5.2.1 Pengujian Korelasi
Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel endogen kepuasan kerja (Y1) dan produktivitas tenaga kerja (Y2) dengan
masing-masing variabel eksogen kompetensi (X1), motivasi kerja (X2), iklim kerja (X3), metode kerja (X4), peralatan kerja (X5). Hasil pengujian korelasi menggunakan
software SPSS versi 19 dapat dilihat pada Lampiran 6. Nilai korelasi masing-masing hubungan variabel dapat dilihat pada Gambar 5.1.
Gambar 5.1 Nilai Korelasi Hubungan Antar Variabel (Sumber: Pengolahan Data 2012)
Gambar 5.1 menunjukkan nilai koefisien korelasi antara variabel endogen dengan masing-masing variabel eksogen. Nilai koefisien korelasi menunjukkan kuat atau lemahnya hubungan atara variabel endogen dan eksogen serta arah dari hubungan tersebut. Variabel motivasi dan iklim kerja selain memiliki hubungan langsung terhadap produktivitas tenaga kerja juga memiliki hubungan tidak langsung yaitu melalui variabel kepuasan kerja. Berdasarkan tabel penilaian koefisien korelasi (Tabel 4.4), variabel motivasi dan iklim kerja memiliki hubungan yang cukup kuat
Variabel motivasi memiliki hubungan yang kuat (korelasi tinggi) terhadap produktivitas tenaga kerja yaitu sebesar +0,714. Variabel iklim kerja dan kompetensi memiliki hubungan yang cukup kuat (korelasi sedang) terhadap produktivitas tenaga kerja yaitu sebesar 0,657 dan 0,621. Variabel lain yang juga memiliki hubungan yang cukup kuat dengan produktivitas tenaga kerja adalah kepuasan kerja yaitu sebesar 0.572 dan metode kerja 0,450. Variabel peralatan kerja memiliki hubungan yang rendah terhadap penurunan produktivitas tenaga kerja yaitu sebesar 0.377. Nilai koefisien korelasi masing-masing variabel eksogen kompetensi (X1), motivasi kerja (X2), iklim kerja (X3), metode kerja (X4), peralatan kerja (X5) terhadap variabel endogen kepuasan kerja (Y1) dan produktivitas tenaga kerja (Y2) bernilai positif. Nilai tersebut menunjukkan hubungan searah antara variabel endogen dan eksogen.
5.2.2 Analisis Regresi
Hubungan variabel–variabel pada penelitian ini membentuk model jalur sesuai dengan kerangka konseptual pada Gambar 4.3. Untuk mendapatkan koefisien dari masing-masing variabel endogen dan eksogen dilakukan pengujian regresi menggunakan bantuan software SPSS versi 19. Nilai koefisien dan yang membentuk persamaan jalur Y1 dan Y2 dapat dilihat pada Lampiran 6.
1. Hubungan Jalur Persamaan Y1
Jalur Y1 sesuai dengan persamaan 4.2 menunjukan hubungan antara variabel motivasi dan iklim kerja terhadap kepuasan kerja. Nilai koefisien
jalur untuk persamaan Y1 diperoleh dari Standardized Coefficients Beta
pada Lampiran 6 dapat dilihat pada Tabel 5.2. Tabel 5.2 Nilai Koefisien Jalur Y1
Variabel Koefisien Signifikansi
Motivasi_X2 0,348 0,007
Iklim Keja_X3 0,269 0,035
Sumber: Pengolahan Data (2012)
Nilai signifikansi variabel X2 dan X3 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Pada Lampiran 6, nilai R square sebesar 0,300. Nilai tersebut mengandung arti bahwa 30% variasi dari kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh variabel motivasi dan iklim kerja, sedangkan 70% disebabkan oleh faktor (variabel) lainnya. Nilai residual (error) variabel endogen (e1) diperoleh dari:
= 1 − = 1 − 0,300 = 0,837
Berdasarkan Tabel 5.2 dapat dibentuk persamaan jalur Y1 yaitu:
=
0,348 2 + 0,269 3 + 0,837Koefisien memiliki nilai yang positif, artinya variabel motivasi dan iklim kerja memiliki hubungan yang searah dengan kepuasan kerja. Variabel kepuasan kerja (Y1) dipengaruhi oleh variabel motivasi sebesar 0,348 dan iklim kerja sebesar 0,269. Nilai koefisien jalur e1 sebesar 0,837 menunjukkan besarnya koefisien residual (variabel diluar model).
2. Hubungan Jalur Persamaaan Y2
Jalur Y2 sesuai dengan persamaan 4.3 menunjukan hubungan antara variabel kompetensi, motivasi, iklim, metode, peralatan dan kepuasan kerja terhadap variabel produktivitas. Nilai koefisien jalur untuk persamaan Y2 diperoleh dari Standardized Coefficients Beta Lampiran 6 dapat dilihat pada Tabel 5.3.
Tabel 5.3 Nilai Koefisien Jalur Y2 Iterasi 1 Variabel Koefisien Signifikansi
Kompetensi_X1 0,210 0,020 Motivasi_X2 0,336 0,001 Iklim Keja_X3 0,216 0,028 Metode_X4 0,115 0,166 Peralatan_X5 0,099 0,201 Kepuasan_Y1 0,172 0,048
Sumber: Pengolahan Data (2012)
Variabel X1, X2, X3, dan Y1 memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Sedangkan variabel X4 dan X5 memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode kerja dan peralatan memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja.
Variabel metode kerja dan peralatan tersebut dikeluarkan dari persamaan analisis jalur. Perhitungan dilakukan kembali untuk menentukan nilai koefisien jalur variabel X1, X2, X3, dan Y1. Hasil perhitungan iterasi 2
dapat dilihat pada Lampiran 6. Nilai koefisien jalur setelah variabel X4 dan X5 dikeluarkan dapat dilihat pada Tabel 5.4.
Tabel 5.4 Nilai Koefisien Jalur Y2 Iterasi 2
Variabel Signifikansi
Kompetensi_X1 0,255 0,004
Motivasi_X2 0,349 0,000
Iklim Keja_X3 0,271 0,004
Kepuasan_Y1 0,163 0,043
Sumber: Pengolahan Data (2012)
Variabel X1, X2, X3, dan Y1 memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Pada Lampiran 6, nilai R square sebesar 0,679. Nilai tersebut mengandung arti bahwa 67,9% variasi dari produktivitas tenaga kerja dapat dijelaskan oleh variabel kompetensi, motivasi, iklim kerja, dan kepuasan kerja, sedangkan 32,1% disebabkan oleh faktor (variabel) lainnya. Nilai residual (error) variabel endogen (e2) diperoleh dari:
= 1 − = 1 − 0,679 = 0,567
Berdasarkan Tabel 5.4 dapat dibentuk persamaan jalur Y2 yaitu:
=
0,255 1 + 0,349 2 + 0,271 3 + 0,163 1 + 0,567Koefisien memiliki nilai yang positif, artinya masing-masing variabel memiliki hubungan yang searah dengan produktivitas tenaga kerja. Variabel produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh variabel kompetensi
sebesar 0,255, motivasi 0,349, iklim kerja 0,271, dan kepuasan kerja sebesar 0,163. Nilai koefisien jalur e2 sebesar 0,567 menunjukkan besarnya koefisien residual (variabel diluar model). Koefisien residual menggambarkan besarnya variabel-variabel (faktor-faktor) lain yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja namun tidak dibahas dalam penelitian ini.
5.2.3 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk memberikan jawaban atas dugaan sementara mengenai hubungan variabel eksogen kompetensi (X1), motivasi kerja (X2), iklim kerja (X3), metode kerja (X4), peralatan kerja(X5) dengan variabel endogen kepuasan kerja (Y1) maupun produktivitas tenaga kerja (Y2) secara parsial maupun simultan. Pengujian hipotesis untuk mengetahui hubungan antara variabel endogen dan eksogen secara parsial dilakukan dengan t-test sedangkan secara simultan dengan f-test pada tingkat kepercayaan 95% = 0.05 . Uji hipotesis yang dilakukan sesuai dengan pernyataan hipotesis pada Sub Bab 4.3.4.
1. Jalur Persamaan Y1
Pengujian hipotesis parsial untuk persamaan jalur yang pertama (Y1) sesuai dengan pernyataan hipotesis nomor 1 dan 2 pada Sub Bab 4.3.4. Nilai t-hitung masing-masing variabel diperoleh dari Lampiran 6.
Pengujian hipotesis secara parsial dengan t-test untuk persamaan Y1 dapat dilihat pada Tabel 5.5.
Tabel 5.5 Uji Hipotesis Parsial Untuk Y1 Pernyataan
Variabel Kepuasan Kerja (Y1) Keputusan
Hipotesis t-hitung t-tabel Hipotesis
1. Motivasi kerja (X2) 2,790 1.995 Ho ditolak
2. Iklim Kerja (X3) 2,154 1.995 Ho ditolak
Sumber : Pengolahan Data (2012)
Pengambilan keputusan hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai t-hitung dan t-tabel. Nilai t-tabel diperoleh dari tabel distribusi t (pada Lampiran 8) dengan derajat kebebasan 67 (dk = 69-2) dan = 0,05.
Keputusan yang diambil adalah menolak Ho karena nilai t-hitung masing-masing variabel eksogen terhadap variabel kepuasan kerja berada diluar daerah penerimaan hipotesis yaitu -1,995 sampai +1,995.
Penolakan terhadap hipotesis nol (null hypothesis) pada pernyataan hipotesis 1 menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja (X2) terhadap variabel kepuasan kerja (Y1) secara parsial. Kesimpulan ini sesuai dengan pernyataan bahwa motivasi dan kepuasan kerja memiliki hubungan yang positif dan signifikan (Salanova, A., dan Kirmanen, S., 2010).
Penolakan terhadap hipotesis nol pada pernyataan hipotesis 2 menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara iklim kerja (X3)
sesuai dengan pernyataan bahwa iklim kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Surachim, A., dan Firdaus, T., 2008).
Nilai f-hitung diperoleh dari tabel ANOVA pada Lampiran 6. Pengujian hipotesis secara simultan sesuai dengan pernyataan hipotesis nomor 9 pada Sub Bab 4.3.4 dengan f-test dapat dilihat pada Tabel 5.6.
Tabel 5.6 Uji Hipotesis Secara Simultan untuk Y1 Variabel
Kepuasan Kerja (Y1)
Keputusan f-hitung f-tabel
Motivasi kerja (X2),
iklim kerja (X3) 14,122 2,2393 Ho ditolak
Sumber: Pengolahan Data (2012)
Pengambilan keputusan hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai f-hitung dan f-tabel. Nilai f-tabel diperoleh dari tabel distribusi t (pada Lampiran 8) dengan derajat kebebasan 1 (dk1 = 2), derajat kebebasan 2 (dk2 = 68), dan = 0,05. Keputusan untuk menolak Ho dilakukan karena nilai f-hitung lebih besar dari nilai t-tabel yaitu 14,122 > 2,2393. Penolakan terhadap hipotesis nol (null hypothesis) menunjukkan variabel motivasi kerja (X2), iklim kerja (X3) secara bersama-sama juga berpengaruh terhadap kepuasan kerja (Y).
2. Jalur Persamaan Y2
Pengujian hipotesis parsial untuk jalur persamaan kedua (Y2) sesuai dengan pernyataan hipotesis nomor 3 sampai 8 pada Sub Bab 4.3.4.
Pernyataan hipotesis nomor 3 sampai 8 menunjukkan hubungan variabel eksogen X1, X2, X3, X4, X5 dan variabel endogen Y1 terhadap variabel endogen produktivitas tenaga kerja (Y2). Nilai t-hitung masing-masing variabel diperoleh dari tabel coefficients pada Lampiran 6. Pengujian hipotesis secara parsial dengan t-test untuk persamaan Y2 dapat dilihat pada Tabel 5.7.
Tabel 5.7 Uji Hipotesis secara Parsial Untuk Y2 Iterasi 1 Pernyataan
Variabel Produktivitas TK (Y2) Keputusan
Hipotesis t-hitung t-tabel Hipotesis
3. Kompetensi (X1) 2,382 1.995 Ho ditolak
4. Motivasi kerja (X2) 2,598 1.995 Ho ditolak
5. Iklim kerja (X3) 2,254 1.995 Ho ditolak
6. Metode kerja (X4) 1,403 1,995 Ho Diterima
7. Peralatan kerka (X5) 1,292 1,995 Ho Diterima
8. Kepuasan kerja (Y1) 2,020 1,995 Ho ditolak
Sumber : Pengolahan Data (2012)
Nilai t-tabel diperoleh dari tabel distribusi t (pada Lampiran 8) dengan derajat kebebasan 67 (dk = 6-2) dan = 0,05. Pengambilan keputusan hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai t-hitung dan t-tabel. a. Keputusan untuk menolak Ho dilakukan pada pengujian hipotesis 3,
4, 5, dan 8. Penolakan Ho dilakukan karena nilai t-hitung masing-masing variabel berada diluar daerah penerimaan hipotesis (-1,995 sampai +1,995). Penolakan terhadap hipotesis nol (null hypothesis) menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi
(X1), motivasi (X2), iklim (X3), dan kepuasan kerja (Y1) terhadap produktivitas tenaga kerja (Y2) secara parsial.
b. Keputusan untuk menerima Ho dilakukan pada pengujian hipotesis 6 dan 7. Penerimaan Ho dilakukan karena nilai t-hitung masing-masing variabel eksogen berada pada daerah penerimaan hipotesis (-1,995 sampai +1,995). Penerimaan terhadap hipotesis nol (null hypothesis) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara metode kerja (X4) dan peralatan kerja (X5) terhadap variabel produktivitas tenaga kerja (Y2) secara parsial.
Hubungan yang tidak signifikan antara metode kerja (X4) dan peralatan kerja (X5) terhadap produktivitas tenaga kerja (Y2), menyebabkan variabel tersebut dikeluarkan dari model dan dilakukan kembali pengujian hipotesis terhadap nilai koefisien jalur. Pengujian hipotesis secara parsial dengan t-test untuk persamaan Y2 iterasi 2 dapat dilihat pada Tabel 5.8.
Tabel 5.8 Uji Hipotesis secara Parsial Untuk Y2 Iterasi 2 Pernyataan
Variabel Produktivitas TK (Y2) Keputusan
Hipotesis t-hitung t-tabel Hipotesis
3. Kompetensi (X1) 2,973 1.995 Ho ditolak
4. Motivasi kerja (X2) 3,680 1.995 Ho ditolak
5. Iklim Kerja (X3) 3,015 1.995 Ho ditolak
8. Kepuasan Kerja (Y1) 2,395 1,995 Ho ditolak
Sumber: Pengolahan Data (2012)
Penolakan Ho dilakukan karena nilai t-hitung masing-masing variabel berada diluar daerah penerimaan hipotesis (-1,995 sampai +1,995).
Penolakan terhadap hipotesis nol (null hypothesis) menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi (X1), motivasi (X2), iklim (X3), dan kepuasan kerja (Y1) terhadap produktivitas tenaga kerja (Y2) secara parsial. Kesimpulan tersebut sesuai dengan beberapa pernyataan yaitu motivasi dan iklim kerja memiliki hubungan yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja (Abast, R. M., 2011). Kompetensi dan motivasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja (Subroto, 2005). Pernyataan lain yang sesuai dengan kesimpulan hipotesis yaitu karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang tinggi akan memiliki kinerja yang baik sehingga berdampak langsung terhadap produktivitas tenaga kerja (Hasibuan, M. S. P., 2000).
Nilai f-hitung diperoleh dari tabel ANOVA pada Lampiran 6. Pengujian hipotesis secara simultan sesuai dengan pernyataan hipotesis nomor 10 pada Sub Bab 4.3.4 dengan f-test dapat dilihat pada Tabel 5.9.
Tabel 5. 9. Uji Hipotesis secara Simultan untuk Y2 Variabel
Produktivitas TK (Y2)
Keputusan f-hitung f-tabel
Kompetensi (X1), Motivasi (X2),
iklim (X3), Kepuasan kerja (Y1) 33,847 2,2447 Ho ditolak
Sumber: Pengolahan Data (2012)
Pengambilan keputusan hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai f-hitung dan f-tabel. Nilai f-tabel diperoleh dari tabel distribusi t dengan derajat kebebasan 1 (dk1 = 6), derajat kebebasan 2 (dk2 = 64), dan
= 0,05. Keputusan untuk menolak Ho dilakukan karena nilai f-hitung lebih besar dari nilai f-tabel yaitu 33,847 > 2,2447. Penolakan terhadap hipotesis nol menunjukkan variabel kompetensi (X1), motivasi (X2), iklim (X3), dan kepuasan kerja (Y1) secara bersama-sama berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja (Y2).
5.2.4 Penentuan Variabel yang Berpengaruh Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Berdasarkan analisis korelasi diperoleh kesimpulan bahwa variabel metode kerja (X4) dan peralatan kerja (X5) memiliki hubungan (korelasi) terhadap peroduktivitas tenaga kerja. Namun hasil pengujian hipotesis menyatakan hubungan antara variabel tersebut tidak signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja PT. XYZ. Variabel metode kerja (X4) dan peralatan kerja (X5) dikeluarkan dari model sehingga diperoleh konseptual akhir berdasarkan hasil pengujian hipotesis, dapat dilihat pada Gambar 5.2.
Gambar 5.2 Variabel yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja (Sumber: Pengolahan Data, 2012)
Gambar 5.2 menunjukkan besarnya koefisien jalur variabel endogen dan eksogen. Faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap produktivitas tenaga kerja adalah kompetensi (X1), sedangkan variabel motivasi (X2) dan iklim kerja (X3) memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung melalui kepuasan kerja (Y1) terhadap produktivitas tenaga kerja (Y2).
5.2.5 Analisa Deskriptif
Teknik statistik deskriptif digunakan untuk menganalisa kualitas dari setiap variabel penelitian melalui frekuensi jawaban responden. Karakteristik responden sebagai sampel pada lini produksi 2 PT. XYZ seluruhnya berjenis kelamin laki-laki. Gambaran umum jawaban responden atas variabel penelitian, dimensi variabel, dan butir-butir pertanyaan (indikator) menunjukkan persepsi karyawan terhadap variabel tersebut. Analisis deskriptif mengenai jawaban responden terhadap indikator, dimensi, dan variabel penelitian tersebut dapat dilihat pada Lampiran 6. Penjelasan responden terhadap masing-masing variabel penelitian sebagai berikut:
1. Deskripsi variabel kompetensi (X1)
Berdasarkan jawaban responden terhadap butir-butir pertanyaan (indikator) pada variabel kompetensi diperoleh hasil 3,56% menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan masing-masing indikator, 32,28% menjawab tidak setuju, 55,99% menjawab netral, 7,64% menjawab setuju, dan 0,53% menjawab sangat setuju. Sedangkan persentase
jawaban responden terhadap masing-masing indikator dan dimensi dapat dilihat pada Lampiran 6.
Hasil jawaban responden pada variabel kompetensi menunjukkan indikator kemampuan menyelesaikan masalah dengan cepat memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 155 dengan rata-rata 2,25. Pada indikator tersebut sebanyak 15,9% menyatakan sangat tidak setuju dapat menyelesaikan masalah dengan cepat, 43,48% menjawab tidak setuju, dan 40,58% menjawab netral.
2. Deskripsi variabel motivasi kerja (X2)
Berdasarkan jawaban responden terhadap butir-butir pertanyaan (indikator) pada variabel motivasi diperoleh hasil 6,63% menjawab sangat tidak setuju dengan pernyataan masing-masing indikator, 35,40% menjawab tidak setuju, 50,52% menjawab netral, 7,04% menjawab setuju, dan tidak ada responden yang sangat setuju. Sedangkan persentase jawaban responden terhadap masing-masing indikator dan dimensi dapat dilihat pada Lampiran 6.
Hasil jawaban responden pada variabel motivasi menunjukkan indikator kesesuaian gaji memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 159 dengan rata-rata 2,30. Pada indikator tersebut sebanyak 14,5% menyatakan sangat tidak setuju, 44,93% menjawab tidak setuju, 36,23% menjawab
netral, dan 4,35% menjawab setuju terdapat kesesuaian gaji dengan beban kerja.
3. Deskripsi variabel iklim kerja (X3)
Berdasarkan jawaban responden terhadap butir-butir pertanyaan (indikator) pada variabel iklim kerja diperoleh hasil 6,12% menjawab sangat tidak setuju dengan pernyataan masing-masing indikator, 38,00% menjawab tidak setuju, 52,33% menjawab netral, 3,22% menjawab setuju, dan tidak ada responden yang sangat setuju. Sedangkan persentase jawaban responden terhadap masing-masing indikator dan dimensi dapat dilihat pada Lampiran 6.
Hasil jawaban responden pada variabel iklim kerja menunjukkan indikator kesesuain hak dan keterbukaan terhadap keputusan promosi memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 160 dengan rata-rata 2,32. Pada indikator kesesuaian hak sebanyak 13,04% menyatakan sangat tidak setuju, 42,03% menjawab tidak setuju, dan 44,93% menjawab netral. Sedangkan pada indikator kejelasan dalam promosi sebanyak 13,04% menyatakan sangat tidak setuju, 43,48% menjawab tidak setuju, 42,03% menjawab netral, dan 1,45% menjawab setuju.
4. Deskripsi variabel metode kerja (X4)
Berdasarkan jawaban responden terhadap butir-butir pertanyaan (indikator) pada variabel metode kerja diperoleh hasil 3,86% menjawab
sangat tidak setuju dengan pernyataan masing-masing indikator, 32,85 % menjawab tidak setuju, 56,52% menjawab netral, 6,28% menjawab setuju, dan tidak ada responden yang sangat setuju. Sedangkan persentase jawaban responden terhadap masing-masing indikator dan dimensi dapat dilihat pada Lampiran 6.
Hasil jawaban responden pada variabel metode kerja menunjukkan indikator kesesuaian pekerjaan dengan kemampuan pekerja memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 179 dengan rata-rata 2,59. Pada indikator tersebut sebanyak 2,90% menyatakan sangat tidak setuju, 37,68% menjawab tidak setuju, 56,52% menjawab netral, dan 2,90% menjawab setuju adanya kesesuaian pekerjaan dengan kemampuan pekerja.
5. Deskripsi variabel peralatan kerja(X5)
Berdasarkan jawaban responden terhadap butir-butir pertanyaan (indikator) pada variabel peralatan kerja diperoleh hasil 2,42% menjawab sangat tidak setuju dengan pernyataan masing-masing indikator, 24,40% menjawab tidak setuju, 61,84% menjawab netral, 10,39% menjawab setuju, dan 0,97% menjawab sangat setuju. Sedangkan persentase jawaban responden terhadap masing-masing indikator dan dimensi dapat dilihat pada Lampiran 6.
Hasil jawaban responden pada variabel peralatan kerja menunjukkan indikator keamanan peralatan memiliki total nilai yang paling rendah
yaitu 191 dengan rata-rata 2,77. Pada indikator tersebut sebanyak 8,70% menyatakan sangat tidak setuju, 20,29% menjawab tidak setuju, 59,42% menjawab netral, 8,70% menjawab setuju, dan 2,90% menyatakan sangat setuju bahwa peralatan kerja memberikan keamanan dalam bekerja. 6. Deskripsi variabel kepuasan kerja (Y1)
Berdasarkan jawaban responden terhadap butir-butir pertanyaan (indikator) pada variabel kepuasan kerja diperoleh hasil 8,7% menjawab sangat tidak setuju dengan pernyataan masing-masing indikator, 7,50% menjawab tidak setuju, 53,30% menjawab netral, 7,83% menjawab setuju, dan tidak ada responden yang menjawab sangat setuju. Sedangkan persentase jawaban responden terhadap masing-masing indikator dan dimensi dapat dilihat pada Lampiran 6.
Hasil jawaban responden pada variabel kepuasan kerja menunjukkan indikator kesempatan mengembangkan diri memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 155 dengan rata-rata 2,25. Pada indikator tersebut sebanyak 20,29% menyatakan sangat tidak setuju, 37,68% menjawab tidak setuju, 39,13% menjawab netral, dan 2,90% menjawab setuju adanya kesempatan mengembangkan diri.
7. Deskripsi variabel produktivitas tenaga kerja (Y2)
Penilaian persepsi tenaga kerja terhadap produktivitas kerja mereka yaitu sebesar 14.78% menjawab sangat tidak setuju dengan pernyataan
indikator variabel produktivitas tenaga kerja, 52.46% menjawab tidak setuju, 32.17% menjawab netral, 0.58% menjawab setuju, dan tidak ada responden yang sangat setuju. Sedangkan persentase jawaban responden terhadap masing-masing indikator dan dimensi dapat dilihat pada Lampiran 6.
Hasil jawaban responden pada variabel kepuasan kerja menunjukkan indikator waktu penyelesaian pekerjaan memiliki total nilai yang paling rendah yaitu 141 dengan rata-rata 2,04. Pada indikator tersebut sebanyak 20,29% menyatakan sangat tidak setuju bahwa mereka mampu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari waktu yang lalu, 55,07% menjawab tidak setuju, dan 24,64% menjawab netral.
5.2.6 Analisis Faktor Penurunan Produktivitas Tenaga Kerja
Berdasarkan pengujian hipotesis yang telah dilakukan pada Sub Bab 5.2.3 diketahui variabel kompetensi, motivasi, iklim kerja, dan kepuasan kerja secara signifikan berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja. Analisa deskriptif menggambarkan indikator (faktor) yang memiliki kualitas rendah berdasarkan persepsi responden. Untuk mengetahui indikator yang memiliki persepsi yang rendah dari responden maka dilakukan klasifikasi terhadap total skor masing-masing indikator. Nilai maksimum dan minimum dari total skor adalah 209 dan 141. Dengan membagi kedalam 5 kelas (sangat rendah, rendah, cukup, tinggi, dan sangat tinggi),
maka diperoleh panjang masing-masing kelas sebesar (209 – 141) / 5 = 13,6 ≈ 14. Klasifikasi nilai responden dapat dilihat pada Tabel 5.10.
Tabel 5.10 Klasifikasi Nilai Responden
Kelas Range 1. Sangat rendah 2. Rendah 3. Cukup 4. Tinggi 5. Sangat tinggi 140 – 154 155 – 169 170 – 184 185 – 199 200 – 214 Sumber: Pengolahan data (2012)
Penentuan kelas dilakukan dengan tujuan memudahkan untuk
mengklasifikasikan jawaban responden. Sehingga faktor (indikator) dengan nilai yang lemah/rendah dari variabel yang berhubungan signifikan akan menjadi fokus perbaikan atau proses perancangan. Total skor jawaban responden yang masuk pada kelas sangat rendah dan rendahlah (range nilai 140-154 dan 155-169) yang akan diperbaiki pada proses perancangan. Berdasarkan klasifikasi tersebut maka terdapat beberapa indikator yang termasuk dalam kelas sangat rendah dan rendah yang akan menjadi fokus dalam perancangan strategi dapat dilihat pada Tabel 5.11.
Variabel kompetensi, motivasi, iklim kerja, dan kepuasan kerja memiliki hubungan yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Dimensi pengetahuan, keterampilan, jaminan karir, reward, clarity, dan pengembangan diri memiliki nilai yang rendah/lemah menurut persepsi responden.
Tabel 5.11 Faktor (Indikator) yang Lemah Berdasarkan Jawaban Responden
Variabel Dimensi Indikator
Kompetensi Pengetahuan
Keterampilan
Kemampuan menganalisis masalah
Kemampuan menyelesaikan masalah dengan cepat
Motivasi Jaminan
Karir
Kesesuaian gaji
Informasi peluang promosi Informasi tangga karir
Iklim Kerja Reward
Clarity
Apresiasi terhadap prestasi kerja Kesesuaian hak
Kejelasan dalam promosi Kepuasan Kerja Kesempatan mengembangkan diri
Produktivitas Tenaga Kerja
Peningkatan hasil kerja Peningkatan jumlah
Kecepatan menyelesaikan pekerjaan Penggunaan metode kerja yang lebih baik Pencapaian sasaran mutu
Sumber: Analisis Data (2012)
Variabel produktivitas tenaga kerja memiliki nilai yang sangat rendah/lemah berdasarkan persepsi responden. Hal ini sejalan dengan nilai produktivitas tenaga kerja yang cenderung mengalami penurunan seperti yang terlihat pada Gambar 1.1 pada Bab 1. Faktor/indikator yang terdapat pada Tabel 5.11 menyebabkan produktivitas tenaga kerja lini produksi 2 PT. XYZ cenderung mengalami penurunan. Perancangan strategi peningkatan produktivitas tenaga kerja dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut.