• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa dan Evaluasi Pengawasan Intern Penerimaan Kas

BAB III PEMBAHASAN

F. Analisa dan Evaluasi

F.2 Analisa dan Evaluasi Pengawasan Intern Penerimaan Kas

Prosedur penerimaan kas dalam perusahaan perlu dirancang sedemikian rupa sehingga kemungkinan tidak tercatat atau tidak diterima kas perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Terdapat pemisahan tugas antara yang menyimpan, yang menerima dan

yang mencatat penerimaan uang.

b. Setiap penerimaan uang langsung disetor ke bank sebagaimana adanya. Prosedur penerimaan kas yang dilakukan perusahaan menurut penulis sudah baik, karena :

a. Sistem pencatatan penerimaan kas yang dilakukan oleh asisten manajer

anggaran yaitu mencatat penerimaan pada saat uang tersebut diterima, kemudian asisten akuntansi dan pelaporan mencatat penerimaan kas tersebut serta memberikan pertanggungjawaban yang efektif terhadap jumlah uang yang diterima dan membuat laporan keuangan.

b. Pencatatan bukti dengan segera sepanjang penerimaan kas tersebut telah

dibuktikan dengan bukti-bukti, maka pencatatannya kedalam pembukuan dilakukan dengan segera oleh bendahara sampai proses selanjutnya diserahkan kepada bagian akuntansi untuk diproses lebih lanjut.

c. Penggunaan bukti yang telah dirancang dengan baik, dimana

penerimaan kas yang telah dirancang sedemikian rupa ataupun dibuat dalam bentuk yang sederhana dan mudah dimengerti cara pemakaiannya.

d. Penyimpangan bukti-bukti pendukung dalam tempat yang rapi dan

berurutan.

Berikut adalah anggaran penerimaan kas pada PT. Jasa raharja Putera Cabang medan periode Bulan Januari - Juni 2013 :

PT. JASA RAHARJA PUTERA CABANG MEDAN Anggaran Penerimaan Kas

Triwulan 1 Tahun 2013 TABEL 1.3 Sumber penerimaan kas Januari (Rp) Februari (Rp) Maret (Rp) April (Rp) Mei (Rp) Juni (Rp) Penjualan tunai neto 8.100.000 8.910.000 9.720.000 11.340.000 12.960.000 11.340.000 Piutang 4.389.000 5.967.900 6.520.000 7.512.000 8.618.400 7.968.600 Jumlah 12.249.0008 14.877.900 16.240.800 18.852.600 21.578.400 19.308.600

Keterangan Anggaran Penerimaan Kas:

1. Penjualan Tunai Neto (dari data Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai) 2. Piutang (dari data Penerimaan Kas dari Penjualan Kredit)

F.3 Analisa Evaluasi Pengawasan Intern Pengeluaran Kas

Pengeluaran kas oleh PT. JASA RAHARJA PUTERA Cabang medan hanya dilakukan bila ada bukti pendukung yang sah dan melalui proses pemeriksaan yang telah ditetapkan. Bukti pengeluaran kas tersebut selanjutnya dijadikan bukti kas keluar. melihat prosedur pengeluaran kas tersebut menunjukkan usaha yang maksimal dan pengawasan pengeluaran kas dari kemungkinan penyelewengan kas.

Pada dasarnya untuk dapat menghasilkan system pengawasan yang efektif, prosedur pengeluaran kas perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Sistem pengeluaran dilakukan dengan cek. Pengeluaran dalam jumlah

kecil dilakukan melalui dana kas kecil

b. Semua pengeluaran kas harus memperoleh persetujuan dari pihak yang

berwewenang terlebih dahulu

c. Terdapat pemisahan tugas antara yang berhak menyetujui pengeluaran kas, yang menyimpan uang kas dan melakukan pengeluaran serta yang mencatat pengeluaran kas.

Berdasarkan uraian tersebut, bahwa pengawasan intern pengeluaran kas yang dilakukan PT. JASA RAHARJA PUTERA cabang medan sudah terlaksana dengan baik. Hal ini ditandai dengan :

1. Setiap pengeluaran yang terjadi harus ditandai dengan bukti atau cek

2. Semua cek bernomor urut

3. Cek ditandatangani oleh yang berwenang atau pejabat yang ditunjuk

5. Cek ditandatangani kalau faktur dan bukti-bukti pendukung lain terlampir Berikut adalah anggaran pengeluaran kas pada PT. Jasa raharja Putera Cabang medan periode Bulan Januari - Juni 2013 :

PT. JASA RAHARJA PUTERA CABANG MEDAN Anggaran Pengeluaran Kas

Triwulan 1 Tahun 2013 TABEL 1.4

Sumber pengeluaran kas

Januari (Rp) Februari (Rp) Maret (Rp) April (Rp) Mei (Rp) Juni (Rp)

Pembelian bahan baku tunai Pembelian bahan baku kredit

1.500.000 0 1.800.000 3.500.000 2.400.000 4.200.000 2.700.000 5.250.000 2.700.000 5.250.000 3.300.000 6.300.000 Pembayaran Hutang 2.500.000 0 1.000.000 0 0 3.000.000 Jumlah 4.000.000 5.300.000 7.600.000 7.850.000 7.950.000 12.600.000

Keterangan Anggaran Pengeluaran Kas:

1. Pembelian bahan baku tunai: Data pembelian bahan baku x 0,3 (dari perencanaan pembelian bahan baku 30% secara tunai). Misal, pada bulan Januari (Rp 5.000.000 x 0,3 = Rp 1.500.000)

2. Pembelian bahan baku kredit: Data pembelian bahan baku x 0,7 (dari perencanaan pembelian bahan baku 70% secara kredit dibayar bulan berikutnya). Misal, pada bulan Februari (Rp 5.000.000 x 0,7 = Rp 3.500.000)

3. Pembayaran hutang: Data didapat dari soal bahwa Januari sebesar Rp 2.500.000 , Maret Rp 1.000.000 , dan Juni Rp 3.000.000.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab terakhir ini penulis akan merumuskan kembali pembahasan dalam bentuk kesimpulan serta mencoba memberikan saran yang diharapkan bermanfaat bagi perusahaan. Kesimpulan dan saran ini didasarkan atas uraian tentang perencanaan dan pengawasan kas ditinjau dari sudut teori dan analisanya terhadap pelaksanaan perencanaan dan pengawasan kas.

A.Kesimpulan

Perencanaan dan pengawasan kas pada perusahaan ini telah dilaksanakan dengan baik, hal ini dapat dilihat dengan diterapkannya suatu sistem pengawasan intern dalamperusahaan. Secara umum pengawasan intern kas dalam perusahaan dinilai cukup baik dan memadai karena perusahaan ini telah melaksanakan teknik pengawasan intern kas antara lain :

1. PT. Jasa Raharja Putera Medan, jalan Gatot Subroto No. 142 Medan, yaitu suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan jasa asuransi kerugian umum (general insurance). Jasa yang diberikan adalah kesediaan menanggung resiko yang diderita oleh orang lain, yang dinyatakan dalam bentuk polis.

2. Pengawasan yang diterapkan pada PT. Jasa Raharja Putera Cabang Medan

melibatkan seluruh bagian yang bertanggung jawab terhadap jalannya operasi perusahaan.

3. Anggaran penerimaan dan pengeluaran kas yang diterapkan oleh PT. Jasa Raharja Putera Cabang Medan telah diterapkan secara efektif karena telah memenuhi criteria yang telah ditetapkan.

4. Pertanggung jawaban transaksi kas yang terjadi diterapkan dalam bentuk

tulisan dan didukung dengan bukti-bukti. Sehingga PT. Jasa Raharja Putera Cabang Medan dapat mengurangi peluang terjadinya penyelewengan, kerugian atau kesalahan yang tidak disengaja dalam akuntansi dan pengendalian kas.

5. Struktur organisasi perusahaan membagi tugas dan tanggung jawab yang

jelas dan benar sehingga pelaksanaan pengawasan intern kas dapat dilaksanakan dengan baik.

6. Prosedur penerimaan dan pengeluaran kas pada PT. Jasa Raharja Putera

Cabang Medan sudah baik, hal ini ditandai dengan penggunaan formulir penerimaan dan pengeluaran ka yang terlaksana dengan baik.

B.Saran

Dari kesimpulan dan hasil pembahasan, penulis memberikan saran guna meningkatkan pengawasan terhadap transaksi kas di perusahaan yang mungkin dapat membantu mencapai tujuan organisasi secara umum. Sebaiknya system pengawasan yang telah ada dipantau secara teratur sehingga dapat berfungsi seefektif mungkin dan kelemahan yang ada dapat segera diadakan perbaikan. Perhatian terhadap anggaran penerimaan dan pengeluaran kas ditingkatkan.

1. Sebaiknya perusahaan membuat secara terperinci mengenai

unsur-unsur pendapatan lain-lain (pendapatan non operasional) dan beban usaha yang diakui oleh perusahaan pada periode tersebut agar

karakteristik kualitatif laporan keuangan tersebut dapat dipahami dan dimengerti oleh pengguna laporan keuangan tersebut untuk pengambilan keputusan ekonomi.

2. Pengawasan sebaiknya dilakukan secara berkala dalam menjalankan

prosedur penerimaan kas dan pengeluaran kas.

3. Sebaiknya struktur organisasi juuga memungkinkan atasan untuk

mengetahui dengan tepat kelemahan-kelemahan organisasi, seperti sumber-sumber potensial terjadinya konflik.

DARTAR PUSTAKA

HS. Hadibroto, Masalah Akuntansi, Buku Satu Lembaga Penerbit FE UI, Jakarta, 1984

Hadi Roesoenah, R. Soemitha. Manajerial Accounting, Edisi baru, Penerbit Tarsito, Bandung, 1985

Munandar, M. Budgeting, Cetakan ke-6, Penerbit Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta, 1993

Welseh, Glen. A, Anggaran Perencanaan dan Pengendalian Laba, Edisi Kelima, Salemba Empat, Jakarta, 1996

Dokumen terkait