• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA DATA

Dalam dokumen Askep Ulkus Dm Rsud Kudus(1) (Halaman 42-65)

RSUD KABUPATEN KUDUS

H. ANALISA DATA

 Nama klien : Tn. I No. Register : 644233

Umur : 35 tahun Dx. Medis : Ulkus Pedis

Ruang : Cempaka I Alamat : Rendeng

Tanggal/jam Data Fokus Problem Etiologi

23/11/2012 07.00

DS : pasien mengatakan sudah menderita DM sejak 18 tahun yang lalu . serta pasien

mengatakan paha pada kaki kanan saya terasa sakit.

DO : terdapat luka pada kaki kanan. Ulkus I punggung kaki sebelah kanan Perfusion : CRT ≥ 3 detik, akral dingin Extend : P = 15 cm, L = 9 cm, D = 2 cm Depth : Otot

Infection : nekrosis, pus

Kerusakan intergritas kulit : ulkus DM Perubahan status metabolik : hiperglikemi,angio  pati dan neuropati

Ulkus III dibawah mata kaki sebelah kanan Perfusion : CRT ≥ 3 detik, akral dingin Extend : P = 3 cm, L = 2 cm, D = 0,5 cm Depth : dermis Infection : pus

Sensation : masih merasakan

nyeri bila disentuh,

namun terjadi

 penurunan sensasi GDS : 190

DS: pasien mengatakan pada kaki kanan saya terasa sakit

Paliatif : Ulkus DM

Quality : nyeri seperti ditusuk   jarum

Regio : Ekstermitas bawah (kaki kanan)

Severity : 6 (sedang)

Time : continue dan bertambah saat diganti balut DS : ekspresi wajah pasien terlihat

 Nyeri akut Agen cedera (ulkus

Prioritas Diagnosa

1. Kerusakan integritas kulit : ulkus DM berhubungan dengan  perubahan status metabolik : hiperglikemi,angiopati dan neuropati. 2.  Nyeri akut berhubungan dengan adanya Agen cedera (ulkus DM) 3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum,

ketidakseimbangan antara suplai dan demand oksigen jaringan.

4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan Adanya penyakit (amputasi yang pernah di alami).

RENCANA KEPERAWATAN

 Nama Klien : Tn. I No. Register : 644233

Umur : 35 tahun Dx. Medis :Ulkus pedis

Ruang dirawat :Cempaka I Alamat : Rendeng

Tgl/Jam  No. Diagnosa  NOC Intervention TTd  Nama  NIC Activity 23/11/12 07.00 1 2

Setelah dilakukan tindakan selama 9x24 jam diharapkan akan tercapai NOC : Penyembuhan luka sekunder dengan KH :

- Regenerasi sel dan jaringan - Tekstur dan ketebalan

 jaringan dalam batas yang diharapkan

- Adanya perfusi jaringan

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan akan tercapai NOC :  perubahan tingkat nyeri dengan

KH :

- Ekspresi wajah tidak  menyeringai menahan sakit - Tidak gelisah dan tidak 

tegang - Mempertahankan tingkat Perawatan Luka Penatalaksanaan nyeri Pemberian analgetik 

1. Kaji karakteristik luka serta adanya eksudat, termasuk kekentalan, warna dan bau. (lokasi, luas dan kedalaman luka)

2. Lakukan perawatan luka/kulit secara rutin. 3. Bersihkan dan balut luka menggunakan prinsip

sterilitas atau tindakan aseptic.

4. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian antibiotika dan insulin (Ceftriaxsone 1x1 gr, Humullin 12 unit dan albumin 1 x 100 cc ) 1. Kaji nyeri, meliputi lokasi, karakteristik, durasi,

frekuensi, kualitas dan intensitas. 2. Observasi tanda-tanda vital

3. Informasikan pada pasien tentang prosedur yang dapat meningkatkan nyeri.

4. Berikan kondisi yang nyaman

5. Ajarkan penggunaan teknik relaksasi distraksi 6. Kolaborasi pemberian obat analgetik ketorolac

3

4

nyeri pada skala 2

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan akan tercapai NOC :  penghematan energy dengan KH : - Menyadari keterbatasan

energy

- Menyeimbangan aktivitas dan istirahat

- Tingkat daya tahan adekuat untuk beraktivitas

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan akan tercapai NOC : citra tubuh dengan KH :

- Persepsi positif terhadap  penampilan dan fungsi tubuh

sendiri

- Pengakuan terhadap  perubahan aktual pada  penampilan tubuh

Pengelolaan energy

Pencapaian citra tubuh

1. Tentukan penyebab keletihan 2. Observasi tanda-tanda vital

3. Pantau/dokumentasikan pola istirahat pasien dan lamanya waktu tidur 

4. Ajarkan kepada pasien tentang teknik perawatan diri yang akan meminimalkan konsumsi oksigen.

5. Ajarkan tentang pengaturan aktivitas dan teknik  managemen waktu untuk mencegah kelelahan 6. Kolaborasi dengan ahli terapi okupasi untuk 

merencanakan dan memantau program aktivitas sesuai dengan kebutuhan.

1. Kaji dan dokumentasikan respon verbal dan nonverbal pasien tentang tubuh pasien

2. Pantau frekuensi pernyataan yang mengkritik  diri

3. Beri dorongan kepada pasien/keluarga untuk  mengungkapkan perasaan dan untuk berduka 4. Beri dorongan kepada pasien untuk 

mengungkapkan konsekuensi perubahan fisik  dan emosional yang dapat mempengaruhi konsep diri.

IMPLEMENTASI

 Nama klien : Tn. I No. Register : 644233

Umur : 35 tahun Dx. Medis : Ulkus Deabetikum

Ruang : Cempaka I Alamat : Rendeng

TGL Dx Jam Implementasi Respon Ttd

23/11 -12

1 07.50 Mengkaji/catat ukuran, warna, kedalaman luka, perhatikan jaringan nekrotik dan kondisi sekitar luka.

S: klien mengatakan bahwa masih terasa nyeri pada kakinya O: terdapat luka pada kaki kanan.

Ulkus I punggung kaki sebelah kanan Perfusion : CRT ≥ 3 detik, akral dingin Extend : P = 15 cm, L = 9 cm, D = 2 cm Depth : Otot

Infection : nekrosis, pus

Sensation : masih merasakan sentuhan namun terjadi  penurunan sensasi

Ulkus II telapak kaki kanan

Perfusion : CRT ≤ 3 detik, akral dingin Extend : P = 3 cm, L = 0,5 cm, D = 0,5 cm Depth : dermis

Infection : tidak ada nekrosis, jaringan sudah berwarna merah muda

Sensation : masih bisa merasakan nyeri bila disentuh namun terjadi penurunan sensasi

Ulkus III dibawah mata kaki sebelah k anan Perfusion : CRT ≥ 3 detik, akral dingin Extend : P = 3 cm, L = 2 cm, D = 0,5 cm Depth : dermis

Infection : pus

1&2 2 1 1 1 1 2 08.00 08.45 09.00 09.10 11.00 12.00 13.00

Memberikan injeksi iv ceftriakson 1 gr, ketorolac 30 mg, metrodinazole 100 cc

Mengkaji tingkat, frekuensi, dan reaksi nyeri yang dialami pasien.

Melakukan perawatan luka yang tepat dan tindakan kontrol infeksi (ganti balut).

Mencuci luka dengan NACL kemudian menutup sela2 luka dengan tampon,lalu tutup kembali dengan balutan kassa.

Mempertahankan posisi yang diinginkan dan imobilisasi area bila diindikasikan.

Memberikan humulin R 12unit melalui SC dan memberikan obat oral siang pasien (urinter 1 tablet) Mengajarkan tehnik relaksasi nafas dalam

terjadi penurunan sensasi

S : klien mengatakaan iya saya mau di suntik  O : injeksi dimasukkan melalui iv cateter 

S : pasien mengatakan pada kaki kanan saya terasa sakit Paliatif  : Ulkus DM

Quality : nyeri seperti ditusuk jarum Regio : Ekstermitas bawah (kaki kanan) Severity : sedang dengan skala 6

Time : continue dan bertambah saat diganti balut O : pasien tampak merintih kesakitan dan lemah

S : klien merasa kesakitan

O : melakukan tindakan ganti balut

S : klien mersakan nyeri pada daerah kaki

O : menyiram area luka dengan NACL dan luka bersih

S: klien mengatakan agak lebih enak  O: kaki kanan diganjal dengan bantal

S: pasien mengatakan iya

O: memasukkan humulin 12 unit melalui SC di lengan atas

S: pasien mengatakan sakit pada lukanya O: pasien mau melakukan nafas dalam.

1 2 1&2 3 16.30 17.00 23.00 23.05

Melakukan injeksi humulin R 12unit dan memberikan obat oral urenter 1 tablet

Memberikan injeksi ketorolak 30 mg

Memberikan injeksi Ketorolak 30 mg, dan metronidazol 100 cc

Memantau pola istirahat pasien dan lamanya tidur 

S: pasien mengatakan iya

O: injeksi humulin 12 u melalui SC

S: pasien bersedia

O: injeksi masuk melalui IV cateter  S: pasien bersedia

O: injeksi masuk melalui IV cateter 

S : pasien mengatakan sering terbangun dari tidurnya karena kakinya tiba2 terasa sangat sakit

O : pasien tampak lemah 24/11 -12 1,2 1 2 05.00 06.30 07.50

Mengukur vital sign

Melakukan injeksi humulin R 12 unit dan memberikan obat oral (glimepirid 4mg, letoril 1/2, urenter 1 tab)

mengkaji skala nyeri.

S: pasien mengatakan kemeng kakinya. O: HR :80 x/menit

RR : 26 x/menit BP : 120/90 mmHg T : 363C

S: pasien mengatakan iya

O: humulin masuk melalui SC dan obat oral diminum

S: Mengungkapkan rasa nyeri pada kakinya Paliatif  : Ulkus DM

Quality : nyeri seperti ditusuk jarum Regio : Ekstermitas bawah (kaki kanan) Severity : sedang dengan skala 6

1&2 1 2 2 1 4 4 1 08.10 09.00 11.00 11.30 12.00 13.00 14.00 16.30

Memberikan injeksi iv ceftriakson 1 gr, ketorolac 30 mg dan metrodinazole 100 cc

Melakukan perawatan luka yang tepat dan tindakan kontrol infeksi (ganti balut).

Membantu dengan pengubahan  posisi setiap 2 jam bila diperlukan.

Mengajarkan tehnik relaksasi nafas dalam

Memberikan humulin R 12unit melalui SC dan memberikan obat oral siang pasien (urenter 1 tablet) Memberiakn informasi pada pasien tentang keadaan klien saat ini

Memberi dukungan untuk suport  psikologis klien.

Melakukan injeksi humulin R 12unit dan memberikan obat oral urenter 1 tablet

Time : continue dan bertambah saat diganti balut O: ekspresi wajah pasien meringis.

S: klien mengatakaan iya saya mau di suntik  O: injeksi dimasukkan melalui iv cateter 

S: klien merasa kesakitan O: keadaan luka terdapat pus.

S: klien merasa lebih nyaman O: wajah relax, pasien posisi miring S : klien masih mengingat caranya O : klien melakukannya

S: pasien mengatakan bersedia.

O: memasukkan humulin 12 unit melalui SC di lengan atas dan obat oral masuk 

S: pasien mengatakan bagaimana keadaan saya saat ini. O: pasien tampak mengerti apa yang dijelaskan perawat

S: pasien mengatakan senang dan akan menerima kenyataan tentang sakitnya

O: pasien mulai tersenyum S: pasien mengatakan bersedia

1 1 1&2 1&2 17.00 17.00 22.30 22.30

Memberikan injeksi ketorolac 30 mg Memberikan injeksi ketorolac 30 mg

Memberikan injeksi Ketorolac 30 Memberikan injeksi Ketorolac 30 mg, ceftriaxone 1 mg iv dan mg, ceftriaxone 1 mg iv dan metronidazol 100 cc

metronidazol 100 cc

S: pasien mengatakan bersedia di injeksi S: pasien mengatakan bersedia di injeksi O: injeksi

O: injeksi masuk masuk melalui IV melalui IV cateter cateter  S: pasien bersedia

S: pasien bersedia

O: ketorolac 1 gram melalui

O: ketorolac 1 gram melalui IV cateter IV cateter 

25/11 25/11 -12 -12 1,2 1,2 3 3 1 1 2 2 1 1 4 4 05.00 05.00 06.00 06.00 07.00 07.00 08.15 08.15 09.00 09.00 Melakukan ttv Melakukan ttv

Melakukan injeksi humulin R 12 unit Melakukan injeksi humulin R 12 unit dan memberikan obat oral (glimipirid dan memberikan obat oral (glimipirid 4mg, letoril 1/2, urenter 1 tab) 4mg, letoril 1/2, urenter 1 tab) mengkaji skala nyeri.

mengkaji skala nyeri.

Memberikan injeksi iv ceftriakson 1 Memberikan injeksi iv ceftriakson 1 gr, ketorolak 30 mg dan metronidasol gr, ketorolak 30 mg dan metronidasol 100 cc

100 cc

Melakukan perawatan luka yang Melakukan perawatan luka yang tepat dan tindakan kontrol infeksi tepat dan tindakan kontrol infeksi (ganti balut).

(ganti balut).

S: pasien mengatakan kemeng kakinya. S: pasien mengatakan kemeng kakinya. O: HR :80 x/menit O: HR :80 x/menit RR RR : : 17 17 x/menitx/menit BP BP : : 120/70 120/70 mmHgmmHg T T : : 36 36 CC

S: pasien mengatakan besedia S: pasien mengatakan besedia

O: humulin masuk melalui SC sebanyak 12 unit dan obat oral O: humulin masuk melalui SC sebanyak 12 unit dan obat oral

masuk  masuk 

S: Mengungkapkan nyeri pada luka kakinya S: Mengungkapkan nyeri pada luka kakinya

Paliatif 

Paliatif  : Ulkus DM: Ulkus DM Quality

Quality : nyeri seperti ditusuk jarum: nyeri seperti ditusuk jarum Regio

Regio : Ekstermitas bawah (kaki kanan): Ekstermitas bawah (kaki kanan) Severity

Severity : sedang dengan skala 6: sedang dengan skala 6 Time

Time :: continuecontinue dan bertambah saat diganti balutdan bertambah saat diganti balut O:

O: wajah pasien wajah pasien terlihat meringisterlihat meringis S: klien mengatakaan bersedia di suntik  S: klien mengatakaan bersedia di suntik  O: injeksi dimasukkan melalui iv O: injeksi dimasukkan melalui iv cateter cateter 

S: klien mengatakan mau d

S: klien mengatakan mau d iganti balutannya, merasa kesakitaniganti balutannya, merasa kesakitan O: melakukan tindakan ganti balut

1 1 4 4 4 4 4 4 3 3 1&2 1&2 1&2 1&2 12.10 12.10 13.00 13.00 13.00 13.00 13.00 13.00 14.00 14.00 16.00 16.00 16.00 16.00

Memberikan humulin R 12unit Memberikan humulin R 12unit melalui SC dan memberikan obat melalui SC dan memberikan obat oral siang pasien (urenter 1

oral siang pasien (urenter 1 tablet)tablet)

Memberikan waktu untuk pasien dan Memberikan waktu untuk pasien dan orang terdekat untuk  orang terdekat untuk  mengekspresikan perasaannya. mengekspresikan perasaannya. Menjelaskan informasi pada pasien Menjelaskan informasi pada pasien tentang keadaan klien saat ini

tentang keadaan klien saat ini

Memberi dukungan untuk suport Memberi dukungan untuk suport  psikologis klien.

 psikologis klien.

Mengajurkan latihan rentang gerak  Mengajurkan latihan rentang gerak  sendi aktif setiap 2 jam.

sendi aktif setiap 2 jam.

Melakukan injeksi humulin R 12unit Melakukan injeksi humulin R 12unit dan memberikan obat oral urenter 1 dan memberikan obat oral urenter 1 tablet

tablet

Memberikan injeksi Ketorolak 30 mg Memberikan injeksi Ketorolak 30 mg

S: pasien mengatakan iya S: pasien mengatakan iya

O: memasukkan humulin 12 unit melalui SC di lengan atas. O: memasukkan humulin 12 unit melalui SC di lengan atas.

DS: klien mengatakan siap menjalani hidup dengan keadaanya DS: klien mengatakan siap menjalani hidup dengan keadaanya DO: klien terlihat sedih

DO: klien terlihat sedih

DS: klien mengatakan mau mendengarkan DS: klien mengatakan mau mendengarkan DO: klien mendengarkan dengan seksama DO: klien mendengarkan dengan seksama

DS: pasien mengatakan senang karena merasa diperhatikan DS: pasien mengatakan senang karena merasa diperhatikan DO: wajah klien nampak tenang

DO: wajah klien nampak tenang DS: klien bertanya tujuan gerak sendi DS: klien bertanya tujuan gerak sendi DO: menjelaskan tujuan

DO: menjelaskan tujuan S: pasien mengatakan iya S: pasien mengatakan iya O: injeksi humulin

O: injeksi humulin melalui SC 12 unit damelalui SC 12 unit dan obat oral masuk n obat oral masuk 

S: klien bersedia S: klien bersedia

O: obat masuk melalui IV O: obat masuk melalui IV

3 3 3 3 3 3 2 2 1&2 1&2 16.10 16.10 18.30 18.30 18.40 18.40 20.00 20.00 22.30 22.30

Menjelaskan informasi pada pasien Menjelaskan informasi pada pasien tentang keadaan klien saat ini

tentang keadaan klien saat ini

Memberi dukungan untuk suport Memberi dukungan untuk suport  psikologis klien.

 psikologis klien.

mempertahankan keluarga mendapat mempertahankan keluarga mendapat informasi tentang kemajuan pasien. informasi tentang kemajuan pasien. mengajarkan latihan rentang gerak  mengajarkan latihan rentang gerak  sendi aktif setiap 2 jam.

sendi aktif setiap 2 jam.

Memberikan injeksi Ketorolak 30 , Memberikan injeksi Ketorolak 30 , Ceftriaxone dan metronidazol 100 cc Ceftriaxone dan metronidazol 100 cc

DS: klien mengatakan mau mendengarkan DS: klien mengatakan mau mendengarkan DO:klien mendengarkan dengan seksama DO:klien mendengarkan dengan seksama DS:

DS:

-DO: wajah klien nampak tenang DO: wajah klien nampak tenang DS:

DS:

DO: memberikan informasi kepada klien DO: memberikan informasi kepada klien

DS: klien bertanya tujuan gerak sendi dan mau untuk latihan DS: klien bertanya tujuan gerak sendi dan mau untuk latihan

gerak sendi gerak sendi

DO: pasien melakukannya DO: pasien melakukannya

S: pasien mengatakan mau untuk di injeksi S: pasien mengatakan mau untuk di injeksi O: ketorolac 2x30 mg melalui

CATATAN PERKEMBANGAN I

 Nama Klien : Tn. I No. Register : 644233

Umur : 35 thn Dx. Medis : Ulkus pedis

Ruang dirawat : Cempaka I Alamat : Rendeng

TGL Jam Diagnosa Evaluasi TTd

 Nama 24/11/2012 07.00 1. Kerusakan integritas kulit : ulkus

DM berhubungan dengan perubahan status metabolik :

hiperglikemi,angiopati dan neuropati.

S : pasien mengatakan masih terasa nyeri pada lukanya O : kondisi luka pasien masih sama seperti kemarin, yaitu :

Perfusion : CRT ≥ 3 detik, akral dingin Extend : P = 15 cm, L = 9 cm, D = 2 cm Depth : Otot

Infection : nekrosis, pus

Sensation : masih merasakan sentuhan namun terjadi  penurunan sensasi

Ulkus II telapak kaki kanan

Perfusion : CRT ≤ 3 detik, akral dingin Extend : P = 3 cm, L = 0,5 cm, D = 0,5 cm Depth : dermis

Infection : tidak ada nekrosis, jaringan sudah berwarna merah muda

Sensation : masih bisa merasakan nyeri bila disentuh namun terjadi penurunan sensasi

2.  Nyeri akut berhubungan dengan adanya agen cedera (ulkus DM)

Ulkus III dibawah mata kaki sebelah kanan Perfusion : CRT ≥ 3 detik, akral dingin Extend : P = 3 cm, L = 2 cm, D = 0,5 cm Depth : dermis

Infection : pus

Sensation : masih merasakan nyeri bila disentuh namun terjadi  penurunan sensasi

A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi 1,2,3 dan 4

S : Pasien mengatakan masih terasa nyeri pada lukanya dan lebih nyeri saat diganti balut

Paliatif  : Ulkus DM

Quality : nyeri seperti ditusuk jarum Regio : Ekstermitas bawah (kaki kanan) Severity : sedang dengan skala 6

Time : continue dan bertambah saat diganti balut O : pasien terlihat menahan rasa s akit saat kakinya digerakkan

HR :80 x/menit RR : 26 x/menit BP : 120/90 mmHg T : 363C

A : Masalah belum teratasi

3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ketidakseimbangan antara suplai dan demand oksigen jaringan

4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan Adanya penyakit (amputasi yang pernah di alami).

S : Pasien mengatakan badannya masih capek, pusing dan lemas. O : CRT ≥ 3 dtk, konjungtiva anemis, wajah pucat, bibir kering, kulit kering

HR :80 x/menit RR : 26 x/menit BP : 120/90 mmHg T : 363C

A : masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5 dan 6

S : pasien mengatakan saya sudah berusaha menerima dengan keadaan saya seperti ini walaupun kadang masih malu

O : pasien tampak lebih tenang dan mau mengutarakannya dengan keluarga

A : masalah belum teratasi P : optimalkan intervensi

CATATAN PERKEMBANGAN II

 Nama Klien : Tn. I No. Register : 644233

Umur : 35 thn Dx. Medis : Ulkus pedis

Ruang dirawat : Cempaka I Alamat : Rendeng

TGL Jam Diagnosa Evaluasi TTd

 Nama 25/11/2012 07.00 1. Kerusakan integritas kulit : ulkus

DM berhubungan dengan perubahan status metabolik :

hiperglikemi,angiopati dan neuropati.

S : pasien mengatakan masih terasa nyeri pada lukanya O : kondisi luka pasien setelah di nekrotomi agak baik, yaitu :

Perfusion : CRT ≥ 3 detik, akral dingin Extend : P = 15 cm, L = 9 cm, D = 2 cm Depth : Otot

Infection : nekrosis tidak ada, pus Sensation : masih merasakan sentuhan

Ulkus II telapak kaki kanan Perfusion : CRT ≤ 3 detik, akral dingin Extend : P = 3 cm, L = 0,5 cm, D = 0,5 cm Depth : dermis

Infection : tidak ada nekrosis, jaringan sudah berwarna merah muda

Sensation : masih bisa merasakan nyeri bila disentuh Ulkus III dibawah mata kaki sebelah kanan

Perfusion : CRT ≥ 3 detik, akral dingin Extend : P = 3 cm, L = 2 cm, D = 0,5 cm

2.  Nyeri akut berhubungan dengan adanya agen cedera (ulkus DM)

3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen

Depth : dermis

Infection : sedikit pus dan jaringan berwarna merah muda Sensation : masih merasakan nyeri bila disentuh

A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi 1,2,3 dan 4

S : Pasien mengatakan masih terasa nyeri pada lukanya dan lebih nyeri saat diganti balut

Paliatif  : Ulkus DM

Quality : nyeri seperti ditusuk jarum Regio : Ekstermitas bawah (kaki kanan) Severity : sedang dengan skala 6

Time : continue dan bertambah saat diganti balut O : pasien terlihat menahan rasa s akit saat kakinya digerakkan

HR :80 x/menit RR : 17 x/menit BP : 120/70 mmHg

T : 36 C

A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4 dan 5

S : Pasien mengatakan badannya masih capek, pusing dan lemas. O : CRT ≥ 3 dtk, konjungtiva anemis, wajah pucat, bibir kering, kulit kering

HR :80 x/menit RR : 17 x/menit BP : 120/70 mmHg

4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan Adanya penyakit (amputasi yang pernah di alami).

A : masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5 dan 6

S : pasien mengatakan saya sudah berusaha menerima dengan keadaan saya seperti ini walaupun kadang masih malu

O : pasien tampak lebih tenang dan mau mengutarakannya dengan keluarga

A : masalah teratasi P : Optimalkan intervensi

CATATAN PERKEMBANGAN III

 Nama Klien : Tn. I No. Register : 644233

Umur : 35 thn Dx. Medis : Ulkus pedis

Ruang dirawat : Cempaka I Alamat : Rendeng

TGL Jam Diagnosa Evaluasi TTd

 Nama 26/11/2012 07.00 1. Kerusakan integritas kulit : ulkus

DM berhubungan dengan perubahan status metabolik :

hiperglikemi,angiopati dan neuropati.

S : pasien mengatakan masih terasa nyeri pada lukanya O : kondisi luka pasien masih sama seperti kemarin, yaitu :

Perfusion : CRT ≥ 3 detik, akral dingin Extend : P = 15 cm, L = 9 cm, D = 2 cm Depth : Otot

Infection : nekrosis tidak ada, pus

Sensation : masih merasakan sentuhan namun terjadi  penurunan sensasi

Ulkus II telapak kaki kanan

Perfusion : CRT≤3 detik, akral dingin Extend : P = 3 cm, L = 0,5 cm, D = 0,5 cm Depth : dermis

Infection : tidak ada nekrosis, jaringan sudah berwarna merah muda

Sensation : masih bisa merasakan nyeri bila disentuh namun terjadi penurunan sensasi

2.  Nyeri akut berhubungan dengan adanya agen cedera (ulkus DM)

3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ketidakseimbangan antara suplai

Perfusion : CRT ≥ 3 detik, akral dingin Extend : P = 3 cm, L = 2 cm, D = 0,5 cm Depth : dermis

Infection : sedikit pus dan jaringan berwarna merah muda Sensation : masih merasakan nyeri bila disentuh

A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi 1,2,3 dan 4

S : Pasien mengatakan masih terasa nyeri pada lukanya dan lebih nyeri saat diganti balut

Paliatif  : Ulkus DM

Quality : nyeri seperti ditusuk jarum Regio : Ekstermitas bawah (kaki kanan) Severity : sedang dengan skala 6

Time : continue dan bertambah saat diganti balut O : pasien terlihat menahan rasa s akit saat kakinya digerakkan

HR :82 x/menit RR : 16 x/menit BP : 110/70 mmHg T : 362C

A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4 dan 5

S : Pasien mengatakan badannya masih capek, pusing dan lemas mata berkunang-kunang dan banyak mengeluarkan keringat saat aktivitas

dan kebutuhan oksigen

4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan Adanya penyakit (amputasi yang pernah di alami).

kulit kering

HR :82 x/menit RR : 16 x/menit BP : 110/70 mmHg T : 362C

A : masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5

S : pasien mengatakan saya sudah berusaha menerima dengan keadaan saya seperti ini walaupun kadang masih malu

O : pasien tampak lebih tenang dan mau mengutarakannya dengan keluarga

A : masalah teratasi P : Optimalakan intervensi

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang kebanyakan herediter, dengan tanda – tanda hiperglikemia dan glukosuria, disertai dengan atau tidak adanya gejala klinik akut ataupun kronik, sebagai akibat dari kurangnya insulin ef12/5/2012ektif di dalam tubuh, gangguan primer terletak   pada metabolisme karbohidrat yang biasanya disertai juga gangguan

metabolisme lemak dan protein. B. Saran

1. Bagi Mahasiswa

Diperlukan telaah secara luas tentang faktor yang mempengaruhi  proses terjadinya ulkus diabetikum, baik secara makro maupun mikro

sehingga memudahkan dan membuat lebih mendalam dalam pembahasan. 2. Bagi Pendidikan

DAFTAR PUSTAKA

Arif M. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius ; 2000

Carolyn M. Hudak. Critical Care Nursing : A Holistic Approach. Edisi VII. Volume II. Alih Bahasa : Monica E. D Adiyanti. Jakarta : EGC ; 1997

Corwin, E.J.  Handbook of pathophysiology. Alih bahasa : Pendit, B.U. Jakarta: EGC; 2001 (Buku asli diterbitkan tahun 1996)

Doengoes, M.E., Moorhouse, M.F., Geissler, A.C.  Nursing care plans: Guidelines for planning and documenting patients care. Alih  bahasa: Kariasa, I.M. Jakarta: EGC; 1999 (Buku asli diterbitkan

tahun 1993)

Francis S. G, Basic And Clinical Endokrinology. Edisi 4. Alih Bahasa : Caroline Wijaya. Jakarta : EGC ; 2000

Kerusakan Pankreas Defisiensi Insulin Glukosa tdk dpt ditransfer ke sel Hiperosmolaritas Hiperglikemia Mikrovaskularisas Makrovaskularisasi Sel < glukosa Sel kelaparan Polifagia Kompensasi Kerusakan ginjal Penurunan kasadaran Glukosuria Poliuria Kehilangan cairan & elektrolit Retinopati diabetikum Gangguan Penglihatan

Deficit volume cairan & elektrolit

Gangguan pola tidur 

 NOC : Keseimbangan cairan  NIC : Pengelolaan cairan

 NOC : Tidur 

 NIC : Peningkatan tidur  Perubahan Nutrisi Kurang dr kebutuhan

 NIC : Pengelolaan nutrisi  NOC : Status gizi : nilai gizi

Lipolisis

Toksidasi As. Lemak  di dalam hati menjadi badan keton

Peningkatan pelepasan As. Lemak bebas kedlm sirkulasi

dari jaringan adiposa

Ketogenik  Keasaman Ketonuria Asidosis metabolik  Kompensasi pernapasan (kusmaull)

Pola napas inefektif 

Dalam dokumen Askep Ulkus Dm Rsud Kudus(1) (Halaman 42-65)

Dokumen terkait