Pada bak ini terjadi proses biologis yang lebih komplek, yakni kumpulan mikro -organisme, umumnya bakteri, terlibat dalam transformasi senyawa komplek organic menjadi metan. Lebih jauh lagi, terdapat interaksi sinergis antara bermacam-macam kelompok bakteri yang berperan dalam penguraian limbah 3. EQUALIZING TANK
Equalization Tank ini berfungsi untuk menyetarakan debit aliran air agar dalam proses mikrobiologis tidak terjadi fluktuasi aliran yang akan berakibat kurang optimalnya proses biologis oleh mikro-organisme.
4. FLOW CONTROL BOX
terjadinya fluktuasi air secara berlebihan yang berakibat kepada kurang bekerjanya mikro – organisme sebelum melewati bakAeration Tank.
5. AERATION TANK
Bak Aeration Tank ini berfungsi untuk melarutkan udara ke dalam air agar bakteri yang ada menjadi aktif. Bak Aeration Tank dilengkapi dengan air seal diffuser. Air limbah yang masuk ke dalam bak ini akan diproses dengan cara menambah atau melarutkan udara ke dalam air limbah melaluiair seal diffuser. 6. POST AERATION TANK
Bak Post Aeration Tankini berfungsi untuk mengendapkan lumpur yang datang dari bakAeration Tankuntuk mempercepat proses pengendapan. Di sini, lumpur yang mengendap diangkat oleh Air Lift Pump melalui udara blower, kemudian lumpur dikembalikan lagi ke bak Clarifier Tank. Bak Post Aeration Tank
dilengkapi dengan air sealdiffuser. Air limbah yang masuk ke dalam bak ini akan diproses dengan cara menambah atau melarutkan udara ke dalam air limbah melalui air sealdiffuser.
7. CLARIFIER TANK
Unit ini berfungsi sebagai Clarifier akhir untuk mengendapkan partikel-partikel yang masih belum terendapkan, serta biomass yang telah mati.
8. CHLORINATION TANK
Chlorination Tank bertujuan untuk membunuh kuman dan mengoksidasi bahan-bahan kimia dalam air supaya air dari Effluent Tank layak untuk dibuang kesaluran kota maupun untuk penggunaan kembali.
9. EFFLUENT TANK
Air yang telah diolah akan dialirkan menuju Effluent Tank untuk selanjutnya dibuang pada saluran kota. Sebagian air ini dapat kita proses lagi untuk keperluanrecyclingyang dapat kita gunakan untuk menyiram taman dan air cuci
10. SLUDGE HOLDING TANK
Sludge Holding Tankini berfungsi sebagai bak tempat sedimentasi flok mikroba ( lumpur ) yang dihasilkan selama fase oksidasi dalam bakAeration Tank. Seperti disebutkan diawal bahwa sebagian dari lumpur dalam tangki penjernih didaur ulang kembali dalam bentuk lumpur aktif balik kedalam bak Clarifier Tankdan sisanya dibuang untuk menjaga rasio yang tepat antara makanan dan mikro -organisme.
B. SPESIFIKASI ALAT - ALAT
No. Nama Barang Quantity
1. EQUALIZING PUMP
Tipe : Summersible Pump Model : 40 – DS 5.25
Kapasitas : 40 Liter / Min
Daya : 0.4 kW / 380 V / 50 Hz Origin : Japan
Head : 6 Meter
Operation : Manual dan Full Auto ( Single Alternate )
2 Unit
2. BAR SCREEN
Material : Stainless Steel
Dimensi : 60 cm ( W ) x 75 cm ( H ) Opening : 10
1 Unit
3. ROOT BLOWERforAERATION SYSTEM
Merk : FU - TSU
Tipe : TSB 65 ( RPM 1.080 ) Kapasitas : 1.5 m3/ Min
Pressure : 3.500 mm Aqua
Daya : 2.2 kW / 380 V / 50 Hz
Accessories : V – belt, Cover, Pulley, Intake Silencer, Base Plate, Rubber Mounting.
2 Unit
4. DIFFUSER
FINE BUBBLE KAM AIR DISC DIFFUSER
Kapasitas : Air Flow 4 – 6 CFM Material : EPDM dia. 9”
Efficiency : O2Transfer / Fet 2%
COARSE BUBBLE DIFFUSER ( Lokal )
Kapasitas : Air Flow 4 – 6 CFM
1 Lot
5. BIOMEDIA
Merk : Munters ( Ex. India ) Surface Area : 150 m2/ m3
1 Lot
6. PIPING SYSTEM IRON PIPE
Merk : Bakrie / Spindo
Class : Medium Galvanized Iron Pipe ( GIP ) Material : Galvaniz Diameter : 2” dan 1” PVC PIPE Merk : Rucika Class : AW Material : PVC Diameter : 2” dan 3” VALVE Merk : Kitz Material : Brass Diameter : 2” 1 Lot 1 Lot 1 Lot 7. SEDIMENTATION EQUIPMENT AIR LIFT SYSTEM
Material : PVC
Accessories : Pipe Connection with Ejector
SCUM SKIMMER
Material : PVC
Accessories : Weir dan Scumb Buffle
1 Lot
1 Sheet
8. DESINFECTION
Tipe : Diapragram Pump Merk : LMI Milton Roy Kapasitas : 1.6 Liter / Min
Accessories : 1 Unit Chemical Tank 250 Liter
9. PANEL CONTROL
Tipe : Panel Electrical Control – Indoor Type Consist : Panel Housing – Local Assembled Component : MG, Telemechanique, Omron, Schneider Accessories : Switch Control Operation for Blower dan
Pump
1 Set
10. KABEL
Merk : Supreme dan Kabel Metal Tipe : NYY CONDUIT Merk : Clipsal 1 Lot 1 Lot 11. POMPA SUMPIT Merk : Ebara Tipe : 50DF Flange Daya : 0.75 kW / 380V / 50 Hz 3 Unit 12. FIBERGLASS TANK Material : FRP berangka
Include : Aerobic Tank, Clarifier Tank, Effluent Tank, Chlorination Tank
C. PERSIAPAN LARUTAN KIMIA
Pembuatan larutan kimia mutlak dilakukan sebelum mengoperasikan unit pengolahan limbah, karena larutan kimia ini merupakan faktor yang paling penting dalam proses pengolahan limbah, khususnya pada proses Chlorinasi. Dalam pembuatan larutan ini digunakan rumus pengenceran berikut :
V
1x N
1= V
2x N
2Dengan :
V1 = Volume larutan 1 V2 = Volume larutan 2
N1 = Konsentrasi / kadar larutan 1 N2 = Konsentrasi / kadar larutan 2
Contoh perhitungan :
1. PEMBUATAN LARUTAN CHLORINE
• Chlorine konsentrat / pekat = 12% = N1
• Kadar Chlorine di inginkan = 5% = N2
• Volume Chlorine 5% yang diinginkan = 250 liter = V2
• Maka Chlorine pekat yang dibutuhkan ( V1) untuk membuat 250 liter larutan Chlorine 5% adalah :
V
1x N
1= V
2x N
2V
1= 250 x 5
12
V
1= 104.1 Liter
Volume air yang dibutuhkan =
V
2– V
1=
250 – 104.1
=
145.9 Liter
2. PROSEDUR PEMBUATAN
• KosongkanChemical Tankdan bersihkan dengan air bersih.
• IsiChemical Tankdengan air ± 20 Liter.
• Tuangkan secara perlahan dan hati – hati Chlorine cair seberat 30 Kg kedalamChemical Tanktersebut kemudian aduk sampai rata.
• Tambahkan air sebanyak 145.9 Liter atau sampai mencapai batas ± 150 Liter.
• Hidupkan Dosing Pump dan atur stroke Dosing Pump diposisi 100% kemudian biarkanDosing Pumptersebut bekerja secara otomatis.
D. PENGOPERASIAN
Unit pengolahan limbah ini dirancang dengan sistim pengoperasian otomatis, yang pengoperasiannya dikendalikan berdasarkan level air di dalam setiap bak – bak penampungan. Meskipun sistem ini didesain secara otomatis, namun untuk mengantisipasi terjadinya trouble dalam pengoperasian secara otomatis, dapat dilakukan pengoperasian secara manual, supaya sistem dapat terus berjalan dengan baik. Tahapan yang harus dilakukan dalam pengoperasian ini, yaitu :
1. PERSIAPAN PENGOPERASIAN SISTEM
• Periksa semua Ball Valve yang berada pada suction dan discharge pompa dalam keadaan terbuka penuh.
• Periksa saringan Stainless Steel pada Effluent Tank dan Rotary Meter pada
Outlet Effluentsupaya tidak terdapat kotoran yang menyangkut.
• Pastikan semua Chemical Tanktelah berisi larutan kimia (Chlorine).
• Pada panel kontrol, hidupkan semua Circuit Breaker dan Motor Circuit Breaker.
• Aktifkan sistem kontrol dengan memutarSelector Switchke arah ON.
• Aturstroke dosing pumpsesuai keperluan maupun kebutuhan.
• Pastikan lampu indikator telah menyala, yang berarti sistem siap untuk dioperasikan.
2. PENGOPERASIAN SISTEM
2.1. PENGOPERASIAN SECARA OTOMATIS
• Putar semuaSelector Switchkearah “AUTO”.
• Untuk mematikan pengoperasian putarSelector Switchkearah “OFF”.
• HidupkanSwitchpengoperasian padaDosing Pumpkearah “AUTO”. 2.2. PENGOPERASIAN SECARA MANUAL
• Putar semuaSelector Switchkearah “MAN”.
• MatikanSwitch padaDosing Pumpdalam posisi “OFF”.
• Untuk pengoperasian secara manual putar Selector Switchkearah “MAN” (manual).
• Tekan push button “ON” untuk menghidupkan pompa dan untuk mematikannya tekan push button “OFF“.
Unit Pengolahan Limbah Sewage Treatment
Plant ( STP ) Project PT. Martina Berto
A. PEMELIHARAAN
Sebelum mengoperasikan instalasi pengolahan air limbah ( IPAL ), Operator bertanggung jawab penuh atas instalasi, harus mengorganisir, dan menginstruksikan tindakan – tindakan yang tepat dan bertanggung jawab atas pengoperasian instalasi tersebut dan juga untuk meminimalisir kejadian yang tak terduga maka Operator harus melakukan perawatan dengan periode waktu sebagai berikut :
1. PERAWATAN MINGGUAN
• Periksa selalu cairan kimia dalam chemical tank, bila perlu tambahkan kembali.
• Bersihkan komponen dari debu.
2. PERAWATAN BULANAN
• Periksa sistem dari kebocoran.
• Bersihkan pompa – pompa yang terpasang disetiap bak – bak maupun sumpit.
3. PERAWATAN 6 ( ENAM ) BULANAN
• Periksa selang - selang injeksi kimia. • Periksa kondisi pompa.
4. PERAWATAN TAHUNAN
• Bersihkan bak – bak penampungan, tangki bahan kimia, dan saringan – saringan.
B. TROUBLESHOOTING
Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Troubleshooting, kadang-kadang merupakan proses penghilangan masalah, dan juga proses penghilangan penyebab potensial dari sebuah masalah.Troubleshooting, pada umumnya digunakan dalam berbagai bidang. Troubleshootingdalam Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL ) mencakup beberapa hal yaitu :
1. SISTEM KELISTRIKAN
Pasokan listrik biasanya dari jaringan PLN, tetapi jika diperlukan bisa juga di backup dengan unit genset tersendiri. Jika dengan dua sumber, maka panel listrik untukpower supplyjuga harus dipasang.
Dari panelpower supplyini, listrik akan masuk kepanel listrik utama. Panel listrik dan perlengkapannya adalah untuk memudahkan komunikasi dan interaksi antara Operator dengan mesin yang dikelolanya. Semua peralatan mesin pada suatu plantIPAL dikontrol dan dimonitor melalui panel listrik yang sudah diatur dan disetel sedemikian rupa, baik susunan peralatan listrik dan masing – masing kapasitasnya serta kabel dan sambungannya.
Beragam bentuk dan dimensi dari panel listrik adalah bergantung pada banyaknya peralatan dan mesin yang dikontrol, dan juga sampai seberapa jauh atau detail akan memonitor dan mengamati unjuk kerja dari setiap peralatan atau mesin yang terpasang. Bila ada peralatan atau mesin yang bisa bekerja secara otomatis, maka pasti ada peralatan sensor yang mengatur sistem otomatisasi tersebut.
Secara umum peralatan listrik standar yang selalu ada pada box panel adalah sebagai berikut :
1.1. NFB ( NO FUSE BREAKER )
• Untuk pembatas daya atau beban listrik yang digunakan oleh sesuatu mesin.
• Sebagai penghubung atau pemutus jaringan atau tegangan listrik yang mempunyai kapasitas amper tinggi.
1.2. MCB ( Magnetic Circuit Breaker )
MCB berfungsi sama dengan NFB namun MCB digunakan untuk kekuatan arus dengan amper yang kecil.
1.3. CONTACTOR
• Saklar yang bekerja berdasarkan magnit listrik.
• Untuk mengaktifkan atau bekerjanya magnit, kontaktor memerlukan tegangan listrik.
• Untuk mengaktifkan magnit membutuhkan tegangan listrik ± 3 Watt, bisa difungsikan sebagai otomatisasi untuk mengontrol alat atau jaringan yang mempunyai tegangan sampai ribuan Watt.
1.4. OVERLOAD THERMIS
Fungsinya untuk mengamankan beban listrik, terutama motor listrik agar tidak rusak atau terbakar jika kelebihan beban atau tidak kuat memutar alat yang digerakkan.Overload Thermisbekerja berdasarkan sensor panas.
1.5. TOMBOL TEKANONATAUOFF(PUSH BUTTON)
• Warna hijau: Untuk mengaktifkan kontaktor, menghubungkan kontaktor
dengan tegangan listrik agar aktif atau bekerja.
• Warna merah : untuk memutuskan kontaktor dari aliran atau jaringan tegangan listrik supaya mati (Off).
1.6. LAMPU INDIKATOR
• Sebagai alat bantu visual yang dihubungkan ke push button, sehingga mudah dilihat apakah posisi pada On ( lampu warna hijau ) atau posisi padaOff( lampu warna merah ).
tersebut ada yang mati. Jangan mengaktifkan semua peralatan atau mesin jika salah satu phasa mati.
1.7. SAKLAR GESER
Fungsinya adalah untuk memindahkan fungsi kerja, dari atau ke otomatis maupun manual.
1.8. PENGHUBUNG KABEL ATAU TERMINAL
Fungsinya adalah untuk mengkoneksikan atau menghubungkan kabel – kabel dari atau menuju peralatan kelistrikan.
1.9. AKSESSORIES PELENGKAP LAINNYA
Alat bantu untuk memudahkan penyambungan atau pengerjaan electrical.
2. SISTEM SEWAGE TREATMENT PLANT ( STP )
2.1. PENGOLAHAN AWAL ( INFFLUENT CHAMBER )
Pada tahap ini dilakukan pemisahan padatan berukuran besar ataupun grease, agar tidak terbawa pada unit pengolahan selanjutnya, agar tercipta performa pengolahan yang optimal. Air dialirkan lewat inffluent chamber di mana ada screenyang dapat menyaring benda padat. Selanjutnya air masuk ke grease trap yang berguna untuk memisahkan lemak yang dapat mengganggu proses biologi. Kemudian air akan menuju ke bakAnaerob Tank.
2.2. ANAEROB TANK
Pada bak ini terjadi proses biologis yang lebih komplek, yakni kumpulan mikro - organisme, umumnya bakteri, terlibat dalam transformasi senyawa komplek organic menjadi metan. Lebih jauh lagi, terdapat interaksi sinergis antara bermacam-macam kelompok bakteri yang berperan dalam penguraian limbah.