• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Aspek Lingkungan 1. Perkotaan dan Lingkungan

Sesuai dengan fungsinya sebagai perpustakaan Universitas Bina Nusantara, maka proyek ini cukup fleksibel karena lokasi yang strategis, mempunyai lingkungan hunian yang tenang, sesuai dengan kebutuhan proyek, adanya sarana pendukung disekitar lingkungan berupa warung-warung makan, internet, toko, dsb. Serta adanya peraturan pelebaran jalan disekeliling tapak yang nantinya akan meningkatkan citra proyek itu sendiri.

IV.3.2. Tapak

Foto 61: Lingkungan Sekitar Tapak Foto 62 : Lokasi Tapak

Untuk menganalisa tapak maka ada hal – hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah memilih pintu masuk dari dan ke tapak, jenis lalu lintas didalam tapak, penempatan parkir, taman, sirkulasi kendaraan bermotor dan manusia, penempatan kelompok kegiatan tertentu dalam suatu tapak, bentuk dan ukuran ruang luar, jumlah blok bangunan dan dimensi bangunan, serta perletakan blok massa bangunan.

Tujuan diadakannya analisa tapak karena ada beberapa alasan yang menjadi acuannya yaitu keadaan lingkungan sekitar tapak, topografi dan bentuk tapak, peraturan, kepadatan lalu lintas. Selain itu perlu juga menentukan letak adan orientasi massa bangunan dengan memperhatikan aspek iklim seperti arah matahari dan pengudaraan, bentuk topografi tapak, peraturan, kondisi lingkungan sekitar, view yang terbaik.

Salah satu hal yang juga penting adalah zoning, didasarkan atas fungsi sifat kegiatan dan hubungan antar kegiatan – kegiatan yang berlangsung, penyesuaian terhadap kondisi dan lingkungan tapak, serta pola –pola sirkulasi dalam pencapaiannya. Tujuan di

adakannya zoning agar mempermudah pembagian kegiatan – kegiatan berbeda yang bersifat pribadi, dilakukan secara horizontal dan vertikal pada tapak.

KDB (Koefisien Dasar Bangunan) pada proyek ini adalah 60 %, yang berarti 40 % adalah lahan yang berupa ruang terbuka dengan dimanfaatkan sebagai sirkulasi kendaraan ataupun pejalan kaki, ruang gerak untuk kegiatan outdoor, dan juga sebagai ruang transisi antar kegiatan dan antar bangunan dalam tapak. Bentuk fisik dari penataan ruang terbuka adalah taman – taman dan plasa terbuka, ornamen outdoor, jalur – jalur pendestrian, dan sebagainya.

Lahan parkir yang disediakan untuk penghuni dan pengunjung perpustakaan adalah melalui pertimbangan antara lain luasan tapak dimana terbatasnya luasan tapak yang digunakan untuk lahan parkir dan memaksimalkan pengolahan lahan terbuka yang ada, mengingat lingkungan sekitar merupakan daerah yang padat. Maka dari itu area parkir yang disediakan adalah 510 m2 untuk 34 mobil dan 204 m2 untuk 102 motor. Sehingga luas yang terpakai untuk area pemakiran adalah 714 m2.

IV.3.3. Sirkulasi Dalam Tapak

Pintu masuk utama pada proyek perpustakaan ini diletakkan pada bagian tenggara, dan pintu keluar di letakkan di timur laut yaitu jalan Kebon Jeruk Raya dengan berbagai pertimbangan diantaranya untuk kemudahan dalam mengakses ke tapak yang merupakan jalan terbesar di antara jalan di sekeliling tapak, strategis dan merupakan jalan besar, serta akses untuk keluar lebih gampang karena terhindar dari kepadatan kendaraan yang keluar masuk daerah tersebut. Pintu masuk bagi pejalan kaki diletakan pada bagian tenggara yaitu jl. Kebon Jeruk Raya dengan pertimbangan proses pencapaian lebih mudah mengingat

padatnya kemacetan pada jalan utama, serta menghindari terjadinya kecelakan akibat sirkulasi kendaraan dan sirkulasi pejalan kaki yang saling menyilang. Mengingat bahwa tapak ini hanya mempunyai satu sisi yang berhubungan dengan jalan raya yaitu bagian sisi timur.

Sirkulasi di luar tapak bagi para pejalan kaki diberikan jalur pedestrian pada sisi timur. Sedangkan sirkulasi didalam tapak sistem sirkulasi di buat terpisah antara pejalan kaki dan kendaraan. Untuk sirkulasi kendaraan didalam tapak di buat pada bagian sisi selatan dan utara untuk memudahkan pengaksesan masuk dan keluar tapak, sedangkan sirkulasi pejalan kaki menggunakan pola linear untuk kejelasan sirkulasi, terarah dan memberi kemudahan bagi pegguna perpustakaan. Sirkulasi service dibuat jalur tersendiri yang langsung menuju daerah service bangunan itu sendiri.

IV.3.4. Tata Ruang Luar

Luas tapak secara keseluruhan adalah 15000m2, dengan luas area yang boleh di bangun dengan kondisi KDB 60 % yaitu 9000m2 dan luas area ruang terbuka adalah 6000m2.

Kondisi tapak ditinggikan terhadap lingkungan sekitarnya guna memberi pembatas antara tapak dengan lingkungan sekitarnya tanpa perlu penggunaan pagar yang tinggi dengan alasan keamanan, sehingga orientasi bukaan bangunan ke arah lingkungan tidak terhalang pagar.

Perencanaan tata ruang luar dipengaruhi oleh : 1. Orientasi bangunan

Orientasi bangunan diarahkan untuk menciptakan hubungan secara visual dari arah tapak ke lingkungan yaitu dengan cara membuat bukaan – bukaan pada

sisi bangunan yang menghadap keluar, membentuk ruang – ruang lingkungan, dengan memanfaatkan elemen – elemen bangunan, landscape dan lain – lain, sehingga terbentuk ruang antar bangunan dalam tapak dengan bangunan di sekitar tapak, sedangkan orientasi kedalamnya diarahkan agar terbentuk ruang pengikat yang berfungsi sebagai tempat interaksi atau komunikasi.

2. Elemen Pengisi Ruang Luar

Elemen yang ada pada ruang luar ini adalah vegetasi dan elemen keras.

Vegetasi dimaksudkan untuk memberi nilai tambah pada estestis bangunan, sebagai unsur teduh yang berfungsi melindungi pejalan kaki dari sengatan panas sinar matahari atau air hujan serta sebagai filter atau penyaring dari gangguan kebisingan di sekitar lokasi tapak. Sedangkan elemen keras seperti tong sampah, tempat duduk, pagar, pedestrian, lampu dan sebagainya merupakan fasilitas penunjang bangunan tersebut.

Analisa Zoning

Pada area publik berada pada sisi timur yaitu jalan Kebon Jeruk Raya, hal ini dimaksudkan karena jalan tersebut merupakan pintu masuk utama, pada bagian private merupakan area bagi para pengunjung perpustakaan yang terletak ditengah – tengah tapak, bagian penunjangan merupakan sarana pendukung untuk bagian private yang terletak di bagian utara, area service berada di belakang, dan area parkir berdekatan dengan jalan Kebon Jeruk Raya hal ini dimaksudkan agar proses sirkulasi bagi pengendara beroda dua ataupun empat dapat dengan mudah mengakses tapak tersebut.

Gbr 4 : Analisa Zoning

Analisa Entrance

Jalan utama yaitu jalan Kebon Jeruk Raya merupakan pilihan utama dalam main entrance maupun side entrance karena merupakan satu – satunya sisi yang dapat di akses untuk menuju perpustakaan ini. Pintu masuk terletak disebelah tenggara sedangkan pintu keluar diletakan di timur laut, hal ini dikarenakan arus lalu lintas yang ada sangat padat serta perlu adanya proses pencapaian yang lebih nyaman dan cepat.

Gbr 5 : Analisa Entrance

Analisa Pergerakan Matahari

Perletakan bangunan di letakkan memanjang ke arah timur – barat, hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan panas cahaya matahari yang diserap, terutama matahari sore yang berada di arah barat. Untuk bukaan di letakan pada sisi arah utara dan selatan.

Gbr 6 : Analisa Matahari

Analisa Peredam Kebisingan

Perletakan tapak ini di hanya dapat dilalui oleh satu sisi saja yaitu sebelah timur, oleh sebab itu, perlu adanya vegetasi sebagai peredam kebisingan di jalan serta sebagai filter udara yang masuk kedalam tapak. Selain sebagai peredam kebisingan dan filter udara, vegetasi ini juga mampu memberi nilai tambah atas estetis bangunan. Untuk sisi – sisi lainnya merupakan daerah hunian penduduk sekitar.

Gbr 7 : Analisa Kebisingan

Dokumen terkait