahan organik seperti aplikasi pupuk kandang dan seresah dari tanaman yang diusahakan., sehingga petani sangat berketergantungan dengan pupuk kimia, padahal  penggunaan pupuk kimia berlebihan dapat menyebabkan kesuburan tanah

menurun.

 b. +ahan organik tanah, pada sistem pertanian yang diolah secara intensif  dengan menerapkan sistem monokultur biasanya jumlah bahan organiknya sedikit karena tidak ada atau minimnya seresah di permukaan lahan. 'ari hal tersebut dapat diindikasikan pertanian tanpa penerapan tambahan  bahan organik pada lahan pertanian intensif merupakan pengelolaan

agroekosistem yang tidak sehat.

c. p1 Tanah (kemasaman tanah$ dan adanya unsur beracun, pada sistem  pertanian intensif biasanya agak masam karena seringnya penggunaan  pupuk anorganik seperti urea yang diaplikasikan secara terus&menerus

(18)

d. rosi tanah, erosi umumnya mengakibatkan hilangnya tanah lapisan atas yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman. Cleh sebab itu erosi mengakibatkan terjadinya kemunduran sifat&sifat fisik dan kimia tanah. e. Kedalaman efektif tanah, pada lahan dengan sistem pengolahan intensif 

terkadang memiliki sebaran perakaran yang cukup tinggi karena tanaman yang diusahakan dalam kurun waktu yang lama hanya satu komoditi saja. f. Keanekaragaman biota dan fauna tanah, pada lahan dengan pengolahan

intensif, jarang terdapat seresah pada lahan tersebut sehingga keberadaan  biota tanah seperti cacing tanah sedikit, padahal aktifitas cacing tanah dapat memperbaiki sifat&sifat fisik, kimia dan biologi tanah, seperti meningkatkan kandungan unsur hara, mendekomposisikan bahan organik  tanah, merangsang granulasi tanah dan sebagainya.

2., Kr"ter"a In%"katr %ala# Pengellaan 'ang Se$at %an Berkelanjutan 2 'ari Segi Kimia Tanah

a. +ahan organik tanah

+ahan organik tersebut berperan langsung terhadap perbaikan sifat&sifat tanah baik dari segi kimia, fisika maupun biologinya, diantaranya)

• 7emengaruhi warna tanah menjadi coklat&hitam

• 7emperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah

• 7eningkatkan daya tanah menahan air sehingga drainase tidak   berlebihan, kelembapan dan tempratur tanah menjadi stabil.

• Sumber energi dan hara bagi jasad biologis tanah terutama heterotrofik.

 b. p1 Tanah (kemasaman tanah$ dan adanya unsur beracun

Tanah bersifat asam dapat disebabkan karena berkurangnya kation Kalsium, 7agnesium, Kalium dan atrium. Tetapi dengan p1 yang agak masam belum tentu kebutuhan tanaman terhadap p1 tanah tidak cocok karena itu tergantung dari komoditas tanaman budidaya

(19)

yang dibudidayakan. *ntuk pengelolaan p1 tanah yang berbeda&beda dalam suatu agroekosistem maka apabila suatu lahan digunakan untuk   pertanian maka pemilihan jenis tanamannya disesuaikan dengan p1

tanah apakah tanaman yang diusahakan sesuai dan mampu bertahan dengan p1 tertentu.

c. Ketersediaan *nsur hara

*nsur hara yang digunakan tanaman untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya diperoleh dari beberapa sumber antara lain ) +ahan organik, mineral alami, unsur hara yang terjerap atau terikat, dan pemberian pupuk kimia. Pada lahan pertanian diketahui sumber  unsur hara berasal dari bahan organik, karena pada lokasi tersebut  banyak ditemukan seresah yang merupakan sumber bahan organic selain itu aplikasi pupuk kandang juga menambah ketersediaan unsur  hara yang berfungsi ganda, diserap oleh tanaman dan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

! 'ari Segi Aisika Tanah

a Kedalaman efektif

Kedalaman efektif adalah kedalaman tanah yang masih dapat ditembus oleh akar tanaman. 7enurut 1ardjowigeno (!""0$,  pengamatan kedalaman efektif dilakukan dengan mengamati  penyebaran akar tanaman. +anyakya perakaran, baik akar halus maupun akar kasar, serta dalamnya akar&akar tersebut dapat menembus tanah, dan bila tidak dijumpai akar tanaman maka kedalaman efektif  ditentukan berdasarkan kedalaman solum tanah.

(20)

/idiarto (!"">$ menyatakan bahwa, E+ahan organik dapat menurunkan +8 dan tanah yang memiliki nilai +8 kurang dari satu merupakan tanah yang memiliki bahan organik tanah sedang sampai tinggi. Selain itu, ilai +8 untuk tekstur berpasir antara 2,: F 2,> g -m#, ilai +8 untuk tekstur berlempung antara 2,# F 2,3 g - m# dan  ilai +8 untuk tekstur berliat antara 2,2 F 2,6 g - m# merupakan nilai

+8 yang dijumpai pada tanah yang masih alami atau tanah yang tidak  mengalami pemadatan.

c rosi Tanah

rosi adalah terangkutnya atau terkikisnya tanah atau bagian tanah ke tempat lain. 7eningkatnya erosi dapat diakibatkan oleh hilangnya vegetasi penutup tanah dan kegiatan pertanian yang tidak  mengindahkan kaidah konservasi tanah. rosi tersebut umumnya mengakibatkan hilangnya tanah lapisan atas yang subur dan baik untuk   pertumbuhan tanaman. Cleh sebab itu erosi mengakibatkan terjadinya

kemunduran sifat&sifat fisik dan kimia tanah.

# 'ari Segi +iologi Tanah

a Keanekaragaman biota dan fauna tanah

'itunjukkan dengan adanya kascing. +iota tanah memegang  peranan penting dalam siklus hara di dalam tanah, sehingga dalam  jangka panjang sangat mempengaruhi keberlanjutan produktivitas lahan. Salah satu biota tanah yang paling berperan yaitu cacing tanah. 1asil penelitian menunjukkan bahwa cacing tanah dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik, dan biologis tanah.

Kascing (pupuk organik bekas cacing atau campuran bahan organik sisa makanan cacing dan kotoran cacing$ mempunyai kadar  hara , P dan K !,: kali kadar hara bahan organik semula, serta

(21)

meningkatkan porositas tanah (pori total dan pori drainase cepat meningkat 2,2: kali$. ?acing jenis Gpenggali tanahD yang hidup aktif  dalam tanah, walaupun makanannya berupa bahan organik di  permukaan tanah dan ada pula dari akar&akar yang mati di dalam tanah. Kelompok cacing ini berperanan penting dalam mencampur seresah yang ada di atas tanah dengan tanah lapisan bawah, dan meninggalkan liang dalam tanah. Kelompok cacing ini membuang kotorannya dalam tanah, atau di atas permukaan tanah. Kotoran cacing ini lebih kaya akan karbon (?$ dan hara lainnya dari pada tanah di sekitarnya. (1airiah, !""6$.

BAB III MET-D-L-I

3.1 /aktu %an Te#(at

Praktikum lapang mata kuliah 7anajemen %groekosistem dilaksanakan di Kebun jambu kristal di 'usun +anaran 'esa +umiaji, Kecamatan +umiaji, Kota +atu pada hari Sabtu tanggal !# 7ei !"2: pukul "0.""&2!."" /8+.

3.2 Alat %an Ba$an 3.2.1 A!(ek HPT

2. %lat

& Sweep net ) *ntuk menangkap serangga terbang

& +askom kuning ) Sebagai wadah air detergen untuk pan trap & Hellow Trap ) Sebagai alat perangkap hama

& Kayu ) *ntuk tempat mendirikan pan trap & Kawat ) *ntuk mengikat baskom ke kayu

& Plastik ) Sebagai wadah hama setelah di tangkap & Kapas ) %lat untuk membius hama dengan alkohol & <elas aIua ) Sebagai wadah air detergen untuk pit fall & %lat tulis ) *ntuk mencatat hasil pengamatan

& Kamera ) %lat untuk dokumentasi

!. +ahan

& %lkohol ) +ahan untuk membius hama & 'etergen ) *ntuk bahan perangkap hama & %ir ) untuk pelarut detergen

& Serangga yang ditemukan ) untuk pengamatan

(22)

3.2.2.A!(ek BP

& Kuisioner ) sebagai acuan pertanyaan kepada narasumber (petani$ & %lat tulis ) untuk mencatat data informasi hasil wawancara

& Kamera ) untuk mendokumentasikan kegiatan praktikum

3.2.3 A!(ek Tana$ 1. %" La(ang

a. %lat

=ing ) *ntuk mengambil sampel tanah

Kamera ) *ntuk dokumentasi

Penggaris ) *ntuk mengukur ketinggian seresah

<unting ) *ntuk mengguting understorey

Plastik )*ntuk membungkus sampel tanah,seresah dan under storey

Palu ) *ntuk memukul ring agar masuk kedalam tanah

?etok ) untuk mengambil sampel tanah

Arame ) sebagai pembatas plot dalam mengamati seresah dan understorey

Spidol ) untuk memberi tanda pada plastik yang berisi tanah  b. +ahan

 plot lahan (tanah$ ) digunakan untuk pengambilan sampel tanah,  pengamatan seresah, understorey dan fauna tanah.

2. D" La)ratr"u#

(& Berat )si tanah

a$ %lat

 *angka sorong + #ntuk mengukur diameter ring

Penggaris

+ #ntuk menghitung tinggi ring

Pistil dan Mortar

+ #ntuk menghaluskan tanah

awan

+ untuk tempat meletakan tanah dalam

oven

pisau

+ #ntuk memotong tanah yang melebihi

batas ring

 -imbangan

+ #ntuk menghitung berat tanah

ven

+ #ntuk Mengeringkan tanah

Alat tulis

+ #ntuk menatat hasil praktikum

$amera

+

#ntuk

mendokumentasikan

hasil

(23)

b& bahan

sampel tanah utuh

+ sebagai bahan praktikum

"& Berat *enis -anah

a$ alat

Piknometer ) untuk tempat tanah yang telah dihaluskan

7ortar ) untuk menghaluskan tanah

Pistil ) untuk menghaluskan tanah

Timbangan ) untuk menimbang tanah

Cven ) sebagai pengering tanah

?orong ) sebagai alat bantu untuk menuangkan air ke dalam  piknometer 

+otol semprot ) untuk menuangkan air 

 ampan ) tempat tanah saat di oven

Labu ukur

+ #ntuk menempatkan tanah yang sudah

halus pada pengujian B*

Alat tulis + untuk menatat hasil praktikum

$amera

+

untuk

mendokumentasikan

kegiatan

praktikum

b& bahan

 -anah

+ sebagai bahan praktikum

Air yang sudah direbus

+ untuk menghomogenkan

dan melarutkan tanah

#$

/organik

a& Alat

!elas beaker

+ #ntuk mengukur volume a0uades

Alat tulis

+ #ntuk menatat hasil praktikum.

 -imbangan

+ #ntuk menimbang sampel

tanah

!elas ukur

+ #ntuk mengukur 1olume

larutan

Pipet

+ #ntuk memindahkan larutan dari

satu wadah ke wadah lainya

Buret dan statis

+ Alat untuk titrasi

Pengaduk magnetis

+ #ntuk mengaduk larutan

abu erlenmeyer :"" ml ) Sebagai tempat mencampur tanah J larutan

%yakan ",: mm ) *ntuk mengayak sampel tanah

7ortal 4 pistil ) *ntuk menghaluskan tanah

b& Bahan

(24)

Tanah ) sebagai bahan praktikum

K !?r !C02" ml ) *ntuk mengikat rantai ?

1!SC6 !" ml )*ntuk memisahkan rantai ? dengan tanah

%Iuades !"" ml ) *ntuk menghentikan reaksi 1!SC6

1!PC6 >: 2" ml ) *ntuk menghilangkan pengaruh Ae

'ifenilatelin #" tetes ) Sebagai indikator warna

AeSC6 ) Sebagai bahan untuk titrasi 6$

p2 tanah

a& Alat

Alat tulis

+ #ntuk menatat hasil praktikum

 -imbangan

+ #ntuk menimbang tanah

3ial 4lm

+ #ntuk tempat penampuran tanah dan

larutan

p2 Meter

+ #ntuk mengukur p2

Mortar dan pistil

+ #ntuk menghaluskan tanah

Ayakan " mm + #ntuk mengayak sampel tanah

!elas #kur

+ #ntuk mengukur 2"

b& Bahan

2" (5 ml

+ #ntuk menentukan p2 aktual

 -anah

+ #ntuk bahan praktikum

6& e2 tanah

a& Alat

Alat tulis

+ #ntuk menatat hasil praktikum

 -imbangan

+ #ntuk menimbang tanah

3ial 4lm

+ #ntuk tempat penampuran tanah dan

larutan

Mortar dan pistil

+ #ntuk menghaluskan tanah

Ayakan " mm + #ntuk mengayak sampel tanah

!elas #kur

+ #ntuk mengukur 2"

ondutivity Meter+ #ntuk mengukur e2

b& bahan

2" (5 ml

+ #ntuk menentukan e2

 -anah

+ #ntuk bahan praktikum

7& 8eresah

a& Alat

 -imbangan

+ #ntuk menimbang #nderstorey

$ertas

+ #ntuk membungkus #nderstorey

ven

+ #ntuk mengeringkan #nderstorey

(25)

$amera

+ #ntuk mendokumentasikan kegiatan

praktikum

b& Bahan

8eresah

+ #ntuk bahan pengamatan

9& #nderstorey

a& Alat

 -imbangan

+ #ntuk menimbang #nderstorey

$ertas

+ #ntuk membungkus #nderstorey

ven

+ #ntuk mengeringkan #nderstorey

Alat -ulis

+ #ntuk menatat hasil praktikum

$amera

+ #ntuk mendokumentasikan

b& Bahan

#nderstorey %:umput teki, rumput grinting& + #ntuk

bahan pengamatan

3.3 0ara Kerja 3.3.1. A!(ek HPT

a Penangka(an Serangga %engan Sea(net 7enyiapkan alat dan bahan

 lahan yang akan diamati pada masing&masing kelas

akukan # kali ayunan dengan menggunakan sweapnet

akukan dari ujung lahan sampai ke ujung lainya dengan arah vertikal atau hori;ontal

Setelah sampai diujung tutup sweapnet

%mbil serangga yang tertangkap dalam sweapnet dengan membuka  bagian belakang sweapnet

+ius serangga dengan alkohol dan Simpan dalam plastik

akukan identifikasi serangga

(26)

) Penangka(an Serangga %engan P"t all dokumentasikan

7enyiapkan alat dan bahan

ahan yang akan diamati pada masing&masing kelas

+uat lubang hingga kedalaman yang sesuai

Pasang gelas aIua yang berisi air dan detergen

Tunggu selama !6 jam atau sehari

ambil serangga yang terjebak kedalam pitfall

7asukan kedalam kantong plastik 

akukan identifikasi

?atat hasilnya

(27)

4 Penangka(an Serangga %engan Pan Tra(

% Penga#atan Pen'ak"t

7enyiapkan alat dan bahan

ahan yang akan diamati pada masing&masing kelas

Tancapkan ! batang kayu untuk mendirikan pan trap

Pasang baskom kuning pada kayu tersebut dan ikat dengan kawat

+askom diisi air dan detergen

+iarkan selama !6 jam

%mbil serangga yang terjebak dalam pan trap

7asukan dalam plastik 

akukan identifikasi

?atat hasilnya dan dokumentasikan

7enyiapkan alat dan bahan

(28)

e Penangka(an Serangga %engan 5ell tra(

3.3.2 A!(ek Bu%"%a'a Pertan"an

%mati dan identifikasi bagian tanaman yang terkena penyakit

1itung intensitas serangan penyakit

?atat hasilnya dan dokumentasi

7enyiapkan alat dan bahan

ahan yang akan diamati pada masing&masing kelas

Pasang yellow trap pada tengah F tengah bedengan

+iarkan selama !6 jam

%mbil serangga yang terjebak dalam Helow Trap

7asukan dalam plastik 

?atat hasilnya

dokumentasikan

7enyiapkan alat dan bahan

akukan wawancara dengan petani berdasarkan kuisioner 

(29)

3.3.3. A!(ek Tana$

1 0ara Kerja %" La(ang

a Penga#)"lan !a#(el tana$ utu$

7enyiapkan alat dan bahan

 ahan yang telah ditetapkan berdasarkan kelas masing&masing

 bersihkan tanah yang akan diambil sampel

?ari tanah yang rata dan datar 

Tancapkan ring sampel, bila tanah keras tambahkan air biar lebih mudah ditancapi ring

Pukul ring menggunakan palu sampai ring terisi tanah penuh

?ongkel tanah disekitar ring dengan menggunakan cetok 

=atakan tanah dengan membersihkan tanah yang melebihi ring sampel

7asukan ring sampel berisi tanah kedalam plastik dan beri label

(30)

) Penga#)"lan !a#(el tana$ k#(!"t

4 Penga#)"lan Un%er!tr'

7enyiapkan alat dan bahan

 ahan yang telah ditetapkan berdasarkan kelas masing&masing

%mbil tanah yang kecil dari 6 titik secara ;ig ;ag

7asukan kedalam plastik dan beri label

'okumentasikan kegiatan praktikum

 7enyiapkan alat dan bahan

 Pasang frame pada lahan yang telah ditetapkan berdasarkan kelas

Tentukan plot 2 dan plot !

%mbil understorey pada plot 2 dan plot ! menggunakan gunting

7asukan kedalam kresek 

(31)

% Penga#)"lan Sere!a$

2 0ara kerja %" La)ratr"u# a Berat Jen"! Tana$

7enyiapkan alat dan bahan

 Pasang frame pada lahan yang telah ditetapkan berdasarkan kelas masing&masing

Tentukan plot 2 dan plot ! dan ukur ketinggiannya

%mbil seresah pada plot 2 dan plot !

7asukan kedalam kresek dan beri tanda atau label

'okumentasikan kegiatan praktikum

7enyiapkan alat dan bahan

 7enghaluskan tanah yang sudah dikering oven dengan mortar dan pistil

Timbang labu ukur kosong dan masukkan tanah !" gr 

Timbang labu ukur beserta tanah

7engisi air L dari volume labu ukur dan menghomogenkan

(32)

) Berat I!" Tana$

'okumentasikan kegiatan praktikum

 7enyiapkan alat dan bahan

 Timbang ring kosong

 Timbang sampel tanah beserta ring

 7engeluarkan tanah yang ada didalam ring

7engukur tinggi dan diameter ring dengan penggaris dan jangka sorong

7enimbang tanah yang sudah dikeluarkan beserta cawan

7engoven tanah selama !6 jam dengan suhu 2":M?

7engeluarkan tanah dari dalam oven

7enimbang sampel tanah kering oven

7enghitung nilai +erat 8si tanah dan catat hasilnya

(33)

0 06rgan"k 

7enyiapkan alat dan bahan

Timbang sampel tanah dan masukkan sampel tanah yanglolos a yakan ",: mm dalam labu erlenmeyer :"" ml

7asukkan K!?r!C0 2" ml dan 1!SC6 !" ml

'igoyang F goyangkan agar tanah dapat bereaksi sepenuhnya

'iamkan dalam ruang asam selama 2: menit

Tambahkan aIuades !"" ml

7asukkan 1#PC6 >: 2" ml dan #" tetes penunjuk difenilamina

Titrasi dengan AeSC6 sampai warna berubah menjadi hijau seperti warna hijau botol sprite

?atat volume ml sampel dan lakukan perhitungan

(34)

% (H tana$

e eH tana$

7enyiapkan alat dan bahan

 7asukan 2" gr sampel tanah yang lolos ayakan ! mm dalam fial film

7asukan 1!C 2" ml dalam fial film

 Kocok 2" menit dan diamkan selama 2: menit

*kur Ph sampel menggunakan alat Ph meter 

?atat hasinya

'okumentasikan kegiatan praktikum

7enyiapkan alat dan bahan

 7asukan 2" gr sampel tanah yang lolos ayakan ! mm dalam fial film

7asukan 1!C 2" ml dalam fial film

 Kocok 2" menit dan diamkan selama 2: menit

*kur e1 sampel menggunakan alat conductivity meter 

?atat hasilnya

(35)

f Pengukuran Sere!a$

g Pengukuran Un%er!tre'

BAB I7

7enyiapkan alat dan bahan

 Timbang seresah dan bungkus dengan kertas

7aasukan kedalam oven dan oven selama # hari

Timbang kembali seresah kering

?atat hasilnya

'okumentasikan kegiatan praktikum

7enyiapkan alat dan bahan

 Timbang understorey

+ungkus dengan kertas

7aasukan kedalam oven

Cven selama # hari

Timbang berat kering understorey

?atat hasilnya

(36)

HASIL DAN PEMBAHASAN

&.1 Kn%"!" U#u# La$an

okasi pelaksanaan kegiatan fieldtrip dilaksanakan di *'. +umiaji sejahtera yang terletak di 'usun +anaran, 'esa +umiaji, Kecamatan +umiaji, Kota +atu dengan batas wilayah sebagai berikut )

a Sebelah utara berbatasan dengan 'esa +ulukerto dan <unung %rjuno  b Sebelah barat berbatasan dengan 'esa Sidomulyo

c Sebelah selatan berbatasan dengan 'esa Pandanrejo d Sebelah timur berbatasan dengan 'esa <iripurno

Secara geografis kebun produksi *' +umiaji Sejahtera terletak di lereng <unung %rjuno dengan ketinggian 5""&2.6"" mdpl. Secara umum 'esa +umiaji memiliki 0 kelas lereng yaitu " sampai # (datar$B # sampai > (landai$B > sampai 2: (agak miring$B 2: sampai #" (miring$B #" sampai 6: (agak  curam$B 6: sampai 3" (curam$B dan lebih dari 3" (sangat curam$. 'an terdiri dari : relief yang meliputi berombak, bergelombang, berbukit kecil, berbukit dan  bergunung.

'usun +anaran 'esa +umiaji merupakan daerah dengan tipe iklim yang agak basah. +erdasarkan kondisi alam curah hujannya kurang lebih 2.>3" mm per  tahun dengan suhu berkisar antara 26&#0o?, kelembaban 3"&>" , penyinaran matahari pada musim kemarau antara >&2" jam per hari, sedangkan pada musim  penghujan : jam per hari. enis tanah di 'esa +umiaji adalah tipe tanah inceptisol, sangat gembur, dengan warna hitam hingga coklat gelap dan kaya kandungan unsur hara. Sebagian besar wilayah di desa ini digunakan dalam sector pertanian baik untuk tanaman pangan dan hortikultura.

&.2 Anal"!"! Kea%aan Agrek!"!te# Lka!" "el%tr"( &.2.1 A!(ek BP

a. PHT 8Pengen%al"an Ha#a Ter(a%u

'ata didapatkan saat fieldtrip yang dilakukan dikebun jambu Kristal, kecamatan bumiaji, batu. ahan tersebut merupakan lahan display atau lahan yang digunakan untuk percontohan tanaman budidaya agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. ahan tersebut dahulu merupakan lahan yang ditanami apel,

(37)

namun seiring produktivitas apel menerun di daerah Tersebut, maka petani  berinisiatif mengganti tanaman apel dengan tanaman jambu Kristal. %wal

tanam jambu dimulai sejak tahun !""3 dengan mengambil bibit dari mojokerto sebanyak 23 pohon, namun setelah adanya perkembangan, hingga saat ini mencapai #0"" pohon dalam #,: 1a. ahan bapak =ahmad 1ardianto ini memilii luas #,: 1a atau 0 blok.

ahan yang diolah oleh bapak =ahmad 1ardianto ini merupakan jenis  perkebunan yang tergolong kedalam lahan P1T, artinya lahan tersebut telah menerapkan sistem P1T seperti pemanfaatan tanaman barier yakni tanaman ketumbar, kemudian memanfaatkan pencegahan serangan hama dengan menggunakan pembungkus plastic pada buah, agar buah tidak terserang lalat  buah. Kebun jambu Kristal diolah dengan sistem tanam tumpangsari.

Tumpangsari merupakan pola tanam dalam satu luasan pertanaman yang terdapat dua atau lebih jenis tanaman dalam waktu yang sama (<ome; dan <ome;, 25>#$. tumpangsari merupakan sistem tanam yang efisien, karena didalam pola ini, terdapat ekosistem yang seimbang, ini juga didukung oleh  pernyataan (wisnu,!"2"$ Penanaman dengan pola tumpangsari dapat menciptakan agroekosistem pertanaman yang lebih kompleks, mencakup interaksi antara tanaman sejenis maupun dari jenis tanaman lain. 'i dalam kebunya pak rahmad menggunakan tumpangsari jambu Kristal dengan terong dan jeruk. +enih tanaman utama atau jambu kristal berasal dari benih  bersertifikat dengan jarak penanaman #@# m, jarak diperlukan sedemikian hingga, agar akar tanaman tidak saling berkompetisi satu sama lain dan menghindari penumpukan antar kanopi tanaman. 'alam penggunaan pupuk  dasar dengan pupuk kandang, sedangkan pada vase vegetative dengan diberi kadar  tinggi menggunakan sari a;ola yakni dalam : kg sari a;ola dilarutkan kedalam !:  air ditambah cocopeat sebagai sumber K. 'an memasuki fase generative pemberian pupuk ,P,K berimbang dalam 2 kg PK larut dengan 6"kg air. 'engan perlakuan demikian umur panen jambu sekitar !,: F #  bulan, sedangkan produksi 2,: F ! tahun produksi. Sistem pengairan disana menggunakan irigasi teknis, terdapat beberapa sumber air di tengah lahan, yang sengaja diberi ikan, yang berperan sebagai indicator kesehatan air 

(38)

tersebut. sedangkan untuk rotasi tanam tidak dilakukan karena mengingat tanaman yang ditanam adalah tanaman tahunan. 'alam pengolahan lahan  pasti memiliki masalah yang menghambat, salah satu masala h tersebut adalah rendahnya harga jual. 8ni dikarenakan permintaan grade di pasar yang terlalu tinggi yakni setiap buah memiliki berat #:" gram keatas, untuk grade buah  jambu Kristal berkisar antara :"" gram hingga !"" gram, namun jambu Kristal dapat berkurang bobot buahnya jika disimpan dalam periode yang lama, karena menurut (Soesiladi,!"2!$ Susut bobot pada buah berkenaan dengan banyaknya air yang hilang akibat proses transpirasi melalui pori&pori  buah. Susut bobot buah akan meningkat selama penyimpanan. 'apat juga dikarenakan kurangnya unsure hara yang terdapat dalam tanah, sehingga  bobot buah kurang ma@imal. karena tidak tercukupi dengan grade yang tinggi

dan yang terkirim adalah grade dibawahnya maka harga jual jambu Kristal menurun. *ntuk peluang penanaman barusudah ada, yakni dengan  penanaman sayur kale yang mencapai =p 2"".""" - kg

*ntuk indikator stabilitas dan keberlanjutan sesuai hasil yang didapat memiliki skoring !#. artinya menunjukkan perlunya tindakan untuk  melakukan keberlanjutan. Karena untuk memenuhi sistem pertanian berlanjut maka juga perlu dilihat dari sisi ekologis, kologi sendiri dalam bidang  pertanian berarti ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara

tanaman (tumbuhan yang dibudidayakan$ dengan lingkungannya yang terdapat dalam suatu ekosistem (=uslan, 253>$. 'an pertanian berlanjut menurut (Suin, !""!$ pertanian berkelanjutan adalah pengelolaan sumberdaya yang  berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah, sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumberdaya alam. Saat dilapang pengendalian hama masih menggunakan  pestisida namun dalam skala yang kecil, penggunaan pestisida juga sedikit ditekan dengan penggunaan tanaman barier, yakni daun ketumbar dan terung. Selain itu penggunaan benih hibrida juga dapat mengurangi keanekaragaman tanaman tersebut.

Penghasilan rata&rata petani jambu Kristal =p 2:.""".""" - minggu. %tau karena jambu Kristal tidak mengenal musim dan dapat berbuah kapan

(39)

saja maka keuntungan perbulan bisa mencapa =p 3".""".""". Tanaman  jambu merupakan tanaman tahunan, menurut (=idwan, !"2#$ tanaman tahunan merupakan tanaman yang berumur dan berproduksi lebih dari satu tahun serta dapat dipanen beberapa kali dalam satu tahun.engan luasan lahan yang dimiliki petani lebih dari 2 1a dengan luasan semua lahan #,: 1a yang dibagi atas 0 blok, 6 blok lahan sendiri dan # blok lahan sewa.

). Nn PHT

Sejarah ahan sebelum ditanami komoditas jambu kristal lahan milik   bapak ali mustafa telah ditanami komoditas apel, sayuran dan jambu merah.

+ibit jambu kristal di dapat dari 7isi Teknik Taiwan di lokasi proyek  7ojokerto.

'ari hasil wawancara petani, di dapatkan hasil dalam luas lahan !>"" m! yang di tanami 6"" pohon jambu kristal petani mendapatkan pendapatan =p 2>".""".""" permusim panen. Pendapatan yang tinggi ini diperoleh dari  produktivitas buah yang tinggi sebesar #" kg per. 'imana perkg memiliki harga jual sebesar =p 2:.""". 7enurut (=idwan,!"2#$  produktivitas jambu Kristal pada umur tanaman ! tahun ini bisa mencapai !" kg-tahun. Sehingga lahan ini memilik produktivitas buah yang tinggi.

'ari hasil indikator untuk tetap menjaga stabilitas produksi 7enurut (=idwan,!"2#$Petani dapat memanen buah yang telah memenuhi standar   grade yang tinggi agar lebih efisien. Pemanenan bisa lebih baik pada saat

matahari belum terik agar tidak silau dan salah melihat warna dan cacat buah yang mengurangi harga jual. Pengontrolan waktu panen juga harus dilakukan agar tidak terjadi lagi kasus jatuhnya harga. Petani yang tanamannya sudah lebih dari dua tahun dapat meningkatkan keuntungan dengan mencangkok   bibitnya. 1al ini menurut petani yang melakukannya lebih mudah dilakukan

dibanding perawatan buah, kemampuan cangkok per pohon yang tinggi dari 2: hingga 0" bibit per pohon dan tingginya harga jual.

'ari hasil penentuan indicator keberlanjutan yang di interpretasikan dari hasil wawancara. ahan milik bapak %li 7ustafa perlu adanya tindakan untuk keberlanjutan karena skoring mendapat nilai 2 yang masuk penilaian "&

(40)

!6 dimana menunjukan perlu adanya tindakan untuk melakukan keberlanjutan. *ntuk menuju kearah keberlanjutan dari point min dalam indicator perlu diperbaiki. Pengunaan pestisida dilahan dapat diminimalisir  atau di tiadakan dengan cara 7enurut (=idwan, !"2#$ Serangan hama yang merupakan keluhan umum petani disebabkan oleh masih kurang intensifnya kegiatan pengendalian hama dan penyakit yang dilakukan petani. Pembungkusan juga harus secepatnya dilakukan ketika buah sudah seukuran kelereng agar buah tidak terserang hama seperti ulat dan semut.

'ari hasil penilaian indikator kemerataan dengan luasan lahan masuk   pada + yaitu ",!:&2 ha, sifat kepemilikan lahan masuk pada lahan sendiri dan  pendapatan petani setiap musim yang mencapai N=p :.""".""" menunjukan  bahwa kemerataan telah tercapai. Pendapatan bukan hanya dari penjualan  buah saja tetapi lewat penjualan bibit dan agrowisata petik jambu. 7enurut (=idwan,!"2#$ Oarian jambu biji kristal memiliki biji paling sedikit diantara varian jambu biji lainnya, buahnya yang berukuran besar dan memiliki daging  buah yang bersih dengan tekstur yang renyah seperti buah apel menjadikannya sebagai buah jambu biji terfavorit pilihan masyarakat dan prospek cerah  jambu kristal bagi pelaku bisnis khususnya yang bergerak dibidang agro.

Sehingga prospek pasar untuk jambu kristal tinggi.

'ari data yang telah didapat di lahan P1T dan non P1T dalam aspek  +P lebih baik yang P1T karena dilahan P1T selain melakukan pengendalian hama menggunakan trap juga melakukan pengendalian dengan menanam tanaman barier untuk mengendalikan hama lalat buah yang menjadi hama utama di lahan jambu kristal. Pada lahan P1T petani melakukan pola tanam tumpangsari menurut pernyataan (wisnu,!"2"$ Penanaman dengan pola tumpangsari dapat menciptakan agroekosistem pertanaman yang lebih kompleks, mencakup interaksi antara tanaman sejenis maupun dari jenis tanaman lain. Selain itu pada lahan P1T juga ditanami jeruk dan ketumbar  sebagai tanaman eguanol yang aromanya tidak disenangi lalat buah, selain dua tanaman diatas di lahan P1T juga ditanam terong sebagai tanaman barier  sehingga hama akan lebih memilih menyerang terong dibandingkan jambu. Sedangkan di lahan non P1T petani menggunakan pola tanam monokultur dan

(41)

tidak ada tanaman barier sehingga hama akan fokus menyerang tanaman utama yaitu jambu kristal dan akan menurunkan kulitas dan kuantitas buah.

&.2.2 Ha#a %an Pen'ak"t (a%a La$an PHT Ja#)u Kr"!tal A. Data Art$r(%a

'ari hasil praktikum lapang yang telah dilakukan di +umiaji pada lahan P1T jambu kristal didapatkan data arthropoda yang ditemukan pada lahan tersebut yaitu sebagai berikut )

Tabel 2 ) 1asil Pengamatan %rthropoda P1T

 o 'okumentasi  ama serangga Peran umla h Perangka  p 2 Kutu kebul (Bemisia tabaci) 1ama !" & ! alat buah (Drosophila melanogaster) 1ama 2 Sweepnet # +elalanghijau ($%ya chinensis) 1ama 22 Sweepnet 6 Kumbang kubah spot (Menochillus  se%maculatus) 1ama ! Sweepnet

Gambar

Tabel 2 ) 1asil Pengamatan %rthropoda P1T
Tabel  6 ) 1asil Perhitungan %rthropoda on&amp;P1T Peran Total Persentase ($ 1ama 7usuh alami Serangga
Tabel : ) Pen bel : ) Penyakit yang 'itemukan di ahan yakit yang 'itemukan di ahan  o.
Tabel 3)  bel 3)  Serangan 8ntensitas Penyakit dengan  Serangan 8ntensitas Penyakit dengan Konsep P1T Konsep P1T Sampel
+4

Referensi

Dokumen terkait

EP TEC Solutions Indonesia, memberikan usulan perancangan jaringan yang baru menggunakan teknologi Frame Relay, serta mengevaluasi usulan perancangan jaringan tersebut

Pengajaran mikro merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk mengambil mata kuliah PPL. Pengajaran mikro merupakan kegiatan praktik

Kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk persetujuan bersama (joint agreement) dan komunikasi bersama ( joint declaration ). Prinsip-prinsip hukum internasional yang

Subyek penelitian adalah ibu hamil dengan usia kehamilan 28 sampai kurang dari 37 minggu (preterm) dengan tanda-tanda persalinan sebagai kasus dan ibu hamil

Dengan demikian, lubang alur menerima ujung taper dan lubang taper diimbangi oleh selubang yang distandarisasi (dinormalisasikan). Ujung taper tidak digunakan untuk

Tertanggung, maka Chubb akan membayar kepada ahli waris Tertanggung berupa Santunan Bulanan Keperluan Rumah Tangga untuk 12 bulan, sebagaimana ditetapkan dalam Daftar

Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau

sebagai alat bantu untuk memahami perubahan realitas ekonomik perusahaan, walaupun realitas ekonomik perusahaan itu sendiri tidak akan pernah ditemukan secara konkret;