• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Desain Selokan Mataram

Dalam dokumen Analisis Urban Desain Kawasan Perkotaan (Halaman 40-46)

ANALISIS DESAIN

5.4. Analisa Desain Selokan Mataram

No Landasan Teori Indikator Variabel

Terpilih Referensi Union Canal Selokan Mataram

1 Kanal (http://tukangbata.blog spot.co.id/2013/02/defi nisi-kanal-atau- terusan-dan- jenisnya.html)

Kanal atau umumnya disebut dengan terusan (terusan kapal) merupakan jalur air buatan manusia.

Kanal adalah jalur air buatan manusia

Merupakan jalur buatan manusia yang pada zaman pembangunan difungsikan sebagai jalur untuk distribusi mineral

batubara, dll

 Merupakan jalur buatan manusia yang pada zamannya difungsikan sebagai jalur pertahanan dan jalur irigasi persawahan

 bisa dimanfaatkan sebagai jalur distribusi sesuatu hal, atau jalur transportasi namun pada rentan tertentu (bebas jembatan) yaitu sisi barat selokan .

kanal yang hanya digunakan untuk mengarahkan dan mengalirkan air saja

Digunakan untuk mengalirkan air

Digunakan untuk mengalirkan air

 Digunakan mengalirkan air dari sungai progo ke sungai opak

 Selain itu juga berfungsi sebagai irigasi persawahan warga, dan berfungsi sebagai pengatur banjir karena beberapa saluran air hujan dibuang ke selokan mataram

kanal yang merupakan jalur transportasi yang dapat di navigasi, digunakan untuk angkutan barang dan orang,

Jalur transportasi

Angga Ramadhan [13-512-037] Pengantar Rancang Kota [C] 40

Jalur transportasi lebih didominasi dengan jalur air

 Jalur transportasi didominasi oleh jalur darat.

 Selokan Mataram hanya dimanfaatakan jalur transportasi pada sisi samping kanan dan kiri bibir kanalnya.

 Belum ada pemanfaatan wisata berbasis air, sepertu susur sungai dengan cano atau sejenisnya

seringkali terhubung dengan sungai, laut dan danau.

terhubung dengan sungai

Terhubung dengan beberapa sungai kecil disekitarnya

 Terhubung dengan sungai-sungai besar di Yogyakarta seperti winongo, Code, dan Gajah wong

 Air selokan mataram yang cenderung keruh menyebabkan kurangnya ketertarikan masyarakatnya.

 Terhubungnya dengan sungai-sungai besar sehigga dapat membantu mengontrol jumlah volume air sungai.

2 Daya Tarik Wisata

(Spillane (1985)) Atraksi

Hal yang Menarik Wisatawan

Banyaknya aktivitas fisik yang dapat dilakukan di union canal seperti memancing, bersepeda, naik cano,

naik kapal, dll

 Hanya terdapat pemanfaatan sebagai area bermain anak di area tertentu.

 Perlunya penambahan aktivitas seperti area bermain kano, bersepeda, berlari, memancing, dan area makan.

 Sehingga Selokan Mataram dapat menarik wisatawan untuk berkunjung di sepanjang kanal.

Angga Ramadhan [13-512-037] Pengantar Rancang Kota [C] 41 Fasilitas Fasilitas- fasilits pendukung dan yang diperlukan Belum ada Adanya fasilitas untuk menikmati

kanal seperti kapal dan area rumah singgah

 Belum banyak dilengkapi oleh fasilitas seperti rumah singgah yang difungsikan sebagai wisata.

 Karena Selokan mataram juga belum dilengkapi fasilitas pariwisata yang cukup mendukung.

Infrastruktur

Infrastruktur Pendukung Objek wisata

Belum ada Adanya fasiltas seperti tempat singgah

dan lain-lain

 Belum ada fasilitas pendukung objek wisata

 fasilitas pendukung pariwisata sangat perlu adanya seperti residensial, transportasi unik, dan tempat parkir yang cukup untuk jumlah tertentu.

Jalur Transportasi

Jalur transportasi dapat diakses dengan darat dan air.

 Jalur transportasi dapat diakses dengan jalur darat, dari beberapa arah seperti dari Yogyakarta, Sleman, dan Kulon progo.

 Belum bisa diakses dengan jalur air, sehingga perlu ditambhakan jalur transportasi ini.

Angga Ramadhan [13-512-037] Pengantar Rancang Kota [C] 42

Transportasi Jasa-jasa transportasi

Jasa transportasi lebih mengutamkan pada kapal dan penyewaaan kapal.

 Dapat diakses dengan motor, sepeda, taksi, bus pada area tertentu.

 Perlu ditambah untuk jasa sewa transportasi air

Keramah-tamahan

Kesediaan menerima tamu

Masyarakat menerima tamu dengan baik dengan membuka fasilitas seperti

rumah singgah dan residential.

 Masyarakat belum cukup terbuka terhadap are wisata, namun lebih cenderung mengutamakan pada kebutuhan lain seperti kebutuhan kos karena letaknya yang dekat dengan kampus.

Tabel 11. Analisa Desain Selokan Mataram di Perkotaan Yogyakarta Sumber : Penulis, 2016

Berdasarkan analisa diatas, dapat disimpulkan perlunya penambahan aktivitas dan fasilitas pendukung wisata sehingga dapat menarik wisatawan. Selain itu perlu dijelaskan plotting aktivitas sesuai dengan potensi dari Selokan mataram.

Angga Ramadhan [13-512-037] Pengantar Rancang Kota [C] 43

BAB VI PENUTUP 6.1. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari tahap analisa sebagai berikut :

1. Bukit berfungsi sebagai tempat mendapatkan pemandangan, namun di perkotaan Yogyakarta terdapat beberapa bukit yang telah dimanfaatkan sesuai fungsinya dan terdapat juga yang belum dimanfaatkan seperti bukit Berbah.

2. Bukit Berbah masih sangat bisa dimanfaatkan sebagai area pariwisata dengan penambahan beberapa fasilitas seperti jalur transportasi, jasa-jasa transportasi, dan penambahan atraksi dan aktivitas yang ada. Selain itu perlunya pembangunan dibidang arsitektural seperti bangunan yang menggunakan langgam tradisional. 3. Perkotaan Yogyakarta memiliki tiga waterfront dengan jenis riverfront yang

memiliki karakteristik yang hampir mirip, yaitu dimanfaatkan sebagai area pemukiman, orientasi bangunan yang belum mengarah ke sungai, dan arah pembangunan yang cukup besar disominasi dengan pembangunan horizontal. 4. Publikasi wisata winongo yang kurang serta fasilitas dan infrastruktur yang kurang

menjadikan sungai Winongo kurang berhasil dalam upaya mengkomersilkan daerah tersebut. Selain itu juga dikarenakan terbatasnya fasilitas pendukung wisata dan hanya bagian-bagian tertentu saja yang dijadikan pariwisata.

5. Selokan Mataram adalah kanal yang ada diperkotaan Yogyakarta yang merupakan saluran buatan manusia dengan nilai historis yang ada, namun belum dimanfaatkan untuk area pariwisata meski memiliki kesempatan untuk dikembangkan untuk hal tersebut

6. Perlunya penambahan aktivitas dan fasilitas pendukung wisata sehingga dapat menarik wisatawan. Selain itu perlu dijelaskan plotting aktivitas sesuai dengan potensi dari Selokan mataram.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwasanya natural setting yang dimiliki di perkotaan Yogyakarta cukup lengkap dengan adanya bukit dan pemandangannya, sungai dan riverfront, serta kanal. Namun belum dimaksimalkan sesuai potensi sebagai area wisata. Selain itu, dari beberapa tapak yang sudah dikelola sebagai area wisata, masih perlu dikembangkan sehingga dapat bermanfaat kepada masyarakat.

Angga Ramadhan [13-512-037] Pengantar Rancang Kota [C] 44

6.2. REKOMENDASI DESAIN

a) Bukit Berbah 1) Data Site

Gambar 20. Foto Udara Bukit Berbah

Sumber : https://www.google.co.id/maps/place/Pasar+Ikan+Minapolitan/@- 7.8218471,110.4612,1510m/data=!3m1!1e3!4m5!3m4!1s0x0:0x56a4ada83fb81813!8m2!3d-

7.8269491!4d110.4370466

Gambar 21. Peta Topografi dan Kontur Bukit Berbah

Sumber : https://www.google.co.id/maps/place/Pasar+Ikan+Minapolitan/@- 7.8218471,110.4612,15.93z/data=!4m5!3m4!1s0x0:0x56a4ada83fb81813!8m2!3d-

Angga Ramadhan [13-512-037] Pengantar Rancang Kota [C] 45

Gambar 22. Tampak Topografi Bukit Berbah Sumber : Penulis, 2016

Dalam dokumen Analisis Urban Desain Kawasan Perkotaan (Halaman 40-46)

Dokumen terkait