• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

3. Tempat tinggal

5.11. Analisa Bivariat

5.11.1. Umur Berdasarkan Status Komplikasi Penderita Malaria dengan Parasit Positif

Distribusi proporsi umur berdasarkan status komplikasi penderita malaria dengan parasit positif yang dirawat inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 5.11.

Tabel 5.11. Distribusi Proporsi Umur Berdasarkan Status Komplikasi Penderita Malaria dengan Parasit Positif yang Dirawat Inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009

No.

Umur (Tahun)

Status Komplikasi Ada Komplikasi Tidak Ada

Komplikasi f % f % 1. < 14 5 21,7 15 15,8 2. 14-60 17 73,9 73 76,8 3. > 60 1 4,4 7 7,4 Jumlah 23 100,0 95 100,0

Dari tabel 5.11. dapat dilihat bahwa dari 23 penderita malaria dengan status ada komplikasi tertinggi pada kelompok umur 14-60 tahun 73,9% dan dari 95 penderita malaria dengan status tidak ada komplikasi tertinggi pada kelompok umur 14-60 tahun 76,8%.

Analisa statistik dengan menggunakan uji Chi Square tidak dapat dilakukan karena ada 2 sel (33,3%) dengan frekuensi harapan < 5.

5.11.2. Status Anemia Berdasarkan Jenis Parasit Penderita Malaria dengan Parasit Positif

Distribusi proporsi status anemia berdasarkan jenis parasit penderita malaria dengan parasit positif yang dirawat di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 5.12.

Tabel 5.12. Distribusi Proporsi Status Anemia Berdasarkan Jenis Parasit Penderita Malaria dengan Parasit Positif yang Dirawat di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009 No. Status Anemia Jenis Parasit P. falciparum P. vivax f % f % 1. Anemia 47 46,1 6 40,0 2. Tidak Anemia 55 53,9 9 60,0 Jumlah 102 100,0 15 100,0 χ 2 =0,195 df=1 p=0,659

Dari tabel 5.12. dapat dilihat bahwa dari 102 penderita malaria jenis parasit Plasmodium falciparum tertinggi adalah penderita tidak mengalami anemia 53,9%, dan dari 15 penderita malaria jenis parasit Plasmodium vivax tertinggi adalah penderita tidak mengalami anemia 60,0%.

Dari analisa statistik dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh p>0,05 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan jenis parasit antara penderita malaria yang anemia dengan yang tidak anemia.

5.11.3. Status Splenomegali Berdasarkan Jenis Parasit pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif

Distribusi proporsi status splenomegali berdasarkan jenis parasit pada penderita malaria dengan parasit positif yang dirawat di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi tahun 2009 dapat dillihat pada tabel 5.13.

Tabel 5.13. Distribusi Proporsi Status Splenomegali Berdasarkan Jenis Parasit pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif yang Dirawat di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009 No. Status Splenomegali Jenis Parasit P. falciparum P. vivax f % f % 1. Splenomegali 45 44,1 7 46,7 2. Tidak Splenomegali 57 55,9 8 53,3 Jumlah 102 100,0 15 100,0 χ2 =0,034 df=1 p=0,853

Dari tabel 5.13. dapat dilihat bahwa dari 102 penderita malaria jenis parasit Plasmodium falciparum tertinggi pada penderita dengan tidak splenomegali 55,9%, dan dari 15 penderita malaria jenis parasit Plasmodium vivax tertinggi pada penderita dengan tidak splenomegali 53,3%.

Dari analisa statistik dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh p>0,05 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan jenis parasit antara penderita malaria yang splenomegali dengan yang tidak splenomegali.

5.11.4. Status Komplikasi Berdasarkan Jenis Parasit pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif

Distribusi proporsi status komplikasi berdasarkan jenis parasit pada penderita malaria dengan parasit positif yang dirawat inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 5.14.

Tabel 5.14. Distribusi Proporsi Status Komplikasi Berdasarkan Jenis Parasit pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif yang Dirawat Inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009 No. Status Komplikasi Jenis Parasit P. falciparum P. vivax f % f % 1. Ada Komplikasi 22 21,6 1 6,7

2. Tidak Ada Komplikasi 80 78,4 14 93,3

Jumlah 102 100,0 15 100,0

Dari tabel 5.14. dapat dilihat bahwa dari 102 penderita malaria jenis parasit Plasmodium falciparum tertinggi pada penderita dengan tidak ada komplikasi 78,4%, dan dari 15 penderita malaria jenis parasit Plasmodium vivax tertinggi pada penderita dengan tidak ada komplikasi 93,3%.

Tabel 5.14. merupakan tabel kontingensi 2x2 dan dijumpai nilai yang diharapkan kurang dari 5, maka uji yang digunakan adalah Fisher Exact. Berdasarkan hasil uji Fisher Exact diperoleh p>0,05 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan jenis parasit antara penderita malaria yang ada komplikasi dengan yang tidak ada komplikasi.

5.11.5. Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Jenis Parasit pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif

Lama rawatan rata-rata berdasarkan jenis parasit pada penderita malaria dengan parasit positif yang dirawat inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 5.15.

Tabel 5.15. Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Jenis Parasit pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif yang Dirawat Inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009

No.

Jenis Parasit Lama Rawatan Rata-rata

N X SD

1. P. falciparum 102 2,93 1,753

2. P. vivax 15 3,33 1,915

t = -0,819 df = 115 p = 0,415

Dari tabel 5.15. dapat dilihat bahwa lama rawatan rata-rata pada 102 penderita malaria jenis parasit Plasmodium falciparum adalah 2,93 hari (3 hari) dengan standar deviasi 1,753, dan lama rawatan rata-rata pada 15 penderita malaria jenis parasit Plasmodium vivax adalah 3,33 hari (3 hari) dengan standar deviasi 1,915.

Berdasarkan hasil uji statistik t test diperoleh p > 0,05 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan lama rawatan rata-rata antara penderita malaria dengan jenis parasit Plasmodium falciparum dengan penderita dengan jenis parasit Plasmodium vivax.

5.11.6. Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Status Komplikasi pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif

Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Status Komplikasi pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif yang Dirawat Inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 5.16.

Tabel 5.16. Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Status Komplikasi pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif yang Dirawat Inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009

No.

Status Komplikasi Lama Rawatan Rata-rata

N X SD

1. Ada Komplikasi 23 3,30 1,396

2. Tidak Ada Komplikasi 95 2,92 1,843

t = 0,946 df = 116 p = 0,346

Dari tabel 5.16. dapat dilihat bahwa terdapat 23 penderita malaria yang memiliki komplikasi dimana lama rawatan rata-rata 3,30 hari (3 hari) dengan standar deviasi 1,396, dan terdapat 95 penderita malaria yang tidak memiliki komplikasi dimana lama rawatan rata-rata 2,92 hari (3 hari) dengan standar deviasi 1,843.

Berdasarkan hasil uji statistik t test diperoleh p > 0,05 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan lama rawatan rata-rata antara penderita yang ada komplikasi dengan penderita yang tidak ada komplikasi.

5.11.7. Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Sumber Biaya pada Penderita Malaria dengan Parasit Postif

Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Sumber Biaya pada Penderita Malaria dengan Parasit Postif yang Dirawat Inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 5.17.

Tabel 5.17. Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Sumber Biaya pada Penderita Malaria dengan Parasit Postif yang Dirawat Inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009

No.

Sumber Biaya Lama Rawatan Rata-rata

N X SD

1. Biaya sendiri 77 2,95 1,912

2. Bukan biaya sendiri 41 3,07 1,473

t = -0,365 df = 116 p = 0,716

Dari tabel 5.17. dapat dilihat bahwa terdapat 77 penderita malaria menggunakan biaya sendiri ketika dirawat inap dimana lama rawat rata-rata 2,95 hari (3 hari) dengan standar deviasi 1,912, dan terdapat 41 penderita malaria yang menggunakan sumber biaya bukan biaya sendiri dimana lama rawat rata-rata 3,07 hari (3 hari) dengan standar deviasi 1,473.

Berdasarkan hasil uji statistik t test diperoleh p > 0,05 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan lama rawatan rata-rata antara penderita yang menggunakan biaya sendiri dengan penderita yang menggunakan bukan biaya sendiri.

5.11.8. Jenis Parasit Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif

Distribusi proporsi jenis parasit berdasarkan keadaan sewaktu pulang pada penderita malaria dengan parasit positif yang dirawat inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 5.18.

Tabel 5.18. Distribusi Proporsi Jenis Parasit Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif yang Dirawat Inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009

No. Jenis Parasit

Keadaan Sewaktu Pulang

PAPS PBJ Sembuh Rujuk RS

lain

f % f % f % f %

1. P. falciparum 10 90,9 61 84,7 29 93,5 2 66,7

2. P. vivax 1 9,1 11 15,3 2 6,5 1 33,3

Jumlah 11 100,0 72 100,0 31 100,0 3 100,0 Dari tabel 5.18. dapat dilihat bahwa dari 11 penderita malaria yang pulang atas permintaan sendiri tertinggi adalah jenis parasit Plasmodium falciparum 90,9%, dari 72 penderita malaria yang pulang berobat jalan tertinggi adalah jenis parasit Plasmodium falciparum 84,7%, dari 31 penderita sembuh tertinggi adalah jenis parasit Plasmodium falciparum 93,5%, dan dari 3 penderita yang rujuk rumah sakit lain tertinggi adalah jenis parasit Plasmodium falciparum 66,7%.

Analisa statistik dengan menggunakan uji Chi Square tidak dapat dilakukan karena ada 4 sel (50%) dengan frekuensi harapan < 5.

5.11.9. Status Komplikasi Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif

Distribusi proporsi status komplikasi berdasarkan keadaan sewaktu pulang pada penderita malaria dengan parasit positif yang dirawat inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 5.19.

Tabel 5.19. Distribusi Proporsi Status Komplikasi Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang pada Penderita Malaria dengan Parasit Positif yang Dirawat Inap di RSD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2009

No. Status Komplikasi

Keadaan Sewaktu Pulang

PAPS PBJ Sembuh Rujuk RS

lain f % f % f % f % 1. Ada Komplikasi 2 18,2 18 25,0 3 9,7 0 0,0 2. Tidak Ada Komplikasi 9 81,8 54 75,0 28 90,3 4 100,0 Jumlah 11 100,0 72 100,0 31 100,0 4 100,0

Dari tabel 5.19. dapat dilihat bahwa dari 11 penderita malaria yang pulang atas permintaan sendiri tertinggi adalah penderita yang tidak ada komplikasi 81,8%, dari 72 penderita malaria yang pulang berobat jalan tertinggi adalah penderita yang tidak ada komplikasi 75,0%, dari 31 penderita yang sembuh tertinggi adalah penderita yang tidak memiliki komplikasi 90,3%, dan dari 4 penderita yang rujuk ke rumah sakit lain tertinggi adalah penderita yang tidak ada komplikasi 100%.

Analisa statistik dengan menggunkan uji Chi Square tidak dapat dilakukan karena ada 3 sel (37,5%) dengan frekuensi harapan < 5.

BAB 6 PEMBAHASAN

6.1. Sosiodemografi (Umur, Jenis Kelamin, Agama, Pekerjaan, dan Tempat

Dokumen terkait